Tag: pelapisan

  • Tips Membuat Rak Sepatu Sendiri di Rumah


    Jakarta

    Membuat rak sepatu sendiri adalah pilihan yang cerdas untuk mengatasi masalah penyimpanan dan organisasi sepatu di rumah. Berikut adalah panduan yang jelas dan mudah diikuti, mulai dari bahan yang diperlukan hingga langkah-langkah pembuatan yang terperinci.

    Tapi sebelum membahas lebih jauh tentang cara membuat rak sepatu sendiri di rumah, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu keuntungan membuat rak sepatu sendiri di rumah.

    Keuntungan Membuat Rak Sepatu Sendiri

    Kustomisasi

    Melansir storables.com, salah satu keuntungan utama dari membuat rak sepatu sendiri adalah kemampuan untuk menyesuaikan desain sesuai dengan kebutuhan dan selera pribadi. Kamu dapat menentukan ukuran, bentuk, dan warna rak agar sesuai dengan interior rumah.


    Hemat Biaya

    Membeli rak sepatu siap pakai sering kali bisa mahal. Dengan membuatnya sendiri, kamu dapat menghemat uang, terutama jika kamu menggunakan bahan yang sudah ada di rumah.

    Pengembangan Keterampilan

    Proyek DIY seperti ini juga menjadi kesempatan yang baik untuk mengembangkan keterampilan pertukangan dan kreativitas. Ini bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, terutama jika melibatkan anggota keluarga.

    Cara Membuat Rak Sepatu Sendiri di Rumah

    Alat-Alat yang Diperlukan

    Gergaji

    Melansir getopenspaces.com, Gergaji digunakan untuk memotong papan kayu sesuai ukuran yang diinginkan. Kamu bisa menggunakan gergaji tangan atau gergaji listrik.

    Bor

    Alat ini sangat diperlukan jika kamu menggunakan baut untuk menyambungkan bagian-bagian rak. Bor juga berguna untuk membuat lubang pada kayu agar tidak pecah saat dipaku.

    Palu

    Untuk memukul paku agar masuk ke dalam kayu.

    Penggaris dan Pensil

    Digunakan untuk mengukur dan menandai papan kayu sebelum memotong.

    Kertas Amplas

    Untuk merapikan dan menghaluskan tepi-tepi papan kayu agar aman digunakan.

    Pita Ukur

    Untuk memastikan ukuran yang tepat saat memotong dan merakit, hal ini penting untuk keakuratan dalam memotong.

    Kuas atau Rol Cat

    Jika kamu ingin mengecat atau memberi lapisan pada rak untuk finishing.

    Sekrup dan Obeng

    Melansir craftycedar.com, alternatif untuk paku jika kamu ingin rak yang lebih kokoh, memilih sekrup yang tebal dan panjang sangat penting guna menyesuaikan kekokohan dengan proyek kamu.

    Proses Pembuatan

    Kamu harus memahami dengan baik langkah-langkah pembuatan rak sepatu, dari perencanaan hingga penyelesaian. Setiap langkah dijelaskan secara rinci, membuatnya mudah diikuti bahkan oleh pemula.

    Perencanaan Desain

    Memulai dengan menggambar sketsa dan merencanakan ukuran rak sesuai dengan ruang yang tersedia.

    Pengumpulan Bahan

    Menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan seperti papan kayu, paku, dan alat-alat yang sesuai.

    Pembuatan dan Perakitan

    Mengukur, memotong, dan merakit komponen rak dengan menggunakan alat yang tepat.

    Finishing

    Melakukan pengecatan atau pelapisan untuk memberikan tampilan yang menarik dan melindungi rak dari kerusakan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Utama Atap Logam Galvanis dan Galvalum


    Jakarta

    Ketika memilih material atap untuk bangunan, dua opsi populer yang sering dipertimbangkan adalah atap logam galvanis dan galvalum. Meskipun keduanya menawarkan keunggulan dalam hal ketahanan dan estetika, ada perbedaan mendasar dalam komposisi, ketahanan terhadap korosi, dan masa pakai yang perlu dipertimbangkan.

    Atap Logam Galvalum

    Melansir Big Home Projects, pada Minggu (27/10/2024), atap logam Galvalume dilapisi dengan kombinasi seng, aluminium, dan silikon. Kombinasi ini memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap korosi, sehingga atap galvalume dikenal sangat tahan lama.

    Salah satu keuntungan utama dari atap galvalume adalah ketahanannya yang luar biasa terhadap goresan dan tepi yang terpotong, yang sering kali menjadi titik lemah dalam pembentukan karat pada atap galvanis.


    Meskipun biaya awal atap galvalume biasanya lebih tinggi, daya tahannya dan kebutuhan perawatan yang minim sering kali membuatnya menjadi investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang.

    Atap Logam Galvanis

    Sementara itu, atap logam galvanis dilapisi dengan seng untuk melindungi baja atau besi di bawahnya dari korosi. Proses ini melibatkan perendaman logam dalam bak seng cair, yang menciptakan ikatan kuat dan memberikan perlindungan efektif terhadap karat serta faktor lingkungan lainnya.

    Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan terkait atap galvanis adalah bahwa atap ini cenderung lebih terjangkau dibandingkan atap galvalume, menjadikannya pilihan ekonomis bagi banyak pemilik rumah.

    Namun, perlu diperhatikan bahwa lapisan galvanis dapat mengalami pelunakan seiring waktu, sehingga memerlukan perawatan dan pelapisan ulang agar ketahanannya tetap terjaga dalam jangka panjang.

    Tingkat Keawetan

    Dalam hal ketahanan, atap logam galvalume dikenal lebih tahan lama dibandingkan atap galvanis tradisional. Campuran seng, aluminium, dan silikon dalam pelapis Galvalume membantu memperpanjang umur atap dengan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap karat dan korosi.

    Meskipun atap galvanis masih dapat memberikan ketahanan yang cukup baik, terutama jika dirawat dengan baik, atap galvalume sering kali lebih dipilih karena masa pakainya yang lebih panjang dan mengurangi kebutuhan untuk perbaikan atau pelapisan ulang yang sering.

    Ketahanan Terhadap Korosi

    Baik atap logam galvanis maupun galvalume terkenal karena ketahanannya terhadap korosi, tetapi galvalume umumnya memberikan perlindungan yang lebih baik berkat kandungan aluminiumnya.

    Aluminium berfungsi sebagai penghalang yang sangat efektif terhadap korosi, memberikan daya tahan ekstra di lingkungan yang keras, seperti daerah dengan kelembapan tinggi atau paparan garam.

    Bagi pemilik rumah yang tinggal di daerah pesisir atau wilayah yang sering mengalami hujan lebat, atap galvalume dapat memberikan kinerja jangka panjang yang lebih baik dibandingkan dengan atap galvanis.

    Efek Pada Lingkungan

    Dari perspektif dampak lingkungan, baik atap logam galvanis maupun galvalume adalah bahan yang dapat didaur ulang dan digunakan kembali setelah masa pakainya habis.

    Namun, atap galvalume dianggap lebih ramah lingkungan karena kandungan aluminiumnya, yang lebih mudah didaur ulang dan memerlukan energi lebih sedikit untuk diproses dibandingkan seng.

    Memilih atap galvalume dapat menjadi pilihan berkelanjutan bagi pemilik rumah yang ingin mengurangi jejak karbon dan mendukung praktik pembangunan yang lebih ramah lingkungan.

    Estetika

    Atap logam galvanis dan galvalume menawarkan kualitas estetika yang berbeda yang dapat memengaruhi penampilan keseluruhan rumah atau bangunan. Atap galvanis biasanya memiliki tampilan yang lebih cerah dan mengkilap pada awalnya karena lapisan seng murni, tetapi dapat mengembangkan patina abu-abu matte seiring waktu.

    Di sisi lain, atap galvalume memiliki lapisan yang lebih halus dan sedikit lebih kusam akibat kandungan aluminiumnya, memberikan tampilan yang modern dan sederhana yang banyak disukai oleh pemilik rumah untuk desain kontemporer atau lingkungan perkotaan.

    Biaya

    Biaya merupakan faktor penting dalam memilih antara atap logam galvanis dan galvalume, karena dapat mempengaruhi investasi awal serta biaya perawatan di masa depan.

    Meskipun atap galvanis biasanya lebih terjangkau di awal, atap ini mungkin memerlukan lebih banyak perawatan dan pelapisan ulang seiring berjalannya waktu, yang dapat menambah total biaya kepemilikan.

    Sebaliknya, atap galvalume memiliki biaya awal yang lebih tinggi, tetapi menawarkan ketahanan dan umur yang lebih panjang, yang dapat menghasilkan biaya perawatan yang lebih rendah dan nilai keseluruhan yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

    Pemeliharaan

    Perawatan memainkan peran krusial dalam kinerja dan ketahanan atap logam, baik itu galvanis maupun galvalume. Pemeriksaan, pembersihan, dan perbaikan kecil secara berkala dapat membantu memperpanjang umur atap serta mencegah masalah seperti pembentukan karat atau kebocoran.

    Untuk atap galvanis, penting untuk memantau kondisi lapisan seng dan segera menangani tanda-tanda keausan atau kerusakan.

    Sementara itu, perawatan rutin atap galvalume dapat difokuskan pada pemeliharaan integritas lapisan aluminium dan memastikan perlindungan optimal terhadap korosi selama bertahun-tahun ke depan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Kesalahan Saat Pasang Wallpaper, Bikin Tampilannya Kurang Rapi


    Jakarta

    Memakai wallpaper pada dinding rumah dapat menjadi pilihan untuk mempercantik interior rumah kamu. Dinding akan jauh terlihat indah dan pemasangannya juga cukup mudah. Namun kamu perlu mengetahui teknik pemasangan yang tepat agar hasilnya sesuai layaknya dinding yang digambar.

    Salah pemasangan, wallpaper bisa terpasang tidak merata dan hasilnya tidak rapih. Jika sudah salah pasang bukan hanya waktu dan tenaga yang terkuras, tetapi biaya juga jika wallpaper tersebut harus diganti.

    Melansir Better Homes & Gardens, Rabu (30/10/2024), berikut beberapa hal yang harus kamu hindari saat memasang wallpaper di dinding.


    Saat hendak memasang wallpaper kamu harus memastikan tidak ada wallpaper lain di bawahnya. wallpaper lama yang ditumpuk, dapat menimbulkan gelembung pada wallpaper.

    2. Tidak Tahu Jenis Wallpaper yang Tepat

    Tidak semua wallpaper dapat dipasang di lokasi mana pun, misalnya seperti grasscloth yang tidak anti air sehingga dapat melunturkan warna di area dengan kelembapan tinggi. Sebelum memulai memasang, sesuaikan dengan lokasi yang akan ditempel. Selain itu, baca petunjuk cara pemasangan wallpaper.

    3. Memasang Tanpa Perhitungan

    Kamu harus mencocokkan setiap potongan kertas dinding di bagian sambungannya. Layaknya menggambar di kertas, gambar tersebut akan indah dilihat jika tidak terpotong di tengah-tengah. Maka dari itu, kamu tidak bisa asal dalam memotong agar membuat hasil akhir yang rapi dan sempurna.

    4. Tidak Memastikan Wallpaper Butuh Perekat Tambahan

    Sebelum memasang wallpaper, pastikan apakah pelapis kertas dinding kamu memerlukan persiapan khusus. Beberapa kertas dinding memiliki lapisan belakang yang sudah direkatkan yang dapat dibasahi. Wallpaper dinding lainnya ada yang hanya bisa menempel pada pelapisan dasar khusus.

    5. Tidak Menyiapkan Alat yang Tepat

    Siapkan peralatan kamu sebelum mulai menempelkan wallpaper. Peralatan ini dapat memastikan hasil akhir yang bertahan selama mungkin.

    6. Lupa Membersihkan Setelah Memasang

    Setelah selesai menempelkan wallpaper di dinding, disarankan untuk memeriksa dan membersihkan area yang mungkin memiliki sisa lem berlebih. Biasanya pada permukaannya ada sisa-sisa lem wallpaper seperti noda mengkilap.

    Cara menghilangkannya, gunakan wadah untuk air bersih dan spons baru untuk mengelap kertas dinding segera setelah menyelesaikan pemasangan wallpaper pada dinding interior rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pasang AC di Rumah Dekat Pantai? Perhatikan Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Bagi kamu yang tinggal di daerah pesisir memang memiliki keuntungan tersendiri, seperti adanya angin pantai dan bisa keliling-keliling sepanjang garis pantai. Namun, area di pesisir sering kali panas dan membuat rumah maupun bangunan di sekitarnya memasang AC atau pendingin ruangan.

    Nah, kalau ingin memasang AC di bangunan yang dekat pantai, perhatikan informasi berikut ini dulu ya.

    Kelembapan dan Pertumbuhan Jamur

    Melansir Express Air Now, pada Rabu (30/10/2024), masalah yang paling umum pada daerah pesisir adalah tingkat kelembapan yang tinggi karena letaknya yang berdekatan dengan laut. Walaupun angin laut membuat segar udara sekitar, angin laut bisa menjadi tempat berkembang biak jamur, lumut, dan bakteri serta mikroorganisme berbahaya lainnya yang dapat memasuki sistem pada AC.


    Sistem yang sudah terkontaminasi ini dapat menyebabkan masalah pada kesehatan serta membuat udara di dalam ruangan menjadi kotor.

    Korosi Air Asin

    Masalah yang paling sering bagi pemilik rumah di pesisir pantai adalah korosi air laut. Udara di sekitar laut yang asin, bisa mempercepat kerusakan pada setiap komponen unit AC. Proses ini bisa membuat penurunan efisiensi dan perbaikan yang mahal jika tidak secepatnya diatasi.

    Air asin bisa menyebabkan kerusakan kumparan pada kondensor, pipa tembaga, dan sambungan listrik AC kamu. Seiring berjalannya waktu, kerusakan itu dapat menyebabkan kebocoran pada pendingin.

    Hal ini juga dapat mengurangi kapasitas pendingin, dan menyebabkan pendingin mengalami kegagalan sistem secara keseluruhan. Untuk mengatasi korosi akibat hembusan garam, kamu harus mempertimbangkan untuk pengaplikasian lapisan pelindung pada komponen AC.

    Lapisan ini berguna sebagai penghalang dan mencegah kerusakan akibat air garam, serta memperpanjang usia sistem pada pendingin kamu. Perawatan serta pemeliharaan secara berkala juga penting untuk membasmi penumpukan garam pada unit pendingin kamu.

    Tips Perawatan AC di Rumah Dekat Pantai

    Inspeksi Reguler

    Pengecekan secara berkala yang dilakukan oleh para ahli HVAC adalah langkah yang sangat penting guna mendeteksi serta memperbaiki masalah sebelum semakin parah.

    Penjadwalan janji perawatan setahun sekali merupakan salah satu kunci untuk menjaga sistem pendingin kamu selalu dalam kondisi maksimal. Selama dalam pemeriksaan, teknisi dapat memeriksa seluruh komponen AC kamu dari korosi dan memberikan solusi.

    Pergantian Filter

    Ganti dan bersihkan filter udara AC secara rutin, terutama kamu yang tinggal di daerah pesisir pantai yang memiliki tingkat serbuk sari dan debu sangat tinggi. Filter yang bersih dapat menyalurkan udara yang lebih baik dan mencegah tekanan pada sistem pendingin.

    Jika filter mampet karena garam dan udara dari sekitar laut, filter akan mengalami penurunan efektivitas dalam kinerjanya dan harus menggunakan energi yang lebih banyak lagi.

    Pembersihan dan Pelapisan

    Membersihkan serta menaruh lapisan pada komponen pendingin bisa membantu melindunginya dari kerusakan karena air garam. Membersihkan kumparan, sirip, dan komponen lainnya secara teratur dapat membantu membasmi penumpukan garam.

    Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan saat memasang AC di rumah yang dekat pantai. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Dinding Terkelupas Tak Harus Mengecat Ulang Seluruh Ruangan, Begini Caranya



    Jakarta

    Dinding dengan cat yang terkelupas dapat merusak estetika ruangan kamu. Solusinya tak harus mengecat ulang seluruh area dinding ruangan.

    Dengan menggunakan teknik yang mudah dan bahan yang tepat, kamu bisa memperbaiki bagian yang rusak dan mengembalikan penampilan dinding tanpa perlu melakukan pekerjaan yang rumit.

    Pembahasan berikut akan membagikan langkah-langkah praktis untuk memperbaiki cat dinding yang terkelupas, sehingga kamu dapat menghemat waktu dan biaya.


    Apa Penyebab Cat Terkelupas?

    Permukaan Tidak Bersih

    Melansir The Spruce, pada Senin (4/11/2024), permukaan yang kotor menjadi salah satu penyebab utama. Sebelum mengecat, permukaan harus dibersihkan dengan baik. Debu, kotoran, atau minyak dapat mengganggu daya rekat cat, sehingga lapisan cat cenderung akan mengelupas seiring waktu.

    Kelembapan

    Kelembapan juga berperan besar dalam pengelupasan cat. Ruangan lembap, seperti kamar mandi dan dapur, rentan terhadap pertumbuhan jamur dan dapat merusak lapisan cat, membuatnya mudah terkelupas.

    Cat Berkualitas Rendah

    Sering kali hal ini menjadi masalah. Cat yang tidak berkualitas baik biasanya tidak memiliki daya rekat yang cukup atau ketahanan terhadap elemen eksternal, sehingga lebih rentan terhadap kerusakan, terutama saat terkena cuaca buruk.

    Cuaca Ekstrem

    Cuaca yang ekstrem juga dapat mempengaruhi integritas cat. Perubahan suhu yang drastis, baik terlalu panas atau dingin, bisa menyebabkan cat mengembang dan menyusut, yang akhirnya menyebabkan retakan dan pengelupasan.

    Penerapan Tidak Tepat

    Penerapan yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan masalah. Teknik aplikasi yang salah, seperti mengaplikasikan cat terlalu tebal atau tidak mengaduk cat dengan benar, dapat mengakibatkan lapisan cat yang tidak merata dan meningkatkan risiko pengelupasan di kemudian hari.

    Tips Sebelum Melakukannya

    Persiapan Sebelum Memulai

    Kamu akan memerlukan dempul dinding ringan dan beberapa pisau dempul untuk memperbaiki cat yang terkelupas. Kamu bisa menggunakan dempul atau campuran sambungan drywall, meskipun dempul lebih disarankan.

    Dempul lebih ringan daripada campuran sambungan, sehingga lebih cocok untuk aplikasi tipis seperti perbaikan cat. Gunakan pisau dempul berukuran 2 inci untuk mengambil dan mengoleskan dempul, serta pisau berukuran 4 inci untuk meratakan dempul dengan cat di sekitarnya.

    Jika ingin, kamu bisa menggunakan satu pisau saja, tetapi pastikan ukuran pisau lebih besar dari area yang akan ditambal.

    Penyiapan Area

    Lepaskan gambar, penutup termostat, penutup stopkontak, dan pelat muka sakelar lampu yang ada di dekat area cat yang terkelupas. Tempelkan kain penutup pada lantai di sekitar papan pinggir untuk melindungi lantai dari cipratan cat.

    Bersihkan Cat yang Terkelupas

    Sikat tepi cat yang mengelupas menggunakan sikat kawat. Untuk cat yang sulit dibersihkan, gunakan pisau dempul. Pegang pisau dempul pada sudut 45 derajat dan dorong perlahan agar tidak menyebabkan pengelupasan cat yang berlebihan.

    Haluskan Tepiannya

    Usapkan amplas dengan grit sedang secara perlahan di sepanjang tepi untuk menghaluskan area cat lebih lanjut. Hindari pengamplasan yang berlebihan agar tidak merusak dinding.

    Terapkan Dempul

    Gunakan pisau dempul untuk mengambil dempul atau senyawa sambungan dari wadah. Tekan pengisi dengan kuat ke area yang perlu ditambal. Kikis kelebihan pengisi dari pisau dempul dan kembalikan ke wadah asalnya.

    Ratakan Dempul

    Gunakan pisau dempul yang bersih untuk mengoleskan dempul pada area yang akan ditambal. Sapukan sekali atau dua kali lagi dari arah yang berbeda untuk meratakan dempul agar sejajar dengan cat di sekitarnya. Penambahan sapuan dapat menggores area yang ditambal.

    Diamkan Sampai Mengering

    Biarkan dempul mengering dan mengeras selama 30 hingga 60 menit. Jika area yang ditambal lebih dalam daripada ketebalan cat di sekitarnya (sekitar 1 hingga 2 mm), dempul mungkin membutuhkan waktu empat hingga lima jam untuk benar-benar kering.

    Haluskan Area Tambalan

    Gunakan amplas berpasir halus untuk mengamplas area yang telah ditambal, sehingga dapat menyatu dengan cat di sekitarnya, lakukan pengamplasan dengan hati-hati. Setelah itu, bersihkan debu menggunakan kain mikrofiber bersih atau kain lain yang tidak meninggalkan serat.

    Siapkan Tambalan

    Oleskan cat dasar pada area yang ditambal, lalu sapukan lagi satu atau dua inci ke cat di sekitarnya. Biarkan cat dasar mengering selama 60 menit semakin lama kamu menunggu, semakin baik hasil cat yang akan diperoleh.

    Cat Tambalan

    Oleskan cat tembok pada area yang telah ditambal. Di akhir setiap sapuan, kurangi tekanan pada kuas untuk menggabungkan cat dengan cat di sekitarnya. Biarkan cat mengering selama empat jam sebelum melakukan pelapisan ulang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada Musim Hujan, Ini 4 Tanda Dinding Rembes dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, sering ditemukan masalah pada bangunan, salah satunya adalah dinding rembes. Kebocoran pada bagian rumah seperti dinding rembes ini dapat merusak rumah.

    Penyebab dari dinding yang rembes bukan hanya air hujan yang masuk ke dalam retakan dinding, melainkan bisa dipicu adanya pipa air yang bocor, talang air yang rusak, water heater yang rusak, dan kebocoran pada bagian atap.

    Air hujan yang masuk ke dinding membuat tingkat kelembapannya meningkat dan memicu jamur tumbuh di permukaan dinding. Kamu bisa langsung mengetahui dinding rumah rembes atau tidak dengan melihat kondisi dinding di rumah. Dilansir Forbes Home, berikut beberapa tanda dinding di rumah mengalami rembes.


    Tanda-tanda Dinding Rembes

    1. Bau Apak

    Tanda pertama dinding rembes adalah tercium bau lembap atau apak. Bau seperti ini biasa kamu cium saat hujan turun. Jika kamu mencium bau seperti ini bisa segera cek area dinding yang bersinggungan langsung dengan area luar. Bagian dinding atas dekat atap juga perlu dicek.

    2. Jamur

    Area yang lembap adalah tempat yang tepat untuk berkembangnya jamur. Keberadaan jamur merupakan bukti nyata jika area dinding tersebut terjadi rembesan. Warna jamur yang muncul ini beragam, bisa berwarna hitam, hijau, oranye, atau coklat.

    3. Gelembung pada Dinding

    Tanda kedua dinding mengalami rembes adalah munculnya gelembung. Penyebabnya adalah air masuk ke balik cat dinding sehingga membentuk gelembung pada permukaan dinding. Jika kamu memakai cat lateks, air yang tertampung di dalam cat tersebut tidak mudah pecah karena cat ini memiliki sifat fleksibel.

    4. Cat Dinding Mengelupas

    Air yang masuk ke dinding dapat merusak perekat pada cat atau wallpaper. Akibatnya cat dinding jadi mudah terkelupas dan mengotori lantai. Dinding yang tidak dilapisi cat akan lebih mudah kotor dan menyisakan noda putih yang bertekstur.

    Cara Mencegah Dinding Rembes

    Dinding yang rembes harus segera ditangani agar tidak menimbulkan kerusakan lebih parah. Tumbuhnya jamur di dinding juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Dalam catatan detikcom, berikut beberapa cara mencegah dinding rembes.

    1. Waspadai Retak Rambut di Dinding

    Dinding yang retak bisa menjadi akses masuk air ke dalam dinding. Cara untuk mengatasi retak rambut adalah membersihkan sisa cat yang menempel dari permukaan dinding. Lapisan cat dasar menggunakan lapisan semen super dan semen perbandingan 1 : 1,25. Semen super dan semen berfungsi menutup retak rambut pada dinding, mengikat sisa debu dan kotoran. Selain itu, juga meningkatkan daya lekat waterproofing. Setelah kering dapat dilanjutkan dengan proses pelapisan waterproofing pada dinding. Lakukan 2 kali secara bertahap.

    2. Lapisi dengan Cat Waterproofing

    Cat dinding yang bagus dan anti rembes perlu dilapisi dengan cat waterproofing yang memang berguna untuk mencegah air masuk ke dinding. Khusus untuk bagian dinding kamar mandi, kamu harus memilihnya dengan tepat karena rentan lembap.

    3. Pastikan Acian Dinding Kering

    Masalah tidak akan bisa diatasi apabila ternyata sumber kerusakan ada pada acian yang tidak sempurna. Meskipun dilapisi cat waterproofing sekalipun tidak akan menjamin air tidak akan tembus.

    Maka dari itu, perlu dilakukan plester dan pengacian ulang pada dinding bagian luar. Proses acian berguna menutupi semua pori-pori menggunakan bahan campuran seperti batu bata dan lainnya (plester). Pastikan acian dinding kering lalu beri waterproofing setelahnya. Kemudian, periksa dinding bagian dalam rumah setelah bagian luarnya selesai diperbaiki.

    4. Perbaiki Sumber Kerusakan

    Sebenarnya jika ketiga cara di atas sudah dilakukan, rembesan pada dinding kemungkinan besar tidak mudah terjadi. Namun, apabila ternyata muncul tanda-tanda rembesan, kamu perlu memeriksa talang air, pipa air, dan sumber-sumber air di rumah. Apabila ditemukan kerusakan harus langsung diperbaiki.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Pelapis Lantai Keramik agar Tidak Licin, Terapkan Cara Ini


    Jakarta

    Keramik kerap jadi pilihan utama untuk lantai, karena punya berbagai tampilan dan mudah dibersihkan. Tapi, salah satu kelemahan keramik yaitu permukaannya yang seringnya licin.

    Apalagi kalau terkena air atau minyak. Hal tersebut sering berpotensi menyebabkan jatuh karena terpeleset. Cara agar keramik tidak licin adalah dengan menggunakan pelapis lantai keramik agar.

    Pelapis Lantai Keramik agar Tidak Licin

    Pelapis lantai keramik merupakan material atau produk khusus yang diaplikasikan pada permukaan keramik agar tidak licin.


    Fungsinya untuk meningkatkan daya cengkeram dan mengurangi risiko tergelincir. Biasanya, produk pelapis lantai keramik berbentuk cairan, coating, ataupun lapisan khusus.

    Berikut adalah pilihan pelapis lantai keramik anti licin:

    1. Lakukan Perawatan Antiselip dengan Larutan Kimia

    Cara membuat keramik tidak licin adalah dengan melakukan perawatan antiselip. Dilansir laman Slipnomore, biasanya perawatan ini melibatkan penggunaan larutan kimia.

    Larutan kimia akan bekerja mengubah permukaan keramik untuk menciptakan tekstur yang lebih kasar dan meningkatkan daya cengkeram. Contohnya menggunakan stone grip atau polish grip.

    Nah jika bingung, detikers mungkin bisa konsultasikan dengan profesional untuk menentukan perawatan yang paling sesuai untuk jenis keramiknya.

    2. Gunakan Pelapis Antiselip yang Matte atau Bertekstur

    Pelapis antiselip lantai keramik dirancang untuk menambah daya rekat agar membuat permukaan tidak licin. Hasil akhir pelapis ini bisa seperti matte atau bertekstur.

    Salah satu contohnya menggunakan pelapis ubin antiselip deck grip. Pelapis ini membantu meningkatkan daya cengkeram pada lantai ubin dalam dan luar ruangan seperti balkon, dek kolam renang, dan dapur.

    Aplikasi bisa pada permukaan keramik dalam dan luar ruangan. Supaya bisa efektif, pelapisan dan perawatan lantai ubin yang licin mungkin memerlukan aplikasi ulang secara berkala.

    3. Menggunakan Karpet

    Keset atau karpet merupakan pilihan pelapis lantai keramik agar tidak licin. Ini jadi cara yang mudah mudah dan cenderung hemat.

    Karpet mampu mencegah terpeleset dan jatuh, karena dirancang dengan alas antiselip atau bahan yang memberikan daya tarik lebih baik. Dengan demikian, ia mampu mengurangi risiko kecelakaan.

    Berikut ini hal-hal yang perlu pertimbangkan dalam pemilihan karpet untuk melapisi lantai keramik:

    • Pilih ukuran dan penempatan yang tepat.
    • Pilih yang alasnya antiselip.
    • Ikuti pembersihan dan perawatan secara rutin untuk menjaga keefektifannya.

    4. Menggunakan Lapisan Epoxy

    Lapisan epoxy membantu membuat lantai tidak licin. Dilansir situs Collins Concrete Coatings, lantai dengan kandungan kuarsa yang lebih tinggi, seperti mika cenderung tidak licin.

    Jenis lantai kuarsa lainnya, seperti batu pasir dan travertine dan batu pasir juga bisa dipilih. Pasalnya, mereka punya tingkat porositas sangat tinggi yang bisa menyebabkan kekasaran.

    Porositas tersebutlah yang bisa mengurangi kelicinan lantai. Tapi, tidak membuat kelicinan akan sepenuhnya hilang.

    5. Memasang Lantai Mengambang di Atas Lantai

    Mengutip laman Zerorez, lantai yang mengapung bisa secara efektif mengurangi risiko terpeleset. Pemasangan lantai yang mengapung bisa dari laminasi atau kayu asli.

    Hal ini bergantung pada selera dan anggaran. Namun, memasang lantai yang mengapung juga bisa merusak lantai keramik di bawahnya.

    Sebagai catatan, tidak disarankan untuk memasang lantai apung di atas ubin yang rusak atau usang. Hal ini bisa menyebabkan lantai apung bergeser dari tempatnya.

    6. Menambahkan Bantalan Busa

    Penambahan lantai busa ideal untuk memperbaiki lantai keramik yang licin. Pasalnya, bantalan busa ini sifatnya tahan lama, lembut, tahan lembap, mudah dibersihkan dan dipasang.

    Kalau detikers memasangnya di area dengan lalu lintas tinggi, kamu mungkin harus sering menggantinya.

    7. Pakai Pelapis dari Campuran Cuka dan Air

    Dilansir laman The Spark Legang, keasaman cuka bisa membantu menghilangkan residu yang licin dan meningkatkan daya cengkeram lantai. Campuran cuka dan air bisa oleskan ke ke lantai dengan kain pel kering.

    Tapi, ada beberapa permukaan lantai tertentu yang sebaiknya tidak dioleskan campuran cuka dan air, karena bisa menyebabkan kerusakan atau perubahan warna.

    8. Pakai Sabun Cuci Piring

    Campurkan beberapa tetes sabun cuci piring di air hangat dalam ember. Lalu, oleskan campuran tersebut ke area yang licin menggunakan alat pel, kemudian bilas dengan air bersih. Sabun tersebut akan membantu menghilangkan sisa-sisa kotoran yang licin di lantai.

    Itulah beberapa pelapis lantai keramik agar tidak licin. Semoga bermanfaat ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Bikin Bangunan Rumah Lebih Tahan Banjir


    Jakarta

    Rumah yang diterjang banjir bisa menimbulkan banyak kerugian bagi pemiliknya. Sebab, rumah yang terendam banjir bisa merusak harta benda maupun struktur bangunan rumah.

    Kamu perlu lebih waspada kalau tinggal di kawasan yang rawan banjir. Bahkan, kawasan yang tidak rawan pun sewaktu-waktu bisa dilanda banjir, lho.

    Oleh karena itu, ada baiknya melakukan antisipasi dengan membuat rumah yang tahan menghadapi banjir. Namun, sebelum itu kamu perlu cari tahu dulu potensi ketinggian banjir di kawasan permukimanmu.


    Simak tips membangun rumah agar lebih terlindungi ketika banjir.

    Tips Bangun Rumah Tahan Banjir

    Inilah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan rumah menghadapi banjir seperti yang dikutip dari Archdaily.

    1. Meninggikan Bangunan

    Untuk mengurangi risiko kerusakan, arsitek perlu merancang struktur yang lebih tinggi di atas permukaan banjir. Salah satu caranya adalah membangun struktur di atas kolom atau panggung.

    Selain itu, fondasi rumah dapat dibuat lebih tinggi. Arsitek dapat menganalisis iklim dan sejarah banjir di daerah tersebut serta berkonsultasi dengan sumber daya online, untuk menyesuaikan fondasi yang tepat buat lokasi rumah.

    2. Gunakan Pelapis Sealant dan Veneer Tahan Air

    Selanjutnya, arsitek bisa melapisi bangunan rumah dengan pelapis anti air. Pastikan menggunakan pelapis anti banjir yang jenisnya kering. Pelapis tersebut mencegah air banjir masuk, sedangkan pelapisan anti banjir basah memungkinkan air banjir masuk ke dalam rumah.

    Pelapisan ini terdiri dari pelapis, sealant, dan veneer kedap air yang menghentikan air mencapai bagian dalam bangunan. Veneer kedap air terdiri dari lapisan batu bata yang dengan membran kedap air. Dengan begitu, dinding luar tidak dapat ditembus oleh air.

    Untuk dinding interior, arsitek sebaiknya memakai insulasi busa sel tertutup yang dapat dicuci di area yang berpotensi terendam banjir.

    Kamu bisa memasang pelapis dan sealant pada fondasi, dinding, jendela, dan pintu untuk mencegah masuknya air banjir melalui celah-celah. Biasanya bukaan tersebut tidak dirancang untuk kedap air.

    3. Amankan Perangkat Elektronik

    Sebaiknya kamu menempatkan peralatan servis di atas permukaan air banjir. Peralatan ini mencakup peralatan listrik seperti panel servis, meteran, sakelar, dan stopkontak.

    Komponen-komponen ini sangat rentan rusak kalau terendam air. Belum lagi ada risiko kebakaran jika terjadi korsleting.

    Oleh karena itu, komponen tersebut perlu ditempatkan tinggi di atas permukaan banjir. Jika hal itu tidak memungkinkan, kamu bisa merancang komponen itu agar lebih tahan air. Misalnya menggunakan penutup kedap air, penghalang, lapisan pelindung, atau metode lainnya.

    Itulah beberapa tips membangun rumah yang tahan menghadapi banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Noda Putih Saat Menyentuh Cat Dinding? Begini Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Cat dinding yang berkapur dapat mengotori benda apa pun yang menempel di atasnya. Mulai dari pakaian, tangan, rambut, hingga barang lainnya.

    Pada awalnya tidak ada yang menyadari jika cat dinding tersebut bermasalah. Ketika ada yang menyandarkan badan ke dinding atau hendak meletakkan tangan di dinding, muncul noda berwarna putih pada pakaian dan tangan.

    Sebenarnya dari mana asal kapur tersebut dan bagaimana cara mengatasi cat dinding yang seperti itu?


    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kondisi cat dinding seperti itu disebabkan oleh kesalahan pada saat pengacian hingga pengecatan. Semua yang menempel pada bata tidak sepenuhnya menempel.

    “Yang membuat hal itu terjadi adalah bata itu tidak mengering sempurna pada saat proses plesteran sehingga acian tidak menempel sempurna dengan plesteran. Hal itu berakibat jika acian itu dicat, catnya itu tidak akan menempel sempurna juga pada acian,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025).

    Pengerjaan yang buru-buru dan tidak menunggu hingga semua proses mengering secara sempurna menimbulkan transfer warna dari cat dinding.

    “Jadi setiap proses acian di atas plesteran, cat di atas acian itu, harus ada jeda minimal 2 minggu. Untuk mengering. Jadi proses itu harus terjadi,” jelasnya.

    Lalu, untuk mencegah munculnya kapur atau garam-garam pada permukaannya, dinding juga harus dilapisi dengan cat pencegah munculnya alkali. Pengkristalan garam alkali (efflorescence) adalah bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Penyebabnya biasanya dikarenakan indikasi masuknya kelembapan dan buruknya kualitas udara dalam ruangan tersebut. Hal ini dapat membuat cat mudah rusak.

    Untuk mencegah muncul lapisan alkali adalah dengan memakai cat dasar atau cat primer sebelum mengecat lapisan lainnya. Cat dasar ini biasanya berwarna putih, tetapi saat ini sudah banyak produsen yang menyediakan warna lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

    Cara Mengatasi Dinding yang Berkapur atau Muncul Kristal Alkali

    Denny mengatakan untuk mengatasi muncul kapur atau kristal alkali pada dinding adalah dengan mengupas seluruh lapisan dinding. Kemudian, dilakukan pelapisan ulang. Setiap lapisan harus ditunggu selama 2 minggu sampai dipastikan benar-benar mengering.

    “Cara memperbaikinya adalah harus dikupas, dikasih alkali. Alkali itu harus dikupas. Kalau nggak, percuma. Waktu tunggunya 2 minggu, supaya kelembapannya hilang,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Amankan Rumah yang Rawan Banjir buat Cegah Kerusakan


    Jakarta

    Penghuni rumah di kawasan rawan banjir tentu akan was-was saat hujan deras melanda. Banjir adalah ancaman serius karena dapat menimbulkan kerusakan barang, bahkan bangunan rumah.

    Namun, pindah rumah bukanlah solusi yang mudah. Untuk itu, penghuni perlu bersiap menghadapi potensi banjir seperti menyediakan sumur resapan hingga bangunan rumah anti banjir.

    Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk melindungi rumah dari banjir? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Amankan Rumah yang Rawan Banjir

    Inilah cara mengamankan rumah yang rawan banjir, dikutip dari Archdaily.

    1. Amankan Perangkat Elektronik dan Perpipaan

    Penghuni perlu melindungi komponen elektronik atau servis dengan menempatkannya di atas permukaan air banjir. Perangkat ini seperti pemanas, peralatan pipa, perlengkapan pipa, meteran, sakelar, dan stopkontak.

    Jika sampai terendam air banjir, perangkat tersebut dapat mengalami kerusakan parah dan perlu diganti. Apalagi peralatan listrik dapat menjadi sumber risiko kebakaran jika terjadi korsleting.

    Untuk mengurangi risiko kerusakan akibat banjir, penghuni dapat memasang penutup kedap air, penghalang, lapisan pelindung, atau metode lain yang dapat melindungi bagian-bagian yang rentan.

    2. Gunakan Material Tahan Banjir

    Air banjir bias berupa genangan atau aliran. Aliran air yang kuat dapat menggeser dinding dan fondasi, sehingga rumah sebaiknya terbuat dari material yang tahan banjir setidaknya 72 jam.

    Material tahan banjir harus memiliki daya tahan yang tinggi dan mampu menahan kelembapan berlebih. Contoh bahan bangunannya antara lain beton, bata berlapis kaca, kayu lapis, ubin keramik, lem tahan air, hingga cat epoksi poliester.

    3. Gunakan Pelapis Sealant dan Veneer Tahan Air

    Pelapisan anti banjir yang jenisnya kering berfungsi untuk mencegah air banjir masuk ke dalam rumah. Jenis pelapisan ini mencakup pelapis, sealant, dan veneer kedap air.

    Veneer kedap air dapat terdiri dari lapisan batu bata yang didukung oleh membran kedap air. Membran tersebut menyegel dinding luar agar air tidak dapat menembus bangunan.

    Sementara dinding interior, arsitek sebaiknya memakai insulasi busa sel tertutup yang dapat dicuci di area yang mungkin terendam banjir.

    Pelapis dan sealant dapat diterapkan pada fondasi, dinding, jendela, dan pintu untuk mencegah masuknya air banjir melalui celah-celah. Pasalnya, bukaan biasanya tidak dirancang untuk kedap air atau mampu menahan tekanan dari banjir.

    4. Ratakan Rumput Pada Area Rumah

    Selain itu, penghuni dapat mengurangi kerusakan akibat banjir dengan meratakan halaman rumput. Jika halaman rumput miring ke arah rumah, air hujan akan terakumulasi di sekitar bangunan. Sebaliknya, halaman rumput dimiringkan ke arah luar membuat air mengalir menjauh dari rumah.

    Halaman rumput sebaiknya menggunakan tanah berat yang mengandung campuran tanah liat dan pasir. Dengan begitu, limpasan permukaan dapat mengalir ke tempat yang lebih sesuai, seperti selokan jalan.

    5. Meninggikan Bangunan

    Lebih lanjut, pemilik rumah dapat meninggikan stuktur rumah di atas permukaan banjir untuk mengurangi risiko kerusakan. Biasanya, arsitek membangun struktur di atas kolom atau panggung, fondasi dapat dinaikkan.

    Untuk itu, arsitek harus menganalisis iklim dan sejarah banjir di daerah tersebut untuk mendapatkan informasi lebih rinci tentang langkah-langkah yang perlu diambil.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com