Tag: pembuangan

  • Begini Cara Pasang Septic Tank yang Benar biar Nggak Cepat Penuh


    Jakarta

    Setiap rumah membutuhkan septic tank untuk mengolah limbah dan menjaga sanitasi air di rumah. Seiring berjalannya waktu, tentu septic tankakan penuh dengan kotoran, sehingga perlu disedot secara berkala.

    Nah, pemilik rumah perlu memasang septic tank dengan benar agar tidak timbul masalah. Dengan pemasangan yang benar, septic tank tidak akan cepat penuh, lho.

    Lantas, bagaimana cara memasang septic tank dengan benar? Yuk, simak tips pemasangannya berikut ini.


    Tips Pasang Septic Tank

    Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasang septic tank.

    1. Ukuran Septic Tank

    Koordinator Nasional Sanitasi Urban dari USAID IUWASH Tangguh, Immanuel Ginting, menjelaskan semakin banyak penghuni rumah, maka ukuran septic tank seharusnya semakin besar.

    “Makin banyak orang di rumah, maka volumenya akan semakin besar. Tapi rata-rata kalau untuk satu rumah itu biasanya antara 2 meter kubik sampai 3 meter kubik paling besar,” ujar Ginting kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Namun, hal ini juga tergantung pada sistem pembuangan air limbah. Apabila sistemnya tercampur yang menerima pembuangan limbah dari WC maka septic tank bisa berukuran kurang sekitar 1,7-2 meter kubik untuk 5-10 penghuni rumah.

    Sementara sistem tercampur yang menerima air limbah dari saluran pembuangan di seluruh rumah dengan ukuran serupa hanya bisa menampung kebutuhan 4 penghuni rumah.

    2. Septic Tank Kedap Air

    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho, menekankan pentingnya tangki septik yang kedap air. Septic tank yang kedap air akan menghalau masuknya air dari tanah ke dalam tangki yang akan membuatnya cepat penuh.

    “Jadi kalau misalnya muka air tanahnya naik, dan dia muka air, istilahnya muka air tanahnya tinggi, dia pasti pada saat sudah di sedot pun, dia akan ada lagi karena air tanahnya mengisi ke dalam tangki septik,” jelas Endro.

    3. Lubang Kontrol Lebih Tinggi

    Kemudian, untuk mencegah masuknya air hujan Endro menyebut lubang kontrol septic tank atau manhole harus sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah.

    “Jadi limpasan dari air hujan, bukan esok kan, air hujan yang masuk melalui bisa lubang ataupun dari atas. Jadi kesannya harusnya muka manhole-nya atau lubang tanki septiknya posisinya harus lebih tinggi sedikit dari tanah sekitar. Dan dia posisinya tidak mudah air dari luar masuk ke dalam,” katanya.

    4. Resapan Air Terpisah

    Seringkali di masyarakat masih menggunakan septic tank yang bagian bawahnya dibuat menjadi resapan, sehingga tidak kedap air dan memiliki kontak langsung dengan tanah. Hal ini kurang tepat karena tangki berisiko terisi air ketika muka tanah naik.

    “Sebenarnya itu resapannya posisinya tidak di situ (bawah tangki). Jadi di dalam tangki septik SNI pun ada yang namanya lubang untuk resapan air. Nah, kita membuatnya itu biasanya ada satu tangki, jadi ada dua bagian (untuk memisahkan resapan air),” papar Endro.

    5. Ada Pipa Hawa

    Pipa hawa adalah komponen septic tank yang tidak boleh ketinggalan karena berfungsi sebagai ventilasi untuk mengeluarkan gas metana yang dihasilkan di dalam septic tank. Tanpa pipa hawa, maka gas metana berisiko untuk keluar melalui sela-sela pipa di kamar mandi.

    “Tangki septik itu kan harus ada lubang hawa, harus ada lubang udara ke atas. Seringkali karena lubang udara nggak ada, akhirnya gas metana terakumulasi di bawah di tangki septik,” ungkapnya.

    6. Pemilihan Lahan

    Pemilihan lahan juga perlu diperhatikan agar tidak berdekatan dengan benda keras atau pohon dengan akar keras di dekat septic tank. Sebab, benda atau akar keras dapat mengenai septic tank, sehingga tekanannya membuat tangki retak atau pecah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan Membersihkan Dapur, Bisa Timbulkan Bau Tak Sedap!


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu bagian rumah yang paling sering digunakan. Seringnya penggunaan dapur di rumah tak ayal membuat ruangan tersebut cepat kotor.

    Penghuni rumah tentunya tidak betah jika bagian dapur kotor. Namun, membersihkan dapur tidak bisa asal-asalan, bukannya bersih nanti yang ada justru semakin kotor.

    Nah, berikut ini ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari saat membersihkan dapur. Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini informasinya.


    1. Tidak Membersihkan Bagian Belakang Perabotan Dapur

    ilustrasi kulkasilustrasi kulkas Foto: Getty Images/asbe

    Banyak penghuni rumah yang lupa membersihkan bagian belakang perabotan dapur, seperti kulkas, oven, serta microwave. Tumpukan debu, sisa makanan, maupun minyak lama-lama bisa sulit dibersihkan apabila didiamkan terlalu lama sehingga menimbulkan bau tak sedap.

    Penghuni rumah bisa membersihkan debu terlebih dahulu lalu bersihkan minyak atau kotoran dengan kain dan semprotan pembersih. Jangan lupa, saat membersihkan kulkas periksa kumparan dan bersihkan debu yang menumpuk untuk mengurangi konsumsi energi.

    2. Terlalu Banyak Pakai Sabun Cuci Piring

    Bukan Sabun Cuci Piring, 4 Bahan Alami Ini Bikin Piring Bersih dan KinclongIlustrasi penggunaan sabun cuci piring. Foto: Getty Images/iStockphoto/robertprzybysz

    Menggunakan banyak sabun cuci piring dianggap bisa membuat peralatan makan semakin bersih. Namun, terlalu banyak menggunakan sabun cuci piring justru bisa meninggalkan residu tipis pada peralatan makan dan permukaan wastafel.

    Residu tersebut bisa membuat tampilan piring menjadi keruh. Cukup menggunakan beberapa tetes sabun cuci piring saja serta dibilas dengan air panas untuk membersihkan residu.

    3. Tidak Membersihkan Tempat Sampah

    In de zorgTempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Sama seperti bagian lainnya, tempat sampah perlu dibersihkan. Sebab jika tidak dibersihkan bisa menimbulkan bau tak sedap hingga menampung bakteri.

    Untuk mencegah hal tersebut, cuci bagian dalam tempat sampah seminggu sekali dengan air sabun hangat dan taburkan baking soda di bagian bawah tempat sampah untuk menyerap bau.

    “Kosongkan tempat sampah secara teratur dan bilas bagian dalam tempat sampah dengan sabun lembut dan air panas untuk menghilangkan sisa-sisa makanan. Gunakan semprotan desinfektan dan biarkan tempat sampah mengering sepenuhnya untuk mencegah penumpukan kelembapan,” ujar pendiri Fresh Tech Maid, Wells Ye, dikutip dari Homes & Gardens, Selasa (8/4/2025).

    4. Mengabaikan Saluran Pembuangan Wastafel

    Water flowing out of a kitchen stainless steel tap into the sink. Wasting water by leaving a chrome faucet tap runningwastafel. Foto: Getty Images/vovashevchuk

    Saluran pembuangan wastafel yang tidak dirawat bisa menjadi tempat perkembangbiakan bakteri dan menimbulkan bau tak sedap. Sampah makanan, minyak, maupun buih sabun yang menumpuk bisa menimbulkan potensi penyumbatan saluran pembuangan wastafel.

    Untuk membersihkannya, penghuni rumah bisa menggunakan menuangkan setengah cup baking soda dan satu cup cuka putih ke dalam saluran pembuangan. Biarkan selama 5-10 menit untuk memecah kotoran dan menghilangkan bau, lalu bilas dengan air mendidih untuk membuang residu.

    5. Tidak Mengganti Spons Cuci Piring

    Spons cuci piringSpons cuci piring Foto: Getty Images/iStockphoto/tadamichi

    Spons cuci piring merupakan salah satu benda yang paling banyak mengandung bakteri di rumah, apalagi jika digunakan dalam waktu yang terlalu lama. Sebaiknya penghuni rumah mengganti spons setiap 1-2 minggu atau jika sudah menimbulkan bau.

    Membersihkan dapur tidak hanya sekadar mengelap permukaan agar tampak bersih dan rapi saja tetapi juga menjaga setiap bagian yang ada. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut bisa menjaga dapur lebih bersih dan mencegah bau tak sedap menguar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rahasia Lantai Kamar Mandi Kuat dan Anti Licin, Begini Cara Bangunnya!



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan di rumah yang sangat penting karena digunakan setiap hari untuk membersihkan diri. Kamar mandi termasuk ruangan yang paling sering digunakan untuk beraktivitas selama 24 jam. Maka dari itu, setiap interior atau elemen di dalam kamar mandi harus diperhatikan guna keselamatan dan keamanan penghuni rumah termasuk lantainya.

    Permukaan lantai kamar mandi perlu perhatian yang berbeda dari lantai di ruangan lain sebab tidak boleh licin dan tidak boleh ada air yang menyebabkan genangan. Hal ini menjadi penting selain karena keamanan juga menyangkut kekuatan lantai kamar mandi yang akan dibuat.

    Merujuk dari artikel berjudul “Pengaruh Material Bangunan Terhadap Kekuatan Lantai Kamar Mandi pada Rumah Tinggal” yang ditulis oleh Reny Kartika Sary dari Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Palembang, konstruksi lantai kamar mandi khususnya di rumah dibuat dengan lapisan berikut:


    • Tanah.
    • Pasir uruk dengan tinggi maksimal 10 cm.
    • Lantai kerja dengan tinggi maksimal 5 cm.
    • Spesi atau adukan dengan tinggi 2-3 cm.
    • Bahan penutup berupa kayu, ubin, dan semen.

    Ternyata, konstruksi lantai kamar mandi pada umumnya itu belum dapat memenuhi keselamatan, keamanan, serta kekuatan lantai. Sebab, konstruksi itu rentan akan kebocoran lantai yang membuat air merembes ke bawah sehingga tanah turun atau air merembes ke atas sehingga keramik akan pecah. Selain itu, bahaya lain bisa datang dari binatang-binatang tanah yang muncul dari rongga keramik yang patah.

    Oleh karena itu, pada artikel disebutkan bahan-bahan pada konstruksi lantai kamar mandi perlu ditambah menjadi:

    • Tanah yang sudah dipadatkan.
    • Pasir uruk dengan tinggi 10 cm untuk meratakan tanah yang bergelombang menjadi rata.
    • Lantai kerja dengan tinggi 5-8 cm berfungsi untuk menahan air yang berasal dari tanah dan sebagai leveling untuk lantai.
    • Waterproofing di atas lantai kerja.
    • Beton ringan dengan ketinggian 6-10 cm (sesuai dengan elevasi yang diperlukan).
    • Plastik cor.
    • Spesi atau adukan 2-3 cm.
    • Terakhir bahan finishing berupa ubin, kayu atau semen.

    Adapun, cara penerapannya adalah sebagai berikut.

    1. Pemadatan tanah, bisa dilakukan dengan menggunakan alat yang bernama stemper. Tanah ditumbuk dengan menggunakan stemper sampai dengan kepadatan yang maksimal, pemadatan tanah ini berguna agar lantai kamar mandi bisa stabil.
    2. Melakukan pengurugan pasir. Pasir urug ini berguna untuk perataan terhadap tanah yang masih miring sehingga permukaan lantai akan sama dan juga sebagai penghalang air untuk meresap ke atas permukaan lantai.
    3. Lantai kerja berguna untuk menahan air yang berasal dari tanah dan sebagai leveling untuk lantai.
    4. Waterproofing, berguna untuk anti bocor.
    5. Beton ringan, berguna sebagai pengeras konstruksi yang digunakan pada lantai kamar mandi agar tidak patah dan juga berfungsi untuk menahan air supaya tidak turun ke bawah sehingga mengakibatkan longsor atau turunnya lantai kamar mandi.
    6. Plastik cor, berguna untuk menahan air dari atas agar tidak mudah tembus ke bawah.
    7. Spesi (adukan) berfungsi untuk merekatkan keramik pada lantai kamar mandi.
    8. Pemasangan keramik lantai dengan baik dan rata, keramik harus direndam terlebih dahulu di air sebelum dilakukan pemasangan, sehingga antara keramik dan spesi benar-benar bisa merekat dengan sempurna serta hal ini berguna agar keramik tidak mudah meledak dan patah.
    9. Terakhir pemasangan nat, sebaiknya nat kamar mandi menggunakan mortar khusus untuk kamar mandi.

    Dengan langkah-langkah diatas, maka lantai kamar mandi semakin kuat. Standar kemiringan lantai pada kamar mandi juga harus diperhatikan yaitu minimal 1% dari panjang lantai untuk membantu mengarahkan air bekas ke floor drain yang akan diteruskan ke pipa pembuangan.

    Demikian cara membuat lantai kamar mandi rumahmu menjadi aman dan anti licin. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Mematikan dan Menghidupkan AC Bikin Boros Listrik, Benarkah?


    Jakarta

    Secara umum, daya listrik air conditioner (AC) cukup besar jika dibandingkan kipas angin. Kebanyakan orang akan menyalakan AC saat kepanasan atau menjelang tidur.

    Saat tidak diperlukan AC biasanya dimatikan. Ini kerap dilakukan karena menjadi cara yang efisien untuk menghemat listrik.

    Ada juga yang menganggap bahwa mematikan dan menyalakan AC bisa membuat penggunaan listrik lebih boros. Namun, benarkah demikian?


    Alasan agar Jangan Sering Mematikan dan Menghidupkan AC

    Dari catatan detikProperti yang mengutip laman The Washington Post, mematikan AC beberapa jam, kemudian menghidupkannya lagi hanya bisa menghemat sedikit listrik.

    Namun, sebaiknya AC jangan sering mati-hidup. Justru sering mematikan dan menghidupkan AC bisa bikin boros listrik. Karena proses menyalakan kembali AC membutuhkan energi yang cukup besar untuk mencapai suhu yang diinginkan.

    Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang mahasiswa pascasarjana di sistem pembangunan di Universitas Colorado di Boulder. Ia mencari tahu apakah mematikan AC benar bisa menghemat energi.

    Dalam penelitiannya, ia mencoba membandingkan mematikan 3 AC di gedung tersebut selama 8 jam dengan menyalakan AC selama 76 jam dengan suhu 31 °C.

    Hasilnya menunjukkan bahwa AC yang dimatikan bisa menghemat sedikit energi. Tapi saat setiap AC dinyalakan kembali, listrik dipakai akan banyak untuk menyesuaikan suhu ruangan dan mengubahnya menjadi dingin.

    Menyalakan dan mematikan AC juga membebani sistem motor karena mesin akan berulang kali menyesuaikan suhu. Sementara jika AC yang telah dinyalakan lama, AC tidak sulit menyesuaikan suhu.

    “Anda tidak serta merta menghemat biaya listrik dengan mematikannya selama sepertiga hari,” ujar mahasiswa pascasarjana tersebut.

    Dengan demikian, sering menyalakan dan mematikan AC justru bisa menaikkan tagihan listrik.

    Cara Menghemat Energi Listrik AC

    Dari penjelasan sebelumnya, mematikan dan menyalakan AC terlalu sering sejatinya hanya bisa menghemat sedikit listrik. Sebagai gantinya kamu bisa melakukan beberapa hal yang lebih berikut yang lebih efektif agar menghemat listrik saat AC dinyalakan.

    Berikut adalah mode yang bisa dipakai agar AC hemat listrik:

    1. Memastikan Sistem Pembuangan Udara AC dengan Benar

    Kerja AC di dalam ruangan bisa maksimal kalau AC di luar ruangan dan salurannya ditempatkan dengan benar. Maka pastikan:

    • AC luar diletakkan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
    • AC luar punya penutup di depan rongga baling-balingnya, hingga terdapat saluran pembuangan udara panas.
    • Rajin mengganti dan membersihkan filter untuk bisa membantu menghemat energi sekitar 5-15%.

    2. Usahakan Tidak Menyalakan AC Bersamaan dengan Barang Elektronik Lain

    Hindari menyalakan AC bersamaan dengan peralatan elektronik lain agar listrik tetap hemat. Misal, ketika sedang memakai mesin cuci, oven, setrika, mesin air, maka AC lebih baik AC dimatikan dahulu.

    Jika tetap dipaksakan, MCB listrik di rumah bisa turun karena tidak kuat sekaligus bisa membuat tagihan listrik jadi lebih besar.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Bolehkah Bangun Rumah Seluas Tanah yang Dimiliki? Ini Aturannya


    Jakarta

    Meskipun tampak menarik untuk memanfaatkan seluruh lahan yang dimiliki, namun ada banyak peraturan tata ruang yang perlu kita ketahui. Mulai dari peraturan setempat, kondisi tanah, hingga perizinan yang diperlukan.

    Oleh karena itu, penting mengetahui regulasi terkait luas bangunan yang diperbolehkan. Apakah boleh membangun rumah 100 persen dari luas tanah yang dimiliki?

    Aturan Membangun Rumah Di Tanah yang Dimiliki

    Di banyak kasus, pemilik tanah bisa memanfaatkan sebagian besar tanah mereka untuk pembangunan rumah. Asalkan seseorang membeli tanah kosong di luar kawasan perumahan.


    “Akan tetapi kalau kita beli tanah kosong, terus kita bangun, kita full kan bangunan itu sesuai daripada sertifikat, pun tidak jadi masalah.” ujar Direktur FWA Law Office, Febrian Willy Atmaja, kepada detikcom via telepon seluler, pada Kamis (28/3/2024) lalu.

    Hal ini mengacu pada UU Nomor 1 Tahun 2011, di mana pemilik tanah diperbolehkan untuk membangun 100 persen bangunan rumah seluas tanah yang dimiliki, sesuai dengan yang tertera di dalam sertifikat tanah.

    “Karena sesuai UU Nomor 1 Tahun 2011, ini kan ada semua berkaitan pasal yang mengatur tentang perumahan dan kawasan permukiman, Jadi, kalau misalkan poin pertanyaannya, apakah bisa membangun tanah yang memang kita beli itu full langsung bangunan? poinnya kalau itu tanahnya kosong, poinnya bisa. Nah, ada pun kalau yang di perumahannya itu yang menjadi pembedanya,” jelasnya.

    Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membangun Rumah

    Dalam catatan detikProperti, Febrian mengatakan jika seseorang membeli tanah saja di perumahan tidak berikut bangunan, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

    Utamanya yang berkaitan dengan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Karena kedua fasilitas tersebut menyangkut kepentingan banyak orang, sehingga pembangunan rumah harus mematuhi batas-batas ketentuan yang sudah ditetapkan.

    “Nah, fasilitas umum ya yang memang harus kita pikirkan. Misalkan kalau ada perumahan tapi kita beli tanahnya aja, nggak apa-apa, yang penting jangan naik ke trotoar melewati batas siring untuk pembuangan air, itu yang memang harus kita pikirkan,” ujar Febrian.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Sepele, Ini Arti di Balik Bau Tak Sedap di Kamar Mandi


    Jakarta

    Kamar mandi adalah tempat yang rawan muncul bau tak sedap. Sebab, kamar mandi merupakan tempat yang lembap dan biasa digunakan buat membersihkan tubuh dari kotoran.

    Jangan biarkan kamar mandi mengeluarkan bau yang tidak mengenakan. Selain membuat penghuni tidak nyaman, bau tersebut bisa jadi pertanda ada masalah di dalam kamar mandi, lho.

    Lantas, apa saja arti di balik bau tak sedap di kamar mandi? Yuk, simak penjelasan soal kamar mandi bau berikut ini.


    Penyebab Kamar Mandi Berbau Tak Sedap

    Inilah beberapa penyebab kamar mandi bisa berbau tidak sedap, dikutip dari Mr. Rooter.

    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Bau tak sedap di kamar mandi bisa jadi pertanda saluran pembuangan yang tersumbat. Kotoran dan rambut yang terperangkap dalam saluran bisa menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri yang pada akhirnya akan menyebabkan bau yang tidak sedap.

    2. Saluran Pembuangan Tercemar

    Bau tak sedap di kamar mandi dapat bersumber dari saluran pembuangan di sekitar area kamar mandi yang tercemar. Gas limbah bisa terdorong kembali ke dalam rumah.

    Hal ini akan menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi. Ini biasanya terjadi setelah hujan deras. Untuk mencegahnya, penting untuk memasang katup backflow (backflow valve) pada saluran pembuangan agar kotoran tidak masuk kembali ke dalam kamar mandi.

    3. P-Trap Kering atau Rusak

    P-Trap adalah bagian penting dari sistem saluran air yang mencegah gas limbah masuk ke rumah, khususnya kamar mandi. P-trap merupakan belokan berbentuk U pada pipa saluran pembuangan kamar mandi dan pipa lainnya di rumah.

    Kalau P-Trap kering atau rusak, gas limbah bisa bocor ke dalam kamar mandi. Untungnya, kamu bisa mengatasinya dengan menjalankan air keran selama beberapa menit atau memanggil tukang ledeng jika perlu.

    4. Kebocoran Gas pada Saluran Pembuangan Toilet yang Rusak

    Segel lilin di sekitar toilet yang rusak bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Penting untuk segera memperbaikinya untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

    5. Septic Tank Penuh

    Septic tank yang penuh juga bisa menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi. Jika rumahmu menggunakan septic tank, pastikan untuk memeriksanya secara berkala dan teratur.

    6. Pertumbuhan Bakteri

    Bau tak sedap merupakan ciri-ciri pertumbuhan bakteri. Lingkungan yang lembap dan gelap di dalam saluran pembuangan adalah tempat yang sempurna bagi pertumbuhan bakteri.

    Kondisi ini bisa menimbulkan bau yang tidak sedap di dalam kamar mandi. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan larutan pemutih untuk membersihkan toilet secara teratur.

    Cara Mengatasi Bau Tak Sedap di Kamar Mandi

    Jika kamar mandi bau, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menanganinya. Berikut ini beberapa tips mengatasi kamar mandi bau, dikutip dari The Spruce.

    1. Gunakan Pengharum Udara

    Untuk menetralisir aroma tak sedap, tempatkan pengharum udara di dekat kamar mandi. Namun, pastikan untuk tidak mengandalkan pengharum udara secara berlebihan.

    2. Jaga Ventilasi yang Baik

    Pastikan kamar mandi punya sirkulasi udara yang baik dengan menjaga kipas ventilasi berfungsi dan pintu serta jendela terbuka ketika kamar mandi tidak digunakan. Ini membantu udara segar beredar dengan baik di dalam ruangan.

    3. Selalu Jaga Kebersihan Handuk

    Handuk yang kotor atau basah bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Sebaiknya gantung handuk dengan baik setelah digunakan dan mencucinya secara teratur.

    4. Bersihkan Secara Teratur

    Jaga kebersihan kamar mandi dengan membersihkannya secara teratur. Ini termasuk membersihkan bak mandi, toilet, wastafel, dan lantai secara berkala.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi kamar mandi yang bau. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal! Ini Tempat yang Tepat dan Salah Meletakkan Tempat Sampah di Rumah



    Jakarta

    Tempat sampah menjadi barang wajib yang ada di rumah. Tanpa tempat sampah, debu, kotoran, sisa makanan, atau barang tidak terpakai akan berceceran.

    Terkadang orang juga memiliki beberapa tempat sampah di rumah. Ada yang diletakan di dalam rumah, ada juga tempat sampah yang ditaruh di luar rumah.

    Namun jangan sampai salah menempatkan tempat sampah di rumah. Mengutip dari Homes and Gardens, berikut beberapa tempat yang tepat dan sebaiknya dihindari meletakkan tempat sampah di rumah.


    Tempat yang Tepat Meletakkan Tempat Sampah

    1. Dapur

    Dapur adalah ruangan paling cepat kotor di rumah terutama setelah memasak. Berbagai jenis sampah dari kering dan basah bisa dihasilkan setiap hari. Maka dari itu, di dapur perlu ada tempat sampah sendiri agar sampah tidak bercecer.

    Lokasi yang disarankan agar tidak mengganggu estetika dapur adalah di samping wastafel atau tempat cucian piring. Ketika kamu mencuci piring atau peralatan dapur, tanpa berpindah tempat karena tempat sampah ada di dekat kaki.

    Selain itu, menurut feng shui, penempatan tempat sampah di dapur juga mengundang energi positif di dapur. Namun, jangan lupa memilih tempat sampah yang tertutup agar tidak mengundang tikus, kecoa, atau hewan pengerat lainnya.

    2. Kamar Mandi

    Tempat sampah boleh diletakkan di dalam kamar mandi untuk membuang tisu, pembalut, kemasan odol atau sabun, hingga kotoran yang jatuh dari baju.

    Namun, kamu perlu memperhatikan jenis bahan yang dipakai, usahakan dari plastic. Hindari menggunakan tempat sampah dari rotan, kayu, atau besi karena kamar mandi area yang lembap dan banyak cipratan air. Pilih juga tempat sampah yang tertutup agar air tidak masuk ke dalamnya.

    3. Luar Rumah

    Selain dua tempat sampah di dalam rumah, kamu perlu memiliki tempat sampah yang lebih besar di depan rumah. Tempat sampah ini yang biasanya isinya dibersihkan oleh petugas sampah untuk dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) terdekat. Pastikan tempat sampah tersebut tertutup agar isinya tidak dimakan atau diacak-acak oleh tikus dan kucing.

    Tempat yang Tidak Perlu Ada Tempat Sampah

    1. Ruang Tamu

    Kamu tidak perlu meletakkan tempat sampah di ruang tamu karena dapat menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu tamu. Jika ada sampah cukup letakkan di meja atau arahkan ke tempat sampah di dapur.

    Selain itu, hindari meletakkan tempat sampah di samping pintu masuk karena dalam feng shui dapat menghambat keberuntungan seseorang.

    2. Kamar Tidur

    Keberadaan tempat sampah di kamar tidur dapat mengganggu kualitas tidur seseorang karena sampah tempat hidup bakteri. Sedangkan kamu bisa lebih lama berada di kamar sehingga tidak baik untuk kesehatan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Lilin Ampuh Usir Lalat di Sekitar Makanan? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu hewan yang kerap ditemukan di rumah. Serangga satu ini kehadirannya tidak diinginkan karena tubuhnya kotor sehingga harus dijauhkan jangkauan makanan.

    Kita tidak pernah tahu lalat sudah hinggap di mana saja. Namun, beberapa penelitian mendapati pada kaki lalat terdapat banyak sekali bakteri dan kuman yang berbahaya apabila menempel di makanan. Kotoran yang disebar oleh lalat ke makanan, apabila tak sengaja dikonsumsi dapat menyebabkan diare, kolera, salmonella, hingga tuberkulosis.

    Jika kamu pernah lihat, di pasar banyak pedagang yang memasang lilin di jualan mereka, terutama yang menjual makanan dengan bau yang menyengat. Lilin tersebut bukan untuk menerangi dagangan atau sebagai ‘penglaris’, fungsi lilin di sini adalah untuk mengusir lalat. Lho emang ampuh?


    Dilansir Express, menurut Jordan Foster, seorang ahli pengendalian hama dari Fantastic Pest Control, mengatakan meletakkan lilin di tengah piring berisi air dapat mengusir lalat. Trik jebakan ini kerjanya mirip dengan cara menangkap laron.

    Kedua serangga tersebut mudah tertarik pada cahaya. Saat mereka mengira air adalah sumber cahaya, lalat akan terperangkap di air dan sulit keluar.

    Namun, pada saat meletakkan lilin dan air, usahakan ruangan tersebut gelap dan tidak ada sumber cahaya lain yang dapat mengalihkan perhatian lalat. Apabila memakai lilin di luar ruangan, kurang efektif.

    Ahli juga menyarankan untuk mengganti air dengan cuka. Seperti yang kita ketahui, lalat memiliki indra penciuman yang tajam. Cuka memiliki bau yang kuat sehingga mengganggu lalat untuk menemukan sumber bau makanannya.

    Ada pun cara untuk membuat jebakan ini adalah dengan menyiapkan dua sendok makan cuka sari apel, satu sendok makan gula, setengah cangkir air hangat, dan beberapa tetes sabun cuci piring.

    “Aduk hingga merata. Setelah cairan siap, tuang campuran ke dalam mangkuk. Letakkan di dekat area yang sering dihinggapi lalat,” ujarnya seperti yang dikutip detikcom, Selasa (15/4/2025).

    Meskipun cuka baunya tidak disukai lalat, tetapi karena sudah dilarutkan bersama gula, efeknya akan berbeda, yakni menarik mereka datang. Setelah lalat masuk ke dalam larutan mereka dapat mati seketika.

    Jordan juga mengingatkan selain memasang perangkap, pemilik rumah juga harus menjaga kebersihan rumah agar lalat tidak lagi tertarik masuk ke rumah. Selain itu, hindari menyimpan makanan dan minuman busuk atau kadaluarsa di dalam rumah. Lebih baik langsung buang ke luar untuk menghindari lalat buah atau lalat besar datang.

    Lalu, saluran pembuangan juga harus sering dicek dan dibersihkan agar tidak menarik lalat datang.

    “Sebaiknya Anda membeli saringan halus untuk menyaring remah-remah dan sisa makanan agar tidak masuk ke dalam pipa yang jauh lebih sulit dibersihkan,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 6 Hewan Ini Bisa Muncul dari Lubang Kloset



    Jakarta

    Kloset merupakan tempat buang air besar maupun air kecil yang dipasang dalam kamar mandi. Untuk menyalurkan kotoran, kloset terhubung dengan saluran pembuangan atau septic tank. Maka, tidak heran jika kloset sering menimbulkan bau tidak sedap.

    Selain bau, lubang kloset ternyata bisa menjadi akses masuk bagi beberapa hewan. Hal ini tentu menjadi suatu hal yang mengkhawatirkan. Sebab, hewan yang menyelinap lewat lubang kloset berpotensi masuk ke ruangan lain di rumah tanpa sepengetahuan penghuninya.

    Untuk itu, melansir dari situs Daily Mail, berikut merupakan 6 hewan yang muncul dari lubang kloset.


    Tikus

    Tikus merupakan salah satu hewan yang memiliki kemampuan berenang dengan baik. Sehingga, tikus biasanya ditemukan di selokan. Tikus juga memiliki tulang yang fleksibel sehingga mampu memanjat serta memutar tubuhnya pada ruangan sempit. Akibatnya, tikus bisa dengan mudah menemukan jalan masuk ke kloset. Mereka juga bahkan bisa mengangkat tutupan toilet.

    Ular

    Ular juga merupakan perenang baik dan selalu mengincar mangsanya kemanapun mangsa itu pergi. Salah satu mangsa ular adalah tikus, sehingga tikus yang selalu masuk ke toilet juga bisa jadi diikuti oleh ular. Ular dan tikus juga merupakan hewan yang tertarik pada air apalagi musim panas, sehingga mereka bisa masuk ke dalam kamar mandi yang banyak air.

    Katak

    Katak merupakan hewan amfibi yang dapat hidup di darat dan di air. Katak juga bisa bertelur di selokan sehingga bukan tidak mungkin katak dapat bergerak melalui pipa dan muncul di lubang kloset dengan mudah.

    Kecoak

    Kecoak merupakan hewan yang suka dengan kamar mandi karena kondisinya hangat dan lembap sehingga bisa membuatnya berkembang biak. Oleh karena itu, katak bisa muncul dari lubang toilet dengan mudah.

    Kalajengking

    Kalajengking merupakan salah satu hewan yang bisa bertahan hidup di bawah air untuk waktu yang lama. Mereka juga biasa berburu mangsa di perairan. Selain itu, kalajengking merupakan pemanjat yang hebat sehingga bisa melewati tikungan.

    Kadal

    Kadal tertarik dengan air terutama pada musim panas. Maka, kadal juga merupakan salah satu hewan yang bisa muncul di lubang kloset.

    Demikian daftar hewan yang bisa muncul dari lubang kloset. Harap hati-hati dan semoga membantu, ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Selain Loteng, Ini Jalan Masuk Tikus ke Rumah



    Jakarta

    Tikus merupakan salah satu hewan pengganggu di rumah. Selain bisa merusak barang-barang di rumah, tikus juga bisa mengkontaminasi makanan hingga mengancam kesehatan penghuninya.

    Tentunya, tikus menjadi hama yang sangat mengganggu. Tikus juga sering masuk ke rumah tanpa disadari penghuninya. Sebab, tikus dapat mudah bersembunyi dan menyelinap sehingga tahu-tahu ada di dalam rumah.

    Untuk itu, kamu perlu tahu lewat mana tikus-tikus ini masuk ke rumah. Melansir dari situs The Spruce, pada Selasa (22/04/2025), terdapat 5 jalan masuk tikus ke dalam rumah sebagai berikut.


    Celah dan Lubang

    Tikus memiliki kemampuan sensorik yang luar biasa dalam hal penciuman dan mengenali suhu. Mereka dapat dengan mudah mendeteksi celah tempat udara hangat yang mengalir keluar dari dalam ruangan. Pada celah ini, tikus akan menyelinap dengan mudah karena tubuhnya fleksibel.

    Lebih parahnya lagi, tikus bahkan bisa menggerogoti dinding kayu dengan giginya yang kuat dan tajam. Hal ini dapat menciptakan lubang baru untuk masuk ke dalam rumah.

    Pintu dan Jendela

    Pintu dan jendela juga bisa menjadi akses masuk bagi tikus. Pintu yang tidak dibersihkan dengan benar, jendela yang tidak tertutup rapat, bahkan celah di bawah pintu bisa menjadi jalan tikus masuk rumah.

    Tidak hanya lewat bawah, ternyata tikus juga bisa memanjat pintu dan jendela yang tinggi. Hal ini karena tikus adalah pemanjat yang pintar dan mampu memanjat permukaan bertekstur apapun.

    Saluran Pembuangan dan Pipa

    Tikus juga bisa merangkak melalui pipa dan masuk melalui wastafel, pancuran, bahkan bak mandi di kamar mandi. Jika kamu menemukan tikus masuk melalui saluran pembuangan, maka sebaiknya periksa pipa secara menyeluruh dan tutup semua retakan, celah, dan sambungan yang rusak. Sebab, tikus juga bisa berkembang biak di selokan.

    Atap dan Ventilasi

    Siapa sangka tikus bisa berjalan di sepanjang kabel, memanjat talang, bahkan melompat dari dahan pohon untuk bisa naik ke atap. Sebab, atap menjadi salah satu jalur potensial bagi tikus, seperti ventilasi, celah, hingga jendela atap.

    Begitu berada di atap loteng, tikus akan membangun sarang, menggerogoti langit-langit rumah, hingga menggigit kabel. Jika kamu mendengar suara aneh dari loteng pada malam hari, kemungkinan ada tikus di atas. Sebagai pencegahan, kamu bisa tutupi talang air atau ventilasi dengan kawat untuk mencegah tikus menyelinap.

    Perabotan

    Tanpa disadari, tikus juga suka bersarang di kotak kardus, furnitur berlapis kain, dan kasur yang disimpan di gudang atau garasi. Maka sebaiknya, periksa kembali perabotan rumah tersebut untuk melihat tempat persembunyian tikus.

    Itu dia beberapa jalan tikus masuk ke rumah yang seharusnya kamu tahu. Tetap waspada dan semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com