Tag: pelihara hewan

  • 8 Tips Tinggalkan Hewan Peliharaan di Rumah Biar Nggak Bikin Kacau


    Jakarta

    Pernahkah kamu merasa khawatir meninggalkan hewan peliharaan sendirian di rumah saat harus bekerja atau pergi ke luar sebentar? Pemilik rumah tidak harus membawa hewan peliharaan ke mana pun kalian pergi atau mengurung mereka di luar rumah.

    Membiarkan hewan peliharaan beraktivitas di rumah adalah pilihan paling aman untuk memastikan mereka tidak dibawa orang lain dan terhindar dari bahaya di jalan.

    Nah namun, ada juga yang merasa khawatir meninggalkan hewan peliharaan di rumah


    Lalu bagaimana caranya mengawasi hewan peliharaan agar tetap aman dan tidak merusak barang saat pemiliknya tengah pergi? Mengutip dari Reolink.com pada Selasa (23/1/2024) berikut hal yang perlu disiapkan.

    1. Pasang kamera pengawas

    Penggunaan kamera pengawas semacam CCTV di era kini sangat berguna. Selain di ruang publik, tidak ada salahnya memasang kamera pengawas di spot-spot tertentu di dalam rumah.

    Maka, saat pemilik rumah tidak ada, CCTV bisa merekam kegiatan hewan peliharaan. Selain itu, CCTV juga bisa ditonton secara real time atau di waktu bersamaan, sehingga pemilik rumah bisa mengecek keadaan hewan peliharaan secara langsung.

    2. Atur suhu rumah

    Sama seperti manusia, hewan peliharaan juga peka terhadap suhu ruangan. Saat kondisinya mereka harus ditinggal, pastikan di dalam rumah suhunya tidak terlalu panas dan pengap.

    Buka sedikit jendela untuk sirkulasi udara atau menyalakan AC agar ruangan tetap sejuk. Hindari penggunaan barang elektronik yang bisa menarik perhatian hewan peliharaan seperti menimbulkan asap atau memiliki suara yang keras.

    3. Jauhkan benda berbahaya

    Beberapa hewan peliharaan mudah terdistraksi terhadap benda yang menarik perhatiannya. Pemilik rumah harus menjauhkan beberapa benda yang rawan pecah, tumpah, terbakar, mudah ditelan, dan sebagainya.

    Sebagai contoh kaleng cat, botol minum kaca, vas bunga kaca, cairan berbahan kimia, mainan kecil, dan masih banyak lagi.

    4. Siapkan makanan dan minuman hewan peliharaan

    Selain tidur, hewan peliharaan akan tenang apabila dihadapkan dengan makanan. Jadi sebelum meninggalkan rumah siapkan terlebih dahulu makanan mereka yang cukup selama pemilik berada di luar.

    5. Pasang sensor alarm pada pintu

    Apabila di rumah memiliki pintu kecil khusus untuk keluar masuk hewan, pemasangan sensor alarm di pintu dapat sangat berguna.

    Hal ini juga diperlukan di pintu kendang, apabila hewan peliharaan kerap kabur dan lolos dengan mudah dari kendang.

    Sensor alarm ini mengirimkan sinyal kepada pemilik setiap pintu terbuka atau ada yang merusak pintu kendang yang sebelumnya terkunci rapat.

    6. Memiliki detektor asap

    Untuk berjaga-jaga saat terjadi kebakaran, perlu adanya detektor asap. Alat ini akan mengirim pesan peringatan kepada pemilik rumah. Langkah ini dapat membantu proses evakuasi dini bagi hewan peliharaan yang berada di rumah sendirian.

    7. Kalungkan GPS

    Beberapa hewan yang aktif, perlu dikalungkan sebuah GPS. Fungsinya untuk membantu pemilik hewan peliharaan mengetahui lokasi mereka. Pemasangan GPS yang aman adalah di leher mereka.

    8. Pasang layar untuk video call

    Saat ini pemilik rumah bisa mengobrol dengan hewan peliharaannya meski berjauhan. Sebuah teknologi semacam tablet yang otomatis tersambung dengan rumah bisa membantu keduanya saling menyapa.

    Hewan peliharaan tidak perlu diajarkan untuk menerima panggilan video tersebut karena sudah otomatis.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada Malaria! Ini 4 Cara Ampuh Cegah Nyamuk Masuk ke Rumah



    Jakarta

    Nyamuk merupakan salah satu hewan pengganggu yang sering ada di rumah. Bahkan ada salah satu jenis nyamuk yaitu anopheles menjadi penyebab penyakit malaria yang berbahaya dan bisa muncul di rumah. Oleh karena itu, diperlukan pencegahan agar nyamuk tidak lagi masuk ke rumah.

    Mengutip dari situs NSW Health Pathology, upaya pencegahan nyamuk bisa dilakukan dari luar rumah. Sebelum masuk ke rumah, halaman atau area luar rumah menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Untuk itu, terdapat 4 tips berikut membasmi nyamuk di area luar rumah.

    Buang Genangan Air

    Nyamuk membutuhkan air untuk melengkapi siklus hidupnya. Air yang ada di sekitar halaman rumah bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Misalnya air di talang atap yang tersumbat atau saluran air menjadi tempat paling mungkin bagi nyamuk untuk berkembangbiak.


    Selain itu, hal yang jarang disadari juga bisa menjadi tempat bersemayam nyamuk. Seperti botol plastik bekas minuman yang masih ada airnya, tempat minum di kandang burung peliharaan, dan kolam taman yang jarang dibersihkan. Untuk itu, buang semua genangan air yang ada agar tidak dihinggapi nyamuk.

    Pasang Jaring

    Untuk menghindari nyamuk masuk ke rumah, bisa juga memasang jaring pada bagian rumah yang memiliki celah atau lubang, misalnya jendela, pintu, dan tangki air hujan.

    Pilih Tanaman

    Hati-hati jika kamu suka menanam tanaman di halaman rumah. Hal ini dikarenakan nyamuk dapat tertarik dengan tanaman tertentu yang justru mengundang mereka untuk masuk ke rumah. Tanaman yang harus dihindari di sekitar rumah adalah tanaman yang membantu nyamuk berkembang biak karena sifatnya memerangkap air, seperti bromelia.

    Pelihara Hewan Pemakan Nyamuk

    Tanpa disadari, hewan pemakan nyamuk menjadi pengendalian biologis yang baik. Kamu bisa memelihara burung, kadal, hingga capung karena mereka pemakan serangga. Jika kamu punya kolam, maka bisa pelihara katak. Namun, kamu juga jangan terlalu berharap karena mereka tidak akan makan nyamuk sebanyak yang dipikirkan hingga berhasil mengusir seluruh nyamuk.

    Nah itu lah 4 al yang bisa dilakukan untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah. Hal yang paling penting adalah menjaga lingkungan sekitar rumah agar bebas nyamuk dan terhindar dari penyakit malaria. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com