Tag: pelapis

  • Ini Alasan Jangan Langsung Pakai Kamar Mandi Usai Direnovasi



    Jakarta

    Merenovasi pada kamar mandi menjadi hal yang kadang membuat jengkel. Apalagi, jika renovasi tersebut dilakukan pada lantai atau ubin kamar mandi. Hal ini dapat membuat penghuninya harus sabar menunggu hingga ubin kering dan renovasinya selesai untuk bisa menggunakannya.

    Setelah renovasi selesai, sebaiknya kamar mandi tidak langsung dipakai. Biarkan terlebih dahulu, apalagi jika ada perbaikan pada bagian lantai kamar mandi.

    Melansir dari situs Home Building, pengeringan nat pada ubin tergantung pada area yang dikerjakan. Nat atau semen pada ubin umumnya membutuhkan waktu 48-72 jam atau sekitar 2-3 hari untuk mengering. Namun, perlu diperhatikan juga proses pencampuran nat. Jika terlalu banyak air yang ditambahkan, tentu akan butuh waktu lebih lama dan tidak dapat berfungsi dengan baik.


    Waktu pengeringan nat ubin bervariasi sebab tergantung dengan lingkungan seperti suhu dan kelembapan ruangan. Kamar mandi biasanya memiliki tingkat kelembapan yang lebih tinggi daripada ruangan lain di rumah. Artinya, perlu waktu yang lebih lama untuk nat ubin mengering.

    Jadi, untuk bisa mandi setelah pemasangan ubin pada kamar mandi, biasanya minimal 72 jam atau sekitar 3 hari. Selama itu, bisa dipastikan bahwa nat ubin sudah mengeras dengan baik dan tidak rusak saat terkena air. Jangan lupa aplikasikan pelapis jika nat sudah kering dan biarkan selama 24 jam lagi.

    Salah satu metode sederhana untuk mengetahui nat ubin sudah kering adalah melihat warnanya. Jika nat basah, warnanya akan cenderung lebih gelap. Lapisan pertama nat akan lebih cepat kering daripada lapisan terakhir. Maka, lapisan pertama akan lebih cepat terang daripada lapisan terakhir.

    Pastikan nat benar-benar kering. Sebab, jika nat terkena air, maka akan hancur dan bahkan bisa rontok. Ubin juga akan melemah dan terlepas satu sama lain jika nat tidak berfungsi dengan baik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan yang Ampuh Hilangkan Noda Kuning di Lantai Kamar Mandi


    Jakarta

    Lantai kamar mandi mudah sekali berubah warna terutama pada bagian sela-selanya atau yang disebut dengan nat lantai. Noda kuning tersebut bisa menjalar ke dinding, kloset, hingga bak mandi yang bersinggungan langsung dengan lantai yang kotor.

    Noda kuning tersebut merupakan tanda bahwa kamar mandi harus dibersihkan dengan serius. Noda tersebut muncul karena beberapa hal, mulai dari pertumbuhan jamur, lumut, sisa kerak sabun yang tidak ikut terbuang dengan air, campuran minyak tubuh, penumpukan kelembapan hingga endapan mineral air sadah untuk rumah yang kondisinya airnya kurang bersih.

    Jadi noda kuning bisa dibersihkan dan sifatnya sementara apabila langsung ditangani. Pemilik rumah tidak perlu melakukan pengecatan ulang atau mengganti ubin untuk membuat tampilan lantai tampak baru.


    Dilansir Express, berikut beberapa bahan yang ampuh untuk menghilangkan noda kuning pada lantai kamar mandi.

    1. Soda Kue

    Bahan satu ini memang terkenal sebagai bahan yang ampuh untuk mengangkat noda membandel. Dua sendok soda kue yang dicampurkan ke dalam air dalam menghilangkan noda kuning pada lantai kamar mandi.

    Setelah campuran air tersebut disiram ke lantai, gosok lantai dengan gerakan memutar. Alat yang bisa dipakai adalah sikat khusus lantai dan sikat gigi bekas untuk area yang kecil.

    2. Cuka

    Pemakaian cuka disarankan apabila soda kue tidak begitu berpengaruh untuk membersihkan noda kuning pada lantai. Cara memakainya, campuran satu sendok cuka dengan dua sendok soda kue. Lalu, tuang ke lantai dan gosok dengan sikat.

    3. Hidrogen Peroksida

    Jika masih tidak hilang juga, coba siapkan hidrogen peroksida. Namun, penggunaannya harus hati-hati, penyimpanannya juga sebaiknya di tempat yang aman apabila tidak dipakai. Pemakainya juga sebaiknya menggunakan sarung tangan yang aman untuk melindungi tangan.

    Campurkan 2 sendok soda kue dengan satu sendok hidrogen peroksida. Kemudian, tuang ke lantai yang memiliki noda paling membandel. Diamkan selama 30 menit, setelah itu baru gosok dan bilas.

    Bahan yang Tidak Aman untuk Membersihkan Lantai Kamar Mandi

    Ahli melarang penggunaan pemutih, amonia, dan pembersih yang terlalu asam untuk membersihkan lantai kamar mandi. Sebab, bahan-bahan tersebut terlalu keras, dapat merusak, dan menurunkan kualitas nat, terutama jika pelapis lantainya memang kualitasnya rendah.

    Itulah bahan-bahan yang ampuh hilangkan noda kuning di lantai kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Keramik vs PVC, Mana yang Lebih Cocok buat Lantai Kamar Tidur?



    Jakarta

    Pemilihan material lantai di kamar tidur sama pentingnya seperti memilih perabotan. Sebab, material lantai bisa mempengaruhi tampilan dan suasana kamar.
    Jenis material lantai yang digunakan untuk kamar tidur cukup banyak, tetapi saat ini terdapat 2 jenis yang paling banyak dipakai yakni keramik dan PVC.

    Sebagai informasi, berdasarkan catatan detikcom, keramik adalah pelapis lantai yang bagian permukaannya dilapisi glasir yang tahan aus untuk menanggung tekanan dan gesekan. Keramik terbuat dari tanah liat (kaolin) yang dibakar dalam suhu 600℃ hingga lebih dari 1.300℃.

    Sementara, PVC adalah material pelapis lantai yang terbuat dari polyvinyl chloride. PVC juga bisa menjadi bahan untuk membuat pelapis lantai yang sering disebut dengan vinyl. Material ini kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan tekstur dan pola yang diinginkan.


    Material satu ini menyerupai dari segi tekstur dan tampilan. Namun, tentu ketahanannya jauh berbeda dengan kayu sungguhan. PVC banyak dipilih karena tampilannya, harganya yang jauh lebih murah daripada kayu sungguhan, serta pemasangannya yang lebih mudah dari kayu.

    Di antara kedua material ini, mana yang lebih cocok untuk kamar tidur?

    Menurut arsitek Denny Setiawan, cocok atau tidaknya suatu material tergantung pada kebutuhan masing-masing. Sebab, keramik dan PVC memberikan dua kesan yang berbeda.

    Penggunaan PVC pada lantai dapat memberikan kesan hangat pada kamar tidur. Namun, pada kenyataannya PVC tidak benar-benar membuat lantai hangat karena bukan kayu sungguhan.

    “Memang elemen kayu akan memberikan rasa lebih hangat terhadap ruangan, tapi sebenernya paling ideal kalau mau, pake kayu yang beneran, bukan yang tiruan kayu,” katanya saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025).

    Sementara itu, jika memakai keramik, lantai kamar akan terasa dingin dan tidak akan panas karena material ini sebagai isolator termal atau penghalang panas.

    “Tapi keramik atau marmer itu memberikan kesan dingin justru. Nah beda orang, beda kebutuhan. Untuk mereka yang ingin rumahnya rasanya lebih dingin karena Jakarta kan udah panas banget, mereka akan menggunakan marmer atau keramik,” jelasnya.

    Denny juga menyampaikan, apabila ingin menggunakan PVC pada lantai, material satu ini rentan sekali muncul goresan apabila terkena benda tajam. Sementara material seperti keramik dan batu-batuan alam seperti marmer lebih tahan terhadap goresan sehingga permukaannya tidak mudah rusak.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengecat Dinding yang Benar, Berapa Lama Cat Kering?


    Jakarta

    Mengecat dinding terlihat sebagai pekerjaan yang mudah dilakukan, padahal pada prakteknya dibutuhkan keterampilan dan teknik yang benar agar hasilnya tidak gagal.

    Ciri-ciri cat dinding yang gagal adalah hasil pengecatan yang mudah berubah dan cepat rusak. Bentuk kerusakan tersebut cukup beragam ada cat yang menggelembung, terkelupas, pudar warnanya, berkapur, dan lainnya.

    Untuk menghindari hasil cat dinding yang gagal, ketahui dahulu cara mengecat dinding yang benar. Berikut langkah-langkahnya.


    1. Pastikan Plasteran dan Acian Sudah Kering

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kunci cat dinding dapat merekat dengan sempurna terletak pada kondisi plesteran dan acian dinding.

    “Yang membuat hal itu terjadi adalah bata itu tidak mengering sempurna pada saat proses plesteran sehingga acian tidak menempel sempurna dengan plesteran. Hal itu berakibat jika acian itu dicat, catnya itu tidak akan menempel sempurna juga pada acian,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025) lalu.

    2. Melakukan Persiapan

    Dilansir Better Homes & Garden, saat mengecat dinding, pasti akan ada tetesan cat yang jatuh ke lantai. Sebaiknya, sebelum mengecat dinding lapisi dahulu lantai, perabotan, atau area yang tidak akan dicat agar tidak kotor.

    Kemudian, buka semua ventilasi di ruangan tersebut atau nyalakan kipas angin untuk mengurangi bau cat yang kuat.

    3. Pastikan Dinding Bersih

    Selain memastikan plesteran dan acian kering, dinding yang akan dilapisi cat juga harus bersih dari noda atau benda yang menempel. Dinding yang bersih dan rata, akan tampak halus setelah dicat.

    Cara untuk menghaluskan dinding sebelum dicat bisa dengan menggunakan amplas dan plamir. Apabila ada lubang pada dinding, bisa dilakukan penambalan terlebih dahulu.

    4. Pasang Selotip Pelukis

    Untuk melindungi kayu, langit-langit, dan permukaan non dinding yang tidak mau dicat, pasang selotip pelukis. Barang ini dapat dicabut dari permukaan tanpa menarik lapisan yang sudah menempel dan tidak akan meninggalkan bekas lengket.

    5. Pakai Ukuran Kuas yang Tepat

    Setiap ukuran kuas memiliki fungsi masing-masing. Sebagai contoh kuas miring untuk mengoleskan cat di sepanjang bagian atas dinding, di sekitar jendela dan lis, sudut-sudut, dan di atas papan pinggir. Lalu, kuas rol yang panjang bisa digunakan untuk mengecat bagian utama dan tengah.

    6. Pakai Cat Dasar atau Cat Primer

    Cat dasar atau cat primer merupakan jenis cat tersendiri dan berbeda dengan cat-cat untuk lapisan luar. Selain itu, cat primer biasanya berwarna putih atau abu-abu. Berbeda dengan cat lapisan atas yang memiliki banyak warna.

    Menurut Achriano Toyang, Senior RD&I Manager PT ICI Paints Indonesia, cat dasar atau primer juga bisa untuk melindungi kelembapan, pengkristalan garam alkali, dan bisa untuk membuat cat lebih tahan lama.

    7. Aplikasikan Cat dalam Beberapa Lapis

    Proses mengecat dinding membutuhkan beberapa lapis. Lapisan pertama adalah cat dasar atau cat primer. Lalu, lapisan kedua, ketiga, memakai cat pelapis atas.

    Cara pengecatannya dengan membentuk pola W, atas ke bawah atau bawah ke atas. Baru setelah itu mengisi bagian yang kosong atau tidak terlalu terkena cat. Kerjakan dengan teknik yang sama untuk lapisan berikutnya.

    Waktu tunggu untuk mengerjakan lapisan berikutnya sekitar 2 minggu ketika cat sudah mengering. Namun, saat ini ada beberapa produk cat yang mengklaim bisa langsung kering. Namun, sebaiknya jangan terlalu gegabah, lebih baik tunggu dan didiamkan beberapa hari untuk benar-benar memastikan cat tersebut kering.

    8. Periksa Ulang Cat

    Langkah selanjutnya untuk mendapatkan tampilan yang bersih adalah dengan memeriksa dinding yang dicat untuk mencari cacat, titik yang terlewat, cat bertekstur, atau tetesan. Perbaiki cat sebelum mengering.

    9. Bersihkan Bekas Pengecatan

    Setelah pengecatan selesai, segera lepas selotip pelukis dan buang. Selotip tersebut hanya bisa dipakai satu kali. Lalu, bersihkan bekas-bekas cat yang menempel di tempat lain dengan memakai benda tajam dan keras, bisa pula memakai cuka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengepel Lantai Bakal Lebih Bersih Pakai Air Hangat atau Dingin?



    Jakarta

    Mengepel lantai merupakan salah satu cara membersihkan lantai dari bakteri, noda, dan kotoran yang sulit hilang. Namun, lantai akan benar-benar bersih apabila kondisi air yang digunakan tepat.

    Banyak yang mengatakan air hangat lebih baik untuk mengepel lantai daripada air dingin. Dilansir Home Viable, hal ini dikarenakan bakteri susah untuk berkembang di suhu yang tinggi. Air hangat juga mudah untuk mengurai kotoran, lemak, serta noda yang menempel pada lantai sehingga saat diberikan tekanan sedikit, noda dan kotoran bisa langsung hilang.

    Beberapa material yang cocok dibersihkan menggunakan air hangat adalah marmer, granit, dan beberapa batuan alam. Marmer sudah dikenal sebagai batuan alam yang tahan terhadap panas. Oleh sebab itu, material ini sering digunakan untuk pelapis lantai, meja, hingga dinding di dapur. Marmer merupakan material yang bisa menerima suhu tinggi.


    Material lantai yang tidak bisa dibersihkan menggunakan air hangat adalah kayu, baik yang alami dan buatan. Beberapa kayu memang rentan terhadap air. Bahkan di daerah yang lembap dapat membuat kayu cepat berjamur dan lapuk. Kayu yang aman untuk dipakai di daerah yang basah dan lembap hanya ulin dan jati.

    Untuk membersihkan lantai berbahan kayu bisa memakai kain pel atau kain bersih yang dimasukkan ke air dingin dan diperas hingga tidak begitu basah. Terlalu banyak air justru dapat merusak zat pelindung kayu dan membuat warna lantai kayu kusam.

    Kemudian, untuk material seperti keramik, porselen, atau ubin lebih baik memakai air dingin atau air biasa karena air panas akan merusak permukaan keramik.

    Baik air panas maupun air dingin tetap harus ditambahkan larutan pembersih dan pewangi agar lantai benar-benar bebas dari kuman dan wangi setelah dipel.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Bubuk Kayu di Sekitar Perabotan? Bisa Jadi Ulah Kumbang Satu Ini


    Jakarta

    Salah satu risiko jika memiliki perabotan dari kayu adalah rawan serangan serangga. Namun, serangga itu bukan hanya rayap, melainkan ada hewan kecil bernama kumbang bubuk kayu yang juga mengincar kayu.

    Kumbang bubuk kayu ini merupakan sebutan umum bagi serangga yang termasuk bagian dari tiga famili kumbang, yaitu Lyctidae, Bostrichidae, dan Anobiidae. Kumbang ini sama seperti rayap dapat menghasilkan kotoran halus seperti tepung. Bentuknya kecil dengan badan yang panjang dan ramping mirip dengan kecoa.

    Dilansir dari Michigan State University Plant & Pest Diagnostics dalam artikel berjudul Powderpost beetles, disebutkan bahwa serangga ini kerap memakan bagian dalam kayu secara berulang. Aktivitas kumbang bubuk kayu ini juga menyebabkan lubang pada kayu. Jenis kayu yang mereka sukai adalah kayu keras dan lunak, tergantung pada jenisnya. namun ada juga yang memakan kayu lunak bahkan keduanya.


    Cara Cegah dan Basmi Kumbang Bubuk Kayu

    1. Beri Lapisan Kayu

    Perabotan kayu biasanya telah diberikan satu lapisan dari cat pelindung agar tidak diserang oleh serangga seperti kumbang bubuk kayu. Untuk perabotan yang memiliki laci seperti meja dan lemari, bagian dalamnya juga bisa dilapisi dengan cat tersebut.

    2. Jaga Kelembapan Kayu

    Kayu juga rentan terhadap kelembapan bukan hanya beton sehingga sebaiknya perabotan kayu berada di lingkungan yang kering. Untuk tingkat kelembapan yang disarankan, yaitu berada di bawah 20 persen. Dengan begitu, pemilik perabotan tersebut tidak perlu khawatir serangan rayap atau kumbang bubuk kayu.

    3. Pakai Insektisida

    Cara lainnya adalah memakai insektisida untuk membasmi kumbang bubuk kayu agar tidak kembali lagi. Dilansir dari Department of Entomology University of Kentucky dalam artikel berjudul Powderpost Beetles, borat yang terkandung dalam insektisida bisa membunuh kumbang yang telah menggerogitu kayu atau yang berada di sekitar kayu. Kedalaman penetrasi borat tergantung pada kadar air kayu, semakin lembap kayu semakin dalam borat akan menembus.

    Agar borat dapat menembus permukaan kayu, sebaiknya penyemprotan insektisida dilakukan sebelum finishing. Sebab, cairan tersebut tidak akan menembus cat maupun pelapis anti-air lainnya. Insektisida ini biasanya digunakan untuk mencegah kumbang bubuk kayu famili anobiidae yang memakan kusen, tiang, dan elemen struktural bangunan lainnya.

    4. Buang Kayu yang Sudah Digerogoti

    Cara terakhir agar kumbang bubuk kayu tidak mengincar perabotan yang lain menurut The Spruce adalah dengan membuang perabotan tersebut. Ganti dengan perabotan kayu yang sudah dilapisi dengan cat anti rayap agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cegah Tergelincir di Kamar Mandi, Ini Tips Pilih Lantai Anti Selip dari Arsitek



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan ruangan yang selalu basah. Banyak kejadian orang terpeleset saat berada di kamar mandi karena lantainya licin. Kejadian seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena beberapa kasus ada yang sampai merenggut nyawa.

    Cara mencegah hal kejadian seperti ini adalah dengan memilih lapisan lantai yang tepat. Menurut Arsitek Denny Setiawan pilih material lapisan lantai kamar mandi yang tidak licin atau anti selip.

    Ia menjelaskan di kamar mandi biasanya terdapat 3 area, yakni area basah yang biasa digunakan untuk mandi serta dua di antaranya adalah area kering untuk make up atau tempat cermin dan kloset.


    Dari ketiga area tersebut, yang paling disarankan untuk memakai lapisan lantai anti selip adalah area basah. Sementara area cermin dan kloset masih diperbolehkan untuk memakai keramik halus tanpa anti selip.

    “Di area basah, tentunya harus (keramik) bertekstur karena kemungkinan bersentuhan dengan sabun atau sampo. Itu membuatnya jadi licin. Jadi memang sebaiknya di 2 area dalam kamar mandi dipisah berdasarkan tekstur dari penutup lantainya,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Jumat (4/7/2025).

    Beberapa jenis pelapis lantai yang anti selip adalah granite tile, keramik bertekstur, andesit, basalto, granit alam, dan marmer dengan finishing honed.

    “Beberapa produsen granite tile sekarang sudah membuat yang anti selip. Jadi walaupun dia halus dan terlihat polish, tapi kalau kita injak atau terkena air pun dia akan anti selip,” tambahnya.

    Selain pemilihan keramik yang tepat, ia juga menekankan bahwa kebersihan sangat mempengaruhi licin atau tidaknya lantai kamar mandi. Sebab, selain karena bekas sabun, lantai kamar mandi bisa licin karena aktivitas jamur di lantai kamar mandi yang lembap. Material lantai yang semula anti selip tetap berisiko licin karena lumut tersebut.

    Kemudian, cara memilih material lantai kamar mandi lainnya adalah pilih ukuran ubin sesuai dengan luas. Apabila ukuran kamar mandi kecil, pakai ubin berukuran kecil untuk menghindari banyak sisa ubin yang tidak terpakai.

    “Lantainya lebar biasanya akan banyak potongan di keramiknya. Jadi keramik kecil lebih efektif karena nggak perlu ada potongan. Yang kedua, kamar mandi itu biasanya lantainya harus membutuhkan kemiringan supaya air bisa mengalir. Jadi dengan keramik kecil, si tukang atau pembangun bisa mengarahkan dengan mudah,” jelasnya.

    Kemiringan lantai kamar mandi, kata Denny, sekitar 1-2 cm. Kemiringan tersebut mengarah ke lubang pembuangan air atau flood drain.

    “1-2 cm cukup sepertinya. Air pasti akan masuk flood drain. Kemudian air dari kamar mandi itu diresapkan di sumur resapan,” jelasnya.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 6 Benda Ini Mudah Rusak Jika Terkena Sinar Matahari Langsung


    Jakarta

    Konon elemen yang disebut berisiko merusak barang-barang di rumah adalah air. Sebab, air dapat mempengaruhi kualitas bahan dan membuat lembap sehingga banyak benda-benda di rumah diminta untuk diletakkan di tempat yang kering.

    Namun, ada lagi lho ancaman lain yang juga harus dijauhkan dari benda-benda di rumah, yakni sinar matahari. Hal berbahaya dari adanya sinar matahari adalah sinar UV. Sinar satu ini tidak terlihat secara kasat mata tetapi keberadaannya baru disadari setelah benda-benda di rumah banyak yang rusak.

    Dilansir Library of Congress, sinar UV dapat membuat warna pada beberapa benda memudar. Selain itu, radiasinya dapat merusak serat pakaian dan ikatan kimia pada bahan benda tersebut.


    Bahaya dari sinar UV ini membuat banyak produsen berlomba untuk membuat produk dengan bahan yang tahan terhadap sinar UV. Namun sayangnya, pasokannya tidak sebanyak dengan barang-barang yang memakai kualitas tambahan tersebut.

    Dilansir The Spruce, berikut beberapa benda yang tidak boleh terkena sinar matahari langsung.

    1. Furniture Kayu

    Banyak yang mengatakan kekurangan dari bahan kayu adalah mudah lapuk dan keropos karena rayap. Namun, jarang yang mengatakan sinar matahari dapat menjadi salah satu ancaman tersebut.

    Sinar UV dapat menyebabkan perubahan warna dan pemudaran pada kayu keras dan pelapis kayu. Bahkan kayu dapat melengkung dan retak jika kondisinya sudah parah.

    Cara untuk melindungi furniture kayu dari sinar UV adalah tidak meletakkan barang dari kayu di area yang terbuka. Untuk melindungi furniture kayu yang berada di dalam rumah, bisa dengan memasang tirai atau kaca film yang dapat menghalau paparan sinar matahari langsung. Akan tetapi hal itu berisiko membuat bagian dalam rumah memang akan terasa lebih gelap.

    Cara lain yang bisa dilakukan yaitu memindahkan furniture kayu ke area yang lebih dalam dan jauh dari paparan sinar matahari langsung.

    2. Bahan Tekstil

    Kepala Elaine Santos Design Elaine Santos memperingati agar bahan-bahan tekstil sebaiknya jauh dari paparan sinar matahari. Material ini paling rentan dan paling cepat rusak jika terkena sinar UV.

    Sinar UV dapat mempengaruhi warna dan daya tahan serat pada tekstil. Tekstil di sini bukan hanya pakaian, melainkan perabotan yang bahannya lembut dari kain, termasuk gorden jendela yang fungsinya untuk menghalau sinar matahari. Elaine menyarankan agar gorden juga dipasang yang memiliki daya tahan untuk menangkis sinar UV.

    3. Karpet

    Banyak karpet terbuat dari bahan kain atau tekstil. Letaknya yang berada di bawah, mudah sekali terpapar sinar matahari langsung. Hal ini dapat menyebabkan karpet berubah warna dan kualitasnya menurun. Cara untuk menjaga karpet dapat tahan lama dengan memakainya saat dibutuhkan saja dan simpan rapi saat tidak dipakai.

    4. Sarung Bantal dan Selimut

    Jenis tekstil lainnya yang juga harus dijauhkan dari sinar matahari langsung adalah kasur di rumah terutama yang memakai sarung bantal dan selimut dari bahan kain. Sarung bantal yang sering terpapar sinar matahari akan lebih pudar warnanya daripada sisi lainnya.

    5. Foto Cetak dan Lukisan

    Barang yang rentan rusak karena sinar UV adalah foto cetak dan lukisan. Menurut Presiden dan Direktur Kreatif Keita Turner Design, Keita Turner, kedua barang tersebut rentan pudar dan mengalami perubahan warna jika terkena sinar matahari langsung.

    “Sebaiknya simpan benda-benda berharga ini di tempat yang teduh agar tetap berkilau dan utuh selama bertahun-tahun mendatang. Namun, jika tidak memungkinkan, gunakan kaca pelindung UV atau akrilik saat membingkainya,” saran Turner seperti yang dikutip, Kamis (10/7/2025).

    6. Perabotan Kulit

    Bukan hanya tekstil dan perabotan kayu, barang-barang dari rumah yang berbahan kulit asli juga sebaiknya dijauhkan dari sinar matahari langsung. Paparan sinar UV yang terlalu lama dapat memudarkan dan mengeringkan kulit, serta yang paling parah adalah membuat permukaannya kaku dan retak.

    Cara mencegahnya dengan membuat penghalang agar sinar matahari tidak menyorot langsung ke barang-barang berbahan kulit. Bisa juga dengan memasang penutup pada perabotan tersebut.

    Itulah beberapa benda yang sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Retak Rambut Tak Boleh Dianggap Sepele, Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Retak rambut adalah sebutan untuk garis-garis kecil karena retakan yang muncul di dinding. Jika dilihat dari dekat, retak rambut juga membuat lubang tipis pada dinding. Ukurannya bermacam-macam, ada yang kecil dan pendek, ada pula yang kecil panjang.

    Munculnya retak rambut bukan disebabkan dari getaran atau pergerakan berskala besar, melainkan berasal dari kesalahan pada saat pembangunan. Jadi retak rambut sebenarnya bisa dicegah sebelum rumah benar-benar selesai dan dihuni.

    Dilansir unggahan akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, berikut penyebab munculnya retak rambut di dinding.


    Penyebab Retak Rambut pada Dinding Rumah

    1. Plester

    Proses pembuatan dinding yang tepat dan kokoh melalui beberapa tahapan, bukan hanya menumpuk bata dengan semen. Salah satunya adalah melakukan plester. Tahapan ini merupakan melapisi susunan batu yang sudah selesai ditumpuk sehingga batu-batu tersebut tidak lagi terlihat.

    Retak rambut bisa muncul karena kesalahan pada proses ini. Biasanya karena lapisan plester yang dioleskan terlalu kering sampai tidak ada kelembapan meski sedikit. Akibatnya acian tidak bisa menempel dengan sempurna sehingga tercipta retak rambut pada dinding.

    2. Acian

    Acian adalah tahap kedua dari pembuatan dinding setelah diplester. Seperti yang dijelaskan sebelumnya apabila plester terlalu kering, acian juga tidak dapat menempel. Dari sana muncul retak-retak halus yang tidak dapat ditutup dengan cara ditimpa cat dinding. Apabila plesternya sudah aman, retak rambut juga tetap akan muncul karena pengacian dilakukan sebelum plester kering.

    3. Cat

    Cat adalah proses terakhir pada saat memoles dinding. Apabila di bagian plester dan acian tidak bagus, cat dinding tidak dapat menyamarkan hal tersebut kecuali dinding dipasang plester atau penutup yang tidak melekat pada dinding. Selain itu, untuk mencegah munculnya retak rambut, dibutuhkan pula cat yang berkualitas sehingga setiap lapisan dapat merekat dengan pada dinding rumah.

    4. Perubahan Cuaca

    Pemicu retak rambut ternyata bukan hanya pada kesalahan pembangunan. Cuaca juga bisa menyebabkan retak rambut karena perubahan cuaca juga menyebabkan perubahan suhu. Material sangat sensitif pada perubahan cuaca dan material yang mengalami pemuaian dan penyusutan dapat memicu retakan halus.

    5. Permukaan Tanah

    Kemudian, adanya pergerakan tanah juga dapat menyebabkan retak rambut. Pergerakan tanah merupakan kondisi alam. Sebenarnya sebaiknya menghindari membangun rumah di lokasi ini karena cukup berbahaya, tetapi terkadang masyarakat tidak memeriksa dan baru menyadari setelah retak pada bangunan semakin banyak. Pergerakan tanah tidak hanya menimbulkan retak rambut, tetapi bisa merambah ke tahap yang lebih parah yakni merobohkan fondasi rumah hingga rata dengan tanah.

    Cara Mengatasi Retak Rambut pada Dinding Rumah

    Retak rambut masih bisa diperbaiki walaupun ditemukannya setelah rumah dihuni. Berikut penjelasannya.

    1. Kerik Lapisan Cat

    Untuk memperbaiki retak halus, prosesnya harus dikerjakan dari awal yakni memperbaiki kondisi plesteran. Maka, cat dinding harus dibersihkan dengan alat bernama kape atau larutan perusak cat.

    2. Amplas Permukaan Dinding

    Selanjutnya, permukaan dinding bisa dihaluskan menggunakan amplas. Haluskan dinding sampai material pelapis dindingnya hilang.

    3. Isi Celah yang Retak

    Dinding yang sudah tidak ada lapisan catnya tadi akan dilapisi dengan wall sealer. Bagian ini, perlu dilakukan oleh tenaga profesional agar ketebalannya benar. Pastikan lapisan wall sealer ini sudah kering sebelum masuk ke tahap selanjutnya.

    4. Tambahkan Cat Kembali

    Jika wall sealer telah kering, dinding bisa dicat kembali sesuai warna yang diinginkan. Aplikasikan cat dengan rapi dan pastikan wall sealer maupun noda bekas retakan lainnya tertutupi.

    Selain itu, retak rambut juga dapat diatasi dengan tindakan lain seperti perbaikan struktur bangunan jika penyebabnya adalah kegagalan struktur bangunan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan Dapur yang Ampuh Hilangkan Noda Kuning di Lantai Kamar Mandi


    Jakarta

    Menjaga kebersihan kamar mandi sangatlah penting agar tidak menimbulkan noda kuning di lantai. Soalnya, noda kuning itu tak hanya membuat tampilan kamar mandi jadi jelek, tapi juga bikin licin sehingga berbahaya.

    Noda kuning tersebut bisa menjalar ke dinding, kloset, hingga bak mandi yang bersinggungan langsung dengan lantai kamar mandi. Penyebabnya karena beberapa hal, seperti pertumbuhan jamur, lumut, sisa kerak sabun yang tidak ikut terbuang dengan air, campuran minyak tubuh, penumpukan kelembapan, dan endapan mineral air sadah untuk rumah yang kondisi airnya kurang bersih.

    Namun jangan khawatir, noda kuning di lantai kamar mandi dapat dibersihkan dengan bahan sederhana. Apa saja bahan tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Bahan Sederhana untuk Membersihkan Noda Kuning di Lantai Kamar Mandi

    Ada sejumlah bahan sederhana dan mudah didapat yang diklaim ampuh mengatasi noda kuning di lantai kamar mandi. Dikutip dari Express dan Get Set Clean, berikut bahan-bahannya:

    1. Soda Kue

    Soda kue atau baking soda dikenal sebagai bahan yang ampuh mengangkat noda membandel. Cara pakainya cukup tuang dua sendok makan soda kue ke dalam wadah yang telah diisi air, lalu aduk hingga soda kue larut.

    Setelah itu, siram larutan tersebut ke seluruh lantai kamar mandi. Gosok lantai dengan sikat dengan gerakan memutar, bisa menggunakan sikat khusus lantai dan sikat gigi bekas untuk area yang sempit. Kemudian, bilas lantai dengan air bersih agar seluruh noda kuning tersapu.

    2. Cuka

    Selain digunakan untuk bahan masak, cuka juga bisa dimanfaatkan untuk mengangkat noda kuning di lantai kamar mandi. Langkah ini disarankan jika soda kue kurang efektif untuk mengatasi noda kuning.

    Untuk cara penggunaannya, campur satu sendok makan cuka dengan dua sendok makan soda kue, kemudian tuang ke dalam wadah yang sudah berisi air. Lalu, siram larutan tersebut ke seluruh lantai kamar mandi dan gosok pakai sikat lantai. Terakhir, bilas lantai dengan air bersih agar seluruh noda kuning tersapu.

    3. Perasan Jeruk Lemon

    Air perasan jeruk lemon juga bisa digunakan untuk membersihkan noda kuning di lantai kamar mandi. Sifatnya yang asam disebut efektif membasmi noda membandel.

    Agar lebih efektif, disarankan menggunakan campuran soda kue dan jeruk lemon. Caranya dengan mencampur dua sendok makan soda kue dan dua gelas air jeruk lemon ke dalam wadah, lalu aduk sampai merata.

    Siram larutan tersebut ke lantai kamar mandi, kemudian gosok menggunakan sikat lantai. Diamkan selama kurang lebih 45 menit agar soda kue dan air jeruk lemon bereaksi. Terakhir, bilas lantai kamar mandi dengan air bersih agar seluruh noda kuning ikut tersapu.

    Bahan yang Tidak Aman Digunakan untuk Membersihkan Lantai Kamar Mandi

    Sejumlah pakar melarang penggunaan pemutih, amonia, dan pembersih yang terlalu asam untuk membersihkan noda kuning di lantai kamar mandi. Bahan-bahan tersebut dinilai terlalu keras, dapat merusak, dan menurunkan kualitas keramik, terutama jika pelapis keramik memiliki kualitas yang rendah.

    Demikian tiga bahan sederhana yang ampuh membersihkan noda kuning di lantai kamar mandi. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com