Tag: pekarangan

  • Kenapa Kodok Muncul di Halaman Rumah? Ini Penyebab dan Cara Usirnya



    Jakarta

    Katak atau kodok terkadang suka muncul di halaman rumah. Meski tidak berbahaya, amfibi yang suka loncat-loncat ini bisa bikin penghuni rumah merasa takut atau geli.

    Kehadiran kodok bukanlah sebuah kebetulan. Kondisi kebun atau halaman yang nyaman bisa membuat kodok betah tinggal di sana.

    Misalnya rumah mempunyai kolam atau dekat dengan kebun yang mungkin jadi sumber makanan. Hal ini membuat kodok tertarik buat tinggal dekat rumah.


    Lantas, kenapa kodok suka muncul di halaman rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Kodok Muncul di Rumah

    Inilah penyebab kodok muncul di halaman rumah seperti yang dikutip dari KliknClean.

    1. Banyak serangga

    Kodok akan berkumpul di tempat terdapat sumber makanan. Rumah yang sekitarnya banyak serangga sangat menarik bagi katak. Katak mengincar serangga seperti lalat dan nyamuk.

    2. Keberadaan Air

    Kodok merupakan makhluk amfibi, sehingga lebih suka tinggal di dekat sumber air. Oleh karena itu, mereka cenderung tertarik pada properti yang mempunyai kolam renang dan kolam ikan.

    3. Terdapat Kebun

    Kodok menyukai tempat yang teduh untuk berlindung. Mereka bisa berteduh di kebun atau halaman rumah yang banyak rumput liar, dedaunan, atau rumput yang cukup tinggi. Kebun yang rimbun dan jarang dibersihkan dapat menjadi tempat tinggal serangga dan katak.

    4. Lampu Taman

    Selain itu, lampu taman juga bisa menjadi penyebab banyak katak di rumah. Sebab, lampu di taman menarik perhatian sejumlah serangga. Alhasil, kodok pun ikut datang untuk memangsa serangga tersebut.

    Tips Usir Kodok

    Jika terganggu dengan kehadiran katak, penghuni bisa mengusirnya dengan bahan-bahan rumahan kok. Berikut ini cara mengusir katak.

    1. Air garam

    Semprotkan sedikit air garam pada tempat-tempat yang suka dilalui kodok. Kodok peka terhadap air garam, mereka bisa merasakan efek sengatan pada kulitnya.

    2. Ampas Kopi

    Ampas kopi ternyata bermanfaat buat mengusir kodok, lho. Caranya, taburkan ampas kopi di area tanah kosong di kebun. Campuran tanah yang mengandung nitrat dan ampas kopi akan menghasilkan rasa tidak nyaman bagi katak ketika menginjaknya.

    3. Cuka

    Penghuni bisa membuat cairan anti kodok dengan mencampurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama. Semprotkan cairan tersebut pada area yang sering dijumpai kodok. Namun, tingkat keasaman tinggi dari cairan itu dapat membunuh tanaman yang disemprot.

    Itulah penyebab kodok muncul di halaman rumah dan cara mengusirnya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kucing Liar Suka Buang Kotoran di Halaman Rumah? Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kehadiran kucing liar di halaman rumah bisa bikin penghuni rumah kesal. Bagaimana tidak, hewan berbulu ini suka buang kotoran di taman.

    Hal itu membuat kotor dan berantakan pekarangan. Belum lagi penghuni rumah harus waspada agar sampai menginjak ‘ranjau’ alias kotoran kucing yang terkubur di tanah.

    Dilansir dari Time for Paws, kucing liar mencari tempat yang aman. Mereka sering datang ke rumah untuk mencari sumber makanan dan tempat berlindung.


    Kucing bisa saja mencari tempat aman di sekitar rumah. Oleh karena itu, penghuni butuh trik ampuh untuk membuat kucing nggak betah mendekati rumah. Namun, jangan sampai menyakiti kucing.

    Bagaimana cara mencegah kucing masuk halaman rumah? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah

    Inilah sejumlah cara untuk mengusir kucing dari rumah biar nggak buang kotoran sembarangan dikutip dari The Spruce.

    1. Bersihkan Sisa Makanan dan Sampah

    Penghuni perlu menutup tempat sampah dengan rapat agar tidak dapat dijangkau kucing. Bersihkan juga sisa makanan supaya aromanya tidak mengundang kucing.

    2. Jangan Beri Makan Kucing

    Pastikan tidak ada yang memberi makan atau air ke kucing liar. Sebab, kucing biasanya kembali ke tempat yang terdapat sumber makanan.

    3. Pasang Pagar Khusus

    Kucing dapat masuk halaman rumah dengan melewati pagar bercelah. Sebaiknya pasang pagar yang sulit dilewati kucing. Misalnya memasang paku penghalang yang tidak terlalu tajam pada celah pagar.

    Selain itu, penghuni dapat membuat permukaan tanah tidak nyaman buat diinjak kucing. Caranya dengan meletakkan kawat ayam berukuran kecil atau karpet plastik kasar di bawah tanah.

    4. Tanam Tumbuhan yang Tak Disukai Kucing

    Kemudian, penghuni bisa menanam sejumlah tanaman di pekarangan. Pilih tanaman yang aromanya tidak disukai kucing, seperti lavender, mint, dan roesmary.

    5. Sebar Pecahan Cangkang Telur

    Cangkang telur juga bermanfaat untuk mengusir kucing dari halaman rumah, lho. Pecahkan cangkang telur menjadi potongan kecil, lalu sebarkan di halaman rumah. Kucing akan merasa tidak nyaman berjalan di tanah dengan butiran cangkang yang tajam.

    6. Sebar Bau yang Tak Disukai Kucing

    Terakhir, penghuni dapat sebarkan bahan dengan aroma yang dibenci kucing. Kucing akan menghindari bau menyengat, misalnya dari bawang putih, eucalyptus, kopi, tembakau, dan cuka.

    Sebarkan bahan-bahan tersebut secara rutin di area yang ingin dijauhkan dari kucing. Cara ini cukup ampuh buat mengusir kucing dari tempat tertutup seperti plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    Itulah tips mencegah kucing masuk pekarangan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Usir Curut dari Rumah, Bisa Pakai Bahan Alami


    Jakarta

    Pernahkah melihat hewan seperti tikus tapi ukurannya kecil dan hidungnya mancung? Kemungkinan hewan itu adalah curut. Mereka terkadang ditemukan di rumah, seperti di dapur, pekarangan, atau tempat penyimpanan makanan.

    Kehadiran curut dapat mengancam kesehatan penghuni karena kotorannya bisa mengandung sumber penyakit. Oleh karena itu, penghuni harus segera mengusir curut kalau menemukannya di rumah.

    Bagaimana cara mengusir curut dari rumah? Simak tipsnya berikut ini.


    Tips Usir Curut di Rumah

    Inilah cara membuat rumah bebas dari curut, dikutip dari situs Do My Own, Madsenpest, penjualan properti, dan perusahaan pengendalian hama.

    1. Pakai Bahan Alami

    Penghuni dapat mengusir curut menggunakan bahan alami seperti bawang putih atau minyak jarak. Bahan tersebut mengeluarkan aroma yang tidak disukai curut, sehingga bakal mencegah mereka masuk rumah.

    2. Bersihkan Pekarangan

    Bersihkan pekarangan rumah dengan menghilangkan genangan air dan menutup tempat sampah. Cara ini akan meminimalisir populasi serangga yang disukai curut.

    3. Pakai Lem Tikus

    Tangkap curut yang berkeliaran di rumah menggunakan lem tikus. Cara ini aman karena tidak mengandung racun atau menimbulkan bau.

    4. Pasang Perangkap Tikus

    Pasang perangkap tikus yang dapat menjepit untuk membasmi tikus. Letakkan potongan daging atau ikan kecil di area tersebut yang disukai curut. Perangkap ini cukup ampuh daripada perangkap tertutup yang tidak terlalu menarik bagi curut.

    5. Tutup Celah Masuk Curut

    Curut dapat masuk rumah melalui celah kecil pada dinding atau lantai. Sebaiknya tutup atau perbaiki lubang untuk mencegah curut masuk rumah.

    6. Jangan Tinggalkan Makanan Hewan Piaraan

    Jangan biarkan makanan hewan peliharaan atau biji-bijian burut di luar ruangan. Segera bersihkan makanan hewan setelah selesai. Makanan tersebut dapat memancing curut dan serangga buat mendekat dan memakannya.

    7. Pakai Minyak Esensial

    Terakhir, coba gunakan minyak esensial seperti peppermint buat bikin curut nggak betah di rumah. Caranya dengan meneteskan minyak pada kapas, lalu oleskan pada tempat yang sering dilewati curut.

    Itulah beberapa tips untuk membasmi curut di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Ini Bisa Cegah Kucing BAB di Halaman Rumah


    Jakarta

    Kehadiran kucing liar di pekarangan terkadang membuat penghuni rumah merasa geram. Sebab, kucing kerap buang air besar (BAB) sembarangan di halaman rumah.

    Kotoran kucing tak hanya bau, tapi juga membuat penghuni harus berhati-hati agar tidak menginjak ‘ranjau’ di pekarangannya. Jika tak ingin kucing datang ke rumah, penghuni perlu membuat lingkungan yang tidak nyaman bagi hewan berbulu itu.

    Ada beberapa bahan yang bisa dimanfaatkan agar kucing tak dekati pekarangan. Temukan apa saja bahan itu di artikel ini.


    Cara Cegah Kucing Masuk Halaman Rumah

    Inilah beberapa bahan yang mencegah kucing BAB di halaman rumah, dikutip dari Country Living.

    1. Cuka

    Cuka mempunyai aroma yang kuat dan menyengat sehingga bisa mencegah kucing mendekat. Cara pakainya cukup dengan mencampurkan cuka dan air dalam botol semprot. Kemudian, semprotkan cairan tersebut ke sekitar halaman. Semprotkan cuka secukupnya saja agar tidak membahayakan tanaman.

    2. Bubuk Kopi

    Bubuk kopi memiliki aroma kuat yang tidak disukai kucing. Penghuni rumah dapat menaburkan bubuk kopi di halaman secara merata. Dengan begini, kucing pun enggan untuk BAB di sana.

    3. Pisang

    Selain itu, pisang bisa menjadi opsi buat menghalau kucing masuk halaman. Potong dan cincang pisang sampai halus, lalu sebarkan di pekarangan. Sebaiknya gunakan pisang yang sudah matang karena baunya tidak disukai kucing.

    4. Kulit Jeruk

    Sisa kulit jeruk bisa dipakai buat mencegah kucing BAB di pekarangan. Sebab, kucing tidak suka aroma kuat dari jeruk.

    Cara pakainya dengan mencincang halus kulit jeruk dan menyebarkannya di sekitar taman. Selain itu, penghuni juga dapat memeras buat jeruk dan mencampurkannya dengan air, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    Itulah beberapa bahan untuk mencegah kucing BAB di halaman rumah. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Biopori di Halaman Rumah Bikin Tanah Makin Subur, Ini Manfaatnya


    Jakarta

    Biopori adalah lubang resapan yang diisi dengan sampah organik. Membuat lubang ini di halaman menguntungkan bagi penghuni rumah, lho.

    Penghuni dapat dengan mudah membuat biopori di halaman rumah. Penggiat Lingkungan dan Pendiri Rumah SOPAN Sony Teguh Trilaksono menjelaskan lubang biopori dibuat sedalam 1,2 meter dengan diameter 10 cm menggunakan bor khusus.

    Selanjutnya, pasang casing untuk menahan agar lubang tidak tertutup tanah lagi. Tutup lubang tersebut menggunakan penutup berlubang untuk mencegah tikus masuk.


    Namun, apa saja manfaat mempunyai biopori di pekarangan rumah? Simak penjelasannya berikut.

    Manfaat Bikin Biopori di Halaman Rumah

    Inilah beberapa keuntungan memiliki biopori di halaman rumah.

    1. Menyuburkan Tanah

    Sampah organik yang dimasukkan ke dalam biopori akan berubah menjadi kompos. Kompos tersebut mempunyai kandungan yang dapat menyuburkan tanah.

    “Kita bisa menyuburkan tanaman di sekitarnya yang kita tanam di dekat letak, letaknya lubang biopori,” ujar Sony kepada detikcom di Rumah SOPAN, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi beberapa waktu lalu.

    2. Menyerap Air

    Biopori dapat mempercepat penyerapan air ke dalam tanah. Adanya lubang memudahkan akses air untuk menyerap ke tanah. Alhasil, tanah menjadi lembap dan kandungan air terjaga sehingga tak perlu khawatir kekeringan.

    “Jadi tanah kita kalau bisa dia meresap hujan sebanyak-banyaknya, itu disebutlah kita memanen air hujan. Air hujan nggak bisa dipanen kenapa? Karena nggak ada yang bisa diserap,” jelasnya.

    3. Mencegah Genangan Air

    Jika penyerapan air lancar, air hujan tidak akan menggenangi pekarangan. Hal ini baik karena mencegah genangan, yakni tempat nyamuk berkembang biak.

    “Kalau ada genangan yang lengkung gitu, tidak terserap dengan tanah karena tanahnya keras kan? Nah ini (tempat) malaria (penyebab) demam berdarah itu tidur di situ. Karena (nyamuk) demam berdarah itu kan cuma satu hari bisa berkembang biak,” imbuhnya.

    4. Mengurangi Sampah Organik

    Biopori berfungsi untuk mengurai sampah organik seperti sisa makanan dari dapur. Sony mengatakan lubang tersebut mampu mengurai sampah secara alami dalam kurun waktu beberapa hari saja.

    Itulah beberapa manfaat membuat biopori di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Panik! Ini Penyebab Ular Masuk Rumah dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Keberadaan ular cukup ditakuti dan diwaspadai karena dapat mengancam keselamatan manusia. Apalagi kalau jenis ular itu berbisa, gigitannya bisa mematikan.

    Reptil ini dapat ditemukan di pekarangan, bahkan masuk ke dalam rumah. Kemunculan ular bukan tanpa alasan, ada hal yang menarik mereka untuk datang.

    Supaya bisa mengamankan rumah, penghuni perlu mengetahui penyebab ular masuk. Kemudian, ambil langkah pencegahan agar ular enggan mendekati rumah.


    Namun, kenapa ular masuk pekarangan dan rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Ular Masuk Lingkungan Rumah

    Inilah beberapa alasan ular masuk ke rumah, dikutip dari Herping Thailand.

    1. Ada Mangsa Ular

    Ular datang ke rumah karena menemukan sumber makanan. Biasanya mereka memakan kodok, kadal, serangga, tikus, serta hewan pengerat lain. Jauhkan sumber makanan mereka dari jangkauan agar rumah tidak dihampiri ular.

    2. Lingkungan Cocok buat Ular

    Selain itu, ular menemukan tempat yang cocok untuk bereproduksi dan berlindung. Hewan melata ini menyukai tempat yang lembap, terutama saat ingin ganti kulit.

    Sebaiknya penghuni rumah menjaga halaman rumah selalu bersih terutama bagian rumput. Lalu, jauhkan sumber air dari area yang mudah dijangkau oleh ular. Meski tak banyak minum, ular tetap bisa datang karena air.

    Cara Cegah Ular Masuk Lingkungan Rumah

    Inilah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah ular mendekati rumah.

    1. Rajin Buang Sampah

    Sampah adalah sumber makanan bagi tikus yang juga mangsa ular. Pastikan untuk rajin membuang sampah keluar buat mencegah ular masuk rumah.

    2. Bersihkan Halaman Rumah

    Ular senang tinggal di lingkungan yang lembap dan banyak benda di halaman rumah. Penghuni dapat mencegah ular dengan memangkas pendek rumput, menyingkirkan batu, batang kayu, dan puing bangunan.

    3. Tutup Lubang di Rumah

    Ular lebih suka mencari tempat persembunyian yang aman daripada berkeliaran dan menyerang manusia. Mereka bisa memanfaatkan lubang-lubang di sekitar rumah seperti di tanah, dinding, atap, kloset, hingga saluran air. Oleh karena itu, pastikan untuk menutup lubang-lubang di rumah.

    4. Tinggikan Rumah

    Selain itu, pemilik dapat membuat semacam rumah panggung buat mencegah ular masuk. Jika memungkinkan, buatlah rumah yang tidak menempel pada tanah dengan celah 30-50 cm.

    5. Buat Jalur di Halaman

    Jika memiliki halaman yang luas, ada baiknya membuat jalur setapak untuk berjalan. Jalur ini mempermudah penghuni rumah lebih waspada dengan kehadiran ular serta menghindari kaki diserang oleh ular.

    6. Buat Pagar Beton

    Terakhir, pemilik dapat membangun pagar beton yang mengelilingi rumah. Sebab, banyak ular tidak bisa memanjat pagar tersebut.

    Itulah penyebab dan cara cegah ular masuk rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Usir Curut Agar Tak Balik Lagi ke Rumah


    Jakarta

    Curut adalah hewan mirip tikus tapi berukuran lebih kecil dan punya hidung mancung. Hewan ini terkadang ditemui di sekitar rumah seperti dapur, pekarangan, atau tempat penyimpanan makanan.

    Penghuni rumah sebaiknya waspada dengan kehadiran hama di rumah, termasuk curut. Sebab, curut dapat meninggalkan kotoran yang mengandung sumber penyakit. Jangan sampai kesehatan penghuni rumah terancam karena hewan ini.

    Kalau rumah sudah diserang curut, bagaimana cara usirnya ya? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Usir Curut di Rumah

    Inilah beberapa metode untuk mengusir curut, dikutip dari laman Do My Own, Madsenpest, penjualan properti, dan perusahaan pengendalian hama.

    1. Bersihkan Pekarangan

    Untuk mengusir curut, penghuni dapat meminimalisir populasi serangga yang biasa menjadi mangsanya. Caranya dengan membersihkan pekarangan rumah buat menghilangkan genangan air dan menutup tempat sampah.

    2. Pakai Bahan Alami

    Penghuni bisa mengusir curut dengan memanfaatkan bahan beraroma menyengat. Letakkan bahan alami seperti bawang putih atau minyak jarak di sekitar rumah untuk mencegah curut masuk.

    3. Tutup Celah Masuk Curut

    Curut bisa menyelinap masuk rumah melalui celah kecil pada lantai atau dinding. Pastikan untuk menutup atau memperbaiki lubang agar tidak ada curut yang masuk rumah.

    4. Jangan Tinggalkan Makanan Hewan

    Makanan hewan peliharaan yang dibiarkan terbuka menarik curut dan serangga buat mendekat. Jangan biarkan makanan tersebut di luar ruangan. Segera bersihkan makanan hewan peliharaan setelah selesai dimakan.

    5. Pakai Minyak Esensial

    Selain itu, penghuni bisa memakai minyak esensial seperti peppermint agar curut nggak betah di rumah. Teteskan minyak esensial pada kapas, lalu oleskan pada tempat yang sering dilewati curut.

    Itulah cara mengusir curut dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Lindungi Rumah Agar Tak Didatangi Ular Tiba-tiba


    Jakarta

    Ular adalah reptil yang dihindari karena bentuknya yang mengerikan serta berpotensi menyakiti manusia. Penghuni rumah pun harus waspada karena ular bisa saja muncul di sekitar tempat tinggal.

    Reptil ini bisa ditemukan di halaman maupun dalam rumah. Bukan tanpa alasan, ular datang ke rumah karena ada hal-hal yang menarik.

    Dikutip dari Herping Thailand, ular mendekati rumah karena mencari sumber makanan. Hewan melata itu biasanya memakan serangga, kadal, kodok, dan tikus.


    Selain itu, ular merasa kawasan rumah punya lingkungan yang cocok buat ular berlindung dan bereproduksi. Ular cenderung menyukai tempat yang lembap, terutama ketika mau ganti kulit.

    Nah, supaya rumah aman dari serangan ular, penghuni perlu ambil langkah pencegahan. Buatlah lingkungan rumah tidak menarik dan sulit didekati ular. Simak caranya berikut ini.

    Cara Cegah Ular Datang ke Rumah

    Inilah beberapa tips untuk mencegah ular datang ke rumah.

    1. Bersihkan Halaman Rumah

    Ular senang tinggal di tempat yang banyak benda seperti di halaman rumah. Penghuni bisa menghindari kedatangan ular dengan memotong pendek rumput serta menyingkirkan batu, batang kayu, dan puing bangunan di pekarangan.

    2. Rajin Buang Sampah

    Penghuni juga dapat menangkal ular dengan mengatasi dari sumber makanannya. Caranya dengan membuang sampah secara rutin. Langkah ini mencegah adanya tikus yang dapat menarik perhatian ular buat datang.

    3. Tutup Lubang di Rumah

    Selain itu, penghuni perlu memastikan lubang-lubang di sekitar rumah tertutup. Sebab, ular biasanya mencari tempat persembunyian yang aman dibandingkan berkeliaran dan menggigit manusia.

    4. Tinggikan Bangunan

    Selain itu, penghuni dapat meninggikan bangunan seperti rumah panggung agar tidak mudah dijangkau oleh ular. Jika memungkinkan, buat rumah dengan celah 30-50 cm dari lantai.

    5. Buat pagar Beton

    Kemudian, penghuni juga bisa membangun pagar beton di sekeliling rumah. Sebab, banyak ular tidak tahu cara memanjat pagar tersebut.

    6. Buat Jalur di Halaman

    Kalau punya halaman rumah yang luas, sebaiknya buat jalur setapak buat berjalan. Jalur itu memudahkan penghuni lebih waspada terhadap kehadiran ular.

    Itulah cara mencegah ular mendekati rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kucing Masuk Halaman Rumah Bikin Geram? Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kucing liar terkadang suka menyusup ke halaman rumah. Kehadiran kucing ini cukup mengganggu dan membuat penghuni rumah geram.

    Pasalnya, hewan berbulu itu kerap mengacak tempat sampah dan buang kotoran sembarangan. Alhasil, rumah jadi terlihat berantakan, kotor, dan enggak estetis.

    Meski kesal, bukan berarti penghuni boleh menyakiti kucing ya. Ada beberapa cara untuk mencegah kucing masuk ke halaman rumah. Simak cara bikin kucing enggan masuk halaman rumah berikut ini.


    Cara Mencegah Kucing Masuk Halaman Rumah

    Inilah cara menghalau kucing masuk rumah, dikutip dari the Spruce dan Time for Paws.

    1. Pasang Pagar atau Penghalang Khusus

    Kucing biasanya masuk area rumah melalui celah pagar. Pemilik rumah sebaiknya memasang pagar atau penghalang khusus agar kucing sulit masuk.

    Coba pasang pagar rapat atau tambahkan penghalang seperti paku tumpul atau kawat ayam. Pemilik juga bisa pakai karpet plastik kasar di area tanah yang sering dilalui kucing.

    2. Taburkan Pecahan Cangkang Telur

    Taburkan pecahan cangkang telur ke permukaan tanah yang sering didatangi kucing. Langkah ini membuat kucing tidak nyaman berjalan di tanah sehingga mencegah mereka datang dan buang kotoran.

    3. Sebarkan Aroma yang Tak Disukai Kucing

    Kucing sensitif terhadap aroma menyengat. Penghuni rumah bisa memanfaatkan karakteristik itu untuk mengusir kucing secara alami. Coba sebarkan bahan alami seperti bawang putih, cuka, ampas kopi, tembakau, hingga eucalyptus di halaman rumah.

    4. Tanam Tumbuhan yang Tak Disukai Kucing

    Selain itu, ada sejumlah tumbuhan yang juga punya aroma menyengat. Penghuni bisa menanam tanaman seperti lavender, rosemary, minta, atau serai agar kucing ogah datang ke rumah.

    5. Bersihkan Sisa Makanan dan Tutup Tempat Sampah

    Salah satu alasan kucing mendatangi rumah adalah adanya aroma makanan. Nah, sebaiknya penghuni membersihkan sisa makanan dengan baik dan menutup tempat sampah dengan rapat.

    6. Jangan Beri Makan Kucing

    Terakhir, penghuni dianjurkan untuk tidak memberi makan kucing luar. Sebab, kucing tersebut cenderung akan kembali lagi ke rumah yang menyediakan makanan.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah kucing masuk ke halaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Jenis Pohon yang Aman Ditanam di Halaman, Tak Merusak Fondasi Rumah


    Jakarta

    Tak jarang pemilik rumah ingin menanam pohon untuk menghiasi pekarangannya. Rumah bakal terlihat lebih asri dan adem kalau ada pohon di halaman.

    Namun, pemilik tak boleh asal memilih jenis pohon. Beberapa pohon berisiko merusak fondasi rumah karena akarnya dapat mengenai fondasi bangunan.

    Lantas, jenis pohon apa yang aman ditanam di halaman rumah? Simak penjelasannya berikut ini.


    Jenis Pohon yang Aman Ditanam di Halaman

    Inilah jenis-jenis pohon yang aman ditanam halaman karena akarnya tak merusak fondasi rumah, dilansir dari Boulder Contractors dan Gardener’s World.

    1. Pohon Palem

    Tropical Climate, Thailand, Beauty, Gardening, HorizontalPohon Palem Foto: Getty Images/iStockphoto/Supersmario

    Pohon palem cocok ditanam dekat rumah karena mempunyai akar berserat. Bentuk akar seperti itu tidak akan merusak fondasi rumah.

    Selain itu, tanaman ini cukup mudah dirawat karena tak perlu sering disiram, bahkan semakin basah justru jadi masalah bagi pohon tersebut. Kemudian, berikan pupuk, buang daun yang layu, dan memangkas tangkai tua yang berwarna cokelat.

    2. Pohon Ara

    Pohon tin atau ara atau pohon Jaya Sri Maha BodhiPohon tin atau ara Foto: CNN

    Pohon ara atau tin juga bisa jadi pilihan yang bagus buat ditanam di pekarangan. Pohon ini dapat tumbuh hingga 3-4 meter tanpa akan merusak fondasi rumah. Nilai plusnya lagi, pemilik nantinya bisa panen buah-buahan berwarna merah atau ungu, lho.

    3. Pohon Apel

    Ilustrasi Pohon ApelIlustrasi Pohon Apel Foto: Getty Images/Martin Wahlborg

    Selanjutnya, ada pohon apel yang menjadi opsi menarik apalagi kalau mau dapat banyak buah. Pohon ini bisa tumbuh di tempat yang terpapar sinar matahari langsung dan terlindungi dari angin kencang. Tanaman ini juga dapat bertahan di tanah yang kering, tetapi masih perlu sesekali disiram.

    4. Pohon Kersen

    Buah kersenBuah kersen Foto: Getty Images/iStockphoto/justhavealook

    Pemilik bisa coba tanam pohon kersen atau ceri kampung di dekat rumah. Pohon ini dapat tumbuh besar hingga 12 meter dan disertai daun yang cukup lebat. Cara rawat pohon kersen cukup dengan memangkasnya kalau sudah terlalu tinggi biar tidak merusak atap rumah.

    5. Pohon Tabebuya

    Pohon Tabebuya GowaPohon Tabebuya Gowa Foto: Evelyn Djuranovik/detikSulsel

    Lalu, pohon tabebuya juga jadi pilihan yang bagus karena akarnya tidak merusak fondasi rumah. Pohon ini bisa tumbuh mencapai 10 meter disertai bunga yang indah. Cara merawatnya hanya perlu disiram dan diberi pupuk secara rutin.

    6. Pohon Bugenvil

    Tabebuya dan bugenvil mekar bersaman di Alun-alun LumajangTabebuya dan bugenvil mekar bersaman di Alun-alun Lumajang Foto: Nurhadi Wicaksono/detikJatim

    Kemudian, ada pohon bugenvil cocok buat halaman rumah. Pemilik boleh menanamnya di dalam pot, tanah, atau keranjang gantung. Nantinya, pohon ini bakal tumbuh dengan cepat di bawah paparan sinar matahari.

    Pemilik tidak perlu sering menyiram tanaman ini. Namun, pemilik dapat memangkasnya sesekali untuk mempertahankan bentuknya.

    7. Pohon Bungur

    Pohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtlePohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtle Foto: Getty Images/magicflute002

    Terakhir, ada pohon bungur yang tak hanya aman tetapi juga membuat hunian sejuk, asri, dan cantik. Namun, sebaiknya tanam pohon bungur di tempat yang cukup luas karena ketinggiannya bisa mencapai 10 meter.

    Lalu, tanam pohon bungur di tempat yang terpapar sinar matahari ya. Siram pohon ini secara rutin dan sekali-kali pangkas batangnya.

    Itulah sederet jenis pohon yang cocok ditanam di halaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com