Tag: pembasmian

  • Apakah Jemur Kasur Bisa Bunuh Kutu Busuk? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Kutu busuk (bed bugs) merupakan serangga kecil yang hidup dengan cara mengisap darah manusia. Serangga yang masuk dalam kelompok parasit ini bisa muncul di celah kasur dan rangka tempat tidur.

    Untuk membasmi kutu busuk yang ada di kasur, salah satu caranya adalah dengan menjemur kasur di bawah matahari. Namun, apakah cara tersebut efektif untuk membunuhnya?

    Apakah Jemur Kasur Bisa Membunuh Kutu Busuk?

    Mengutip laman Siloam Hospital, seseorang bisa mengalami gejala gatal-gatal, perih, sensasi terbakar, hingga ruam kemerahan pada kulit ketika digigit oleh kutu busuk.


    Sebagai bentuk pencegahan, sebaiknya segera membasmi kutu busuk yang ada di kasur. Nah, banyak orang yang menggunakan metode menjemur kasur di bawah matahari untuk membunuh kutu busuk.

    Memang, suhu panas diklaim bisa membunuh kutu busuk di kasur. Pemanfaatan suhu panas ini merupakan cara ampuh untuk membasmi kutu busuk tanpa harus menggunakan bahan kimia.

    Akan tetapi, ada dua faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan langkah ini, yakni suhu panas dan lama pemaparannya.

    Dilansir situs Pure Environmental, kutu busuk akan mati pada suhu minimal 45 derajat Celcius. Namun, suhu panas ini harus konsisten selama setidaknya 30 menit. Cara ini berlaku untuk semua tahap kehidupan kutu busuk.

    Secara detail, kutu busuk dewasa akan mati apabila terpapar suhu panas secara konsisten selama 15 menit. Kemudian untuk telur kutu busuk baru akan mati jika terkena suhu panas selama 60 menit secara konsisten.

    Namun, apakah suhu panas matahari sudah cukup untuk membunuh kutu busuk di kasur? Sayangnya tidak efektif. Secara teori, suhu panas dari sinar matahari tidak cukup tinggi untuk bisa membunuh kutu busuk.

    Meski begitu, sinar UV dari matahari memiliki kemampuan untuk membunuh kutu busuk. Selain itu, suhu panas dari sinar matahari bisa menyerap cairan permukaan pada lapisan lilin cangkang kutu busuk, sehingga akan membuatnya dehidrasi.

    Apabila kasur dijemur di luar ruangan dalam waktu yang cukup lama, kemungkinan besar kutu busuk yang bersembunyi di dalamnya bisa saja mati.

    Cara Lain untuk Membunuh Kutu Busuk di Kasur

    Sebenarnya, saat ini sudah banyak layanan pengendali hama untuk membasmi serangga di rumah, salah satunya kutu busuk di kasur. Para penyedia jasa pengendalian hama ini umumnya juga menggunakan suhu panas dari uap untuk membunuh kutu busuk.

    Mengutip laman Sleep Foundation, pembasmian kutu busuk dengan suhu panas tinggi dari uap disebut juga sebagai steam cleaning. Metode ini biasanya menggunakan alat yang disebut steamer.

    Jika ingin membasmi kutu busuk sendiri di rumah, kamu bisa menggunakan alat pemanas portabel yang dirancang khusus untuk membasmi kutu busuk dengan memberikan panas pada barang-barang, termasuk kasur. Alat ini harus mencapai suhu setidaknya 45 derajat Celcius selama 90 menit untuk membunuh kutu busuk.

    Itu dia penjelasan mengenai metode jemur kasur di bawah matahari yang disebut bisa membunuh kutu busuk. Semoga artikel ini bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Kaki Seribu Tiba-tiba Masuk Rumah dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Pernahkah menemukan tiba-tiba kaki seribu muncul di kamar mandi, merayap hingga ruang tengah atau bahkan kamar? Jika iya, bisa jadi ini beberapa alasan binatang melata itu bisa masuk ke rumah.

    Kaki seribu adalah binatang melata yang cukup menggelikan. Bahkan, tak jarang kaki seribu bisa menggigit bila kondisinya terancam. Kuilit manusia yang tergigit akan merasakan sensasi seeprti digigit semut atau tersengat.

    Nah, secara khusus, kaki seribu kerap muncul saat musim hujan, meski tak jarang kaki seribu juga muncul di musim kemarau.


    Bila sudah cukup mengganggu, lakukan langkah-langkah pencegahan biar kaki seribu enggan masuk rumah.

    Lantas, kenapa kaki seribu masuk ke dalam rumah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

    1. Rumah Lembap

    Melansir dari Forbes Home, Senin (5/8/2024), kaki seribu menyukai dan membutuhkan tempat yang lembab untuk hidup. Oleh karena itu, kamu bisa ‘mengeringkan’ atau menjaga kelembaban bagian-bagian rumah, termasuk kamar mandi untuk mencegah masuknya kaki seribu.

    Kamu bisa menyalakan dehumidifier untuk menghilangkan kelembaban dalam rumah, sehingga membuat kaki seribu enggan memasukinya.

    2. Ada Tanaman Membusuk

    Selain itu, kaki seribu adalah hewan pemakan bahan organik yang sudah mati atau membusuk (saprofit). Jadi, kalian sebaiknya menghilangkan rerumputan yang sudah membusuk atau lapisan kompos.

    3. Ada Celah di Rumah

    Di sisi lain, kalian juga harus mengecek retakan atau celah pada fondasi bangunan maupun jarak bawah pintu yang memungkinkan kaki seribu masuk ke dalam rumah. Perbaiki saluran air di rumah yang memungkinkan kaki seribu masuk, serta jangan terlalu banyak menyiram tanaman di taman.

    Supaya kaki seribu tidak masuk rumah, pastikan untuk menutup segala celah. Perhatikan fondasi di sekitar rumah, termasuk engsel pintu dan jendela apakah ada celah atau tidak. Kalian dapat menggunakan sealant untuk menyegelnya.

    Cara Basmi Kaki Seribu

    Untuk membasmi kaki seribu, semprotkan cuka putih, minyak tea tree, atau minyak peppermint. Campuran sedikit tea tree oil atau peppermint oil dengan air dan semprotkan ke sekitar retakan atau celah atau tempat ditemukannya kaki seribu. Semprotan tersebut aman digunakan oleh manusia, namun beracun bagi kaki seribu.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanda Rumah Kamu Perlu Segera Direnovasi, Jangan Tunggu Rusak Parah!



    Jakarta

    Rumah juga punya ‘batas usia’. Kalau sudah terasa tidak nyaman, sering muncul kerusakan kecil, hingga atap mulai bocor, bisa jadi itu sinyal kuat rumahmu butuh direnovasi.

    Renovasi rumah bukan sekadar soal tampilan, tapi juga demi menjaga kenyamanan dan keamanan penghuninya. Mengutip laman Architecture Beast, berikut 6 tanda umum bahwa rumah kamu sebaiknya segera direnovasi.

    1. Atap atau Genteng Mulai Bocor

    Bintik air di langit-langit atau rembesan saat hujan adalah alarm awal. Umumnya genteng perlu diganti setiap 30 tahun, tapi kalau sudah banyak yang bocor, sebaiknya segera renovasi atap untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.


    2. Kebutuhan Ruang Tambahan

    Punya anak yang beranjak remaja atau keluarga yang bertambah? Artinya kamu perlu menambah ruangan di rumah. Renovasi bisa jadi solusi agar tata letak lebih optimal sekaligus menyegarkan tampilan rumah.

    3. Perbaikan Kecil yang Tak Kunjung Usai

    Kalau kamu merasa terus memperbaiki masalah yang sama, seperti dinding retak atau pintu yang macet, itu bisa jadi sinyal renovasi besar. Selain menghemat biaya jangka panjang, renovasi menyeluruh bikin rumah lebih efisien dan fungsional.

    4. Lantai Sudah Usang atau Rusak

    Lantai yang retak, terkelupas, atau tampak bobrok bisa jadi bahaya tersembunyi. Selain fungsional, memperbarui lantai juga dapat menambah estetika rumah secara keseluruhan.

    5. Pipa Bocor

    Masalah pipa sering dianggap sepele, padahal bisa berdampak ke struktur rumah jika dibiarkan. Segera hubungi tukang dan pertimbangkan renovasi sistem perpipaan bila kebocoran terus terjadi.

    6. Banyak Rayap dan Hama

    Kalau kamu mulai sering melihat jejak rayap, terutama di furnitur kayu, artinya rumah kamu sedang dalam bahaya. Serangan hama bisa merusak struktur bangunan dan memicu biaya perbaikan yang tinggi. Renovasi sekaligus pembasmian rayap bisa jadi langkah pencegahan jangka panjang.

    Jangan tunggu rusak parah baru renovasi. Mengenali tanda-tanda awal ini bisa membantumu menjaga rumah tetap nyaman, aman, dan tahan lama. Jadi, sudah siap merenovasi rumah?

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Serangan Kutu Putih Rusak Tanaman, Begini Cara Basminya


    Jakarta

    Kutu putih adalah serangga yang suka hinggap di tanaman. Pemilik tanaman mesti waspada karena serangga ini suka merusak tanaman.

    Kehadiran kutu putih dapat menghambat pertumbuhan, bahkan mematikan tanaman dengan cara mengisap sarinya. Lalu, biasanya akan muncul residu putih pada tanaman.

    Kemunculan kutu putih bisa dipicu oleh kadar nitrogen dan pertumbuhan lunak tanaman. Kondisi tersebut bisa akibat penghuni memberikan terlalu banyak pupuk.


    Selain itu, serangga putih ini tertarik dengan tanaman yang punya banyak sari buah, misalnya tanaman jeruk dan mangga. Sari buah merupakan makanan kutu putih.

    Jika tanaman sudah terlanjur diserang kutu putih, bagaimana cara basminya ya? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Basmi Kutu Putih

    Inilah beberapa cara untuk membasmi kutu putih yang hinggap pada tanaman, dikutip dari The Spruce dan Martha Stewart.

    1. Siram Air

    Kalau serangan kutu putih tergolong ringan, penghuni dapat mengatasinya dengan menyiram air. Posisikan bagian tanaman yang terdapat kutu putih di bawah keran, lalu alirkan airnya.

    2. Pangkas Sebagian Tanaman

    Penghuni bisa memotong bagian tanaman yang terserang kutu putih yang tergolong cukup berat. Langkah ini untuk mencegah kutu putih menyerang bagian tanaman lain.

    3. Semprot Larutan Minyak Nimba

    Buatlah insektisida organik menggunakan minyak nimba buat basmi kutu putih. Caranya dengan mencampurkan 1-2 sdm minyak nimba dengan 1-2 sdt sabun cuci piring dan 3,7 liter air ke dalam botol semprot.

    Semprotkan cairan itu ke tanaman yang terinfeksi kutu putih pada pagi dan sore hari. Ulangi penyemprotan 1-2 minggu kemudian kalau belum teratasi.

    4. Semprot Cairan Anti Kutu Putih

    Selain itu, penghuni bisa bikin cairan anti kutu putih dari bawang bombai, bawang putih dan bubuk cabai. Semprotkan cairan itu pada bagian tanaman yang terinfeksi selama beberapa hari.

    Cara buatnya dengan blender bahan-bahan hingga menjadi pasta dan tambahkan 1 liter. Diamkan campuran itu selama satu jam, lalu saring menggunakan kain tipis. Lalu, tambahkan sabun cuci piring cair dan aduk hingga rata.

    Masukan cairan ke dalam botol semprot agar siap pakai. Semprotan anti kutu putih ini dapat bertahan selama seminggu di dalam kulkas.

    5. Sebarkan Serangga Predator

    Terakhir, penghuni dapat mengatasi serangan kutu putih ringan dengan menyebarkan serangga predator. Tawon parasitoid (leptomastix dactylopii) dan kumbang Cryptolaemus montrouzieri mampu membutuh kutu putih, tetapi proses pembasmian butuh waktu yang cukup lama.

    Itulah cara mengatasi kutu putih yang menyerang tanaman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Bisa Ada Rayap di Rumah? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Rayap merupakan salah satu hewan yang bisa ditemukan di rumah. Hati-hati, karena keberadaannya bisa membuat furnitur yang terbuat dari kayu rusak.

    Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi, rayap sebenarnya tidak hanya memakan kayu saja tetapi apa pun yang mengandung selulosa. Contohnya seperti multipleks, conwood, gipsum, karpet, wall paper, buku, dan lainnya.

    Lalu, bagaimana cara mengatasinya kalau ada rayap di rumah? Sebelum mengetahui cara mengatasinya, yuk simak informasi mengenai rayap terlebih dahulu.


    Pembagian Kasta Rayap

    Rayap merupakan serangga yang hidup berkoloni. Dalam koloni tersebut, ada pembagian kasta yang jelas yaitu kasta pekerja, kasta prajurit, dan kasta reproduktif.

    Sekitar 90 persen anggota koloni rayap adalah kasta pekerja. Rayap tersebut bertugas untuk memelihara sarang, koloni dan anggotanya, mencari makan, grooming serta membersihkan kasta lain.

    Selanjutnya ada kasta prajurit yang jumlahnya 10 persen dari koloni rayap. Mereka bertugas untuk mempertahankan koloni.

    Di sisi lain, ada juga kasta reproduktif. Kasta ini memiliki abdomen yang besar terutama milik ratu koloni. Untuk spesies Coptotermes bisa menghasilkan 100 telur per hari.

    Siklus Hidup Rayap

    Siklus hidup rayap sebenarnya berawal dari laron yang berhasil berpasangan. Ya, rayap dan laron merupakan hewan yang sama.

    Boyke mengatakan, laron dihasilkan setelah koloni mencapai ukuran tertentu, misalnya pada Coptotermes formosanus yang ada di China, setelah 8 tahun.

    Sebelum terbang, kasta pekerja menyiapkan pintu keluar dan ruang tunggu (lounge) dekat pintu keluar serta dijaga oleh prajurit. Curah hujan merupakan salah satu pemicu keluarnya laron.

    “Sepasang laron berkembang menjadi raja dan ratu (kasta reproduktif), dan bertelur untuk selanjutnya menghasilkan rayap muda yang kita kenal sebagai nimfa. Nimfa akan mengalami perubahan bentuk menjadi kasta pekerja atau kasta prajurit, atau menjadi calon kasta reproduktif,” kata Boyke kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Habitat Rayap

    Di muka bumi ini ada sekitar 3.000 jenis rayap yang 200 di antaranya ada di Indonesia. Di Indonesia rayap merupakan serangga perusak bangunan, perkebunan, dan hutan tanaman industri. Hal ini karena letak geografis, geologis, dan geomorfologis yang mendukung tumbuh subur rayap di Indonesia.

    Habitat rayap ada dua, di tanah yang disebut dengan rayap tanah (subterranean termite), dan di kayu yang disebut dengan rayap kayu kering (dry wood termite).

    Dilansir dari Homes & Gardens, rayap bisa masuk ke rumah karena ada area lembap yang membuatnya tertarik untuk bersarang. Area lembap juga bisa membuat kayu mudah lunak sehingga disukai oleh rayap.

    Cara Atasi Rayap di Rumah

    Boyke menuturkan, pengendalian rayap bisa dilakukan dengan cara pencegahan dan juga pembasmian. Untuk pencegahan, ia menyarankan untuk menjaga kelembapan rumah dan merawat kayu agar tidak dikonsumsi rayap.

    “Metode pembasmian menggunakan bahan kimia seperti insektisida dan termitisida, serta metode fisik seperti mengganggu rumah rayap atau menggunakan umpan. Metode fisik seperti semprotan busa dan injeksi bahan kimia ke dalam kayu atau tanah dapat membasmi rayap dengan cepat,” ungkapnya.

    Namun, apabila serangan rayap sudah parah, sebaiknya pertimbangkan untuk memakai jasa pengendalian hama profesional. Hal ini supaya mendapat solusi efektif dan terjamin.

    “Layanan profesional juga dapat membantu mendeteksi keberadaan rayap secara dini sebelum kerusakan meluas,” tutupnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)



    Sumber : www.detik.com