Tag: pemakaman

  • Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membeli Rumah di Lokasi Strategis



    Jakarta

    Membeli properti untuk dihuni dalam jangka panjang tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam membuat keputusan besar ini, termasuk menentukan lokasi yang strategis. Seberapa penting sih pertimbangan lokasi strategis ini?

    Sebagaimana diketahui, seseorang akan menginvestasikan hidupnya untuk berada di satu lingkungan saat membeli rumah. Untuk itu, penting memilih rumah yang berada di lokasi strategis agar dapat memenuhi beragam kebutuhan hidup dalam jangka panjang.

    Pemilihan lokasi yang strategis pun akan meningkatkan harga nilai properti, jika Anda memiliki kemungkinan menjual atau menyewa di masa depan. Pastinya, pemilihan lokasi yang tepat juga akan menjamin kenyamanan dan kualitas hidup pemilik nantinya.


    Jangan sekadar tergiur harga yang murah, tapi cek dulu ketersediaan fasilitas umum di sekitar lokasi rumah yang akan Anda pilih. Semakin banyak fasilitasnya, semakin strategis pula lokasi rumah yang akan dihuni.

    Adapun sejumlah pertimbangan dalam memilih lokasi strategis biasanya berkaitan dengan lokasi tempat kerja, aksesibilitas transportasi umum, fasilitas umum seperti lembaga pendidikan, layanan kesehatan, sarana olahraga, hingga keamanan dari risiko bencana alam.

    Lantas, bagaimana sih cara memilih lokasi terbaik untuk pembelian properti? Simak tipsnya berikut ini!

    1. Mudah Menjangkau Transportasi Umum

    Kemudahan menjangkau transportasi umum jadi nilai plus saat memilih lokasi strategis dalam membeli properti. Hal ini menawarkan banyak keuntungan, karena Anda bisa bepergian dengan mudah dan hemat naik transportasi umum yang relatif lebih murah. Tips yang satu ini juga bisa jadi pertimbangan jika lokasi kerja atau sekolah Anda jauh dari rumah.

    2. Dekat Fasilitas Umum Penunjang Kehidupan

    Lokasi hunian yang dekat dengan fasilitas umum penunjang kehidupan akan membuat hidup makin mudah dan nyaman. Sebisa mungkin, pastikan properti yang akan kamu beli dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, mal, pasar, dan juga kantor. Dengan hadirnya fasilitas umum yang dekat, Anda tak perlu menghabiskan banyak waktu dan bepergian jauh saat membutuhkan layanan di fasilitas tersebut.

    3. Bukan Lokasi Rawan Bencana

    Bencana memang tak kenal waktu dan tempat, tapi Anda bisa menghindarinya dengan memahami kondisi wilayah calon hunian. Misalnya, kenali daerah-daerah rawan banjir untuk menghindarinya dengan cara bertanya pada warga setempat saat survei atau mencari informasi di internet. Dengan cara ini, kamu bisa terhindar dari rugi berlipat di kemudian hari.

    4. Punya Sumber Air Bersih

    Air bersih jadi kebutuhan dasar yang dibutuhkan sehari-hari, baik untuk mandi, memasak, dan lainnya. Untuk itu, pastikan ketersediaan air bersih saat memilih lokasi properti. Beberapa lokasi yang biasanya dihindari saat mempertimbangkan ketersediaan air bersih yaitu properti di sekitar pemakaman, umumnya masyarakat khawatir dan ketakutan jika sumber air tanah dari sumur yang mereka miliki dangkal jika dekat dengan fasilitas umum seperti pemakaman.

    5. Relatif Aman dari Risiko Kriminalitas

    Terakhir, lokasi strategis juga mesti mempertimbangkan lingkungan yang relatif aman. Terutama dari risiko kriminalitas. Cara ini bisa diatasi dengan memilih properti di kompleks atau klaster yang umumnya memiliki satpam untuk berjaga.

    Untuk Anda yang sudah menemukan lokasi strategis untuk membeli properti, Anda bisa manfaat kan layanan KPR BRI yang bisa jadi solusi dalam memiliki hunian, seperti rumah tinggal, apartemen, ruko/rukan, dan tanah kavling siap bangun baik melalui developer atau non developer di lokasi strategis.

    KPR BRI ini bisa digunakan nasabah untuk pembelian baru, second, top up, renovasi, dan take over bank lain. Anda juga bisa cari alternatif hunian lain di lokasi strategis sekaligus menghitung simulasi KPR BRI dengan mengunjungi Homespot.id.

    (akn/ega)



    Sumber : www.detik.com

  • Menyoal Rumah Dekat Kuburan Susah Laku, Tak Melulu soal Mistis



    Jakarta

    Harga rumah sangat ditentukan pada tanah tempat bangunan tersebut berdiri. Semakin mahal harga tanah, harga rumahnya pun akan semakin tinggi.

    Salah satu trik untuk mendapatkan tanah yang murah tetapi lokasinya masih strategis adalah dengan membeli tanah di dekat pemakaman atau kuburan. Lho nggak salah? Nggak dong.

    Buktinya banyak rumah berdiri di dekat pemakaman umum. Lokasinya strategis bahkan ada yang di tengah perkotaan. Selain itu, peminatnya pun tidak begitu banyak karena masyarakat Indonesia masih menganggap skeptis rumah yang dibangun dekat pemakaman. Oleh karena itu, banyak yang mengira tanah di dekat pemakaman tidak menarik.


    Menurut Pengamat Properti Steve Sudijanto terdapat beberapa alasan tanah di dekat pemakaman tidak menarik. Alasan yang paling mendasar adalah kebudayaan di Indonesia.

    “Budaya di benua Asia itu, graveyard atau kuburan, pemakaman umum itu mengandung superstitious (takhayul). Jadi memang kalau di luar negeri itu (pemakaman) suatu taman yang indah ya. Kalau di sini itu masih belum seindah di luar negeri,” kata Steve saat dihubungi detikProperti, Jumat (20/6/2025).

    Alasan lainnya adalah mengenai kualitas tanah tersebut. Jasad yang telah membusuk akan mengalami penguraian. Konon jasad yang terurai tersebut akan mengotori tanah.

    Padahal menurut CEO Earth Funeral Tom Harries dikutip dari CNN, jaringan manusia yang telah terurai di dalam tanah justru bagus untuk tanah tersebut. Jasad manusia layaknya nutrisi yang baik bagi tanah.

    Alasan ketiga karena dalam feng shui disebut jika membeli rumah di dekat pemakaman justru menghalangi rezeki datang. Feng shui merupakan ajaran kuno dalam budaya China yang mengatur mengenai cara menata ruang agar tercipta keseimbangan energi di lingkungan hidup kita. Feng shui telah dikenal luas dan diadopsi oleh banyak orang dari berbagai etnis.

    “Feng Shui itu salah satu trigger, jadi tolak ukur dari konsumen membeli rumah. Contohnya dari penomoran, penomoran aja itu sudah menjadi suatu pertimbangan. Kedua, kalau di samping pemakaman atau kuburan itu juga sudah suatu pertimbangan karena apa ya, mungkin tidak akan membawa rejeki. Mungkin pamali, kalau malam mungkin ada yang bunyi-bunyi, ada suara-suara gitu ya,” tuturnya.

    Terpisah, Founder & CEO Pinhome Dayu Dara Permata menjelaskan, salah satu alasan tanah di dekat pemakaman enggan dibeli karena akses air bersih. Menurutnya, rumah di dekat kuburan bisa saja memiliki akses air tanah yang kurang bagus. Meskipun saat ini akses PDAM sudah ekspansif, banyak masyarakat yang masih memakai air sumur sebagai tambahan sumber air.

    “Kualitas air, karena meskipun PDAM itu sudah cukup ekspansif ya, artinya ada di mana-mana. Tapi orang Indonesia tidak akan nyaman kalau belum punya sumur sendiri dan ketakutan mereka adalah ketika sumurnya dangkal dan dekat sekali dengan fasum (fasilitas umum) seperti pemakaman,” ujarnya di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Sulitnya menjual rumah di dekat kuburan juga membuat calon pembeli berpikir dua kali untuk membeli properti tersebut. Sebab, bisa saja setelah rumah itu dibeli, ia akan kesulitan untuk menjualnya kembali.

    Selain itu, dilansir dari buku Membangun Rumah Ala orang Jawa karya Asti Musman, disebutkan bahwa tanah yang di sekelilingnya banyak kuburan atau bekas kuburan dianggap kurang baik. Hal itu karena secara psikologis penghuninya akan selalu murung dan berpenyakit. Tanah semacam itu disebut dhandhang kukulangan.

    Di luar hal-hal tersebut, tidak ada salahnya mencoba membeli tanah di dekat pemakaman. Apabila masih ragu, bisa bertanya dahulu dengan pemilik rumah di sekitarnya yang sudah lebih dulu dibangun. Cara yang lebih meyakinkan lagi adalah bertanya kepada ahli lingkungan dan kelurahan setempat mengenai status tanahnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sejarah Masjid Ibrahim di Hebron, Wakaf Islam yang Ingin Dirampas Zionis Israel



    Jakarta

    Ketegangan kembali meningkat di Palestina setelah laporan terbaru menyebutkan rencana Israel untuk mengambil alih Masjid Ibrahimi. Kecaman pun datang dari berbagai pihak untuk menghentikan rencana Israel.

    Masjid Al Ibrahimi merupakan salah satu situs paling suci dalam tradisi Islam, Yahudi, dan Kristen. Masjid yang juga dikenal sebagai Makam Para Leluhur ini menjadi pusat perhatian global karena berisiko mengalami perubahan status historis dan keagamaannya secara sepihak.

    Sejarah Masjid Al Ibrahimi di Hebron

    Dilansir dari laman Hebron Rehabilitation Committee, Masjid Al Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat Palestina, merupakan salah satu situs keagamaan paling bersejarah dan paling tua di dunia yang masih digunakan hingga saat ini. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga merupakan makam keluarga Nabi Ibrahim AS, sosok yang dihormati dalam tiga agama: Islam, Kristen, dan Yahudi.


    Diyakini bahwa di dalam masjid ini terdapat makam Nabi Ibrahim AS, istrinya Siti Sarah, anaknya Nabi Ishaq AS, cucunya Nabi Ya’qub AS, serta istri-istri mereka: Ribka (istri Nabi Ishaq) dan Lea (istri Nabi Ya’qub). Keberadaan makam para nabi ini menjadikan Masjid Al Ibrahimi sebagai situs ziarah yang sangat penting bagi umat Islam, Yahudi, dan Kristen.

    Kesucian situs ini telah menjadi bagian penting dari identitas kota Hebron selama ribuan tahun. Tak heran jika nama Hebron sendiri menjadi terkenal secara global, bahkan digunakan untuk menamai sejumlah tempat di Inggris dan Amerika Serikat.

    Asal Usul Masjid Al Ibrahimi

    Meskipun menjadi salah satu tempat paling suci di dunia, asal-usul pasti dari Masjid Al Ibrahimi masih diliputi misteri. Tidak ada catatan yang secara jelas menyebutkan kapan masjid ini pertama kali dianggap suci. Sejarahnya sebelum era Romawi pun sangat minim diketahui.

    Diperkirakan, tempat pemakaman keluarga Nabi Ibrahim mulai dianggap suci sejak beberapa abad sebelum Masehi. Namun, jarak waktu antara masa hidup Nabi Ibrahim (sekitar abad ke-17 SM) hingga era Romawi yang muncul lebih dari seribu tahun kemudian menyisakan kekosongan catatan sejarah. Reruntuhan di sekitar situs pun tidak memberikan petunjuk konkret mengenai apa yang terjadi di antara periode panjang itu.

    Struktur Bangunan Masjid

    Struktur utama Masjid Al Ibrahimi saat ini merupakan bangunan besar yang mengelilingi sebuah gua berkamar dua, diyakini sebagai tempat dimakamkannya keluarga Nabi Ibrahim. Namun, siapa pembangun awalnya masih menjadi perdebatan panjang.

    Sebagian besar peneliti modern menilai bahwa arsitektur bangunan ini sangat menyerupai gaya Herodian, yaitu gaya bangunan monumental dari masa pemerintahan Raja Herodes (37-4 SM). Namun menariknya, sejarawan Romawi terkenal seperti Josephus tidak pernah menyebutkan situs ini dalam daftar proyek-proyek bangunan Herodes.

    Sebaliknya, beberapa arkeolog seperti Conder, Betzinger, Robinson, Warren, dan Heidet justru berpendapat bahwa struktur ini dibangun jauh sebelum masa Herodes, menambah kompleksitas dan keajaiban sejarahnya.

    Arsitektur Masjid Al Ibrahimi mengundang kekaguman para ahli bangunan hingga hari ini. Dinding luarnya terbuat dari balok-balok batu raksasa, beberapa di antaranya mencapai panjang 7,5 meter dan tinggi 1,4 meter. Batu-batu ini dipahat sangat halus dengan bingkai 10 cm di sekelilingnya, hal ini menandakan teknik pengerjaan yang sangat presisi.

    Struktur asli bangunan adalah persegi panjang tanpa atap setinggi 16 meter, berukuran 59,28 meter x 33,97 meter, dan menghadap ke arah tenggara. Dindingnya sangat tebal, sekitar 2,68 meter, dan terdiri dari dua bagian: bagian bawah menggunakan batu besar polos, sedangkan bagian atas dipenuhi 48 kolom persegi (pilaster) yang memperkuat struktur sekaligus memberikan nilai estetika yang menonjol.

    Ketahanan bangunan ini terhadap gempa bumi merupakan keajaiban tersendiri. Hingga kini, bangunan tidak pernah mengalami kerusakan besar atau runtuh, bahkan belum pernah direstorasi secara besar-besaran karena tetap kokoh secara alami.

    Beberapa bagian dinding atas sempat dilapisi plester tanah liat yang diperkirakan berasal dari masa pemerintahan Ottoman. Lapisan ini kemudian dikupas dalam upaya renovasi terakhir, memperlihatkan kembali keindahan asli batu-batunya.

    Rencana Israel Ambil Alih Masjid Al Ibrahimi

    Dilansir dari The Times of Israel, Otoritas Israel mengumumkan bahwa mereka akan mengambil alih pengelolaan situs suci Makam Para Leluhur (Cave of the Patriarchs), yang dalam tradisi Islam dikenal sebagai Masjid Ibrahimi, guna melaksanakan proyek konstruksi di dalam kompleks tersebut. Keputusan ini memicu kecemasan dan kecaman luas karena menyangkut salah satu situs keagamaan paling sensitif di Tepi Barat yang dihormati oleh umat Islam dan Yahudi.

    Langkah ini diumumkan oleh Administrasi Sipil, cabang Koordinator Urusan Pemerintahan di Wilayah (COGAT) Kementerian Pertahanan Israel yang menangani hubungan administratif dengan Palestina. Dalam keterangannya, mereka menyebutkan bahwa pemerintah Israel telah menyetujui proses yang memungkinkan pembangunan kanopi di halaman kompleks Masjid Al Ibrahimi. Kanopi ini, menurut Israel, ditujukan untuk memberi naungan bagi para jamaah yang beribadah di tempat tersebut, baik dari kalangan Yahudi maupun Muslim.

    “Proses birokrasi sedang berada dalam tahap lanjutan,” ujar perwakilan Administrasi Sipil. Mereka mengklaim bahwa proyek ini dimaksudkan untuk kenyamanan semua kelompok yang berdoa di lokasi tersebut.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Innalillahi, Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali Meninggal Dunia



    Jakarta

    Kabar duka kembali menyelimuti Tanah Air. Mantan Menteri Agama Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si., berpulang ke Rahmatullah pada hari ini, Kamis (31/7/2025), pukul 04.25 WIB.

    Kabar tersebut dibenarkan oleh Staf Khusus Menteri Agama Nasaruddin Umar, Astri Nasution.

    “iya benar,” kata Astri kepada detikHikmah, Kamis (31/7/2025).


    Kabar duka ini awalnya beredar di WhatsApp. Almarhum menghembuskan napas terakhir di RS Mayapada Kuningan, Jakarta Selatan.

    Dalam pesan yang beredar dikatakan, jenazah Suryadharma Ali akan disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jl. Cipinang Cempedak I No.30, Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur.

    Mendiang rencananya akan dimakamkan di Pondok Pesantren Miftahul’Ulum, Jl. KH. Ahmad, Kp. Mariuk, Rt 002/008, Ds Gandasari, Kec. Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan setelah waktu Zuhur.

    Saksikan Live DetikPagi:

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Meninggal di Tanah Suci, Apakah Bisa Dibawa Pulang?



    Jakarta

    Menurut Data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Rabu (10/07) pukul 10.57 WIB mencatat ada 405 jemaah wafat, namun baru tersedia 404 identitas jemaah yang dipublikasi dalam sistem.

    Lalu bagaimana prosedur pengurusan jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci?

    Prosedur pengurusan jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci perlu melalui beberapa tahapan. Berikut beberapa prosedur yang detikHikmah himpun dalam laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) (20/06):

    1. Melapor dan memeriksa informasi jenazah

    Pertama yang harus dilakukan ketika ada jemaah yang wafat di Tanah Suci adalah melapor kepada ketua kloter atau muthawwif. Kemudian periksa berita kematian jemaah haji apakah sumbernya valid atau tidak.


    Karena sumber berita kematian jemaah haji harus diterima dari tenaga kesehatan haji (TKH) di kelompok terbang (kloter) yang terdiri dari dokter dan perawat.

    Jadi ketika ada kematian, informasi harus lengkap. Mulai dari kronologi yang menerangkan waktu, tempat dan juga termasuk riwayat penyakit yang diderita.

    2. Segera membuat Certificate of Death (COD)

    Setelah petugas mengetahui informasi lengkap jemaah yang wafat. Petugas harus segera membuat Certificate of Death (COD) yaitu sertifikat formulir yang menjelaskan sebab wafat dari jemaah.

    Dokter kloter nantinya akan berkonsultasi dengan dokter spesialis yang ada di KKHI untuk mengisi COD. Sehingga isian dari COD tersebut sebagai bukti penyebab wafat dari jemaah haji tersebut bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

    3. Proses pemakaman

    Setelah mendapatkan informasi kematian, petugas langsung mengurus surat dari RS Arab Saudi. Hal ini dikarenakan jemaah haji yang wafat akan diotopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

    Untuk pengurusan jenazah seperti memandikan, mengkafani hingga menguburkan dilakukan oleh yayasan-yayasan swasta di Arab Saudi dan sifatnya gratis.

    Pihak maktab juga memberikan kesempatan jenazah untuk disalati di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi jika ada permintaan dari pihak keluarga jemaah yang wafat tersebut. Mereka juga membolehkan pihak keluarga yang mendampingi untuk ikut salat ataupun mengikuti proses pemakaman.

    Jemaah Wafat di Tanah Suci Tidak Dipulangkan ke Negaranya

    Jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci tidak diizinkan untuk dibawa pulang ke negaranya. Sejauh ini juga belum pernah ada pemulangan jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci ke tempat asal negaranya.

    “Urusan pemulangan jenazah ke Indonesia sangat sulit, sehingga jemaah haji yang sudah wafat di sini itu oleh pemerintah Arab Saudi tidak diizinkan untuk dibawa pulang ke Tanah Air,” kata Abdul Hafiz, anggota tim Surveilans PPI Arab Saudi, seperti dilansir situs BPK.

    Dalam Islam, seseorang yang wafat harus segera dikuburkan. Pemakaman yang dilakukan maktab tentunya sudah memenuhi syariat Islam sehingga jemaah dan keluarga tidak perlu khawatir.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kode Warna di Setiap Akses Pintu Keluar Masjid Nabawi, Bantu Navigasi Jemaah


    Madinah

    Masjid Nabawi memiliki 69 gerbang yang masing-masing diberi warna dan angka untuk memudahkan pergerakan para jemaah yang mengunjunginya.

    Mengutip Gulf News (23/11/2024) Otoritas Umum untuk Perawatan Dua Masjid Suci di Arab Saudi menjelaskan bahwa setiap pintu keluar diberi warna khusus untuk membantu jemaah menavigasi masjid dan dengan mudah mencapai akomodasi mereka setelah melakukan salat dan berziarah ke makam Rasulullah.

    Sebagai upaya tambahan untuk membantu jemaah agar fokus pada ibadah mereka, pihak berwenang telah mendirikan pusat penitipan anak di halaman masjid. Pusat ini beroperasi setiap hari dari pukul 5 pagi hingga 11 malam waktu Arab Saudi di bawah pengawasan spesialis.


    “Pusat Keramahtamahan Anak-anak di halaman Masjid Nabawi menyediakan tempat yang aman dan menghibur dengan konten budaya, yang memungkinkan orang tua menikmati saat-saat beribadah dengan tenang,” Tawfik Rabiah selaku Menteri Haji Saudi dalam pernyataannya di X.

    Dalam laman Himpuh dijelaskan beberapa warna dan kode gerbang di pintu Masjid Nabawi:

    1. Gerbang Warna Ungu (309)

    Gate atau pintu ini terletak di arah timur laut, di sebelah kanan hadapan imam. Ini adalah satu-satunya gerbang yang berwarna ungu dan dekat dengan Masjid Ghamamah dan Masjid Abu Bakar.

    2. Gerbang Warna Orange (310-326)

    Gerbang ini terletak di sisi timur, di samping kanan masjid. Gerbang ini mengarah ke Pasar Bilal dan Taman Saqifah Bani Saidah

    3. Gerbang Warna Merah (328-338)

    Gerbang ini terletak di sisi selatan, tepat di bagian belakang masjid, mengarah ke pertokoan, pusat perbelanjaan, dan perhotelan. Banyak di antaranya sering diinapi oleh jemaah asal Indonesia.

    4. Gerbang Warna Biru (340-364)

    Berlokasi di sisi barat, di sebelah kiri imam. Gerbang ini berdekatan dengan area pemakaman Baqi’ atau Jannatul Baqi’, tempat para jemaah bisa berziarah ke makam keluarga dan sahabat Nabi Muhammad SAW.

    Area ini juga biasanya dijadikan tempat berkumpul jemaah Indonesia yang akan memasuki Raudhah dengan tasreh yang sudah disediakan Petugas Haji seksus Nabawi.

    5. Gerbang Warna Hijau (301-308, 365-369)

    Terletak di sisi utara, dekat dengan makam Rasulullah SAW. Gerbang ini sering digunakan oleh jemaah yang ingin berziarah ke makam Nabi SAW.

    Pada tahun 2023, lebih dari 280 juta muslim beribadah di Masjid Nabawi, yang merupakan tempat Al Rawda Al Sherifa (Raudhah), tempat makam Nabi Muhammad SAW.

    Setelah melaksanakan umrah, atau ziarah kecil, di Masjidil Haram di Makkah, banyak jemaah melanjutkan perjalanan mereka ke Madinah untuk beribadah di Masjid Nabawi.

    Menurut data Saudi terkini, lebih dari 10 juta Muslim telah beribadah di Al Rawda Al Sherifa (Raudhah) sepanjang tahun ini, menandai peningkatan sebesar 26% dibandingkan tahun lalu.

    (lus/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Masuk Kuburan Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Nabi Muhammad SAW mengajarkan umat Islam untuk berziarah kubur agar selalu ingat kepada kematian. Dengan demikian, seseorang akan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan tidak mencintai dunia terlalu berlebihan.

    Anjuran untuk melakukan ziarah kubur telah disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya yang berbunyi,

    إني كُنتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُوْ رِأَلا فُوْرُوهَا فَإِنَّهَا تَذَكَّر كم الآخرة


    Artinya: “Sesungguhnya aku pernah melarang kalian untuk menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah kuburan, sebab ziarah kubur itu akan mengingatkan kamu pada hari akhirat.” (HR Muslim)

    Sesuai dengan hadits tersebut, pada awalnya Rasulullah SAW melarang umatnya untuk berziarah kubur, sebagaimana dijelaskan oleh Chyntia Tulusiawati dalam buku Fikih.

    Rasulullah SAW takut apabila diperbolehkan untuk berziarah kubur, umat Islam yang masih lemah imannya akan kembali menyembah kubur. Namun ketika keimanan mereka sudah tebal, maka beliau membolehkannya dan malah menganjurkannya.

    Doa Masuk Kuburan dan Adabnya

    Doa masuk kuburan disunahkan untuk diucapkan ketika seorang muslim hendak masuk ke area kuburan sebagai bentuk penghormatan terhadap jenazah yang dikubur. Dikutip dari buku Pintar 50 Adab Islam oleh Arfiani, adab berziarah di antaranya sebagai berikut.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدَّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاحِقُونَ، أَنْتُمْ لَن فَرَطٌ ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعْ أَسْأَلُ الله الْعَافِيةَ لَنَا وَلَكُمْ

    Arab latin: Assalaamu ‘alaikum ahlad-diyaari minal mukminiina wal muslimiina wa innaa insyaa-allahu bikum laa hikuun, antum lana farat, wa nahnu lakum taba’un asalullaahal ‘afyata lanaa wa lakum

    Artinya: Keselamatan kepada penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin, kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian semua. (HR Muslim)

    Dalam arsip detikHikmah, disebutkan ada contoh bacaan lain untuk doa ketika masuk kuburan, yakni:

    السَّلَامُ علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ

    Arab latin: Assalaamu ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa yarhamullahu almustaqdimiina minna wal musta’khiriina wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun

    Artinya: “Salam atas penghuni pemukiman yang terdiri dari orang-orang mukminin dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang belakangan. Sungguh kami insya Allah benar-benar akan menyusul kamu.” (HR Muslim)

    Dalam riwayat lain dari Buraidah bin Al-Hashib RA, ia berkata, “Apabila Rasulullah mendatangi pemakaman, maka beliau membaca:

    السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ، أسألُ اللَّهَ لنا ولَكم العافيةَ

    Arab latin: Assalaamu ‘alaykum ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun wa asalu Allahu lanaa wa lakumul ‘aafiyah

    Artinya: “Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum mukminin dan kaum muslimin, dan sungguh kami Insya Alla benar-benar akan menyusul kamu. Aku mohon kepada Allah untuk kami dan kamu afiat.” (HR An-Nasa’i)

    Dalam berziarah kubur, tentunya terdapat adab yang perlu dipatuhi oleh para peziarah. Berikut di antaranya beberapa adab berziarah kubur.

    1. Tidak Memakai Alas Kaki

    Saat berziarah disunahkan oleh Rasulullah SAW untuk melepas alas kaki yang dipakai untuk menghormati para penghuni kubur. Namun hal ini dapat menyesuaikan dengan kondisi tanah kuburan, jadi apabila tanah perkuburan panas, basah, dan sebagainya, maka diperbolehkan untuk dipakai alas kakinya.

    2. Membaca Surah Pendek

    Adab selanjutnya adalah membaca surah pendek saat berziarah. Tujuannya agar si pembaca bisa mendapat pahala, sedangkan jenazah akan mendapatkan rahmat-Nya.

    3. Mendoakan Mayat

    Rasulullah SAW menziarahi kuburan sahabatnya untuk mendoakan mereka dan memohon ampun untuk mereka. Namun dengan syarat, jenazah bukanlah orang musyrik maupun kafir.

    Ketika mendoakan jenazah, kita tidak diperbolehkan untuk menghadap kuburan, melainkan menghadap kiblat sebagaimana ketika salat.

    4. Tidak Menangis Berlebihan

    Ketika di kuburan dan merasa sedih, kita diperbolehkan untuk menangis karena itu wajar. Namun, Rasulullah SAW melarang seseorang untuk menangis yang berlebihan sampai meratap, meraung-raung, menangis sampai merobek baju, menampar pipi, dan sebagainya.

    5. Tidak Menduduki Kuburan

    Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur.” (HR Muslim)

    Lebih baik duduk di samping-samping kubur, atau di sekitaran kubur selama tidak berada di atasnya.

    6. Menyiramkan Air di Atas Kuburan

    Menyiramkan air di atas kuburan diperbolehkan oleh Rasulullah SAW, sesuai haditsnya yang berbunyi, “Sesungguhnya Rasulullah SAW menyiram (air) di atas kubur Ibrahim, anaknya, dan meletakkan kerikil di atasnya.” (HR Abu Daud)

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menabur Bunga di Makam, Bisa Diamalkan saat Ziarah



    Jakarta

    Ziarah makam adalah salah satu sunnah yang bisa dikerjakan seorang muslim. Selain mendoakan ahli kubur, biasanya ziarah juga disertai dengan menabur bunga di atas makam.

    Memanjatkan banyak doa untuk jenazah di dalam makam bertujuan agar mereka mendapat rahmat dari Allah SWT.

    Menaburkan bunga di makam sebenarnya bukanlah sebuah anjuran. Melansir laman NU Online, tabur bunga dalam Islam didasarkan pada riwayat sahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah meletakkan dahan yang masih basah di atas kuburan. Tindakan Rasulullah ini dimaknai sebagai cara untuk meringankan siksa kubur penghuni makam.


    Secara khusus, tidak ada dalil yang menganjurkan untuk menabur bunga di makam namun tidak ada juga ulama yang melarang hal ini. Ketika menaburkan bunga di makam, seorang muslim bisa membaca doa ziarah.

    Bacaan Doa Ziarah Makam

    Ketika hendak memasuki area pemakaman, seorang muslim dituntunkan untuk membaca salam kepada penghuni kubur terlebih dahulu, jelas Buku Pintar 50 Adab oleh Arfiani.

    Berikut bacaan doa salam di makam yang bisa diamalkan.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدَّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاحِقُونَ، أَنْتُمْ لَن فَرَطٌ ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعْ أَسْأَلُ الله الْعَافِيةَ لَنَا وَلَكُمْ

    Arab-latin: assalaamu ‘alaikum ahlad-diyaari minal mukminiina wal muslimiina wa innaa insyaa-allahu bikum laa hikuun, antum lana farat, wa nahnu lakum taba’un asalullaahal ‘afyata lanaa wa lakum

    Artinya: Keselamatan kepada penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin, kami insyaAllah akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian semua (HR Muslim)

    Untuk mendoakan jenazah yang di dalam kubur agar diampuni oleh Allah SWT, doa sahih yang bisa dipanjatkan adalah sebagaimana diambil dari arsip detikhikmah berikut ini.

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

    Arab-latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim).

    Hukum Menabur Bunga di Makam

    Menabur bunga di makam seolah sudah menjadi kebiasaan yang lumrah dilakukan masyarakat di Indonesia. Sebenarnya yang menjadi sunnah adalah meletakkan dahan atau pohon yang masih dapat bertumbuh.

    “Dalilnya adalah riwayat dalam hadis sahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah meletakkan dahan hijau yang segar setelah membelahnya menjadi dua bagian di atas dua makam yang ahli kuburnya sedang disiksa. Tujuan peletakan dahan basah ini adalah meringankan siksa keduanya, selagi kedua dahan itu belum kering, yaitu diringankan keduanya dengan berkah tasbih kedua dahan tersebut. Pasalnya, tasbih dahan basah lebih sempurna daripada tasbih dahan kering karena hijau segar mengandung daya hidup.” (Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, [Beirut, Darul Fikr: tt], cetakan keempat, juz II, halaman 672).

    Atas dasar riwayat sahih ini, maka para ulama fikih menyebutkan bahwa:

    يُسنّ وضْع الْجريد الاخضَر علَى القبْر وكَذا الرّيْحان ونحْوه مِن الشّيء الرّطب

    “Disunahkan meletakkan dahan pohon yang masih hijau segar di atas kuburan. Demikian pula hal-hal yang mengandung aroma yang sedap atau serupa dari zat yang basah segar.” (As-Syarbini, Al-Iqna’ pada Hamisy Tuhfatul Habib, (Beirut, Darul Kutub al Islamiyah: 1996 M/1417 H).

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Masuk Area Pemakaman Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Seorang muslim hendaknya membaca doa ketika masuk area pemakaman. Ada beberapa doa yang bisa dibaca sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

    Anjuran untuk membaca doa ketika masuk area pemakaman bersandar pada hadits yang berasal dari Buraidah RA, ia berkata,

    “Nabi SAW mengajarkan kepada mereka berziarah ke kubur supaya mengucapkan, ‘Semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, hai para penghuni perkampungan kaum Mukminin dan Muslimin. Sesungguhnya kami insya Allah menyusul kalian. Aku memohon afiyah kepada Allah untuk kami dan untuk kalian.” (HR Muslim)


    Imam Muslim mengeluarkan riwayat tersebut dalam kitab Jenazah. Hadits ini turut dinukil Imam an-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin.

    Doa Masuk Area Pemakaman

    Dikutip dari buku Kelengkapan Tarikh Muhammad Jilid 6 karya Moenawar Chalil, berikut doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika masuk area pemakaman:

    • Diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dari Ibnu Mas’ud RA, “Apabila masuk ke pemakaman, Rasulullah SAW mengucapkan,

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَيَّتُهَا الأَرْوَاحُ الْقَانِيَةُ. وَالأَبْدَانُ الْبَالِيَةُ وَالْعِظَامُ النَّخِرَةُ الَّتِى خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِاللَّهِ مُؤْمِنَةٌ. أَللهُمَّ أَدْخِلْ عَلَيْهِمْ رَوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنا

    Bacaan latin: Assalamu’alaikum ayyatuhaal ‘arwaahul qaaniyat. Wal abdaanul baaliyatu wal’ithomunnakhiratul ti kharajat minaddunyaa wa hiyabillahi mu’minat. Allahumma adkhil ‘alaihim rawkhaan minka wa salaaman minna.

    Artinya: “Kesejahteraan semoga dilimpahkan atas kamu, hai semua roh yang rusak tubuhnya dan badan-badan yang busuk serta tulang-tulang yang hancur, yang telah keluar dari dunia, padahal ia beriman kepada Allah. Ya Allah, masukkanlah kepada mereka itu kelapangan dari Engkau dan kesejahteraan dari kami.”

    • Ibnus Sunni meriwayatkan bahwa Abu Hurairah RA berkata, “Rasulullah jika berjalan melalui pemakaman, beliau mengucapkan,

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ كَانَ رَسُولُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّالِحَاتِ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُوْنَ

    Bacaan latin: Assalaamu’alaikum ahladdiyari mina kaana rasuulul mu’miniina wal mu’minaati wal muslimina wal muslimaati wassholihiina wassholihaat, wa inna insyaa allahu bikum laa khiquun

    Artinya: “Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kamu, hai para ahli kubur yang beriman laki-laki dan wanita, yang Islam laki-laki dan wanita, dan yang saleh laki-laki dan wanita. Sesungguhnya kami jika dikehendaki oleh Allah akan menyusul kamu.”

    • Ibnu Abbas RA berkata dalam riwayat At Tirmidzi, “Rasulullah SAW pernah berjalan melalui kuburan di Madinah. Beliau menghadapkan mukanya kepada mereka (ahli kubur), lalu beliau mengucapkan,

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُورِ، يَغْفِرُ الله لَنَا وَلَكُمْ ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالأَثَرِ

    Bacaan latin: Assalaamu’alaikum yaa ahlal qubuur, yaghfirullahu lanaa walakum, antum salafnaa wa nakhnu bil ‘atsari

    Artinya: “Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kamu, wahai ahli kubur. Mudah-mudahan Allah mengampuni kami dan kamu. Kamu mendahului kami dan kami menyusul kamu di belakang.”

    Adab Ziarah Kubur

    Ada beberapa adab dalam ziarah kubur. Disebutkan dalam buku Panduan Fardu Kifayah Beserta Doa karya Sopian Riduan, berikut tujuh adab ziarah kubur menurut Islam.

    Sangat dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum pergi berziarah dan menyucikan niat dalam menjalankan ziarah kubur.

    • Mengucapkan doa ketika masuk area pemakaman

    Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya untuk mengucapkan doa ketika masuk area pemakaman. Seseorang dapat membaca salah satu doa ketika masuk area pemakaman di atas.

    • Menghadap ke arah kiblat saat berdoa untuk almarhum dan berdzikir

    Ketika berdoa dan berdzikir untuk almarhum, seseorang hendaknya mengarah ke kiblat.

    Doa ziarah yang dapat dibaca yaitu,

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ

    Bacaan latin: Assalaamu’alaikum ahladdiyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa insyaa allahu bikum laahiquun, as’alullahal ‘aafiyata lanaa wa lakum.

    Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah SWT merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

    • Berdoa untuk almarhum kepada Allah SWT

    Setelah berdoa untuk almarhum kepada Allah SWT, umat muslim sangat dianjurkan untuk membaca surah Al Fatihah.

    Setelah membaca Al Fatihah, hendaknya membaca ayat-ayat pendek seperti surah Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas.

    • Tidak duduk atau menginjak bagian atas kuburan

    Dalam sebuah hadits berkata bahwa, “Janganlah kalian salat (berdoa) kepada kuburan, dan janganlah kalian duduk di atasnya.” (HR Muslim)

    • Tidak melakukan hal yang berlebihan

    Contoh dari tidak melakukan hal yang berlebihan yaitu menjadikan makam menjadi masjid, mencium batu nisan, atau menangis sambil meratapi makam di depannya.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ziarah Kuburan Sesuai Sunnah Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Ziara kubur merupakan kegiatan yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Dalam pelaksanaannya, muslim bisa membaca doa-doa ziarah kubur sesuai sunnah.

    Kesunnahan ziarah kubur bersandar pada sabda Rasulullah SAW,

    “Sengguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka (sekarang) berziarah lah karena akan bisa mengingatkan kalian kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian.” (HR Muslim)


    Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunnah

    Mengutip buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya H. Hamdan Hamedan, MA, berikut bacaan doa ziarah kubur sesuai sunnah dalam tulisan Arab, latin, dan artinya.

    Doa Ziarah Kubur 1

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ.

    Arab-latin: Assalaamu ‘alaikum ahlad diyaari minal mukminiina wal muslimiina wa innaa insyaa Allaahu la-laahiquuna as alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah.

    Artinya: “Semoga keselamatan tercurah bagi penghuni (kubur) dari kalangan mukmin dan muslim dan kami insyaallah akan menyusul kalian semua. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian.” (HR Muslim)

    Doa Ziarah Kubur 2

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا حَضْرَةَ الْمَرْحُوْمِ … وَيَا أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ وَأَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعُ نَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ أَللَّهُمَّ رَبَّ الْأَرْوَاحِ الْفَانِيَةِ وَالْأَجْسَامِ الْبَالِيَةِ وَالْعِظَامِ النَّخِرَةِ الَّتِي خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِكَ مُؤْمِنَةً اَدْخِلْ عَلَيْهَا رُوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنَّا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيُّ لَا يَمُوْتُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

    Artinya: Assalamu ‘alaikum yaa hadratal marhum… wa yaa ahlad diyaari minal mu’miniina wal mu’minaati wal muslimiina wal musli- maati wa innaa insyaa Allahu bikum laahiquuna wa antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un. Nasalullaahal ‘afiyata lanaa wa lakum. Allaahumma rabbal arwaahil faaniyati wal ajsaamil baaliyati wal ‘izhaamin nakhiratil-latii kharajat minad dunyaa wa hiya bika mu’minatun adkhil ‘alaihaa ruuhan minka wa salaaman minnaa laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika- lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu bi-yadikal khair, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: “Semoga keselamatan bagimu, ke haribaan almarhum, dan keharibaan seluruh penghuni rumah-rumah (kuburan-kuburan), dari golongan orang laki-laki dan perempuan yang beriman dan golongan laki-laki dan perempuan yang beragama Islam. Sesungguhnya kami-jika Allah berkehendak akan bertemu kalian. Kalian mendahului kami, dan kami akan menyusul kalian, kami memohon kesehatan kepada Allah untuk kami dan kalian. Wahai Pemilik roh-roh yang hancur, dan jasad-jasad yang remuk, serta tulang-belulang yang tergerogoti yang keluar meninggalkan dunia dalam keadaan beriman kepada-Mu. Berikanlah mereka ketenangan dan berikanlah kami keselamatan. Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan dan puji-pujian milik-Nya, Dia Maha Menghidupkan dan Mematikan, segala kebaikan berada dalam kekuasaan-Nya, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    Doa Ziarah Kubur Versi 3

    Mengutip buku Surat Yaasiin & Tahlil karya Murodh Nurikhsan, terdapat bacaan doa ziarah kubur yang bisa dibacakan saat berkunjung ke kuburan.

    السّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ والمسلِمَاتِ وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ الله بِكُمْ لاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَة أَنتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لكُمْ تَبَعُ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُمْ وَلَا تَضِلَّنَا بَعْدَهُمْ .

    Arab-latin: Assalamualaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal mu’minaat, wal muslimiina wal muslimaat, wa yarhamullaahul mustaqdimiina minkum wal mustaʼkhiriina wa inna insyaa Allaahu bikum laahiquuna, as-alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyata, antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un. Allaahumma laa tahrimnaa ajrahum wa laa tudhillanaa ba’dahum.

    Artinya: “Keselamatan semoga atas saudara-saudara semua wahai ahli (penghuni) perumahan kubur dari golongan orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan dan yang beragama Islam baik laki-laki maupun perempuan, semoga Allah memberikan rahmat orang-orang yang meninggal terdahulu dan terbelakang dan sesungguhnya kami insyaallah pasti akan menyusul saudara-saudara. Aku mohon kepada Allah keselamatan untuk kami (yang hidup) dan untuk saudara-saudara kalian telah mendahului kami dan kami pasti akan mengikuti kalian. Ya Allah, janganlah Engkau menghalang-halangi pahala mereka pada kami dan jangan pula Engkau menyesatkan kami sepeninggal mereka.”

    Adab Ziarah Kubur

    Mengutip buku Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani, ada adab-adab yang perlu diperhatikan saat melakukan ziarah kubur, di ataranya yaitu:

    1. Mengucapkan Salam

    Disunnahkan bagi peziarah untuk mengucapkan salam kepada penghuni kuburan muslim. Rasulullah SAW pernah mengucapkan salam dengan bacaan berikut,

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَا حِقُونَ، أَنْتُمْ لَنَ فَرَطٌ ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعْ أَسْأَلُ اللَّهِ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ

    Artinya: “Keselamatan kepada penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin, kami insyaallah akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian semua.” (HR Muslim)

    2. Tidak Memakai Sandal di Pekuburan

    Saat berziarah, hendaknya tak memakai alas kaki saat berjalan di atas pekuburan. Hal ini untuk menghormati penghuni kuburan. Rasulullah SAW bersabda,

    يَا صَاحِبَ السَّبْتِيَتَيْنِ وَيْحَكَ أَلْقِ سِبْتِيَتَيْكَ فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا

    Artinya: “Wahai orang yang memakai sendal, celaka engkau, lepaslah sandal- mu! Lalu orang itu melihat, dan tatkala dia mengetahui (bahwa yang menegurnya adalah) Rasulullah SAW maka dia melepas dan melempar sandalnya.” (HR Abu Dawud)

    Namun, jika pekuburan itu bertanah panas, basah, dan sebagainya, boleh saja memakai sandal.

    3. Membaca Surat Pendek

    Membaca surat pendek bagi yang hadir mendapat pahala, sedangkan bagi mayat akan mendapatkan rahmat.

    4. Mendoakan Mayat

    Rasulullah SAW mendatangi kuburan sahabat-sahabatnya bertujuan mendoakan dan memohon ampun untuk mereka.

    5. Boleh Menangis, tetapi Tidak Berlebihan

    Menangis dalam batas wajar diperbolehkan, karena Rasulullah SAW menangis ketika menziarahi kuburan ibunya.

    Tata Cara Ziarah Kubur

    Dijelaskan dalam buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, tata cara ziarah kubur perlu memperhatikan sejumlah hal.

    Seorang penziarah yang sudah sampai di kuburan hendaknya menghadap ke mayat, lalu mengucapkan salam dan berdoa untuknya, seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits di bawah ini.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ أَنْتُمْ فَرَطْنَا وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ وَنَسْأَلُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ.

    Artinya: “(Salam sejahtera bagi kalian wahai penghuni kubur dari kalangan kaum Mukminin dan Muslimin, sesungguhnya kami insyaallah akan berjumpра dengan kalian. Kalian telah meninggalkan kami, dan kami akan menyusul kalian. Dan kami memohon kepada Allah untuk memberi keselamatan kepada diri kami dan kalian.” (HR Muslim dan lainnya)

    Waktu Ziarah Kubur

    Menurut penjelasan dalam buku Mari Ziarah Kubur karya Abdurrahman Misno BP, tidak ada waktu khusus untuk berziarah. Berziarah boleh dilakukan kapan saja, pagi, siang, dan malam.

    Rasulullah SAW pernah berziarah pada waktu malam hari, seperti hadits di bawah ini.

    عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَأَرْسَلْتُ بَرِيرَةً فِي أَثَرِهِ لِتَنْظُرَ أَيْنَ ذَهَبَ قَالَتْ فَسَلَكَ نَحْوَ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ فَوَقَفَ فِي أَدْنَى الْبَقِيعِ ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ ثُمَّ انْصَرَفَ فَرَجَعَتْ إِلَيَّ بَرِيرَةُ فَأَخْبَرَتْنِي فَلَمَّا أَصْبَحْتُ سَأَلْتُهُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ خَرَجْتَ اللَّيْلَةَ قَالَ بُعِثْتُ إِلَى أَهْلِ الْبَقِيعِ لِأُصَلِّيَ عَلَيْهِمْ

    Artinya: Dari Aisyah RA ia berkata, “Suatu malam Rasulullah keluar, maka aku mengutus Barirah di belakangnya untuk melihat ke mana beliau pergi. Barirah berkata ‘Rasulullah berjalan ke Baqi al-Gharqad, beliau berhenti di bawah al-Baqi, kemudian mengangkat kedua tangannya, lalu pulang. Maka Barirah kembali kepadaku. Setelah tiba waktu pagi, aku bertanya kepada beliau: ‘Ya Rasulullah, keluar ke mana Anda semalam?’ Beliau menjawab ‘Aku telah diutus ke al-Baqi’ untuk mendoakan mereka’.” (HR Ahmad dan an-Nasa’i)

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com