Tag: pembuangan

  • Catat! Ini 7 Tanda Genteng Bocor dan Cara Mudah Mengatasinya


    Jakarta

    Genteng rumah bocor kerap tidak disadari oleh penghuninya karena baru ketahuan apabila atap diguyur air dalam waktu yang lama dan sering. Maka dari itu, kebocoran baru disadari setelah air masuk ke bagian dalam rumah.

    Biasanya genteng bocor bisa disadari dari sejumlah tanda yang terlihat dari dalam rumah. Mengutip dari Angi, Senin (22/7/2024) berikut 7 tanda-tanda genteng bocor dan cara mengatasinya.

    Tanda Genteng Rumah Bocor

    1. Muncul Warna pada Permukaan Plafon

    Jika kamu melihat noda warna kuning kecoklatan pada langit-langit rumah atau plafon, itu merupakan tanda genteng rumah kamu bocor. Air yang menggenang pada langit-langit atau plafon rumah membuat permukaannya lembap sehingga muncul noda warna tersebut. Titik air rembesan dapat berasal bagian tengah pada ruangan tetapi juga bisa di sekitar tembok.


    Apabila kamu melihat air rembesan mencapai tembok, maka kamu perlu mengecek sumber kebocoran dan memperbaikinya. Dengan begitu tidak ada lagi kerusakan pada plafon seperti terbentuknya bingkai yang membusuk hingga tumbuh jamur.

    2. Muncul Jamur pada Dinding terluar

    Munculnya jamur pada dinding luar, bisa menjadi tanda-tanda genteng bocor. Gunakan meteran untuk mengukur seberapa jauh titik jamur dari sudut atau pintu. Lalu,ukur dengan jarak yang sama di bagian luar tembok untuk mencari penyebabnya. Jika talang air miring ke arah rumah atau saluran pembuangan air mengalir di dekat dinding, kemungkinan besar itu adalah akar masalahnya.

    3. Ada Suara Air Menetes dari Atap

    Tanda paling mudah yang dikenali adalah suara air jatuh dari atap. Biasanya air menetes kita dengar dari kamar mandi, keran, atau wastafel, tetapi jika sumber suaranya dari atap itu sudah menjadi tanda paling jelas genteng bocor.

    4. Genteng Retak, Rusak, atau Bergeser

    Air masuk jika ada celah pada genteng. Celah ini bisa timbul karena posisi genteng yang bergeser, genteng rusak, hingga genteng tersebut retak. Jika kamu melihat ada genteng dengan kondisi seperti itu, pastikan kamu memperbaiki atau menggantinya secepat mungkin untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

    5. Flashing Rusak atau Hilang

    Biasanya pada atap rumah yang memiliki ventilasi, terdapat flashing untuk melindungi rumah dari kebocoran. Flashing ini juga bisa jadi jalan masuknya air. Biasanya disebabkan karena kerusakan karena badai dan angin kencang. Jika sudah begitu, kamu harus mengganti dengan flashing baru atau merombak ventilasi tersebut.

    6. Genangan air

    Setelah mendengar ada tetesan air pada plafon, kamu juga perlu melihat apakah ada genangan air di balik plafon tersebut. Jika kamu melihat genangan air, kamu harus mencari sumber air di dekat sana, lalu mengganti plafon yang rusak. Selain itu genangan air juga bisa ditemukan pada lantai. Air bisa sampai ke bawah karena ada celah juga pada plafon.

    7. Pipa Air Rusak

    Pipa air berperan penting untuk membuang air terutama saat hujan. Jika pipa kamu rusak atau tersumbat, air justru meluap dan tidak maksimal terbuang melalui pipa tersebut. Alhasil ada air yang menyebar ke area lain yang seharusnya tetap kering.

    Cara Mengatasi Genteng Rumah Bocor

    1. Cari lokasi atap yang bocor
    2. Cek kerusakan pada pipa air
    3. Ganti genteng yang pecah atau rusak
    4. Ganti lapisan atap yang lama
    5. Pasang dek atap yang baru

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Kloset Mengeluarkan Suara Berisik dan Gelembung Usai Disiram


    Jakarta

    Usai digunakan dan disiram, apakah kloset di rumahmu mengeluarkan suara mendesis atau bunyi gemericik? Dan apakah bunyi tersebut disertai keluarnya gelembung?

    Sebagian orang mengeluhkan toilet di kediamannya mengeluarkan suara berisik setelah disiram. Hal ini tak jarang membuat mereka khawatir bakal terjadi sesuatu dengan kloset beserta sistem pembuangannya.

    Kira-kira apa ya penyebab toilet mengeluarkan bunyi? Lantas, adakah cara untuk mengatasinya?


    5 Penyebab Kloset Mengeluarkan Suara dan Cara Mengatasinya

    Dilansir situs Paschal Air, Plumbing, & Electrics dan The Spruce, berikut beberapa kemungkinan penyebab kloset mengeluarkan suara dan cara mengatasinya:

    1. Saluran Pembuangan Mampet

    Saluran pembuangan tersumbat bisa dibilang penyebab paling umum keluarnya suara berisik dari toilet. Saluran yang tersumbat membuat air tidak mengalir lancar sehingga menggenang di dalam pipa. Saat air menggenang, gelembung udara bisa muncul dan suara bluk-bluk juga terdengar.

    Penyumbatan saluran dapat disebabkan banyak hal, di antaranya karena penumpukan sampah di pipa seperti tisu toilet, barang atau mainan yang jatuh, dan kotoran lain. Pada beberapa kasus, saluran pembuangan yang mampet bisa mengakibatkan kloset meluap.

    Masalah saluran toilet yang mampet perlu segera diatasi. Kamu bisa coba menggunakan penyedot toilet untuk menyedot sampah atau kotoran yang menyumbat. Dengan begitu, salurannya dapat lancar kembali.

    2. Pipa Kloset Rusak

    Penyebab lain toilet mengeluarkan suara berisik dan bergelembung yaitu pipa pembuangan yang pecah akibat akar pohon yang tumbuh mengenai saluran atau karena faktor usia. Saluran pembuangan toilet bisa-bisa bocor dan menimbulkan masalah yang lebih serius.

    Kalau kondisinya seperti ini, maka pipa perlu segera diperbaiki. Kamu dapat memanggil tukang ledeng untuk memeriksa dan membereskannya.

    3. Septic Tank Penuh

    Air dan kotoran yang disiram melalui kloset akan mengalir ke septic tank. Seiring penggunaannya, tangki limbah ini bisa kelebihan muatan alias kepenuhan. Kondisi ini yang bisa menimbulkan gelembung dan bunyi gemericik dari kloset. Jika septic tank penuh maka kamu bisa menghubungi jasa sedot WC.

    4. Tekanan Air Terlalu Tinggi

    Pada kloset duduk, pasokan air bisa menyebabkan toilet bergelembung dan mengeluarkan suara. Bila tekanan airnya terlalu tinggi, aliran air mengalir dengan cepat melewati pipa sehingga menimbulkan gelembung udara dan bunyi desisan yang bergetar. Nantinya, gelembung akan naik ke permukaan mangkuk toilet dan kamu bisa melihat kloset bergelembung.

    Di sisi lain, tekanan air yang terlalu rendah bisa pula membuat toilet muncul gelembung. Tekanan ini membuat air mengalir terlalu lambat di pipa sehingga air di mangkuk toilet menjadi stagnan. Dan kondisi ini juga dapat menyebabkan gelembung muncul di kloset.

    Kalau ahli memperbaiki masalah seperti ini, kamu dapat memperbaikinya secara mandiri. Namun jika tidak, tidak apa memanggil tukang ledek untuk membetulkannya.

    5. Katup Pengisian Rusak

    Katup pengisi di kloset umumnya terdapat pelampung yang naik turun tergantung level air di dalamnya. Fungsinya untuk mengatur air yang masuk ke tangki toilet setelah tiap kali menyiram.

    Saat pelampung turun, katup terbuka sehingga memungkinkan tangki mengisi ulang air. Usai air mencapai level tertentu, katup tertutup rapat agar mencegah air meluap dari tangki.

    Sama seperti barang lain, katup pengisi ini bisa rusak seiring berjalannya waktu. Akibatnya, kloset mengeluarkan suara mendesis. Semakin keras suara yang terdengar, umumnya katup akan rusak kian parah. Maka dari itu, segera perbaiki katup pengisian kloset agar tidak menyebabkan banjir gara-gara pasokan air yang meluap.

    Nah, itu tadi sederet penyebab kloset mengeluarkan suara dan cara mengatasinya. Semoga jadi informasi yang membantu!

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Cacing Muncul di Kamar Mandi? Begini Cara Cegah dan Basminya


    Jakarta

    Terkadang cacing bisa muncul di kamar mandi melalui saluran air. Hewan melata satu ini memang menyukai tempat lembap, sehingga wajar saja kalau ditemukan di kamar mandi atau saluran air.

    Kalau dibiarkan, cacing dapat berkembang biak dan semakin banyak. Oleh karena itu, kamu harus segera membasmi cacing di kamar mandi.

    Lantas, bagaimana cacing bisa masuk kamar mandi? Gimana cara membasmi cacing?


    Nah, bagi kamu yang geli dengan cacing tidak perlu khawatir! Berikut ini penjelasan mulai dari alasan hingga cara mencegah cacing muncul di kamar mandi, dikutip dari Germany Brilliant, Senin (5/8/2024).

    Alasan Cacing Masuk ke Kamar Mandi

    Sebelum membasmi cacing, kamu harus tahu penyebab cacing bisa masuk ke kamar mandi. Cacing yang biasa muncul di kamar mandi biasanya terbawa karena aliran air yang berada di bawah rumah.

    Cacing akan muncul pada rumah yang menggunakan aliran air tanah atau sumur bor yang belum diolah. Penyebab lainnya adalah sistem drainase rumah yang buruk juga bisa menyebabkan cacing masuk ke kamar mandi yang lembab.

    Apalagi jika sela-sela lantai keramik memiliki celah. Oleh karena itu, sangat penting untuk merawat setiap jalur aliran masuk dan keluar air untuk meminimalisir kemunculan cacing ke dalam rumah.

    Cara Membasmi Cacing di Kamar Mandi

    Kalau menemukan cacing di kamar mandi, kamu bisa dengan mudah membuangnya ke lubang pembuangan dengan menyiram menggunakan air. Sebab mereka bisa muncul kembali ke kamar mandi lewat celah-celah yang ada.

    Maka dari itu, disarankan untuk menggunakan cairan khusus yang dapat mematikan cacing. Dengan membersihkan kamar mandi dengan karbol atau detergen secara rutin terbukti ampuh membantu membasmi pertumbuhan cacing di kamar mandi.

    Jika menggunakan cairan pembersih kimia, cukup tuangkan ke sela-sela lantai keramik yang terbuka. Kamu juga bisa langsung menuangkan cairan tersebut ke atas tubuh cacing saat menemukannya.

    Jika Kamu tidak suka dengan pembersih berbahan kimia, terdapat juga solusi alternatif dengan menggunakan bahan alami.

    Untuk menghilangkan cacing di kamar mandi dengan bahan alami, gunakan cara berikut ini:

    1. Siapkan racikan larutan garam dengan perbandingan 500 gram garam dengan 5 liter air sabun
    2. Kocok hingga tercampur merata
    3. Setelah semuanya tercampur dengan rata, siramkan air tersebut pada dinding dan juga lantai kamar mandi.
    4. Setelah itu, sikat kamar mandi dengan merata lalu siram kembali dengan air bersih.

    Cacing pun dijamin tidak akan kembali masuk lagi ke rumah jika cara ini dilakukan secara berkala. Campuran ini juga efektif untuk memancing cacing keluar dari persembunyian dan juga langsung mati jika masih berada dalam saluran.

    Cara Mencegah Cacing Kembali

    Setelah membasmi cacing di kamar mandi dan saluran air, lakukan langkah pencegahan agar cacing tidak muncul lagi di kamar mandi. Caranya cukup dengan menambal ulang pada sela-sela lantai keramik yang berlubang.

    Perawatan dan perbaikan dinding serta lantai kamar mandi yang retak dan bolong juga merupakan sebuah tindakan pencegahan yang sangat penting agar cacing tak datang kembali.

    Apalagi, cacing bisa masuk dari celah-celah lubang kecil di dinding dan lantai kamar mandi. Kombinasi antara tindakan pencegahan dan perbaikan ini dijamin dapat menjadi cara membasmi cacing yang efektif dan efisien.

    Semoga tips membasmi cacing di kamar mandi dan saluran air bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis Pipa Ini Cocok buat Wastafel Dapur, Bisa Cegah Bau Tak Sedap


    Jakarta

    Menjaga kebersihan dan merawat rumah penting agar penghuni merasa nyaman dan rumah tidak cepat rusak. Termasuk saluran air atau pipa di rumah perlu diperhatikan, misalnya wastafel dapur.

    Pipa yang satu ini jangan sampai tidak dirawat karena bisa menimbulkan bau tidak sedap. Biasanya bau disebabkan saluran air yang mampet, sehingga kotoran mengendap dan tidak terbuang dengan baik.

    Oleh karena itu, pemilihan jenis pipa untuk wastafel dapur tidak boleh sembarangan. Salah satu jenis pipa yang disarankan adalah yang berbentuk pipa P Trap.


    Pipa P trap adalah saluran pembuangan air di bawah wastafel dapur. Bentuknya berbeda dengan lengkungan pipa biasa karena pipa P trap, lengkungannya hanya di bagian depan lalu kemudian lurus.

    Ternyata bentuknya ini banyak kegunaannya untuk saluran air di rumah. Dikutip dari Housing, Rabu (6/8/2024), berikut beberapa fungsi dan kelebihan pipa P trap pada wastafel dapur.

    Kelebihan Pipa P Trap

    1. Mencegah Gas Masuk ke Rumah

    Setiap lubang di rumah, terutama saluran pembuangan dapat menimbulkan gas yang tidak bagus untuk kesehatan. Mulai dari sakit kepala, pusing, dan masalah kesehatan lainnya.

    Dengan pipa P trap yang bentuknya lurus, melengkung, kemudian lurus lagi, dapat mengunci gas saluran pembuangan di dalam pipa.

    2. Mencegah Penyumbatan Pipa

    Biasanya saat mencuci bahan makanan atau alat masak dan makan, ada sisa makanan atau benda keras masuk ke saluran air. Dengan pipa P trap, kotoran tersebut dapat dibuang sehingga tidak menyebabkan penyumbatan pada pipa.

    3. Tidak Menimbulkan Bau Tidak Sedap

    Bau tidak sedap biasanya muncul karena ada pengendapan di dalam pipa atau kebocoran gas saluran pembuangan. Asal pemasangan pipa P trap benar dan tidak ada kebocoran, bau tidak sedap tidak akan pernah tercium dari wastafel dapur.

    Kekurangan Pipa P Trap

    Meskipun pipa P trap kegunaannya cukup bagus, tetapi apabila tidak dirawat atau pemasangannya tidak benar, bisa menyebabkan hal berikut.

    1. Penyumbatan

    Pipa P trap yang tersumbat biasanya karena ada kotoran atau benda asing yang menumpuk. Bisa dari rambut, sisa sabun, atau sisa makanan.

    Meskipun pipa P trap memiliki aliran untuk membuang benda padat, tetapi sebaiknya jangan langsung dibuang ke saluran. Jika pipa sudah tersumbat kamu bisa menggunakan penyedot atau membongkar pipa P trap untuk dibersihkan.

    2. Korosi

    Air bisa menyebabkan korosi pada logam apalagi yang sudah tercampur sabun dan minyak. Maka dari itu, hindari pipa P trap berbahan baja. Ganti dengan jenis bahan seperti PVC atau tembaga.

    PVC permukaannya keras walaupun dari plastik sehingga tidak akan berkarat. Sementara itu, tembaga juga tahan terhadap karat.

    3. Kebocoran

    Kebocoran pada pipa P trap bisa disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya pemasangan yang kurang tepat, korosi pada pipa sehingga ada bagian yang rusak, atau pipa longgar.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Pipa P-Trap? Ini Cara Kerja, Fungsi, dan Perawatannya


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat pipa untuk saluran pembuangan yang melengkung-lengkung di rumah? Walau terlihat seperti jaringan pipa yang rumit, lengkungan tersebut disebut P-trap atau yang sering disebut sebagai ‘leher angsa’ oleh para ahli tukang ledeng.

    P-trap berperan penting dalam sistem pembuangan air rumah. Apalagi untuk mencegah bau tidak sedap dari saluran pembuangan.

    Lantas, apa itu p-trap dan bagaimana cara kerja hingga perawatannya? Simak penjelasan berikut ini ya.


    Apa Itu P-Trap?

    Melansir situs Sierra Air Conditioning & Plumbing, Selasa (6/8/2024), p-trap merupakan bagian pipa PVC yang memiliki bentuk seperti huruf U terbalik yang biasanya terpasang di bawah wastafel atau saluran pembuangan lainnya di rumah. Bentuknya yang mirip dengan huruf P terbalik inilah yang memberi nama pada perangkap ini.

    P-trap memiliki dua ujung yang terhubung ke pipa pembuangan. Sesuai namanya, p-trap membentuk perangkap yang mencegah gas kloaka beracun naik kembali melalui saluran pembuangan ke dalam ruangan.

    Cara Kerja P-Trap

    P-trap terdiri dari tikungan berbentuk U yang menyaring air limbah saat memasuki sistem perpipaan. Perangkap ini terhubung ke wastafel, bak mandi, dan pancuran dengan tikungan berbentuk huruf J di salah satu ujungnya dan keluar ke sistem drainase.

    Melansir Oatey, tikungan pada p-trap mengumpulkan air dalam kurva, menciptakan segel air berukuran 1,5 inci hingga 2 inci di bendung, mencegah gas dan bau saluran pembuangan masuk ke dalam rumah.

    Bendung adalah tikungan atas p-trap tempat mengalirnya air yang kemudian masuk ke dalam tabung dinding. Dengan setiap penggunaan perlengkapan, air limbah baru mengalir melalui p-trap, menggantikan air lama dalam kurva dengan air segar.

    P-trap juga mengumpulkan kotoran agar tidak masuk ke dalam sistem drainase. Bentuknya yang menyerupai huruf U menangkap endapan dan mencegahnya masuk ke saluran pembuangan.

    Fungsi P-Trap

    Salah satu fungsi utama dari p-trap adalah untuk menjaga agar bau tidak sedap dari gas kloaka tetap terperangkap di dalam sistem pembuangan air sehingga tidak tercium di dalam ruangan.

    Saat air mengalir melalui saluran pembuangan, sejumlah air akan tetap terjebak di dalam lipatan U p-trap setelah keran ditutup. Air inilah yang menjadi penghalang bagi gas kloaka untuk naik kembali melalui saluran pembuangan.

    Cara Merawat P-Trap

    Meski terlihat sepele, p-trap membutuhkan perawatan dan pemeliharaan yang tepat. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah p-trap menjadi kering, terutama jika saluran pembuangan jarang digunakan.

    Hal ini bisa menyebabkan bau tidak sedap dari gas kloaka naik kembali ke dalam ruangan. Untuk mencegah hal ini, penting untuk menjaga agar air selalu mengalir melalui saluran pembuangan secara teratur.

    Demikianlah penjelasan lengkap mengenai p-trap. Dalam dunia perpipaan, p-trap memegang peran krusial dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan di dalam rumah.

    Dengan memahami peran dan fungsi p-trap, kamu bisa menjaga agar sistem pembuangan air rumah tetap berfungsi dengan baik dan terhindar dari masalah bau yang tidak sedap. Semoga informasinya bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Septic Tank dan Bio Septic Tank


    Jakarta

    Setiap rumah harus punya sistem pengolahan limbah yang baik, salah satunya dengan septic tank. Selain untuk menjaga kesehatan penghuni rumah, hal ini juga penting agar lingkungan tidak tercemar zat berbahaya.

    Biasanya pengolahan limbah menggunakan septic tank dan bio septic tank di rumah. Meski fungsinya sama, ada sejumlah perbedaan penting antara septic tank dan bio-septic tank.

    Mengutip dari Re-leaf, Jumat (9/8/2024), kedua tangki ini ada yang terbuat dari beton, plastik, baja, atau fiberglass. Tangki-tangki ini dirancang bertujuan untuk menghalangi air limbah berbahaya masuk ke lingkungan.


    Salah satu perbedaan terbesar antara septic tank dan bio septic tank adalah variasi bio merupakan pilihan ramah lingkungan. Selain itu, bio septic tank juga bisa membantu mendaur ulang air dan memproduksi biogas.

    Misalnya, Re-leaf memproduksi tangki septik bio yang tahan lama dan membantu daur ulang limbah.

    Dengan bertambahnya populasi dunia saat ini, produksi limbah juga meningkat dengan sangat cepat. Bahkan, saat ini polutan beracun, plastik, limbah medis, dan elemen berbahaya lainnya mungkin terdapat dalam air limbah yang dihasilkan di banyak rumah tangga.

    Dalam kasus seperti ini, penting untuk melakukan pengolahan limbah yang lebih baik demi menjaga ekosistem kita.

    Septic Tank

    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    1. Cara Kerja Septic Tank

    Septic tank punya jalan masuk dan keluar untuk air limbah. Saat limbah masuk ke tangki, limbah tersebut ditampung beberapa saat sampai limbah padat dan limbah cair terpisah satu sama lain.

    Lapisan bawah tangki terdiri dari lumpur atau limbah padat, sedangkan minyak mengapung ke atas dan membentuk lapisan atas tangki. Sisa air limbah terletak di antara kedua lapisan ini.

    Tangki septik dibangun secara strategis dengan desain berbentuk T. Desain ini memastikan bahwa minyak dan lumpur tetap berada di dalam tangki sehingga hanya air yang keluar melalui pipa keluar. Air tanpa lumpur dan lemak ini lebih aman masuk ke dalam tanah atau saluran pembuangan.

    Tapi, ada kelemahan dari tangki ini. Lumpur yang mengendap di dasar tangki perlu dibersihkan dari waktu ke waktu. Selain itu, tidak ada fasilitas untuk mendaur ulang air di dalam tangki.

    2. Kelebihan Septic Tank

    Salah satu keuntungan terbesar dari septic tank adalah air limbah berbahaya dapat dicegah memasuki lingkungan dan mencemari ekosistem kita. Hal ini memungkinkan air limbah dengan partikel keluar dari tangki dan masuk ke saluran pembuangan.

    3. Kekurangan Septic Tank

    Meskipun septic tank diperlukan untuk pengolahan air limbah, ada juga beberapa kelemahannya. Pertama, tangki septik tradisional membutuhkan perawatan rutin yang mahal. Selain itu, pembersihan manual merupakan masalah sosial serius yang tidak menguntungkan.

    Tidak ada cara untuk mendaur ulang air limbah yang menyebabkan pemborosan air. Pada saat yang sama, tangki-tangki ini mengeluarkan bau menyengat yang membuat pembersihan menjadi lebih sulit.

    4. Perawatan

    Tangki tradisional memerlukan perawatan secara berkala. Hal ini memerlukan inspeksi dan pemeriksaan kebocoran secara rutin.

    Jika kamu ingin mencegah penyumbatan, kamu perlu memasang filter limbah yang memerlukan biaya tambahan. Ada masalah besar terkait biaya perawatan yang dibebankan pada tangki tradisional.

    Bio-Septic Tank

    1. Cara Kerja Bio Septic Tank

    Bio septic tank adalah sistem pengolahan limbah ramah lingkungan. Tangki ini menggunakan bakteri dan pencernaan anaerobik dalam tangki bebas oksigen untuk mengolah air limbah.

    Selain itu, tangki jenis ini menghasilkan produk sampingan yang berguna seperti biogas dan air daur ulang. Ini membantu meningkatkan efisiensi biaya dari sistem pengolahan limbah ini.

    Tahapan pengolahan septic dan bio septic serupa dengan beberapa variasi. Saat air limbah masuk ke bio tank, limbah padat dan cair dipisahkan di ruang tangki yang berbeda.

    Hal ini karena limbah padat turun ke lapisan bawah tangki dan diuraikan dengan bantuan bakteri alami di dalam tangki. Bakteri ini mencerna limbah padat, menyisakan air yang mengalir ke ruangan lain.

    Air limbah yang tersisa didaur ulang dengan bantuan reaksi bakteri aerobik yang menghasilkan produk sampingan seperti air olahan, karbon dioksida, dan gas metana. Reaksi ini memastikan eliminasi oksigen yang menyebabkan tidak adanya bau busuk. Air daur ulang di dalam ruangan dapat dengan mudah digunakan untuk berkebun, sedangkan biogas bisa digunakan untuk memasak.

    2. Kelebihan dan Kekurangan Bio Septic Tank

    Meskipun memasang bio tank mungkin terlihat merepotkan di awal, hal ini akan menghasilkan efisiensi biaya dan menjaga lingkungan. Tangki-tangki ini membantu kamu menggunakan kembali air dua kali.

    Sekaligus memberi kamu gas yang berguna untuk menghasilkan energi. Semua faktor ini meningkatkan efektivitas biaya sistem pembuangan limbah kamu.

    Kamu bisa memasang bio septic tank untuk meningkatkan sistem pengolahan limbah kamu menjadi sistem yang berkelanjutan dan sekaligus menghemat uang.

    3. Perawatan Bio Septic Tank

    Tidak perlu pemompaan mekanis atau pembersihan manual untuk merawat bio tank. Bio tank juga dilengkapi dengan ruang inspeksi yang ramah perawatan, sehingga memudahkan perawatan tangki untuk jangka waktu yang lebih lama.

    Tangki-tangki ini dirancang dengan bahan yang kokoh, memastikan usia pakai yang lebih lama dan mengurangi kerusakan lingkungan.

    Tabel Perbandingan
    Septic Tank Bio-septic Tank

    Perbandingan Septic Tank Bio-Septic Tank
    Efektivitas Biaya Tidak Ya
    Menghilangkan Lumpur Manual Ya Tidak
    Ramah Lingkungan Tidak Ya
    Bau Menyengat Ya Tidak

    Dari poin poin di atas, bisa dikatakan bahwa bio septic tank lebih baik daripada septic tank untuk pengolahan limbah. Ini adalah cara yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan dalam menangani limbah dengan menghasilkan produk sampingan yang bermanfaat.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Ciri-ciri Septic Tank Penuh, Sudah Waktunya Disedot


    Jakarta

    Septic tank perlu disedot harus disedot secara berkala agar tidak penuh, bahkan sampai luber. Septic tank yang penuh juga bisa menimbulkan penyumbatan pada saluran air.

    Selain menyedot septic tank setiap 2-3 tahun, kamu juga perlu tahu ciri-ciri septic tank penuh, lho. Siapa sangka, mungkin septic tank sudah penuh sebelum jadwal penyedotan.

    Lantas, apa ciri-ciri septic tank penuh? Yuk, cek ciri-cirinya berikut ini, dikutip dari Forbes Home, Jumat (9/8/2024).


    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    Ciri-ciri Septik Tank Penuh

    1. Saluran Air Lambat

    Septic tank dan tempat resapannya adalah ujung saluran sistem pembuangan rumah. Jika tangki tersebut terisi penuh dan tidak dapat beroperasi secara efisien, hal ini bisa membuat air di rumah mengalir dengan lambat.

    Misalnya, toilet bisa jadi tidak segera kosong setelah digunakan dan sulit untuk menyiram kotoran. Masalah septic tank ini bisa jadi merupakan tanda adanya penyumbatan pada pipa, namun bisa juga menjadi tanda bahwa tangki sudah penuh dan perlu untuk dikuras.

    2. Bau Tak Sedap

    Septic tank berfungsi sebagai saluran pembungan akhir yang menampung limbah dari toilet. Tentu saja septic tank biasanya memiliki bau yang tidak sedap, terutama jika tangki penuh.

    Saat angka sudah tidak bisa menampung cairan dan gas, bau tidak sedap tersebut akan bisa tercium di halaman atau tempat dimana septic tank tersebut dikubur.

    3. Rumput Tebal dan Rimbun

    Jika kamu memiliki halaman rumah yang cukup luas, rumput yang tebal dan rimbun bisa saja menjadi tanda adanya kebocoran pada septic tank kamu. Cairan yang keluar dari septic tank bisa menjadi pupuk cair bagi rumput dan tanaman di halaman.

    Jika tangki penuh dan cairan tersebut merembes keluar, rumput dan tanaman akan bisa tumbuh subur. Oleh karena itu, rumput yang rimbun dan banyaknya tanaman liar lainnya dapat menjadi tanda adanya kebocoran pada septic tank.

    4. Genangan Air di Halaman

    Ketika tangki penuh, air bisa tumpah ke halaman. Jika halaman tidak memiliki sistem drainase yang baik, ini bisa menyebabkan genangan air.

    Meskipun air bisa tampak jernih saat keluar dari tanah, ini sebenarnya limbah septik.

    5. Banyak Lalat dan Hama

    Jika aktivitas serangga seperti lalat atau hama meningkat, ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada septic tank. Lalat biasanya bertelur di bahan organik basah, yang bisa ada di sekitar tangki septik yang sudah penuh.

    Hama lain juga bisa bertelur di genangan air yang disebabkan oleh tangki septik yang tersumbat itu.

    6. Suara Gemericik di Dalam Pipa

    Dalam kondisi ideal, limbah akan mengalir ke saluran pembuangan hampir tanpa suara. Namun ketika tangki tersumbat, udara bisa terperangkap di depan limbah yang mengalir melalui pipa.

    Hal ini bisa terdengar seperti suara degukan atau gemericik di dalam pipa, yang menandakan adanya masalah pada septic tank atau toilet.

    7. Saluran Air Berbalik Lagi

    Salah satu indikator terburuk dari septic tank yang penuh adalah saluran pembuangan yang mengalir kembali dalam rumah, seperti saat sedang menyiram kotoran. Hal ini bisa terjadi karena berbagai sebab, salah satunya adalah septic tank yang tersumbat atau penuh, dan biasanya terjadi di lantai bawah rumah.

    Karena tangki septik tidak bisa mengalirkan air, limbah yang dibuang dari lantai di atasnya mengikuti jalur yang hambatannya paling kecil, bisa berupa pancuran, wastafel, toilet, atau bahkan saluran pembuangan lantai.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Pasang Septic Tank dengan Benar, Pengolahan Limbah Lancar



    Jakarta

    Setiap rumah memerlukan septic tank untuk mengelola limbah. Namun, pemasangan septic tank tidak boleh asal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sistem sanitasi air berjalan lancar.

    Bukan cuma itu, kalau kamu pasang septic tank dengan benar, maka rumah akan terhindar dari berbagai masalah. Sebab, ada saja kejadian septic tank meluap, bahkan meledak.

    Perlu diingat, langkah awal memasang tangki adalah memilih produk yang berkualitas dan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, apa lagi ya?


    Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pemasangan septic tank dilakukan dengan benar agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

    The partially removed plastic cover of a septic tank with the safety cover visible.The partially removed plastic cover of a septic tank with the safety cover visible. Foto: Ilustrasi septic tank (iStockphoto)

    Tips Pasang Septic Tank

    1. Ukuran Septic Tank

    Koordinator Nasional Sanitasi Urban dari USAID IUWASH Tangguh, Immanuel Ginting menjelaskan semakin banyak penghuni rumah, maka ukuran septic tank seharusnya semakin besar.

    “Makin banyak orang di rumah, maka volumenya akan semakin besar. Tapi rata-rata kalau untuk satu rumah itu biasanya antara 2 meter kubik sampai 3 meter kubik paling besar,” ujar Ginting kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Namun, hal ini juga tergantung pada sistem pembuangan air limbah. Apabila sistemnya tercampur yang menerima pembuangan limbah dari WC maka septic tank bisa berukuran kurang sekitar 1,7-2 meter kubik untuk 5-10 penghuni rumah.

    Sementara sistem tercampur yang menerima air limbah dari saluran pembuangan di seluruh rumah dengan ukuran serupa hanya bisa menampung kebutuhan 4 penghuni rumah.

    2. Septic Tank Kedap Air

    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho menekankan pentingnya tangki septik yang kedap air. Septic tank yang kedap air akan menghalau masuknya air dari tanah ke dalam tangki yang akan membuatnya cepat penuh.

    “Jadi kalau misalnya muka air tanahnya naik, dan dia muka air, istilahnya muka air tanahnya tinggi, dia pasti pada saat sudah di sedot pun, dia akan ada lagi karena air tanahnya mengisi ke dalam tangis septik,” jelas Endro.

    3. Lubang Kontrol Lebih Tinggi

    Kemudian, untuk mencegah masuknya air hujan Endro menyebut lubang kontrol septic tank atau manhole harus sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah.

    “Jadi limpasan dari air hujan, bukan esok kan, air hujan yang masuk melalui bisa lubang ataupun dari atas. Jadi kesannya harusnya muka manhole-nya atau lubang tanki septiknya posisinya harus lebih tinggi sedikit dari tanah sekitar. Dan dia posisinya tidak mudah air dari luar masuk ke dalam,” katanya.

    4. Resapan Air Terpisah

    Seringkali di masyarakat masih menggunakan septic tank yang bagian bawahnya dibuat menjadi resapan, sehingga tidak kedap air dan memiliki kontak langsung dengan tanah. Hal ini kurang tepat karena tangki berisiko terisi air ketika muka tanah naik.

    “Sebenarnya itu resapannya posisinya tidak di situ (bawah tangki). Jadi di dalam tangki septik SNI pun ada yang namanya lubang untuk resapan air. Nah, kita membuatnya itu biasanya ada satu tangki, jadi ada dua bagian (untuk memisahkan resapan air),” papar Endro.

    5. Ada Pipa Hawa

    Pipa hawa adalah komponen septic tank yang tidak boleh ketinggalan karena berfungsi sebagai ventilasi untuk mengeluarkan gas metana yang dihasilkan di dalam septic tank. Tanpa pipa hawa, maka gas metana berisiko untuk keluar melalui sela-sela pipa di kamar mandi.

    “Tangki septik itu kan harus ada lubang hawa, harus ada lubang udara ke atas. Seringkali karena lubang udara nggak ada, akhirnya gas metana terakumulasi di bawah di tangki septik,” ungkapnya.

    6. Pemilihan Lahan

    Pemilihan lahan juga perlu diperhatikan agar tidak berdekatan dengan benda keras atau pohon dengan akar keras di dekat septic tank. Sebab, benda atau akar keras dapat mengenai septic tank, sehingga tekanannya membuat tangki retak atau pecah.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Penyebab Banyak Lintah Bermunculan di Rumah?


    Jakarta

    Kamu bisa jadi sering melihat lintah ada di sekitar rumah atau bahkan ada sampai masuk rumah kalian ketika musim hujan tiba.

    Hewan penghisap darah satu ini menyukai tempat yang lembap untuk bertahan hidup, seperti kamar mandi.

    Tentu kemunculan lintah rumah membuat penghuni rumah khawatir dihisap darahnya. Meskipun ada beberapa pengobatan alami menggunakan lintah. Namun, biasanya yang digunakan bukanlah lintah liar.


    Lalu, bagaimana cara mengusir dan mencegah lintah dari rumah? Mari simak ulasan lengkap berikut.

    Penyebab Banyaknya Lintah

    Sebelum menjelaskan tentang cara mengusir lintah, maka sebelumnya kamu harus tahu tentang penyebab munculnya lintah itu sendiri. Karena usaha akan sia-sia jika sudah berhasil mengusir atau membasmi nya namun lintah masih kembali lagi ke rumah.

    Melansir dari Kicaumania, berikut beberapa penyebab mengapa lintah muncul dalam jumlah banyak apalagi saat musim hujan.

    Rumah Berlokasi Dekat dengan Tempat Lembap

    Rumah yang dekat dengan tempat lembap seperti got atau saluran pembuangan lembap yang tentunya akan banyak lintah hidup disekitarnya.

    Rumah yang memiliki peluang banyaknya lintah di dalamnya salah satunya rumah yang dekat dengan sungai, rawa, selokan, lingkungan rumah banyak pohon sehingga lokasi rumah menjadi lembap.

    Pasca Hujan Lebat dan Banjir

    Saat hujan lebat tiba kemudian disusul banjir otomatis lintah akan terbawa arus banjir. Lalu, lintah akan menempel pada rumah yang diakibatkan oleh terbawa arus ketika banjir dan tinggal di rumah.

    Kamar Mandi Sangat Lembap

    Kamar mandi menjadikan tempat favorit bagi lintah untuk tinggal sebab memiliki udara yang lembap. Lintah biasanya masuk ke dalam kamar mandi melewati saluran air atau sela-sela kamar mandi.

    Cara Mengusir Lintah dari Rumah

    Mengutip dari situs How to Repel, kamu bisa mengikuti beberapa tips berikut untuk mengusir lintah dari rumah. Berikut beberapa diantaranya.

    Membasmi Tempat yang Berpotensi Jadi Sarang Lintah

    Lintah menyukai lingkungan yang lembap seperti dekat genangan air, selokan atau kolam dekat rumah. Pastikan kamu membersihkan halaman secara teratur dan buang tumpukan daun atau ranting kering. Karena lintah suka tinggal pada tumpukan daun yang berserakan. Selanjutnya, lintah suka tinggal pada rumput yang tinggi. Jadi, pastikan kamu memangkas rumput secara rutin. Barang bekas yang dibiarkan berserakan seperti kaleng cat, ban bekas, dan furnitur lainnya.

    Menggunakan Bahan Alami untuk Mengusir Lintah

    Ada beberapa bahan alami yang terbukti ampuh untuk mengusir lintah dari rumah. Berikut beberapa diantaranya.

    Bawang putih dan Cengkeh

    Kamu bisa gunakan beberapa siung bawang putih, lalu hancurkan bersama cengkeh. Lalu, sebarkan di area yang lembap dimana lintah sering terlihat.

    Jus lemon

    Kamu dapat membelah lemon, setelah itu peras dan campurkan dengan air. Semprotkan campuran bahan tersebut pada tanaman dan dinding.

    Minyak Atsiri

    Campurkan minyak atsiri dengan air secukupnya lalu semprotkan di sekitar rumah dan kebun.

    Garam

    Untuk garam sangat mudah, kamu cukup taburkan di sekeliling rumah yang sering dijumpai lintah.

    Demikian cara ampuh untuk mengusir lintah dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Buang Air Panas ke Saluran Air, Begini Cara yang Benar


    Jakarta

    Pernahkah kamu membuang air panas hasil merebus makanan langsung ke wastafel? Eits, sebaiknya jangan diulangi lagi ya. Air panas sebenarnya tak boleh langsung dibuang ke wastafel, sehingga mengalir ke saluran air.

    Mungkin kamu ingin cepat dan praktis membuang air panas, namun hal ini justru bisa merugikan, lho. Lantas, memang apa akibatnya kalau buang air panas ke saluran air?

    Yuk, simak penjelasannya berikut ini yang dikutip dari WP Plumbing, Kamis (29/8/2024).


    Dampak Buang Air Panas ke Saluran Air

    Air panas bisa merusak pipa saluran pembuangan pada wastafel. Ada beberapa bahan pipa yang tidak tahan panas, seperti PVC, Pex, dan CPVC.

    Berdasarkan data, bahan-bahan ini memang bisa menahan panas hingga di atas 60℃. Namun, jika terkena air panas secara terus-menerus, pipa juga pada akhirnya bisa melunak dan meleleh sehingga memicu terjadinya kebocoran.

    Selain itu, air panas yang dibuang ke wastafel juga bisa membuat sisa minyak dan lemak di dalamnya meleleh dan bergerak lebih jauh ke saluran pembuangan. Sisa minyak dan lemak tersebut lalu semakin sulit dijangkau dan bisa menyumbat pipa saluran pada wastafel.

    Cara Buang Air Panas yang Benar

    Nah, agar air panas yang kita buang tidak merusak wastafel, ada trik yang bisa diterapkan. Caranya adalah dengan mencampur air panas dengan air biasa sebelum membuangnya.

    Dengan mencampurnya dengan air biasa, suhu air panas akan menurun sehingga tidak akan melunakkan dan melelehkan pipa saluran pembuangan pada wastafel. Selain itu, kamu juga bisa menghidupkan keran saat membuang air panas ke dalam wastafel. Cara ini juga bisa menurunkan suhu panas pada air yang dibuang.

    Itulah penjelasan soal larangan membuang air panas ke saluran air. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com