Tag: pelan-pelan

  • Jangan Asal, Begini Tips Menyiram Tanaman yang Benar Biar Tumbuh Sehat


    Jakarta

    Pekarangan dengan tanaman yang sehat dan indah bisa bikin rumah terlihat lebih asri. Namun, mempunyai kebun seperti ini tentu mengharuskan kamu rajin menyiram tanaman.

    Meski terdengar sederhana, menyiram tanaman nggak boleh sembarangan, lho. Apalagi kalau kamu mau tanaman tumbuh dengan sehat.

    Nah, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan biar menyiram tanaman lebih efektif. Yuk, simak tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Longfield Gardens, Selasa (24/9/2024).


    Tips Menyiram Tanaman yang Benar Biar Tumbuh Sehat

    1. Cek Kondisi Tanah

    Sebelum menyiram tanaman, coba pegang tanahnya untuk mengecek tingkat kelembapan. Kalau permukaan tanah terlihat kering, periksa beberapa centi meter ke dalam untuk melihat apakah tanah kering. Jika kering, saatnya menyiram. Tapi kalau tidak, tunggu sehari.

    2. Siram Area Akar

    Siramkan air pada permukaan tanah sampai seluruh akar tanaman basah. Akarnya mungkin selebar tanaman dan mungkin agak dalam.

    3. Siram di Pagi Hari

    Waktu terbaik untuk menyiram tanaman adalah di pagi hari. Ketika tanaman basah basah di pagi hari, daunnya punya waktu seharian untuk mengering.

    Penyakit tanaman akan lebih sulit berkembang biak jika dedaunannya kering. Jika Anda tidak bisa menyiram di pagi hari, waktu terbaik kedua adalah di sore hari.

    4. Siram Pelan-pelan

    Jika permukaan tanah kering, air bisa menggenang atau mengalir dan tidak terserap. Supaya nggak terjadi, mulai menyiram secara perlahan dan bertahap hingga tanah benar-benar basah. Setelah beberapa centi bagian atas tanah lembap, air akan lebih mudah terserap.

    5. Jangan Siram Berlebihan

    Bagi kebanyakan tanaman, sebaiknya permukaan tanah dibiarkan sedikit mengering di antara waktu penyiraman. Hal ini terutama penting untuk tanaman pot. Lebih baik kamu menyiram dalam jumlah banyak tetapi intensitasnya jarang.

    6. Jangan Tunggu Tanaman Kering

    Tanaman terkadang layu untuk menghemat air di siang hari yang panas. Akan tetapi, tanaman akan segar kembali saat malam tiba.

    Kalau kamu membiarkan tanah menjadi terlalu kering, tonjolan halus seperti rambut di ujung akar dapat rusak. Saat tanaman harus menumbuhkan kembali rambut akar ini, energi yang seharusnya digunakan untuk produksi bunga dan buah akan terkuras.

    Itulah beberapa tips menyiram tanaman dengan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Pria Bandung Pangkas 18 Kg dalam 5 Bulan dengan Rutin Jalan Kaki


    Jakarta

    Menjadi ‘budak korporat’ atau pekerja kantoran memang bisa membuat diet menjadi sebuah tantangan tersendiri, seperti jadwal padat, akses terbatas ke makanan sehat, dan kurangnya waktu untuk olahraga.

    Namun, jika sudah menemukan strategi yang tepat, program menurunkan berat badan tetap bisa dilakukan, meski dengan jam kerja padat ala budak korporat. Ini yang saat ini sedang dilakukan oleh Irvan Aditya (32), seorang pria di Bandung, Jawa Barat.

    “Faktor utama yang akhirnya saya memutuskan buat diet adalah keresahan saya saat memilih baju dan celana. Rekor berat badan saya paling tinggi itu 89 kg, ketika milih baju itu susah banget,” kata Irvan saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/6/2025)


    “Lalu, saya juga dapat keluhan dari istri kalau saya tidurnya ngorok. Lalu kebiasaan, ketika makan langsung rebahan dan ngerasa duduk nge-ganjel perut, serba nggak enak gitu,” sambungnya.

    Dari keresahan tersebut, Irvan mulai mengatur bagaimana cara yang tepat untuk menurunkan berat badan, tanpa perlu menyiksa tubuh dan terpenting tidak mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

    “Akhirnya memilih jalan kaki dan Intermittent fasting (IF). Saya kan ngantor juga dari jam 9 sampai 6. Metode IF-nya juga bertahap, mulai 12/12, lalu 16/8, kemudian 18/6, sampai terakhir sempet 20/4,” katanya.

    “Rutin nge-usahain jalan di treadmill itu 30 menit sehari. Kalau weekend baru tuh nge-push sampai 1 jam, sisanya workout sama angkat beban. Rata-rata kalau 30 menit, speed 5 itu saya usahain 3.000 langkah meski kadang lebih,” sambungnya.

    NEXT: Tidak Pilih-pilih Makanan

    Saat ditanya tentang makanan apa yang dihindari, Irvan mengaku tidak terlalu pusing dalam memikirkan terkait apa yang ia konsumsi. Namun, yang menjadi catatannya adalah wajib mengurangi atau jika bisa berhenti mengonsumsi makanan atau minuman manis (gula), serta tepung-tepungan.

    “Kondisinya itu nggak sampai yang stok makanan ini itu sih, karena ini jalannya (diet) harus bisa nyaman. Jadi sekadar mengurangi awalnya nasi satu sampai dua centong dikurangi pelan-pelan,” katanya.

    “Proteinnya diperbanyak mulai tahu, tempe, daging sapi. Paling yang bener-bener di-cut itu gula, makanan atau minuman berpemanis. Kalau bisa tepung-tepungan juga kurangin,” lanjutnya.

    Selain metode IF dan jalan kaki, Irvan menambahkan pola tidur juga tak kalah penting untuk membantu proses menurunkan berat badan.

    “Faktor-faktor yang buat saya berpengaruh juga tidur harus enam sampai delapan jam, jangan begadang,” tutupnya.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Cara Jalan Kaki yang Bikin Pria Bandung Turun 18 Kg, Tak Perlu 10 Ribu Langkah


    Jakarta

    Irvan Aditya (32), laki-laki di Bandung, Jawa Barat membuktikan bahwa olahraga ringan seperti jalan kaki efektif membantu mengurangi berat badan. Tidak harus 10.000 langkah per hari, Irvan melakukannya kurang dari angka itu. Menurut Irvan, yang terpenting adalah konsistensinya.

    “Rutin nge-usahain jalan di treadmill itu 30 menit sehari. Kalau weekend baru tuh nge-push sampai 1 jam, sisanya workout sama angkat beban. Rata-rata kalau 30 menit, speed 5 itu saya usahain 3.000 langkah meski kadang lebih,” kata Irvan saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (21/6/2025).

    “Kalau sampai sekarang sih (Juni), dihitung-hitung total sudah 18 kg (turun dari 89 kg),” sambungnya.


    Jalan kaki dipilih oleh Irvan karena dirinya merupakan seorang pekerja kantoran, sehingga dirinya tak memiliki banyak waktu untuk melakukan olahraga lain.

    Selain rutin olahraga, Irvan juga mengatur pola makannya. Dirinya memilih intermittent fasting atau puasa intermiten, yang berfokus pada menentukan kapan waktu makan dan kapan waktu puasa dalam sehari atau seminggu.

    “Saya kan ngantor juga dari jam 9 sampai 6. Metode IF-nya juga bertahap, mulai 12/12, lalu 16/8, kemudian 18/6, sampai terakhir sempet 20/4,” katanya.

    Terkait pilihan makanan, Irvan tidak terlalu mengambil pusing. Dirinya hanya mengurangi porsi makan, menambah asupan protein harian, serta mengurangi karbohidrat.

    “Mengurangi dari awalnya satu atau dua centong, dikurangi pelan-pelan, dikit demi sedikit sampai dua sendok makan. Perbanyak proteinnya, mulai tahu, tempe, daging ayam, daging sapi itu berkelanjutan terus menerus sampai sekarang,” kata Irvan.

    Irvan juga tidak lagi mengonsumsi makanan atau minuman manis, serta yang mengandung tepung. Selain itu, ia juga menjaga pola tidur, yang menurutnya turut berpengaruh terhadap hasil diet.

    “Paling yang bener-bener di-cut itu gula, minuman yang berpemanis. Kalau bisa tepung-tepungan juga kurangin,” kata Irvan.

    “Faktor yang nggak kalah pentingnya nih, tidur memang harus enam sampai delapan jam, jangan sampai begadang,” tutupnya.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com