Tag: pemasangan genteng

  • Ini Daftar Harga Atap Genteng Berdasarkan Jenisnya Tahun 2024


    Jakarta

    Atap rumah merupakan salah satu komponen utama dari bangunan rumah karena melindungi penghuninya dari berbagai kondisi cuaca. Atap ini dibuat dengan membangun rangka, lalu disusun banyak genteng.

    Nah, ada beragam jenis genteng yang bisa kamu gunakan untuk membuat atap rumah. Setiap jenis terbuat dari material yang memiliki karakteristik dan harga yang berbeda.

    Apa saja ya jenis-jenis material atap genteng dan berapa harga satuannya? Yuk, cek daftar harga tahun 2024 berikut ini, dikutip dari Lamudi, Jumat (5/7/2024).


    Jenis-jenis Atap Genteng

    1. Genteng Beton

    Genteng beton terbuat dari campuran kerikil pasir dan semen. Bobot genteng ini sangat berat, sehingga membutuhkan rangka atap yang kuat untuk menopangnya. Namun, genteng beton memiliki daya tahan yang cukup kuat dan tidak mudah goyang.

    Harga: Rp 8.000-12.500/pcs

    2. Genteng Kaca

    Genteng kaca memiliki model transparan, sehingga memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam rumah. Kekurangan jenis genteng ini tentunya dari bahannya yang rentan pecah.

    Harga: Rp 45.000-60.000/pcs

    3. Genteng Keramik

    Genteng keramik merupakan salah satu jenis genteng yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Jenis genteng ini memiliki daya tahan yang cukup bagus.

    Harga: Rp 10.000-13.500/pcs

    4. Genteng Aspal

    Genteng aspal memiliki bobot paling ringan dibandingkan jenis genteng lainnya. Daya tahannya cukup bagus karena tahan api dan tekanan angin. Selain itu, genteng aspal juga terbilang cukup mudah untuk dipasang.

    Harga: Rp 150.000-175.000

    5. Genteng Metal

    Genteng metal terbuat dari bahan metal dan logam dengan ketebalan sekitar 0,3 mm. Genteng ini memiliki ukuran yang cukup lebar, yakni berkisar 60-120 cm. Lalu, pemasangan genteng metal juga cukup mudah dan ringan.

    Harga: Rp 67.000-135.000

    6. Genteng Asbes

    Genteng asbes adalah jenis atap rumah yang termurah dibandingkan yang lainnya. Genteng ini juga cukup ringan dan mudah dipasang karena tidak perlu konstruksi khusus sebagai penopang. Namun, genteng asbes tidak cukup kuat untuk menahan beban.

    Harga: Rp 44.000-93.000

    Itulah jenis-jenis atap genteng beserta harganya. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Kasus di Cilegon, Ini Cara Cegah Atap Rumah Ambruk Saat Hujan Angin



    Jakarta

    Sebuah rumah milik warga Kopo Tanjak, Gunung Sugih, Cilegon belum lama ini bagian atapnya roboh saat diterjang hujan yang disertai angin kencang. Bagian atap rumah ambruk hingga menimbulkan kerugian belasan juta rupiah.

    “Atap rumah bagian depan dan kamar ambruk, rusak sedang. Kerugian kurang lebih Rp 15 juta,” ucap Kepala BPBD Cilegon Suhendi dikutip dari detikNews, Minggu (7/7/2024).

    Suhendi mengungkapkan ambruknya atap rumah juga disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah rapuh. Walau demikian, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.


    “Penyebab kejadian, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan bangunan yang sudah rapuh. Korban jiwa nihil,” katanya.

    Rumah semestinya menjadi tempat berlindung dari berbagai kondisi alam. Namun, kondisi cuaca yang ekstrem serta bangunan yang kurang kokoh bisa membuat bangunan rusak, terutama pada bagian atap rumah.

    Lalu, bagaimana cara membangun rumah yang tahan terhadap terpaan hujan lebat yang disertai angin kencang? Simak penjelasan ahli berikut ini.

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyampaikan pemilihan material rangka atap mempengaruhi kekuatan atap untuk menahan hujan dan angin kencang. Ia menyarankan agar memakai rangka atap dari baja ringan.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti belum lama ini.

    Ia mengatakan penggunaan material kayu atau bambu untuk rangka atap sudah tidak lagi disarankan karena rawan lapuk dan dimakan rayap, sehingga tidak kuat menahan bobot genteng. Sementara baja ringan merupakan inovasi material yang awet dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.

    “Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” jelasnya.

    Panggah menyebut baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk sebagai rangka atap. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan juga jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” imbuhnya.

    Selain itu, pemasangan genteng harus sesuai supaya tidak ada air hujan yang masuk rumah. Setiap genteng perlu disusun saling meniban, serta memiliki kemiringan yang cukup untuk mengalirkan air. Sebab, meski memiliki sifat anti karat, baja ringan bisa rusak bila terkena air.

    Kemudian, Panggah juga membagikan tips agar atap rumah tidak mudah rusak akibat tiupan angin kencang. Ia menyarankan agar memilih material genteng yang berat, seperti genteng tanah liat berkeramik atau genteng beton.

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com