Tag: pemanas air

  • Pakai Gas Atau Listrik? Begini Langkah Pilih Water Heater yang Tepat


    Jakarta

    Water Heater alias penghangat air adalah salah satu alat yang penting untuk ada di kamar mandi terutama saat cuaca sedang dingin. Tugas utama water heater adalah untuk menghangatkan air di rumah kamu. Seperti saat kamu ingin mandi air panas atau mencuci pakaian, alat yang tampaknya sederhana ini akan menyuplai air dingin dari saluran listrik dan kemudian memanaskannya.

    Secara fisik, pemanas air ini berbentuk silinder sederhana, dan dilengkapi dengan elemen pemanas yang ditenagai oleh bahan bakar atau listrik. Jenis bahan bakarnya dapat bervariasi tergantung pada modelnya. Dari banyaknya model dan jenis water heater, yang paling umum digunakan di Indonesia adalah water heater elektrik yang menggunakan tenaga listrik dan water heater yang menggunakan gas.

    Dua jenis water heater ini memiliki kekurangan dan kelebihannya masing masing. Mengutip dari laman Forbes Home, inilah beberapa aspek yang bisa kamu jadikan pertimbangan sebelum membeli water heater. Yuk simak lebih lanjut supaya kamu bisa memilih water heater yang paling sesuai untuk kebutuhan rumah kamu!


    Water heater elektrik adalah alat yang menggunakan batang pemanas listrik tinggi untuk memanaskan air di dalam tangki. Batang pemanas ini terletak di bagian dalam tangki dan mengalir secara vertikal. Proses pemanasan dimulai dari tengah tangki dan air kemudian dipancarkan ke luar.

    Sedangkan, water heater gas bekerja dengan mengalirkan gas dari tabung LPG ke ruang bakar. Gas tersebut dibakar untuk memanaskan pipa yang dikelilingi oleh air dingin. Ketika air melewati pipa-pipa panas ini, ia menjadi air panas yang kemudian dialirkan ke keran dan radiator menggunakan pompa.

    Instalasi Water Heater

    Ketika kamu ingin memasang water heater, baik elektrik maupun gas, perlu mendapatkan izin dan dilakukan inspeksi terlebih dahulu. Pemasangan water heater elektrik biasanya lebih mudah karena listrik sudah tersedia di hampir semua rumah. Namun, untuk water heater gas tukang ledeng perlu membuat sambungan gas yang sesuai, sehingga pemasangannya akan lebih sulit.

    Keamanan Water Heater

    Dalam hal keamanan, water heater elektrik dianggap lebih aman karena tidak menggunakan saluran gas, burner, atau lampu pilot. Pemasangan water heater elektrik membutuhkan sambungan listrik 240 volt, tetapi tidak perlu dinyalakan ulang seperti pada water heater gas yang menggunakan nyala api terbuka.

    Tingkat Pemanasan Water Heater

    Untuk tingkat kecepatan pemanasan, water heater gas memiliki tingkat pemanasan awal dan waktu pemulihan yang lebih cepat daripada water heater elektrik. Meskipun demikian, water heater elektrik memanaskan air secara lebih merata karena menggunakan batang pemanas yang dipasang dari atas ke bawah. Namun, batang pemanas memerlukan waktu lebih lama untuk memanaskan air dibandingkan dengan nyala api gas yang langsung panas.

    Biaya Operasional yang Dikeluarkan

    Walaupun harga beli water heater elektrik cenderung lebih mahal dibandingkan dengan yang menggunakan gas, tapi biaya operasionalnya justru sebaliknya. Secara umum, biaya operasional water heater gas lebih murah daripada water heater elektrik, sekitar 33% lebih murah karena harga gas biasanya lebih murah daripada listrik. Perlu diingat juga bahwa water heater elektrik memerlukan watt listrik yang lumayan besar, sehingga akan membebani tagihan listrik kamu juga.

    Efisiensi Energi dari Water Heater

    Meskipun water heater elektrik lebih lambat dalam memanaskan air dan lebih mahal dalam biaya operasional, namun lebih efisien secara energi. Hal ini karena batang pemanas terendam dalam air, sehingga kehilangan panasnya sangat sedikit. Di sisi lain, water heater gas meskipun memiliki nyala api yang panas, namun kurang efisien karena sebagian besar energinya terbuang melalui ventilasi atas.

    Masa Hidup Water Heater

    Karena pengoperasiannya yang lebih bersih, water heater elektrik cenderung bertahan lebih lama daripada yang menggunakan gas. Water heater elektrik biasanya dapat bertahan antara 10 hingga 15 tahun, sedangkan water heater gas hanya sekitar 8 hingga 12 tahun sebelum perlu diganti.

    Itulah beberapa aspek yang bisa menjadi pertimbangan kamu untuk membeli water heater. Semoga membantu, ya!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah Water Heater dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Water Heater atau pemanas air adalah alat yang digunakan untuk memanaskan air untuk berbagai keperluan di rumah seperti mandi atau mencuci pakaian. Ketika water heater tidak berfungsi atau mengalami masalah, kebanyakan orang biasanya akan langsung memanggil tukang professional untuk memperbaikinya. Padahal, beberapa masalah yang biasa terjadi pada water heater itu bisa diatasi sendiri. Dalam beberapa kasus, ini hanyalah masalah menyesuaikan pengaturan atau menekan tombol reset.

    Ada beberapa alasan mengapa pemanas air bisa rusak, seperti elemen pemanas yang rusak, penumpukan sedimen, atau termostat yang tidak berfungsi dengan baik. Kenali masalah-masalah yang terjadi pada water heater kamu agar kamu bisa tahu penanganan yang tepat untuk memperbaikinya. Dilansir dari laman The Spruce, berikut adalah 5 masalah water heater yang sering terjadi dan cara memperbaikinya.

    1. Air Panas Tidak Keluar

    Masalah yang paling umum terjadi pada water heater adalah air panas tidak keluar. Pada kasus ini, air yang keluar biasanya tidak panas. Pada umumnya masalah seperti ini disebabkan oleh terputusnya aliran listrik pada water heater, atau elemen pemanasnya rusak. Untuk memperbaiki masalah ini, kamu harus tahu dulu apa yang menyebabkan air tidak panas dengan cara-cara berikut:


    · Pertama, periksa pemutus water heater di panel servis untuk memastikan aliran listrik tidak terputus. Jika aliran listriknya putus, matikan dulu dengan menekan tombol OFF, lalu nyalakan kembali ke ON.

    · Jika pemutus pemanas tidak putus, setel ulang batas suhu tinggi pada water heater. Untuk melakukannya, matikan daya water heater di panel servis. Selanjutnya, tekan tombol reset suhu tinggi, yang biasanya berwarna merah.

    2. Suhu Air Terlalu Panas

    Jika masalahnya adalah suhu air yang terlalu panas, biasanya masalahnya ada pada termostat water heater yang disetel terlalu tinggi. Untuk memperbaikinya lakukan cara berikut:

    · Pertama, matikan daya water heater di panel servis.

    · Selanjutnya, lepaskan panel akses dan periksa apakah pengaturan panas pada kedua termostat tidak lebih dari 120F°.

    · Sesuaikan dengan pengaturan yang diinginkan dengan memutar sekrup set menggunakan obeng pipih.

    3. Water Heater Bocor

    Kebocoran pada water heater sering kali disebabkan oleh bocornya katup dan sambungan pipa. Jika kamu menyentuh air dan airnya hangat atau panas, kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh pipa saluran keluar yang bocor. Untuk memperbaiki katup atau sambungan pipa yang bocor, cukup lakukan hal berikut:

    · Pertama, periksa water heater apakah ada pipa masuk atau keluar yang longgar.

    · Jika kamu menemukan sambungan yang longgar, cukup kencangkan dengan kunci pas untuk memperbaiki kebocoran.

    4. Air Berwarna Karat

    Jika air berwarna coklat, kuning, atau merah mengalir dari keran, kemungkinan besar terjadi korosi pada bagian dalam tangki pemanas air. Untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa meminta tukang ledeng mengganti batang anoda di tangki water heater. Batang anoda adalah batang logam di tengah water heater yang mudah terkorosi dibandingkan tangki itu sendiri. Oksigen yang bersifat korosif lebih mudah tertarik ke batang anoda dibandingkan ke pemanas air.

    5. Tangki Water Heater Bersuara Bising

    Suara-suara bising dari water heater yang terdengar seperti gemuruh pelan, letupan, atau berdenging bisa berarti air di dalam tangki sedang mendidih. Penumpukan sedimen di dasar tangki dapat menyebabkan dasar tangki menjadi terlalu panas dan air mendidih. Lakukab hal berikut ntuk mengatasi masalah ini:

    · Pertama, pastikan untuk mematikan aliran listrik dan pasokan air ke water heater.

    · Kedua, tiriskan seluruh air dan sedimen pada pemanas air lalu isi kembali.

    · Pasang ujung selang taman ke katup di bagian bawah water heater, dengan ujung lainnya terletak di luar.

    · Buka katup pelepas tekanan suhu di bagian atas dan katup pembuangan di bagian bawah.

    · Setelah air dan sedimen terkuras seluruhnya, tutup katup bawah dan katup pelepas tekanan atas, lalu lepaskan selang.

    · Nyalakan listrik dan air lagi.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Alat Elektronik yang Bikin Boros Listrik di Rumah


    Jakarta

    Tidak semua peralatan dibuat sama, meskipun setiap peralatan di rumah kamu mengonsumsi listrik. Penggunaan masing-masing peralatan akan berdampak berbeda pada tagihan listrik kamu.

    Mengetahui peralatan mana yang paling banyak menggunakan listrik dan kapan peralatan tersebut menarik daya dari jaringan listrik dapat membantu kamu menghemat tagihan listrik secara signifikan.

    Melansir perchenergy, Jumat (20/09/2024), berikut ini beberapa peralatan rumah tangga yang paling banyak menggunakan listrik.


    Pemanas dan Pendingin Rumah

    Konsumsi listrik terbesar di rumah tangga rata-rata adalah peralatan pemanas dan pendingin rumah sebesar 45-50%.

    AC dan pemanas sentral menggunakan banyak energi untuk menjaga suhu rumah kamu tepat. Meskipun tergantung mana yang lebih banyak kamu gunakan. Pemanas umumnya menggunakan lebih banyak listrik sepanjang tahun, yang mencakup 25% dari penggunaan listrik tahunan.

    Pemanas Air

    Jika kamu menggunakan pemanas air listrik, kemungkinan besar pemanas air tersebut merupakan konsumen energi terbesar kedua di rumah kamu sebesar 12%. Menggunakan pemanas air untuk berbagai keperluan seperti mandi.

    Secara keseluruhan kegiatan yang menggunakan pemanas air menghabiskan banyak energi setiap bulannya.

    Pencahayaan

    Bohlam lampu telah menjadi jauh lebih hemat energi selama bertahun-tahun. Saat ini, teknologi pencahayaan teratas, yaitu LED. LED menggunakan energi yang jauh lebih sedikit daripada pendahulunya (bohlam pijar).

    LED juga bertahan lebih lama sehingga mengurangi pemborosan. Belum lagi biaya operasional yang lebih murah. Meski begitu, pencahayaan menyumbang porsi signifikan sekitar 9-12% penggunaan listrik kamu setip bulan karena besarnya pemakaian.

    Kulkas

    Meskipun lemari es sebenarnya tidak memerlukan banyak energi untuk beroperasi setiap jam, namun kulkas menghabiskan cukup banyak listrik sekitar 8% karena selalu menyala.

    Mesin Cuci

    Penggunaan energi bulanan mesin cuci tentu saja bergantung pada seberapa sering kamu mencuci. Saat kamu menjalankan mesin cuci, cenderung menyedot banyak listrik, terutama jika kamu menjalankan mesin cuci dengan air panas. Rata-rata, mencuci pakaian menghabiskan sekitar 5% dari penggunaan listrik tahunan kamu.

    Itulah beberapa alat elektronik yang bikin boros listrik di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Water Heater dan Beragam Jenisnya


    Jakarta

    Pernah mendengar alat bernama water heater? Alat tersebut biasanya digunakan untuk menghasilkan air panas yang bisa digunakan untuk mandi.

    Jika kamu tinggal di wilayah bersuhu dingin dan ingin menikmati mandi dengan air panas, water heater ini cocok untuk kamu. Nah, untuk mengetahui water heater lebih baik, simak informasi berikut ini.

    Apa Itu Water Heater?

    Dilansir The Spruce, water heater adalah alat yang berfungsi untuk memanaskan air bersuhu dingin. Air panas dari water heater dapat digunakan untuk mandi, cuci pakaian, cuci piring, serta bisa dialirkan ke pipa keran lainnya.


    Water heater sendiri memiliki banyak jenisnya. Terdapat water heater yang dilengkapi tangki penampungan untuk cadangan air panas penggunaan berikutnya, maupun yang tidak. Ukuran tangki water heater bervariasi, bahkan ada yang muat hingga ratusan liter air sekaligus.

    Untuk water heater tanpa tangki tidak menyimpan cadangan air yang dipanaskan. Melainkan memanaskan air untuk digunakan pada saat itu juga.

    Jenis-Jenis Water Heater Berdasarkan Sumber Energi

    Ada beberapa jenis water heater yang sering ditemui, contohnya seperti water heater gas dan listrik. Namun, masih ada beberapa jenis lainnya. Berikut ini penjelasannya.

    Water Heater Listrik

    Dikutip dari Forbes, cara kerja water heater listrik adalah dengan mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi kepada sebuah batang di tengah tangki air. Listrik ini nantinya akan memanaskan air dari bagian tengah tangki ke arah luar.

    Water heater listrik bisa awet hingga lebih dari 20 tahun. Namun juga tetap tergantung merek produk, perawatan, dan penggunaannya ya.

    Water Heater Gas

    Mengutip Better Homes & Gardens, water heater ini mengandalkan gas sebagai sumber energi proses pemanasannya. Jenis gas yang digunakan umumnya yaitu gas alam atau propana. Water heater gas tersedia pilihan bertangki dan tanpa tangki.

    Water heater berenergi gas dapat bertahan 15-20 tahun. Namun tetap tergantung merek produk, perawatan, dan penggunaannya.

    Solar Water Heater

    Solar water heater atau water heater tenaga surya ini miliki tangki yang besar di mana air ditempatkan di sana sampai siap untuk digunakan. Water heater jenis ini menggunakan energi matahari yang dikonversi melalui panel surya me energi listrik untuk memanaskan air.

    Biasanya water heater tenaga surya sangat bergantung pada energi matahari, namun memiliki sistem energi cadangan seperti gas atau listrik agar bisa tetap digunakan.

    Hybrid Water Heater

    Water heater jenis ini menggunakan sistem pompa panas untuk menarik panas dari tanah dan udara untuk memanaskan air, alih-alih menggunakan sumber bahan bakar langsung. Metode pemanasan air ini memungkinkan hybrid water heater menggunakan daya hingga 60% lebih sedikit daripada pemanas air tangki konvensional.

    Sistem ini memiliki tangki penyimpanan berinsulasi besar dan pompa panas yang dipasang di bagian atas tangki, yang membutuhkan lebih banyak ruang daripada pemanas air tangki konvensional. Selain itu, jenis pemanas air ini lebih mahal daripada pemanas tangki konvensional dan sangat bergantung pada panas sekitar, itulah sebabnya pemanas air hibrida tidak direkomendasikan untuk daerah beriklim dingin.

    Itulah informasi mengenai pengertian dan jenis-jenis water heater.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Simak! 5 Masalah pada Water Heater dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Water heater merupakan alat yang digunakan untuk memanaskan air untuk mandi. Dalam penggunaannya, water heater bisa saja rusak sehingga perlu diperbaiki.

    Jika water heater rusak, belum tentu memerlukan jasa profesional untuk memperbaikinya. Sebab, ada permasalahan pada water heater yang bisa dilakukan sendiri.

    Penyebab pemanas air bisa rusak ada beberapa macam, seperti elemen pemanas yang rusak, penumpukan sedimen, atau termostat yang tidak berfungsi dengan baik. Kenali masalah-masalah yang terjadi pada water heater kamu agar kamu bisa tahu penanganan yang tepat untuk memperbaikinya.


    Dilansir dari laman The Spruce, berikut adalah 5 masalah water heater yang sering terjadi dan cara memperbaikinya.

    1. Air Panas Tidak Keluar

    Masalah yang paling umum terjadi pada water heater adalah air panas tidak keluar. Pada kasus ini, air yang keluar biasanya tidak panas.

    Pada umumnya masalah seperti ini disebabkan oleh terputusnya aliran listrik pada water heater, atau elemen pemanasnya rusak. Untuk memperbaiki masalah ini, kamu harus tahu dulu apa yang menyebabkan air tidak panas dengan cara-cara berikut:

    • Pertama, periksa pemutus water heater di panel servis untuk memastikan aliran listrik tidak terputus. Jika aliran listriknya putus, matikan dulu dengan menekan tombol OFF, lalu nyalakan kembali ke ON.
    • Jika pemutus pemanas tidak putus, setel ulang batas suhu tinggi pada water heater. Untuk melakukannya, matikan daya water heater di panel servis. Selanjutnya, tekan tombol reset suhu tinggi, yang biasanya berwarna merah.

    2. Suhu Air Terlalu Panas

    Jika masalahnya adalah suhu air yang terlalu panas, biasanya masalahnya ada pada termostat water heater yang dipasang terlalu tinggi. Untuk memperbaikinya lakukan cara berikut:

    • Pertama, matikan daya water heater di panel servis.
    • Selanjutnya, lepaskan panel akses dan periksa apakah pengaturan panas pada kedua termostat tidak lebih dari 120F° atau 48 derajat Celcius.
    • Sesuaikan dengan pengaturan yang diinginkan dengan memutar sekrup set menggunakan obeng pipih.

    3. Water Heater Bocor

    Kebocoran pada water heater sering kali disebabkan oleh bocornya katup dan sambungan pipa. Jika kamu menyentuh air dan airnya hangat atau panas, kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh pipa saluran keluar yang bocor. Untuk memperbaiki katup atau sambungan pipa yang bocor, cukup lakukan hal berikut:

    • Pertama, periksa water heater apakah ada pipa masuk atau keluar yang longgar.
    • Jika kamu menemukan sambungan yang longgar, cukup kencangkan dengan kunci pas untuk memperbaiki kebocoran.

    4. Air Berwarna Karat

    Jika air berwarna coklat, kuning, atau merah mengalir dari keran, kemungkinan besar terjadi korosi pada bagian dalam tangki pemanas air. Untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa meminta tukang ledeng mengganti batang anoda di tangki water heater.

    Batang anoda adalah batang logam di tengah water heater yang mudah korosi dibandingkan tangki itu sendiri. Oksigen yang bersifat korosif lebih mudah tertarik ke batang anoda dibandingkan ke pemanas air.

    5. Tangki Water Heater Bersuara Bising

    Suara-suara bising dari water heater yang terdengar seperti gemuruh pelan, letupan, atau berdenging bisa berarti air di dalam tangki sedang mendidih. Penumpukan sedimen di dasar tangki dapat menyebabkan dasar tangki menjadi terlalu panas dan air mendidih. Lakukan hal berikut untuk mengatasi masalah ini:

    • Pastikan untuk mematikan aliran listrik dan pasokan air ke water heater.
    • Tiriskan seluruh air dan sedimen pada pemanas air lalu isi kembali.
    • Pasang ujung selang taman ke katup di bagian bawah water heater, dengan ujung lainnya terletak di luar.
    • Buka katup pelepas tekanan suhu di bagian atas dan katup pembuangan di bagian bawah.
    • Setelah air dan sedimen terkuras seluruhnya, tutup katup bawah dan katup pelepas tekanan atas, lalu lepaskan selang.
    • Nyalakan listrik dan air lagi.

    Itulah beberapa permasalahan pada water heater dan cara memperbaikinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Bau Telur Busuk dari Shower? Begini Atasinya



    Jakarta

    Air shower terkadang bisa berbau telur busuk karena ada masalah dalam saluran airnya. Meski tidak berbahaya, bau ini cukup mengganggu kenyamanan penghuni ketika mandi.

    Dilansir dari Bell Bros, bau telur busuk sebenarnya disebabkan oleh bakteri pemakan sulfat. Bakteri ini tinggal di tempat-tempat tanpa udara dan menghasilkan gas hidrogen sulfida dari mengonsumsi mineral sulfat. Gas hidrogen sulfida ini yang beraroma seperti telur busuk.

    Hal ini biasa terjadi pada air shower yang menggunakan water heater atau pemanas air. Jika air shower berbau telur busuk, kemungkinan ada kandungan mineral sulfat di dalamnya. Simak cara mengatasinya berikut ini.


    Cara Mengatasi Air Shower Bau Telur Busuk

    Dikutip dari MN Department of Health, mengatasi air shower bau telur busuk harus dari sumber masalahnya. Penghuni atau ahli bisa melakukan beberapa tes untuk mencari biang keroknya.

    Sebaiknya minta tolong ahli seperti tukang ledeng atau profesional sistem air untuk melakukan perbaikan berikut ini.

    Water Heater

    Jika bau telur busuk hanya saat mengalirkan air panas, kemungkinan bakteri tersebut ada pada water heater. Ada beberapa cara mengatasi masalah ini, salah satunya mencopot atau mengganti anoda magnesium.

    Cara lain adalah menyiram atau membersihkan water heater dengan cairan pemutih klorin. Selain itu, kamu dapat menaikkan suhu water heater hingga 71 derajat celsius. Kedua cara ini dapat membunuh bakteri sulfur penyebab bau busuk.

    Namun, perlu diingat langkah-langkah tersebut sebaiknya dilakukan oleh profesional agar tidak menimbulkan risiko kerusakan atau bahaya.

    Sumur, Sistem Perpipaan, atau Water Softener

    Bau tak sedap yang muncul ketika mengalirkan air dingin berarti ada masalah pada water softener, sistem perpipaan, atau sumber air. Kamu bisa coba mencopot water softener untuk menguji sumber masalahnya.

    Apabila air tidak bau saat water softener dilepas, bisa dipastikan bakteri sulfur berada di water softener. Hubungi petugas yang memasang atau produsen untuk mendapat petunjuk cara disinfeksi water softener.

    Kalau air tetap bau selama beberapa saat ketika tidak terpasang water softer, artinya bakteri sulfur berada pada sistem perpipaan atau sumur. Hubungi ahli untuk melakukan disinfeksi menggunakan cairan klorin.

    Sumber Air

    Selain itu, bau telur busuk tercium terus menerus saat mengalirkan air dingin, artinya bakteri sulur ada pada sumber air. Kamu bisa mengatasinya dengan memasang filter air. Ada beberapa jenis filter air yang bisa kamu pilih sesuai tingkat hidrogen sulfida.

    Filter karbon aktif efektif untuk kadar hidrogen sulfida kurang dari 1 miligram per liter (mg/L).

    Kalau kadar hidrogen sulfida di bawah dan di atas 1 mg/L, kamu bisa coba oxidizing media filtration, aeration, continuous chlorination, ozonation. Jangan lupa konsultasikan kepada ahlinya ya.

    Itulah beberapa cara mengatasi bau telur busuk yang muncul dari air shower.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Water Heater Listrik dan Gas Beserta Plus Minusnya


    Jakarta

    Mandi menggunakan air hangat memberikan kenyamanan bagi penghuni rumah, terutama saat cuaca dingin. Penghuni yang ingin pasang pemanas air bisa mempertimbangkan berdasarkan sumber energi, misalnya water heater listrik atau water heater gas.

    Kedua jenis pemanas air itu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Penghuni dapat memilih berdasarkan preferensi atau kebutuhan.

    Apa saja perbedaan water heater listrik dan water heater gas? Simak penjelasannya berikut ini.


    Perbedaan Water Heater Listrik dan Water Heater Gas

    Inilah perbedaan utama antara water heater listrik dan water heater gas.

    1. Cara Kerja

    Dilansir dari Forbes, water heater listrik mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi ke sebuah batang di tengah tangki air. Listrik tersebut memanaskan air dari bagian tengah tangki ke arah luar.

    Sementara itu, water heater gas memanaskan tangki air dengan api. Api itu berasal dari bahan bakar gas di bagian bawah water heater.

    2. Kepraktisan

    Water heater listrik cenderung lebih mudah dipasang dan digunakan. Hal itu karena biasanya semua rumah sudah ada layanan listrik.

    Berbeda halnya dengan water heater gas, alat ini memerlukan bahan bakar gas. Penghuni perlu rutin mengganti tabung gas agar bisa menggunakan water heater.

    Water Heater Listrik

    Jika penghuni ingin memakai water heater listrik, berikut ini kelebihan dan kekurangannya.

    Kelebihan

    • Aman
    • Cara kerja sistem pemanas bersih (tidak meninggalkan residu)
    • Memiliki daya pemanas air yang efisien
    • Pilihan ukuran banyak
    • Bisa berjalan secara otomatis
    • Mudah untuk dipasang, karena setiap rumah pastinya memiliki sumber listrik

    Kekurangan

    • Biaya operasional lebih tinggi
    • Cenderung lebih lama untuk memanaskan air dibandingkan dengan jenis gas
    • Waktu pemulihan lebih lama
    • Tidak bisa beroperasi jika listrik padam

    Water Heater Gas

    Namun kalau penghuni mau pakai water heater gas, kenali kelebihan dan kekurangannya berikut ini dulu.

    Kelebihan

    • Memanaskan air dengan cepat
    • Biaya pengoperasian lebih rendah dibandingkan dengan jenis listrik
    • Hemat energi
    • Masih bisa beroperasi saat listrik padam

    Kekurangan

    • Memerlukan tambahan tabung gas
    • Kurang aman dibandingkan jenis listrik
    • Cara kerja sistem pemanas lebih kotor (meninggalkan residu)
    • Pilihan ukuran lebih sedikit
    • Umur lebih pendek dibandingkan jenis listrik
    • Daya panas air kurang efisien dibandingkan jenis listrik
    • Perlu dinyalakan secara manual

    Itulah perbedaan beserta plus minus menggunakan water heater listrik dan water heater gas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah Water Heater yang Bisa Diperbaiki Tanpa Tukang


    Jakarta

    Water heater menjadi alat andalan buat memanaskan air di kamar mandi agar penghuni rumah tidak kedinginan. Namun, alat ini sewaktu-waktu bisa rusak, apalagi kalau sudah lama digunakan.

    Jika water heater bermasalah, penghuni rumah tidak perlu buru-buru panggil tukang buat memperbaikinya. Ada beberapa masalah pemanas air yang dapat ditangani sendiri.

    Penghuni perlu mengenali masalah-masalah yang terjadi pada water heater agar tahu cara memperbaikinya. Simak penjelasannya berikut ini.


    Masalah Water Heater

    Inilah deretan masalah yang dapat terjadi pada water heater dan cara memperbaikinya, dikutip dari The Spruce.

    1. Suhu Air Terlalu Panas

    Suhu air yang terlalu panas bukannya membuat nyaman, tetapi menyiksa penghuni rumah. Nah, biasanya masalahnya ada pada termostat water heater yang dipasang terlalu tinggi. Penghuni dapat memperbaikinya dengan mengikuti langkah ini.

    • Pertama, matikan daya water heater di panel servis.
    • Selanjutnya, lepaskan panel akses dan periksa apakah pengaturan panas pada kedua termostat tidak lebih dari 120F° atau 48 derajat Celcius.
    • Sesuaikan dengan pengaturan yang diinginkan dengan memutar sekrup set menggunakan obeng pipih.

    2. Air Panas Tidak Keluar

    Selain itu, masalah yang paling umum pada water heater adalah air yang keluar tidak panas. Hal ini biasanya disebabkan oleh terputusnya aliran listrik pada water heater atau elemen pemanasnya rusak. Untuk memperbaiki masalah ini, penghuni perlu tahu dulu penyebab air tidak panas.

    Pertama, periksa pemutus water heater di panel servis untuk memastikan aliran listrik tidak terputus. Jika aliran listriknya putus, matikan dulu dengan menekan tombol OFF, lalu nyalakan kembali ke ON.

    Apabila pemutus pemanas tidak putus, setel ulang batas suhu tinggi pada water heater. Caranya dengan mematikan daya water heater di panel servis. Selanjutnya, tekan tombol reset suhu tinggi yang biasanya berwarna merah.

    3. Air Berwarna Karat

    Bagian dalam tangki pemanas air bisa korosi sehingga air yang keluar dari keran berwarna coklat, kuning, atau merah. Masalah ini dapat diatasi dengan meminta tukang ledeng mengganti batang anoda di tangki water heater.

    Batang anoda adalah batang logam di tengah water heater. Batang tersebut mudah korosi dibandingkan tangki. Oksigen yang bersifat korosif lebih mudah tertarik ke batang anoda dibandingkan ke pemanas air.

    4. Water Heater Bocor

    Kemudian, water heater bisa bocor pada bagian katup dan sambungan pipa. Jika air bocor itu hangat atau panas, kemungkinan hal itu disebabkan oleh pipa saluran keluar yang bocor.

    Untuk memperbaikinya, penghuni dapat memeriksa water heater apakah ada pipa masuk atau keluar yang longgar. Jika menemukan sambungan yang longgar, cukup kencangkan dengan kunci pas agar tidak terjadi kebocoran.

    5. Tangki Water Heater Bersuara Bising

    Water heater bisa mengeluarkan suara bising seperti gemuruh pelan, letupan, atau berdenging. Suara bising itu menandakan tangki sedang mendidih. Penumpukan sedimen di dasar tangki membuat dasar tangki terlalu panas dan air mendidih. Kebisingan itu dapat diatasi dengan mengikuti langkah ini:

    • Pastikan untuk mematikan aliran listrik dan pasokan air ke water heater.
    • Tiriskan seluruh air dan sedimen pada pemanas air lalu isi kembali.
    • Pasang ujung selang taman ke katup di bagian bawah water heater, dengan ujung lainnya terletak di luar.
    • Buka katup pelepas tekanan suhu di bagian atas dan katup pembuangan di bagian bawah.
    • Setelah air dan sedimen terkuras seluruhnya, tutup katup bawah dan katup pelepas tekanan atas, lalu lepaskan selang.
    • Nyalakan listrik dan air lagi.

    Itulah masalah yang bisa terjadi pada pemanas air dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com