Tag: pemasangan

  • Cara Membuat Lantai Semen Ekspos, Lengkap Langkah-langkahnya



    Jakarta

    Lantai semen ekspos merupakan ciri khas rumah bergaya industrial memberikan kesan estetik meski tampak belum selesai atau unfinished look. Jenis lantai satu ini memang bisa menjadi opsi menguntungkan buat pemilik rumah, lho.

    Sebab, lantai semen ekspos mempunyai daya tahan yang cukup lama dibanding dengan lantai lainnya. Lalu, harga pemasangan lantai ini juga lebih menghemat biaya dibandingkan pasang keramik.

    Lantas, bagaimana cara membuat lantai semen ekspos ya? Yuk, simak penjelasan berikut ini menurut ahlinya.


    Menurut CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat hal pertama yang harus dilakukan itu melakukan pemerataan tanah. Selanjutnya baru dicor menggunakan beton.

    “Jadi kalau yang umum biasanya tanah diratain dulu, tanah itu harus rata dan padat. Syarat wajibnya itu, tanah harus padat dan rata,” katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Setelah tanah padat, selanjutnya dicor dengan beton. Tujuannya agar lantai rata. Adapun campuran pada beton ini ada pasir, batu kerikil, dan semen.

    Batu kerikil itu berfungsi agar lantai rumah semakin keras. Setelah dicor beton, barulah lantai diaci dengan menggunaka campuran semen dan air.

    “Setelah itu baru bisa difinish, difinishnya bisa diaci, diaci dikasih semen lagi, laburan semen dan air aja nggak usah pake pasir, nah itu baru digosok sampai beberapa kali supaya dapat hasil yang bagus,” tuturnya.

    Taufiq juga menambahkan ada baiknya jika menggunakan lantai jenis ini dilakukan leveling atau perbedaan tinggi lantai. Hal ini untuk mencegah adanya air tergenang di lantai tersebut.

    Senada, Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki juga menuturkan tanah yang digunakan untuk membuat lantai semen ekspos harus dipadatkan terlebih dahulu. Ia pun menjabarkan proses pembuatan lantai semen ekspos, yaitu:

    1. Padatkan tanah
    Ketika dipadatkan, pastikan ketebalannya sekitar 3-5 cm menggunakan pasir.

    2. Beton lantai

    Tanah yang sudah padat kemudian dibeton. Adapun tebal cor beton berkisar 6-9 cm.

    3. Plester semen

    Untuk plester semen, gunakan pasir extra beton untuk plester acian lantai. Lalu, gunakan kawat ayam untuk dipasang di atas lantai. Maka hasil plesteran dipastikan rata.

    4. Mengaci semen

    Untuk mengaci semen dapat menggunakan semen biasa/semen acian instan/semen acian portland. Lalu gunakan lem sebagai bahan campuran acian. Selanjutnya, lantai acian sudah siap digunakan.

    Itulah cara membuat lantai semen ekspos. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis Pipa Ini Cocok buat Wastafel Dapur, Bisa Cegah Bau Tak Sedap


    Jakarta

    Menjaga kebersihan dan merawat rumah penting agar penghuni merasa nyaman dan rumah tidak cepat rusak. Termasuk saluran air atau pipa di rumah perlu diperhatikan, misalnya wastafel dapur.

    Pipa yang satu ini jangan sampai tidak dirawat karena bisa menimbulkan bau tidak sedap. Biasanya bau disebabkan saluran air yang mampet, sehingga kotoran mengendap dan tidak terbuang dengan baik.

    Oleh karena itu, pemilihan jenis pipa untuk wastafel dapur tidak boleh sembarangan. Salah satu jenis pipa yang disarankan adalah yang berbentuk pipa P Trap.


    Pipa P trap adalah saluran pembuangan air di bawah wastafel dapur. Bentuknya berbeda dengan lengkungan pipa biasa karena pipa P trap, lengkungannya hanya di bagian depan lalu kemudian lurus.

    Ternyata bentuknya ini banyak kegunaannya untuk saluran air di rumah. Dikutip dari Housing, Rabu (6/8/2024), berikut beberapa fungsi dan kelebihan pipa P trap pada wastafel dapur.

    Kelebihan Pipa P Trap

    1. Mencegah Gas Masuk ke Rumah

    Setiap lubang di rumah, terutama saluran pembuangan dapat menimbulkan gas yang tidak bagus untuk kesehatan. Mulai dari sakit kepala, pusing, dan masalah kesehatan lainnya.

    Dengan pipa P trap yang bentuknya lurus, melengkung, kemudian lurus lagi, dapat mengunci gas saluran pembuangan di dalam pipa.

    2. Mencegah Penyumbatan Pipa

    Biasanya saat mencuci bahan makanan atau alat masak dan makan, ada sisa makanan atau benda keras masuk ke saluran air. Dengan pipa P trap, kotoran tersebut dapat dibuang sehingga tidak menyebabkan penyumbatan pada pipa.

    3. Tidak Menimbulkan Bau Tidak Sedap

    Bau tidak sedap biasanya muncul karena ada pengendapan di dalam pipa atau kebocoran gas saluran pembuangan. Asal pemasangan pipa P trap benar dan tidak ada kebocoran, bau tidak sedap tidak akan pernah tercium dari wastafel dapur.

    Kekurangan Pipa P Trap

    Meskipun pipa P trap kegunaannya cukup bagus, tetapi apabila tidak dirawat atau pemasangannya tidak benar, bisa menyebabkan hal berikut.

    1. Penyumbatan

    Pipa P trap yang tersumbat biasanya karena ada kotoran atau benda asing yang menumpuk. Bisa dari rambut, sisa sabun, atau sisa makanan.

    Meskipun pipa P trap memiliki aliran untuk membuang benda padat, tetapi sebaiknya jangan langsung dibuang ke saluran. Jika pipa sudah tersumbat kamu bisa menggunakan penyedot atau membongkar pipa P trap untuk dibersihkan.

    2. Korosi

    Air bisa menyebabkan korosi pada logam apalagi yang sudah tercampur sabun dan minyak. Maka dari itu, hindari pipa P trap berbahan baja. Ganti dengan jenis bahan seperti PVC atau tembaga.

    PVC permukaannya keras walaupun dari plastik sehingga tidak akan berkarat. Sementara itu, tembaga juga tahan terhadap karat.

    3. Kebocoran

    Kebocoran pada pipa P trap bisa disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya pemasangan yang kurang tepat, korosi pada pipa sehingga ada bagian yang rusak, atau pipa longgar.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Sistem Kerja dan Jenisnya


    Jakarta

    Cara pasang penangkal petir meliputi pembuatan grounding, penghantar, pemasangan kabel, hingga ujung final. Penangkal petir dibutuhkan tak hanya untuk rumah, tapi juga gedung-gedung tinggi.

    Jika detikers mau pasang penangkal petir di rumah, sebaiknya harus mengenal terlebih dahulu informasi mengenai penangkal petir. Simak artikel ini untuk mengetahui cara pasang penangkal petir, cara kerja, dan jenis-jenisnya.

    Cara Kerja Penangkal Petir

    Penangkal petir yang kita maksud di sini sebetulnya lebih tepat disebut penangkap petir atau penyalur petir yang digunakan di rumah-rumah. Berikut ini cara kerja penangkal petir dikutip dari buku IPA Fisika SMP dan MTs untuk Kelas IX oleh Mikrajuddin Abdullah:


    • Ketika di sekitar penangkal petir terdapat awan mendung yang bermuatan, misalnya bermuatan negatif, batang logam pada penangkal petir akan mengalami induksi, sehingga menjadi bermuatan positif.
    • Jika awan tersebut menimbulkan petir yang mengarah ke batang logam itu, maka muatan-muatan negatif awan akan berpindah ke batang logam. Kemudian muatan tersebut disalurkan melalui melalui kabel logam menuju tanah.
    • Saat proses di atas berlangsung, muatan-muatan positif pada batang logam juga akan terlepas dan bergerak ke awan.

    Menurut Dosen Teknik Universitas Muhammadiyah Malang Machmud Effendy dalam situs Pemkot Malang, penangkap petir dan penangkal petir adalah dua alat berbeda.

    Penangkap petir bekerja dengan menyalurkan petir ke tanah dengan tegangan serendah-rendahnya. Sedangkan penangkal petir biasa dipakai pabrik dengan menggunakan listrik tegangan yang sangat tinggi untuk menangkal petir yang mengarah ke bangunan.

    Cara Pasang Penangkal Petir

    Dilansir dari modul Instalasi Penangkal Petir oleh Fajar Danur Isnantyo dalam situs Spada Universitas Sebelas Maret (UNS), berikut ini cara pasang penangkal petir sederhana.

    1. Pembuatan Grounding

    Grounding adalah titik akhir pelepasan listrik ke media yang netral, salah satunya tanah. Tanah terbaik adalah yang memiliki kandungan garam tinggi, atau kandungan air tinggi, atau tingkat keasaman tinggi.

    2. Pembuatan Penghantar Petir

    Sebelum mencapai tanah, petir harus dialirkan dari atas melalui konduktor. Konduktor yang digunakan biasanya berbahan tembaga, aluminium atau galvanis. Nilai tahanan yang diizinkan untuk hal ini yaitu maksimal 5 ohm.

    Kedalaman grounding di setiap wilayah bisa berbeda. Kedalaman 6 meter dirasa sudah baik, tetapi ada juga yang sampai melakukan pengeboran hingga 20 meter.

    3. Pemasangan Kabel

    Panjang bentang penghantar berpengaruh terhadap tahanan bahan. Semakin pendek bentang penghantar, maka tahanan bahan akan semakin kecil pula.

    Dalam memasang kabel, jangan sampai membentuk sudut 90 derajat karena menimbulkan aliran petir yang liar atau keluar jalur. Buat belokan dengan sudut lingkar atau melengkung.

    Kabel yang digunakan minimal 50 mm. Semakin tebal semakin baik. Bentuk kabel penghantar bisa bermacam-macam, seperti kawat terpilin, batang konduktor, atau lain sebagainya.

    4. Pemasangan Ujung Finial

    Teknis penyambungan ke ujung finial terkadang sedikit berbeda tergantung pabrik pembuatnya. Yang pasti, kabel penghantar harus terhubung dengan kuat dan elektris dengan ujung finial.

    Jenis Penangkal Petir

    Dalam situs eskripsi Universitas Semarang (USM), ada 3 jenis penangkal petir, yaitu:

    1. Penangkal Petir Konvensional

    Penangkal petir konvensional atau sederhana memiliki prinsip membentuk semacam perisai berupa konduktor yang akan mengambil alih aliran petir menuju tanah.

    Penangkal petir konvensional ini sifatnya pasif, yaitu hanya bekerja ketika petir menyambar. Alat ini mengandalkan posisinya yang lebih tinggi dari objek sekitar, serta ujungnya yang runcing.

    2. Penangkal Petir Elektrostatis

    Penangkal petir elektrostatis adalah pengembangan dari jenis konvensional. Prinsipnya mirip, yaitu menjadi perisai yang mengambil alih sambaran petir. Perbedaanya, penangkal petir elektrostatis ini memanfaatkan ion-ion yang dihasilkan oleh dua elektroda pada ujung penangkal petir.

    Berada di bawah pengaruh medan listrik antara awan dan bumi, maka kedua elektroda akan memiliki beda potensial. Tegangan antara kedua elektroda tersebut bisa menyebabkan percikan listrik yang menyebabkan molekul-molekul udara di sekitar kedua elektroda mengalami ionisasi, sehingga upward streamer dari penangkal petir lebih cepat terbentuk.

    Ketika upward streamer lebih cepat terbentuk, maka upward streamer yang terbentuk menjadi lebih tinggi daripada penangkal petir konvensional. Jadi penangkal petir elektrostatis ini seakan-akan memiliki efektivitas perlindungan yang lebih tinggi.

    3. Dissipation Array System (Lightning Preventor)

    Selanjutnya ada Dissipation Array System atau lightning preventor. Alat inilah yang secara teknis tepat disebut penangkal petir. Penangkal petir ini dirancang agar memiliki kemampuan melepaskan muatan besar dari bangunan yang ingin dilindungi. Beda potensial antara petir dan bangunan semakin rendah, maka kemampuan awan dalam melepas muatan juga berkurang.

    Perlukah Pasang Penangkal Petir?

    Lantas kira-kira perlukah detikers memasang penangkal petir di rumah? Tentunya tidak ada salahnya jika ingin mendapatkan keamanan lebih. Terlebih bagi detikers yang berada di tempat tertentu, mungkin membutuhkan perlindungan lebih.

    Dikutip dari situs Sinarmas Land dan modul di situs Universitas Esa Unggul, berikut ini beberapa kondisi yang membuat rumah membutuhkan penangkal petir:

    • Lokasi: rumah di daerah rawan petir, misalnya daerah pegunungan atau dekat dengan pantai.
    • Bentuk dan ukuran: rumah yang tinggi, bertingkat, dan besar, seperti menara dan cerobong pabrik.
    • Kondisi peralatan elektronik: rumah yang memiliki banyak peralatan elektronik, misalnya televisi, komputer, dan kulkas.
    • Bangunan untuk menyimpan bahan mudah meledak atau terbakar: pabrik amunisi atau gudang bahan kimia.
    • Bangunan fasilitas umum: gedung sekolah, stasiun, dan bandara.
    • Bangunan khusus: museum, gedung arsip negara, daknlain-lain.

    Nah, itulah telah kita ketahui cara pasang penangkal petir, lengkap dengan cara kerja, jenis-jenis, dan contoh bangunan yang memerlukan penangkal petir.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini yang Membedakan Tukang Harian dan Borongan, Kamu Sudah Tahu?



    Jakarta

    Ketika ingin membangun atau merenovasi rumah sering kali kita dihadapkan pada pilihan, lebih baik pakai tukang borongan atau tukang harian? Hal tersebut tentunya kembali lagi pada pilihan masing-masing.

    Memang apa sih perbedaan tukang harian dengan tukang borongan? Dikutip dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Minggu (25/8/2024), tukang harian adalah pekerja konstruksi yang dibayar per hari kerja. Pembayarannya dihitung dengan menjumlahkan hari kerja per orang pertugas.

    Sementara itu, tukang borongan adalah pekerja konstruksi yang dibayar berdasarkan proyek yang diselesaikan dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap seperti yang disepakati di awal.


    Nah, buat kalian yang masih bingung untuk menggunakan jasa tukang borongan atau tukang harian, berikut ini perbedaannya.

    1. Upah

    – Tukang harian: Berdasarkan hari kerja
    – Tukang borongan: Berdasarkan proyek dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap yang disepakati di awa;

    2. Tanggung Jawab

    – Tukang harian: Lebih fokus karena dipekerjakan berdasarkan keahlian spesifik.
    – Tukang borongan: Lebih besar karena berkaitan dengan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

    3. Jenis Proyek

    – Tukang harian: Relatif kecil dan sederhana, seperti renovasi ruangan atau perbaikan rumah.
    – Tukang borongan: Umum digunakan pada proyek yang lebih besar, seperti hunian baru atau bangunan komersial.

    4. Efisiensi

    – Tukang harian: Biasanya biaya lebih tinggi karena membutuhkan keahlian spesifik.
    – Tukang borongan: Efisiensi biaya dan waktu karena menerapkan strategi tertentu. Contohnya dari penggunaan bahan bangunan.

    6. Waktu Penyelesaian

    – Tukang harian: lebih fleksibel.
    – Tukang borongan: Lebih cepat karena mengerahkan lebih banyak tukang dengan jadwal yang pasti.

    7. Kualitas Pekerjaan

    – Tukang harian: Umumnya lebih detail dalam menyelesaikan pekerjaan.
    – Tukang borongan: Jika dikerjakan terburu-buru berpotensi berpengaruh pada kualitas bangunan.

    Sebagai informasi, apabila dalam suatu proyek membutuhkan keterampilan khusus, seperti pemasangan sistem listrik atau perbaikan saluran air, pastikan tukang yang dipilih memiliki keahlian dan berpengalaman. Bahkan kalau perlu yang bersertifikat untuk mengerjakan proyek tersebut.

    Tentunya, hal-hal tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk menggunakan jasa tukang harian atau tukang borongan. Kalian hanya perlu menyesuaikan dengan proyek yang akan dilakukan.

    Demikian informasi terkait perbedaan tukang harian dengan tukang borongan. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Biaya dan Cara Daftar Pasang Listrik Baru untuk Rumah


    Jakarta

    Pemasangan listrik baru diperlukan, terlebih jika kamu baru saja pindah rumah. Saat memasang listrik baru juga perlu memperhatikan daya yang digunakan agar sesuai dengan kebutuhan.

    Jika daya yang dipasang dengan penggunaan listrik, bisa-bisa listrik mati karena kelebihan beban. Sebelum memasang listrik baru juga perlu disiapkan dulu dana untuk membayar biaya yang diperlukan.

    Lantas, berapa biaya pasang listrik baru? Berikut ini informasinya.


    Biaya Pasang Listrik Baru

    Biaya pemasangan listrik baru dipengaruhi oleh alat yang digunakan. Harga pemasangan perangkat ini ditetapkan berdasarkan daya atau kapasitas volt ampere (VA) yang diinginkan untuk bangunan.

    detikProperti mencoba melakukan simulasi pemasangan listrik baru untuk rumah di Cipete Selatan, Jakarta Selatan dengan sistem pascabayar. Dengan sistem ini, pelanggan akan membayar listrik secara bulanan dan tidak perlu khawatir kehabisan token listrik.

    Berikut adalah biaya pemasangan listrik untuk sistem pascabayar:

    – Biaya pasang listrik baru daya 450 VA: Rp 282.900
    – Biaya pasang listrik baru daya 900 VA: Rp 967.800
    – Biaya pasang listrik baru daya 1.300 VA: Rp 1.485.900
    – Biaya pasang listrik baru daya 2.200 VA: Rp 2.482.200
    – Biaya pasang listrik baru daya 3.500 VA: Rp 4.046.000
    – Biaya pasang listrik baru daya 4.400 VA: Rp 5.096.400
    – Biaya pasang listrik baru daya 5.500 VA: Rp 6.368.000
    – Biaya pasang listrik baru daya 6.600 VA: Rp 7.527.400

    Sebagai informasi, biaya tersebut sudah termasuk paket Sertifikat Laik Operasi (SLO). Namun, biaya tersebut belum termasuk biaya jika diperlukan penambahan/perluasan jaringan atau gardu. Harga tersebut dapat berubah tergantung pada ketentuan tarif tenaga listrik.

    Cara Daftar Pemasangan Listrik Baru Melalui PLN Mobile

    Berikut adalah tahapan pendaftaran instalasi token listrik baru melalui aplikasi PLN Mobile:

    – Unduh aplikasi PLN Mobile dari Google Play Store atau App Store.
    – Buka aplikasi dan daftarkan akun dengan mengisi data yang diperlukan.
    – Lanjut ke menu dashboard dan cari opsi “Sambung Baru LSP Plus”.
    – Pilih lokasi pemasangan, isi detail layanan, dan isi data-data yang dibutuhkan.
    – Setelah data terisi, kirim permohonan dan lakukan pembayaran secara online atau transfer.
    – Setelah pembayaran berhasil, tunggu beberapa hari hingga petugas PLN datang dan melakukan pemasangan listrik baru di rumah.

    Nah, itulah tadi rincian biaya pasang listrik baru dan cara mendaftarnya. Penting untuk memperhatikan persyaratan ekstra dan kebijakan subsidi yang berlaku agar proses pendaftaran dan pemasangan listrik berjalan lancar. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab dan Tanda Freon AC Bocor


    Jakarta

    Freon merupakan salah satu komponen penting dalam Air Conditioner atau AC di Rumah untuk menghasilkan udara dingin. Freon juga perlu diperhatikan karena bisa terjadi kebocoran.

    Apabila freon bocor, dapat menimbulkan beberapa masalah di rumah. Misalnya, AC jadi tidak dingin hingga tagihan listrik yang mahal.

    Kenapa ya freon bisa bocor? Dilansir dari Angi, Senin (2/9/2024), berikut ini penyebab freon bocor.


    Penyebab Freon AC Bocor

    – Pemasangan yang Tidak Tepat

    Saat ada komponen atau bagian yang tidak terpasang dengan aman, kemungkinan AC bisa bocor.

    – Erosi Logam

    Erosi logam menyebabkan terbentuknya lubang kecil yang mengakibatkan kebocoran refrigeran.

    – Cacat Pabrik

    Jika unit AC keluar dari pabrik dalam keadaan rusak, kebocoran dapat terjadi seiring berjalannya waktu.

    – Keausan

    Segel karet pada batang katup unit AC cenderung aus seiring waktu yang dapat menyebabkan kebocoran. Selain itu, komponen luar ruangan dapat berkarat, mengalami keausan, dan menyebabkan kebocoran.

    Tanda-tanda Freon AC Bocor

    – Tagihan Listrik Meningkat

    AC yang bocor kurang efisien karena harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan rumah. Hal ini memungkinkan kamu akan memiliki tagihan listrik yang lebih tinggi. Jika tagihan listrik rumah kamu lebih tinggi dari biasanya tanpa alasan yang jelas, ini bisa menjadi tanda kebocoran freon.

    – Waktu Pendinginan yang Lama

    Unit AC yang kurang efisien tidak akan mendinginkan rumah secepat biasanya. Kamu bisa pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional HVAC untuk memeriksa unit AC karena butuh lama untuk mendinginkan ruangan.

    – Peningkatan Kelembapan

    Unit AC berkontribusi untuk menurunkan tingkat kelembapan di rumah. Jika tingkat kelembapan Anda meningkat, bisa jadi karena refrigeran atau freon bocor.

    – Ada Suara Mendesis

    Seiring berjalannya waktu, logam dapat terkikis pada suatu komponen. Hal itu menyebabkan retakan atau lubang pada kumparan. Jika kamu mendengar suara mendesis, bisa jadi ada kebocoran yang perlu diperbaiki.

    Itulah penyebab dan tanda-tanda freon AC di Rumah kamu bocor. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon PVC, GRC, Gypsum: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan


    Jakarta

    Plafon merupakan salah satu hal penting yang ada di rumah. Sebab, plafon berfungsi sebagai pelapis antara langit-langit atap dengan ruangan yang ada di bawahnya.

    Ada berbagai jenis plafon yang sering dipakai oleh masyarakat Indonesia, beberapa di antaranya adalah PVC, GRC, dan gypsum. Ketiga material tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    detikProperti sudah merangkum informasi terkait pengertian, kelebihan, dan kekurangan. Dengan begitu, detikers bisa memilih material yang tepat untuk plafon di rumah. Berikut ini informasinya.


    Plafon PVC

    Dikutip dari coowinwpc.com, plafon PVC adalah plafon yang terbuat dari bahan jenis plastik Polyvinyl Chloride, dan biasa digunakan pada interior sebuah bangunan.

    Bahan ini sering dijadikan andalan pemilik rumah karena bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan khusus serta memiliki daya tahan yang bagus dan harganya cenderung murah.

    Kelebihan Plafon PVC

    1. Harga yang Murah

    Salah satu alasan utama plafon PVC digemari oleh banyak orang adalah karena harganya yang cenderung lebih murah dibandingkan dengan bahan lainnya.

    2. Perawatannya Mudah

    Bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan. Selain itu, plafon dengan bahan PVC juga mudah dibersihkan dan tidak perlu sering dicat ulang atau diperbaiki. Oleh karena itu, bahan PVC juga sering digunakan di tempat yang kotor.

    3. Daya Tahan yang Baik

    Bahan PVC memiliki daya tahan yang baik dan bisa bertahan hingga waktu yang lama. Umumnya, panel PVC bisa bertahan dari 10 hingga lebih dari 15 tahun lamanya.

    Tidak sampai situ saja, panel PVC juga tahan terhadap cairan/kelembaban dan serangan serangga, sehingga panel PVC tidak mudah pudar, rusak, ataupun membusuk. Panel PVC juga memiliki lapisan kuta yang tahan dengan goresan.

    4. Mudah Untuk Disesuaikan

    Pilihan panel PVC sangat beragam, kamu bisa dengan mudah menemukan banyak desain panel dan warna yang berbeda, sehingga panel PVC sangat cocok bagi kamu yang ingin berkreasi.

    Panel PVC juga bisa dicat ulang, sehingga bila nantinya kamu ingin mengubah warna aslinya, kamu bisa mengecat ulang panel tersebut dengan warna cat baru yang disukai.

    Kekurangan Plafon PVC

    1. Tidak Tahan Suhu Tinggi

    Panel PVC memiliki karakter yang kurang cocok ditempatkan pada lokasi dengan suhu yang tinggi. Suhu yang terlalu tinggi bisa membuat panel PVC mengkerut, bengkok, bahkan hingga retak atau pecah.

    Panel PVC juga bahkan bisa mudah terbakar bila tidak dilapisi dengan bahan tahan api. Maka dari itu, panel PVC tidak cocok untuk dijadikan plafon di dapur dan ruangan yang memiliki banyak sumber panas lainnya.

    2. Penampilan Kurang Menarik

    Panel PVC memiliki bentuk fisik yang terlihat seperti plastik murahan. Maka dari itu, bila kamu ingin menggunakan panel PVC, cobalah untuk mencari yang lebih bertekstur dan tidak berwarna terlalu mengkilap.

    3. Memiliki Dampak Buruk Terhadap Lingkungan

    Bahan utama untuk membuat panel PVC adalah phthalates atau ester ftalat. Seiring waktu, bahan ini akan mengeluarkan gas beracun yang berbahaya untuk manusia. Selain itu, bahan PVC ini tidak mudah terurai, menjadikannya sebagai bahan yang tidak ramah lingkungan.

    4. Strukturnya Kurang Kuat

    Dibandingkan dengan bahan lainnya, panel PVC memiliki struktur yang lebih rapuh dan tidak memiliki daya tahan beban yang tinggi, sehingga panel PVC ini akan mudah untuk rusak bila terkena beban berlebih.

    Plafon GRC/GRFC

    Dikutip dari civilengineersforum.com, Glass Reinforced Concrete (GRC) atau Glass Fibre Reinforced Concrete (GFRC) merupakan campuran beton yang mempunyai fiberglass berkekuatan tinggi dalam campurannya. Campuran GRFC sendiri terdiri dari semen portland, agregat halus, penguat serat kaca, aditif, co-polimer akrilik, dan air.

    Dengan bantuan fiberglass di dalamnya, campuran ini akan menghasilkan beton yang sangat kuat dan agak fleksibel yang juga melindungi beton dari kerusakan lingkungan selama bertahun-tahun.

    Tidak seperti beton biasa, GFRC Ini ringan dan tahan lama dan dapat dicetak menjadi berbagai bentuk.

    Kelebihan Plafon GRC/GFRC

    Dikutip dari asurco.com.au, ada 10 kelebihan dari GRC atau GFRC.

    1. Ringan

    GRC memiliki bobot 75% lebih ringan dari beton tradisional biasa.

    2. Kuat

    Dibandingkan dengan beton besi tradisional, beton GRC terbukti lebih kuat hingga 3x lipatnya. Kekuatannya ini datang dari fiberglass yang dicampurkan ke dalam beton tersebut.

    3. Punya Daya Tahan yang Baik

    GRC atau GFRC memiliki daya tahan air serta daya tahan terhadap aktivitas seismik dan kondisi cuaca buruk yang sangat baik. Selain itu, GFRC juga fleksibel, sehingga kecil kemungkinannya untuk retak saat diberi tekanan.

    4. Tidak Mudah Terbakar

    Seperti beton pada umumnya, GRC memiliki daya tahan api yang sangat tinggi, sehingga bahan ini tidak mudah untuk terbakar.

    5. Ramah Lingkungan

    Bahan beton GFRC memiliki sifat 60% lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan beton biasa. Komponen yang digunakan dalam GRC memiliki tingkat toksisitas yang rendah dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan atau ekosistem. Selain itu, beton GRC juga terbuat dari bahan daur ulang seperti pasir dan air.

    6. Banyak Pilihannya

    GRC tersedia dalam berbagai bentuk, warna, dan tekstur. Biasanya tekstur motif yang tersedia berupa beton, batu alam, terakota (tanah liat), kayu, dan panel halus.

    7. Akustik

    Beton GRC bisa didesain dengan berbagai kebutuhan akustik, seperti karakter kedap atau meredam suara, menyempurnakan suara di dalam ruangan dengan permukaan berlubang dan bertekstur, atau memperkuat suara agar bisa didengar di berbagai sudut.

    8. Mudah Dirawat

    Beton GRC cenderung mudah dirawat. Bila beton ini kotor atau rusak, kamu hanya perlu air mengalir dari selang saja untuk membersihkannya.

    9. Mudah untuk Dipasang

    Dibandingkan dengan beton tradisional, beton GRC tidak akan terpengaruh oleh cuaca ketika pemasangannya. Dalam cuaca seperti apapun beton GRC bisa dipasang dengan mudah.

    10. Murah

    Karena perawatan dan pemasangannya yang mudah, kamu bisa lebih menghemat pengeluaran biaya

    Kekurangan Plafon GRC atau GFRC

    Dikutip dari maplefacades.co.uk, beton GRC atau GFRC memiliki beberapa kekurangan yaitu.

    1. Coating

    Pilihan dari Coaching atau lapisan luar GRC sangat terbatas.

    2. Tidak Bisa Diubah Setelah Dipasang

    Setelah beton GRC terpasang, beton tidak bisa dibentuk lagi karena beton ini kaku.

    3. Sulit Dipindahkan

    GFRC cenderung mudah pecah saat proses pemindahan dari satu tempat ke tempat lain. Jika ingin dipindahkan, mungkin kamu akan membutuhkan beberapa bantuan tenaga kerja.

    Plafon Gypsum

    Plafon gypsum memiliki bahan utama gypsum. Dikutip dari Arsitag, Gypsum merupakan bahan yang terbuat dari material sedimen. Plafon gypsum lebih banyak digemari karena mudah untuk dipasang dan memiliki harga yang relatif murah.

    Kelebihan Plafon Gypsum

    – Harga yang murah
    – Pemasangan relatif mudah
    – Banyak variasi dan motif
    – Awet dan tahan lama
    – Lebih sejuk daripada PVC

    Kekurangan Plafon Gypsum

    – Mudah rusak jika terendam air
    – Rentan terhadap benturan
    – Mudah pudar dan kusam

    Itulah pengertian dan kelebihan serta kekurangan plafon bahan PVC, GRC, maupun gypsum. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Material Atap yang Bisa Bertahan Lama


    Jakarta

    Pemilihan material atap yang tepat penting untuk menjaga kenyamanan, keawetan, serta keamanan untuk rumah itu sendiri. Atap melindungi dari berbagai unsur, seperti hujan maupun badai.

    Atap bukan hanya sekedar lapisan luar rumah, atap adalah sistem komponen kompleks yang bekerja melindungi rumah. Material atap yang kamu pilih sangat mempengaruhi tampilan, daya tahan, dan efisiensi.

    Melansir thisoldhouse, Rabu (11/09/2024), Berikut beberapa rekomendasi material atap yang bisa kamu gunakan.


    Genteng Aspal

    Genteng aspal merupakan material yang umum digunakan, dikenal dengan harga yang terjangkau dan pemasangan yang mudah. Genteng aspal biasanya bertahan 25-30 tahun, dengan gaya dan warna yang bervariasi.

    Terbagi dalam dua jenis, yaitu genteng tiga tab dan genteng arsitektur. Genteng tab dibagi beberapa bagian sepanjang tiga kaki dan memberikan tampilan yang sederhana.

    Sedangkan genteng arsitektur lebih tebal dan dibentuk meniru berbagai gaya atap, sehingga membuat tampilan yang lebih berdimensi. Genteng aspal bisa menjadi pilihan karena memiliki daya tahan yang seimbang dan harga terjangkau.

    Atap Logam

    Atap logam menjadi atap yang populer, dengan masa pakai yang cukup panjang dan efisiensi energi. Atap logam memiliki jenis-jenis bahan, yaitu tembaga, alumunium, dan baja.

    Atap logam bisa bertahan hingga 50 tahun atau lebih dengan perawatan yang ekstra. Efektif dalam memantulkan radiasi matahari, membuat pilihan yang baik untuk rumah hemat energi.

    Meskipun atap logam menghabiskan banyak biaya di awal, manfaat jangka panjangnya membuat atap logam bisa menjadi pilihan yang menarik. Dapat mengurangi biaya energi kamu dari waktu ke waktu dan memerlukan perawatan minimal.

    Atap Batu Tulis dan Genteng

    Jenis ini menawarkan keagungan dan daya tahan yang tak tertandingi. Atap batu tulis bertahan hingga 1 abad atau lebih, memberikan tampilan yang canggih dan tidak termakan waktu.

    Atap genteng, baik yang terbuat dari tanah liat tradisional atau bahan modern seperti logam berlapis dan plastik termal, menawarkan keawetan dan keindahan.

    Atap batu tulis dan genteng lebih berat dari bahan lainnya, sehingga seringkali memerlukan dukungan struktur tambahan. Meskipun mahal, keawetan dan keindahan klasiknya dapat dijadikan investasi berharga.

    Atap Sirap Kayu

    Sirap kayu menawarkan tampilan yang alami yang melengkapi banyak gaya arsitektur. Kayu cedar merupakan pilihan yang populer karena ketahanan alaminya terhadap pembusukan dan serangga.

    Atap sirap kayu bertahan 25-30 tahun dengan perawatan yang tepat, meliputi pembersihan dan perawatan rutin untuk mencegah lumut dan alga.

    Untuk memastikan keawetan, sirap kayu dipasang dengan lapisan bawah berventilasi. Hal ini menciptakan ruang udara antara sirap dan dek, yang mencegah kerusakan akibat kelembaban.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Langkah-langkah Pasang Karpet Sendiri, Anti Geser!


    Jakarta

    Karpet menjadi salah satu yang dibutuhkan untuk kehangatan di dalam rumah. Karpet juga memberikan kenyamanan untuk penghuni rumah, terlebih saat keluarga sedang berkumpul. Berbeda dengan penutup lantai lain, karpet juga berfungsi sebagai kedap suara.

    Pemasangan karpet ternyata tidak bisa asal. Saat kamu membeli karpet, biasanya sudah satu paket dengan pemasangan yang sudah termasuk dalam biaya total, tetapi apabila kamu ingin memasang sendiri itu juga merupakan salah satu cara yang tepat.

    Melansir The Spruce, Kamis (12/09/2024), berikut ini merupakan langkah-langkah untuk kamu memasang karpet sendiri.


    1. Bersihkan Lantai

    Membersihkan lantai sebelum memasang karpet sangat penting dilakukan. Kotoran bisa saja akan mengikis bagian bawah karpet dan menjadi penyebab utama timbulnya jamur pada karpet.

    Dengan membiarkan kotoran saat pemasangan karpet, membuat jamur lebih cepat berkembang karena adanya kelembapan dan kotoran. Dengan membersihkan kotoran dapat mencegah karpet kamu rusak dengan cepat.

    2. Pasang Strip Paku Karpet

    Paku karpet adalah potongan kayu dengan paku dan mengarah ke atas. Paku dipasang pada lantai dasar di sekeliling ruangan untuk mengikat tepi karpet.

    Pulled Back Carpet and Padding In Room of House.Strip paku atau tack strips merupakan benda yang terpasang di dinding. Bagian bawah karpet disebut padding atau bantalan.Foto: Getty Images/Feverpitched

    Hal ini membuat karpet tetap tertahan pada tempatnya, menjaga tepinya tetap rendah, dan menjaga karpet tetap kencang untuk menghindari kerutan. Strip perekat bisa dipasangkan pada semua jenis substrat, baik lantai kayu maupun beton.

    3. Sisakan Celah Antara Strip Paku dan Dinding

    Pasang strip perekat karpet dengan jarak 1/4 inci antara strip dan dinding, jangan pasang strip perekat pada dinding rumah.

    Ruang tambahan digunakan untuk menyelipkan tepi karpet di atas strip. Celah harus lebih kecil dari ketebalan karpet, sehingga bagian yang terselipkan tetap terjepit dengan erat di tempatnya.

    4. Pasangkan Bantalan di Antara Strip Paku

    Pastikan bantalan karpet berada di dalam perimeter bagian dalam yang dibentuk oleh strip perekat karpet. Bantalan harus menyentuh tepi bagian dalam strip perekat tetapi tidak boleh tumpang tindih dengan strip karena akan terjadi gumpalan.

    Jika mengalami kesulitan agar karpet tetap menempel pada strip perekat, mungkin ada bantalan atau halangan yang mengganjal.

    Gunakan bantalan yang berkualitas tinggi. Karpet berkualitas rendah akan berfungsi lebih baik jika bantalan di bawahnya berkualitas tinggi. Kepadatan merupakan salah satu cara untuk menilai kualitas bantalan karpet.

    5. Sewa Alat Pemasangan Karpet

    Untuk pemasangan yang kuat dan benar, dibutuhkan sejumlah peralatan profesional. Biasanya kamu memerlukan setrika jahitan, alat peregang listrik, dan penendang lutut.

    6. Gunakan Peregang Karpet dan Penendang Lutut

    Knee kickerKnee kicker atau penendang lutut. Foto: Getty Images/iStockphoto/BanksPhotos

    Alat ini akan memberikan tampilan yang rata dan kencang pada karpet yang akan bertahan bertahun-tahun. Penggunaan knee kicker juga bisa membantumu memasang karpet hingga ke sudut ruangan dan terpasang di strip paku atau tack strips.

    Itulah beberapa tips pasang karpet yang tidak mudah bergeser.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pilih, Ini 5 Jenis Atap Rumah yang Bagus dan Kuat


    Jakarta

    Atap merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah rumah. Saat ini, terdapat berbagai jenis atap rumah yang dibedakan dari materialnya.

    Meski tujuannya sama yaitu untuk melindungi dari panas dan hujan, tetapi memilih atap rumah tak bisa sembarangan, lho. Sebab, ada beberapa jenis atap yang dikenal karena kualitasnya baik, kokoh, hingga anti-panas.

    Lantas, apa saja atap rumah yang bagus dan kokoh? Simak rekomendasinya dalam artikel ini.


    Rekomendasi Jenis Atap Rumah yang Bagus

    Atap rumah terbagi ke dalam beberapa jenis yang dibedakan dari materialnya. Dilansir situs Klopmart, berikut rekomendasi atap rumah yang bagus dan kuat.

    1. Atap Metal

    Rekomendasi yang pertama ada atap metal. Atap rumah ini terkenal karena sifatnya yang kokoh dan tahan panas. Meski dikenal kuat, ternyata atap metal memiliki bobot yang cukup ringan.

    Selain tahan terhadap panas, atap metal juga dapat memantulkan panas. Dengan begitu, suhu panas dari matahari hampir tidak bisa masuk ke dalam rumah lewat atap, sehingga suhu ruangan tetap terasa sejuk.

    Atap metal juga punya kelebihan lain, yakni tahan terhadap karat. Meski terbuat dari campuran logam, tetapi atap metal tahan terhadap perubahan cuaca dan kelembapan. Lalu, atap ini juga tidak merambatkan api serta tak mudah rusak karena gempa.

    2. Atap Tanah Liat

    Atap tanah liat menjadi solusi alternatif apabila atap metal dirasa terlalu mahal harganya. Sudah digunakan sejak zaman dahulu, atap jenis ini dikenal mampu meredam panas yang hampir sempurna, sehingga suhu ruangan di dalam rumah tetap terasa sejuk di siang hari.

    Meski begitu, atap tanah liat mulai jarang digunakan karena banyak yang beralih ke atap metal. Salah satu alasannya karena atap metal dinilai lebih estetik dan cocok untuk rumah modern di zaman sekarang.

    3. Atap Keramik atau Glazur

    Rekomendasi atap rumah yang bagus selanjutnya ada atap keramik atau glazur. Genteng ini menggunakan material utama keramik, kemudian dicampur dengan glazur saat proses finishing.

    Kedua bahan tersebut membuat genteng keramik dinilai lebih kokoh dan tahan lama. Atap ini juga kuat dalam menahan cuaca ekstrem seperti panas, hujan, hingga badai angin.

    Perlu diingat, pemasangan atap keramik perlu diperhatikan secara detail. Pastikan tingkat kemiringannya harus 30 derajat agar air hujan dapat mengalir ke bawah dengan sempurna.

    4. Genteng Metal Pasir

    Meski sama-sama menggunakan bahan metal, tapi ada perbedaan antara atap metal dengan genteng metal pasir. Atap ini terbuat dari bahan dasar zinc yang bagian bawahnya dilapisi back coat zinc aluminium coating, primary epoxy, zinc phosphate, synthetic resin, stone chip, dan acrylic finishing.

    Genteng metal pasir kerap disebut sebagai genteng metal batuan fulo roof. Sebab, atap ini memiliki lapisan polypropylene dan serbuk batuan. Lapisan tersebut membuat genteng metal pasir tidak menyerap panas sekaligus mampu meredam suara air hujan.

    5. Atap Dak Beton

    Atap dak beton bisa menjadi solusi terbaik bagi kamu yang ingin memiliki atap rumah kokoh. Selain dinilai kuat, atap dak beton juga dapat menahan suhu panas matahari sehingga tidak masuk ke dalam rumah.

    Meski begitu, atap dak beton memiliki sejumlah kekurangan, yakni rawan tergenang air ketika turun hujan dengan intensitas lebat. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga lebih mahal daripada menggunakan atap metal ataupun atap keramik.

    Itu dia lima rekomendasi atap rumah yang bagus dan kokoh. Jadi, pilih genteng jenis apa detikers?

    (fds/dna)



    Sumber : www.detik.com