Tag: pekarangan rumah

  • 6 Alasan untuk Tidak Menanam Pohon Besar Dekat Rumah


    Jakarta

    Beberapa orang memilih menanam pohon besar di dekat rumah untuk menciptakan suasana yang asri dan menyejukkan.

    Akan tetapi, perlu diketahui juga beberapa hal yang mesti dipertimbangkan ketika hendak menanam pohon besar di dekat rumah.

    Alasan agar Tidak Menanam Pohon Besar di Dekat Rumah

    Berikut adalah 6 alasan untuk tidak menanam pohon besar di dekat rumah.


    Setiap pohon besar tentunya akan menggugurkan daunnya dan menggantinya dengan yang baru.

    Ini menjadi masalah ketika pohon tersebut sangat dekat dengan rumahmu. Daun-daun yang terlalu banyak menumpuk selain akan mengotori halaman rumah, juga bisa merusak eksterior rumah, dan menghambat saluran air.

    2. Resiko Kerusakan Akibat Ranting atau Pohon yang Jatuh

    Dalam beberapa kasus yang parah, ranting, cabang-cabang pohon besar, atau pohon sekalipun bisa jatuh atau tumbang dan menghancurkan rumah di sekitarnya.

    Terlebih lagi, kasus pohon roboh seperti ini riskan terjadi saat musim hujan atau ketika terjadi badai yang besar.

    3. Akar Kuat yang Merusak

    Sebagian pohon besar tentunya memiliki akar tunggang yang sangat kuat dan terus bertumbuh.

    Akar yang kuat tersebut terus bertumbuh mencari nutrisi dan air guna pertumbuhan pohon.

    Kemudian yang menjadi masalah adalah ketika pertumbuhan akar tersebut tidak bisa dikontrol dan merusak apapun yang ada di sekitarnya termasuk rumah.

    Tak jarang juga jika kita melihat rumah kosong yang sudah lama tidak ditinggali rusak karena akar pohon yang terus merambat. Seperti itulah gambaran ketika akar tunggang yang kuat perlahan menghancurkan rumah.

    4. Resiko Serangan Hama seperti Rayap dan Tawon

    Pohon tentunya memberikan ekosistem kehidupan bagi hewan dan makhluk hidup di sekitarnya termasuk hama yang bisa saja sangat mengganggu.

    Dilansir dari Treescape Online, kehidupan hama seperti tawon, rayap, dan lainnya tentu saja membuat rumah kurang nyaman untuk ditinggali.

    5. Mempengaruhi Tingkat Kelembaban Tanah

    Pohon dapat mempengaruhi kelembaban tanah karena dia memerlukan air dalam tanah untuk tetap hidup.

    Kemudian yang menjadi masalah adalah hal tersebut bisa membuat keretakan atau pergeseran pada rumah karena tanah yang menyusut atau membesar akibat dari fluktuasi kelembaban tanah.

    Kasus seperti ini memang lebih susah terdeteksi, akan tetapi hal ini juga perlu dipertimbangkan ketika ada pohon besar di dekat rumah.

    Jika pohon terlalu dekat dengan rumah, itu bisa saja menahan kelembaban dan mendorong tumbuhnya jamur dan pembusukan. Hati-hati karena jika hal ini dibiarkan bisa saja merusak rumah.

    Bagaimana Jika Tetap Ingin Menanam Pohon di Sekitar Rumah?

    Nah bagi kamu yang ingin tetap menanam pohon di sekitar rumah, tenang saja terdapat jarak aman untuk menanam pohon di dekat rumah.

    • Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan
    • Tinggi pohon 8 meter sampai 15 meter jarak minimal 4-6 meter
    • Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter

    Itu pun juga perlu diperhatikan dan dirawat supaya bahaya-bahaya seperti yang disebutkan di atas dapat diminimalisir.

    Nah, itu dia sedikit ulasan mengenai alasan mengapa kamu perlu mempertimbangkan penanaman pohon besar dekat rumah.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Dahan Pohon Tetangga Masuk ke Pekarangan Rumah, Boleh Tebang Nggak Ya?



    Jakarta

    Saat hidup bertetangga, terutama lokasi rumahnya berdempetan, mungkin saja ada kejadian yang menyinggung satu sama lain. Salah satunya perihal dahan pohon tetangga masuk ke pekarangan rumah. Alhasil daun kering berjatuhan ke area rumahmu dan membuat kotor.

    Memang kejadian seperti ini bukan atas kehendak manusia. Namun, apabila sudah mengotori area rumah lain, pasti kamu akan terganggu.

    Daun kering ini biasanya suka berserakan di halaman rumah, selokan, hingga talang air. Selain mengganggu estetika rumah, apabila daun kering itu masuk ke talang air, bisa mengakibatkan kerugian yang besar. Talang air tersebut bisa mampet dan air justru meluap ke arah lain. Imbasnya apabila terjadi terus menerus, akan timbul rembesan air atau bocor karena air masuk ke celah yang salah.


    Salah satu caranya adalah memotong dahan pohon tetangga itu agar daunnya tidak mengotori rumah kamu lagi. Namun, apakah itu diperbolehkan?

    Mengutip dari Kejaksaan Negeri Sukoharjo, menurut pasal Pasal 666 KUHPerdata yang berbunyi:

    “Tetangga mempunyai hak untuk menuntut agar pohon dan pagar hidup yang ditanam dalam jarak yang lebih dekat daripada jarak tersebut di atas dimusnahkan. Orang yang di atas pekarangannya menjulur dalam pohon tetangganya,maka ia menuntut agar tetangganya menolaknya setelah ada teguran pertama dan asalkan ia sendiri tidak menginjak pekarangan si tetangga.”

    Menyebutkan bahwa kamu yang merasa pekarangannya kotor dan terganggu atas dahan pohon dan daun kering yang jatuh boleh menuntut tetangga apabila sudah menegurnya. Dalam kata lain, kamu harus membicarakan dahulu secara baik-baik menyampaikan keluhanmu.

    Saat menyampaikan keluhan tersebut tidak boleh dengan perbuatan yang juga merugikan tetanggamu. Sebagai contoh menyebar sampah dengan alasan dendam atau merusak properti mereka.

    Apabila tetangga kamu menolak untuk bertanggung jawab dan tidak mau menebang pohonnya, kamu baru boleh membawa kasus ini ke jalur hukum. Namun, kamu juga perlu bukti yang kuat jika tetangga kamu tidak bertanggung jawab dan tidak merawat pohonnya yang menyebabkan pekaranganmu kotor.

    Menurut advokat Naufal Fikri Mujaddid SH jatuhnya dedaunan di pekarangan rumah orang lain dan pemilik pohon tersebut tidak bertanggung jawab, itu juga dipermasalahkan ke jalur hukum.

    Dilansir detikNews, pasal yang dapat mendukung aduan tetangga kamu ini adalah Pasal 201 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang mengatakan;

    “barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan gedung atau bangunan dihancurkan atau dirusak, diancam:

    dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana kurungan paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika perbuatan itu menimbulkan bahaya umum bagi barang;

    dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika perbuatan itu menimbulkan bahaya bagi nyawa orang;

    dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana kurungan paling lama satu tahun jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati.”

    Pertama bahwa jatuhnya dedaunan atau perusakan yang disebabkan oleh ranting pohon tersebut karena kelalaian (dalam doktrin hukum pidana disebut kealpaan) tetangga. Kedua karena si tetangga lalai dalam merawat pohon sehingga daunnya berjatuhan.

    Maka, harus ada hubungan hubungan kausalitas (baca ; sebab akibat) yang bahwa kelalaian tetangga dalam merawat pohon sehingga daunnya berjatuhan menyebabkan kehancuran dan atau kerusakan yang timbul pada pekarangan dan atau kebendaaan milik. Atau secara sederhana, kamu harus bisa membuktikan bahwa kerusakan yang diderita karena si tetangga dalam merawat pohon hingga daunnya.

    Hal ini berkaitan bahwa dalam konteks pidana yang dicari adalah kebenaran materiel. Hal ini berkaitan bahwa dalam konteks pidana yang dicari adalah kebenaran materiel.

    Kedua, kamu dapat meminta pertanggungjawaban tetangganya dalam merawat pohon sehingga daunnya berjatuhan menyebabkan kehancuran dan atau kerusakan yang timbul pada pekarangan dan atau kebendaaan milik orang lain.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! Ini Cara Mencegah Ular Masuk ke Pekarangan Rumah


    Jakarta

    Ular memangsa hewan pengerat dan serangga yang merupakan penting dari ekosistem. Ular menjadi hewan yang sangat ditakutkan apabila masuk ke pekarangan rumah, karena akan sangat berbahaya jika terkena gigit terutama ular yang berbisa.

    Cara terbaik mencegah ular masuk ke rumah adalah dengan menggunakan kombinasi berbagai teknik, mulai dari membuat halaman tidak ramah bagi ular hingga memasang pagar anti-ular dan menutup rapat rumah.

    Melansir The Spruce, Selasa (15/10/2024), berikut beberapa cara mengusir dan mencegah ular masuk ke pekarangan rumah.


    Jaga Halaman Tetap Kering

    Jauhkan air berlebih dari halaman kamu, cari tahu metode drainase halaman untuk mengalirkan air yang menggenang dan pindahkan air selokan yang terkuras ke luar rumah.

    Ular cukup tertarik pada air, mereka membutuhkan air untuk bertahan hidup. Selain itu, kelebihan air membuat rumput tumbuh subur sehingga menarik dan menjadi tempat berlindung ular.

    Pangkas Rumput dan Dedaunan

    Potong rumput secara berkala agar rumput tetap rendah, pangkas semak-semak agar tidak terlalu dekat dengan rumah, dan potong cabang-cabang pohon yang rendah.

    Ular bergantung pada rumput tinggi dan dedaunan lebat untuk bersembunyi. Ular cenderung tidak pergi ke area yang terbuka dan area yang ditumbuhi tanaman liar juga menghalangi mereka untuk terlihat.

    Hindari Tumpukan

    Pindahkan tumpukan kayu bakar jauh dari rumah dan juga singkirkan tumpukan batu. Ular tertarik pada tempat-tempat yang kecil dan teduh. Memindahkan atau menghancurkan tempat yang dapat dijadikan sarangnya sehingga memaksa mereka mencari tempat lain.

    Pasang Pagar Khusus

    Buat batas khusus di sekeliling properti kamu untuk mencegah ular masuk. Gunakan kawat seperempat inci, tinggi 48 inci dan dipancang setiap enam kaki. Miringkan kawat 30 derajat ke arah luar.

    Pasang Perangkap Lengket

    Tempatkan perangkap lem lengket di sepanjang dinding atau di sudut-sudut sebagai garis pertahanan terakhir agar ular tidak masuk ke dalam rumah. Ular akan terjerat dalam perangkap dan menghambat pergerakannya.

    Untuk melepaskan ular secara manusiawi, pindahkan ular dan perangkap yang terpasang ke habitat yang cocok jauh dari rumah kamu dan tuangkan minyak sayur ke perangkap untuk melepaskan ular dari perangkap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kucing Liar Suka Masuk Pekarangan Rumah?


    Jakarta

    Pernahkah kamu berpikir mengapa kucing liar terus berdatangan ke rumah meski sudah sering diusir? Hewan berbulu ini kalau dibiarkan masuk pekarangan bisa buang kotoran sembarangan.

    Berbagai cara sudah dilakukan tetapi rasanya percuma untuk mencegah kucing masuk rumah. Nah, mungkin saja ada sesuatu di rumah kamu yang menarik bagi kucing.

    Lantas, kira-kira apa yang bikin kucing suka masuk pekarangan rumah? Simak penjelasannya berikut ini.


    6 Alasan Kucing Masuk Pekarangan Rumah

    Inilah beberapa penyebab kucing masuk halaman rumah seperti yang dikutip dari Best Life.

    1. Makanan

    Makanan bisa jadi daya tarik nomor satu bagi kucing liar. Bahkan, kalau makanannya sudah tidak ada, kucing akan kembali lagi pekarangan karena ingat sempat ada sumber makanan di situ.

    “Ini mungkin termasuk sisa makanan di mangkuk hewan peliharaan jika Anda memberi mereka makan di luar, atau bisa juga tempat sampah, panggangan, dan sisa makanan piknik,” kata CEO Black Pest Prevention Nicole Carpenter.

    2. Mangsa

    Tak hanya makanan manusia, kucing juga tertarik dengan hewan dan serangga yang mereka mangsa. Misalkan ada burung ataupun tikus di rumah, tentu bakal jadi santapan menarik bagi kucing.

    3. Sumber Air

    Sumber air juga sama pentingnya dengan makanan bagi kucing liar. Rumah yang ada tempat mandi burung, air mancur, mangkung air hewan peliharaan, keran yang menetes, bahkan genangan air dapat menarik kucing ke halaman kamu.

    4. Tanaman Tertentu

    Menurut Carpenter, tanaman tertentu dapat membuat kucing mendekati rumah. Kucing biasanya tertarik pada tanaman yang kaya vitamin dan mineral. Tanaman yang disukai kucing antara lain peterseli, rumput gandum, rosemary, valerian, dan kamomil.

    5. Tempat Bersembunyi

    Kucing liar suka bersembunyi yang nyaman dan hangat untuk mereka berlindung. Mereka biasanya masuk ke gudang, sudut-sudut pekarangan, mesin mobil, dan semak-semak.

    6. Kucing Lain

    Jika kamu memelihara kucing di rumah, kucing liar mungkin tertarik untuk masuk halaman rumah. Hewan ini tertarik pada jejak bau yang ditinggalkan kucing lain. Mereka mungkin saja sedang mencari pasangan kawin.

    Itulah beberapa alasan kucing liar masuk pekarangan rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Sederet Bahan Alami yang Ampuh Basmi Gulma di Pekarangan Rumah


    Jakarta

    Keberadaan gulma atau semacam tumbuhan liar bisa mengganggu keindahan pekarangan rumah. Tak hanya itu, adanya gulma juga bisa merusak pertumbuhan tanaman yang ada di halaman rumah.

    Tak heran, banyak penghuni rumah yang ingin membasmi gulma. Nah, untuk membasminya bisa menggunakan bahan alami yang bisa ditemukan di rumah lho.

    Apa saja bahan yang diperlukan dan cara membasmi gulma? Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasinya.


    Pakai Air Panas

    Salah satu cara yang mudah untuk membasmi gulma adalah menggunakan air panas. Cara ini sangat simple, efektif, dan bebas bahan kimia.

    Untuk membasmi gulma di area yang retak, seperti di jalan rumah, tuangkan sepanci air panas ke gulma. Tuangkan secara perlahan untuk menghindari cipratan air panas. Karena opsi ini tidak permanen, ulangi proses ini saat gulma tumbuh kembali hingga area tersebut bebas dan bersih.

    Pakai Lemon

    freshly squeezed lemon juice in small bowlIlustrasi perasan jeruk lemon. Foto: Getty Images/iStockphoto/rez-art

    Untuk membasmi gulma memakai perasan jeruk lemon cukup mudah. Caranya, isi botol spray dengan perasan lemon asli dan semprotkan pada gulma. Larutan ini akan mengering dan membunuh gulma dalam waktu 1-2 hari.

    Agar hasilnya maksimal, penghuni rumah bisa menambahkan cuka asam ke dalam larutan.

    Pakai Koran

    Ilustrasi koranIlustrasi koran Foto: Getty Images/iStockphoto/Fedor Kozyr

    Kalau pekarangan rumah terdapat gulma, bisa gunakan alat penyiang gulam untuk membasminya. Selanjutnya, letakkan koran di atas tanah atau permukaan.

    Koran bisa menghalangi pertumbuhan gulma dan pembentukan benih baru dengan menghalangi sinar matahari dan udara. Selanjutnya tutup dengan mulsa agar gulma tidak tumbuh. Nantinya, koran juga akan hancur dengan sendirinya jadi tidak perlu dibersihkan.

    Pakai Campuran Cuka dan Boraks

    Penghuni rumah juga bisa menggunakan campuran cuka dan boraks untuk membasmi gulma. Caranya, campurkan 3,7 liter cuka, 1 cup boraks atau garam, dan 1 sendok makan sabun cuci piring ke dalam semprotan.

    Apabila area yang ditumbuhi gulma kecil, atur nosel semprotan ke aliran. Kalau area yang ditumbuhi gulma besar, atur nosel menjadi semprotan. Selanjutnya, semprotkan larutan itu dengan hati-hati karena larutan itu tidak bisa membedakan antara gulma dengan tanaman.

    Metode ini paling cocok dilakukan pada hari yang cerah karena cuka asam akan membakar tanaman dan garam akan membuatnya layu saat matahari terbenam. Sementara itu, sabun cuci piring akan membantu larutan menempel pada gulma.

    Itulah beberapa cara untuk membasmi gulma dengan bahan alami. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cocok Ditanam Dekat Rumah, 7 Pohon Ini Nggak Rusak Fondasi


    Jakarta

    Pekarangan rumah yang hijau dan asri membuat suasana hunian semakin nyaman bagi penghuninya. Pemilik bisa menanam berbagai tanaman, bahkan pohon agar pekarangan tidak gersang.

    Namun, pemilik perlu selektif ketika hendak menanam pohon. Sebab, beberapa pohon tumbuh besar sehingga akarnya berpotensi merusak fondasi rumah.

    Apa saja pohon yang cocok ditanam dekat rumah? Simak ulasannya dalam artikel ini.


    Pohon yang Tidak Rusak Fondasi Rumah

    Inilah deretan pohon yang tidak merusak fondasi rumah, dikutip dari Boulder Contractors dan Gardener’s World.

    1. Pohon Palem

    Tropical Climate, Thailand, Beauty, Gardening, HorizontalPohon Palem Foto: Getty Images/iStockphoto/Supersmario

    Pemilik bisa mempertimbangkan pohon palem buat mengisi pekarangan rumah. Struktur akarnya berserat sehingga tidak merusak fondasi rumah. Pohon ini memiliki daun yang tipis dan dapat tumbuh tinggi.

    Cara merawatnya pun cukup mudah karena tidak perlu sering disiram. Tanah yang semakin basah justru menjadi masalah bagi pohon tersebut. Lalu, sesekali berikan pupuk, buang daun yang lalu, dan memangkas tangkai tua yang berwarna cokelat.

    2. Pohon Ara

    Pohon tin atau ara atau pohon Jaya Sri Maha BodhiPohon tin atau ara Foto: CNN

    Pohon ara atau tin aman ditanam di pekarangan karena tidak merusak fondasi rumah. Pohon ini bisa tumbuh hingga 3-4 meter. Pemilik juga bisa panen buah-buahan berwarna merah atau ungu dari tumbuhan ini.

    3. Pohon Apel

    Ilustrasi Pohon ApelIlustrasi Pohon Apel Foto: Getty Images/Martin Wahlborg

    Jika ingin pohon yang banyak buahnya, pohon apel bisa menjadi pilihan. Pohon apel dapat tumbuh dengan subur di tempat yang terpapar sinar matahari langsung dan terlindungi dari angin kencang. Tanaman ini juga bisa tumbuh di tanah yang kering, tetapi masih perlu sesekali disiram.

    4. Pohon Kersen

    Buah kersenBuah kersen Foto: Getty Images/iStockphoto/justhavealook

    Pohon kersen atau ceri kampung juga cocok ditanam dekat rumah. Pohon ini bisa tumbuh hingga 12 meter dan memiliki daun yang cukup lebat. Tak perlu perawatan khusus, pohon kersen hanya perlu dipangkas kalau sudah terlalu tinggi agar tidak merusak atap rumah.

    5. Pohon Tabebuya

    Pohon Tabebuya GowaPohon Tabebuya Gowa Foto: Evelyn Djuranovik/detikSulsel

    Selain itu, pohon tabebuya bisa menjadi opsi karena akarnya tidak merusak fondasi rumah. Bunganya pun tampak indah sehingga cocok ditanam di pekarangan.

    Pohon tabebuya bisa tumbuh mencapai 10 meter. Cara merawatnya cukup dengan disiram dan diberi pupuk secara rutin.

    6. Pohon Bugenvil

    Tabebuya dan bugenvil mekar bersaman di Alun-alun LumajangTabebuya dan bugenvil mekar bersaman di Alun-alun Lumajang Foto: Nurhadi Wicaksono/detikJatim

    Pohon bugenvil cocok ditanam di halaman rumah. Tanaman ini bisa tumbuh dengan cepat di bawah sinar matahari. Pemilik bisa menanamnya di dalam pot, tanah, atau keranjang gantung.

    Pohon ini tidak perlu sering disiram. Namun, pemilik dapat memangkasnya sesekali untuk mempertahankan bentuknya.

    7. Pohon Bungur

    Pohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtlePohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtle Foto: Getty Images/magicflute002

    Pohon bungur merupakan pilihan terbaik buat hunian sejuk, asri, dan cantik. Bunganya tumbuh majemuk dan wanginya semerbak.

    Pastikan untuk menanam pohon bungur di tempat yang cukup luas karena ketinggiannya bisa mencapai 10 meter. Sebaiknya tanam pohon di tempat yang terpapar sinar matahari. Lalu, siram pohon bungur secara rutin dan sekali-kali pangkas batangnya.

    Itulah pohon yang cocok ditanam di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kesal Kucing BAB Sembarangan di Halaman Rumah? Begini Cara Usirnya


    Jakarta

    Kucing adalah hewan berbulu yang menggemaskan bagi sebagian orang. Namun, kalau kucing liar datang dan buang air besar (BAB) sembarang di halaman, penghuni rumah bisa merasa kesal.

    Kehadiran kucing liar dapat membuat pekarangan rumah terlihat kotor dan berantakan. Penghuni pun perlu lebih waspada agar tidak menginjak kotoran kucing saat berjalan di halaman rumah.

    Dikutip dari Time of Paws, kucing liar mendekati rumah karena mencari tempat berlindung dan sumber makanan. Oleh karena itu, penghuni harus membuat lingkungan rumah yang tidak nyaman bagi kucing.


    Bagaimana cara mencegah kucing masuk dan buang kotoran di halaman rumah? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Cegah Kucing BAB di Halaman Rumah

    Inilah tips mengusir kucing dari rumah sehingga tidak BAB sembarang di halaman, dikutip dari The Spruce.

    1. Tanam Tumbuhan yang Dibenci Kucing

    Penghuni bisa menanam tanaman yang dibenci di pekarangan. Pilih tanaman dengan aroma yang tidak disukai kucing, misalnya mint, lavender, dan rosemary.

    2. Sebar Pecahan Cangkang Telur

    Kemudian, buat kucing tidak nyaman berjalan di tanah dengan menaburkan pecahan cangkang telur. Pecahkan cangkang telur menjadi potongan kecil, lalu sebarkan di halaman rumah.

    3. Sebar Bau yang Dibenci Kucing

    Selain itu, sebarkan aroma yang dibenci kucing di sekitar rumah. Kucing menghindari bau menyengat seperti bawang putih, eucalyptus, kopi, tembakau, dan cuka. Cara ini cukup ampuh untuk mengusir kucing dari tempat tertutup misalnya plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    4. Pasang Pagar Khusus

    Kucing bisa masuk halaman rumah melewati pagar bercelah. Sebaiknya pasang pagar yang sulit dilewati kucing. Misalnya dengan memasang paku penghalang yang tidak terlalu tajam pada celah pagar.

    5. Bersihkan Sampah

    Kucing tertarik buat mendatangi rumah yang sampahnya dibiarkan terbuka. Pastikan untuk menutup tempat sampah agar tidak bisa diraih oleh kucing. Kemudian, bersihkan sisa makanan supaya aroma tidak mengundang kucing.

    6. Jangan Beri Makan Kucing

    Kucing biasanya kembali ke tempat ia menemukan sumber makanan. Sebaiknya tidak memberi makan kalau nggak mau kucing kembali lagi ke rumah.

    Itulah cara mengatasi kucing yang suka BAB di halaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com