Tag: peliharaan

  • 7 Tips Usir Curut dari Rumah, Bisa Pakai Bahan Alami


    Jakarta

    Pernahkah melihat hewan seperti tikus tapi ukurannya kecil dan hidungnya mancung? Kemungkinan hewan itu adalah curut. Mereka terkadang ditemukan di rumah, seperti di dapur, pekarangan, atau tempat penyimpanan makanan.

    Kehadiran curut dapat mengancam kesehatan penghuni karena kotorannya bisa mengandung sumber penyakit. Oleh karena itu, penghuni harus segera mengusir curut kalau menemukannya di rumah.

    Bagaimana cara mengusir curut dari rumah? Simak tipsnya berikut ini.


    Tips Usir Curut di Rumah

    Inilah cara membuat rumah bebas dari curut, dikutip dari situs Do My Own, Madsenpest, penjualan properti, dan perusahaan pengendalian hama.

    1. Pakai Bahan Alami

    Penghuni dapat mengusir curut menggunakan bahan alami seperti bawang putih atau minyak jarak. Bahan tersebut mengeluarkan aroma yang tidak disukai curut, sehingga bakal mencegah mereka masuk rumah.

    2. Bersihkan Pekarangan

    Bersihkan pekarangan rumah dengan menghilangkan genangan air dan menutup tempat sampah. Cara ini akan meminimalisir populasi serangga yang disukai curut.

    3. Pakai Lem Tikus

    Tangkap curut yang berkeliaran di rumah menggunakan lem tikus. Cara ini aman karena tidak mengandung racun atau menimbulkan bau.

    4. Pasang Perangkap Tikus

    Pasang perangkap tikus yang dapat menjepit untuk membasmi tikus. Letakkan potongan daging atau ikan kecil di area tersebut yang disukai curut. Perangkap ini cukup ampuh daripada perangkap tertutup yang tidak terlalu menarik bagi curut.

    5. Tutup Celah Masuk Curut

    Curut dapat masuk rumah melalui celah kecil pada dinding atau lantai. Sebaiknya tutup atau perbaiki lubang untuk mencegah curut masuk rumah.

    6. Jangan Tinggalkan Makanan Hewan Piaraan

    Jangan biarkan makanan hewan peliharaan atau biji-bijian burut di luar ruangan. Segera bersihkan makanan hewan setelah selesai. Makanan tersebut dapat memancing curut dan serangga buat mendekat dan memakannya.

    7. Pakai Minyak Esensial

    Terakhir, coba gunakan minyak esensial seperti peppermint buat bikin curut nggak betah di rumah. Caranya dengan meneteskan minyak pada kapas, lalu oleskan pada tempat yang sering dilewati curut.

    Itulah beberapa tips untuk membasmi curut di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ular Sering Muncul di Rumah? Coba Taburkan Bahan Dapur Ini, Auto Kabur!


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan berbisa yang apabila merasa terancam dapat menyerang. Ular memiliki bisa yang dapat menyebabkan pembengkakan, pendarahan, merusak jaringan, saraf, dan organ sehingga cukup berbahaya.

    Hewan melata ini bisa ditemui di mana saja, tidak harus di hutan. Ular menyukai tempat yang gelap dan tenang. Ia bisa muncul dari semak-semak hingga area perairan. Rumah yang sering kebanjiran harus waspada karena bisa saja ular terseret arus air dari sungai yang meluap.

    Untuk mencegah ular masuk ke rumah di luar kondisi banjir, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Dilansir Northwest Exterminating, berikut beberapa bahan yang tidak disukai ular dan bisa dijadikan penghalang mereka datang.


    1. Bawang Putih dan Bawang Bombai

    Tanaman bawang-bawangan terkenal memiliki efek ketika diiris karena terdapat senyawa sulfur yang terlepas ketika diiris. Selain itu, ada lho kandungan bawang yang tidak disukai oleh ular yakni asam sulfonate. Senyawa ini dapat menghasilkan mengaktifkan allicin yang berfungsi menguarkan aroma khas pada bawang putih.

    Cara memasang perangkapnya dengan mencincang halus bawah putih atau bawang bombai, lalu campurkan dengan garam batu. Taburkan campuran tersebut di sekitar halaman untuk mencegah ular mendekati rumah.

    2. Cuka

    Bahan selanjutnya yang efektif mengusir ular adalah cuka dapur. Cairan ini bisa dituang ke sekitar kolam agar ular tidak berani naik ke permukaan.

    3. Jeruk Nipis

    Campuran jeruk nipis, cabai rawit, dan minyak papermint ternyata bisa membuat ular kabur. Campuran ketiga bahan ini harus dimasukkan ke dalam botol kaca dan disemprotkan ke halaman atau lubang yang bisa menjadi akses ular masuk.

    4. Kapur Barus

    Kapur barus atau kamper merupakan benda yang biasa diletakkan di kamar mandi. Bentuknya kecil dan keras. Bentuk dan warnanya beragam dan mengeluarkan aroma yang sedap.

    Namun, aroma ini tidak disukai oleh ular. Di dalam kapur barus terdapat senyawa naftalena yang dapat membuat ular iritasi.

    5. Sulfur

    Bahan terakhir yang bisa dipakai adalah sulfur. Bahan ini dapat menyebabkan dua efek, yakni bau tak sedap dan iritasi pada kulit ular. Penghuni dapat menaruh sulfur di sekeliling rumah. Jangan lupa ketika meletakkannya memakai sarung tangan yang aman. Selain itu, jauhkan dari hewan peliharaan dan anak-anak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Cara Usir Cicak agar Tak Balik Lagi ke Rumah



    Jakarta

    Cicak sering muncul di dinding atau plafon rumah. Meski tak membahayakan, kehadiran hewan ini kerap bikin risih. Apalagi kalau sampai meninggalkan kotoran di perabot rumah.

    Kalau kamu termasuk yang tidak nyaman dengan keberadaan cicak di rumah, tenang saja. Ada berbagai cara alami yang bisa dicoba untuk mengusirnya tanpa perlu membunuh.

    Dikutip dari Livspace, berikut ini 10 cara ampuh untuk mengusir cicak dari rumah:


    1. Bubuk Kopi

    Cicak tidak menyukai aroma kopi yang menyengat. Kamu bisa mencampur bubuk kopi dengan air, lalu semprotkan ke area yang sering dilalui cicak. Bisa juga cukup ditaburkan saja di sudut rumah.

    2. Bawang Putih dan Bawang Merah

    Aroma bawang juga tidak disukai cicak. Letakkan beberapa siung bawang putih atau irisan bawang merah di sudut-sudut rumah. Alternatifnya, semprotkan air rendaman bawang ke dinding atau sudut ruangan.

    3. Kapur Barus

    Aroma tajam kapur barus ampuh mengusir cicak. Letakkan kapur barus di lemari, dapur, atau kolong wastafel. Tapi hati-hati, jangan gunakan di rumah yang ada bayi atau hewan peliharaan ya, detikers.

    4. Turunkan Suhu Ruangan

    Cicak suka tempat hangat. Jadi, kamu bisa menyalakan AC dengan suhu rendah (sekitar 22 derajat Celsius) agar cicak enggan masuk ke dalam rumah.

    5. Lada dan Cabai

    Campurkan bubuk merica atau cabai dengan air, lalu semprotkan ke tempat-tempat favorit cicak. Bisa juga menggantungkan cabai kering di area tertentu.

    6. Cangkang Telur

    Cicak tidak suka bau dari cangkang telur. Bersihkan dan letakkan cangkangnya di dekat jendela atau pintu. Jangan lupa buang keesokan harinya agar tidak mengundang bau tak sedap.

    7. Obat Nyamuk Semprot

    Pakai semprotan anti-nyamuk juga bisa bantu mengusir cicak. Soalnya, jika serangga seperti nyamuk hilang, maka cicak kehilangan sumber makanan dan akan pergi dengan sendirinya.

    8. Air Dingin

    Siramkan air dingin atau air es ke arah cicak. Efeknya, cicak jadi kaku karena suhu dingin dan bisa kamu singkirkan dengan mudah. Cocok buat kamu yang tidak ingin pakai cara-cara berbau tajam.

    9. Pasang Jaring Jendela

    Untuk solusi jangka panjang, kamu bisa pasang jaring di jendela. Cahaya tetap masuk, tapi cicak dan serangga lain nggak bisa nyelonong seenaknya.

    10. Rutin Bersih-Bersih

    Cicak biasanya datang karena ada makanan atau serangga kecil. Jadi, pastikan rumah selalu bersih dan makanan tersimpan rapat. Jangan biarkan sisa makanan menumpuk di dapur.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan yang Tanpa Sadar Mengundang Nyamuk Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Nyamuk adalah hewan kecil yang sering ditemukan di rumah. Mereka kerap mengganggu manusia dengan suara yang bising dan menghisap darah hingga membuat kulit gatal.

    Kehadiran nyamuk di rumah bukan tanpa sebab. Alasan utama mereka memang mencari makan. Selain itu, ada lho kebiasaan-kebiasaan pemilik rumah yang ternyata bisa menarik nyamuk datang dan bersarang di rumah.

    Penyebab Nyamuk Masuk di Rumah

    Inilah beberapa alasan nyamuk menyerbu dan bersarang di rumah, dilansir Recon Pest Services.


    1. Banyak Tumpukan Barang di Rumah

    Pasti banyak di antara kita yang menyimpan banyak barang di rumah, baik yang masih dipakai atau pun tidak. Alasannya barang-barang tersebut kemungkinan bisa dipakai pada saat-saat tertentu jadi kita menilai benda tersebut masih dibutuhkan.

    Ternyata kebiasaan seperti ini justru memberikan peluang bagi nyamuk untuk bersarang di rumah. Nyamuk menyukai tempat berlindung yang hangat, gelap, dan lembap. Tumpukan barang di rumah menjadi tempat yang nyaman karena biasanya jarang diganggu oleh manusia. Jadi sebaiknya buang barang-barang yang tidak begitu penting dan bersihkan barang-barang tersebut secara rutin.

    Hewan sekecil nyamuk pasti bisa dengan mudah masuk ke rumah melalui celah-celah. Nyamuk bisa masuk ke rumah melalui pintu, jendela, lubang air, hingga atap. Sebaiknya setiap celah terutama ventilasi bisa dipasang jaring-jaring yang tidak bisa dilalui nyamuk, tetapi angin masih bisa masuk.

    3. Membiarkan Genangan Air

    Nyamuk membutuhkan genangan air untuk berkembang biak dan bertelur. Genangan air di sekitar rumah seperti kolam dan got dapat menarik nyamuk untuk mendekat. Sementara, di dalam rumah ada tanaman pot, tempat minum hewan peliharaan, dan genangan air lainnya juga menjadi tempat potensial digunakan oleh nyamuk untuk bertelur.

    Untuk mencegahnya pastikan setiap sudut rumah kering dan tidak lembap, terutama bagian halaman. Setelah hujan usahakan membuang air yang menggenang ke tanah atau ke selokan.

    4. Membiarkan Nyamuk Berkeliaran

    Seperti yang disebut sebelumnya alasan utama nyamuk datang adalah untuk mencari makan dengan menghisap darah. Selain manusia, nyamuk juga sering mengincar hewan ternak.

    Sebenarnya pemilik rumah bisa mencegah agar dirinya tidak digigit nyamuk. Namun, beberapa di antara kita malas untuk membeli barang pembasmi nyamuk seperti obat oles, obat semprot ruangan, hingga tanaman yang baunya tidak disukai nyamuk. Persiapan tersebut dibutuhkan agar nyamuk tidak tertarik datang dan mengganggu aktivitas dan waktu tidur.

    5. Malas Membersihkan Halaman

    Pekarangan rumah merupakan area yang cocok sebagai sarang nyamuk. Sebab, di sana banyak tanaman, lembap, dan cukup gelap. Selain itu, terkadang banyak genangan di beberapa sudut.

    Apabila halaman jarang dibersihkan, tempat tersebut menjadi sarang yang cocok untuk nyamuk berkembang biak. Tanda halaman harus segera dibersihkan adalah terlihat banyak rumput sudah tumbuh cukup tinggi, banyak genangan, sampah daun berceceran, hingga tercium bau tak sedap.

    Itulah 5 kebiasaan yang tanpa sadar bisa mengundang nyamuk ke rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencegah Tikus Masuk dari Lubang Ventilasi



    Jakarta

    Tikus kerap ditemukan di rumah. Hewan yang satu ini bisa masuk ke dalam rumah dengan berbagai cara, salah satunya ventilasi.

    Keberadaan tikus di rumah tentunya membuat penghuni di dalamnya tidak nyaman. Sebab, hewan pengerat ini merupakan vektor atau hewan pembawa penyakit, belum lagi suka mencuri makanan, serta merusak barang-barang.

    Ventilasi merupakan salah satu jalur yang kerap dilalui tikus untuk masuk ke dalam rumah. Walau demikian, penghuni rumah bisa lho mencegah tikus masuk lewat ventilasi.


    Dalam catatan detikcom, dilansir dari Merlin Environmental, penghuni rumah bisa menutup ventilasi dengan memasang lembaran kawat kasa halus sebagai penutup.

    Selain lewat ventilasi, tikus juga bisa masuk rumah melalui celah atau lubang kecil di dekat ventilasi, rangka pintu, serta jendela. Nah, bagian tersebut juga bisa ditutup dengan mengisi celah dengan mortar.

    Penghuni rumah juga sebaiknya menutup pintu dan jendela apabila tidak ada orang di dekat area tersebut, terlebih pada malam hari. Sebab, keadaan malam yang gelap bisa membuat tikus bergerak lebih leluasa karena tidak terlihat.

    Untuk memastikan tikus tidak masuk ke dalam rumah, ada beberapa cara untuk mencegahnya. Berikut ini informasinya.

    Pasang Perangkap dan Racun Tikus

    Gunakan perangkap dan racun tikus untuk mengusir tikus di tempatnya berada. Namun, pastikan anak-anak dan hewan peliharaan tidak dapat menjangkau perangkap ini.

    Selain itu, bisa juga dengan menggunakan perangkap tikus. Melalui perangkap ini, penghuni rumah bisa menangkap tikus tanpa melukainya dan bisa segera memindahkannya ke lokasi lain.

    Pangkas Pohon dan Semak-semak di Dekat Rumah

    Pastikan untuk rajin memangkas batang pohon dan semak-semak yang dekat dan menempel ke rumah. Langkah ini membuat tikus tidak punya akses mendekat ke loteng maupun atap rumah.

    Selain itu, pastikan juga tempat sampah di sekitar rumah jauh dari dinding sehingga tidak menjadi tempat bagi tikus untuk melompat.

    Singkirkan Sumber Makanan

    Singkirkan semua akses ke makanan yang dapat menarik perhatian tikus. Simpan semua makanan dalam wadah kedap udara atau simpan makanan di kulkas agar tidak tercium baunya. Hindari membiarkan makanan seperti roti di dapur yang mudah dijangkau.

    Hubungi Pengendali Hama

    Langkah terakhir yang bisa dilakukan yaitu menghubungi pengendali hama. Pengendali hama mampu menemukan semua titik masuk tikus dan membantu memblokir aksesnya.

    Itulah cara mencegah tikus masuk rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Serangga Kecil yang Sering Muncul di Kamar Tidur


    Jakarta

    Rumah adalah tempat tinggal bagi manusia, tetapi serangga juga kerap ditemukan di sini. Meski berukuran kecil, kehadiran serangga cukup mengganggu penghuni.

    Serangga bisa muncul di berbagai tempat di dalam rumah, tak terkecuali kamar tidur. Berbagai serangga kerap menyelinap masuk kamar tidur karena menemukan lingkungan yang cocok buat ditinggali.

    Lantas, makhluk kecil apa saja yang sering muncul di kamar tidur? Simak ulasannya berikut ini.


    Serangga yang Sering Ada di Kamar Tidur

    Inilah deretan serangga kecil yang bisa ditemukan di kamar tidur.

    1. Kutu Kasur

    Dikutip dari Pointe Pest Control, serangga yang identik dengan kamar tidur adalah kutu kasur. Serangga ini biasanya berada di kasur atau dipan tempat tidur. Mereka juga dapat tinggal di wallpaper, koper, gorden, karpet, dan sofa.

    Ruang yang berantakan adalah surga bagi kutu kasur karena mereka perlu tempat bersembunyi buat bertahan hidup. Kutu kasur membutuhkan darah manusia untuk bertelur. Namun, mereka dapat hidup setahun tanpa makanan.

    2. Laba-laba

    Laba-laba kerap terlihat di kamar tidur. Serangga ini tidak terlalu mengganggu, tetapi suka membuat sarang atau bersembunyi di sudut-sudut ruangan. Titik masuk laba-laba biasanya melalui celah dan retakan di sekitar jendela.

    Arakhnida ini mencari kehangatan dan makanan di kamar tidur. Mereka biasanya bersembunyi di dekat jendela, sudut ruangan, atau bawah furniture.

    3. Kecoak

    Terkadang kecoak dapat masuk kamar tidur dan mengganggu ketenangan penghuni. Tak heran, kecoak adalah serangga pembawa penyakit yang sangat kotor.

    Serangga ini senang tinggal di tempat yang lembap dan berantakan. Mereka pun berkembang biak dengan cepat.

    4. Semut

    Dilansir dari M&M Pest Control, semut tak hanya mencari makanan di dapur, tetapi juga di kamar tidur. Semut tertarik masuk kamar tidur kalau ada makanan atau tumpahan makanan. Sebab, sebagian penghuni rumah terkadang makan di dalam kamar, bahkan di atas tempat tidur.

    5. Kutu

    Jika serangga kecil di atas tempat tidur, kemungkinan itu adalah kutu. Serangga ini berakhir di kamar tidur karena terbawa hewan peliharaan yang masuk kamar.

    Kutu adalah serangga kecil tak bersayap yang menghisap darah hewan. Mereka juga bisa menghisap darah manusia sampai meninggalkan sensasi gatal dan bekas merah pada kulit.

    6. Nyamuk

    Berdasarkan Aptive Pest Control, nyamuk merupakan serangga bersayap yang suka menghisap darah manusia. Hal ini membuat kulit manusia bentol-bentol dan gatal pada kulit.

    Serangga ini suka masuk kamar tidur lewat jendela atau pintu yang terbuka. Mereka tertarik dengan karbon dioksida dari pernapasan manusia dan suhu hangat di kamar.

    Itulah serangga kecil yang suka berada di kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Tikus Bisa Masuk Rumah? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Tikus terkadang bisa masuk dan bersarang di dalam rumah. Kehadiran tikus sangat merugikan penghuni rumah sehingga perlu diwaspadai.

    Hewan pengerat ini suka mencuri makanan, merusak barang, dan buang kotoran sembarangan. Tikus juga hewan yang sangat kotor dan dapat membawa penyakit yang mengancam penghuni rumah.

    Oleh karena itu, penghuni perlu menjaga agar tikus tidak masuk ke dalam rumah. Simak apa saja yang menarik tikus buat masuk rumah beserta cara mencegahnya berikut ini, dikutip dari The Pest Master, Senin (28/7/2025).


    Penyebab Tikus Masuk Rumah

    Biasanya tikus menyerang rumah untuk mencari makanan, air, dan tempat berlindung. Nah, rumah dapat menyediakan tiga hal itu sehingga tikus tertarik untuk datang.

    1. Sumber Makanan

    Mereka menyukai rumah yang terdapat sumber makanan yang bisa mereka jangkau. Misalnya ada makanan yang dibiarkan terbuka, wadah yang tidak tertutup rapat, makanan hewan peliharaan, dan sisa buah dan sayuran yang jatuh di pekarangan.

    2. Sumber Air

    Selain itu, tikus juga mencari sumber air yang mudah diakses di rumah. Hewan tersebut tertarik dengan rumah yang memiliki keran yang menetes, mangkuk air hewan peliharaan, atau tempat mandi burung.

    3. Tempat Berlindung

    Hama ini senang tinggal di tempat yang aman dan tenang karena cocok buat mereka bersarang dan berkembang biak. Loteng yang berantakan, rongga dinding, dan tumpukan kotak menyediakan tempat perlindungan bagi tikus.

    Cara Cegah Tikus Masuk Rumah

    Untuk mencegah tikus masuk rumah, penghuni dapat melakukan tips ini.

    1. Tutup Akses Masuk

    Periksa rumah untuk mencari bukaan yang bisa menjadi akses masuk tikus. Tutup lubang dan celah pada bangunan rumah agar tidak dilalui tikus. Pastikan untuk menggunakan penutup yang tidak dapat digerogoti tikus.

    2. Simpan Makanan dan Sampah dengan Benar

    Amankan rumah dari tikus dengan menyimpan makanan dan sampah dengan benar. Caranya dengan menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat dan pastikan tempat sampah memiliki tutup yang rapat. Lalu, segera bersihkan sisa atau tumpahan makanan agar tidak dimakan tikus.

    3. Jaga Kebersihan

    Rumah yang bersih tidak terlalu menarik bagi tikus. Bersihkan dan rapikan rumah, terutama tempat yang berantakan seperti garasi supaya tidak jadi sarang tikus. Pastikan barang-barang tersimpan dengan rapi dan tidak menyentuh lantai.

    4. Rapikan Pekarangan

    Terakhir, rapikan pekarangan dengan memotong ranting pohon dan semak-semak. Sebab, tikus dapat memanjat pohon dan melompat ke atap. Lalu, semak-semak pun bisa menjadi tempat berlindung dan bersembunyi bagi tikus.

    Itulah informasi seputar tikus masuk rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Ampuh Bersihkan Bulu Hewan yang Menempel di Perabotan


    Jakarta

    Memiliki hewan peliharaan berbulu seperti kucing dan anjing tentu sangat menggemaskan. Namun, bulu hewan tersebut sering menempel di perabotan hingga baju.

    Mungkin kamu sudah terbiasa dengan bulu-bulu tersebut. Namun jika ada tamu yang datang dan alergi bulu hewan, tentu hal tersebut bisa berbahaya. Salah satu solusinya adalah dengan menyingkirkan bulu-bulu tersebut.

    Namun, tak semua pemilik hewan tahu bagaimana cara membersihkan bulu yang menempel di baju dan perabotan dengan tepat. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Ampuh Bersihkan Bulu Hewan yang Menempel

    Ada berbagai cara ampuh untuk membersihkan bulu hewan yang menempel di perabotan dan baju. Dilansir situs Home Made Simple dan Walkin Pets, berikut tipsnya:

    1. Tutupi dengan Kain

    Bulu hewan yang menempel di perabotan berukuran besar akan sulit dibersihkan karena benda tersebut harus dibawa keluar rumah. Jika dibersihkan di dalam ruangan maka bulu-bulu tersebut bisa berterbangan dan menempel di perabotan lain.

    Solusinya adalah dengan menutup perabotan tersebut pakai kain khusus. Jadi, kamu tak perlu repot-repot membersihkan benda tersebut karena cukup melepas kain pelindung dan cuci dengan air dan sabun.

    2. Gunakan Rol Pembersih Bulu

    Cara paling mudah untuk membersihkan bulu hewan adalah dengan rol pembersih khusus. Rol ini memiliki lem perekat yang dapat mengangkat bulu-bulu.

    Jika tidak punya rol pembersih, kamu bisa menggunakan lakban. Cara pakainya cukup dengan menempelkan lakban ke area yang banyak ditemukan bulu hewan, setelah itu cabut agar bulu-bulu tersebut ikut terangkat.

    3. Pakai Vacuum Cleaner

    Vacuum cleaner bisa dimanfaatkan untuk mengangkat bulu hewan. Pastikan kamu melakukannya secara perlahan agar bulu hewan dapat terangkat secara menyeluruh. Selain mengangkat bulu, cara ini juga ampuh menyingkirkan debu dan kotoran yang menempel di karpet, kasur, atau sofa.

    4. Sapu dari Arah Berbeda

    Ketika bulu hewan menempel pada bahan yang sulit dibersihkan, coba gosok atau sapu dari dua arah agar bulu dapat terangkat seluruhnya. Misalnya, kamu membersihkan bulu menggunakan sapu lidi, jika disapu ke arah depan tetap ada yang menempel, maka coba sapu ke arah belakang.

    5. Tambahkan Air

    Bulu hewan memiliki massa yang ringan. Jika disapu terkadang tidak ikut terangkat. Untuk mengatasinya kamu dapat menuangkan air pada bagian yang banyak terdapat bulu, kemudian gunakan vacuum cleaner khusus yang dapat menyedot air atau memakai sapu lidi untuk mengangkat bulu tersebut.

    6. Hilangkan Muatan Listrik

    Bulu hewan bisa menempel di karpet karena terdapat muatan listrik. Terkadang menyapunya saja belum ampuh mengangkat seluruh bulu yang menempel.

    Untuk mengatasi muatan listrik tersebut, caranya adalah dengan membuat cairan khusus yang terbuat dari campuran dua sendok makan pelembut pakaian dan segelas air. Setelah itu, masukkan ke dalam botol dan semprotkan ke titik-titik yang terdapat banyak bulu menempel.

    7. Pakai Sarung Tangan Karet

    Sarung tangan karet bisa digunakan untuk mengangkat bulu hewan yang menempel. Caranya adalah dengan menggosok sarung tangan karet ke permukaan apa pun yang menghasilkan energi statis, setelah itu arahkan ke titik-titik yang terdapat bulu hewan.

    Cara lain untuk mengangkat bulu hewan adalah dengan membasahi sarung tangan karet. Sebab, bulu dapat mudah menempel pada karet yang lembap.

    Demikian tujuh cara ampuh bersihkan bulu hewan yang menempel di perabotan dan baju. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Alasan Semut Muncul Lagi di Rumah Meski Sudah Diusir


    Jakarta

    Semut merupakan salah satu serangga yang sering dijumpai di rumah. Hewan ini memang ukurannya kecil, tapi kalau sudah berkumpul dalam jumlah banyak tentu akan merepotkan.

    Sebab, semut dapat menggerogoti makanan yang ada di dapur atau meja makan. Padahal, makanan tersebut masih bisa dikonsumsi di lain waktu. Khusus semut merah, mereka termasuk jenis semut yang suka menggigit dan bisa menyebabkan bentol di kulit.

    Sebenarnya, semut bisa diusir dengan menggunakan obat semprot serangga. Meski begitu, kandungan zat dan baunya dapat membahayakan kesehatan manusia jika dihirup dalam jumlah banyak.


    Solusi lainnya adalah dengan menggunakan bahan alami, seperti cuka putih, garam, atau minyak peppermint. Meskipun sudah diusir, tapi terkadang semut bisa datang lagi ke rumah. Apa penyebabnya?

    Penyebab Semut Muncul Lagi di Rumah

    Dilansir situs Eco Care Pest Control, ada sejumlah faktor yang menyebabkan semut muncul lagi di rumah, yaitu:

    1. Mencari Sumber Makanan

    Faktor yang pertama karena semut ingin mencari sumber makanan. Apabila telah menemukan sumber makanan di rumah, semut tidak akan pergi sampat persediaan telah habis.

    Serangga kecil ini kerap menyerbu makanan manis, sisa makanan di lantai, atau makanan milik hewan peliharaan. Jadi, kalau ada sisa makanan di meja makan atau dapur yang tidak dibersihkan, maka tak heran semut akan datang kembali meski sebelumnya sudah diusir.

    2. Membuat Sarang Baru

    Selain itu, semut juga kerap masuk ke rumah karena ingin membangun sarang baru. Semut akan terlihat berlalu-lalang di dinding atau lantai rumah selama sarangnya masih ada dan tidak dibersihkan.

    Perlu diketahui, semut sangat menyukai kayu yang basah dan lapuk. Apabila hunian kamu sering mengalami kerusakan akibat air atau terdapat atap yang bocor, maka sangat rentan dijadikan sarang oleh semut.

    Cara Mengatasi Sarang Semut dengan Bahan Alami

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kamu dapat mengatasi sarang semut di rumah dengan sejumlah bahan alami. Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut langkah-langkahnya:

    1. Cuka Putih

    • Campur 1 sendok makan cuka putih ke dalam wadah berisi air
    • Tuang larutan cuka ke dalam botol semprot
    • Kocok terlebih dahulu sebelum menyemprotkan cairan ke sarang semut
    • Cairan cuka juga bisa disemprot ke jalur semut sehingga mereka tidak akan melaluinya lagi.

    2. Garam

    • Taburkan garam di sekitar sarang semut dalam jumlah banyak agar efektif mengusirnya
    • Bisa juga membuat semprotan garam dengan mencampur air dan garam, lalu dimasukkan ke dalam botol semprot. Setelah itu, semprotkan ke sarang semut.

    3. Peppermint

    • Campur minyak peppermint dan air
    • Tuang larutan tersebut ke dalam botol semprot
    • Kocok terlebih dahulu sebelum digunakan
    • Semprotkan cairan peppermint ke sarang semut di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Penyebab Lalat Sering Muncul di Rumah dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Lalat merupakan serangga kecil yang dapat mengganggu manusia. Hewan ini memang tidak menggigit, tapi sering hinggap di makanan dan minuman yang kita konsumsi. Masalahnya, lalat dapat membawa kotoran yang bisa menimbulkan berbagai penyakit.

    Sebenarnya membasmi lalat terbilang cukup mudah, yakni bisa menggunakan obat semprotan nyamuk yang dijual bebas. Namun terkadang, lalat masih bisa datang lagi ke rumah meski sebelumnya sudah dibasmi.

    Ada sejumlah penyebab mengapa lalat bisa muncul lagi di rumah. Namun tenang, masalah lalat ini dapat dicegah dengan beberapa cara. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Lalat Sering Muncul di Rumah

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut sejumlah penyebab lalat kerap muncul di rumah:

    1. Ada yang Membusuk di Dalam Rumah

    Lalat merupakan serangga yang memakan bahan organik. Hewan ini kerap mencari makan di dapur, meja makan, tempat sampah, tumpukan kompos, dan air yang menggenang.

    Lalat juga suka hinggap di bangkai hewan. Kalau kamu mencium aroma tak sedap di dalam rumah dan setelah dicari tahu ternyata ada bangkai hewan, maka tak heran jika menemukan banyak lalat beterbangan.

    Serangga kecil ini juga suka hinggap di makanan yang sudah membusuk. Apabila kamu tidak segera membuang sisa makanan yang ada di dapur atau tempat sampah, maka dapat mengundang lalat untuk datang ke rumah.

    2. Suhu Hangat

    Lalat termasuk hewan yang dapat berkembang biak pada suhu hangat, yakni sekitar 24 derajat Celcius atau lebih. Suhu hangat ini dapat membantu larva lalat cepat matang dalam waktu 4-13 hari saja.

    3. Cepatnya Reproduksi

    Secara umum, banyak dari spesies lalat yang mampu bereproduksi dengan cepat. Rata-rata umur seekor lalat adalah 15-30 hari dan bisa menghasilkan hingga 500 telur sepanjang umurnya.

    Lalu, rata-rata proses pertumbuhan telur hingga menjadi lalat dewasa hanya butuh waktu 7-10 hari saja. Bahkan lalat bisa semakin cepat tumbuh jika berkembang biak di suhu hangat.

    Jika kamu menemukan ada lima lalat betina di rumah, mungkin lalat tersebut dapat berkembang biak dan menghasilkan 2.000 ekor lalat dalam waktu kurang dari satu bulan. Wow!

    Cara Mencegah Lalat Berkembang Biak di Rumah

    Ketiga faktor di atas menjadi penyebab utama lalat kerap datang ke rumah. Namun jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya datang lagi. Berikut tipsnya:

    1. Jaga Kebersihan Rumah

    Cara yang paling ampuh adalah dengan selalu menjaga kebersihan rumah. Langkah ini sangat sederhana, yakni:

    • Buang sampah pada tempatnya
    • Segera cuci piring dan gelas setelah dipakai
    • Bersihkan sisa-sisa makanan yang jatuh ke lantai, dapur, atau meja makan
    • Segera buang sampah dapur keluar rumah agar tidak menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap.

    Apabila kamu memiliki hewan peliharaan, segera buang sisa kotoran dan bersihkan tempat untuk BAB-nya agar tidak mengundang lalat. Kamu juga perlu membersihkan tempat makannya agar tetap kering.

    2. Simpan Makanan dengan Baik

    Lalat bisa masuk ke dalam rumah karena menemukan sumber makanan. Jika kamu meletakkan sisa makanan di atas meja, sebaiknya ditutup dengan tisu, piring, atau penutup lainnya agar tidak digerogoti lalat. Bila perlu kamu menyimpan sisa makanan dan minuman ke dalam kulkas.

    3. Tutup Akses Masuk Lalat

    Pada dasarnya lalat hidup di luar ruangan. Serangga ini masuk ke dalam rumah karena ingin mencari makan atau tempat untuk berkembang biak.

    Maka dari itu, cobalah tutup akses masuk lalat dengan cara menutup rapat pintu. Selain itu, kamu juga bisa memasang jaring anti serangga di jendela atau pintu rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com