Tag: pembuangan

  • Cara Mengatasi Cipratan Air AC yang Membasahi Dinding



    Jakarta

    Cipratan air dari unit AC yang menetes ke dinding rumah tentu bikin risih. Selain menimbulkan bercak lembap dan berisiko merusak cat tembok, kondisi ini bisa menjadi tanda awal adanya kebocoran pada sistem pendingin ruangan.

    Masalah ini cukup umum terjadi di rumah-rumah yang menggunakan AC, terutama jika perangkat tidak dirawat secara rutin. Namun sebelum buru-buru memanggil teknisi, penting untuk mengetahui apa saja penyebab cipratan air dari AC dan bagaimana mengatasinya.

    Penyebab AC Menetes dan Membasahi Dinding

    Mengutip Mitsubishi Electric Indonesia, berikut beberapa penyebab umum mengapa air dari AC bisa menetes hingga mengenai dinding:


    Filter Udara Kotor

    Filter yang kotor bisa menghambat aliran udara dan membuat evaporator membeku. Saat es mencair, air yang berlebihan bisa keluar dan menetes ke dinding.

    Pemasangan Tidak Rata

    Posisi AC yang miring ke satu sisi bisa membuat air pembuangan tidak mengalir ke selang dengan baik, dan akhirnya menetes ke luar unit.

    Saluran Pembuangan Tersumbat

    Lumut, jamur, atau kotoran yang menumpuk di saluran pembuangan bisa menghalangi aliran air. Akibatnya, air mencari celah lain dan keluar lewat celah di dekat unit, lalu membasahi dinding.

    Freon Bocor

    Freon yang bocor biasanya menyebabkan AC tidak dingin. Tapi dalam beberapa kasus, kebocoran ini bisa memicu pembentukan embun dan tetesan air yang jatuh ke luar unit.

    Pipa Sudah Tua

    Pipa AC yang sudah usang dan retak bisa jadi penyebab kebocoran. Air yang seharusnya mengalir ke luar rumah justru menetes dari sambungan pipa yang rapuh.

    Cara Mengatasi Cipratan Air dari AC

    Jika kamu sudah menemukan dinding rumah mulai lembap atau cat mengelupas karena tetesan AC, berikut langkah penanganan awal yang bisa dilakukan:

    • Matikan AC dan cabut kabel listriknya untuk mencegah korsleting.
    • Periksa posisi AC, pastikan tidak miring.
    • Cek saluran pembuangan, bersihkan dari sumbatan lumut atau debu.
    • Ganti filter udara jika sudah kotor dan mampet.
    • Gunakan sealant sementara di titik kebocoran pipa jika terlihat ada retakan.

    Bila masalah tetap berlanjut atau sumber kebocoran sulit ditemukan, sebaiknya segera hubungi teknisi AC profesional. Penanganan yang salah bisa memperparah kerusakan dan berdampak pada komponen lainnya.

    Waspadai Ciri-Ciri AC Bocor

    Cipratan air bukan satu-satunya gejala AC bermasalah. Beberapa tanda lain yang perlu diwaspadai antara lain:

    • AC tidak dingin meski suhu sudah disetel rendah
    • Muncul suara kasar dari unit indoor
    • Ada es di bagian kondensor
    • Tetesan air makin banyak setiap harinya
    • Tagihan listrik naik karena AC bekerja lebih keras

    Dengan perawatan rutin dan pengecekan sederhana, kebocoran AC yang menyebabkan dinding lembap bisa dicegah. Jangan abaikan masalah sepele ini, karena bisa berujung pada biaya perbaikan rumah yang lebih besar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Keran Air Longgar Tanpa Alat Khusus



    Jakarta

    Keran air yang terus menetes meski sudah ditutup rapat bisa bikin risih, boros air, bahkan berisiko meningkatkan tagihan bulanan. Masalah ini umum terjadi di banyak rumah, namun kabar baiknya: bisa diatasi sendiri tanpa perlu alat-alat khusus.

    Dilansir dari berbagai sumber, salah satu penyebab utama keran menetes adalah bagian dalamnya yang mulai aus, terutama washer alias segel karet kecil di dalam gagang keran. Selain itu, komponen seperti ring-O, seal, atau katup bisa saja longgar akibat karat, retakan, atau penumpukan mineral dari air yang mengalir setiap hari.

    Masalah makin parah jika air digunakan dalam tekanan tinggi. Debit besar dapat menekan bagian dalam keran dan menyebabkan kebocoran seiring waktu.


    Berikut ini langkah-langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki keran air longgar di rumah, tanpa perlu memanggil tukang:

    1. Matikan Saluran Air

    Pastikan aliran air utama ditutup agar tidak menyembur saat keran dibuka. Ini juga mencegah air terbuang sia-sia ke saluran pembuangan.

    2. Lepas Gagang Keran

    Gunakan obeng atau tangan kosong (jika memungkinkan) untuk membuka gagang keran. Simpan sekrup di tempat yang aman agar mudah dipasang kembali nanti.

    3. Periksa Bagian Dalam Keran

    Buka katup atau cartridge dengan memutar berlawanan arah jarum jam. Perhatikan kondisi washer dan ring-O di dalamnya. Jika sudah aus, keras, atau pecah, segera ganti dengan yang baru.

    4. Gunakan Selotip Pipa

    Untuk keran dengan ulir, kamu bisa melilitkan selotip khusus pipa di bagian sambungan agar lebih rapat dan mencegah kebocoran.

    5. Rakit Ulang dan Tes

    Setelah penggantian selesai, pasang kembali seluruh komponen keran seperti semula. Kencangkan secukupnya, lalu buka saluran air dan tes. Jika keran sudah tidak menetes, berarti kamu berhasil mengatasi masalahnya.

    Dengan perawatan sederhana ini, kamu tak hanya menghemat air, tapi juga menghindari kerusakan lebih parah yang bisa mengganggu aktivitas di rumah. Jadi, sebelum buru-buru panggil tukang, tak ada salahnya mencoba sendiri dulu, kan?

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Penyebab AC Tidak Mau Menyala dan Cara Atasinya, Mudah Lho!


    Jakarta

    Air conditioner atau AC dapat menyala dengan hanya menekan tombol power dari remote. Namun, dalam banyak kasus AC tidak mau menyala meski sudah dicoba berkali-kali.

    Kondisi tersebut bikin kesal penghuni rumah karena ruangan jadi panas. Alhasil kamu tidak bisa tidur, bekerja, atau bersantai di dalam ruangan dengan nyaman karena gerah.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan AC tidak mau menyala meski sudah terhubung ke stopkontak. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab AC Tidak Mau Menyala

    AC yang tidak mau menyala membuat pemilik rumah panik dan khawatir. Namun tenang saja, berikut penyebab AC tidak mau menyala dilansir situs Cielo Wigle:

    1. Cek Sakelar AC

    Langkah yang pertama adalah dengan mengecek sakelar AC terlebih dahulu. Meski sudah terhubung ke listrik, tetapi AC tidak bisa menyala jika dalam kondisi OFF atau mati. Cobalah pindahkan sakelar ke posisi ON agar AC bisa menyala dan digunakan untuk mendinginkan ruangan.

    2. Filter Udara Kotor

    Siapa sangka, filter udara yang kotor tak hanya memengaruhi aliran udara yang keluar, tapi juga membuat AC tidak bisa menyala. Hal ini dapat terjadi khususnya pada filter udara yang sudah sangat kotor akibat debu dan kotoran. Cobalah bersihkan filter udara AC secara rutin minimal setiap tiga bulan sekali agar tetap bekerja optimal.

    3. Freon AC Bocor

    Freon AC yang bocor ternyata membuat AC tidak dapat menyala. Pada umumnya, freon AC bisa bocor karena ada retakan pada koil. Jika tidak segera diatasi maka kandungan freon lama-lama akan berkurang hingga habis. Alhasil, AC tidak dapat mengeluarkan udara dingin bahkan lebih parahnya lagi tak dapat dinyalakan sama sekali.

    4. Kondensor Penuh Kotoran

    Masalah pada kondensor bisa memicu AC tidak mau menyala. Biasanya kondensor yang sudah dipenuhi kotoran membuat komponen ini harus bekerja lebih ekstra. Seiring waktu kondensor dapat rusak akibat kotoran menumpuk dan mau tidak mau harus diganti dengan yang baru.

    5. AC Membeku

    Filter udara yang kotor dan wadah pembuangan yang tersumbat menyebabkan AC membeku. Menyalakan AC di malam yang dingin atau kekurangan freon juga menjadi pemicunya. Kondisi tersebut menghambat aliran udara dan dalam beberapa kasus membuat AC tidak dapat digunakan.

    6. Kapasitor Rusak

    Jika AC di rumah tidak bisa dinyalakan, menyala dan mati secara tiba-tiba, atau mengeluarkan suara yang berisik maka bisa disebabkan karena kapasitor AC sudah rusak. Perlu diketahui, kapasitor AC sensitif terhadap panas berlebih. Kondisi ini bisa disebabkan karena AC terlalu bekerja keras untuk mencapai suhu yang diinginkan atau paparan sinar matahari.

    Cara Mengatasi AC yang Tidak Bisa Menyala

    Ada sejumlah cara untuk mengatasi AC yang tidak mau menyala. Dikutip dari Aire Serv, berikut langkah-langkahnya:

    1. Periksa Filter Udara

    Jika filter udara sudah lama tidak dibersihkan maka bisa menyebabkan AC tidak dapat menyala. Untuk itu penting membersihkan filter udara secara teratur. Jika kondisinya sudah mulai rusak sebaiknya segera diganti yang baru agar dapat menyaring debu dan kotoran secara optimal.

    2. Cari Tombol Reset

    Beberapa unit AC memiliki sakelar reset untuk mengatur ulang AC. Langkah ini dilakukan jika AC benar-benar tidak bisa menyala. Meski begitu, langkah ini hanya solusi sementara karena bisa saja AC tidak mau hidup di kemudian hari.

    3. Pastikan Sakelar dalam Posisi ON

    Sakelar AC bisa saja dalam kondisi mati atau OFF karena seseorang telah mematikannya tapi lupa dinyalakan kembali. Jika sakelar dalam posisi ON dengan tanda lampu power menyala, maka AC sudah bisa digunakan kembali.

    Jika cara-cara di atas belum berhasil membuat AC menyala, segera hubungi teknisi agar AC segera diperbaiki. Kemungkinan besar ada kerusakan pada komponen AC yang cukup parah sehingga harus diperbaiki oleh ahlinya.

    Demikian enam penyebab AC tidak mau menyala dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Menyebabkan Kamar Mandi Tergenang Air



    Jakarta

    Kamar mandi yang sering tergenang air bisa bikin tidak nyaman dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan maupun kerusakan struktur rumah. Air yang tak kunjung surut bisa menjadi sarang nyamuk, memicu lumut, dan menyebabkan lantai jadi licin hingga membahayakan.

    Masalah ini ternyata umum terjadi di banyak rumah, terutama yang sudah lama berdiri atau yang sistem drainasenya kurang optimal. Lantas, apa saja penyebab kamar mandi tergenang air? Simak 6 penyebab umumnya berikut ini.

    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Penyebab paling umum adalah saluran pembuangan yang tersumbat. Biasanya, sumbatan berasal dari rambut rontok, sabun, sampah kecil, atau endapan kotoran lainnya. Jika saluran sudah mampet, air pun sulit mengalir dan akhirnya menggenang.


    Menurut laman The Spruce, penyumbatan ringan bisa diatasi dengan larutan baking soda dan cuka, atau menggunakan alat seperti plumbing snake. Namun, untuk sumbatan parah, sebaiknya panggil jasa sedot WC atau tukang ledeng profesional.

    2. Kemiringan Lantai Tidak Sesuai

    Kemiringan lantai kamar mandi sangat penting untuk membantu aliran air menuju lubang pembuangan. Jika kemiringannya kurang atau bahkan rata, air akan menggenang dan tidak mengalir dengan baik.

    Mengutip laman Houzz, idealnya kemiringan lantai kamar mandi adalah sekitar 1-2% atau setara 1-2 cm setiap 1 meter ke arah floor drain. Jika kemiringannya tidak sesuai, perlu dilakukan renovasi ringan dengan cara mengupas dan meratakan ulang lantai.

    3. Floor Drain Kecil atau Tertutup

    Ukuran lubang pembuangan yang terlalu kecil juga bisa menyebabkan air tertahan. Apalagi jika floor drain sering tertutup kotoran atau penutupnya tidak memiliki lubang yang cukup besar. Cek apakah tutup lubang pembuangan perlu diganti dengan model yang lebih baik.

    Sumber dari Bob Vila, pakar renovasi rumah asal AS, menyarankan menggunakan penutup floor drain berbahan stainless steel dengan lubang lebar agar aliran air tidak terhambat.

    4. Penumpukan Sabun dan Sisa Sampo

    Sisa-sisa sabun, sampo, dan produk mandi lainnya bisa mengendap di saluran air dan menciptakan lapisan licin yang memperlambat aliran. Jika dibiarkan terus-menerus, endapan ini bisa mengeras dan memperparah sumbatan.

    Solusinya, bersihkan secara berkala saluran pembuangan dengan air panas dan cairan pembersih khusus yang aman untuk pipa.

    5. Kerusakan Pipa atau Sambungan

    Pipa yang bocor atau sambungan yang tidak rapat bisa menyebabkan air kembali keluar dan tergenang di permukaan lantai kamar mandi. Selain itu, air juga bisa merembes ke dinding atau bagian rumah lainnya.

    Jika ditemukan tanda-tanda kerusakan seperti rembesan di dinding, bau tidak sedap, atau lantai yang selalu basah, segera lakukan pemeriksaan pipa.

    6. Volume Air yang Berlebihan

    Kadang-kadang, volume air dari shower atau keran terlalu deras sehingga melebihi kapasitas saluran pembuangan. Hal ini bisa menyebabkan air menggenang sesaat, terutama jika floor drain tidak cukup besar atau dalam kondisi kurang bersih.

    HomeAdvisor, platform jasa rumah tangga asal Amerika Serikat, menyarankan untuk menyesuaikan tekanan air, terutama jika menggunakan shower dengan tekanan tinggi.

    Agar kamar mandi tetap kering dan nyaman, bersihkan saluran pembuangan minimal seminggu sekali, cek kemiringan lantai secara berkala, dan hindari membuang kotoran ke lubang drainase.

    Jika masalah tetap berlanjut, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan tukang bangunan atau jasa profesional untuk mengecek kondisi kamar mandi secara menyeluruh.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bagian Dapur yang Paling Kotor dan Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan yang paling sering digunakan. Karena sering digunakan, ada beberapa bagian yang di dapur yang sangat kotor.

    Bagian-bagian tersebut tentunya harus dibersihkan secara rutin agar aman digunakan. Lantas, bagian dapur apa saja yang sangat kotor?

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Gagang Pintu dan Touch Pad

    microwavemicrowave Foto: iStock

    Setiap gagang, baik gagang pintu, lemari dapur, oven, maupun microwave rentan kotor karena sering dipegang setiap kali digunakan. Touch pad pada microwave pun demikian.

    Maka dari itu, bagian-bagian itu perlu dibersihkan karena sering kali dilewatkan begitu saja. Bersihkan bagian-bagian tersebut dengan semprotan pembersih yang mengandung disinfektan dan lap dengan kain bersih.

    2. Wastafel

    wastafelwastafel Foto: Getty Images/ben-bryant

    Walaupun air sering mengalir dan membuat wastafe tampak bersih, tapi bisa saja masih ada mikroba di permukaannya, terutama di celah-celah tempat wastafel yang terhubung dengan meja dapur, di sekitar saluran pembuangan, dan saringan sampah. Sebaiknya didisinfeksi setelah setiap persiapan masak, cuci piring, atau setidaknya sehari sekali.

    Gunakan pembersih wastafel yang mengandung disinfektan dan lap bersih atau tisu disinfektan sekali pakai. Jangan lupa bersihkan juga keran dan area meja dekat wastafel.

    Untuk membuat wastafel wangi, bisa juga menaruh kulit lemon bersamaan es batu di dekat saluran pembuangan wastafel lalu nyalakan air.

    “Lemon akan menyegarkan wastafel Anda sementara es membantu membersihkan kerak ringan pada bilah wastafel,” ujar ahli kebersihan dan COO Sparkly Maid San Antonio, Jessica Gonzalez, dikutip dari The Spruce, Selasa (5/8/2025).

    3. Talenan

    5 Cara Membersihkan Talenan Kayu Agar Awet dan Tak Mudah BerjamurTalenan kayu. Foto: iStock

    Talenan, apalagi yang terbuat dari kayu, bisa jadi sarang bakteri di celah-celah kecil. Sebaiknya siapkan talenan terpisah, satu untuk buat potong buah dan sayur lalu satu lagi untuk potong daging. Hal ini untuk mengurangi kontaminasi silang selama persiapan memasak.

    Untuk mencegah bakteri tumbuh, sebaiknya cuci talenan setiap penggunaan dengan air sabun panas lalu bilas hingga bersih pakai air panas. Selanjutnya, keringkan dengan lap bersih, jangan didiamkan hingga kering karena bakteri suka di tempat yang lembap dan hangat.

    4. Meja Dapur

    Meja dapur kuarsaMeja dapur. Foto: (Foto: iStock/hikesterson)

    Meja dapur juga bisa jadi salah satu bagian yang paling kotor. Sebab, kadang-kadang meja dapur dipakai untuk menaruh tas belanja dan juga untuk menyiapkan makanan.

    Bersihkan meja dapur dengan semprotan disinfektan sehari sekali atau sebelum menyiapkan makanan. Hindari bersihkan pakai spons atau lap bekas karena bisa jadi tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman.

    5. Spons, Sikat, dan Lap

    Blue whale sponge isolated on white background. Top viewIlustrasi spons. Foto: Istock

    Barang-barang tersebut termasuk dalam bagian dapur yang paling kotor. Kalau kalian menggunakan barang-barang itu, sebaiknya cuci dengan air panas setelah melakukan pembersihan.

    Itulah beberapa bagian dapur yang paling kotor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mencegah Saluran Air Tersumbat, Jangan Asal Buang ke Wastafel!


    Jakarta

    Saluran air yang tersumbat sering menjadi masalah di rumah, terutama di dapur dan kamar mandi. Penyumbatan ini umumnya disebabkan oleh rambut rontok, sisa makanan, sabun, hingga minyak bekas masakan.

    Kalau dibiarkan, saluran air mampet bisa bikin aktivitas rumah terganggu. Bahkan, dalam beberapa kasus, perbaikannya bisa memerlukan jasa profesional dengan biaya yang tak murah.

    Nah, agar saluran air tetap lancar dan sistem perpipaan rumah tidak bermasalah, yuk simak beberapa tips pencegahannya yang dikutip dari American Home Shield berikut ini.


    1. Jangan Buang Sisa Makanan ke Saluran Dapur

    Sisa makanan sebaiknya tidak langsung dibuang ke wastafel dapur. Sebaiknya, kumpulkan dan buang ke tempat sampah, atau manfaatkan sebagai kompos. Untuk minyak goreng bekas, tuang dulu ke dalam wadah tertutup setelah dingin, baru dibuang ke tempat sampah.

    2. Cegah Rambut dan Sabun Menyumbat Kamar Mandi

    Rambut rontok jadi salah satu penyebab utama saluran kamar mandi tersumbat. Untuk mencegahnya, gunakan kasa jaring atau perangkap rambut yang dipasang di saluran bak mandi dan pancuran. Alat ini tersedia dalam berbagai bahan, seperti silikon atau baja tahan karat.

    Ikat rambut sebelum mandi agar tidak banyak yang rontok dan masuk ke saluran air. Kalau kamu memandikan hewan peliharaan seperti anjing di kamar mandi, sebaiknya tutup saluran pembuangan dengan kain lap agar bulunya tidak ikut masuk ke saluran.

    3. Perhatikan Apa yang Kamu Buang ke Toilet

    Toilet sebenarnya hanya dirancang untuk membuang kotoran manusia dan kertas toilet. Jangan buang barang lain seperti tisu basah, benang gigi, popok, pembalut, atau sampah rumah tangga lainnya karena bisa menyumbat pipa.

    Barang-barang tersebut sebaiknya langsung dibuang ke tempat sampah agar sistem saluran toilet tetap lancar dan tidak macet.

    Itulah beberapa cara mencegah saluran air tersumbat di rumah. Dengan kebiasaan yang tepat, kamu bisa menghindari masalah besar dan menjaga rumah tetap nyaman!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tercium Bau Bangkai Tikus di Rumah? Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Bangkai tikus mati sering ditemukan di rumah. Biasanya hewan pengerat itu mati karena terlindas kendaraan, dimakan binatang lain, atau memakan perangkat yang dipasang manusia. Bangkai ini berbau tidak sedap seperti bau daging busuk dan cukup tajam jika lokasi bangkai cukup dekat.

    Bau bangkai tikus jangan dianggap sepele. Dilansir dari HVAC, bau dari bangkai tikus bisa menyebabkan sakit kepala, mual, reaksi alergi, hingga masalah saluran pernapasan.

    Dilansir Apartment Therapy, berikut cara menghilangkan bau bangkai tikus.


    1. Temukan dan Buang Bangkainya

    Biasanya bau bangkai tikus yang cukup menyengat menandakan lokasinya cukup dekat dari bau tempat kita mencium bau tersebut. Kebanyakan bangkai tikus ditemukan di jalan karena tikus sering keluar menyeberang di jalanan dan tak sengaja terlindas mobil. Jika seperti ini cara menemukannya cukup mudah.

    Lokasi yang sulit adalah apabila bau tikus tercium jelas di dalam rumah, tetapi wujudnya tidak ada. Khawatirnya tikus tersebut mati di atap, saluran pembuangan atau ventilasi udara. Jika sudah begini, cari area yang bisa dibuka untuk mengecek. Jika sulit untuk dicek, bisa memanggil tenaga ahli agar penanganannya lebih cepat.

    Saat menemukannya, jangan lupa menggunakan sarung tangan dan masker. Masukkan bangkai ke kantong plastik, lalu lapisi lagi dengan kantong (2-3 lapis). Buang bangkai tersebut ke tempat sampah di luar rumah.

    2. Bersihkan Area Bekas Bangkai

    Setelah bangkai diangkat, area bekas tikus mati perlu didisinfeksi. Isi disinfektan tersebut adalah campuran larutan pemutih dan air. Lalu, semprotkan pada area tersebut. Diamkan selama 10 menit, kemudian bilas dengan air bersih atau menggunakan lap bersih yang sekali pakai. Tujuannya agar bakteri dan virus yang mungkin terbawa oleh tikus benar-benar hilang.

    3. Netralisir Bau Secara Alami

    Bau bekas bangkai tikus biasanya tidak akan langsung hilang setelah dibersihkan. Ada cara jitu agar baunya bisa langsung hilang, yakni menaburkan soda kue atau bubuk kopi di area tersebut setelah diberikan disinfektan. Kedua bahan ini efektif menyerap bau tak sedap. Alternatif lain, buat cairan dari campuran air dan cuka, lalu semprotkan ke udara atau area yang bau.

    4. Alirkan Udara Segar

    Hal penting lainnya adalah jangan lupa membuka jendela dan ventilasi yang ada di rumah agar bau bangkai tikus bisa hilang karena udara segar masuk ke dalam rumah.

    Itulah cara menghilangkan bau bangkai tikus. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • WC Mampet Bisa Diperbaiki Pakai Garam, Begini Caranya


    Jakarta

    Cara mengatasi WC yang mampet tidak perlu sampai dibongkar. Saat ini, banyak cara yang bisa diikuti dan terbukti berhasil untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan memakai garam. Lho, emang bisa?

    Dilansir Apartment Therapy, garam adalah salah satu bahan yang terbukti ampuh untuk mengatasi WC mampet. Bahan alami ini juga disebut dapat menghilangkan bau tak sedap akibat penumpukan kotoran pada pipa pembuangan.

    Jenis garam yang digunakan berbeda dengan garam masakan yang biasa tersedia di dapur. Untuk masalah WC mampet harus memakai garam epsom atau garam Inggris. Garam satu ini mengandung magnesium, sulfur, dan oksigen. Sementara, garam dapur untuk masakan mengandung natrium klorida.


    Penggunaan bahan-bahan alami seperti garam ini juga berdampak baik untuk lingkungan karena tidak mencemari.

    Cara Mengatasi WC Mampet dengan Garam Epsom

    Garam epsom tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan bahan lain yang membantu Menekan kotoran masuk ke dalam septic tank, yakni baking soda. Berikut langkah menggunakan garam epsom untuk mengatasi WC mampet.

    1. Siapkan setengah cangkir soda kue dan setengah cangkir garam epsom ke wadah yang nantinya mudah untuk dituang.

    2. Tambahkan air pada campuran 2 bahan tersebut

    3. Tuang larutan soda kue, garam epsom, dan air ke dalam WC

    4. Siapkan air hangat, jangan yang mendidih sebanyak 6 gelas. Apabila air sudah tidak mendidih tuang ke dalam WC

    5. Diamkan campuran tersebut selama maksimal semalaman atau 8 jam.

    6. Reaksi garam epsom, soda kue, dan air dapat menimbulkan suara gelembung yang tidak biasa, tetapi hal tersebut wajar pada WC

    7. Setelah minimal 8 jam, siapkan satu gelas air hangat. jangan mendidih dan tuang ke dalam WC. Bilas juga dengan air biasa.

    Selain memakai garam epsom, ada banyak cara lain untuk mengatasi WC mampet, berikut di antaranya.

    1. Tuangkan Sabun & Air Panas

    Selain garam epsom, coba pakai sabun cuci piring yang dicampur dengan air panah. Ingat, saat menuangkan air panas sebaiknya tidak dalam kondisi mendidih karena dapat merusak pipa pembuangan. Setelah kedua bahan tersebut dituang ke dalam WC, tunggu selama beberapa menit saja sebelum dibilas dengan air biasa.

    2. Pemutih dan Detergen Bubuk

    Bahan campuran kedua adalah pemutih dan detergen bubuk. Caranya cukup mudah yakni dengan menuangkan beberapa cangkir pemutih dan satu cangkir detergen bubuk ke dalam mangkuk. Tunggu 20-30 menit, lalu coba siram ke dalam WC.

    3. Manfaatkan Kawat Hanger

    Jika detikers tidak punya alat-alat di atas, kalian bisa memanfaatkan kawat hanger untuk menyingkirkan sumbatan di WC. kawat ini dapat difungsikan sebagai ular pipa toilet. Modifikasi terlebih dahulu bentuk kawat hanger agar bisa dimasukkan ke saluran toilet. Untuk mencegah goresan pada porselen, lilitkan kain di sekeliling pengaitnya.

    Masukkan ke lubang dan carilah penyebab sumbatan, kemudian sodok kawat lebih dalam hingga sumbatan terurai. Lihat apakah cairan di WC usudah turun atau belum. Apabila sudah lancar siram WC untuk mengurai kotoran-kotoran di pipa yang masih tertinggal.

    Demikian tadi Cara mengatasi WC mampet tanpa harus bongkar. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Mudah Hilangkan Lumut di Kamar Mandi, Bisa Pakai Cuka!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang sering terdapat lumut. Selain mengganggu penampilan, adanya lumut di kamar mandi juga membuat lantai licin sehingga membahayakan penghuni rumah.

    Dikutip dari Bathroom City, lumut bisa muncul di kamar mandi karena suhu lembap yang sangat tinggi. Penyebab lainnya karena ventilasi udara yang buruk sehingga jadi tempat yang sempurna bagi lumut dan jamur untuk tumbuh.

    Membersihkan lumut di kamar mandi ternyata tidak sulit. Ada sejumlah bahan yang diklaim ampuh membasmi lumut. Apa saja bahan tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Lumut di Kamar Mandi

    Membersihkan lumut di kamar mandi ternyata bisa menggunakan bahan sederhana dan mudah didapat. Dilansir situs Better Homes and Gardens, berikut cara-caranya:

    1. Cuka Putih

    Selain digunakan untuk memasak, cuka putih ternyata bisa digunakan untuk membersihkan lumut di kamar mandi, lho. Cuka putih dapat dipakai untuk membersihkan lumut yang menempel di lantai, pancuran air (shower), saluran pembuangan, atau kloset.

    Cara pakainya juga mudah, cukup menuangkan cuka ke area yang terdapat lumut di kamar mandi, lalu diamkan selama 10-15 menit. Setelah itu, bersihkan lumut dengan spons atau kain lap.

    Jika lumut sulit dihilangkan, kamu dapat menggosoknya dengan sikat berbulu. Jika sudah, bilas dengan air bersih agar sisa lumut bisa terbuang ke saluran air.

    2. Cairan Pemutih

    Tak hanya untuk mencuci pakaian, cairan pemutih bisa dimanfaatkan untuk membersihkan lumut. Cara pakainya cukup dengan mencampur larutan pemutih dan air bersih dengan perbandingan 50:50. Kemudian, siram ke area di kamar mandi yang terdapat lumut.

    Tunggu sekitar 5-10 menit, kemudian bersihkan lumut menggunakan sikat berbulu secara perlahan. Jika lumut sudah hilang, bilas seluruh kamar mandi dengan air.

    Penggunaan cairan pemutih dan air disebut sangat efektif untuk membersihkan lumut yang menempel di lantai dan dinding kamar mandi, wastafel, dan pancuran air. Perlu diingat, pastikan pintu dan jendela kamar mandi dalam posisi terbuka saat membersihkannya agar udara dapat mengalir lancar.

    3. Boraks

    Jika dua cara di atas masih belum efektif membasmi lumut di kamar mandi, kamu dapat menggunakan boraks. Bahan yang satu ini disebut ampuh membersihkan lumut.

    Untuk cara penggunaannya, campur satu cangkir boraks ke dalam wadah berisi tiga liter air hangat, setelah itu aduk sampai merata. Lalu, larutan yang sudah tercampur bisa dituang ke dalam botol semprot.

    Kemudian, semprot cairan boraks pada permukaan yang ingin dibersihkan atau terdapat lumut di kamar mandi. Gunakan sikat kawat, spons, atau kain lap untuk membersihkan lumut yang sulit hilang. Agar lebih aman, gunakan sarung tangan saat membersihkan lumut dengan cairan boraks bagi kulit yang sensitif.

    Demikian tiga cara ampuh membersihkan lumut di kamar mandi dengan mudah dan cepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah Water Heater yang Bisa Diperbaiki Tanpa Tukang


    Jakarta

    Water heater menjadi alat andalan buat memanaskan air di kamar mandi agar penghuni rumah tidak kedinginan. Namun, alat ini sewaktu-waktu bisa rusak, apalagi kalau sudah lama digunakan.

    Jika water heater bermasalah, penghuni rumah tidak perlu buru-buru panggil tukang buat memperbaikinya. Ada beberapa masalah pemanas air yang dapat ditangani sendiri.

    Penghuni perlu mengenali masalah-masalah yang terjadi pada water heater agar tahu cara memperbaikinya. Simak penjelasannya berikut ini.


    Masalah Water Heater

    Inilah deretan masalah yang dapat terjadi pada water heater dan cara memperbaikinya, dikutip dari The Spruce.

    1. Suhu Air Terlalu Panas

    Suhu air yang terlalu panas bukannya membuat nyaman, tetapi menyiksa penghuni rumah. Nah, biasanya masalahnya ada pada termostat water heater yang dipasang terlalu tinggi. Penghuni dapat memperbaikinya dengan mengikuti langkah ini.

    • Pertama, matikan daya water heater di panel servis.
    • Selanjutnya, lepaskan panel akses dan periksa apakah pengaturan panas pada kedua termostat tidak lebih dari 120F° atau 48 derajat Celcius.
    • Sesuaikan dengan pengaturan yang diinginkan dengan memutar sekrup set menggunakan obeng pipih.

    2. Air Panas Tidak Keluar

    Selain itu, masalah yang paling umum pada water heater adalah air yang keluar tidak panas. Hal ini biasanya disebabkan oleh terputusnya aliran listrik pada water heater atau elemen pemanasnya rusak. Untuk memperbaiki masalah ini, penghuni perlu tahu dulu penyebab air tidak panas.

    Pertama, periksa pemutus water heater di panel servis untuk memastikan aliran listrik tidak terputus. Jika aliran listriknya putus, matikan dulu dengan menekan tombol OFF, lalu nyalakan kembali ke ON.

    Apabila pemutus pemanas tidak putus, setel ulang batas suhu tinggi pada water heater. Caranya dengan mematikan daya water heater di panel servis. Selanjutnya, tekan tombol reset suhu tinggi yang biasanya berwarna merah.

    3. Air Berwarna Karat

    Bagian dalam tangki pemanas air bisa korosi sehingga air yang keluar dari keran berwarna coklat, kuning, atau merah. Masalah ini dapat diatasi dengan meminta tukang ledeng mengganti batang anoda di tangki water heater.

    Batang anoda adalah batang logam di tengah water heater. Batang tersebut mudah korosi dibandingkan tangki. Oksigen yang bersifat korosif lebih mudah tertarik ke batang anoda dibandingkan ke pemanas air.

    4. Water Heater Bocor

    Kemudian, water heater bisa bocor pada bagian katup dan sambungan pipa. Jika air bocor itu hangat atau panas, kemungkinan hal itu disebabkan oleh pipa saluran keluar yang bocor.

    Untuk memperbaikinya, penghuni dapat memeriksa water heater apakah ada pipa masuk atau keluar yang longgar. Jika menemukan sambungan yang longgar, cukup kencangkan dengan kunci pas agar tidak terjadi kebocoran.

    5. Tangki Water Heater Bersuara Bising

    Water heater bisa mengeluarkan suara bising seperti gemuruh pelan, letupan, atau berdenging. Suara bising itu menandakan tangki sedang mendidih. Penumpukan sedimen di dasar tangki membuat dasar tangki terlalu panas dan air mendidih. Kebisingan itu dapat diatasi dengan mengikuti langkah ini:

    • Pastikan untuk mematikan aliran listrik dan pasokan air ke water heater.
    • Tiriskan seluruh air dan sedimen pada pemanas air lalu isi kembali.
    • Pasang ujung selang taman ke katup di bagian bawah water heater, dengan ujung lainnya terletak di luar.
    • Buka katup pelepas tekanan suhu di bagian atas dan katup pembuangan di bagian bawah.
    • Setelah air dan sedimen terkuras seluruhnya, tutup katup bawah dan katup pelepas tekanan atas, lalu lepaskan selang.
    • Nyalakan listrik dan air lagi.

    Itulah masalah yang bisa terjadi pada pemanas air dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com