Tag: pemanasan

  • Jangan Salah Beli! Ini Perbedaan Kompor Listrik dan Kompor Induksi


    Jakarta

    Kompor listrik dan kompor induksi kini menjadi pilihan terbaik untuk memasak karena praktis dan modern. Namun, masih banyak orang yang masih belum dapat membedakan kompor listrik dan induksi.

    Meski sekilas keduanya terlihat sama, ternyata prinsip dan cara kerja kompor listrik maupun induksi berbeda. Lalu, apa saja perbedaan kompor listrik dan induksi?

    Agar memudahkan kamu dalam memilih jenis kompor mana yang cocok dengan kebutuhan kamu, mari simak ulasan lengkapnya di bawah.


    Apa itu Kompor Listrik?

    Mengutip dari Hi Cook, Rabu (24/1/2024), kompor listrik bekerja dengan adanya arus listrik yang mengalir melalui kumparan logam di bawah permukaan kaca atau keramik plat (perantara). Selanjutnya, kumparan diubah menjadi panas karena hambatan listrik. Kumparan akan memindahkan energi panasnya melalui perantara menggunakan teknologi infra merah.

    Jadi, prinsip memasak dan cara kerja pada kompor listrik yaitu perpindahan panas radiasi antara kompor dan panci.

    Apa itu Kompor Induksi?

    Masih dikutip situs yang sama, berbeda dengan kompor listrik. Kompor induksi menggunakan elektromagnet sebagai pengganti kumparan logam pada kompor listrik. Arus listrik akan bergantian saat melewati cincin ke peralatan masak. Hasilnya adalah panci atau wajan mulai memanas.

    Kompor induksi memerlukan peralatan masak khusus agar kompor dapat bekerja. Biasanya panci yang digunakan pada kompor induksi berbentuk datar pada bagian bawah serta memiliki bahan lapisan magnet sebagai penghantar panas (konduktor). Jadi, wajan biasa tidak digunakan pada kompor induksi sebab diperlukan lapisan magnet pada dasar wajan agar dapat berfungsi.

    Perbedaan Kompor Listrik dan Induksi

    Cara Kerja Pemanasan

    Perbedaan dari cara kerja pemanasan kedua jenis kompor terletak pada energi yang digunakan. Kompor induksi memakai energi elektromagnetik sehingga pemanasan terjadi secara langsung.

    Sementara itu, untuk bekerja kompor listrik perlu menghantarkan panas melalui sumber listrik. Jadi, cara kerja kompor listrik dan induksi dalam menghantarkan panas berbeda, meskipun sama-sama tidak menggunakan gas.

    Tingkat Efisiensi Energi

    Kompor induksi terhitung lebih efisien sebab pemanasan terjadi secara langsung. Reaksi elektromagnetik untuk menghantarkan panas ke makanan dalam wajan atau panci mencapai 80-90%.

    Sementara. kompor listrik punya efisiensi energi lebih rendah, yakni sekitar 70% saja. Hal ini karena metode pemanasannya secara tidak langsung.

    Segi Keamanan

    Untuk tingkat keamanan kompor induksi cenderung lebih aman karena tidak terasa panas saat disentuh. Selain itu, kompor induksi juga punya fitur otomatis yang bisa mengatur durasi masak, jadi aman bila kamu tinggalkan.

    Tetapi, kedua jenis kompor bisa kita simpulkan tergolong lebih aman dari kompor gas. Hal ini karena keduanya tidak mengandalkan api sebagai sumber panas dan resiko kebakaran juga menjadi lebih kecil.

    Suhu Maksimal

    Dari segi suhu, kompor listrik bisa menghasilkan suhu panas yang lebih tinggi daripada kompor induksi. Suhu maksimal kompor listrik dapat mencapai 393 derajat Celcius, sementara kompor induksi sekitar 351 derajat Celcius.

    Meski begitu, kompor induksi lebih unggul dalam hal menurunkan suhu dari panas ke dingin. Karena kompor listrik perlu waktu lebih lama sehingga perlu berhati-hati untuk tidak menyentuhnya setelah digunakan.

    Harga

    Harga kompor listrik memiliki harga yang cenderung lebih murah jika dibandingkan dengan kompor induksi. Namun, kompor listrik akan lebih mahal pada biaya tagihan listrik. Sebab kompor listrik membutuhkan daya yang cukup besar untuk menyalakannya.

    Cara Perawatan

    Untuk perawatan sendiri, kompor induksi lebih mudah dibersihkan karena tak perlu menunggu dingin terlebih dahulu. Sementara kompor listrik kamu perlu mendiamkan dan menunggu kompor hingga dingin untuk membersihkannya.

    Demikian perbedaan dari kompor listrik dan induksi. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Maksimalkan Sirkulasi Udara Supaya Rumah Terasa Sejuk


    Jakarta

    Rumah yang sehat harus mempunyai sirkulasi udara yang memadai. Dengan memiliki sirkulasi, udara di rumah akan penuh dengan oksigen agar terasa lebih segar dan sejuk.

    Sebaliknya, rumah dengan sirkulasi yang buruk akan terasa pengap, sehingga bisa mengganggu aktivitas di rumah. Mulai dari kualitas tidur yang menurun hingga munculnya gangguan kesehatan mungkin saja terjadi karena udara pengap.

    Lalu, bagaimana cara memaksimalkan sirkulasi udara di rumah? Simak caranya di sini, dikutip dari Real Simple, Selasa (9/7/2024).


    Tips Maksimalkan Sirkulasi Udara

    1. Buka Jendela Rumah

    Tentunya cara paling mudah meningkatkan sirkulasi udara adalah membuka jendela agar udara segar masuk ke dalam rumah. Namun, perlu diperhatikan bahwa udara luar mungkin mengandung polusi. Sebelum membuka jendela, cek kualitas udara di daerahmu masing-masing, ya!

    2. Manfaatkan AC

    Menyalakan AC adalah cara andal untuk meningkatkan aliran udara di seluruh rumah. Pastikan untuk rutin mengganti filter AC setiap bulan guna mencegah masuknya debu dan polutan ke dalam rumah.

    3. Nyalakan Kipas Angin

    Menurut Glory Dolphin, seorang ahli kualitas udara, menyalakan kipas langit-langit atau kipas kotak bisa membantu memperlancar sirkulasi udara di ruangan. Hal ini tidak hanya memberikan efek pendinginan, tetapi juga membantu mengatasi pengap pada ruangan.

    4. Gunakan Kipas Kamar Mandi dan Dapur

    Selain menghilangkan kelembapan, kipas penghisap udara di kamar mandi dan dapur bisa menciptakan tekanan negatif. Ini membantu udara segar masuk dari luar. Jangan lupa tetap menggunakan air purifier atau pemurni udara jika kamu khawatir akan polusi lingkungan.

    5. Teknik Tekanan Negatif dengan Pemanasan Ruangan

    Glory Dolphin merekomendasikan teknik tekanan negatif dengan memanaskan satu ruangan pada suatu hari dengan pintu tertutup, lalu membuka jendela di hari berikutnya. Ini membantu mengeluarkan udara yang sudah ‘basi’ dan membawa udara segar ke dalam rumah.

    6. Gunakan Air Purifier dengan Filter HEPA

    Penggunaan air purifier, terutama yang dilengkapi dengan filter high-efficiency particulate air (HEPA), bisa membantu menyaring polutan dan alergen dari udara. Pastikan untuk memilih pemurni udara yang sesuai dengan kebutuhan rumahmu.

    Itulah cara memaksimalkan sirkulasi udara supaya rumah terasa sejuk. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bata Ringan Vs Bata Merah: Perbedaan dan Untung Ruginya


    Jakarta

    Ketika kita sedang membangun rumah, memilih bahan bangunan yang baik sangat penting untuk memastikan keberlangsungan bangunan. Sebab, material bahan bangunan dapat mempengaruhi kekuatan dan kualitas bangunan yang kita miliki.

    Pemilihan material tentunya disesuaikan dengan konsep rumah ataupun budget yang dimiliki oleh pemilik rumah. Saat ini material untuk bangunan semakin beragam. Contohnya, pada pembuatan dinding terdapat dua pilihan material yang digunakan, yaitu bata ringan atau bata ringan dan bata merah.

    Bata merah dan bata ringan menjadi dua jenis bata yang cukup sering digunakan untuk pembangunan rumah. Meski demikian, keduanya tentu memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.


    Apa saja kekurangan dan kelebihannya? Berikut ini informasinya.

    Bata Merah

    Bata merah merupakan jenis bata yang banyak digunakan untuk membangun rumah maupun gedung. Bata merah adalah jenis bahan bangunan yang terbuat dari tanah liat yang dicetak dalam bentuk dan ukuran yang sama, kemudian dibakar pada suhu tinggi.

    Bata merah cenderung bersifat poros dan dapat menyerap air dengan mudah. Namun, jika tidak ditangani dengan benar maka kelembaban dapat muncul dan mempengaruhi kekuatan bangunan.

    Kelebihan Bata Merah

    – Banyak tersedia di toko bangunan
    – Mudah diangkut karena ukuran lebih kecil
    – Harganya cenderung murah

    Kekurangan Bata Merah

    – Mudah menyerap air sehingga dinding cepat lembab yang dapat memengaruhi kekuatan bangunan
    – cukup berat

    Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu sentra pembuatan bata merah. Yuk kita lihat proses pembuatan bata merah.Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu sentra pembuatan bata merah. Yuk kita lihat proses pembuatan bata merah. Foto: Rico Bagus

    Bata Ringan

    Bata ringan adalah jenis bahan bangunan ringan yang terbuat dari campuran beton, pasir dan gypsum. Berat bata ringan jauh lebih ringan dibandingkan dengan bata merah dan beton, jadi instalasinya lebih mudah.

    Selain itu, ringan juga memiliki kemampuan isolasi termal yang baik dan dapat membantu mengurangi pendinginan dan pemanasan ruangan. ringan juga sangat tahan terhadap api dan dapat membantu memperlambat penyebaran api jika kebakaran.

    Bata ringan menggunakan pengikat seperti semen dalam proses produksinya agar lebih kuat, sehingga kekuatannya jauh lebih baik daripada bata merah yang hanya menggunakan tanah liat. Selain itu, pembuatan bata ringan juga sama dengan beton jadi bahan ini memenuhi standar untuk membuat bangunan tahan gempa.

    Kelebihan Bata ringan

    – Lebih ringan
    – Tahan api
    – Memiliki isolasi termal yang baik
    – Ketahanannya cukup baik

    Kekurangan Bata ringan

    – Harganya cenderung lebih mahal
    – Ukurannya lebih besar

    Bata ringanBata ringan Foto: dok. Blesscon

    Demikian informasi terkait kelebihan dan kekurangan bata merah dan bata ringan.

    Panggah Nuzhul Rizki
    Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Pakai AC Cassette di Rumah


    Jakarta

    Ketika cuaca panas menyengat, kenyamanan di rumah menjadi prioritas utama. Salah satu solusi yang efektif untuk menjaga suhu tetap sejuk adalah dengan menggunakan AC cassette.

    AC cassette merupakan jenis AC yang dipasang di plafon rumah. Hal itu terkadang dipilih karena hampir tidak terlihat.

    Namun, sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan AC jenis ini, perhatikan dulu kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasinya.


    Kelebihan Memakai AC Cassette

    Menjaga Tampilan Dinding

    Melansir Metropolitan Air Conditioning, pada Sabtu (2/11/2024), memasang AC cassette langit-langit dapat memberikan berbagai keuntungan, salah satunya adalah membebaskan ruang dinding kamu yang berharga.

    Berbeda dengan AC cassette, AC dengan model split atau AC yang ditempel di dinding biasanya, pemasangan komponen unit internal memerlukan ruang di dinding.

    Namun, AC cassette memungkinkan kamu untuk menggunakan kembali ruang dinding tersebut untuk hal lain, seperti menggantung karya seni atau foto keluarga, karena unit dalam ruangan dipasang di langit-langit.

    Efisiensi Energi

    Sistem AC cassette dapat dengan cepat dan efisien mencapai suhu ruangan yang kamu inginkan, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan energi untuk memanaskan atau mendinginkan ruangan lebih lama dari yang diperlukan.

    Hal ini akan menurunkan konsumsi energi kamu. Setelah suhu yang diinginkan tercapai, AC akan mengurangi penggunaan energinya, menjadikannya pilihan yang lebih hemat energi.

    Biaya Perawatan Murah

    Sistem AC cassette sangat mudah dalam hal perawatan, biasanya hanya memerlukan pembersihan ventilasi setiap dua minggu dan penggantian filter secara rutin. AC cassette cocok untuk berbagai ukuran ruangan, baik kamu tinggal di apartemen kecil atau rumah yang luas. Semua tergantung pada ukuran kipas dan daya keluaran yang paling sesuai dengan ukuran ruangan, yang bisa ditentukan oleh teknisi AC berlisensi.

    Penyaluran Udara yang Baik

    Banyak orang menganggap ini sebagai salah satu keunggulan utama. Kita semua memahami prinsip dasar ilmu pengetahuan bahwa udara panas cenderung naik dan udara dingin turun.

    Prinsip ini, ditambah dengan kipas internal yang sangat efisien, memungkinkan distribusi udara dengan suhu yang merata di seluruh sudut ruangan.

    AC cassette memiliki desain yang estetis, mudah dalam perawatannya, memproduksi sedikit suara di dalam ruangan, serta memberikan kenyamanan dan efisiensi energi yang luar biasa.

    Dengan semakin banyak produsen yang menghadirkan sistem cassette hemat energi untuk penggunaan rumah, jelas ada alasan kuat untuk menganggapnya sebagai salah satu solusi terbaik untuk pemanasan dan pendinginan di rumah.

    Kekurangan Memakai AC Kaset

    Ketidaksesuaian Ruang

    AC cassette dilengkapi dengan berbagai fitur dan manfaat yang menjadikannya pilihan yang tepat untuk banyak rumah. Namun, ada juga fitur tertentu yang mungkin membuatnya kurang cocok untuk properti kamu.

    Keterbatasan ruang di atap untuk pemasangan unit dalam ruangan AC bisa berarti bahwa unit tersebut tidak cocok untuk rumah kamu. Ini bisa disebabkan oleh desain atap kamu, atau oleh keberadaan sistem pencahayaan atau kipas langit-langit yang menghalangi.

    Kebisingan Komponen Eksternal

    Meskipun unit internal AC kamu mungkin beroperasi dengan tenang, unit eksternalnya bisa menghasilkan suara yang cukup bising. Jika rumah kamu dekat dengan tetangga, kamu mungkin perlu mempertimbangkan lokasi pemasangan unit luar ruangan.

    Harga Pembelian Mahal

    Berbeda dengan AC sistem split biasa, kamu mungkin akan menemukan bahwa unit cassette memiliki harga yang lebih tinggi, baik saat pembelian maupun saat pemasangan.

    Kebutuhan Lebih dari Satu Unit

    Seperti sistem yang dipasang di dinding, kamu akan perlu memasang beberapa unit. Meskipun unit-unit tersebut dapat memanaskan dan mendinginkan ruangan terbuka yang luas, kamu memerlukan lebih dari satu unit untuk menciptakan aliran udara dan memengaruhi suhu di seluruh rumah.

    Jika kamu tinggal di rumah bertingkat, unit AC cassette langit-langit mungkin tidak cocok untuk memanaskan atau mendinginkan seluruh rumah. Ini sering kali disebabkan oleh keterbatasan ruang di langit-langit untuk mendukung pemasangan yang memadai.

    AC Keset Lebih Baik Dibanding yang Lain?

    Ada berbagai pilihan untuk pemanas dan pendingin ruangan di rumah, salah satunya adalah AC cassette. Unit AC cassette dipasang di langit-langit, membuatnya ideal untuk menghemat ruang. Unit ini mendistribusikan udara dingin secara merata, sehingga mengurangi titik panas.

    AC cassette memerlukan langit-langit palsu, yang berarti akan ada pekerjaan struktural tambahan di rumah kamu. Perawatannya juga bisa lebih rumit karena posisinya, sehingga perawatan rutin menjadi sangat penting.

    Apakah AC cassette lebih baik daripada opsi lain tergantung pada kebutuhan dan anggaran kamu. Jika kamu mencari solusi yang ramping dan tidak mencolok dengan pendinginan yang merata, serta tidak keberatan dengan biaya awal yang lebih tinggi, ini bisa menjadi pilihan yang ideal.

    Namun, jika anggaran kamu terbatas atau lebih memilih instalasi yang lebih sederhana, kamu mungkin ingin mempertimbangkan sistem hemat energi lainnya seperti unit sistem split atau AC siklus terbalik.

    Pada akhirnya, pilihan terbaik untuk rumah kamu akan bergantung pada kondisi unik kamu, jadi penting untuk mempertimbangkan dengan cermat kelebihan dan kekurangan sebelum membuat keputusan.

    Apakah AC Kaset Langit-langit Pilihan Terbaik untuk Rumah?

    Jadi, kita sampai pada pertanyaan penting mengenai bagaimana unit AC cassette dibandingkan dengan solusi pemanasan dan pendinginan lainnya, dan apakah ini pilihan terbaik untuk rumah kamu.

    Jika kamu membandingkan sistem AC cassette dengan sistem split yang terpasang di dinding, unit cassette biasanya lebih mahal untuk dibeli dan dipasang.

    Namun, unit ini dapat dipasang di rongga langit-langit, bukan di dinding. Hal ini memungkinkan aliran udara multiarah, yang memberikan cakupan pemanasan dan pendinginan yang lebih luas di ruang yang lebih besar, sering kali dengan efisiensi energi yang lebih baik.

    Ketika membandingkan AC cassette dengan sistem saluran penuh, yang juga memiliki biaya tinggi untuk pembelian dan pemasangan, keunggulan utama sistem saluran adalah kemampuannya untuk memanaskan atau mendinginkan seluruh rumah hanya dengan satu sistem.

    Di sisi lain, kamu perlu memasang beberapa unit AC cassette di seluruh rumah. Kamu mungkin menemukan bahwa perawatannya sedikit lebih mudah dengan sistem cassette, karena kamu tidak perlu khawatir tentang pembersihan saluran.

    Secara keseluruhan, AC cassette langit-langit merupakan pilihan yang baik untuk rumah kamu, sebanding dengan sistem saluran atau model sistem split yang lebih tradisional. Semuanya tergantung pada kebutuhan dan desain rumah kamu.

    Kamu akan memerlukan cukup ruang di langit-langit untuk pemasangan, dan biaya untuk pembelian serta pemasangannya mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan opsi lain. Namun, dengan kemampuan pemanasan dan pendinginan yang luar biasa, efisiensi energi, dan operasi yang sangat senyap, ada manfaat yang dapat kamu nikmati sepanjang tahun.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Water Heater dan Beragam Jenisnya


    Jakarta

    Pernah mendengar alat bernama water heater? Alat tersebut biasanya digunakan untuk menghasilkan air panas yang bisa digunakan untuk mandi.

    Jika kamu tinggal di wilayah bersuhu dingin dan ingin menikmati mandi dengan air panas, water heater ini cocok untuk kamu. Nah, untuk mengetahui water heater lebih baik, simak informasi berikut ini.

    Apa Itu Water Heater?

    Dilansir The Spruce, water heater adalah alat yang berfungsi untuk memanaskan air bersuhu dingin. Air panas dari water heater dapat digunakan untuk mandi, cuci pakaian, cuci piring, serta bisa dialirkan ke pipa keran lainnya.


    Water heater sendiri memiliki banyak jenisnya. Terdapat water heater yang dilengkapi tangki penampungan untuk cadangan air panas penggunaan berikutnya, maupun yang tidak. Ukuran tangki water heater bervariasi, bahkan ada yang muat hingga ratusan liter air sekaligus.

    Untuk water heater tanpa tangki tidak menyimpan cadangan air yang dipanaskan. Melainkan memanaskan air untuk digunakan pada saat itu juga.

    Jenis-Jenis Water Heater Berdasarkan Sumber Energi

    Ada beberapa jenis water heater yang sering ditemui, contohnya seperti water heater gas dan listrik. Namun, masih ada beberapa jenis lainnya. Berikut ini penjelasannya.

    Water Heater Listrik

    Dikutip dari Forbes, cara kerja water heater listrik adalah dengan mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi kepada sebuah batang di tengah tangki air. Listrik ini nantinya akan memanaskan air dari bagian tengah tangki ke arah luar.

    Water heater listrik bisa awet hingga lebih dari 20 tahun. Namun juga tetap tergantung merek produk, perawatan, dan penggunaannya ya.

    Water Heater Gas

    Mengutip Better Homes & Gardens, water heater ini mengandalkan gas sebagai sumber energi proses pemanasannya. Jenis gas yang digunakan umumnya yaitu gas alam atau propana. Water heater gas tersedia pilihan bertangki dan tanpa tangki.

    Water heater berenergi gas dapat bertahan 15-20 tahun. Namun tetap tergantung merek produk, perawatan, dan penggunaannya.

    Solar Water Heater

    Solar water heater atau water heater tenaga surya ini miliki tangki yang besar di mana air ditempatkan di sana sampai siap untuk digunakan. Water heater jenis ini menggunakan energi matahari yang dikonversi melalui panel surya me energi listrik untuk memanaskan air.

    Biasanya water heater tenaga surya sangat bergantung pada energi matahari, namun memiliki sistem energi cadangan seperti gas atau listrik agar bisa tetap digunakan.

    Hybrid Water Heater

    Water heater jenis ini menggunakan sistem pompa panas untuk menarik panas dari tanah dan udara untuk memanaskan air, alih-alih menggunakan sumber bahan bakar langsung. Metode pemanasan air ini memungkinkan hybrid water heater menggunakan daya hingga 60% lebih sedikit daripada pemanas air tangki konvensional.

    Sistem ini memiliki tangki penyimpanan berinsulasi besar dan pompa panas yang dipasang di bagian atas tangki, yang membutuhkan lebih banyak ruang daripada pemanas air tangki konvensional. Selain itu, jenis pemanas air ini lebih mahal daripada pemanas tangki konvensional dan sangat bergantung pada panas sekitar, itulah sebabnya pemanas air hibrida tidak direkomendasikan untuk daerah beriklim dingin.

    Itulah informasi mengenai pengertian dan jenis-jenis water heater.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Perbedaan Air Fryer dan Oven, Lebih Bagus yang Mana?


    Jakarta

    Dalam dunia kuliner, alat-alat masak yang canggih memudahkan penggunanya dalam menyiapkan hidangan. Dua perangkat yang sering digunakan untuk memasak yaitu air fryer dan oven.

    Meski begitu, masih banyak yang masih bingung memilih antara keduanya. Berikut perbedaan antara air fryer dan oven.

    Perbedaan Air Fryer dan Oven

    Air fryer dan oven memiliki perbedaan dalam cara menghasilkan panas, elemen panas yang dimiliki, ukuran, hingga durasi pemakaian. Mengutip laman My Borosil, Good Housekeeping, Etimes, dan All Recipes, berikut penjelasannya.


    1. Cara Menghasilkan Panas

    • Air fryer: Menggunakan teknologi udara yang cepat untuk menghasilkan panas. Udara yang bersirkulasi dalam air fryer akan lebih cepat dibandingkan udara yang bergerak di dalam oven.
    • Oven: Menghasilkan panas karena dibantu beberapa elemen. Dengan perlahan, panas menyebar ke seluruh bagian oven.

    2. Elemen Pemanas

    • Air fryer: Hanya memiliki satu elemen pemanas di bagian atas. Elemen ini membantu memusatkan pemanasan dan memasak makanan lebih cepat.

    Seringkali air fryer dilengkapi wadah untuk menampung minyak atau kelembaban berlebih. Sehingga mengurangi jumlah lemak dan kalori yang dikonsumsi. Makanan yang dihasilkan juga lebih renyah.

    • Oven: Memiliki beberapa elemen panas. Biasanya ada dua, yaitu terletak di bagian samping atau atas, serta di bagian bawah

    3. Ukuran

    • Air fryer: Bisa memasak satu hidangan dalam satu waktu. Dalam porsi besar, makanan dimasak secara bertahap.
    • Oven: Berukuran lebih besar dari air fryer, oven bisa menampung porsi makanan yang lebih besar.

    4. Kipas

    • Air fryer: Ukuran kipasnya besar dan kuat. Letaknya di bawah elemen pemanas untuk membantu sirkulasi udara panas lebih cepat dan lebih merata.
    • Oven: Ukuran kipasnya biasanya lebih kecil dan berada di bagian belakang. Kipas juga berfungsi sebagai sistem pembuangan udara.

    5. Durasi Pemakaian

    • Air fryer: Sebab ukurannya lebih kecil, waktu pemanasan membutuhkan waktu lebih sedikit dibandingkan dengan oven. Sehingga, proses memasak bisa dilakukan lebih cepat karena elemen pemanas lebih deka dengan makanan.
    • Oven: Ukurannya yang lebih besar membuat oven memerlukan waktu lama untuk dipanaskan. Hal tersebut membuat proses memasak membutuhkan waktu lebih lama dari air fryer.

    6. Pembersihan

    • Air fryer: Perlu dibersihkan setiap kali digunakan untuk menjaga kebersihan. Komponen air fryer perlu dibersihkan secara hati-hati.
    • Oven: Seluruh bagian oven tidak perlu dibersihkan setiap kali digunakan. Meski begitu, baiknya komponennya dibersihkan setelah beberapa kali digunakan.

    Lebih Bagus Air Fryer atau Oven?

    Air fryer dan oven memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan. Air fryer memasak makanan dalam jumlah lebih sedikit dari oven.

    Meski begitu proses memasak air fryer lebih cepat, sehat, dan cocok untuk hidangan renyah seperti keripik serta makanan beku. Di sisi lain, oven dapat menampung makanan dalam jumlah lebih banyak.

    Air fryer biasanya lebih cocok untuk keluarga kecil, dengan kapasitas terbatas dan daya listrik mencapai 1.500 watt. Sedangkan oven lebih cocok untuk masakan yang dikonsumsi banyak orang, dengan kapasitas lebih besar dan kebutuhan daya mencapai 2.200 watt.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Satuan Genteng Beton Terbaru 2025


    Jakarta

    Ada banyak jenis genteng yang dijual di pasaran, salah satunya adalah genteng beton. Genteng ini banyak digunakan pada rumah-rumah karena memiliki sejumlah keunggulan.

    Sebagai informasi, bahan dasar genteng beton terbuat dari campuran pasir, semen, air, kapur mill, dan fly ash (limbah dari pembuatan batu bara). Dalam proses pembuatannya, genteng beton diolah dalam proses pemanasan dan ekstrusi tekanan tinggi.

    Genteng beton kerap dipilih masyarakat sebagai atap rumah karena punya daya tahan yang kuat. Dengan begitu, genteng ini lebih tahan lama untuk digunakan selama beberapa tahun mendatang.


    Apabila tertarik menggunakan genteng beton untuk atap rumah, sebaiknya cari tahu dulu kisaran harganya di pasaran. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Harga Genteng Beton Terbaru 2025

    Sebagai informasi, harga genteng beton dapat berbeda tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Selain itu, harganya juga beragam tergantung dari merek dan kualitas genteng yang dipilih.

    Pada umumnya, genteng beton dijual dalam hitungan per unit (pieces/pcs) dengan ukuran genteng sekitar 33 x 42 cm. Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Selasa (15/7/2025), berikut kisaran harga satuan genteng beton terbaru 2025:

    • Genteng beton flat minimalis: Rp 5.900/pcs
    • Genteng beton flat hitam: Rp 6.000/pcs
    • Genteng beton flat merah: Rp 6.000/pcs
    • Genteng beton flat Monier Exel: Rp 7.000/pcs
    • Genteng beton flat Triple S Multiline: Rp 5.500/pcs
    • Genteng beton flat Mutiara Urat Batu: Rp 6.500/pcs
    • Genteng beton Cisangkan Dual Slate: Rp 10.900/pcs
    • Genteng beton Cisangkan Victoria Slate: Rp 10.900/pcs
    • Genteng beton gelombang/garuda: Rp 4.500/pcs.

    Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung ketentuan pihak toko bangunan. Pastikan kamu memilih genteng beton yang punya kualitas baik dan sesuaikan dengan budget.

    Kelebihan dan Kekurangan Genteng Beton

    Genteng beton memang dinilai lebih kokoh dan tahan lama. Meski begitu, ada sejumlah kekurangan dari genteng jenis ini yang perlu diketahui.

    Dalam catatan detikProperti, berikut kelebihan dan kekurangan genteng beton untuk material atap rumah:

    Kelebihan

    • Tahan lama
    • Ramah lingkungan
    • Minim perawatan

    Kekurangan

    • Harganya lebih mahal dari jenis genteng lain
    • Berat
    • Pemasangannya cukup sulit.

    Demikian kisaran harga satuan genteng beton terbaru di 2025 beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Lampu LED Vs Lampu Neon, Mana yang Lebih Baik?


    Jakarta

    Seiring perkembangan teknologi, banyak pemilik rumah yang kini menggunakan lampu LED untuk ruangan di rumah. Namun, beberapa orang tetap memilih menggunakan lampu neon.

    Kedua jenis lampu tersebut memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebelum kamu memutuskan untuk membeli lampu LED atau lampu neon, cari tahu dulu tentang perbedaan kedua lampu tersebut dalam artikel ini.

    Lampu Neon Vs Lampu LED: Kelebihan dan Kekurangan

    Masih bimbang antara membeli lampu LED atau lampu neon? Jangan khawatir. Dilansir laman Binus University, berikut kelebihan dan kekurangannya:


    Lampu LED

    Lampu LED dapat menghasilkan cahaya dengan cara mengubah energi listrik menjadi energi cahaya (transduser). Dengan begitu, lampu LED dapat memancarkan cahaya secara langsung dan maksimal serta tidak butuh waktu pemanasan seperti lampu pijar.

    Meski menghasilkan cahaya terang, tetapi lampu LED tidak menimbulkan panas jika dinyalakan selama berjam-jam. Di sisi lain, lampu LED juga lebih hemat energi sehingga tak bikin boros listrik.

    Simak sejumlah kelebihan dan kekurangan lampu LED di bawah ini:

    Kelebihan Lampu LED

    • Tidak butuh waktu warm-up (pemanasan) untuk mendapatkan cahaya terang maksimal
    • Efisiensi listrik yang paling tinggi di antara jenis lampu lainnya. Sebab, energi yang dibutuhkan hanya sekitar 10% dari lampu pijar
    • Dapat diatur agar bisa berubah warna, seperti warm white, natural white, atau cool white
    • Karena bentuknya hanya berupa dioda kecil, maka volume lampu jauh lebih kecil dan bisa dipasang di mana pun
    • Lebih tahan lama
    • Tidak mengandung bahan berbahaya
    • Temperatur lampu cenderung lebih dingin dibandingkan jenis lampu lain, sehingga tidak merusak rumah lampu atau area di sekitar lampu.

    Kekurangan Lampu LED

    Salah satu kekurangan dari lampu LED adalah dari segi harganya. Memang, lampu LED cenderung lebih mahal daripada lampu neon. Meski begitu, sederet kelebihan yang dimiliki lampu LED membuat harganya terasa worth it untuk dibeli dan digunakan dalam jangka panjang.

    Di sisi lain, sudah banyak produsen yang meluncurkan produk lampu LED dengan harga terjangkau. Dengan begitu ada banyak pilihan lampu LED yang ditawarkan.

    Lampu Neon/CFL

    Lampu neon atau CFL (Compact Fluorescent Lamp) merupakan hasil pembaruan dari lampu pijar. Disebut juga lampu pendar, lampu jenis ini sangat mudah ditemukan dan sangat populer pada masanya. Sebab, lampu ini diklaim 75% lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar.

    Cara kerja lampu ini adalah dengan mengalirkan arus listrik pada gas yang terdapat di dalam tabung lampu, sehingga membuat lapisan fosfor pada dinding di dalam tabung lampu bersinar.

    Meski jadi salah satu lampu yang populer, tetapi lampu neon mulai ditinggalkan banyak orang karena kehadiran lampu LED. Berikut kelebihan dan kekurangan lampu neon:

    Kelebihan Lampu Neon

    • Cahaya yang dihasilkan lebih terang bila dibandingkan dengan lampu pijar
    • Bentuk tabung dapat divariasikan menjadi tulisan ataupun gambar
    • Harga lebih terjangkau.

    Kekurangan Lampu Neon

    • Usia pakai lebih pendek
    • Kurang efisien terhadap penggunaan energi
    • Jika dinyalakan dalam waktu lama, lampu neon akan terasa panas.

    Dengan sejumlah keunggulan tersebut, kini lampu LED banyak digunakan pada interior rumah. Misalnya penggunaan lampu LED untuk hidden lamp pada ceiling atau backdrop dinding.

    Lampu LED juga sering digunakan untuk lampu utama. Sebab, intensitas warna lampunya cenderung lebih tinggi dibandingkan lampu neon. Maka dari itu, kini ada banyak produsen lampu yang menghadirkan berbagai pilihan warna dalam satu lampu saja.

    Demikian perbedaan antara lampu LED dengan lampu omen. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air di Tandon Terasa Panas Saat Siang Hari? Ini Penyebab dan Solusinya!



    Jakarta

    Tandon atau toren merupakan alat penyimpanan air yang biasanya digunakan baik di perkotaan maupun pedesaan, terutama jika pasokan air dari PDAM ataupun sumur tidak selalu tersedia sepanjang waktu. Air dalam tandon menjadi cadangan penting yang digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci, hingga kebutuhan memasak.

    Saat digunakan pada siang hari terutama ketika cuaca sangat terik, biasanya air yang keluar terasa panas. Padahal, kita pada umumnya menginginkan air yang bersih, segar, dan sejuk untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

    Suhu air yang meningkat ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman saat digunakan, tetapi juga dapat menurunkan kualitas air jika dibiarkan terus menerus. Kondisi ini kerap terjadi terutama saat tandon ditempatkan di area terbuka atau di atas atap rumah.


    Lantas, mengapa hal tersebut dapat terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan berikut.

    Penyebab Air Tandon Terasa Panas

    1. Paparan Sinar Matahari Langsung

    Menurut Tabarestan Plastic Complex, salah satu penyebab utama adalah tandon yang terpasang di atap, di ruang terbuka atau terpapar sinar matahari langsung sepanjang hari. Saat sinar matahari menyinari tandon air, permukaan tandon akan menyerap panas, kemudian diteruskan ke dalam air di dalamnya.

    2. Material Tangki dan Sifat Termal

    Sifat bahan tandon sangat mempengaruhi kemampuan menyerap panas. Melansir dari Solico Tanks, menyebutkan bahwa tandon berbahan logam atau plastik lebih mudah menyerap panas dari matahari sehingga secara signifikan juga meningkatkan
    suhu air di dalam tandon.

    3. Warna dan Desain Tandon

    Tandon dengan warna gelap atau tanpa lapisan anti-UV akan menyerap lebih banyak panas daripada tangki berwarna terang atau yang dilengkapi lapisan reflektif. Tandon yang didesain dengan tiga sampai empat lapisan (termasuk anti-UV) akan mengurangi pemanasan.

    4. Minimnya Sirkulasi dan Volume Udara di Dalam Tangki

    Bila tangki jarang digunakan atau volume airnya kecil, udara di atasnya akan memenuhi isi tandon sehingga udara panas dapat mengalir di dalam tangki dan memanaskan air.

    Dampak Air Tandon yang Terlalu Panas

    Air yang terlalu panas tidak ideal untuk digunakan, karena suhu tinggi dapat mempengaruhi kualitas air tersebut. Selain itu terdapat juga dampak lainnya yang berbahaya jika dibiarkan terus-menerus, di antaranya sebagai berikut.

    1. Air panas dari tandon dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penggunanya dan kurang cocok dikonsumsi sehari-hari. Pada tandon berbahan plastik, paparan panas berlebih dapat menyebabkan pelapisan dalam tangki melepaskan zat kimia ke dalam air. Zat ini berpotensi mempengaruhi rasa dan keamanan air jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
    2. Suhu yang tinggi dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme atau alga.Melansir dari Solico Tanks, suhu yang tinggi di dalam tandon air dapat mempercepat pertumbuhan alga, lumut, dan bakteri. Mikroorganisme ini bisa mengubah warna, bau, dan rasa air sehingga tidak layak diminum.
    3. Bahan tandon bisa mengalami kerusakan lebih cepat jika sering terpapar panas yang ekstrim. Suhu ekstrem dapat membuat bahan tandon, terutama plastik atau fiberglass, menjadi rapuh dan mudah retak. Kerusakan ini berisiko mencemari air dengan serpihan halus dari material tandon.

    Cara Mengatasi Air Tandon yang Terasa Panas agar Tetap Sejuk

    Berikut beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi air tandon yang terasa panas menurut Tabarestan Plastic Complex.

    1. Gunakan tandon dengan warna terang (misalnya putih) sehingga memantulkan cahaya matahari, tidak malah menyerap cahaya matahari.
    2. Pasang insulasi pada sambungan pipa agar bagian yang mempengaruhi aliran air tidak menambah panas.
    3. Usahakan tandon ditempatkan pada lokasi yang tidak langsung terpapar sinar matahari atau bisa juga dipasang peneduh untuk tandon.
    4. Pastikan tandon terisi penuh agar bagian atas tandon tidak terisi udara (udara panas lebih mudah memanaskan air jika terdapat ruang kosong).
    5. Gunakan tandon multi-lapis (lapisan anti-UV) apabila menggunakan bahan plastik polietilen.
    6. Sirkulasikan air secara rutin sehingga air yang panas tidak menetap di satu bagian.

    Air tandon bisa terasa panas di cuaca terik siang hari karena beberapa faktor. Dengan menerapkan strategi seperti penempatan yang tepat, penggunaan cat terang, dan tandon yang multi lapis, bisa meminimalisir suhu panas di air secara signifikan.

    Itulah penjelasan mengenai penyebab air tandon terasa panas, serta dampak dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Diet Ini Bukan Cuma Bikin Kurus, Tapi Bisa Bantu Cegah 15 Juta Kematian Dini


    Jakarta

    Perubahan pola makan yang lebih sehat bisa mengurangi kematian dini dan memperlambat dampak perubahan iklim. Hal ini dilaporkan oleh Komisi EAT-Lancet 2025, sebuah koalisi pada ahli di bidang gizi, iklim ekonomi, kesehatan, dan pertanyaan dari lebih dari 35 negara.

    Dikutip dari laman ABC News, para peneliti mengatakan, jika orang-orang di seluruh dunia menerapkan Planetary Health Diet (PHD), hingga 15 juta kematian dini bisa dihindari setiap tahunnya. Komisi ini juga menemukan, mengubah pola makan masyarakat bisa mengurangi emisi gas rumah kaca dari pertanian.

    “Sistem pangan merupakan kontributor utama dari banyak krisis yang kita hadapi saat ini, dan sekaligus, kunci untuk menyelesaikannya,” kata wakil ketua komis dan direktur nutrisi, kesehatan, dan ketahanan pangan di Consultative Group on International Agricultural Research (CGIAR), Shakuntala Haraksingh Thilsted.


    “Bukti yang disajikan dalam laporan kami jelas: dunia harus bertindak berani dan adil untuk memastikan perbaikan berkelanjutan,” tambah Thisted.

    PHD merupakan menu berbasis tanaman yang mencakup 3-5 porsi biji-bijian utuh setiap hari, setidaknya lima porsi buah dan sayur dan porsi kacang-kacangan dan polong-polongan dalam satu hari.

    Pola makan ini tidak menganjurkan untuk tidak makan protein hewani sama sekali bagi orang-orang yang ingin mengkonsumsinya. Tetapi, dianjurkan untuk makan daging merah, unggas, ikan, telur, dan produk susu dalam jumlah sedang.

    Misalnya, direkomendasikan hanya satu porsi daging merah, dua porsi ikan, dan unggas, serta 3-4 telur per minggu. Komisi ini juga menganjurkan pembatasan keat terhadap gula tambahan, lemak jenuh, dan garam.

    “Planetary Health Diet bukanlah pendekatan yang sama untuk semua orang,” kata salah satu ketua komisi dan professor epidemiolog dan nutrisi di Harvard TH Chan School of Public Health, Walter C. WIllett.

    Pola makan ini memberi ruang untuk keragaman budaya dan preferensi individu, dengan tetap menyediakan pedoman yang jelas untuk mencapai kesehatan optimal dan keberlanjutan di seluruh dunia.

    Dikutip dari laman AP News, rekomendasi diet didasarkan pada data tentang risiko penyakit yang bisa dicegah, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Para peneliti mengatakan bahwa kesehatan manusia dan planet ini selaras.

    Laporan baru yang telah melalui peninjauan sejawat ini dibangun berdasarkan penelitian komisi di tahun 2019. Pada saat itu, direkomendasikan pengurangan konsumsi makanan, seperti daging merah dan gula hingga persen serta mengadopsi pola makan yang utamanya berbasis tumbuhan.

    Willet mengatakan, ketika komisi membandingkan diet PHD mereka dengan apa yang biasanya dimakan orang di setiap negara, mereka memperkirakan, dunia akan melihat pengurangan 27 persen kematian dini, jika orang-orang mengadopsi rekomendasi PHD.

    “Kami memiliki banyak sekali literatur baru yang menunjukkan manfaat kesehatan yang sangat besar,” tambah Willett.

    Mengenai perubahan iklim, para peneliti menyimpulkan perubahan pola makan dunia saja bisa mengurangi emisi gas rumah kaca dari pertanian sebesar 15%, karena produksi daging, terutama daging merah membutuhkan pelepasan banyak gas yang menyebabkan pemanasan global. Peningkatan produktivitas makanan, pengurangan limbah makanan, dan perbaikan lainnya bisa meningkatkan angka tersebut hingga 20 persen.

    (elk/elk)



    Sumber : health.detik.com