Tag: pemasangannya

  • 6 Posisi AC yang Perlu Dihindari, Bisa Bikin Ruangan Jadi Nggak Dingin


    Jakarta

    Membeli AC tak hanya memperhatikan harga dan mereknya, tapi juga sudah harus tahu posisi pemasangannya. Sebab, salah menempatkan AC di rumah justru membuat ruangan tidak terasa dingin.

    Agar AC dapat berfungsi optimal, maka kamu harus menempatkannya di posisi yang tepat. Namun, masih banyak pemilik rumah yang tidak memperhatikan hal tersebut.

    Ingin tahu posisi pemasangan AC di rumah yang perlu dihindari? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Letak Pemasangan AC di Rumah yang Wajib Dihindari

    Dilansir situs House Digest, berikut sejumlah posisi pemasangan AC di rumah yang perlu dihindari:

    1. Area Terpanas di Rumah

    Posisi yang pertama berada di area paling panas di rumah. Sejumlah rumah pasti memiliki area yang terasa lebih pengap atau panas daripada ruangan lainnya. Hal ini biasanya karena ruangan tersebut luasnya terlalu kecil, tidak ada ventilasi, atau terlalu banyak barang sehingga sirkulasi udara tidak baik.

    Memasang AC di ruangan tersebut memang dapat mendinginkan udara, tapi AC jadi bekerja lebih keras karena terjadi perbedaan suhu yang signifikan. Jika terus dibiarkan maka AC bisa lebih cepat rusak.

    2. Dekat Barang yang Mudah Terbakar

    AC akan berfungsi optimal jika ruangan tersebut tertutup rapat sehingga tidak ada udara dingin yang keluar. Lalu, ruangan akan lebih cepat dingin jika di dalamnya tidak ada sumber panas. Lalu,

    Apabila di dalam ruangan terdapat cerobong asap, tungku api, kompor, atau di dekat oven yang terbuka, jangan memasang AC dan sebaiknya maksimalkan penggunaan ventilasi udara. Ventilasi yang dimaksud bisa berupa kipas angin atau exhaust fan.

    Sebab, AC yang dipasang di dekat sumber panas membuatnya bekerja lebih keras karena harus mendinginkan ruangan, sedangkan di ruangan itu terdapat sumber panas yang menyala. Oleh sebab itu, ada penempatan khusus jika ingin memasang AC di dapur, yakni arah anginnya tidak boleh mengarah langsung ke kompor.

    3. Dekat Tempat Sampah

    AC sebaiknya tidak dipasang di dekat atau menghadap langsung ke tempat sampah. Hal itu karena aroma tak sedap dari tempat sampah bisa menyebar ke seluruh ruangan. Ruangan memang terasa dingin, tapi penghuni rumah tetap tidak nyaman karena mencium bau busuk.

    Perlu diingat, mencium bau tak sedap serta tidak adanya ventilasi udara di ruangan bisa berdampak pada masalah pernapasan. Dalam jangka panjang bisa memicu asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    4. Terhalang oleh Benda Besar

    Disarankan untuk tidak memasang AC di dekat benda atau perabotan yang berukuran besar, misalnya lemari. Jika AC terhalang oleh lemari besar maka udara dingin tidak bisa menyebar ke seluruh ruangan. Kondisi ini tak hanya bikin ruangan tetap terasa panas, tapi bisa membuat AC jadi cepat rusak.

    5. Dekat Perangkat Elektronik

    Memasang AC di dekat perangkat elektronik juga tidak dianjurkan. Hal itu karena AC terkadang mengeluarkan uap air dan tetesan air dari unitnya. Jika tetesan air tersebut jatuh dan mengenai perangkat elektronik di bawahnya maka bisa menimbulkan kerusakan atau lebih parahnya terjadi korsleting listrik.

    6. Di Atas Pintu

    Posisi AC sebaiknya juga jangan berada di atas pintu, seperti pintu kamar atau pintu depan rumah. Hal itu karena pintu tersebut sering kali dibuka dan ditutup sehingga dikhawatirkan udara dingin justru berhembus keluar.

    Alhasil, ruangan jadi tidak terasa dingin sesuai suhu yang telah diatur. Hal ini juga berdampak pada meningkatkan tagihan listrik karena AC harus bekerja ekstra.

    Itulah beberapa enam posisi AC yang perlu dihindari di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Pilihan Kanopi Rumah Anti Bising saat Hujan Beserta Plus Minusnya


    Jakarta

    Saat memilih kanopi halaman, bukan hanya ketahanan yang harus ditanyakan, melainkan apakah bahan tersebut berisik atau tidak saat hujan. Aspek ini terkadang sering terlewat untuk ditanyakan oleh calon pembeli karena tidak ada gambaran sebelumnya.

    Kanopi yang mengeluarkan suara yang besar saat hujan turun sebenarnya bisa memberi sinyal bahwa sedang turun hujan. Namun, jika suara tersebut terlalu keras, justru dapat mengganggu karena berisik.

    Produk kanopi yang bisa meredam suara tidak harus mahal seperti memakai beton dan genteng, material yang lebih ringan, tidak berisik, dan lebih murah sudah banyak dijual saat ini. Berikut rangkumannya.


    Jenis Kanopi yang Tidak Bising Saat Hujan

    1. Kanopi Alderon

    Jenis kanopi pertama adalah produk dari Alderon. Jenis kanopi ini terbuat dari UPVC (unplasticized polyvinyl chloride). Bentuknya bergelombang, naik, turun, dan datar. Kemudian, pada bagian ketebalannya terdapat rongga. Untuk memasang kanopi Alderon kerangkanya memakai baja ringan.

    Kelebihan dari kanopi Alderon mengutip dari situs resminya adalah dapat meredam suara, tidak membuat rumah panas, tahan efek kimia, warnanya tahan lama, dan dan banyak pilihan warna. Ada pun, kekurangan kanopi Alderon adalah harganya yang relatif mahal dan warna serta modelnya yang tidak terlalu beragam daripada jenis kanopi lain.

    Jenis Alderon yang lumayan banyak tersebar di pasaran adalah jenis Alderon 830 yang memiliki ukuran 830 mm. Estimasi harganya jika melihat dari e-commerce adalah sekitar Rp 168-172 ribu. Harga ini dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dengan jenis dan ketebalannya.

    Terdapat beberapa kanopi Alderon yang tidak dijual per meter, melainkan langsung 7 meter atau 42 meter. Selain itu, estimasi harga tersebut belum termasuk dengan besi penyangga, baut, dan biaya pemasangannya.

    2. Kanopi Polycarbonate

    Kanopi polycarbonate terbuat dari polimer atau plastik. Bentuknya memiliki gelombang kecil dengan ukuran yang sama dari ujung ke ujung. Namun, gelombang ini tidak sebesar yang dimiliki kanopi Alderon. Kebanyakan kanopi polycarbonate yang dipakai bentuknya transparan tetapi tidak bening. Warna transparan ini bukan hanya pada warna yang cerah, melainkan warna yang gelap juga.

    Kelebihan kanopi polycarbonate adalah daya tahannya yang kuat, harganya murah, bobotnya yang ringan, dan bisa meredam suara. Kanopi jenis ini juga bisa menjadi alternatif bagi konsumen yang menginginkan kanopi kaca tetapi mengalami keterbatasan biaya. Kekurangan kanopi polycarbonate adalah warnanya mudah pudar, apabila pemasangan tidak sesuai bisa menyebabkan kebocoran, dan apabila kotor bagian luarnya akan sulit dibersihkan.

    Produk kanopi ini dijual dalam 2 macam produk, yakni yang berbentuk roll atau gulungan dan meteran atau lembaran.

    Kisaran harga kanopi polycarbonate menurut beberapa e-commerce cukup beragam. Untuk kanopi yang dijual per gulung dengan ketebalan 4 mm, sekitar Rp 895 ribu (panjang sekitar 5 meter) hingga Rp 2,2 juta (panjang sekitar 11,5 meter). Sementara untuk kanopi yang dijual per lembaran dengan ketebalan 4 mm dan luas 5 meter persegi sekitar Rp 260-950 ribu. Harga ini dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung dari ukuran, ketebalan, hingga warna yang dipilih.

    Biasanya semakin tebal dan besar ukurannya harganya semakin mahal. Kemudian warna kanopi putih atau transparan lebih mahal dari warna lainnya. Selain itu, estimasi harga tersebut belum termasuk dengan besi penyangga, baut, dan biaya pemasangannya.

    3. Solarflat

    Rekomendasi ketiga adalah kanopi solarflat. Jenis satu ini terbuat dari plastik dan disebut cocok untuk daerah yang beriklim tropis. Penggunaan solarflat sudah cukup luas tidak terbatas pada area perumahan, melainkan sudah banyak dipakai sebagai atap infrastruktur, seperti JPO Gelora Bung Karno.

    Semakin tebal ukuran solarflat, kekuatan meredamkan suara semakin bagus. Selain itu, ketebalannya juga berpengaruh pada risiko kebocoran atap. Ketebalan dari solarflat sendiri cukup beragam, terdiri dari 1,1 mm, 1,2 mm, 3 mm, dan 6 mm. Kemudian untuk jenis solarflat dibagi menjadi 2 yakni plain dan embose. Solarflat embose biasanya bisa membuat bagian depan lebih sejuk daripada yang plain.

    Perbedaan kanopi solarflat dengan 2 kanopi sebelumnya adalah bentuknya yang datar dan tidak bergelombang. Selain itu, kanopi jenis ini kebanyakan transparan yang benar-benar jernih sehingga cahaya matahari tetap dapat menerangi area carport atau halaman.

    Kelebihan kanopi solarflat adalah tahan lama, tidak mudah pecah, kokoh, tidak mudah terbakar, pemasangannya mudah, hingga kedap suara. Lalu, kekurangannya adalah mudah bocor jika salah pemasangan da variasi warna yang sedikit.

    Produk berjenis solarflat dijual dalam bentuk gulungan dan lembaran. Berdasarkan daftar harga di e-commerce, solarflat gulungan yang plain sepanjang 20 meter dijual Rp 12,2 juta. Sementara itu, untuk lembaran yang dijual per meter harganya mulai dari Rp 500 ribuan.

    Itulah 3 jenis kanopi yang tidak berisik saat hujan beserta kelebihan, kekurangan, dan kisaran harganya. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Hal yang Wajib Dicek pada Instalasi Listrik Usai Beli Rumah


    Jakarta

    Ketika membeli rumah siap huni, ada banyak yang harus dicek, salah satunya adalah status kelistrikannya. Hal ini bukan hanya untuk mengecek listrik di rumah berfungsi, tetapi memang sudah terpasang dengan baik dan aman digunakan.

    Banyak kejadian pemilik rumah baru hanya mengecek kondisi bangunan dan surat menyurat. Bagian listrik justru dilewatkan karena berpikir cara pemeriksaannya cukup dengan melihat setiap colokan berfungsi dan lampu menyala.

    Dilansir dari unggahan Instagram PLN, seperti yang dilihat detikcom pada Selasa (2/9/2025), berikut beberapa hal yang seharusnya dicek saat membeli rumah baru.


    1. Cek Instalasi Kelistrikan

    Memastikan lampu menyala dan colokan berfungsi ternyata tidak cukup. Pemilik rumah juga harus memastikan instalasi listrik dipasang rapi, aman, dan punya Sertifikat Laik Operasi (SLO). Untuk mendapatkan SLO, nanti akan ada perwakilan PLN yang datang untuk memeriksa dan menerbitkan sertifikat tersebut jika sudah dinyatakan pemasangannya layak.

    2. Cek Rekening Listrik

    Bagi yang rumahnya memakai listrik pascabayar, pemiliknya harus mengecek riwayat tagihan listriknya. Pastikan tidak ada tunggakan agar terhindar dari masalah pasca pembelian.

    Cara mengecek rekening listrik bisa secara online melalui PLN Mobile, dengan cara berikut.

    1. Klik ikon Akun

    2. Pilih sub menu Layanan Saya

    3. Pilih ID Pelanggan

    4. Pilih Riwayat Penggunaan.

    3. Pastikan kWh Meter Berjalan Normal

    kWh meter adalah meteran listrik yang biasa dipasang di luar rumah. Alat ini adalah sumber utama listrik dapat mengalir atau mati. Cara pengecekannya lewat fitur pengaduan di PLN Mobile agar pihak PLN sendiri yang mengecek.

    “Ini untuk memastikan tidak ada pelanggaran listrik dari pemilik sebelumnya,” tulis PLN dalam unggahan resminya di Instagram @pln_id, dikutip Selasa (2/9/2025).

    Itulah beberapa hal perihal kelistrikan yang harus dicek saat membeli rumah. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Batu Bata, Hebel, dan Batako


    Jakarta

    Saat ini material bangunan untuk fondasi bangunan sudah banyak jenisnya. Tiga jenis teratas yang cukup banyak dipakai dan selalu tersedia di toko bangunan adalah batu bata, batako, dan hebel. Kira-kira apa aja ya perbedaan di antara ketiganya?

    Kontraktor Wildan menjelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing material. Untuk lebih jelasnya, berikut detikcom rangkum.

    1. Batu Bata


    Buruh harian lepas menurunkan bata merah dalam proyek bangunan rumah di Jl Tambak, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2024). Para buruh ini mengaku dibayar Rp 85.000/hari. Jumlah tersebut terbilang pas-pasan untuk standar upah layak di Jakarta.Bata Merah Foto: Ari Saputra

    Wildan menjelaskan batu bata merupakan material yang terbuat dari tanah merah, pasir silika, campuran semen, batu kapur, gypsum, air, dan aluminium bubuk. Material satu ini cukup terkenal di kalangan masyarakat karena rata-rata rumah di Indonesia memakai jenis ini untuk membangun rumah. Alasan batu bata banyak dipilih sebagai berikut.

    • Mudah dipakai untuk membangun bidang kecil
    • Mudah diangkut karena berukuran kecil
    • Mudah didapat hampir di setiap daerah
    • Harga relatif murah
    • Tahan panas sebagai perlindungan dari api
    • Tidak perlu perekat khusus

    Kekurangan Batu Bata

    Meskipun memiliki kelebihan yang cukup aman untuk membangun rumah, tetapi batu bata juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah pemasangannya lebih lama. Menurut Wildan hal tersebut dikarenakan adukan semen perlu waktu untuk mengering. Selain itu, berikut beberapa kekurangan batu bata.

    • Sulit menyusun bata dengan rapi
    • Ukuran dan kualitas suka tidak seragam
    • Butuh plesteran tebal
    • Lebih boros material perekat
    • Pemasangan lebih lama
    • Bobotnya berat

    Hebel

    Truk bermuatan hebel yang terguling di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur sudah dievakuasi. Lalu lintas yang sempat macet sudah kembali normal.Bata Ringan Foto: Lamhot Aritonang

    Jenis material berikutnya yang saat ini banyak digunakan adalah hebel atau bata ringan. Cara membedakan batu bata dengan hebel cukup mudah, bisa dari warnanya. Hebel berwarna putih, sementara batu bata berwarna terakota.

    Bahan pembuat hebel juga berbeda dari batu bata, yakni berasal dari campuran semen, batu kapur, pasir silika, gypsum, air, dan aluminium bubuk. Menurut Wildan, bata ringan menjadi primadona bagi kontraktor karena pembangunannya cepat menggunakan lem hebel.

    Kelebihan Hebel

    • Bobotnya lebih ringan
    • Mudah diangkut
    • Ukuran dan kualitas seragam
    • Hemat perekat
    • Plesteran tidak tebal
    • Kedap air
    • Lebih kedap suara
    • Lebih tahan gempa bumi

    Kekurangan Hebel

    • Butuh keahlian khusus untuk pemasangan
    • Butuh perekat khusus
    • Lebih mahal dari bata merah
    • Ukuran tanggung.

    Batako

    Para pekerja membuat batako di Desa Busalangga, Rote Barat Laut, NTT. Batako dijual Rp 3.500/batako termasuk ongkos kirim.Batako Foto: Ari Saputra

    Selanjutnya adalah batako. Namanya mirip dengan bata merah, tetapi karakteristik keduanya berbeda. Wildan mengatakan batako terbuat dari campuran semen, pasir, air, dan terkadang abu batu. Warnanya putih mirip dengan hebel. Namun, ukuran dan bentuknya tentu berbeda dari hebel.

    Kelebihan Batako

    • Pemasangan cepat
    • Tidak perlu plester kalau sudah rapi
    • Mudah dipotong
    • Tidak perlu direndam air sebelum pemasangan
    • Kedap air
    • Proses pemasangan lebih cepat

    Kekurangan Batako

    • Kurang kedap suara
    • Tidak tahan panas
    • Mudah timbul retak rambut

    Itulah kelebihan dan kekurangan jenis-jenis batu bata sebagai bahan pertimbangan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Batu Bata Vs Hebel, Mana yang Paling Efektif Bikin Rumah Adem?



    Jakarta

    Cara membuat rumah menjadi lebih adem bisa dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan memilih material bangunan yang dapat menangkal panas.

    Beruntungnya, saat ini sudah banyak material bangunan yang terbukti dapat menyerap panas dengan baik. Jika dibuat perbandingan antara dua material fondasi yang paling banyak dipakai di Tanah Air, yakni batu bata dan hebel, kira-kira mana yang lebih ampuh membuat rumah lebih adem?

    Menurut kontraktor Wildan, antara keduanya batu bata jauh lebih ampuh untuk menangkal panas dan membuat rumah lebih sejuk. Alasannya karena material dasar yang digunakan oleh batu bata.


    “Bata merah salah satu insulasi yang baik dibanding hebel,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, pada Kamis (11/9/2025).

    Jika dilihat dari bahan pembuatannya, batu bata terbuat dari tanah merah, pasir silika, campuran semen, batu kapur, gypsum, air, dan aluminium bubuk. Dilansir Turbull Mansory, batu bata lebih stabil untuk meredakan suhu internal dengan menghalau panas agar tidak masuk atau berpindah dengan cepat. Massa dari batu bata lebih padat sehingga tidak mudah ditembus panas.

    Selain lebih adem, batu bata juga tahan dari api sehingga tidak mudah terbakar. Selain itu, ukurannya jauh lebih kecil daripada hebel, pas untuk membangun bidang yang kecil.

    Namun, batu bata juga memiliki kekurangan, yakni pengerjaannya yang lama. Batu bata harus menunggu semen mengeras dan merekat dengan kokoh. Selain itu, bentuknya terkadang tidak rapi sehingga membutuhkan bahan yang banyak untuk merapikannya.

    Sementara itu, hebel terbuat dari campuran semen, batu kapur, pasir silika, gypsum, air, dan aluminium bubuk. Material ini tetap bisa menghalau panas, tetapi tidak begitu stabil seperti batu bata. Banyak orang memilih memakai hebel karena lebih efisien untuk pemasangannya.

    Wildan mengatakan hebel atau bata ringan lebih mudah dipasang karena ada bahan perekat khusus yang disebut dengan lem hebel. Kemudian, bahan ini lebih ringan, tahan air, suara, dan getaran.

    Itulah penjelasan alasan batu bata jauh lebih efektif membuat rumah lebih adem. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • MCB Saja Nggak Cukup, Listrik di Rumah Harus Dilengkapi dengan ELCB



    Jakarta

    Meningkatkan keamanan instalasi listrik sangat penting untuk melindungi keselamatan penghuni rumah.

    Saat ini banyak sekali kejadian seseorang meninggal dunia karena tersetrum listrik. Hal ini disebabkan karena arus listrik yang merambat melalui media yang dapat menghantarkan listrik, seperti air atau perangkat elektronik di rumah.

    Saat ini sudah banyak anjuran untuk menambah perangkat pelindung untuk mencegah kejadian tersebut. Perangkat tersebut bernama ELCB (Earth-Leakage Circuit Breaker).


    Perangkat satu ini mirip dengan MCB (Miniature Circuit Breaker), tetapi fungsinya jauh berbeda. Menurut Electrical Specialist PT Graha Anugrah Elektrindo Moch Ari Wibowo MCB adalah perangkat yang berfungsi sebagai pengaman beban berlebih dan hubung singkat listrik atau source circuit. Sementara itu, ELCB adalah perangkat yang berfungsi sebagai perangkat pengamanan arus bocor agar terhindar dari sengatan arus listrik.

    “ELCB itu fungsinya lebih sensitif daripada MCB. Misalkan amit-amit ada orang kesetrum. Tapi dia ada (pakai) ELCB, itu orangnya nggak bakalan kesetrum. Nanti yang turun si ELCB-nya turun (mematikan listrik di rumah),” jelas Ari saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    Selain iru, ELCB juga sangat berguna untuk rumah yang sering kebanjiran. Air yang masuk ke dalam stop kontak di rumah dapat memberi sinyal kepada ELCB untuk mematikan aliran listrik di rumah. Sebab, apabila air sampai merendam stop kontak, listrik bisa saja menyambar melalui air.

    MCB dan ELCB memiliki bentuk mirip, yakni berupa tombol yang bisa digerakkan untuk aktif dan non aktif. Selain itu, pemasangannya juga bisa dilakukan berdampingan.

    Pemakaian ELCB tidak ada di setiap instalasi rumah, berbeda dengan MCB yang pasti ada di kWh meter. Pemilik rumah harus memasangnya sendiri dengan bantuan ahli listrik. Menurut Ari, pemasangannya bukan dari PLN, melainkan bisa melalui jasa pemasangan instalasi listrik.

    Ari menambahkan selain ada ELCB, saat ini muncul pula produk bernama RCBO atau Residual Current Circuit Breaker with Overcurrent Protection. Perangkat satu ini merupakan gabungan antara MCB dan ELCB. Dengan memakai RCBO, kWh meter sudah memiliki MCB dan ELCB. Produk ini tentu jauh lebih praktis karena pemilik rumah tidak perlu memasang kedua tombol tersebut secara terpisah.

    Namun, pemasangannya tidak semudah ketika memasang ELCB karena untuk rumah lama yang sudah lebih dulu memiliki MCB, tidak bisa sembarangan mengganti MCB. Sebab, MCB dipasang oleh PLN dan apabila ingin menggantinya harus mendapat persetujuan dahulu.

    Itulah fungsi ELCB bagi instalasi listrik di rumah, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Lokasi dan Jenis CCTV yang Paling Tepat Dipasang di Rumah



    Jakarta

    Pemasangan CCTV tidak bisa di tempat sembarangan. Lokasi yang salah justru membuat gambar terlihat tidak jelas dan berpotensi terhalang objek tertentu.

    Mengetahui lokasi yang tepat untuk memasang CCTV juga bisa membantu mengetahui jumlah kamera yang harus dibeli. Hal ini dapat membantu pemilik rumah untuk menyiapkan biaya dan memilih jenis CCTV yang sesuai dengan kebutuhan.

    Lantas, lokasi di mana saja yang tepat untuk memasang CCTV di rumah?


    Menurut Engineer CCTV Hikvision Nalendra Fahlevie tempat pemasangan CCTV yang tepat adalah ruang tamu, ruang makan, dapur, dan halaman. Keempatnya adalah tempat berkegiatan setiap hari dan lalu lalang penghuni rumah dan tamu sehingga harus siaga untuk merekam segala kegiatan.

    “Pertama halaman. Terus kedua ruang tamu, area ruang makan, sama dapur. Karena apa? Poin pertama itu memang ya udah vital. Terus menurut saya sih dapur takut ada apa-apa,” katanya saat ditemui di saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    Nalendra menyarankan untuk CCTV di dapur sebaiknya ditambahkan beberapa fitur penunjang seperti thermal detector atau pendeteksi radiasi dan perubahan suhu berlebih. Hal ini untuk mencegah terjadinya kebakaran. Namun, biaya pemasangannya lebih mahal daripada CCTV biasa.

    Kemudian, untuk ruang lainnya lebih baik memakai lensa kamera yang bisa menampilkan objek secara luas seperti kamera fisheye.

    CCTV di halaman juga sebaiknya ditambahkan sistem peringatan jika ada pergerakan yang mencurigakan. Sebagai contoh ada alarm yang akan berbunyi jika ada orang yang masuk rumah melalui atas pagar atau alarm berbunyi jika ada orang masuk di waktu-waktu yang tidak biasa, yakni tengah malam dan dini hari.

    Jenis CCTV untuk di Dalam dan Luar Rumah

    Kamera CCTV bulletKamera CCTV bullet Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Nalendra mengatakan jenis CCTV yang dipakai untuk dalam dan luar rumah berbeda. Untuk dalam rumah memakai CCTV berbentuk bulat atau disebut CCTV dome. Bentuk kamera ini setengah lingkaran di mana bagian yang rata menempel pada dinding. Bagian bawahnya yang bulat dilapisi dengan penutup bening agar objek di depan kamera dapat terlihat dengan jelas.

    Kemudian untuk di luar ruangan, CCTV yang dipakai bernama kamera bullet. Bentuknya lonjong seperti leher kamera telezoom.

    Itulah beberapa lokasi yang bisa dipasang CCTV, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Pilih Lantai Kamar Mandi yang Aman dan Anti Licin


    Jakarta

    Jenis lantai yang digunakan di kamar mandi berbeda dengan lantai di ruangan lain. Hal ini dikarenakan kamar mandi selalu basah dan mudah sekali lembap. Diusahakan mencari jenis lantai yang anti slip atau tidak mudah licin.

    Lantai yang kesat atau tidak licin dapat melindungi penggunanya dari kejadian terpeleset. Terjatuh di kamar mandi bisa fatal, dilansir detikHealth, bisa menyebabkan memar, pendarahan otak, cedera tulang, stroke, hingga henti jantung. Banyak kejadian orang yang terjatuh di kamar mandi dan tidak ditangani dengan cepat, meninggal dunia. Oleh karena itu, masalah lantai kamar mandi tak boleh dipandang sepele.

    Bagi detikers yang berencana membeli lantai untuk kamar mandi, ketahui tips-tips berikut.


    Tips Beli Keramik buat Lantai Kamar Mandi

    1. Pilih Permukaan Keramik Anti Slip

    Graphic Designer PT Kia Serpih Mas, Besa Wade Ruwapensa, menjelaskan terdapat 2 jenis keramik yang cocok dipakai di kamar mandi, yakni satin atau baby skin dan anti-slip atau anti licin.

    “Kalau kamar mandi disarankan untuk wet areanya memakai anti slip. Terus untuk area kering kalau menurut saya lebih disarankan memakai satin. Jangan pakai yang glossy karena di sana biasanya ada wastafel, takut ada cipratan air berpotensi basah licin,” kata Besa saat ditemui dalam acara pameran ke-10 Keramika Indonesia bersama Mega Build Indonesia edisi ke-21, beberapa waktu lalu.

    Tampilan keramik anti slip keluaran KIA Ceramics.Tampilan keramik anti slip keluaran KIA Ceramics. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Keramik anti slip ini bisa digunakan pada beberapa area jika kamar mandi cukup luas, yakni hanya di area basah saja. Namun, apabila kamar mandi tersebut kecil, kalau bisa sebagian besar lantainya memakai yang kesat karena air pasti akan membasahi seluruh ruangan.

    2. Pilih Keramik Khusus Lantai

    Jenis keramik yang digunakan juga harus keramik khusus lantai. Sebab, komposisinya sudah sesuai dan cukup kuat untuk dipasang di lantai. Jangan sampai memasang keramik untuk dinding pada lantai karena ketahanannya berbeda.

    “Disarankan menggunakan keramik sesuai peruntukkannya. Contohnya banyak yang memakai keramik dinding ke lantai. Padahal itu kurang cocok karena breaking strength-nya lebih rendah yang dinding. Kalau dia ditempel otomatis ada kemungkinan kalau perekatnya tidak kuat akan jatoh, nanti menimpa orang. Nah makanya keramik dinding pasti lebih ringan dari keramik lantai,” jelasnya.

    Tampilan keramik baby skin atau satin keluaran KIA Ceramics.Tampilan keramik baby skin atau satin keluaran KIA Ceramics. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Cara membedakan keramik lantai dan dinding, bisa dicek pada kemasan produk. Keramik lantai umumnya disebut floor tile dan untuk keramik dinding dinamakan wall tile.

    Ukuran keramik juga menentukan ketahanannya. Besa mengatakan semakin besar ukuran keramik maka ketebalannya akan bertambah. Begitu juga dengan harganya juga akan semakin mahal.

    “Kalau untuk pasar Indonesia biasanya memakai ukuran 30×30 cm (persegi), 25×25 cm untuk kamar mandi. Kalau bentuknya square biasanya untuk keramik lantai,” sebutnya.

    3. Tentukan Ukuran dan Jumlah Keramik

    Jika sudah menemukan jenis, model, dan warna yang sesuai, hitung jumlah keramik yang perlu dibeli. Sebutkan juga lokasi pemasangannya apakah dinding atau lantai.

    Besa menyebutkan harga keramik dihitung per meter persegi. Dalam satu dus keramik umumnya terdiri dari keramik 1 meter persegi (square meter). Keramik tidak bisa dibeli satuan sehingga saat membeli keramik kamar mandi harus dilebihkan 1 dus untuk berjaga-jaga apabila ada yang retak atau kesalahan pemasangan.

    “Anggaplah perumahan-perumahan sekarang itu kamar mandinya 1,5 meter x 1,5 meter biasanya. Berarti tinggal dikalikan. Nanti kita dapat luasnya berarti 22,5 meter persegi. Berarti harus beli 3 dus untuk keramik ukuran 50 x 50 cm dengan 12 pcs keramik isinya. Biasanya satu dus itu 1 square meter. Satu dus (ukuran 50 x 50 cm) isinya 4 pcs karena 1 keramik setengah meter,” ujarnya.

    Itulah beberapa tips memilih lantai kamar mandi yang benar, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Dekat Tiang Listrik Berbahaya? Begini Faktanya



    Jakarta

    Pemandangan tiang dan kabel listrik di depan rumah merupakan hal lumrah. Tidak semua daerah di Indonesia melakukan sistem jaringan bawah tanah (underground) untuk kabel listrik.

    Selain pemasangannya yang kerap mengganggu pemandangan, sebenarnya tiang listrik di dekat rumah itu aman atau nggak ya?

    Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menjelaskan dalam infrastruktur ketenagalistrikan terbagi dalam beberapa macam, yaitu sambungan rumah dan jaringan tegangan rendah (JTR), jaringan tegangan menengah (JTM), saluran udara tegangan tinggi (SUTT), dan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET).


    Sebagai informasi, JTR merupakan sambungan listrik yang berfungsi menyalurkan listrik bertegangan rendah, seperti 220 Volt. Jaringan ini menghubungkan listrik dari jaringan tegangan menengah sampai ke rumah-rumah. Sementara itu, JTM bertegangan 20 kiloVolt (kV). Umumnya JTM digunakan untuk menyalurkan listrik dari gardu induk ke gardu distribusi.

    Pada jaringan listrik PLN, hal yang perlu diperhatikan dalam keamanannya adalah jarak kabel, bukan tiang listrik.

    “Berdasarkan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor: 606.K/Dir/2010 tentang Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Menengah Tenaga Listrik, jarak aman kabel listrik tegangan menengah 20 kiloVolt (kV) yaitu 3 meter. Artinya, secara mekanis atau elektromagnetis, pada jarak tersebut tidak memberikan pengaruh membahayakan untuk sekitarnya. Jadi jarak yang perlu dijaga adalah dengan kabel, bukan tiang,” ujar Gregorius kepada detikProperti, dikutip Minggu (14/1/2024).

    Ia melanjutkan, untuk SUTT memiliki tegangan 150 kV dan SUTET memiliki tegangan 250-500 kV. Keduanya memiliki batas vertikal dam horizontal yang berbeda-beda sesuai jenis menaranya. Batasan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No 13 Tahun 2021 Tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum Jaringan Transmisi Tenaga Listrik dan Kompensasi Atas Tanah, Bangunan, dan/atau Tanaman yang Berada di Bawah Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik.

    Gregorius menyampaikan bangunan atau benda yang berada terlalu dekat dengan jaringan kabel itu berbahaya. Sebab, bisa menyebabkan listrik mati.

    “Adapun pohon, bangunan, rumah, dan berbagai kegiatan yang dekat dengan jaringan kabel listrik itu sangat berbahaya karena bisa menyebabkan listrik padam dan tak jarang membuat wilayah padam makin luas. Dengan mematuhi aturan tersebut, maka aktivitas di lingkungan rumah lebih aman dan nyaman,” ujarnya.

    “PLN juga mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan potensi bahaya pada jaringan kelistrikan dapat menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123,” tambahnya.

    Itulah penjelasan mengenai rumah yang berada di dekat kabel listrik dapat berbahaya, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Genteng Aman dari Angin Kencang, Ini Rahasia Pemasangannya Menurut Ahli



    Jakarta

    Angin kencang tak hanya bikin pohon tumbang, tapi juga bisa merusak bagian rumah-terutama atap. Tak jarang genteng bergeser bahkan terbang tertiup angin, meninggalkan lubang yang akhirnya membuat rumah bocor saat hujan turun.

    Agar hal itu tak terjadi, pemilik rumah perlu memastikan genteng terpasang dengan kuat. Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, membagikan tips agar genteng tetap aman meski diterjang angin kencang.

    1. Gunakan Rangka Atap Baja Ringan

    Menurut Panggah, rangka baja ringan jauh lebih tahan lama dibanding kayu atau bambu.


    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Namun, pemasangannya harus mengikuti standar pabrik dan instruksi teknis dari fabrikator. Jarak antar batang baja ringan juga perlu diperhatikan agar kuat menahan beban genteng.

    “Pemasangan moor dan baut juga penting, harus kencang dan tepat,” tambahnya.

    2. Pilih Genteng yang Berat dan Tahan Cuaca

    Bobot genteng juga menentukan kekuatannya menghadapi cuaca ekstrem. “Ada genteng beton, keramik, dan metal. Biasanya genteng metal lebih ringan, jadi mudah terbang kalau kena angin kencang,” jelasnya.

    Ia merekomendasikan genteng tanah liat keramik, karena punya bobot dan kualitas terbaik. Bila ingin alternatif yang lebih murah, genteng beton juga bisa digunakan meski tampilannya kalah estetis.

    “Pilih genteng yang agak berat dan kedap panas, biar nggak gampang terbang,” katanya.

    3. Pastikan Susunan Genteng Rapi

    Terakhir, cara penyusunan genteng juga tak kalah penting. Genteng harus dipasang saling menimpa satu sama lain dengan kemiringan yang tepat.

    “Genteng tanah liat sebenarnya cukup berat, tapi yang penting cara pasangnya harus rapi dan benar. Susunannya berpengaruh pada daya tahan genteng menghadapi angin,” tuturnya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com