Tag: pembuangan

  • 7 Hal yang Wajib Dibersihkan di Kamar Mandi, Jangan Sampai Terlewat!


    Jakarta

    Kamar mandi cepat sekali kotor sehingga harus dibersihkan secara rutin. Penghuni sebaiknya membersihkan seluruh kamar mandi seminggu sekali.

    Kebersihan kamar mandi perlu dijaga agar penghuni rumah merasa nyaman menggunakannya. Tak hanya itu, kamar mandi yang bersih juga baik buat kesehatan penghuni.

    Apa saja yang perlu dibersihkan di kamar mandi setiap minggu? Simak penjelasannya berikut ini.


    Tips Membersihkan Kamar Mandi

    Inilah beberapa hal yang perlu dibersihkan di kamar mandi, dikutip dari The Spruce.

    1. Bersihkan Permukaan

    Bersihkan lantai, tembok, dan tirai untuk menghilangkan noda dan jamur di permukaan kamar mandi. Lalu, jangan lupa membuang rambut yang terkumpul pada lubang pembuangan air.

    2. Bersihkan Kloset

    Selain itu, bersihkan kloset secara menyeluruh pada bagian luar dan dalamnya. Gunakan sikat dan cairan pembersih untuk membersihkan bagian dalam kloset. Lalu, pakai tisu basah disinfektan atau spons dan cairan pembersih buat bagian luar kloset.

    3. Bersihkan Wastafel

    Area wastafel juga harus dibersihkan. Singkirkan barang-barang di atasnya terlebih dahulu, lalu gunakan cairan pembersih. Bilas wastafel dengan bersih dan keringkan.

    4. Bersihkan Gagang Pintu dan Sakelar

    Jangan lupa bersihkan gagang pintu, sakelar lampu, dan pintu kabinet. Benda ini sering disentuh sehingga bisa menjadi sarang kuman dan bakteri.

    5. Bersihkan Cermin

    Pastikan cermin bersih dan kinclong agar kamar mandi terlihat terawat. Gunakan cairan pembersih dan kain mikrofiber untuk membersihkan cermin.

    6. Buang Sampah

    Supaya kamar mandi nggak bau, biasakan untuk membuang sampah setiap minggu. Setelah buang sampah, pasang kantong plastik baru ke tempat sampah.

    7. Cuci Keset

    Keset rawan menjadi tempat bersarangnya kuman. Penghuni perlu mencuci keset setidaknya seminggu sekali, lalu jemur sampai kering.

    Itulah tips membersihkan kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tiba-tiba Muncul Lalat di Kamar Mandi, Pertanda Apa?


    Jakarta

    Kemunculan hewan di suatu tempat bisa jadi pertanda ada perubahan yang disukai oleh mereka. Lantas, jika menemukan ada lalat di kamar mandi, pertanda apa ya?

    Sebelumnya, kenalan dulu dengan jenis lalat yang ditemui di kamar mandi karena bentuknya berbeda dengan lalat-lalat yang sering di dekat makanan. Serangga tersebut disebut dengan lalat limbah.

    Jika diperhatikan, lalat limbah ukurannya jauh lebih kecil sekitar 0,6 cm dan lebih banyak diam. Tubuhnya pun tidak berwarna hitam dan hijau, melainkan cokelat keabu-abuan atau hitam, dan tampak seperti bulu halus. Sayapnya memiliki bulu dan berbentuk seperti daun.


    Kemunculan lalat limbah pada kamar mandi ini bisa didasari pada dua alasan, dilansir Family Handyman begini penjelasannya.

    1. Masalah pada Saluran Pembuangan

    Lalat limbah sering mendapat sinyal untuk toilet-toilet yang mengalami masalah seperti mampet, jarang dibersihkan, dan jarang digunakan. Mereka menyukai tiga kondisi tersebut. Oleh karena itu, toilet atau kamar mandi harus sering dibersihkan dan dipakai secara berkala agar lalat limbah tidak muncul.

    Menjaga kebersihan toilet bukan hanya pada tempat pembuangan tinja saja, melainkan kamar mandi secara keseluruhan.

    2. Mencari Makanan

    Alasan kedua adalah lalat limbah menemukan sumber makanan. Hewan kecil ini tertarik pada bahan yang berbau busuk, alga, bakteri, dan jamur. Biasanya sumber makanannya menempel di dekat saluran pembuangan, lekukan bagian bawah barang di kamar mandi dan sudut-sudut yang jarang dibersihkan.

    Cara Mencegah Lalat Limbah Muncul di Kamar Mandi

    Dilansir laman Martha Stewart, berikut cara mencegah lalat limbah datang ke kamar mandi.

    • Perbaiki kebocoran pipa dan pastikan saluran air tidak tersumbat.
    • Bersihkan saluran air secara teratur dengan menggunakan pembersih enzimatik atau mikroba.
    • Tutup saluran pembuangan wastafel, pancuran, atau lubang kamar mandi saat tidak digunakan
    • Jangan biarkan ada sampah busuk di dalam rumah
    • Buang sampah setiap hari

    Itulah penyebab lalat limbah muncul di kamar mandi dan cara mencegahnya. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Buang! Ini Cara Kelola Sampah Rumah Tangga dengan Benar


    Jakarta

    Penghuni rumah biasanya memproduksi dan membuang sampah setiap hari. Sampah tersebut setelah dibuang akan diangkut oleh petugas sampah, lalu berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo Gulang Winarno pernah mengatakan banyak orang belum mengelola sampah rumah tangga dengan optimal. Padahal langkah ini penting buat lingkungan dan menguntungkan bagi penghuni rumah.

    “Sampah itu kalau tidak dikelola dengan baik, akhirnya akan mengganggu terkait kesehatan, (lalu lintas) transportasi, (dan) ekosistem. Kalau dikelola dengan baik, (sampah) tidak akan mengganggu (aktivitas) dan juga akan menambah nilai produktif,” ujar Gulang kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    Lalu, bagaimana cara mengelola sampah rumah tangga? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga

    Inilah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah dengan benar di rumah.

    1. Mengurangi Produksi Sampah

    Penghuni bisa mulai mengelola sampah dengan mengurangi produksinya. Penghuni dapat beralih dari barang sekali pakai agar sampah tidak cepat menumpuk. Dengan begitu, penghuni mengurangi beban sampah yang perlu dikelola.

    “Untuk mengurangi sampah juga, menggunakan alat-alat yang sekiranya dapat digunakan kembali. Jadi bukan plastik tapi yang nanti bisa digunakan untuk beberapa kali. Tidak sekali pakai terus dibuang,” ucapnya.

    2. Membuang Sampah pada Tempatnya

    Pastikan untuk membuang sampah pada tempatnya. Jangan asal buang sampah ke pinggir jalan, taman, atau sungai. Sebaiknya penghuni menyediakan beberapa tempat sampah sesuai kategori di rumah.

    “Di setiap rumah tangga itu ada tempatnya sendiri-sendiri, organik, non organik, dan B3 itu kita tempatkan (dan) tandain. Kalau kita memiliki kesadaran membeli tempat sampah yang terpilah tersebut,” imbuhnya.

    3. Memilah Sampah sesuai Kategori

    Buanglah sampah dengan memilahnya berdasarkan kategori. Umumnya, penghuni rumah hanya perlu memisahkan antara sampah organik, non organik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun).

    Gulang menyebutkan sampah organik antara lain sisa makanan dan dedaunan. Lalu, sampah non organik seperti benda yang terbuat dari plastik, kertas, karton, atau kaleng.

    4. Mengompos Sampah Organik

    Sampah organik yang sudah dipisahkan dapat diolah menjadi pupuk. Hal ini membantu mengurangi sampah organik yang dibuang ke TPA.

    Caranya dengan memasukkan sampah organik ke komposter atau wadah penyimpan sampah organik yang tertutup. Sampah tersebut akan menjadi pupuk setelah beberapa hari dibiarkan.

    “Yang (sampah) organik bisa buat pupuk setidaknya buat tanaman kita sendiri di pekarangan rumah,” katanya.

    5. Menjual Sampah Bernilai

    Penghuni bisa menghasilkan cuan dari mengelola sampah, lho. Ada beberapa sampah non organik yang punya nilai jual seperti botol plastik, kaleng, dan kertas. Penghuni dapat menjual sampah tersebut ke bank sampah.

    “Sampah itu sebenarnya bisa menghasilkan untuk tambahan kebutuhan rumah tangga. Walaupun hal itu cuman sedikit, kalau dijual satu bulan juga menambah nilai atau membantu keuangan rumah tangga,” tuturnya.

    Itulah cara mengelola sampah rumah tangga. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Suka Diserbu Kaki Seribu? Ini Penyebab dan Cara Basminya


    Jakarta

    Kaki seribu adalah antropoda yang mempunyai banyak kaki. Makhluk kecil ini terkadang ditemukan merayap di dalam rumah.

    Meski bukan hewan yang berbahaya, kehadiran kaki seribu membuat sebagian penghuni nggak nyaman. Ada penghuni yang merasa jijik atau ngeri kalau melihat kaki seribu.

    Bagi penghuni yang tidak suka kaki seribu, ada baiknya tahu penyebab kemunculannya. Dengan begitu, penghuni tahu cara mencegah kaki seribu masuk rumah.


    Lalu, kenapa kaki seribu menyerbu rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

    Inilah beberapa faktor penyebab kaki seribu datang ke rumah.

    1. Ada Celah di Rumah

    Dikutip dari Forbes Home, kaki seribu bisa masuk rumah melalui retakan atau celah pada bangunan rumah seperti fondasi dan pintu. Pastikan untuk menutup celah yang bisa menjadi akses masuk kaki seribu. Selain itu, perbaiki saluran air di rumah yang memungkinkan kaki seribu masuk.

    2. Rumah Lembap

    Kaki seribu hidup di tempat yang lembap. Nah, rumah yang lembap merupakan tempat yang menarik bagi mereka.

    Penghuni sebaiknya menjaga tingkat kelembapan dengan ‘mengeringkan’ bagian-bagian rumah, termasuk kamar mandi. Penghuni juga bisa memanfaatkan dehumidifier untuk menghilangkan kelembapan di rumah.

    3. Ada Tanaman Membusuk

    Kaki seribu merupakan pemakan bahan organik yang sudah mati atau membusuk (saprofit). Penghuni dapat mencegah kedatangannya dengan menyingkirkan rerumputan busuk atau lapisan kompos.

    4. Ada Genangan Air

    Dilansir dari Southern Living, genangan air menarik perhatian kaki seribu. Sebaiknya periksa genangan air di sekitar fondasi rumah dan segera hilangkan.

    Lalu, perbaiki pipa atau keran yang bocor di dalam rumah. Penghuni dapat memasang pelindung percikan, saluran pembuangan, atau pipa untuk mencegah genangan air di sekitar rumah.

    Cara Basmi Kaki Seribu

    Jika rumah diserbu kaki seribu, penghuni bisa membasminya dengan mudah. Berikut ini cara menyingkirkan kaki seribu.

    1. Buang Kaki Seribu

    Cara paling mudah untuk basmi kaki seribu adalah mengangkat dan membuangnya ke luar rumah. Penghuni dapat memakai alat bantu seperti penyedot debu buat membuang kaki seribu.

    2. Cairan Pengusir Kaki Seribu

    Senyemprotkan cairan atau butiran insektisida pada fondasi dan dinding luar rumah. Langkah ini membantu mencegah serangga masuk ke dalam rumah.

    Selain itu, minyak esensial dan cabai rawit bisa menjadi opsi bahan alami buat basmi kaki seribu. Taburkan atau semprotkan bahan tersebut di area yang rawan dilalui kaki seribu.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi kaki seribu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Panas Bisa Rusak Pipa Pembuangan, Begini Cara Buang yang Benar



    Jakarta

    Siapa di sini yang masih sering membuang air panas ke bak cucian piring atau wastafel? Bentuk air panasnya seperti air bekas merebus mie, air panas bekas rebusan telur, atau air panas bekas membersihkan botol dot bayi.

    Ternyata air panas nggak bisa dibuang sembarangan apalagi ke bak cucian piring atau wastafel. Efeknya memang tidak terlihat secara langsung, melainkan setelah dilakukan secara berulang, dengan suhu yang sangat panas, dan dalam jumlah yang banyak.

    Dilansir WP Plumbing, air panas merupakan musuh dari saluran pembuangan. Sebagian besar bahan saluran pembuangan tidak didesain untuk menahan suhu tinggi. Apabila disiram air panas secara terus menerus yang terjadi justru dinding pipa akan semakin tipis.


    Perlu diketahui rata-rata material yang dipakai pada pipa pembuangan air di bak cuci piring dan wastafel terbuat dari PVC, Pex, dan CPVC. Bahan-bahan tersebut tidak tahan terhadap panas terutama di atas 60℃.

    Dinding yang tipis dapat menyebabkan kerusakan lanjutan, seperti muncul lubang pada dinding, pipa menciut, pipa berubah bentuk, hingga muncul kebocoran. Lubang-lubang yang muncul juga bisa membuat sisa makanan padat di pipa pembuangan tersangkut karena permukaan dinding dalam tidak mulus.

    Selain itu, air panas juga bisa menyebabkan sisa minyak dan lemak yang menyangkut di dalam pipa, meleleh dan bergerak lebih jauh ke saluran pembuangan. Sisa minyak dan lemak akan semakin sulit dijangkau dan bisa menyumbat pipa saluran pada wastafel.

    Cara Buang Air Panas yang Benar

    Meskipun sebaiknya dihindari, air panas bisa dibuang melalui bak cuci piring atau wastafel. Caranya adalah dengan mencampur air panas dengan air biasa sebelum membuangnya.

    Dengan mencampurkan air panas dengan air biasa, suhu air akan menurun. Untuk takaran antara air biasa dengan air panas tergantung pada banyaknya air panas. Sebelum dibuang wajib mengecek suhu air dengan mencelupkan tangan ke dalam. Apabila masih panas, tambahkan lebih banyak air sampai tidak terasa panas. Cara ini tidak cocok untuk air yang sudah tercampur minyak atau larutan tepung dan kopi karena ampasnya justru bisa menyebabkan penyumbatan pada saluran.

    Apabila air tercampur minyak atau terdapat ampas benda yang cukup padat, sebaiknya dibuang di dalam plastik khusus atau memisahkan benda padat dan cair tersebut sebelum air dibuang.

    Itulah penjelasan soal larangan membuang air panas ke saluran air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Saluran Air di Kitchen Sink Mampet? Bersihkan dengan Cara Ini!


    Jakarta

    Kitchen sink atau bak cuci piring perlu dibersihkan secara berkala. Sebab, ada banyak sisa makanan yang dapat masuk ke dalam saluran air, sehingga menyebabkan kitchen sink mampet.

    Tidak hanya bikin saluran air tersumbat, kitchen sink yang kotor juga dapat mengeluarkan bau tak sedap. Alhasil, mencuci piring jadi tidak nyaman dan bisa membuatmu merasa mual.

    Kalau kitchen sink di rumah sudah mampet, jangan khawatir. Sebab, ada cara mudah untuk mengatasinya. Penasaran? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Saluran Air di Kitchen Sink

    Membersihkan saluran air di kitchen sink ternyata bisa menggunakan bahan sederhana, yakni soda kue dan cuka putih. Kombinasi keduanya dinilai efektif untuk mengatasi mampet di bak cuci piring.

    Dilansir Southern Living, pakar kebersihan Jill Koch mengatakan soda kue dan cuka merupakan bahan alami yang efektif membersihkan saluran air di kitchen sink. Namun, keduanya tidak boleh digunakan secara bersamaan.

    “Ini sering terjadi kesalahpahaman yang cukup umum, soda kue dan cuka jika dicampur justru tidak efektif membersihkan saluran kitchen sink,” kata Koch.

    Koch mengungkapkan cara yang tepat untuk membersihkan saluran air di kitchen sink dengan kedua bahan tersebut. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Taburkan Soda Kue

    Langkah yang pertama adalah menaburkan soda kue ke saluran pembuangan di kitchen sink. Untuk takaran soda kue kira-kira setengah cangkir hingga satu cangkir.

    “Saya juga suka menambahkan sedikit sabun cuci piring di atasnya agar lebih efektif mengatasi saluran yang mampet,” ungkap Koch.

    2. Diamkan Soda Kue

    Setelah menabur soda kue di saluran air, kini diamkan selama sekitar 5-10 menit. Langkah ini dilakukan agar baking soda dapat bereaksi untuk melarutkan zat-zat yang membuat saluran jadi mampet.

    Jika sudah, bilas soda kue dengan air panas secara perlahan. Hati-hati saat menyiramnya karena cipratan air bisa mengenai tangan.

    3. Tuang Cuka Putih

    Kemudian, tuang secangkir cuka putih ke dalam saluran pembuangan air. Cuka berfungsi untuk membantu membersihkan dan menghilangkan bau tak sedap dari saluran air.

    “Kedua bahan itu akan membantu membersihkan sekaligus menghilangkan bau di saluran pembuangan air pada kitchen sink,” tutur Koch.

    Sebagian orang mungkin ragu saat menuangkan cuka putih ke dalam saluran air. Soalnya, sifat asam dari cuka dikhawatirkan dapat merusak komponen kitchen sink dan pipa air.

    Koch menyebut tingkat keasaman cuka memang dapat merusak pipa atau kitchen sink seiring waktu. Namun jika tidak dilakukan sesering mungkin masih dianggap aman.

    “Secara keseluruhan, baik cuka maupun soda kue merupakan metode alami yang ampuh untuk membersihkan saluran pembuangan di kitchen sink. Jika hanya dilakukan sebulan sekali atau lebih seharusnya tidak masalah,” pungkasnya.

    Demikian cara membersihkan saluran air di kitchen sink yang mampet. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Rumah Tua? Jangan Lupa Periksa 7 Bagian Ini


    Jakarta

    Saat hendak membeli rumah tua, hal pertama yang kita lihat adalah kondisinya. Sebab, kualitas rumah bisa menurun seiring waktu meskipun memakai material terbaik, bisa jadi banyak ditemukan cacat.

    Cara mengecek kondisi rumah tersebut tidak hanya dengan melihat, calon pembeli harus memeriksa beberapa tempat di dalam rumah tersebut. Untuk mempermudah ketika pengecekan, dilansir This Old House, berikut bagian rumah tua yang harus diperhatikan.

    1. Fondasi

    Hal pertama yang harus dicek dan ditanyakan adalah mengenai fondasi rumah. Seperti namanya bagian ini adalah pondasi atau bagian yang menopang rumah tetap berdiri tegak. Saat rumah sudah berdiri cukup lama, banyak masalah yang terjadi pada fondasi adalah keretakan, fondasi yang sudah lapuk, fondasi yang miring karena pergerakan tanah, pintu dan jendela sulit dibuka dan ditutup, permukaan lantai tidak rata, hingga kerusakan saluran air.


    Secara kasat mata biasanya akan sulit menilai fondasi tersebut masih layak atau tidak. Sebaiknya minta bantuan profesional untuk memperbaikinya.

    2. Atap

    Bagian kedua yang tidak kalah penting adalah mengecek atap. Rumah yang baru selesai dibangun saja sering ditemukan kebocoran apalagi yang sudah berdiri lama. Untuk mengetahui ada kebocoran atau tidak, bisa bertanya dengan pemilik sebelumnya atau penjual. Selain itu, cek plafonnya apakah baru atau sudah lama. Atap yang bocor biasanya menyebabkan plafon berjamur, lapuk, dan berlubang. Apabila menemukan tanda-tanda tersebut, atap dan plafon harus segera diganti karena dapat berpengaruh pada kesehatan penghuni.

    3. Pipa Saluran Air

    Rumah harus dialiri dengan air. Oleh karena itu, calon pembeli harus mengecek kondisi pipa saluran air karena di rumah tua kemungkinan sudah usang dan banyak sumbatan. Tanda ada masalah pada pipa saluran air adalah warna air tidak jernih, air yang keluar sedikit, air berbau, keluar lumut atau kotoran padat, hingga air lama penuh saat diisi.

    4. Instalasi Listrik

    Selain air, listrik juga sangat dibutuhkan di rumah. Rumah yang sudah berdiri puluhan tahun biasanya memiliki saluran listrik yang sudah tua. Hal ini cukup berisiko apalagi tidak pernah diperiksa karena bisa saja ada kabel yang sudah rusak dan bisa menimbulkan kebakaran. Untuk mengecek instalasi listrik, bisa memanggil PLN. Apabila disarankan untuk diganti, ikuti saja karena berarti ada instalasi yang sudah tak layak.

    Tanda-tanda masalah saluran listrik di antaranya muncul aroma terbakar, lampu berkedip, dan saklar yang bergetar.

    5. Pintu dan Jendela

    Seperti yang disebut tadi, masalah pada pintu dan jendela juga bisa menunjukkan masalah pada fondasi rumah. Selain itu, pintu dan jendela di rumah tua juga bisa jadi sudah berkarat atau mengalami pengeroposan karena dimakan rayap. Ada pula jendela yang sudah sulit ditutup dan dibuka. Semua itu harus diperiksa secara detail karena keduanya akan komponen utama keamanan rumah.

    Cari ciri-ciri gangguan pada pintu dan jendela, seperti kondensasi atau kabut pada kaca, serangga mati, kesulitan membuka dan menutup, kayu yang melengkung, dan lainnya.

    6. Saluran Pembuangan

    Saluran pembuangan adalah pipa atau akses keluarnya air ke tempat pembuangan akhir seperti septic tank dan selokan. Lokasinya cukup banyak di rumah, ada di kamar mandi, wastafel, talang air, hingga area laundry. Pastikan pada bagian ini tidak ada saluran pembuangan yang mampet. Ciri-ciri masalah pada saluran pembuangan antara lain ada aroma tidak sedap, saluran mampet, hingga beberapa titik penyerapan yang lambat.

    7. Bahan Beracun

    Bangunan rumah tua kemungkinan mengandung bahan-bahan berbahaya, terutama yang dibangun sebelum tahun 1980. Salah satu kandungan berbahaya di rumah tua adalah timbal pada cat yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Untuk mengetahuinya, ajak ahli untuk mengeceknya.

    Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah tua. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berulang Kali? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Piring yang telah digunakan untuk makan wajib dicuci sampai bersih. Namun, piring yang sudah dicuci hingga berkali-kali terkadang masih saja tetap bau.

    Hal ini tentu bikin kesal karena secara tampilan piring sudah bersih dan kinclong. Namun ternyata, jika dicium pada permukaan piring masih mengeluarkan bau tak sedap.

    Ingin tahu penyebab piring tetap bau meski sudah dicuci berulang kali? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Piring Masih Bau Meski Telah Dicuci

    Ada beberapa penyebab piring masih tercium aroma tidak sedap walau sudah dicuci berulang kali. Dikutip dari Real Simple, berikut penyebabnya:

    1. Spons Sudah Kotor

    Penyebab yang utama mungkin karena spons yang dipakai untuk mencuci sudah kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru

    Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau dan terasa lengket pada permukaannya, mungkin disebabkan karena spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya solusi adalah dengan menggantinya dengan spons baru.

    2. Piring Tidak Dicuci dengan Tepat

    Faktor lainnya karena piring tidak dibersihkan dengan tepat. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih.

    Maka jangan heran kalau masih terdapat sisa noda makanan yang menempel di permukaan piring setelah dicuci. Hal itu yang membuat piring dapat mengeluarkan aroma tak sedap.

    3. Dishwasher atau Kitchen Sink Kotor

    Mesin pencuci piring (dishwasher) yang sudah kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebab, bau dari dishwasher dapat menempel di permukaan piring yang telah dicuci.

    Oleh sebab itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

    Selain itu, kitchen sink atau wastafel yang kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, sebaiknya bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tidak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

    4. Noda Membandel

    Piring yang digunakan sehari-hari mungkin terdapat noda membandel yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu rendang atau sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang.

    Untuk menghilangkan noda membandel di piring, cobalah menggunakan air panas agar noda bisa larut. Setelah itu, bersihkan dengan sabun cuci piring dan spons yang berkualitas.

    Kalau permukaan piring sudah kotor dan kusam karena terdapat banyak noda membandel, sebaiknya buang piring tersebut dan menggantinya dengan yang baru.

    Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berulang kali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Soda Kue Bisa Atasi Masalah Saluran Air Tersumbat, Begini Caranya


    Jakarta

    Saluran air di wastafel, kamar mandi, atau kitchen sink bisa saja tersumbat. Kondisi ini terjadi karena ada sisa makanan, rambut, atau minyak yang menyumbat saluran pembuangan sehingga air tidak bisa keluar dengan lancar.

    Untuk mengatasi saluran air tersumbat, kamu bisa menggunakan cairan pembersih berbahan kimia. Namun, cairan ini terkadang bisa merusak material pipa karena mengandung bahan kimia keras.

    Sebagai solusinya, kamu bisa menggunakan bahan alami yang ada di dapur, salah satunya soda kue. Sebab, kandungan zat di soda kue dinilai efektif untuk mengatasi masalah di saluran air.


    Namun tidak cukup dengan soda kue saja, ada sejumlah bahan lain yang digunakan untuk mengatasi saluran air tersumbat. Biar nggak penasaran, simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Atasi Saluran Air Tersumbat dengan Soda Kue

    Dilansir situs The Spruce, kamu dapat mengatasi saluran air tersumbat dengan soda kue. Sebab, suda kue dapat melarutkan endapan mineral dan bahan organik seperti lemak, rambut, dan sisa makanan.

    Agar tidak salah, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Siapkan Bahan

    Selain soda kue, kamu juga perlu menyiapkan sejumlah bahan lainnya seperti air panas, sabun cuci piring, dan cuka putih. Siapkan juga alat seperti corong minyak agar lebih mudah menuangkan soda kue ke dalam saluran air.

    2. Tuang Sabun Cuci Piring

    Tuang sabun cuci piring secukupnya ke dalam saluran air. Sebaiknya gunakan sabun cuci piring yang bersifat anti lemak agar efektif mengatasi saluran air yang mampet.

    3. Tuang Air Panas

    Tuang air panas secara perlahan ke dalam saluran air yang sebelumnya sudah diisi sabun cuci piring. Kombinasi air panas dan sabun dapat membantu melarutkan sumbatan di saluran air.

    4. Masukkan Soda Kue

    Langkah selanjutnya adalah memasukkan sekitar 1/2 botol soda kue ke dalam saluran air. Kamu dapat menggunakan corong minyak untuk menuangkan soda kue jika saluran air terlalu kecil.

    5. Tuang Cuka Putih

    Setelah itu, tuang cuka putih ke dalam saluran air secara perlahan. Jangan kaget jika mendengar suara mendesis dari dalam saluran air. Hal itu wajar terjadi karena saat kedua bahan dicampur akan saling bereaksi satu sama lain.

    6. Siram dengan Air Panas Kembali

    Apabila suara mendesis dari dalam saluran air mulai hilang, itu tandanya reaksi antara cuka putih dan soda kue sudah selesai.

    Kini, detikers perlu menuangkan kembali 2 gelas air panas ke dalam saluran air secara perlahan. Jika air dapat mengalir dengan lancar, itu tandanya saluran air sudah tidak tersumbat lagi.

    Kapan Harus Membersihkan Saluran Air di Rumah?

    Dianjurkan untuk membersihkan saluran air setiap seminggu sekali dengan air mendidih yang dicampur dengan sabun cuci piring. Kalau saluran air sudah mulai tersumbat, ikuti langkah-langkah di atas agar air kembali mengalir dengan lancar.

    Apabila saluran air masih mampet walau sudah menggunakan soda kue, cobalah tambahkan sekitar 1/2 cangkir garam ke dalam saluran air. Diamkan selama semalaman agar garam dan soda kue dapat bereaksi.

    Setelah itu, siram saluran air dengan dua gelas air panas secara perlahan. Kemudian cek kembali saluran air apakah masih tersumbat atau sudah lancar. Kalau metode ini masih belum berhasil, segera panggil teknisi untuk mengatasi masalah saluran air yang mampet.

    Itulah cara mengatasi saluran air tersumbat dengan menggunakan soda kue. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Bahaya Buang Tisu ke Kloset Bukan Cuma Bikin Mampet


    Jakarta

    Tulisan berisi peringatan tidak membuat tisu ke dalam kloset pasti sering kita temui terutama ketika menggunakan toilet umum. Peringatan ini bukan hanya mengingatkan penggunanya untuk tidak membuang sampah sembarangan, melainkan ada makna lain.

    Tisu merupakan benda padat yang tidak mudah hancur meskipun wujudnya tipis. Hal ini bisa dibuktikan dengan cara merendam tisu di dalam cairan. Tisu tersebut hanya tenggelam ke dasar dan tidak hancur.

    Apabila kondisi serupa terjadi di dalam pipa pembuangan, tentu akan menimbulkan banyak masalah, salah satunya adalah menutup jalur air dan membuat mampet. Ini hanya satu masalah dari beberapa risiko yang bisa terjadi. Untuk lebih jelasnya, dilansir Scott English Plumbing, berikut hal yang bisa terjadi apabila membuang tisu ke dalam kloset.


    1. Efek Fatberg

    Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak. Penumpukan ini bisa bertambah luas hingga seperti gunung es. Apabila sudah sampai seperti ini akan terjadi sumbatan pada saluran pembuangan. Tanda-tanda saluran pembuangan sudah mampet adalah kotoran sulit turun dan muncul bau tak sedap dari area kamar mandi dan pipa pembuangan yang terhubung dengan septic tank.

    2. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Jika kondisi sumbatan sudah parah dan tidak segera diperbaiki, pipa pembuangan bisa rusak. Hal ini dikarenakan tidak ada ruang lagi untuk air dan kotoran lewat. Penumpukan benda di dalam pipa bisa memberikan tekanan yang berisiko terjadi kebocoran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com