Tag: pembuangan

  • Banyak Kecoak di Rumah Pertanda Apa? Ini Penyebab dan Cara Usirnya


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat kecoak berkeliaran di dalam rumah? Serangga satu ini memang kerap ditemukan masuk rumah.

    Bukan tanpa sebab, kehadiran kecoak menggambarkan kondisi rumah kamu. Tentunya, kecoak bakal masuk rumah yang cocok buat mereka bersarang.

    Peningkatan jumlah kecoak secara tiba-tiba dapat terjadi setelah hujan deras atau pipa pembuangan yang terbuka. Kecoa dapat hidup di celah-celah rumah tanpa makanan selama sebulan, sehingga mereka tetap bisa berkembang biak dan menimbulkan serangan secara mendadak.


    Lantas, kenapa ada banyak kecoak di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Ada Banyak Kecoak di Rumah

    Inilah beberapa alasan terdapat banyak kecoak di rumah kamu.

    1. Ada Makanan Kecoak

    Dilansir dari Cockroach Facts, indra penciuman kecoak sangat peka untuk mendeteksi makanan mereka. Kecoa akan memakan apa saja yang organik, termasuk kertas, lem, kotoran hewan peliharaan, dan sampah.

    Serangga ini juga bisa memakan bulu hewan peliharaan dan kotoran yang menempel di tempat sampah. Oleh karena itu, kamu perlu rajin membersihkan rumah secara menyeluruh untuk mencegah kecoak.

    2. Rumah Lembap

    Kecoak biasanya rentan dehidrasi dan membutuhkan air untuk bertahan hidup. Hal ini yang menyebabkan kecoak hidup di tempat lembap, sehingga sering ditemukan di bawah wastafel atau di kamar mandi.

    Beberapa tetes air dari pipa bocor, kran yang menetes, atau keset kamar mandi yang basah bisa menarik kecoak untuk berkembang biak di sana.

    3. Akses Pipa Pembuangan Terbuka

    Dilansir dari Cockroach Savvy, sistem pembuangan limbah biasanya menjadi sarang kecoak. Kamu dapat mencegah kecoak masuk rumah dengan menutup akses pembuangan, seperti menggunakan kasa.

    Cara Usir Kecoak

    Jika menemukan kecoak di rumah, kamu bisa mengusirnya menggunakan bahan-bahan di rumah. Berikut cara mengusir kecoak seperti yang dikutip dari Homes & Gardens.

    1. Gula dan Boraks

    Campurkan boraks dan gula dengan perbandingan 3:1. Lalu sebarkan di tempat-tempat yang ada kecoaknya. Boraks efektif karena dapat mengeringkan bagian eksoskeleton kecoak, mempengaruhi sistem pencernaan, dan membunuhnya.

    2. Minyak Daun Mint atau Peppermint Oil

    Semprotan minyak daun mint atau peppermint oil dapat menghalangi kecoa masuk rumah. Campurkan 15 tetes minyak peppermint dengan 295 ml air sebelum menyemprot ke bagian rumah yang ada kecoak.

    3. Sabun Cuci

    Campuran air dan sabun dapat menghambat pernapasan dan membunuh kecoa. Campurkan 4 sendok makan sabun dengan satu liter air dan semprotkan ke area yang terdapat kecoak.

    4. Kopi Bubuk

    Kopi bubuk juga dapat digunakan sebagai umpan untuk menangkap kecoa. Sebab, kecoa tertarik pada aroma kopi bubuk.

    Taruh kopi bubuk dalam wadah kecil, lalu taruh di atas wadah yang berisi air. Kemudian, tempatkan di dekat dinding atau lemari atau tempat kalian melihat kecoak.

    Wangi kopi akan mengantarkan kecoak ke jebakan di mana mereka tak bisa kabur. Lalu, kalian dapat membuangnya keesokan harinya.

    5. Perasan Lemon

    Campurkan 2-3 sendok makan perasan lemon dengan air pada sebuah ember. Setelah dicampur, pel area yang ada kecoanya dengan campuran tersebut. Lemon mengandung anti-patogen yang dapat membuat kecoa menjauh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Banyak yang Tahu, Ini Alasan Letak Toilet Lantai Atas dan Bawah Harus Sama



    Jakarta

    Saat kita membangun atau merenovasi rumah dua lantai, ada hal penting yang harus diperhatikan soal tata letak ruangan khususnya kamar mandi. Posisi kamar mandi tidak bisa sembarangan bila kita punya rumah bertingkat.

    Sebenarnya, alasan utama letak kamar mandi harus berada di posisi yang sama adalah karena terkait kenyamanan dan efisiensi. Selain itu, kamar mandi di posisi yang sama juga bisa mengurangi risiko-risiko seperti rembesan air dan kebocoran.

    Bisa dibayangkan bila posisi kamar mandi di lantai atas berada di tengah-tengah rumah yang lantai bawahnya ruang keluarga, dapur atau bahkan kamar. Pasti tidak nyaman dan akan ada risiko kebocoran.


    Lalu, apa alasan sebenarnya dari letak kamar mandi atas dan bawah yang harus sama? Yuk! Simak penjelasan lengkap berikut.

    Memudahkan Sistem Perencanaan Pipa (Plumbing)

    Seperti yang kita tahu, kamar mandi perlu memiliki sistem pembuangan limbah dan kotoran. Maka dari sangat penting untuk memiliki sistem perencanaan pipa yang baik. Selain pipa pembuangan untuk air kotor juga terdapat pipa untuk air bersih dan air panas.

    Jika rumah memiliki 2 lantai atau lebih, sebaiknya sistem pipa air atau plumbing kamar mandi dibuat segaris pada jalur vertikal. Jadi, kamar mandi atas dan bawah dibuat di satu zona vertikal yang sama.

    Jika sistem pipanya dibuat terlalu berliuk-liuk dan punya banyak percabangan, maka seiring waktu pipa bisa mampet karena air tidak dapat mengalir dengan lancar.

    Meminimalisir Masalah Rembesan Air dari Kamar Mandi Lantai Atas

    Salah satu masalah yang sering terjadi pada kamar mandi lantai atas adalah rembesan air jatuh ke lantai bawah. Mengutip dari Ambpi, masalah rembesan air ini terjadi karena adanya insiden kebocoran pada lantai kamar mandi atas.

    Nah, alasan mengapa kamar mandi lantai atas dan bawah perlu pada lokasi yang sama adalah selain memudahkan sistem perencanaan pipa juga dapat meminimalisir rembesan air jatuh ke ruangan lain.

    Jika letak kamar mandi atas sama dengan lantai bawah, maka otomatis rembesan hanya akan jatuh ke kamar lantai bawah. Jadi, kamu tak perlu khawatir jika ruangan lain jadi kotor dan bau akibat rembesan air.

    Mempermudah Perbaikan Pipa yang Mampet dan Bocor

    Seperti yang sudah disinggung tadi, jika jalur pipa vertikal diperlukan untuk kamar mandi atas dan bawah sehingga letak perlu sama.

    Nah, selain agar saluran air tidak mampet, letak kamar mandi lantai atas dan bawah yang sama juga dapat membuat kamu terhindar dari permasalahan sistem plumbing berikut.

    • Kesalahan dalam menentukan ukuran pipa yang tepat
    • Kesalahan dalam perencanaan jalur pipa
    • Kurangnya akses ke area pipa
    • Kesalahan instalasi pipa secara menyeluruh

    Dengan demikian, hal ini juga mempermudah tukang untuk memperbaiki saluran pipa jika terjadi masalah mampet atau bocor.

    Demikian alasan mengapa letak kamar mandi lantai atas dan bawah harus sama. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-Hati! 7 Bahan Ini Tak Boleh Dibuang ke Wastafel



    Jakarta

    Wastafel atau pembuangan air di saluran cuci piring memang berguna untuk membuang sisa makanan sehabis memasak. Namun, tidak semua makanan atau bahan bisa dibuang ke wastafel, misalnya minyak atau air panas. Hal ini supaya menjaga ketahanan pipa saluran wastafel serta bersih dari kotoran.

    Melansir dari Real Simple, Jumat (14/3/2025), berikut merupakan bahan-bahan yang tidak boleh dibuang ke saluran pembuangan atau wastafel:

    Cat

    Menuang cat ke saluran wastafel dapat mencemari sumber air sekaligus merusak pipa. Sebaiknya, cat dibuang ke pusat pembuangan limbah.


    “Cat mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak pipa dan harus dibuang sesuai dengan peraturan setempat,” kata CEO Crossroads Foundation Repair, Kyle Leman, dikutip dari Real Simple, Jumat (14/3/2025).

    Sayuran Berserat

    Tidak semua sampah makanan bisa dibuang ke saluran wastafel, termasuk sayuran berserat seperti bawang, seledri, kulit jagung, dan kulit buah. Lebih baik sampah sayuran tersebut dijadikan kompos.

    “Bahan-bahan berserat ini dapat tersangkut di pembuangan dan menyebabkan macet sehingga menghalangi aliran air,” ujar pemilik Cherniak Home Services, Shlomo Cherniak, dikutip dari Real Simple, Jumat (14/3/2025).

    Cairan Pembersih Rumah Tangga

    Pembersih rumah tangga dapat merusak pipa dan membahayakan lingkungan. Sebaiknya buang ke tempat pembuangan limbah khusus.

    “Banyak pembersih rumah tangga mengandung bahan kimia korosif yang dapat merusak pipa dan membahayakan sistem septik,” kata Leman.

    Sticker

    Pernahkah kamu melihat sticker harga yang menempel pada makanan? Sticker tersebut tidak bisa dibuang ke wastafel. Sebaiknya lepas stiker dari makanan dan buang ke tempat sampah.

    “Stiker produksi dapat menempel pada pipa dan menyebabkan penyumbatan atau tersangkut di filter pengolahan air,” kata Leman.

    Tulang

    Biasanya tulang juga dibuang dengan mudah ke wastafel apalagi jika ukurannya kecil karena dianggap tidak berbahaya. Namun, kenyataannya ukuran tulang sekecil atau sebesar apapun tetap dapat merusak saluran wastafel sehingga tidak berfungsi atau rusak total.

    Kulit Kentang

    Kulit kentang mengandung banyak pati berbentuk pasta kental yang lengket sehingga dapat menyumbat saluran wastafel.

    Biji Buah

    Walau merupakan bahan alami, nyatanya biji buah memiliki tekstur yang keras sehingga tidak aman untuk dibuang ke saluran pembuangan. Sebaiknya biji buah dijadikan kompos.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jin juga Tinggal di Rumah, Ini 3 Lokasinya Menurut Hadist


    Jakarta

    Makhluk yang diciptakan Allah bukan hanya manusia, ada pula jin yang disebut dengan makhuk gaib. Jin dan manusia memiliki kesamaan yakni sama-sama membutuhkan tempat tinggal.

    Mengutip dari buku Mengintip Alam Gaib oleh Aep Saepulloh Darusmanwiati, disebutkan bahwa jin bisa berada di rumah manusia. Mereka bisa menduduki beberapa tempat di rumah manusia sebagai tempat tinggalnya.

    Namun, jin jarang mengganggu manusia karena mereka takut. Oleh karena itu, meskipun jin berada di tempat yang sama dengan manusia, kita tidak perlu takut dengan mereka.


    Lantas, di mana tempat tinggal jin di rumah manusia? Berikut ini lokasi yang biasa menjadi hunian bagi jin.

    1. Kamar Mandi

    Mungkin di antara kalian sudah sering mendengar himbauan, tidak boleh terlalu lama di kamar mandi. Ada yang mengaitkan jika kamar mandi adalah tempatnya jin. Hal ini bukan cerita rakyat, melainkan tertuang dalam hadist.

    “Toilet-toilet adalah hunian jin. Oleh karena itu, jika di antara kalian ada yang ingin masuk, bacalah doa: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad dari Zaid ibn Arqam).

    Kamar mandi adalah tempat kesukaan jin kafir. Oleh karenanya, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa ketika hendak masuk kamar mandi.

    2. Atap Rumah

    Lokasi berikutnya adalah atap rumah. Namun, tidak perlu khawatir, berbeda dengan kamar mandi, jenis jin yang menempati atap rumah adalah jin muslim yang beriman.

    Hal ini disebut dalam Fath al-Bari, Ibnu Hajar mengutip riwayat Ibnu Abu Dunya yang berarti:

    “Tidak ada satu pun rumah orang muslim kecuali di atap rumahnya terdapat jin muslim. Apabila mereka menghidangkan makanan pagi, jin itu pun ikut makan bersama mereka. Apabila makan sore dihidangkan, jin itu juga ikut makan bersama mereka. Tapi, Allah menjaga orang-orang muslim itu dari gangguan jin tersebut.”

    3. Lubang

    Lubang di sini adalah got atau saluran pembuangan, lubang cuci piring, atau saluran air lainnya.

    Hal ini dijelaskan dalam HR Abu Dawud, Nasa’i, dan Ahmad dari Abdullah ibn Sarjas. Di dalamnya juga ada larangan untuk buang air sembarangan di lubang.

    “Jangan sampai ada yang kencing di lubang,” Orang-orang bertanya kepada Qatadah, “Mengapa tidak boleh kencing di lubang?” Qatadah menjawab, “Rasulullah pernah mengatakan, sebab lubang adalah tempat tinggal golongan jin.”

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jurus Jitu Bersihkan Wastafel Mampet dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap terjadi pada wastafel adalah aliran pembuangan air yang lambat alias wastafel mampet. Hal ini membuat air menggenang pada wastafel.

    Masalah seperti ini biasanya disebabkan oleh penumpukan kotoran seperti sampah, kotoran, dan rambut. Jika dibiarkan, air akan menggenangi wastafel sampai meluap.

    Lantas bagaimana cara membersihkan wastafel yang tersumbat? Yuk, simak caranya berikut ini dikutip dari The Spruce.


    5 Cara Membersihkan Wastafel Mampet

    Inilah cara membersihkan sumbatan pada saluran pembuangan wastafel agar air tidak menggenang.

    1. Bersihkan Kotoran yang Menyumbat

    Cara paling untuk mengatasi wastafel yang mampet adalah membersihkan kotoran yang menyumbat saluran pembuangannya. Bisa jadi ada kotoran berupa sisa makanan, sampah, ataupun rambut yang menyumbat saluran pembuangan.

    Untuk mengambil kotoran tersebut, kamu bisa gunakan alat zip drainase untuk mengeluarkan rambut dan kotoran dari saluran pembuangan. Selain mudah digunakan, alat ini juga murah dan gampang ditemukan di toko perkakas.

    2. Bersihkan Sumbatan Wastafel

    Sumbatan wastafel adalah alat yang menyaring kotoran agar tidak masuk ke saluran pembuangan. Alat ini juga biasanya menjadi sumber masalah aliran wastafel yang lambat.

    Lepaskan dan bersihkan sumbat wastafel secara rutin, terutama setelah mencuci piring. Mengapa begitu? karena biasanya banyak sisa makanan dan kotoran yang menyangkut di sana, sehingga menyebabkan aliran air ke pembuangan menjadi lambat.

    3. Gunakan Cairan Pembersih Alami

    Kamu bisa pakai cairan pembersih racikan sendiri buat membersihkan wastafel yang tersumbat. Caranya cukup campurkan 1/2 cangkir soda kue dengan 1/2 cangkir cuka, biarkan beberapa menit, lalu bilas dengan air mendidih. Cara ini akan membantu memecah kotoran di dalam pipa, sehingga aliran bisa lancar kembali.

    4. Plunger

    Kalau kamu merasa ada sumbatan besar yang bikin wastafel mampet, gunakan plunger untuk membantu mengeluarkan barang tersebut. Setelah barang yang menyumbat saluran dikeluarkan, maka aliran akan lancar kembali.

    5. Gunakan Pipa U

    Jika wastafel masih mampet setelah coba berbagai usaha, coba bersihkan dengan pipa U adalah cara terakhir yang bisa kamu lakukan. Pipa U adalah pipa berbentuk ‘U’ di bawah wastafel yang merupakan bagian dari saluran pembuangan wastafel.

    Pipa ini sering kali mengumpulkan kotoran yang membuat wastafel tersumbat. Oleh karena itu, kamu bisa mencopot pipa U di bawah wastafel dan kemudian membersihkannya. Setelah selesai, pasang kembali pipa U.

    Cara Cegah Aliran Wastafel Melambat

    • Hindari memasukkan rambut, sisa makanan, atau kotoran ke dalam saluran pembuangan.
    • Gunakan jaring halus untuk menangkap rambut.
    • Bersihkan sumbat wastafel secara teratur.
    • Bilas wastafel dengan air panas secara berkala untuk mencegah penumpukan.

    Itulah cara membersihkan dan mencegah wastafel tersumbat. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Meninggalkan Kucing saat Mudik, Pastikan Anabul Aman dan Nyaman


    Jakarta

    Bagi pemilik kucing, perjalanan mudik seringkali menimbulkan dilema, apakah kucing ikut atau ditinggal di rumah. Jika memilih untuk meninggalkan kucing, tentu ada hal yang perlu diperhatikan.

    Kucing harus tetap merasa nyaman, aman, dan terjaga kebutuhannya selama ditinggal pulang kampung pemiliknya. Ketahui beberapa tips meninggalkan kucing saat mudik berikut ini.

    7 Tips Meninggalkan Kucing saat Mudik

    Beberapa tips meninggalkan kucing saat mudik di antaranya membersihkan rumah, menyembunyikan kabel listrik, hingga memberikan kucing hiburan. Mengutip laman Comforted Kitty, The Refined Feline, dan Apartment Therapy, begini penjelasannya.


    1. Bersihkan Rumah

    Penting untuk memastikan rumah menjadi tempat yang aman bagi kucing. Singkirkan tas belanja dan barang-barang lain yang tidak diperlukan.

    Beberapa benda rumah tangga yang bisa membahayakan kucing di antaranya:

    • Makanan seperti coklat, kismis, alpukat, dan bawang
    • Zat kimia sepert pengharum ruangan, pupuk rumput, dan insektisida
    • Obat-obatan dan suplemen
    • Uang receh
    • Benda tajam.

    2. Sembunyikan Kabel Listrik

    Kucing bisa mengunyah apa saja. Jadi, sebelum pergi cabut kabel elektronik dan peralatan yang tidak perlu dicolokkan. Gulung kabelnya dan simpan di tempat aman.

    3. Siapkan Makanan dan Air untuk Kucing

    Kalau kamu memberi kucing makanan kering, pastikan makanan yang disediakan lebih dari cukup. Simpan makanan di dua lokasi dan jauhkan dari air agar teksturnya tidak berubah.

    4. Berikan Kucing Hiburan

    Kucing adalah makhluk sosial yang butuh perhatian dan waktu bermain. Meninggalkan kucing dalam waktu lama bisa menimbulkan kecemasan dan perilaku merusak. Jadi, pastikan mereka bisa menemukan mainannya sehingga kucing bisa bermain tanpa perlu cemas.

    5. Pastikan Kucing Tidak Akan Terjebak di Ruangan Rumah

    Jika kucing bisa ke beberapa ruangan atau kamar di rumah, pemilik perlu memastikan pintu kamar tidak tertutup. Ganjal pintu untuk membuatnya terbuka, sehingga kucing tidak terjebak di dalam satu ruangan.

    6. Bersihkan Tempat Kotoran Kucing

    Tempat kotoran kucing berupa kotak pasir harus dibersihkan tepat sebelum pemilik pergi. Kalau kamu biasa membesihkan kotak pasir setiap kali digunakan atau memiliki banyak kucing, tambahkan lebih banyak kotak pasir. Cara lainnya adalah menggunakan tempat pembuangan otomatis.

    7. Pastikan Seseorang Bisa Masuk ke Dalam

    Saat meninggalkan rumah dalam waktu lama, pastikan ada orang yang bisa masuk ke dalam rumah jika diperlukan. Titipkan kunci rumah ke seseorang yang dipercaya untuk mengantisipasi adanya keadaan darurat.

    Kamu juga bisa meminta pengasuh atau seseorang untuk memeriksa kucing secara berkala. Meski kucing cukup mandiri, tapi mereka tetap bisa sakit atau terluka tiap saat.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Sebelum Mudik, Tutup 4 Jalur Ini Agar Rumah Aman dari Tikus


    Jakarta

    Memasuki waktu mudik, banyak yang harus dipersiapkan agar rumah tetap aman dan bersih meski keadaannya tengah kosong dan tak berpenghuni. Salah satunya adalah menjaga rumah aman dari tikus.

    Hewan pengerat satu ini termasuk cerdas karena terkadang bisa mengelabui manusia. Bahkan setelah kita memasang perangkap, mereka bisa datang lagi dan lagi. Ternyata memasang perangkap tidak cukup, kita harus cek beberapa area di rumah yang bisa jadi adalah akses utama tikus masuk ke rumah. Kira-kira di mana saja tempatnya?

    Dilansir The Spruce, berikut 4 jalur masuk tikus ke rumah.


    1. Saluran Pembuangan dan Sistem Perpipaan

    Sebagai hewan pengerat, tikus biasa hidup di tempat yang kotor seperti got atau saluran pembuangan air. Mereka memiliki ingatan yang kuat sehingga bisa kembali ke tempat yang sama berulang kali. Oleh karena itu, cara mencegah tikus adalah dengan menutup akses agar mereka tidak datang kembali.

    Biasanya tikus masuk ke rumah dari got melalui saluran pipa atau jalan pipa pembuangan. Cara mencegah tikus masuk dan keluar dari pipa adalah membuat penutup pada ujung pipa. Pilih penutup yang memiliki lubang agar air tetap dapat keluar.

    2. Atap dan Ventilasi

    Salah satu tempat kesukaan tikus adalah bagian atap rumah. Tanda mereka berada di balik plafon adalah suara berisik ketika mereka berjalan di atas. Jika menemukan tikus berada di atap rumah akan lebih sulit untuk menangkapnya karena perlu membuka plafon atau genteng.

    Cara lebih aman adalah dengan memanggil tenaga profesional yang biasa membasmi tikus. Dikhawatirkan apabila dilakukan sendiri terjadi kecelakaan saat menghindari tikus yang melompat atau kejadian tak disangka lainnya.

    Kemudian, tutup pula ventilasi, lubang di dapur, ventilasi pada atap pelana, dan celah di atap yang berpotensi menjadi akses utama tikus masuk ke rumah.

    3. Lubang

    Selain dari pipa, ventilasi, atau lubang di antara atap, waspadai lubang lain di rumah. Tikus bisa masuk lewat akses di mana saja selama mereka mencium sumber makanan. Jika kamu ingin memasang pengaman atau penutup pada setiap lubang, pastikan bahannya yang tidak mudah rusak apabila digigit oleh tikus.

    4. Tumpukan Barang di Garasi dan Gudang

    Tikus menyukai tempat yang lembap seperti di gudang dan tumpukan barang yang sudah tidak dipakai. Meskipun tidak ada sumber makanan, tetapi tempat penuh debu, hangat, dan kumuh itu merupakan tempat tinggal yang nyaman bagi semut. Sebelum pergi mudik, sebaiknya bersihkan dahulu area gudang, tumpukan barang di dapur, kamar, dan area lainnya agar tidak ada peluang tikus bersarang di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Rumah Bekas? Ketahui 5 Tanda Bangunan yang Lama Tak Diurus


    Jakarta

    Tidak semua orang mampu untuk membeli rumah karena harganya yang mahal. Solusinya, beberapa orang lebih memilih membeli rumah bekas yang harganya biasanya lebih rendah dari pasaran.

    Namun, jangan mudah tergiur dengan harga yang rendah karena bisa jadi perlu adanya banyak perbaikan yang nilainya lebih besar daripada membeli rumah baru.

    Seperti halnya di Eropa, banyak rumah dijual seharga secangkir kopi yakni Rp 17 ribu, tetapi pemerintah setempat mengharuskan pemilik barunya melakukan renovasi yang nilainya mencapai miliaran.


    Untuk menghindari hal seperti ini, sebaiknya sebelum membeli rumah bekas, konsumen harus mengecek kondisi rumah terlebih dahulu. Usahakan membeli rumah yang terawat. Sebab, rumah yang tak terawat biasanya berpotensi harus direnovasi.

    Dilansir Bluenote Painting, berikut ciri-ciri rumah yang kurang terurus dan membutuhkan perawatan.

    1. Pekarangan Ditumbuhi Rumput Liar Tinggi

    Tanda paling meyakinkan jika rumah tersebut telah lama tidak diurus adalah di halaman rumahnya banyak rumput liar tumbuh. Rumah yang terawat setidaknya sebulan sekali bagian halaman akan dibersihkan. Kondisi pekarangan rumah bisa mencerminkan bagaimana perawatan rumah.

    2. Cat Eksterior Rumah Memudar atau Mengelupas

    Tanda kedua dapat dilihat dari kondisi cat eksterior pada fasad rumah. Jika kondisinya memudar dan mengelupas berarti kualitasnya cat yang dipakai kurang baik, terlalu lembap, ada kebocoran, dan tidak terurus.

    3. Cat Interior Rumah yang Rusak

    Kemudian, konsumen juga perlu mengecek interior rumah terutama kondisi catnya. Cat interior biasanya lebih tahan lama daripada cat eksterior karena kondisinya yang berada di dalam bangunan. Apabila kondisi cat interior sama buruknya dengan eksterior, maka perlu ada perbaikan besar-besaran pada rumah.

    4. Bagian Rumah Tak Berfungsi

    Cek juga bagian penting pada rumah seperti sistem kelistrikan, air, dan pembuangan. Apabila ketiga sistem tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka nantinya perlu ada perbaikan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Cukur Kumis di Kamar Mandi Sebelum Baca Ini!



    Jakarta

    Mencukur kumis dan janggut merupakan rutinitas yang dilakukan seorang pria. Biasanya, kegiatan ini dilakukan di wastafel dan kamar mandi. Jika itu jadi kebiasaan wajib baca artikel ini.

    Mencukur kumis dan janggut di kamar mandi atau wastafel tidak apa dilakukan asal melakukan langkah lanjutan. Sebab jika tidak saluran air bisa tersumbat sisa-sisa bulu dan rambut yang terbuang.

    Berikut tips agar mencukur kumis dan janggut tak menimbulkan masalah seperti dikutip dari modernbathroom.


    1. Gunakan mangkuk

    Jangan langsung membilas pisau cukur yang kamu pakai dengan air mengalir. Gunakan mangkuk berisi air dan cuci pisau cukur itu di dalam mangkuk tersebut. Bila tak ada mangkuk, kamu bisa menggunakan gelas. Mangkuk bisa memisahkan buih busa dan bulu-bulu sisa cukuran. Setelah itu, baru buang dengan menggunakan air mengalir secara perlahan. Tapi jangan lupa untuk menarik penutup saluran air agar tidak menggenang.

    2. Alirkan air panas

    Selalu alirkan air panas setelah mencukur. Air panas bisa membantu menyiram pipa lebih baik dibandingkan dengan air dengan suhu biasa.

    3. Pakai baking soda dan cuka

    Bersihkan saluran pembuangan dengan soda kue atau baking soda dan cuka. Lakukan ini setiap satu atau dua bulan sekali, atau setiap pipa saluran air tersumbat. Ini adalah cara alami yang bisa dilakukan sendiri tanpa harus memanggil tukang ledeng.

    Caranya: Tuangkan setengah cangkir baking soda ke saluran pembuangan, diikuti dengan secangkir cuka putih, lalu tunggu 10 menit. Kemudian alirkan air panas untuk menyiram campuran di saluran pembuangan. Pelarut alami ini dapat membantu menghilangkan penumpukan di dalam pipa.

    4. Cukur saat wastafel kering

    Saat mencukur, mulailah dengan wastafel kering. Dengan begini, kamu bisa membuat rambut atau cukuran langsung ke tempat sampah sebelum rambut tersebut masuk ek saluran air. Membuang sisa rambut itu akan lebih mudah saat dalam keadaan kering. Atau, lapisi wastafel dengan handuk atau tisu, agar mudah dibuang ke tempat sampah.

    Bila kamu rutin mencukur, coba tips mencukur tersebut agar wastafel tidak tersumbat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini 5 Cara Deteksi Genteng Rumah Bocor


    Jakarta

    Salah satu masalah pada rumah yang sering ditemui adalah genteng yang bocor atau rembes. Biasanya masalah ini ketahuan ketika hujan deras. Air yang terus menerus masuk ke celah atap akan meninggalkan noda di plafon.

    Apabila hujan belum turun beberapa hari, sementara kalian ingin membeli rumah dan memastikan tidak ada kebocoran, bagaimana cara mengetahuinya?

    Dilansir Angi, berikut tanda-tanda genteng bocor dan cara mengatasinya.


    Tanda Genteng Rumah Bocor

    1. Genteng Retak, Rusak, atau Bergeser

    Apabila tidak ada hujan beberapa hari, penghuni rumah bisa mengecek secara langsung bagian atap. Penghuni rumah bisa memanggil orang profesional untuk melakukannya.

    Celah air bisa dideteksi apabila kondisi genteng rusak, retak, atau bergeser. Penyebab genteng retak atau bergeser bisa karena guncangan, angin, terkena beban yang berat, atau bisa pula karena faktor kualitas dan usia genteng.

    2. Muncul Warna pada Permukaan Plafon

    Atap yang sudah pernah mengalami kebocoran pasti memiliki bekas pada plafon yakni muncul warna kontras yang bentuknya tak beraturan. Warnanya bisa kecoklatan, hitam, atau hijau. Lokasinya biasanya berada di dekat sumber air yang masuk dari atap. Warna tersebut muncul dari aktivitas jamur yang tumbuh dari area yang lembap.

    Jamur ini jangan dianggap sepele karena black mold dapat menimbulkan penyakit seperti iritasi kulit, masalah pernapasan, hingga radang pernapasan.

    3. Terdengar Suara Air Menetes dari Atap

    Air biasanya menetes dari keran ke wastafel atau wadah air. Namun apabila terdengar suara tetesan air di plafon, patut dicurigai karena bisa jadi ada jalan air yang salah dan turun ke plafon.

    Apabila plafon sifatnya tahan air, tidak perlu sampai mengganti plafon. Namun, apabila modelnya tidak tahan air, akan muncul jamur di area yang basah tersebut sehingga berdampak pada tampilan rumah dan plafon tersebut harus diganti.

    4. Flashing Rusak

    Biasanya setiap atap rumah dan plafon telah dilengkapi dengan cat pelindung bocor. Apabila tetap ada air yang lolos, maka terdapat kerusakan pada flashing pada atap sehingga air tetap dapat masuk ke plafon rumah.

    5. Genangan Air

    Biasanya di atas ada aliran untuk membuang air, apabila saat dicek pada bagian saluran tersebut terdapat genangan air yang tidak mengalir berarti model pembuangan air tidak tepat. Talang air seharusnya bisa langsung mengalirkan air dari atas ke bawah.

    Genangan muncul karena beberapa faktor seperti jalur tersebut terdapat cekungan sehingga bisa menahan air, ada sampah, atau bentuknya kurang rendah.

    Itulah beberapa tanda genteng rumah mengalami kebocoran. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com