Tag: pembuangan

  • Perlukah Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi? Ini Manfaatnya


    Jakarta

    Exhaust fan merupakan salah satu alat yang banyak digunakan di kamar mandi. Namun, tak semua pemilik rumah sadar dan mau memasang kipas pembuangan.

    Padahal, exhaust fan memiliki sejumlah manfaat bagi kamar mandi agar terasa nyaman saat digunakan. Namun, kendala harga yang cukup mahal dan pemasangan yang rumit diduga jadi pemicu banyak orang tak mau memasang alat ini.

    Lantas, kenapa perlu memasang exhaust fan di kamar mandi? Simak penjelasan dan sejumlah manfaat dari alat tersebut dalam artikel ini.


    Pentingnya Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi

    Kamar mandi merupakan salah satu area di rumah yang paling lembap karena selalu basah terkena air. Jika tingkat kelembapan terlalu tinggi maka bisa menimbulkan jamur hingga merusak peralatan di dalamnya.

    Salah satu cara agar kamar mandi tidak terlalu lembap adalah dengan menyaring udara lembap di kamar mandi keluar. Nah, alat yang digunakan adalah exhaust fan.

    Dikutip dari Atomberg, Minggu (25/5/2025), exhaust fan atau kipas pembuangan adalah perangkat ventilasi udara yang dipasang di kamar mandi. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kelembapan, udara lembap, dan bau tak sedap. Meski terdapat kipas, tapi alat ini bukan untuk mendinginkan kamar mandi.

    Exhaust fan bekerja dengan cara menarik udara lembap keluar ruangan. Alat ini bisa jadi solusi praktis jika kamar mandi di rumah berukuran kecil atau tidak bisa membuat lubang ventilasi udara.

    Saat ini, banyak exhaust fan yang bisa menyala secara otomatis saat lampu kamar mandi dinyalakan. Namun, ada juga beberapa jenis exhaust fan yang menggunakan remot agar bisa hidup.

    Manfaat Pasang Exhaust di Kamar Mandi

    Dengan memasang exhaust fan di kamar mandi, ada sejumlah manfaat yang didapat oleh penghuni rumah, di antaranya:

    • Udara di kamar mandi jadi tidak lembap
    • Mencegah munculnya jamur dan bakteri yang hinggap di kamar mandi
    • Aroma bau di kamar mandi cepat hilang
    • Mencegah dinding kamar mandi bergelembung dan mengelupas
    • Mengeringkan lantai kamar mandi dengan cepat, sehingga mencegah seseorang terpeleset karena licin.

    Tempat yang Pas untuk Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi

    Memang diperuntukkan untuk kamar mandi, tapi exhaust fan tidak bisa dipasang secara asal. Dikutip dari The Spruce, berikut tempat yang tepat untuk pasang exhaust fan di kamar mandi:

    1. Loteng atau Atap Kamar Mandi

    Agar berfungsi secara optimal, exhaust fan sebaiknya dipasang di loteng atau atap kamar mandi. Hal ini agar udara lembap bisa dibuang keluar melalui saluran ventilasi dengan efektif.

    Jika rumah kamu terdiri dari 1 lantai, maka pemasangan exhaust fan jauh lebih mudah. Namun jika hunian terdiri dari 2 lantai atau lebih, kamu perlu menyiapkan saluran pembuangan sejak awal rumah dibangun.

    Saat dipasang, pastikan posisi exhaust fan di antara dua balok langit-langit dan sisakan ruang untuk peralihan udara dari kipas ke saluran. Selain itu, pastikan tidak ada masalah pada atap rumah seperti sarang hewan atau benda asing.

    2. Area Paling Lembap di Kamar Mandi

    Saat memasang exhaust fan, penting untuk mencari tahu sumber kelembapan di kamar mandi. Umumnya udara paling lembap berada di bak mandi atau shower.

    Agar udara lembap bisa keluar dengan efektif, pasang exhaust fan di atas bak mandi atau shower. Namun jika kamar mandi berukuran kecil, sebaiknya pasang di tengah-tengah agar dapat menyaring udara lebih cepat.

    3. Dekat Jalur Pembuangan Terdekat

    Saat memasang exhaust fan, detikers perlu memperhatikan jalur pembuangan udaranya juga. Sebaiknya pasang kipas tersebut di jalur yang paling pendek agar pembuangan lebih cepat dan tidak ada yang terperangkap di saluran.

    Itulah mengapa penting memasang exhaust fan di kamar mandi dan sejumlah manfaatnya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Hilangkan Bau di Kamar Mandi, Bisa Pakai Cuka


    Jakarta

    Bau tak sedap terkadang menguar dari kamar mandi. Hal itu tentu bisa membuat penghuni rumah tak nyaman.

    Kamar mandi yang bau juga terkadang dianggap tidak bersih dan membuat penghuni atau tamu yang datang ke rumah enggan menggunakannya. Maka dari itu, tak heran suka ada wewangian di kamar mandi, misalnya pengharum ruangan.

    Ada beberapa cara untuk menghilangkan bau dari kamar mandi, salah satunya pakai cuka. Selain itu, masih ada bahan-bahan alami lainnya yang bisa digunakan.


    Dilansir dari Livingetc dan Homebliss, berikut ini informasinya.

    1. Cuka Putih

    white vinegar on wood table topcuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Cuka putih bisa menghilangkan bau sekaligus membersihkan endapan toilet atau saluran air. Untuk menghilangkan bau pakai cuka, bisa menaruhnya di dalam mangkuk dan letakkan di kamar mandi. Ganti setiap dua minggu sekali.

    Kalian juga bisa menggosok permukaan yang kotor pakai cuka dan garam dengan perbandingan 4:1.

    2. Lemon

    freshly squeezed lemon juice in small bowllemon. Foto: Getty Images/iStockphoto/rez-art

    Lemon juga menjadi bahan yang baik untuk menyerap bau dan menggantinya dengan aroma wangi. Caranya cukup dengan mengiris lemon menjadi beberapa bagian, kemudian taruh di kamar mandi.

    3. Rebusan Kulit Jeruk

    A peeled orange on the wooden backgroundkulit jeruk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Qwart

    Aroma jeruk yang menyegarkan bisa menghilangkan bau dari kamar mandi. Caranya bisa dengan menaruh kulit jeruk di kamar mandi atau menyiram air rebusannya yang sudah didinginkan ke dalam lubang wastafel dan saluran pembuangan.

    4. Bubuk Kopi

    bubuk kopibubuk kopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

    Bubuk kopi bisa dengan efektif menghilangkan aroma mengganggu di dalam kamar mandi. Taburkan bubuk kopi di lantai kamar mandi, lalu diamkan selama setidaknya 30 menit sebelum akhirnya bersihkan.

    5. Baking Soda

    baking sodabaking soda Foto: Getty Images/skhoward

    Soda kue bisa menetralisir bau tidak sedap di kamar mandi karena bersifat sebagai penyerap. Teksturnya yang kasar juga membantu menghilangkan noda sekaligus bau ketika digosokkan.

    Cukup taburkan soda kue ke area yang bau dan tinggalkan selama satu jam, lalu bersihkan. Cara lain bisa dengan menyimpannya dalam wadah untuk diletakkan di atas toilet yang akan bertahan selama satu bulan.

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan bau di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Noda Membandel Ini Bisa Hilang Cuma Pakai Garam Dapur


    Jakarta

    Garam kerap digunakan sebagai bumbu penambah rasa asin dan gurih pada masakan. Ternyata fungsi garam bisa lebih daripada itu, bumbu satu ini banyak dipakai sebagai bahan pembersih noda membandel di rumah.

    Untuk membersihkan noda, suatu bahan pembersih perlu memiliki zat abrasif. Garam memiliki zat tersebut tetapi kekuatannya tidak keras hingga tidak sampai menyebabkan kerusakan pada benda-benda sehingga untuk sekadar membersihkan noda, garam aman untuk dipakai.

    Selain itu, garam juga memiliki zat disinfektan alami dan mampu menyerap bau serta kelembapan pada sebuah ruangan. Daya kerja garam dapat lebih maksimal apabila dicampur dengan bahan pembersih lainnya seperti cuka dan soda kue.


    Lantas noda di lokasi mana saja yang bisa dibersihkan dengan garam? Dilansir CNET, berikut daftarnya.

    1. Setrika yang Gosong

    Setiap setrika pasti pernah mengalami lapisan besi bagian bawah terasa kasar atau lengket. Biasanya ini disebabkan bagian yang panas bertemu dengan bahan yang mudah meleleh sehingga lilin tersebut menempel pada permukaan setrika.

    Ternyata hal tersebut dapat diatasi dengan menaburkan sedikit garam ke koran. Kemudian, setrika permukaan koran berisi garam tersebut beberapa kali saat suhunya sedang tinggi. Nantinya permukaan setrika dapat kembali licin dan bersih.

    2. Noda Air Sadah

    Air sadah adalah air yang memiliki kandungan mineral tinggi, seperti ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Air ini tidak baik digunakan karena dapat menyebabkan noda pada permukaan yang terkena percikan karena kandungan mineral tersebut dapat menumpuk membentuk noda putih.

    Untuk menghilangkan noda ini bisa dengan mencampurkan air secukupnya ke dalam seperempat cangkir garam. Kemudian, menggosok noda menggunakan cairan tersebut.

    3. Alat Pembuat Kopi

    Mesin kopi atau alat lain pembuat kopi biasanya memiliki bekas noda warna dari kopi pada bagian dalam wadahnya. Noda tersebut bisa dihilangkan dengan mudah menggunakan air dan empat sendok makan garam.

    Cara membersihkannya bukan diaduk atau dikocok, melainkan nyalakan mesin pembuat kopi tersebut yang telah dimasukkan campuran air dan garam. Apabila air yang keluar bersih, berarti alat pembuat kopi berhasil dibersihkan. Jadi ingat, untuk membersihkan noda warna tidak perlu digosok atau dicuci dengan sabun pencuci piring.

    4. Noda Minyak di Pakaian

    Noda minyak biasanya menimbulkan warna kekuningan pada permukaan kain. Noda ini tidak bisa dibersihkan dengan air, perlu ada zat yang lebih abrasif untuk menghilangkan noda minyak yakni garam.

    Cara membersihkannya dengan mencampurkan satu sendok garam dan empat sendok alcohol. Lalu, gosok ke noda. Cara ini juga ampuh untuk menghilangkan noda minyak atau lemak pada pakaian. Untuk pakaian, taburi noda dengan garam. Garam menyerap minyak atau lemak sehingga pakaian dapat dibersihkan dengan lebih mudah.

    5. Saluran Pembuangan Air

    Saluran pembuangan air di dalam rumah biasanya berbentuk kecil seperti lubang wastafel sehingga sering terjadi sumbatan.

    Masalah ini dapat diatasi dengan menuangkan 1 cangkir garam yang dicampur dengan setengah cangkir cuka putih, dan 1 cangkir soda kue. Lalu dibuang ke saluran pembuangan yang tersumbat. Diamkan selama 10 menit, lalu tuangkan setengah galon air mendidih ke saluran pembuangan, diikuti dengan air panas dari keran.

    6. Noda di Kompor

    Noda minyak di kompor dapat cepat hilang dengan menggunakan taburan garam dan air panas.

    7. Talenan Kayu yang Kotor

    Talenan kayu kerap sulit dibersihkan karena rentan terkena air, lembap, dan terlalu banyak rongga sehingga banyak sisa noda dan kotoran yang susah dibersihkan.

    Namun, talenan kayu bisa kembali seperti baru apabila membersihkannya memakai garam dan lemon. Potong lemon menjadi dua dan celupkan ke dalam garam. Gosok talenan dengan sisi lemon yang dipotong lalu bilas. Talenan akan tampak bersih dan harum ketika dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Posisi yang Pas buat Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi


    Jakarta

    Memasang exhaust fan di kamar mandi perlu dilakukan. Hal itu untuk menghilangkan kelembapan di kamar mandi.

    Tanpa exhaust fan, kamar mandi bisa semakin lembap dan memicu pertumbuhan jamur, lumut, bercak air di langit-langit, lantai, dan dinding. Adanya exhaust fan ini bisa mencegah kondisi lembap dan bau apek.

    Nah, agar bisa berfungsi maksimal, ada beberapa tempat yang pas untuk memasang exhaust fan di kamar mandi. Di mana saja posisinya?


    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

    Di Area Paling Lembap

    Exhaust fan sebaiknya terletak di area kamar mandi yang lembap. Biasanya, area ini adalah area mandi atau yang terdapat shower maupun bathtub.

    Tujuannya adalah untuk menghilangkan udara basah dan lembap yang bisa menyebabkan jamur atau kerusakan akibat kelembapan.

    Di Saluran Pembuangan Terdekat

    Exhaust fan bisa dipasang di sisi atau atap rumah. Rencanakan lokasi exhaust fan kamar mandi sehingga saluran memiliki rute terpendek dan langsung, bisa lewat dinding atau atap. Sebab, saluran yang panjang justru bisa membuat exhaust fan kurang efektif dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kondensasi di dalam saluran.

    Jika dipasang di atap, pastikan tidak ada penghalang apapun seperti skylight, cerobong asap, maupun pemanas air. Memasang exhaust fan di dinding maupun atap tidak masalah, namun saluran pembuangan yang lebih pendek lebih baik.

    Itulah area yang pas untuk memasang exhaust fan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Teknik Mudah Cek Kualitas Lantai Keramik Cuma Pakai Kelereng



    Jakarta

    Pernah dengar anjuran untuk membawa kelereng saat survei rumah? Mainan satu ini ternyata bermanfaat buat menemukan masalah lantai di rumah, lho.

    Trik kelereng bisa dilakukan pada rumah sudah jadi maupun dalam masa pembangunan. Dengan menemukan masalah tersebut, pemilik bisa segera mengatasinya.

    Lalu, bagaimana cara mengecek lantai rumah pakai kelereng? Simak penjelasannya berikut ini.


    Periksa Saluran Pembuangan Air

    Saluran pembuangan air di kamar mandi berfungsi untuk membuang sisa air ketika mandi. Namun, pemasangan keramik yang kurang tepat justru menimbulkan genangan air.

    Menurut Kontraktor Panggah Nuzhulrizky kelereng bisa digunakan untuk memastikan keramik sudah terpasang dengan benar. Jika sejumlah kelereng yang sudah disebar menggelinding menuju satu arah, yaitu pada floor drain, bisa dikatakan pemasangan lantai kamar mandi sudah benar.

    “Sebar kelereng di lantai kamar mandi. Nantinya kelereng akan menuju arah floor drain. Jika semua kelereng menuju titik yang sama, dapat disimpulkan bahwa aliran air sudah sesuai menuju titik yang dituju dan pemasangan keramik bisa dikatakan sudah benar,” ujar Panggah saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Apabila kelereng yang disebar tidak menuju ke titik floor drain, dipastikan pemasangan keramik tidak sesuai dan perlu perbaikan. Pemilik dapat mulai perbaikan dengan memeriksa leveling keramik.

    “Pertama yang harus dilakukan adalah pengecekan leveling keramik menggunakan alat waterpass, leveling laser. Jika ada bagian yang tidak sesuai, area tersebut dapat dibongkar dan dipasang kembali dengan menyesuaikan kemiringan area yang sudah benar,” jelasnya.

    Periksa Keramik Kopong

    Selain itu, Panggah mengatakan kelereng berguna untuk mengetahui keramik sudah terisi dengan adukan semen atau masih kosong. Bagian bawah keramik yang kopong atau tidak terisi dengan merata berisiko untuk rusak.

    “Tidak meratanya isian adukan di bawah keramik, hal ini dapat menyebabkan terjebaknya udara yang menimbulkan efek kopong dan dapat menimbulkan kerusakan pada keramik seperti pecah atau meledak yang biasa disebut popping,” tuturnya.

    Cara mengecek kondisi lantai adalah dengan menjatuhkan kelereng di atas keramik tersebut. Bunyi yang timbul pada keramik yang kopong biasanya lebih nyaring dan ringan. Sebaliknya, suara kelereng yang dijatuhkan ke keramik yang terisi semen penuh lebih berat seperti bertabrakan dengan benda yang keras dan penuh.

    Itulah beberapa trik kelereng untuk mengidentifikasi masalah pada keramik lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Air di Rumah Bau dan Kotor Serta Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Air sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Apabila air di rumah terlihat keruh dan mengeluarkan aroma tak sedap, tentu hal ini bikin jengkel.

    Sebab, air akan digunakan untuk mencuci baju, mandi, hingga mencuci peralatan makan. Apabila air yang digunakan kotor dan bau tentu tidak bisa digunakan.

    Sebenarnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan air di rumah jadi kotor dan bau, salah satunya bisa disebabkan kandungan klorin pada air yang terlalu tinggi.


    Selain itu, masih ada penyebab lain yang membuat air di rumah menjadi kotor dan bau. Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Air di Rumah Bau dan Kotor

    Ada sejumlah faktor yang membuat air di rumah menjadi bau dan kotor sehingga tak bisa digunakan. Dikutip dari Better Homes & Gardens dan Clean Water Store, Senin (16/6/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Kandungan Klorin yang Tinggi

    Klorin bisa jadi salah satu penyebab air di rumah jadi batu dan keruh. Klorin sebenarnya terdapat dalam persediaan air pada tingkat sekitar 0,2 sampai 2 part per million (ppm). Namun dalam sejumlah kasus, tingkat klorin bisa menyentuh 5 ppm yang dapat menyebabkan bau klorin ringan.

    Senyawa klorin memiliki sifat oksidasi yang kuat sehingga efektif dalam membunuh bakteri. Pada umumnya, bau klorin dapat hilang secara alami dalam beberapa menit setelah air terkena udara.

    2. Kandungan Besi dan Mangan Tinggi

    Kadar zat besi dan mangan juga bisa ditemukan dalam air. Umumnya, kandungan besi dalam air maksimal di angka 0,3 mg/L atau 0,3 ppm. Jika kandungan besi melebihi angka tersebut, maka air dapat berubah warna menjadi merah, cokelat, atau kuning.

    Mangan juga merupakan logam yang dapat ditemukan pada air. Mangan berasal dari tanah dan bebatuan di sekitar sumur, sedangkan besi berasal dari kerak bumi.

    Kandungan mangan yang tinggi pada air bisa meninggalkan noda berwarna cokelat atau teh pada peralatan makan dan pakaian. Air yang terkontaminasi mangan tinggi dapat menciptakan rasa pahit.

    3. Tumbuh Bakteri di Saluran Air

    Air di rumah juga bisa mengeluarkan aroma tak sedap seperti bau belerang atau telur busuk. Hal ini dapat terjadi karena bakteri yang tumbuh di dalam saluran air, baik pemanas air maupun saluran pembuangan.

    Munculnya bakteri di saluran air bisa disebabkan oleh derajat keasaman atau pH yang terlalu rendah, yakni di bawah 6,5. Kondisi itu dapat melarutkan mineral seperti zat besi sehingga menimbulkan bau dan rasa yang tak sedap.

    Bakteri seperti Gallionella dan Leptothrix dapat memanfaatkan besi di air untuk metabolisme. Alhasil, kandungan air semakin kotor dan tidak sehat untuk digunakan.

    4. Sumber Air Memang Kotor

    Apabila tidak ditemukan pipa yang rusak atau kotor, bisa jadi masalahnya datang dari sumber air di rumah yang tidak bagus. Meskipun sudah menggali sumur air lebih dalam tetapi air yang keluar tetap kotor dan berlumpur.

    Tips Mengatasi Air di Rumah yang Bau dan Kotor

    Masalah air di rumah yang bau dan kotor tidak bisa dianggap sepele. Sebab, air sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.

    Dikutip dari Artisanal Water, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi air yang kotor dan bau. Berikut caranya:

    1. Pasang Filter Air

    Tips yang pertama adalah memasang filter air untuk menyaring kandungan besi. Sebaiknya pilih alat filter yang sesuai untuk mengatasi masalah spesifik, seperti bau besi dan keruh.

    2. Tawas

    Salah satu bahan yang disebut efektif mengatasi air yang bau dan kotor adalah tawas. Bahan ini merupakan garam rangkap sulfat dan aluminium sulfat.

    Cara pakainya cukup melarutkan tawas yang sudah dihaluskan ke penampungan air sebanyak 500 gram hingga 1 Kg. Namun, perlu diperhatikan jika tawas bisa menimbulkan efek samping seperti mual, sakit kepala, gangguan ginjal, dan masalah kesehatan lainnya jika dikonsumsi.

    3. Ijuk (Serat Pepohonan)

    Kamu bisa menggunakan bahan-bahan alami seperti ijuk untuk mengatasi air yang kotor. Perlu dicatat, langkah ini tak langsung berhasil secara instan sehingga perlu menunggu beberapa waktu.

    Penggunaan ijuk sebagai filter air dapat dilakukan dengan cara membuat setumpuk ijuk yang diikat terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke dalam sumur air. Apabila ijuk mengapung maka perlu diberi pemberat agar bisa masuk ke dalam air.

    4. Merawat Pipa Air

    Merawat pipa air secara berkala dapat mencegah air di rumah jadi bau dan kotor. Apabila pipa sudah berkarat maka segera ganti dengan yang baru. Sebaiknya pilih pipa yang tahan korosi seperti PVC untuk meminimalisir masalah serupa di kemudian hari.

    Itulah penyebab air di rumah menjadi bau dan kotor serta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kecoak Sering Muncul di Kamar Mandi? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Kecoak merupakan salah satu serangga yang banyak ditakuti orang. Meski tidak menggigit, tetapi gerakannya yang cepat, bisa terbang, dan dapat menyebarkan penyakit membuat orang lebih memilih menghindarinya.

    Namun sayang, kecoak sering kali muncul di dalam rumah, terutama di dalam kamar mandi. Biasanya kecoak kerap berjalan di lantai, dinding, atau bahkan di dalam kloset kamar mandi. Terkadang jumlahnya tidak hanya satu, tapi bisa dua atau lebih.

    Meski kamu sudah menjaga kebersihan, tapi bukan berarti kecoak tidak bisa ‘mampir’ ke rumah kamu. Apa yang menyebabkan kecoak sering muncul di kamar mandi? Berikut penjelasannya.


    Penyebab Kecoak Sering Muncul di Kamar Mandi

    Kehadiran kecoak di kamar mandi tentu bukan tanpa sebab. Dilansir situs Hi Care, Jumat (27/6/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Suhu Lembap

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang sangat lembap. Di sisi lain, kecoak senang tinggal di area yang lembap agar bisa berkembang biak. Maka tak heran kalau serangga tersebut menjadikan kamar mandi sebagai tempat favoritnya.

    2. Terdapat Saluran Pembuangan Air

    Kamar mandi jadi salah satu jalan bagi kecoak untuk bisa masuk ke dalam rumah. Sebab, kamar mandi memiliki beberapa saluran pembuangan air, seperti dari wastafel, kloset, hingga tempat bilas.

    Kecoak dapat merayap melalui pipa saluran air untuk bisa masuk ke dalam kamar mandi. Selain itu, sistem drainase air yang tidak terawat juga mempermudah kecoak untuk masuk ke dalam rumah.

    3. Gelap dan Tersembunyi

    Kecoak merupakan hewan yang menyukai tempat gelap dan tersembunyi. Maka dari itu kamar mandi sangat cocok bagi kecoak untuk bertahan hidup.

    Lampu kamar mandi biasanya dalam kondisi mati setelah digunakan, sehingga membuat kecoak merasa aman. Selain itu, beberapa sudut di kamar mandi seperti di belakang wastafel, celah dinding, atau balik kloset jadi tempat yang nyaman bagi kecoak.

    4. Banyak Pakaian Kotor

    Kecoak biasanya sering bersembunyi di balik pakaian atau handuk kotor. Jika kamu punya kebiasaan menumpuk pakaian kotor, maka tak heran kalau ada banyak kecoak ditemukan di kamar mandi.

    5. Ventilasi Udara yang Buruk

    Faktor berikutnya karena ventilasi udara yang buruk di kamar mandi. Hal tersebut membuat toilet jadi mudah lembap sehingga kecoak akan senang tinggal di sana.

    Cobalah untuk memasang exhaust fan yang berfungsi untuk menghisap atau mengeluarkan udara dari dalam kamar mandi, sehingga mencegah terjadinya lembap.

    6. Sisa Sabun dan Shampoo Bekas yang Tidak Dibuang

    Kecoak memang menyukai sisa-sisa makanan, tetapi serangga tersebut juga tertarik pada produk seperti sabun dan shampoo bekas di kamar mandi. Maka dari itu, sebaiknya segera buang bekas botol sabun, shampoo, atau pasta gigi jika sudah habis agar tidak menumpuk.

    Itulah enam penyebab kecoak sering muncul di kamar mandi. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Kloset Nggak Deras dan Lama Turun Bukan karena Flush, Ini 3 Biang Keroknya


    Jakarta

    Kloset duduk telah dilengkapi banyak fitur otomatis yang bisa dimanfaatkan cukup dengan menekan tombol. Salah satunya adalah fitur menyiram sendiri. Ketika tombol ditekan, air akan keluar sendiri dengan debit air yang sudah ditentukan. Cara ini sangat praktis dan mempersingkat waktu.

    Namun, pernah nggak menemukan kloset yang mengeluarkan air yang kecil dan pelan? Hal ini ternyata bukan karena kloset tersebut telah diatur agar menghemat air, melainkan sebuah pertanda ada yang salah pada kloset tersebut.

    Dilansir Angi, berikut beberapa masalah yang menyebabkan kloset mengeluarkan sedikit air ketika penyiraman.


    1. Saluran Air Tersumbat

    Cara kerja air pada kloset sebenarnya hampir mirip dengan prinsip jalur air pada keran atau pipa. Biasanya apabila air yang keluar sedikit dan lebih pelan dari biasanya, kemungkinan terjadi sumbatan. Untuk kasus yang terjadi di kloset, penyumbatan bisa terjadi pada pipa pembuangan. Penyumbatan ini bisa diakibatkan karena ada barang yang tidak seharusnya dibuang ke kloset seperti tisu, plastik, hingga karet. Bisa juga karena septic tank yang sudah penuh sehingga banyak kotoran yang menumpuk di saluran pembuangan, tidak bisa masuk.

    Tentu untuk mengetahui penyebab harus dilakukan pengecekan. Coba panggil tukang ledeng. Apabila ingin mengatasinya sendiri, pakai alat pendorong sumbatan pada pipa, bentuknya pipih, fleksibel dan bisa memanjang. Nantinya alat tersebut akan masuk melalui lubang kloset dengan cara didorong.

    2. Tekanan Air di Tangki Rendah

    Apabila tidak ada sumbatan, masalah kedua mungkin disebabkan dari tangki air kloset. Bagian ini berfungsi untuk memasok air dan mengeluarkan ketika tombol flush ditekan. Letaknya berada di bagian kepala kloset yang bentuknya seperti sandaran kursi.

    Ketika tekanan air di tangki tersebut rendah, air yang keluar juga tidak akan begitu deras dan lambat. Penyebab tekanan air di tangki rendah biasanya karena penggunaannya berlebihan, tabung siramnya rusak, adanya kebocoran, hingga penguapan air.

    Cara mengatasinya adalah dengan mengisi ulang tangki manual untuk membantu menyiram toilet. Jika kamu memiliki modal yang cukup, perbaiki tangki air kloset atau perbaiki kerusakan di dalam tangki tersebut.

    3. Adanya Penumpukan Material Sisa di Rim Jets

    Pada kloset banyak sekali bagian-bagian detail yang jarang terlihat apabila dilihat dari atas, salah satunya adalah rim jets. Fungsinya untuk menciptakan gerakan berputar pada saat menyiram kloset dan mendorong kotoran ke saluran pembuangan. Rim jets merupakan lubang untuk keluarnya air dari tangki.

    Lubang ini tentu harus dalam keadaan bersih dan tidak tersumbat agar semua lubang dapat mengaliri air. Namun, pada prosesnya bisa saja ada partikel-partikel yang menyangkut di pipa atau lubang pembuangan. Seiring waktu, partikel tersebut menyumbat jalur air sehingga menghambat tekanan air yang turun.

    Cara mengatasinya adalah dengan membersihkan secara teratur. Bahan pembersihnya pun tidak mahal, bisa dengan sabun cuci piring dan air panas sebanyak 1-2 panci. Air panas tidak perlu sampai mendidih.

    Pertama, tuangkan sabun ke dalam lubang kloset. Lalu, tuangkan 1-2 cangkir sabun cuci piring tersebut secara perlahan. Diamkan sekitar lima menit. Selanjutnya, tuangkan air panas sedikit demi sedikit. Tunggu sekitar 30 menit.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Waktu yang Tepat Kuras Toren Biar Nggak Berlumut



    Jakarta

    Toren air harus dibersihkan secara berkala. Sebab, toren air mudah sekali berlumut, muncul endapan pasir, hingga kapur. Kotoran-kotoran tersebut dapat mempengaruhi kualitas air dan menyumbat pipa.

    Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega menyarankan untuk secara teratur membersihkan toren air, sekitar 6 bulan sekali.

    “Kalau kita anjurannya 3 sampai 6 bulan sekali. Tapi balik lagi tergantung kualitas air. Kan ada yang pakai air tanah, terus misalnya banyak andapan pasir. Nah itu mungkin bisa lagi sering dikuras supaya nggak ada kotoran,” kata Mega saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).


    Apabila kualitas air kurang bagus seperti warnanya kekuningan, banyak sendimen di dalamnya, atau bahkan berlumpur, disarankan untuk menguras toren sebulan sekali. Selain itu, untuk kualitas airnya yang kurang bagus, bisa menambahkan filter di tempat air masuk ke toren.

    “Kita sarankan lagi pakai filter air. Jadi setelah toren dipasang, nanti pasang filter air buat nyaring sedimen,” terangnya.

    Kemudian, untuk cara mengurasnya sebenarnya sama seperti membersihkan wadah biasa sehingga bisa dilakukan sendiri. Sebab, beberapa toren air saat ini sudah dilengkapi pipa pembuangan di bawah toren sehingga mudah untuk membuang air tanpa harus memindahkan letak toren tersebut.

    Untuk mencegah pertumbuhan lumut berlebih, Mega menyarankan untuk mencari jenis toren yang memang kedap cahaya. Sebab, cahaya juga bisa memicu munculnya jamur di dalam toren. Ia juga menegaskan jika warna bukan alasan toren bisa berlumut, melainkan ketebalan dindingnya. Semakin tebal dinding toren, maka cahaya juga akan sulit untuk masuk.

    “Warnanya kedap cahaya, itu dijamin nggak akan lumutan. Yang penting pokoknya nggak ada sinar matahari yang masuk ke dalam tangki. Jadi yang penting itu dindingnya kedap cahaya,” ujarnya.

    Cara untuk mengetes ada kebocoran cahaya di dalam toren adalah dengan memasukkan kamera ke dalam toren. Kemudian, tutup rapat-rapat beberapa saat. Cek hasil rekaman, apakah ada ada cahaya yang terekam atau justru gelap gulita setelah toren ditutup. Apabila gelap, berarti toren tersebut sudah kedap cahaya dan pemiliknya tidak perlu khawatir pertumbuhan lumut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisa Bikin Bau, Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Membersihkan Dapur


    Jakarta

    Membersihkan dapur perlu dilakukan, apalagi jika sering digunakan. Jika tidak, tentunya dapur akan menjadi sangat kotor dan penghuni rumah enggan menggunakannya.

    Membersihkan dapur sebaiknya tidak dilakukan secara asal-asalan. Bukannya bersih, nanti malah bikin dapur makin kotor bahkan bau.

    Ada beberapa kesalahan yang harus dihindari saat membersihkan dapur. Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini informasinya.


    1. Tidak Bersihkan Tempat Sampah

    In de zorgtempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Jangan salah lho, tempat sampah juga harus dibersihkan. Kalau tidak dibersihkan bisa menimbulkan bau hingga menampung bakteri.

    Untuk mencegahnya, penghuni rumah harus mencuci bagian dalam tempat sampah seminggu sekali dengan air sabun hangat dan taburkan baking soda di bagian bawah tempat sampah untuk menyerap bau.

    “Kosongkan tempat sampah secara teratur dan bilas bagian dalam tempat sampah dengan sabun lembut dan air panas untuk menghilangkan sisa-sisa makanan. Gunakan semprotan desinfektan dan biarkan tempat sampah mengering sepenuhnya untuk mencegah penumpukan kelembapan,” ujar pendiri Fresh Tech Maid, Wells Ye, dikutip dari Homes & Gardens.

    2. Tidak Bersihkan Bagian Belakang Perabotan Dapur

    ilustrasi kulkasilustrasi kulkas Foto: Getty Images/asbe

    Penghuni rumah jangan sampai terlewat untuk membersihkan bagian belakang perabotan dapur, seperti kulkas, oven, maupun microwave. Sebab, tumpukan debu, sisa makanan, maupun minyak lama-lama bisa susah dihilangkan jika didiamkan terlalu lama bahkan meningmbulkan bau.

    Penghuni rumah bisa membersihkan debu terlebih dahulu lalu bersihkan minyak atau kotoran dengan kain dan semprotan pembersih. Jangan lupa, saat membersihkan kulkas periksa kumparan dan bersihkan debu yang menumpuk untuk mengurangi konsumsi energi.

    3. Mengabaikan Saluran Pembuangan Wastafel

    Water flowing out of a kitchen stainless steel tap into the sink. Wasting water by leaving a chrome faucet tap runningIlustrasi wastafel. Foto: Getty Images/vovashevchuk

    Jangan salah lho, saluran pembuangan wastafel yang tidak dirawat bisa jadi tempat perkembangbiakan bakteri dan menimbulkan bau. Hal itu karena sampah makanan, minyak, maupun buih sabun yang menumpuk bisa membuat saluran pembuangan wastafel tersumbat.

    Untuk membersihkannya, penghuni rumah bisa menggunakan menuangkan setengah cup baking soda dan satu cup cuka putih ke dalam saluran pembuangan. Biarkan selama 5-10 menit untuk memecah kotoran dan menghilangkan bau, lalu bilas dengan air mendidih untuk membuang residu.

    4. Tidak Ganti Spons Cuci Piring

    Blue whale sponge isolated on white background. Top viewIlustrasi spons. Foto: Istock

    Penghuni rumah disarankan untuk mengganti spons cuci piring setiap 1-2 minggu sekali atau jika sudah menimbulkan bau. Kalau digunakan terlalu lama, khawatir bisa menjadi tempat menampungnya bakteri.

    5. Terlalu Banyak Pakai Sabun Cuci Piring

    Close up of woman hands  washing a plate with a cleaning sponge in a kitchen sink. A faucet with flowing water and a dish washing soap are visible. The sink is full of water and soap sud. High resolution 42Mp indoors digital capture taken with SONY A7rII and Zeiss Batis 25mm F2.0 lensIlustrasi cuci piring. Foto: Getty Images/fcafotodigital

    Biasanya, menggunakan banyak sabun cuci piring dianggap bisa membuat peralatan makan bersih kinclong. Akan tetapi, terlalu banyak penggunaan sabun cuci piring justru bisa menimbulkan residu tipis pada peralatan makan dan wastafel.

    Residu itu bisa membuat piring tampak keruh. Untuk menghilangkan residu bisa dengan mencuci pakai beberapa tetes sabun cuci piring dan dibilas dengan air panas.

    Perlu diketahui bahwa membersihkan dapur bukan hanya lap-lap saja tetapi juga harus memperhatikan perabotan sekitar. Hindari kesalahan-kesalahan tersebut agar dapur tidak mengeluarkan bau tak sedap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com