Tag: pemasangan

  • 7 Jenis Nat Keramik Beserta Ketahanan dan Fungsinya, Jangan Salah Pilih!


    Jakarta

    Nat keramik adalah campuran semen, pasir, serta pewarna yang ditambahkan air. Nat akan mengeras secara perlahan dalam jangka waktu tertentu.

    Nat ubin keramik tersedia dalam berbagai macam warna. Hal ini bisa memudahkan kita untuk memilih rona yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

    Fungsi Nat

    Dilansir Ceramic Arts Network, dalam pemasangan ubin konvensional, nat keramik digunakan untuk:


    • Mengisi ruang di antara potongan-potongan keramik.
    • Menciptakan permukaan yang halus dan tahan lama
    • Mencegah penetrasi kelembapan dan kotoran.

    Jenis Nat Keramik

    Dikutip dari The Spruce, berikut adalah jenis-jenis nat utama yang bisa digunakan untuk proyek pemasangan keramik:

    1. Nat yang Diamplas

    Nat ini baik digunakan untuk sambungan ubin besar, proyek lantai interior, serta area dengan lalu lintas tinggi.

    Nat berpasir ini merupakan jenis nat semen yang umum digunakan dalam aplikasi lantai, karena tahan lama. Nay ini mengandung sedikit pasir yang bisa meningkatkan kekuatan sambungan nat.

    2. Nat Tanpa Pasir

    Nat tanpa pasir terbaik dipakai untuk sambungan ubin tipis, lantai kamar mandi, dan dinding pancuran. Sesuai namanya, nat jenis ini tidak mengandung partikel pasir.

    Oleh sebab itu, nat tanpa pasir lebih cocok untuk sambungan keramik tipis daripada nat berpasir. Komposisi nat ini tahan terhadap kelembapan dan pertumbuhan jamur, sehingga ideal untuk dinding antai kamar mandi, lantai dapur, atau backsplash dapur.

    3. Nat Epoksi

    Nat epoksi adalah nat terbaik untuk proyek pemasangan ubin DIY karena tidak berpori, sangat tahan lama, tahan terhadap bahan kimia, dan memiliki masa pakai yang panjang dengan perawatan minimal.

    Lokasi industri seringnya menggunakan nat ini untuk lantai ubin, dinding, dan fasilitas manufaktur. Psalnya, nat epoksi keokoj dan fleksibel.

    4. Nat Resin Furan

    Nat jenis ini biasa digunakan untuk lokasi industri, seperti pabrik. Nat resin furan merupakan jenis nat khusus yang dibuat menggunakan polimer alkohol furfuril.

    Komposisi kimia tersebut membuat nat bisa lebih tahan terhadap kerusakan akibat asam, abrasi, noda, kelembapan dan bahan kimia lainnya.

    Kelebihan nat yaitu mampu menahan paparan suhu hingga 176 derajat celcius secara terus-menerus.

    5. Nat Semen Polimer

    Nat semen polimer berkinerja tinggi adalah produk khusus yang menambahkan polimer lateks ke dalam formula nat. Penambahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan ketahanan terhadap kelembapan.

    Nat semen polimer berkinerja tinggi sangat baik untuk kamar mandi, memperbarui pancuran, memasang backsplash, hingga mengganti keramik lantai dapur.

    6. Nat Resin Polimer Pra-Campur

    Nat resin polimer pracampur adalah produk nat siap pakai yang bisa diaplikasikan di sambungan ubin, tanpa perlu khawatir nat tercampur dengan air.

    Mirip dengan nat komponen tunggal, nat ini mudah diaplikasikan dan relatif terjangkau. Penggunaanya cocok untuk kamar mandi dan dapur.

    7. Nat Komponen Tunggal

    Nat komponen adalah nat uretan atau resin akrilik-silikon yang cepat mengeras setelah nat terkena udara. Jenis nat ini baik untuk konsistensi warna, ketahanan terhadap bahan kimia, sera ketahanan terhadap noda.

    Jenis nat ini juga tahan terhadap retak, bahan kimia, dan hancur. Pemakaiannya cocok untuk di kamar mandi , dapur, dan area lain yang berkelembapan tinggi.

    Itu tadi penjelasan seputar nat keramik berperan penting dalam memperkuat struktur serta estetika lantai dan dinding (yang dipasangi keramik).

    Pemilihan jenis nat akan tergantung pada apa yang penting bagi pengguna. Berbagai jenis nat yang tersedia, seperti nat semen, nat epoksi, dan nat furan, memungkinkan pengguna untuk memilih sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Bikin Rumah Nggak Gerah Tanpa AC


    Jakarta

    Rumah di negara beriklim tropis biasanya memiliki udara yang panas dan gerah, bahkan terasa pengap di dalam rumah. Hal ini disebabkan akibat kurangnya ventilasi yang memungkinkan sirkulasi udara.

    Udara panas yang terperangkap di dalam rumah tentu bikin penghuni rumah kegerahan. Peran jendela sebagai ventilasi untuk sirkulasi udara pun menjadi penting. Pemasangan jendela di depan rumah bisa membawa udara segar masuk ke dalam rumah, tetapi tidak mengeluarkan udara panas.

    Alhasil, rumah masih terasa panas walau jendela sudah dibuka. Kalau seperti ini, kamu membutuhkan ventilasi lain sebagai jalur panas untuk keluar dari rumah.


    Ventilasi itu juga berupa jendela yang berada di sisi lain tetapi masih berhadapan dengan jendela utama di depan yang mengirim udara segar masuk ke dalam rumah. Akses masuk dan keluar udara di dalam rumah tersebut disebut dengan ventilasi silang atau cross ventilation.

    Ventilasi Silang

    Melansir dari architropics pada Selasa (9/7/2024), ventilasi silang adalah suatu bentuk ventilasi alami yang memungkinkan angin masuk ke satu sisi ruangan dan keluar dari sisi lainnya.

    Ventilasi silang menggunakan tenaga yang digerakkan oleh angin untuk membawa udara dingin dari luar dan menggantikan udara dalam ruangan yang pengap dan hangat. Memakai sistem ventilasi silang ini dinilai efektif membuat rumah lebih sejuk.

    Jalur pertukaran udara ini tidak boleh terhalang oleh perabotan apa pun. Biarkan jendela depan dan belakang berhadapan tanpa ada meja, dinding, atau rak yang menghalangi sirkulasi udara. Penghalang juga membuat arah angin segar yang masuk ke rumah tidak bisa mendorong udara panas keluar.

    Hal lain yang perlu diperhatikan saat menerapkan ventilasi silang di rumah adalah membuat bingkai jendela yang lebar. Selain itu, kecepatan angin di luar juga faktor penting rumah dapat menjadi sejuk.

    Kekurangan Ventilasi Silang

    Meski dinilai sangat efektif membuat rumah jauh lebih sejuk, tentu sistem ini hanya berlaku bagi rumah yang memiliki 2 sisi rumah yang terbuka dan tidak berdempetan dengan tembok. Misalnya yang hanya memiliki taman belakang atau yang rumahnya berhalaman luas.

    Namun, untuk yang tinggal di komplek perumahan yang rumahnya berdempetan, rusun, atau apartemen yang hanya memiliki 1 sisi yang memiliki jendela, ventilasi silang bisa diterapkan antara jendela dan pintu yang terbuka. Maka dari itu, setidaknya rumah memiliki jendela agar rumah memiliki perputaran udara yang baik.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Genteng Metal Berisik Saat Hujan, Begini 6 Cara Ampuh Meredamnya


    Jakarta

    Genteng metal dikenal sebagai atap yang cukup bising terutama saat hujan. Hal ini disebabkan genteng metal terbuat dari bahan logam yang konduktif yang menghantarkan suara, panas, dan listrik. Suara yang dihasilkan ketika hujan seperti permukaan logam yang dipukul dengan benda berat, cukup nyaring. Meskipun begitu, genteng metal masih banyak digunakan karena harganya yang murah dan ketahanannya.

    Selain itu, saat ini ada beberapa cara untuk meredam suara bising genteng metal saat hujan sehingga penghuni rumah tidak terganggu. Melansir dari BLKP, Minggu (14/7/2024), berikut beberapa cara meredam suara dari genteng metal.

    1. Pilih Atap Metal yang Tebal

    Ketebalan atap mempengaruhi besar suara yang dihasilkan. Maka dari itu, ketika membeli genteng metal, sebaiknya pilih ketebalan yang aman. Ketebalan yang disarankan setidaknya berkisar antara 0,25 hingga 0,30 millimeter. Semakin tebal permukaan atap, maka semakin kuat menahan air atau benda yang jatuh. Tingkat suara bising pun akan berkurang.


    2. Tambah Plafon

    Suara air jatuh saat hujan akan terdengar jelas karena di bawahnya tidak dipasang plafon. Plafon dapat menjadi lapisan tambahan yang meredam suara hujan dan membuat rumah kamu lebih tenang.

    3. Pemasangan Atap Pelana

    Salah satu solusi yang bisa meredam suara bising adalah menggunakan pemasangan atap pelana. Atap pelana adalah lapisan tambahan yang dipasang di atas genteng metal. Lapisan ini akan meredam suara hujan dan membuat atap lebih tahan terhadap suara bising.

    4. Pemasangan Insulasi

    Salah satu cara efektif untuk meredam suara bising pada genteng metal adalah dengan memasang insulasi. Singkatnya, insulasi merupakan penghambatan proses rambat pada bunyi. Kamu bisa menggunakan bahan seperti wol mineral atau busa berlapis aluminium dapat ditempatkan di bawah genteng metal. Insulasi ini akan menyerap suara hujan dan mengurangi getaran genteng metal yang menyebabkan suara bising.

    5. Pilih Genteng Metal yang Kondisinya Bagus

    Genteng metal yang kondisinya masih baik tidak begitu mengeluarkan suara nyaring saat hujan. Namun, jika genteng dalam kondisi rusak atau longgar suara yang dihasilkan akan lebih besar saat hujan.

    6. Pertimbangkan Material Alternatif

    Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, genteng metal pasti menimbulkan suara bising. Agar kamu tidak menyesal, kamu bisa menggantinya sejak awal dengan jenis material lain seperti genteng bitumen atau genteng beton. Meskipun harus melakukan renovasi, tetapi ini merupakan solusi jangka panjang yang akan mengurangi masalah suara bising.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bekisting Adalah? Ini Fungsi, Material, dan Jenis-jenisnya


    Jakarta

    Di dunia bangunan dikenal istilah bekisting. Singkatnya, bekisting adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton saat dituang dan dibentuk sesuai bentuk cetakannya. Dalam bahasa Inggris, bekisting disebut dengan formwork.

    Beton diketahui menjadi bahan bangunan yang banyak digunakan di dunia. Untuk mencetak beton dengan bentuk yang diinginkan, bekisting harus cukup kuat untuk menahannya hingga mengeras. Ketahui lebih lanjut tentang fungsi, material, dan jenis-jenis bekisting pada uraian di bawah.

    Apa Itu Bekisting?

    Mengutip Panduan Pembuatan Panel Beton oleh Sri Wiwoho Mudjanarko, dkk, bekisting adalah suatu konstruksi pembantu berupa cetakan yang bersifat sementara. Dalam pembangunan, bekisting dipasang pada bagian samping dan bawah dari suatu konstruksi beton yang akan dibangun.


    Dikarenakan cetakan sementara, bekisting harus bisa dibongkar jika beton yang dituang sudah cukup kering, keras, dan menguat. Selain itu, kekuatan bekisting harus diperhatikan agar tidak rusak akibat beton yang mengering.

    Kebersihan bekisting juga perlu diperiksa sebelum cairan beton dituangkan ke dalamnya agar tidak ada kotoran yang ikut mengeras bersama beton.

    Fungsi Bekisting

    Dikutip dari E-Journal milik Universitas Atma Jaya Yogyakarta, bekisting secara umum memiliki tiga fungsi utama, yaitu:

    • Untuk memberikan bentuk pada sebuah konstruksi beton
    • Untuk memperoleh struktur permukaan yang diharapkan
    • Untuk menahan beton sampai cukup keras sehingga bagian atasnya dapat memikul atau dilalui tenaga kerja dan peralatan bangunan.

    Bahan Bekisting

    Bahan bekisting dikatakan baik bila memenuhi beberapa persyaratan: tidak bocor dan menghisap air dalam campuran beton, kuat, memiliki tekstur seperti beton yang ingin dihasilkan, dan dimensi presisi sesuai dengan perencanaan. Nah, berikut material yang biasa dijadikan bekisting:

    1. Kayu

    Kayu termasuk material yang banyak digunakan untuk bekisting. Bahan ini khususnya masih sering dipakai pada tipe bekisting konvensional dan semi konvensional.

    Material kayu untuk bekisting haruslah kuat tetapi hanya boleh setengah kering. Maksudnya, kayu tidak boleh terlalu basah karena bisa menyusut dan melengkung saat cuaca panas. Dan jika kayu terlalu kering maka bisa membengkak ketika dibasahi.

    2. Plywood

    Semenjak diperkenalkannya kayu lapis atau plywood, bahan ini jadi material yang lumrah dipakai juga untuk bekisting. Plywood memiliki ketahanan yang cukup tinggi.

    Untuk dijadikan material bekisting, plywood dapat dilapisi polyfilm atau tidak. Kayu lapis yang dilapisi polyfilm lebih awet dan dapat digunakan berulang kali. Pemakaiannya juga bisa lebih lama dibanding plywood yang tidak dilapisi polyfilm.

    3. Baja

    Baja digunakan sebagai bahan bekisting pada tipe bekisting semi konvensional dan bekisting sistem. Material ini dijadikan sebagai support atau sabuk pada bekisting kolom dan dinding. Penggunaan baja sebagai bekisting tergolong tahan lama dan dapat dipakai berulang kali.

    Jenis-jenis Bekisting

    Secara garis besar, tipe-tipe bekisting dibedakan menjadi tiga, yaitu:

    1. Bekisting Konvensional

    Material utama bekisting jenis ini adalah kayu. Kelebihan bekisting konvensional adalah fleksibilitasnya yang tinggi, sedang kekurangannya yaitu membutuhkan waktu relatif lama dalam pengerjaannya. Di sisi lain, material kayunya tidak dapat dipakai berulang kali.

    2. Bekisting Semi Modern

    Bekisting semi modern merupakan jenis bekisting yang memadukan kayu dan bahan fabrikasi. Keunggulannya yaitu lebih hemat biaya lantaran kayu bukanlah material utama bekisting. Kayu berupa plywood hanya digunakan pada bagian tertentu.

    3. Bekisting Modern

    Bahan yang digunakan pada bekisting modern yaitu material fabrikasi. Pemasangan bekisting dengan cara ini sudah cukup sederhana sehingga tidak memberatkan pekerja bangunan. Namun kekurangannya, bekisting jenis ini tergolong mahal.

    Bekisting semi sistem merupakan perkembangan dari bekisting konvensional di mana terdapat peningkatan kualitas material sehingga dapat digunakan berulang dan cukup awet.

    Material yang digunakan untuk bekisting semi sistem adalah scaffolding. Cetakannya terbuat dari material kayu lapis atau plat sedangkan penopangnya terbuat dari baja yang difabrikasi.

    Bekisting sistem atau full system merupakan bekisting universal yang difabrikasi. Pemasangannya sudah sangat disederhanakan dan pengerjaannya ringan. Akan tetapi, material bekisting ini terbilang mahal.

    Nah, itu tadi penjelasan mengenai bekisting yang merupakan cetakan sementara untuk membentuk cairan beton dalam pembangunan. Pastikan detikers menggunakan bekisting yang tepat, sehingga rumah detikers terjamin kuat dan kokoh.

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tiang Utilitas Berdiri di Lahan Pribadi, Tuan Tanah Bisa Dapat Kompensasi?



    Jakarta

    Tiang utilitas atau tiang penopang fasilitas umum seperti kabel listrik dan kabel telpon biasa ditemukan di sekitar rumah. Biasanya pemasangannya berada di pinggir jalan, di depan rumah, hingga di dekat rumah. Namun, bagaimana jika tiang utilitas dipasang di lahan pribadi, apakah tuan tanah bisa mendapat kompensasi?

    Melansir dari detikFinance, tiang utilitas yang dipasang di lahan pribadi bisa mendapatkan kompensasi lho. Ada aturan yang mengatur hal tersebut yakni Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

    Dalam Pasal 27 Ayat 1, disebutkan untuk kepentingan umum, pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik dalam melaksanakan usaha penyediaan tenaga listrik berhak untuk (a) melintasi sungai atau danau baik di atas maupun di bawah permukaan, (b) melintasi laut di atas maupun di bawah permukaan, (c) melintasi jalan umum dan jalan kereta api, (d) masuk ke tempat umum atau perorangan dan menggunakannya untuk sementara waktu.


    Lalu, (e) menggunakan tanah dan melintas di atas atau di bawah tanah, (f) melintas di atas atau di bawah bangunan yang dibangun di atas atau di bawah tanah, dan (g) memotong dan/atau menebang tanaman yang menghalanginya.

    Selain itu, pada Pasal 30 dijelaskan mengenai pemberian kompensasi yang didapatkan tuan tanah apabila lahannya dipakai untuk pemasangan tiang listrik.

    “Penggunaan tanah oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik untuk melaksanakan haknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 dilakukan dengan memberikan ganti rugi hak atas tanah, bangunan dan tanaman sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 30 Ayat 1 seperti yang dikutip pada Senin (8/7/2024).

    Ketentuan ini dilanjutkan pada Pasal 30 Ayat 2 yang menjelaskan ganti rugi atas tanah sebagaimana dimaksud pada Ayat 1 diberikan untuk tanah yang dipergunakan secara langsung oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik dan bangunan serta tanaman di atas tanah.

    “Kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan untuk penggunaan tanah secara tidak langsung oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik yang mengakibatkan berkurangnya nilai ekonomis atas tanah, bangunan dan tanaman yang dilintasi transmisi tenaga listrik,” bunyi Pasal 30 Ayat 3.

    Pada Pasal 30 Ayat 4, perhitungan kompensasi yang diberikan kepada tuan tanah diatur dengan Peraturan Pemerintah.

    Lebih lanjut, Advokat Muhamamd Rizal Siregar juga mengatakan hal yang sama. PLN dapat memberikan ganti rugi hak atas tanah atau kompensasi kepada pemegang hak atas tanah, bangunan, dan tanaman sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

    Namun, menurutnya jenis pemasangan yang bisa mendapatkan ganti rugi adalah tanah yang dipakai untuk SUTET atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi.

    “Hanya memang yang bisa mendapatkan kepastian ganti rugi apabila tiang listrik itu dipasang di tanah masyarakat itu hanya aturan tentang SUTET. Cuma SUTET saja,” ungkap Rizal seperti yang dikutip dari detikcom yang tayang pada Sabtu (13/1/2024) lalu.

    Alasannya, lahan di sekitaran SUTET lebih berbahaya mengingat tiang pemancar ini memiliki tegangan yang lebih besar dari tiang listrik biasa. Oleh karena itu, warga yang tanahnya dipakai untuk pemasangan SUTET mendapat kompensasi.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Merawat Wall Panel Biar Awet dan Tahan Lama


    Jakarta

    Wall panel bisa bikin tampilan interior rumah makin cantik dan terkesan mewah. Tapi, perawatannya pun nggak bisa sembarangan. Bila cara perawatannya salah, wall panel kamu akan cepat rusak dan malah bikin tampilan rumah jadi tampak lusuh.

    Mengutip dari Qhome Mart, wall panel adalah lembaran papan yang berfungsi sebagai penutup dinding yang terlihat dan terbuka.

    Pemasangannya juga tidak harus menutupi seluruh dinding, bisa hanya diaplikasikan di beberapa bagian dinding sebab wall panel mudah dipotong.


    Cara pemasangan pun mudah yakni dengan mengukur luas dinding yang akan ditempelkan wall panel. Kemudian sesuaikan dengan panjang wall panel. Setelah dipotong, amplas agar sisinya lebih rapih. Tempel wall panel menggunakan lem silikon yang berbentuk seperti botol dan memiliki tutup keluar lem yang lancip.

    Setelah sukses terpasang, pemilik rumah perlu menjaga wall panel agar tetap tahan lama dan tidak mudah rusak. Caranya bisa mengikuti tips dari livspace.com sebagai berikut.

    1. Bersihkan debu secara teratur

    Jenis wall panel bermacam-macam ada yang yang terbuat dari PVC, gypsum, akrilik, kayu lapis, dan masih banyak lagi. Semua permukaan wall panel solid dan berpotensi berdebu apalagi yang memiliki bentuk lengkungan. Cara membersihkannya dengan menggunakan kemoceng atau kain kering.

    2. Jauhkan dari sinar matahari

    Tips agar wall panel tahan lama terutama untuk warnanya adalah dengan menjauhkan dari sinar matahari langsung. Sehingga wall panel jarang dipasang di luar ruangan.

    Meskipun begitu, pemasangan di dalam ruangan, motif dari wall panel juga berpotensi memudar. Tetapi itu bisa dicegah dengan pemasangan tirai atau gorden di jendela. Sehingga cahaya tidak menyorot langsung ke wall panel.

    3. Segera bersihkan noda dan cipratan

    Dinding adalah lokasi yang tidak bisa terhindar dari noda. Apalagi bagi yang memiliki anak kecil di rumahnya. Sementara wall panel tidak bisa terlalu sering terkena air. Sehingga apabila ada noda yang perlu dihapus dengan pembersih cair sebaiknya digosok dengan lembut.

    Apabila noda sulit dihapus, oleskan sedikit air sabun. Setelah itu keringkan dengan kain bersih dan kering. Hindari cairan pembersih yang berpotensi merusak warna dan tekstur wall panel.

    4. Jaga wall panel tetap kering

    Wall panel sensitif terhadap air. Sehingga tidak disarankan memasang wall panel di kamar mandi dan dapur. Apabila wall panel kerap terkena air, lapisan kertas dan laminasi yang melindungi corak dan desain wall panel dari basah akan cepat rusak.

    5. Tutupi wall panel merenovasi

    Sama seperti furnitur, wall panel perlu ditutupi saat ada renovasi di rumah. Sebagai contoh saat hendak mengecat ulang dinding, mengganti lantai, atau melakukan proyek perbaikan rumah.

    Bungkus seluruh permukaan wall panel dengan plastik. Langkah ini juga akan mencegah wall panel terkena goresan dari benda tajam saat renovasi.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Keliru, Ini 4 Perbedaan Keramik Lantai dan Keramik Dinding


    Jakarta

    Keramik adalah salah satu material bangunan yang biasa digunakan sebagai finishing atau letaknya di paling luar. Keramik terkenal akan ketahanannya terhadap air, api, hingga beban. Pemasangannya pun tidak hanya di lantai, melainkan bisa di dinding pula sehingga seluruh bagian rumah sebenarnya bisa dilindungi dengan keramik.

    Namun, jangan salah, meskipun keramik bisa dipasang di lantai dan dinding, tetapi ternyata ada perbedaan di antara keduanya. Lantas, apa saja perbedaannya? Apakah keramik lantai bisa dipasang di dinding? Untuk lebih jelasnya, simak perbedaan antara keramik lantai dan keramik dinding berikut.

    Definisi Keramik Lantai dan Keramik Dinding

    Keramik yang biasa dipakai di Indonesia, biasanya terbuat dari tanah liat. Maka dari itu, bagian bawah keramik berwarna agak kemerahan. Melansir Klopmart, Sabtu (3/8/2024), pembuatan keramik melalui proses pembakaran pada suhu sekitar 600℃ hingga lebih dari 1.300℃.


    Dikutip dari Porcelain Superstore, keramik lantai, sesuai namanya, dirancang khusus untuk dipasang di lantai. Bahannya dibuat kokoh dan tahan terhadap beban berat. Hal ini menyesuaikan fungsi dari keramik lantai karena lantai sebagai tempat beraktivitas penghuni rumah di mana pasti menerima tekanan hampir setiap hari.

    Sementara itu, keramik dinding merupakan jenis keramik yang dirancang untuk dipasang di dinding, seperti dinding kamar mandi, dinding splashback, hingga dinding luar rumah. Area dinding biasanya tidak begitu sering menerima tekanan, pemasangan keramik di dinding biasanya untuk mencegah pertumbuhan jamur karena area tersebut lembap sehingga rating kekuatannya lebih rendah.

    Perbedaan Keramik Lantai dan Keramik Dinding

    Dari sana, sudah diketahui jika keramik lantai dan keramik dinding sebenarnya memiliki perbedaan. Namun, untuk lebih rincinya lagi, melansir Livspace.com, berikut penjelasannya.

    1. Ketahanan Terhadap Tekanan

    Pertama, keramik lantai dirancang untuk kuat menahan tekanan, tahan aus, dan tahan lama. Sementara itu, keramik dinding tidak harus sekuat keramik lantai dalam menahan tekanan. Keramik lantai umumnya lebih kuat dibandingkan dengan keramik dinding. Maka dari itu, memasang kedua jenis lantai berkebalikan tidak disarankan.

    2. Skema Peringkat PEI

    Jika dilihat dari Porcelain Enamel Institute (PEI) yakni skema pemeringkatan yang mengukur tingkat kekuatan dan daya tahan keramik, Keramik dengan skala PEI 0 hanya bisa dipasang di dinding. Sementara, di lantai harus memiliki skala di atas 5.

    Dalam PEI keramik ketahanan keramik dinilai dengan skala 1 hingga 5 bisa adalah keramik lantai karena ketahanannya rendah. Lalu untuk skala 5 ke atas maka keramik tersebut memiliki ketahanan yang kokoh dan bisa digunakan pada lantai rumah.

    3. Jenis Pelapis Terluarnya

    Untuk keramik lantai umumnya dilapisi dengan glasir yang tahan aus untuk menanggung tekanan dan gesekan. Sementara itu, keramik dinding seringkali dilapisi dengan glasir keras yang membuatnya tahan air dan memiliki finishing glossy atau mengkilap.

    4. Cara Perawatannya

    Berbeda jenis, maka berbeda cara perawatannya. Keramik lantai dipasang di lantai yang memiliki lalu lintas tinggi. Keramik lantai umumnya mudah dibersihkan dan tahan terhadap tekanan serta zat korosif.

    Sementara itu, keramik dinding biasanya digunakan untuk dinding, mudah dibersihkan, dan ideal untuk area yang sering terkena air dan kelembaban, seperti kamar mandi dan dapur.

    Apakah Keramik Dinding Bisa Dipasang di Lantai?

    Dapat disimpulkan, keramik lantai bisa dipasang di dinding. Namun, tidak sebaliknya. Keramik dinding sebaiknya tidak dipasang di lantai karena sifatnya yang rapuh sehingga rawan pecah atau retak. Selain itu, keramik dinding yang mengkilap tidak cocok dipijak karena bisa licin saat lembap atau ada genangan air. Pada dasarnya, keramik dinding dirancang untuk keperluan estetika dan perlindungan dinding, serta tidak cukup kuat menahan tekanan di lantai.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Macam-macam Nat Keramik Beserta Fungsinya



    Jakarta

    Nat keramik merupakan sebuah material pengisi celah antara keramik. Umumnya, nat ini digunakan pada dinding maupun lantai rumah.

    Nat keramik adalah campuran semen, pasir, serta pewarna yang ditambahkan air. Nat akan mengeras secara perlahan dalam jangka waktu tertentu.

    Nat ubin keramik tersedia dalam berbagai macam warna. Hal ini bisa memudahkan kita untuk memilih rona yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.


    Fungsi Nat

    Dilansir Ceramic Arts Network, dalam pemasangan ubin konvensional, nat keramik digunakan untuk berbagai macam hal, contohnya seperti mengisi ruang antara potongan-potongan keramik, menciptakan permukaan yang halus dan tahan lama, serta mencegah penetrasi kelembapan dan kotoran.

    Jenis Nat Keramik

    Dikutip dari The Spruce, berikut adalah jenis-jenis nat utama yang bisa digunakan untuk proyek pemasangan keramik:

    1. Nat yang Diamplas

    Nat ini baik digunakan untuk sambungan ubin besar, proyek lantai interior, serta area dengan lalu lintas tinggi.

    Nat berpasir ini merupakan jenis nat semen yang umum digunakan dalam aplikasi lantai, karena tahan lama. Nay ini mengandung sedikit pasir yang bisa meningkatkan kekuatan sambungan nat.

    2. Nat Tanpa Pasir

    Nat tanpa pasir terbaik dipakai untuk sambungan ubin tipis, lantai kamar mandi, dan dinding pancuran. Sesuai namanya, nat jenis ini tidak mengandung partikel pasir.

    Oleh sebab itu, nat tanpa pasir lebih cocok untuk sambungan keramik tipis daripada nat berpasir. Komposisi nat ini tahan terhadap kelembapan dan pertumbuhan jamur, sehingga ideal untuk dinding lantai kamar mandi, lantai dapur, atau backsplash dapur.

    3. Nat Epoksi

    Nat epoksi adalah nat terbaik untuk proyek pemasangan ubin DIY karena tidak berpori, sangat tahan lama, tahan terhadap bahan kimia, dan memiliki masa pakai yang panjang dengan perawatan minimal.

    Lokasi industri seringnya menggunakan nat ini untuk lantai ubin, dinding, dan fasilitas manufaktur. Sebab, nat epoksi cukup fleksibel.

    Sementara itu, dilansir dari Instagram Kementerian PUPR, nat epoksi yang terdiri dari campuran resin, hardener, dan pewarna ini sangat cocok untuk mengisi celah keramik kamar mandi dan kolam karena tahan di ruangan yang lembab maupun basah.

    Nat keramik juga cenderung mudah kering, sehingga jika sudah melekat akan sulit dikoreksi dan keramik akan terlihat kotor.

    4. Nat Resin Furan

    Nat jenis ini biasa digunakan untuk lokasi industri, seperti pabrik. Nat resin furan merupakan jenis nat khusus yang dibuat menggunakan polimer alkohol furfuril.

    Komposisi kimia tersebut membuat nat bisa lebih tahan terhadap kerusakan akibat asam, abrasi, noda, kelembapan dan bahan kimia lainnya.

    Kelebihan nat yaitu mampu menahan paparan suhu hingga 176 derajat Celcius secara terus-menerus.

    5. Nat Semen Polimer

    Nat semen polimer berkinerja tinggi adalah produk khusus yang menambahkan polimer lateks ke dalam formula nat. Penambahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan ketahanan terhadap kelembapan.

    Nat semen polimer berkinerja tinggi sangat baik untuk kamar mandi, memperbarui pancuran, memasang backsplash, hingga mengganti keramik lantai dapur.

    6. Nat Resin Polimer Pra-Campur

    Nat resin polimer pracampur adalah produk nat siap pakai yang bisa diaplikasikan di sambungan ubin, tanpa perlu khawatir nat tercampur dengan air.

    Mirip dengan nat komponen tunggal, nat ini mudah diaplikasikan dan relatif terjangkau. Penggunaanya cocok untuk kamar mandi dan dapur.

    7. Nat Komponen Tunggal

    Nat komponen adalah nat uretan atau resin akrilik-silikon yang cepat mengeras setelah nat terkena udara. Jenis nat ini baik untuk konsistensi warna, ketahanan terhadap bahan kimia, sera ketahanan terhadap noda.

    Jenis nat ini juga tahan terhadap retak, bahan kimia, dan hancur. Pemakaiannya cocok untuk di kamar mandi , dapur, dan area lain yang berkelembapan tinggi.

    Itu tadi penjelasan seputar nat keramik berperan penting dalam memperkuat struktur serta estetika lantai dan dinding (yang dipasangi keramik).

    Pemilihan jenis nat akan tergantung pada apa yang penting bagi pengguna. Berbagai jenis nat yang tersedia, seperti nat semen, nat epoksi, dan nat furan, memungkinkan pengguna untuk memilih sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Memilih Keramik Berkualitas Biar Lantai Rumah Tahan Lama


    Jakarta

    Pemasangan lantai pada rumah perlu kamu perhatikan. Mulai dari pemilihan ubin keramik tidak boleh sembarangan, lho.

    Jika kamu sembarangan memilih keramik, kemungkinan akan ada banyak hal yang tidak diinginkan terjadi seperti merembes, retak, dan sebagainya. Oleh karena itu, pastikan keramik yang kamu gunakan berkualitas.

    Lantas, bagaimana cara memilik keramik berkualitas untuk lantai rumah? Yuk, simak tipsnya berikut ini, dikutip dari tanndy, Selasa (6/8/2024).


    Cara Pilih Keramik Berkualitas

    1. Tipe Kualitas

    Ada dua nilai kualitas keramik, yaitu kelas AAA dan kelas B. Kelas ini dapat mengetahui tingkat kesempurnaannya. Grade B biasanya berpotensi patah atau kerataannya tidak sepenuhnya sempurna atau ada distorsi pada bentuknya.

    Sedangkan grade AAA sepenuhnya sempurna dan tanpa cacat. Jadi disarankan untuk rumah lebih baik membeli dengan kualitas terbaik.

    2. Kerataan

    Selanjutnya, periksa kerataan keramik dengan cara melihatnya dengan menumpuk dua keramik secara berhadapan. Lalu, periksa apa ada celah di antara kedua ubin tersebut.

    Kemudian, ambil kertas A4 dan lihatlah apakah bisa dimasukkan ke dalam celahnya. Jika tidak bisa maka kerataannya sudah cukup baik.

    3. Penyerapan Air

    Periksa daya serap air pada keramik dengan menyatukan 2 ubin. Lalu, lalu sisi belakangnnya menghadap ke atas dan teteskan air ke ubin.

    Jika cepat menyebar berarti laju absorbsi airnya tinggi, maka ubinnya tidak terlalu bagus untuk ruang duduk atau kamar tidur. Ubin dengan tingkat penyerapan air bisa dapat digunakan untuk toilet, kamar mandi dan lainnya.

    4. Ketukan Suara

    Uji kualitas keramik dengan mendengarkan suaranya ketika diketuk. Jika suaranya jernih dan keras maka kualitasnya bagus.

    Tetapi jika suaranya terdengar redam maka kualitasnya tidak terlalu bagus. Ubin dengan suara yang jernih berarti punya kualitas yang bagus karena punya harga porselennya sangat tinggi.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Lantai Semen Ekspos buat Rumah Industrial


    Jakarta

    Terdapat banyak pilihan lantai yang bisa bikin rumah menawan dan estetik. Salah satu konsep yang cukup unik adalah lantai semen ekspos.

    Bagaimana tidak? Lantai semen ekspos memberi kesan rumah belum selesai karena semennya mastih terlihat. Meski begitu, banyak orang menggemari tampilan rumah bergaya industrial seperti ini.

    Kalau kamu tertarik memiliki lantai semen ekspos di rumah, sebaiknya pahami dulu kelebihan dan kekurangan jenis lantai ini. Berikut ini penjelasan soal lantai semen ekspos menurut CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat.


    Kelebihan

    1. Pengerjaan Cepat

    Pengerjaan lantai semen ekspos biasanya jauh lebih cepat dibanding menggunakan lantai keramik. Sebab, hanya menggunakan semen saja.

    “Pengerjaan lebih cepat terus relatif lebih murah, karena itu kan cuma semen campur pasir mungkin dikasih tambahan aditif supaya pengerjaannya gampang dan di atasnya keras, biasanya pakai floor hardener, kalau untuk industrial biasanya pakai floor hardener juga supaya lebih awet,” kata Taufiq kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    2. Perawatan Lebih Mudah

    Taufiq menyebutkan, salah satu kelebihan lantai semen ekspos itu perawatannya mudah. Contohnya ketika terjadi keretakan berupa retak rambut, maka yang ditambal cukup yang bagian retaknya saja.

    “Kelebihannya lagi kalau misalnya perawatan lebih gampang. Jadi kalau ada retak, ya retaknya itu aja yang ditambal, tapi kalau (lantai) keramik retak ya diganti itu satu keramik, tapi relatif juga maintenance kerusakannya itu,” tutur Taufiq.

    3. Biaya Pemasangan Lebih Murah

    Biaya pemasangan lantai semen ekspos umumnya lebih murah. Sebab, tidak perlu ditambah keramik atau jenis lantai lainnya.

    “Secara budget memang lebih murah, karena nggak perlu beli keramik lagi kan, tinggal diaci, dilicinin,” ujar Taufiq.

    Kekurangan

    1. Kualitas Lantai Tergantung Tukangnya

    Kualitas lantai semen ekspos sangat tergantung dari tukang yang memasangnya. Sebab, bisa saja lantai mudah retak apabila pengerjaannya kurang tepat. Adapun, biasanya lantai jenis ini mengalami retak rambut yang bisa melebar.

    “Mungkin karena dikerjainnya di tempat, kualitas pekerjaannya bisa beda-beda tergantung tukang. Kalau penutup lantai itu kan biasanya sangat bersentuhan dengan rasa, karena diinjak dengan telapak kaki, karena dia bersentuhan dengan telapak kaki, terus juga dengan mata keliatan rata atau nggak. Ya itu pengerjaannya lebih membutuhkan tukang yang benar-benar ahli,” papar Taufiq.

    2. Mudah lembap

    Lantai semen ekspos mudah terasa lembab. Jika terasa lembab, maka akan mempengaruhi kualitas dari lantai semen. Bahkan, bisa menimbulkan keretakan.

    “Lantai semen kalau ada kelembaban, tanah kan lembab, kalau pagi sangat rentan terhadap ruang muka air, biasanya kalau muka airnya naik ya bisa ada kelembaban yang naik. Nah kalau sudah lembab, di udara yang lembab itu terasa lebih lembab kalau semen ekspos,” kata Taufiq.

    Lantai jenis ini juga memang bisa terasa dingin. Hal ini memang cocok untuk rumah di area tropis, namun harus dipertimbangkan kembali jika rumahmu berada di daerah dingin.

    3. Permukaan Keras

    Permukaan lantai semen ekspos memang terasa lebih keras. Hal ini bisa membuat penghuni rumah tidak betah untuk duduk berlama-lama di lantai. Apalagi jika penghuni rumah terjatuh, maka risiko mengalami cedera cukup tinggi.

    Itulah kelebihan dan kekurangan menggunakan lantai semen ekspos. Semoga bermanfaat ya detikers!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com