Tag: pembuangan

  • Kapan Waktu Ideal buat Kuras Toren Air? Ini Rekomendasinya



    Jakarta

    Toren air adalah tempat untuk menyimpan cadangan air bersih di rumah. Meski isinya air bersih, penghuni rumah perlu membersihkan atau menguras toren air secara berkala.

    Jika toren air dibiarkan kotor, kualitas air bakal terganggu dan pipa bisa tersumbat. Soalnya, tangki ini mudah berlumut dan muncul endapan pasir hingga kapur.

    Lalu, kapan saatnya toren air dikuras dan dibersihkan? Berikut ini penjelasannya.


    Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega menganjurkan agar toren air dibersihkan secara teratur. Ia menyebutkan waktu untuk pengurasan sekitar 6 bulan sekali.

    “Kalau kita anjurannya 3 sampai 6 bulan sekali. Tapi balik lagi tergantung kualitas air. Kan ada yang pakai air tanah, terus misalnya banyak endapan pasir. Nah itu mungkin bisa lagi sering dikuras supaya nggak ada kotoran,” kata Mega kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Jika kalau kualitas air kurang bagus di rumah, sebaiknya kuras toren sebulan sekali. Kondisi air yang dimaksud seperti warnanya kekuningan, terdapat banyak sedimen atau berlumpur.

    “Kita sarankan lagi pakai filter air. Jadi setelah toren dipasang, nanti pasang filter air buat nyaring sedimen,” terangnya.

    Kemudian, cara kuras toren air sama seperti membersihkan wadah biasa sehingga dapat dilakukan sendiri. Beberapa toren air pun sekarang sudah ada yang punya pipa pembuangan di bawahnya. Dengan begitu, penghuni lebih mudah membuang air tanpa perlu memindahkan letak toren.

    Cara Cegah Toren Air Berlumut

    Selain itu, penghuni dapat mencegah pertumbuhan lumut berlebih untuk menjaga kebersihan air. Mega menyarankan untuk menggunakan toren yang kedap cahaya. Cahaya dapat memicu pertumbuhan jamur di dalam toren.

    Bukan soal warna toren, ia menegaskan ketebalan dindingnya yang mempengaruhi pertumbuhan lumut. Semakin tebal dinding toren, maka cahaya akan sulit masuk.

    “Warnanya kedap cahaya, itu dijamin nggak akan lumutan. Yang penting pokoknya nggak ada sinar matahari yang masuk ke dalam tangki. Jadi yang penting itu dindingnya kedap cahaya,” ujarnya.

    Penghuni dapat melakukan tes untuk mengecek kebocoran cahaya di dalem toren. Caranya dengan memasukkan kamera yang sedang merekam video, lalu tutup toren rapat-rapat.

    Setelah itu, cek hasil rekaman. Apabila video tersebut gelap gulita, dapat dipastikan toren kedap cahaya.

    Itulah tips seputar toren air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Gejala Awal Fondasi Rumah Retak, Bisa Berbahaya Kalau Diabaikan!


    Jakarta

    Salah satu hal pertama yang dibuat saat membangun rumah adalah fondasi. Struktur ini punya peran penting untuk memastikan bangunan kokoh dan tidak mudah hancur.

    Namun, bentuk fondasi sewaktu-waktu bisa berubah karena pergerakan tanah atau pemasangan yang kurang tepat. Dengan begitu kekuatan bangunan pun bisa berkurang.

    Nah, pemilik rumah perlu memerhatikan kondisi bangunan untuk mengidentifikasi masalah fondasi. Lalu, segera atasi masalah fondasi untuk mencegah masalah semakin besar.


    5 Tanda Fondasi Rumah Bermasalah

    Inilah pertanda kalau fondasi rumah bermasalah, dikutip dari family handyman.

    1. Rumput Liar Dekat Fondasi Rumah

    Pemilik rumah perlu waspada kalau melihat kumpulan rumput liar tumbuh di dekat fondasi. Kemungkinan ada kelembapan di area tersebut sehingga tumbuh rumput liar.

    Kelembapan berpotensi menimbulkan masalah pada fondasi. Apalagi kalau sampai tumbuh rumput, masalahnya bisa lebih besar karena ada retakan di dalamnya.

    2. Retak di Sekitar Rumah

    Kemudian, perhatikan kalau ada retakan di sekitar rumah karena itu bisa jadi tanda masalah fondasi. Retakan pada lantai umumnya disebabkan oleh fondasi rumah, sedangkan retakan pada eksterior tergantung pada arah retakannya.

    Kalau melihat retakan, ada baiknya untuk konsultasi dengan ahlinya. Segera atasi masalah fondasi sebelum kondisi rumah semakin parah.

    3. Masalah Drainase

    Selain itu, masalah drainase juga bisa berdampak pada fondasi rumah secara keseluruhan. Berawal dari saluran pembuangan utama yang tersumbat atau pipa bocor, bisa merembet menimbulkan ketidakseimbangan medan akibat kontraksi atau perluasan tanah. Pemilik dapat meminta tukang ledeng profesional untuk segera memperbaikinya.

    4. Lantai Tidak Rata

    Permukaan lantai yang tidak rata pun pertanda adanya masalah fondasi. Salah satu tanda lantai tidak rata adalah tumpahan air pada lantai mengalir ke satu arah. Walaupun kondisi seperti ini sudah biasa, sebaiknya pastikan sumber permasalahannya dengan ahlinya.

    5. Pintu dan Jendela Tersangkut

    Lalu, pintu dan jendela yang sulit dibuka dan ditutup karena tersangkut adalah pertanda fondasi bermasalah. Meski pintu dan jendela itu bisa mudah untuk diperbaiki, jangan sepelekan sumber masalahnya ya.

    Itulah pertanda fondasi rumah bermasalah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan Alami yang Ampuh Basmi Lalat di Rumah, Tanpa Semprotan Kimia!


    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu hewan yang banyak dibenci karena bisa membawa penyakit bagi manusia. Sebab, lalat bisa mengangkut virus dan bakteri yang ditularkan melalui makanan yang dihinggapinya.

    Pada umumnya, lalat dapat dibasmi menggunakan semprotan anti serangga yang dijual bebas di pasaran. Namun, kandungan zat kimia dari cairan tersebut bisa berbahaya jika terhirup manusia dalam jumlah banyak.

    Jika enggan memakai semprotan anti serangga, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk membasmi lalat, yakni dengan bahan-bahan alami. Bahkan, bahan tersebut diklaim lebih ampuh membunuh serangga tersebut.


    Cara Ampuh Basmi Lalat dengan Bahan Alami

    Ada sejumlah bahan alami yang disebut ampuh untuk membasmi lalat di rumah. Dilansir situs Martha Stewart, berikut cara-caranya:

    1. Cuka Apel

    Bahan yang pertama adalah menggunakan cuka apel. Kandungan asam dan rasa sedikit manis pada cuka apel dapat menarik perhatian lalat untuk mendekat.

    Kamu bisa membuat perangkap dengan menggunakan cuka apel. Caranya dengan menuang sedikit cuka apel ke dalam mangkuk kecil dan tutup dengan plastik pembungkus, lalu buat beberapa lubang di atasnya.

    Letakkan wadah berisi cuka apel di area yang sering dilalui lalat. Biarkan selama beberapa jam agar lalat masuk ke dalam perangkap sederhana itu.

    2. Cuka dan Sabun Piring

    Kombinasi cuka dan sabun cuci piring ternyata dinilai ampuh untuk membasmi lalat di rumah. Caranya dengan mencampur sedikit cuka apel dan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam gelas panjang.

    Setelah itu, tutup gelas tersebut dengan bungkus plastik secara rapat dan diikat dengan karet agar kuat. Lalu beri lubang kecil-kecil di atas bungkus plastik.

    Lalat akan tertarik dengan bau cuka yang tersebar ke seluruh ruangan. Setelah masuk ke dalam perangkap, lalat perlahan akan mati karena tercebur ke dalam larutan penuh sabun cuci piring.

    3. Tanaman Herbal

    Menanam tanaman herbal seperti daun mint dapat membasmi lalat agar tidak datang lagi ke rumah. Sebab, tanaman ini mengeluarkan aroma tajam yang tidak disukai serangga terbang itu.

    Letakkan tanaman herbal tersebut di dekat pintu, jendela, atau teras rumah. Bisa juga di area yang sering ditemui ada lalat, seperti dapur dan meja makan.

    Penyebab Lalat Muncul di Rumah

    Lalat termasuk serangga yang tertarik pada lingkungan dengan sumber makanan yang mudah didapat, terutama bahan organik yang membusuk. Selain memiliki indra penciuman tajam, lalat bisa masuk ke rumah lewat pintu atau jendela yang terbuka karena tertarik oleh aroma makanan di dalam ruangan.

    “Selain itu, lalat dapat terbawa masuk ke dalam ruangan melalui buah-buahan, sayuran, atau barang-barang lain yang dibawa dari luar,” kata Kepala Entomologi di Aptive, Trent Frazer.

    Frazer menyebut lalat juga dapat berkembang biak di saluran pembuangan air, talang air, atau pipa yang bocor. Di dalam ruangan, lalat juga bisa bersembunyi di tempat gelap dan terpencil.

    “Pada siang hari lalat dapat bersembunyi di tempat gelap dan terpencil, sedangkan saat malam hari mereka aktif mencari makanan,” ujarnya.

    Selain itu, lalat juga tertarik datang ke rumah karena menemukan beberapa hal yang disukainya, seperti ada bangkai hewan, sampah busuk, kotoran hewan, piring yang belum dicuci, atau makanan busuk di dapur.

    Demikian tiga cara ampuh basmi lalat di rumah dengan bahan alami. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Usir Lalat biar Nggak Balik Lagi ke Rumah


    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu serangga yang sering masuk rumah. Serangga itu bisa masuk dari celah yang ada dan keberadaannya kerap mengganggu penghuni rumah.

    Dilansir dari Martha Stewart, menurut COO dan entomolog tersertifikasi di Arrow Termite & Pest Control, Jacob Cohn, hidup lalat memang tidak lama tapi bisa bereproduksi dengan cepat. Lalat betina bisa menghasilkan 75-150 telur dalam sekali reproduksi.

    Biasanya, induk lalat bertelur di tempat yang hangat dan lembap seperti garasi, loteng atau di kebun, menurut entomolog di Hawx Pest Control Daniel Baldwin.


    “Umur hidup mereka yang pendek, dikombinasikan dengan reproduksi yang cepat, berarti mereka dapat dengan cepat menjadi serangan besar-besaran-terutama di lingkungan yang hangat dan kaya makanan seperti dapur dan kamar mandi,” tuturnya, dikutip dari Martha Stewart, Senin (27/10/2025).

    Maka tak heran penghuni rumah banyak yang ingin memberantas lalat. Keberadaannya selain mengganggu juga bisa menyebarkan penyakit karena lalat adalah hewan pembawa penyakit yang bisa menyebabkan diare hingga kolera.

    Sebelum mengetahui cara membasmi lalat, yuk ketahui dulu penyebab adanya lalat di rumah.

    Penyebab Ada Lalat di Rumah

    Lalat tertarik pada lingkungan yang memiliki sumber makanan, terutama bahan organik yang membusuk. Mereka bisa masuk ke rumah lewat pintu atau jendela yang terbuka.

    “Mereka juga dapat menghuni area dengan genangan air, seperti saluran pembuangan, talang, atau pipa bocor. Di dalam ruangan, lalat dapat bersembunyi di area gelap dan terpencil pada siang hari dan aktif di malam hari untuk mencari makanan,” ujar kepala entomolog dan senior director of quality assurance di Aptive, Trent Frazer.

    Beberapa hal yang bisa menarik lalat masuk ke rumah yaitu:

    – Buah dan sayur yang sudah matang

    – Kotoran hewan atau manusia

    – Bangkai hewan

    – Piring yang belum dicuci

    – Sampah

    – Makanan busuk

    – Susu

    – Nektar

    – Makanan manis

    Cara Usir Lalat dari Rumah

    Pakai Cuka Apel

    Lalat tertarik pada bau. Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan cuka apel.

    Caranya, tuang cuka apel ke dalam mangkuk kecil, tutup dengan plastic wrap, tusuk beberapa bagian agar menjadi lubang. Nantinya lalat itu akan masuk ke dalam, terperangkap, dan tenggelam.

    Tanam Tanaman Aroma Kuat

    Tanaman dengan aroma kuat seperti mint bisa mengusir lalat. Taruh tanaman mint di dekat jendela, pintu, dan luar ruangan. Aroma yang kuat ini akan menarik lalat dan mencegah mereka masuk ke dalam rumah.

    Gunakan Jasa Profesional

    Cara lainnya adalah menggunakan jasa profesional untuk membasmi lalat. Ini bisa digunakan jika lalat masih ada meski sumber makanan sudah dihilangkan. Bisa saja ada sarang tersembunyi yang tidak bisa ditemukan oleh pemilik rumah.

    Cara Cegah Lalat Masuk Rumah

    Basmi Tempat Perkembangbiakan Lalat

    Bersihkan saluran pembuangan dan buang sisa makanan sesering mungkin. Kalau ada hewan peliharaan, jangan tinggalkan makanan di tempat makanan terbuka dan mudah dijangkau.

    Pasang kasa halus di atas saluran pembuangan untuk mencegah lalat dewasa masuk dan bertelur. Selain itu, pastikan tempat sampah tertutup rapat dan buang kotoran hewan peliharaan setiap hari.

    Simpan Makanan

    Jika ada makanan sisa, sebaiknya disimpan di wadah tertutup. Apabila ada makanan yang terlalu matang atau busuk, segera buang.

    Tutup Celah Masuk Lalat

    Pasang kasa pada jendela dan pintu juga bisa mencegah lalat masuk rumah. Tutup celah dan retakan dinding dengan sealant.

    Kontrol Kelembapan

    Cara lainnya adalah mengontrol kelembapan dengan cara memperbaiki keran yang bocor. Lalu, pastikan lantai tetap kering dan ada ventilasi yang baik agar tidak lembap.

    Itulah penyebab adanya lalat dan cara mengusirnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Mesin Cuci Bergetar Kencang Saat Dipakai? Bisa Jadi Ini Sebabnya


    Jakarta

    Mesin cuci yang berfungsi normal akan sedikit mengalami getaran ketika sedang membilas pakaian. Namun, dalam beberapa kasus mesin cuci bisa bergetar kencang.

    Hal tersebut bikin pemilik rumah panik dan khawatir karena getaran atau goyangan dari mesin cuci sangat kencang. Getaran tersebut biasanya diiringi dengan bunyi “Duk-duk!” selagi mesin cuci terus berputar.

    Sebenarnya, ada penyebab mesin cuci bisa mengalami getaran sangat kencang ketika sedang digunakan. Namun tak perlu khawatir karena masalah ini bisa diatasi dengan mudah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Mesin Cuci Bergetar Kencang

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan mesin cuci dapat bergetar hebat ketika digunakan. Dilansir situs Whirlpool, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Beban Tidak Seimbang

    Penyebab utama mesin cuci bergetar kencang karena beban yang tidak seimbang. Hal ini dipicu karena pakaian tidak terdistribusi secara merata. Saat membilas pakaian, sisi yang lebih berat membuat tabung mesin cuci berputar tidak seimbang sehingga menimbulkan getaran hebat.

    2. Posisi Mesin Cuci Tidak Seimbang

    Faktor lain yang menyebabkan mesin cuci bergetar hebat karena posisinya yang tidak seimbang. Misalnya, posisi lantai di rumah sedikit miring atau terdapat ganjalan di bawah mesin cuci sehingga tidak rata.

    Mesin cuci akan bergetar saat menggiling pakaian, tetapi tidak terlalu kencang. Kalau posisi mesin cuci yang tidak rata maka bisa menimbulkan getaran hebat saat membilas pakaian.

    3. Kelebihan Beban

    Selain beban yang tidak seimbang, mesin cuci juga bergetar karena kelebihan beban. Perlu diketahui, mesin cuci memiliki kapasitas tabung yang berbeda-beda.

    Ada mesin cuci yang punya kapasitas 6-7 kg dan cocok untuk memenuhi keluarga kecil. Lalu ada juga mesin cuci berkapasitas yang lebih besar yang memuat 8-10 kg pakaian.

    4. Saluran Air Mesin Cuci Tidak Berfungsi

    Penyebab lainnya karena saluran air pembuangan di mesin cuci tidak berfungsi dengan baik, sehingga menimbulkan getaran atau goyangan. Kondisi ini biasanya dipicu oleh pipa air yang tersumbat, sehingga air dari dalam mesin cuci tidak dapat mengalir dengan lancar.

    Cara Atasi Mesin Cuci yang Bergetar Kencang

    Cara mengatasi mesin cuci yang bergetar kencang bisa berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Berikut langkah-langkah untuk mengatasinya:

    1. Cek Pakaian di Tabung Mesin Cuci

    Jika penyebabnya karena beban yang tidak seimbang, segera setop mesin cuci secara paksa. Lalu, atur kembali pakaian agar bebannya seimbang. Setelah itu, nyalakan kembali mesin cuci dan pastikan getarannya sudah hilang.

    2. Letakkan Mesin Cuci di Tempat yang Datar

    Kalau posisi mesin cuci tidak seimbang, sebaiknya pindahkan ke tempat yang datar. Cara ini dapat mengatasi mesin cuci yang bergetar kencang karena posisinya tidak stabil.

    3. Cek Bagian Tabung Mesin Cuci

    Terkadang, mesin cuci dapat bergetar hebat karena peredam kejut atau bantalan tabung sudah usang atau mengalami aus akibat pemakaian. Untuk memperbaikinya terbilang cukup rumit. Maka dari itu, sebaiknya hubungi teknisi dari produsen mesin cuci untuk mengganti bantalan tabung.

    Demikian penyebab dan cara mengatasi mesin cuci yang bergetar hebat saat digunakan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Kaki Seribu Muncul saat Musim Hujan, Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Saat musim hujan, berbagai hewan terkadang muncul di rumah, salah satunya kaki seribu. Hewan yang satu ini sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia tapi ada saja penghuni rumah yang ingin mengusirnya.

    Dikutip dari Southern Living, kaki seribu biasanya tinggal di bawah tanah. Mereka menyukai tempat yang lembap dan gelap. Kaki seribu juga tertarik pada tumpukan daun kering, mulsa, hamparan bunga, dan batu di sekitar rumah.

    Tapi, bukan tanpa alasan kaki seribu masuk ke rumah lho. Berikut ini penyebab dan cara mencegah kaki seribu masuk rumah.


    Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

    Karena kaki seribu menyukai tempat yang sejuk dan lembap, jangan heran kalau mereka tiba-tiba muncul di rumah. Biasanya, karena hujan terlalu lebat menyebabkan lingkungan yang basah membuat mereka mencari tempat berteduh. Kaki seribu menyukai ruangan sempit, dingin, gelap, dan lembap.

    Cara Cegah Kaki Seribu Masuk Rumah

    Penghuni tak perlu khawatir karena ada beberapa cara untuk mencegah kaki seribu masuk rumah. Berikut ini informasinya.

    Hilangkan Genangan Air

    Salah satu cara untuk mencegah kaki seribu masuk ke dalam rumah adalah dengan memeriksa genangan air di sekitar fondasi. Sebab, genangan air dapat menarik perhatian kaki seribu.

    Jika ada kerat atau pipa yang bocor, segera perbaiki. Lalu, pasang pelindung percikan, saluran pembuangan atau pipa untuk mencegah air terkumpul di sekitar fondasi.

    Hilangkan Kelembapan

    Langkah selanjutnya adalah periksa fondasi rumah. Singkirkan apa pun yang dapat menyebabkan kelembapan. Lalu, bersihkan tempat persembunyian kaki seribu, misalnya membuang tanaman mati, tumpukan daun, batu, atau mulsa.

    Tutup Celah Rumah

    Kaki seribu bisa masuk rumah melalui celah, retakan, atau bukaan pada pintu dan jendela. Segera tutup semua retakan pada dinding fondasi untuk mencegah mereka masuk melalui celah-celah di rumah.

    Itulah penyebab dan cara mencegah kaki seribu masuk rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Dianggap Sepele, Ini 4 Biang Kerok Lantai Keramik Ambles


    Jakarta

    Ketika lantai dibuat tidak sesuai standar, pasti ada saja masalah yang timbul. Salah satunya adalah lantai ambles, tidak lagi rata layaknya lantai rumah pada umumnya.

    Kondisi lantai yang ambles berbeda-beda, ada yang hanya satu keramik, ada yang seluruh permukaan turun, ada yang hanya pinggiran yang masuk ke dalam tanah, dan sebagainya. Seluas apa pun perubahannya, pemilik rumah harus tetap waspada.

    Lantai pasti memiliki material penutup, seperti keramik. Ketika lantai tersebut ambles, otomatis materialnya akan terkena tekanan dari dua arah berbeda. Alhasil keramik bisa pecah dan berbahaya saat terinjak. Pecahan keramik ini bisa merobek kulit karena ujung keramik cukup tajam.


    Untuk mencegah dan mengatasi masalah ini, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu penyebabnya dahulu. Dilansir dari True Level Concrete, berikut beberapa penyebab lantai rumah ambles.

    1. Tanah di Bawahnya Tidak Padat

    Penyebab paling umum lantai rumah tiba-tiba ambles adalah tanah di bawahnya tidak dapat menopang permukaan lantai di atasnya. Tanah dan struktur isi lantai tersebut tidak penuh sehingga ada ruang kosong yang tidak bisa menyokong tekanan dari atas.

    2. Lantai Lembap

    Saat membangun rumah, ahli bangunan sudah memiliki teknik agar kelembapan tidak dapat masuk ke rumah. Celah kelambapan itu bukan hanya dari sumber-sumber air di kamar mandi, pipa pembuangan, atau keran di rumah, melainkan bisa dari dalam tanah. Ketika tidak ada pelindung di bagian lantai, kelembapan dapat mudah menerobos dan membentuk celah di antara keramik. Air pun bisa masuk di antara lapisan tanah dan struktur paling bawah rumah. Hal ini yang menyebabkan tanah di bawahnya akan mudah tergerus dan susunannya tidak begitu padat.

    3. Pergerakan tanah

    Pergerakan tanah merupakan fenomena alam yang mungkin saja terjadi. Ciri-cirinya bisa terlihat jelas pada bangunan, tetapi terkadang tidak disadari. Selain itu, memang sudah sifat tanah yakni mengembang saat basah, dan menyusut saat kering.

    Pergerakan tanah tidak dapat dianggap sepele karena hampir sama dengan longsor. Perubahan iklim dan waktu juga dapat menyebabkan tanah bergerak. Apabila ada perubahan pada lantai, dinding, hingga ke tanah di halaman, langsung laporkan kepada ahli untuk dilakukan pemeriksaan. Apabila memiliki modal lebih, sebaiknya pindah dari sana untuk mencari rumah yang lebih aman.

    4. Ada Masalah pada Struktur Bangunan

    Kerusakan lantai dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti salah mendesain struktural, kondisi tanah di bawah rumah, atau usia bangunan tersebut.

    Itulah beberapa penyebab lantai rumah ambles, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Ciri-ciri Rumah Bekas yang Tak Terawat, Hati-hati Kalau Mau Beli!


    Jakarta

    Rumah second atau bekas menjadi opsi hunian bagi pencari rumah yang tak sanggup beli baru. Harga rumah bekas bisa lebih rumah karena bangunannya sudah lama.

    Namun, jangan buru-buru beli rumah bekas ya. Pencari rumah mesti cek dulu keadaan bangunannya.

    Pasalnya, rumah lama biasanya terdapat kerusakan. Nah, pemburu rumah perlu perhitungkan apakah mampu menanggung biaya perbaikan setelah pembelian atau tidak.


    Sebaiknya membeli rumah bekas yang terawat. Dengan begitu, pembeli tak perlu terlalu banyak mengeluarkan biaya renovasi.

    Para pencari rumah harus tahu ciri-ciri rumah yang bangunannya kurang terawat. Simak ulasannya berikut ini.

    Ciri-ciri Bangunan Rumah Tak Terurus

    Inilah beberapa ciri-ciri rumah yang membutuhkan perawatan karena kurang terurus, dikutip dari Bluenote Painting.

    1. Tumbuh Rumput Liar Tinggi di Pekarangan

    Pertanda paling jelas untuk mengetahui rumah sudah lama tak dirawat bisa dilihat dari pekarangannya. Kondisi pekarangan mencerminkan bagaimana perawatan rumah.

    Rumah yang tidak dirawat biasanya banyak rumput liar yang menjulang tinggi di halaman. Padahal, halaman rumah perlu dibersihkan setidaknya sebulan sekali agar terawat.

    2. Cat Eksterior Pudar atau Terkelupas

    Kemudian, perhatikan juga kondisi cat eksterior rumah. Kalau warnanya memudar dan lapisannya terkelupas, bisa jadi kualitasnya kurang baik, terlalu lembap, atau ada kebocoran.

    3. Cat Interior Rusak

    Selain itu, cek juga kondisi cat interior rumah. Cat interior seharusnya lebih tahan lama daripada cat eksterior karena berada di dalam bangunan. Jika tampilan cat interior kurang bagus seperti eksterior rumah, kemungkinan akan diperlukan perbaikan besar-besaran.

    4. Perangkat Rumah Rusak

    Terakhir, periksa perangkat dan bagian-bagian penting di rumah, termasuk sistem kelistrikan, air, dan saluran pembuangan. Kalau ketiga sistem tersebut bermasalah, pemilik baru perlu melakukan perbaikan.

    Itulah tanda-tanda rumah tidak terawat. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Buang Tisu ke Kloset Bisa Picu Masalah pada Septic Tank


    Jakarta

    Banyak masyarakat yang terbiasa membuang tisu ke dalam kloset. Padahal, di dalam kamar mandi sudah disediakan tempat sampah untuk membuang tisu bekas pakai.

    Banyak orang yang menilai jika tisu, terutama tisu toilet, mudah hancur jika terkena air. Hal tersebut yang menjadi alasan banyak orang memilih membuang tisu secara langsung ke dalam toilet.

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, memang ada beberapa jenis tisu yang dinilai cepat terurai saat terkena air, yakni tisu toilet daur ulang, tisu dari bambu, tisu satu lapis (1 ply), dan tisu dua lapis (2 ply) yang lembut.


    Meski keempat jenis tisu tersebut dapat dengan mudah hancur ketika terkena air, tapi bukan berarti bisa dibuang langsung ke dalam kloset. Selain kloset jadi terlihat kotor, kebiasaan buruk ini bisa menimbulkan masalah di septic tank.

    Sebagai informasi, air limbah dari dalam rumah akan dibuang ke septic tank. Di dasar septic tank terdapat lapisan lumpur yang mengendap, sedangkan limbah yang lebih ringan akan membentuk lapisan buih yang mengapung di permukaan.

    Lalu, ada bakteri baik di dalam septic tank yang dapat mengurai limbah organik. Sedangkan limbah cair akan mengalir keluar ke saluran pembuangan.

    Bahaya Membuang Tisu ke Kloset

    Tisu toilet yang dibuang ke dalam kloset, terutama jenis tisu yang lapisannya tebal, tidak akan mudah terurai dengan cepat. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyumbatan di saluran pembuangan dan memenuhi kapasitas septic tank.

    Selain itu, tisu yang memiliki bahan kimia tambahan seperti aroma wangi, juga dapat membahayakan sistem pembuangan di septic tank. Zat kimia tambahan ini dapat mengurangi efisiensi bakteri dengan cara membunuh bakteri baik yang berfungsi penting untuk mengurai limbah organik.

    Akibat kebiasaan membuang tisu ke dalam kloset bisa mengganggu fungsi septic tank untuk menampung limbah. Hal ini dapat memicu masalah yang lebih parah di kemudian hari, seperti penyumbatan pipa pembuangan dan potensi terjadinya penumpukan limbah.

    Kapasitas septic tank juga akan berkurang karena terlalu banyak dipenuhi sampah tisu. Jika septic tank di rumah tak pernah disedot dan terus dipenuhi sampah, maka bisa saja memicu ledakan septic tank di kemudian hari.

    Itulah alasan jangan membuang tisu ke dalam kloset karena mengganggu fungsi septic tank. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Bau Tak Sedap di Rumah? Coba Cek 7 Tempat Ini


    Jakarta

    Rumah yang bersih dan harum bisa bikin penghuni merasa nyaman. Terkadang ada pemilik rumah yang sampai memasang pengharum ruangan agar udara terasa lebih segar.

    Namun, ada rumah yang mau diberi pengharum ruangan pun tetap muncul bau tak sedap. Kalau seperti ini, pemilik perlu mengatasi bau dari sumber masalahnya.

    Lalu, apa saja yang bikin rumah bau? Coba periksa tempat-tempat berikut ini di rumah.


    Sumber Bau Tak Sedap di Rumah

    Inilah beberapa titik di rumah yang bisa jadi penyebab rumah bau, dikutip dari Real Simple, Kamis (6/11/2025).

    1. Tempat Sampah

    Sumber bau tak sedap yang paling jelas di rumah adalah tempat sampah. Sisa makanan yang menumpuk menimbulkan bau di dapur. Mungkin penghuni rumah sudah rajin buang sampah ke luar rumah. Akan tetapi, kalau tempat sampahnya jarang dibersihkan, baunya masih bisa bertahan di dalam rumah.

    2. Kulkas

    Lalu, periksa kulkas jika mencium aroma enggak enak di dapur. Bau itu bisa saja muncul dari tumpahan minuman, makanan basi, dan wadah makanan yang tak ditutup di dalam kulkas.

    Suhu dingin di lemari es dapat memperlambat pertumbuhan bakteri, tetapi hal itu tidak menghentikannya sepenuhnya. Bau tak sedap pun bisa bertahan lama. Oleh karena itu, penghuni perlu membersihkan kulkas secara berkala.

    3. Kotak Kotoran Hewan Peliharaan

    Hewan peliharaan bisa mengeluarkan dan meninggalkan bau di rumah, apalagi di kotak kotorannya. Pastikan untuk rajin memandikan hewan peliharaan dan membersihkan rumah, terutama area kotak kotoran.

    4. Baju Basah

    Jangan meninggalkan pakaian kotor di kamar mandi. Pakaian itu bakal lembap gegara uap yang terbentuk setiap kali mandi. Hal ini memicu pertumbuhan bakteri sehingga muncul bau.

    5. Rak Sepatu

    Terkadang kaki bisa bau akibat kotoran dan keringat. Bau itu dapat menempel di sepatu. Nah, kalau penghuni menyimpan banyak sepatu dengan kondisi tersebut di rak sepatu, tentu akan terkumpul aroma tak sedap. Apalagi kalau rak sepatu tidak ada ventilasi yang baik, kelembapan dan bakteri akan terbentuk.

    Sebaiknya biarkan sepatu kering dulu dari keringat dan air hujan. Cuci dan lap sepatu secara berkala untuk menghilangkan kotoran. Lalu, simpan sepatu di tempat yang sirkulasi udaranya memadai.

    6. Tempat Tidur

    Tempat tidur bisa jadi sumber bau di rumah. Keringat dan kotoran dari tubuh bisa menumpuk pada seprai kasur. Nah, seprai ini perlu dicuci dan diganti secara berkala agar tidak timbul bau.

    Selain itu, matras juga bisa menyimpan kelembapan, tungau, kotoran, dan cairan. Semua itu dapat menyebabkan bau apak. Sebaiknya kasur dibersihkan secara menyeluruh setiap enam bulan sekali.

    7. Kamar Mandi

    Terakhir, sumber bau dapat berasal dari kamar mandi. Misalnya pada lubang pembuangan ada penumpukkan kotoran yang bikin bau. Penghuni perlu sekali-kali membersihkan lubang tersebut.

    Lalu, bau juga muncul dari lubang kloset. Kloset menjadi sarang bakteri dan jamur berkembang. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan dan mendesinfektan kloset secara rutin.

    Itulah beberapa sumber bau di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com