Tag Archives: pembuangan limbah

4 Cacing yang Sering Muncul di Kamar Mandi dan Penyebabnya


Jakarta

Sebagian orang akan panik ketika melihat cacing tiba-tiba muncul dari lantai kamar mandi. Cacing ini bisa muncul di sela-sela lantai, nat atau dari lubang pembuangan air.

Ternyata, cacing yang muncul di kamar mandi ada beberapa macam. Mereka pun muncul bukan tanpa sebab. Sistem pembuangan limbah adalah salah satu tempat berkembang biak hewan melata ini.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap menjaga kebersihan kamar mandi agar cacing tak lagi muncul. Misalnya, membersihkan lantai dengan cairan karbol atau pembersih yang tepat secara rutin.


Tidak meninggalkan sampah dan tidak membuang sisa sampah atau apapun lewat saluran pembuangan air.

Selengkapnya, ini 4 jenis cacing yang kerap muncul di kamar mandi dan penyebabnya:

Jenis cacing yang muncul di kamar mandi dan sebabnya

1. Cacing Darah

Cacing darah biasanya juga dikenal dengan nama cacing selokan. Cacing ini mengandung zat besi dan porfirin dalam tubuhnya sehingga warnanya terlihat merah tak begitu mencolok. Cacing darah sering muncul terbawa air yang terkontaminasi atau air kotor dari selokan.

Bila cacing ini muncul, berarti kamar mandi tak bersih, pasokan air kurang, dan ada penumpukan di saluran pembuangan limbah.

2. Cacing Rambut Kuda

Cacing ini awalnya berbentuk telur yang muncul dari perut serangga seperti jangkrik atau kecoa. Bila kita melihat kecoa di dalam kamar mandi dan membunuhnya, maka organ dalam yang terburai dari tubuh kecoa itu akan memunculkan cacing rambut kuda.

Cacing rambut kuda ini banyak dianggap sebagai parasit manusia yang bisa menimbulkan penyakit.

3. Cacing Tanah

Cacing ini yang sering ditemui di kamar mandi. Cacing tanah biasanya muncul dari sela-sela lantai atau nat. Cacing tanah bisa muncul di kamar mandi karena lantai keramik pecah atau tidak tertutup sempurna sehingga ada celah baginya untuk keluar.

4. Larva Lalat

Lalat saluran pembuangan paling banyak ditemukan di kamar mandi, namun kebanyakan orang tidak dapat mengenalinya. Cacing ini memiliki saluran pernapasan berwarna gelap yang mencolok dan garis gelap di bagian punggung.

Meskipun cacing ini tidak berbahaya bagi manusia, keberadaanya di sekitar kita tentu meresahkan. Kehadiran cacing ini merupakan indikasi adanya serangga lalat di saluran air kamu.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Hati-Hati! 7 Bahan Ini Tak Boleh Dibuang ke Wastafel



Jakarta

Wastafel atau pembuangan air di saluran cuci piring memang berguna untuk membuang sisa makanan sehabis memasak. Namun, tidak semua makanan atau bahan bisa dibuang ke wastafel, misalnya minyak atau air panas. Hal ini supaya menjaga ketahanan pipa saluran wastafel serta bersih dari kotoran.

Melansir dari Real Simple, Jumat (14/3/2025), berikut merupakan bahan-bahan yang tidak boleh dibuang ke saluran pembuangan atau wastafel:

Cat

Menuang cat ke saluran wastafel dapat mencemari sumber air sekaligus merusak pipa. Sebaiknya, cat dibuang ke pusat pembuangan limbah.


“Cat mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak pipa dan harus dibuang sesuai dengan peraturan setempat,” kata CEO Crossroads Foundation Repair, Kyle Leman, dikutip dari Real Simple, Jumat (14/3/2025).

Sayuran Berserat

Tidak semua sampah makanan bisa dibuang ke saluran wastafel, termasuk sayuran berserat seperti bawang, seledri, kulit jagung, dan kulit buah. Lebih baik sampah sayuran tersebut dijadikan kompos.

“Bahan-bahan berserat ini dapat tersangkut di pembuangan dan menyebabkan macet sehingga menghalangi aliran air,” ujar pemilik Cherniak Home Services, Shlomo Cherniak, dikutip dari Real Simple, Jumat (14/3/2025).

Cairan Pembersih Rumah Tangga

Pembersih rumah tangga dapat merusak pipa dan membahayakan lingkungan. Sebaiknya buang ke tempat pembuangan limbah khusus.

“Banyak pembersih rumah tangga mengandung bahan kimia korosif yang dapat merusak pipa dan membahayakan sistem septik,” kata Leman.

Sticker

Pernahkah kamu melihat sticker harga yang menempel pada makanan? Sticker tersebut tidak bisa dibuang ke wastafel. Sebaiknya lepas stiker dari makanan dan buang ke tempat sampah.

“Stiker produksi dapat menempel pada pipa dan menyebabkan penyumbatan atau tersangkut di filter pengolahan air,” kata Leman.

Tulang

Biasanya tulang juga dibuang dengan mudah ke wastafel apalagi jika ukurannya kecil karena dianggap tidak berbahaya. Namun, kenyataannya ukuran tulang sekecil atau sebesar apapun tetap dapat merusak saluran wastafel sehingga tidak berfungsi atau rusak total.

Kulit Kentang

Kulit kentang mengandung banyak pati berbentuk pasta kental yang lengket sehingga dapat menyumbat saluran wastafel.

Biji Buah

Walau merupakan bahan alami, nyatanya biji buah memiliki tekstur yang keras sehingga tidak aman untuk dibuang ke saluran pembuangan. Sebaiknya biji buah dijadikan kompos.

(das/das)



Sumber : www.detik.com