Tag: pembuangan

  • 3 Masalah yang Akan Terjadi Jika Buang Tisu ke Lubang WC


    Jakarta

    Tisu biasa disediakan di kamar mandi, terutama pada kamar mandi umum. Fungsinya bisa untuk membersihkan WC yang mungkin basah setelah dipakai orang lain atau untuk keperluan lainnya. Kamu pasti sering melihat keterangan larangan membuang tisu dan sampah lainnya ke dalam lubang WC, kira-kira alasannya kenapa ya?

    Jika melihat aturan di luar negeri, tisu adalah benda yang tidak dilarang untuk dibuang ke dalam lubang WC, tetapi di Indonesia aturannya berbeda. Hal ini dikarenakan bahan yang dipakai WC di luar negeri didesain khusus agar mudah terurai saat terkena air dan ramah lingkungan.

    Sementara itu, tisu di Indonesia memiliki susunan serat yang rapat dan tidak mudah terurai kecuali diberi tekanan yang kuat. Maka, jika kamu membuang tisu ke dalam lubang WC, dapat membuat saluran air mampet. Bayangkan, jika sehari kamar mandi tersebut digunakan 10 kali dan tisu dibuang ke dalam lubang WC setiap kali orang selesai dari kamar mandi. Tisu yang basah tersebut akan terkumpul di satu tempat dan menyumbat jalannya air. Seiring waktu kamu akan kesulitan untuk menyiram kotoran di WC karena aliran air tidak akan mengalir.


    Selain menyebabkan saluran mampet, dikutip dari Scott English Plumbing, Kamis (12/9/2024), berikut beberapa alasan tisu tidak dibuang ke lubang WC.

    1. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Pipa saluran air di rumah, seperti yang dipakai pada WC akan terhubung ke saluran pembuangan akhir yang menghubungkan dengan septic tank. Tisu bisa saja sampai ke area saluran pembuangan. Biasanya tisu ini ukurannya cukup untuk terbawa arus.

    Ternyata tisu yang terbawa sampai ke saluran pembuangan atau parahnya hingga ke sistem septic tank sama-sama dapat menimbulkan kerusakan. Bahkan kerusakannya bisa menyebabkan saluran area lain tersumbat.

    2. Tidak Gampang Terurai

    Seperti yang disebutkan sebelumnya di Indonesia masih memakai jenis tisu yang memiliki serat rapat dan tidak mudah hancur. Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan.

    3. Mempersingkat Umur Pipa

    Pipa yang penuh dengan sampah tidak terurai dapat mengakibatkan potensi kerusakan pada pipa. Semakin banyak kerusakan terjadi, maka kinerjanya semakin menurun. Mau tidak mau harus diganti.

    Kemudian, apabila sampah tisu ini terbawa sampai ke pembuangan akhir, banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi. Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon. Sampah padat seperti tisu basa bisa menyangkut di akar-akar tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Cara gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan lewat dengan di link ini (Tanya Properti)

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarang Orang Tahu, Ternyata Lubang Kecil Wastafel Punya Peran Penting


    Jakarta

    Wastafel menjadi bagian penting yang banyak kamu temukan di restoran maupun di rumah. Wastafel digunakan untuk mencuci tangan yang biasanya terdapat di luar kamar mandi atau tempat mencuci piring.

    Saat kamu menggunakan wastafel, biasanya kamu tidak akan memperhatikan lubang kecil yang berada tepat di bawah keran di dinding wastafel. Lubang kecil itu biasa disebut dengan lubang luapan.

    Lubang kecil pada wastafel memiliki fungsi penting. Bila keran air dibiarkan terbuka dan pembuangan tertutup, lubang tersebut akan menyalurkan air ke dalam lubang kecil dan tidak akan mengucurkan air keluar dari wastafel ke lantai.


    Untuk memastikan luapan wastafel dapat berfungsi, wastafel harus tetap bersih dan bebas dari kotoran. Kotoran yang menumpuk di dekat dasar saluran luapan, membuat aliran air dan udara terhambat.

    Melansir The Spruce, Jumat (20/09/2024), berikut ini beberapa cara membersihkan lubang luapan pada Wastafel.

    Pembersih Pipa atau Sikat Pembersih Wastafel

    Masukkan pembersih pipa atau sikat pembersih wastafel ke dalam lubang luapan wastafel, putar, dan dorong sikat ke dalam dan ke luar untuk membersihkan kotoran.

    Lakukan hal ini secara perlahan, gunakan corong fleksibel tahan panas untuk menuangkan air panas atau air mendidih ke dalam lubang untuk membuangnya. Hal ini bisa jadi berantakan dan kamu mungkin perlu membersihkan ulang wastafel.

    Tali Pengikat

    Tali pengikat panjang berfungsi sangat baik karena dapat ditekuk di sekitar lengkungan wastafel tetapi cukup kaku untuk mengeluarkan endapan. Masukkan ujung tali pengikat yang runcing ke dalam lubang luapan dan masukan sejauh mungkin dengan perlahan.Gerakkan tali pengikat ke atas dan ke bawah serta ke samping untuk melonggarkan dan mendorong keluar sumbatan.

    Selang Karet

    Isi wastafel dengan air sedikit lebih tinggi dari lubang luapan. Biarkan sebagian air mengalir ke bawah luapan. Biarkan sebagian air mengalir ke bawah luapan. Letakkan salah satu ujung selang karet pada lubang luapan.

    Tiupkan beberapa kali udara melalui selang lagi. Udara harus berhembus dengan bebas, tanpa hambatan dan ulangi sesuai kebutuhan.

    Pembersih Cair

    Buat campuran pemutih klorin dan air biasa dengan perbandingan 50/50, lalu tuangkan campuran tersebut ke dalam lubang luapan menggunakan wadah dengan corong tuang. Diamkan campuran selama 10 menit, lalu bilas luapan dengan air biasa.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Atasi Kebocoran Dak Rumah, Tutup Retakan Aja Nggak Cukup!


    Jakarta

    Kebocoran pada dak rumah adalah masalah yang sering dialami, terutama pada rumah beratap datar atau dak beton. Kebocoran ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada bangunan jika tidak segera diatasi, seperti merusak plafon, dinding, hingga struktur bangunan. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali tanda-tanda kebocoran.

    Melansir dari Mapei.com berikut cara mengatasi kebocoran pada dak rumah agar rumah tetap aman dan nyaman.

    1. Ketahui Sumber Kebocoran Berasal

    Langkah pertama dalam mengatasi kebocoran adalah inspeksi menyeluruh pada dak rumah, periksa bagian-bagian dak yang mengalami retak bocor atau genangan air. Identifikasi sumber kebocoran ini penting agar perbaikan dilakukan di lokasi yang benar.


    2. Lapisan Waterproofing Baru

    Jika lapisan waterproofing sudah rusak atau usang, gantilah dengan yang baru, waterproofing yang baik adalah kunci utama untuk mencegah kebocoran pada dak rumah. Waterproofing ini adalah melapisi dak dengan cat baru.

    Waterproofing dapat melindungi dak bangunan dari air hujan, cuaca panas, maupun dingin. Pilih material waterproofing dengan kualitas tinggi, seperti membran bitumen, lapisan akrilik, atau cat kedap air.

    3. Memperbaiki Retakan pada Dak

    Jika kamu menemukan retakan kecil pada dak segeralah tambal dengan menggunakan sealant khusus atau bahan pengisi retak yang tahan air, pastikan kamu membersihkan area retakan sebelum melakukan penambalan agar bahan penutup retak dapat menempel dengan baik.

    4. Perbaiki Kemiringan Dak

    Pastikan dak rumah kamu memiliki kemiringan yang cukup untuk mengalirkan air ke drainase, jika dak tidak cukup miring kamu bisa menambahkan lapisan mortar untuk menciptakan kemiringan yang tepat agar air tidak menggenang di atas dak.

    5. Perbaikan Sistem Drainase

    Saluran drainase yang tersumbat bisa menjadi penyebab utama genangan air di atas dak, kamu harus memastikan saluran pembuangan air berfungsi dengan baik dan bersih seperti kotoran, daun, atau sampah yang dapat menyumbat aliran air.

    6. Pengecekan Berkala

    Lakukan pengecekan rutin pada dak rumahmu, terutama saat musim hujan atau cuaca ekstrem, pengecekan berkala ini penting untuk mendeteksi kerusakan dini, seperti retakan kecil atau lapisan waterproofing yang mulai aus.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Lumut di Kamar Mandi? Coba Pakai 3 Bahan Ini Auto Kinclong!


    Jakarta

    Kamar mandi adalah salah satu ruangan yang harus sering dibersihkan. Idealnya seminggu sekali, tetapi apabila penghuni di rumah cukup banyak alangkah baiknya bisa dibersihkan 2 hari sekali. Hal ini dikarenakan tempat yang lembap dan kotor mudah sekali ditumbuhi lumut.

    Lantai yang berlumut bisa berbahaya karena membuat permukaan lantai jadi lebih licin. Kamu bisa saja terpeleset dan jatuh di kamar mandi. Kondisi lantai yang licin juga tidak baik untuk lansia dan anak-anak.

    Maka dari itu, kamu harus sering membersihkan kamar mandi, mulai dari lantai, dinding keramik, hingga semua peralatan mandi agar lumut tidak cepat tumbuh di sana. Dilansir Better Homes and Garden, Senin (23/9/2024) berikut beberapa bahan yang bisa membersihkan lumut di kamar mandi.


    Bahan buat Bersihkan Lumut di Kamar Mandi

    1. Cuka Putih

    Cuka putih adalah salah satu bahan yang ampuh untuk membersihkan berbagai noda. Ternyata untuk membersihkan lumut terutama di kamar mandi, cuka putih juga efektif. Bahkan, bukan cuma di lantai, di sekitar toilet, saluran pembuangan, hingga ke permukaan pancuran bisa dibersihkan dengan bahan ini.

    Semprotkan cuka langsung ke area yang ada lumutnya dan biarkan sekitar 5-10 menit. Berikutnya, bersihkan dengan lap atau spons. Gosok dengan sikat berbulu untuk lumut membandel.

    2. Cairan Pemutih

    Biasanya, cairan pemutih digunakan untuk membersihkan noda di pakaian, ternyata bahan ini juga bisa mengangkat lumut-lumut yang menempel di area kamar mandi.

    Namun, pada saat membersihkan kamar mandi dengan pemutih, pastikan ventilasi di kamar mandi cukup karena baunya cukup menyengat. Kemudian, campurkan pemutih dan air dengan perbandingan 1:1. Campuran ini ampuh membasmi lumut yang ada di kamar mandi, seperti bak mandi, pancuran, toilet, dan wastafel.

    3. Boraks

    Kamu pasti sudah tidak asing dengan boraks. Bahan berbahaya yang sering disalahgunakan untuk makanan. Bahan ini sebenarnya untuk pembersih, salah satunya membersihkan lumut di kamar mandi.

    Cara menggunakannya dengan mencampurkan satu cangkir boraks dengan sekitar tiga liter air hangat. Setelah tercampur dengan rata, masukkan larutan ke dalam botol semprot.

    Lalu, langsung semprotkan ke area yang mau dibersihkan. Pakai lap bersih, sikat kawat, atau spons buat membersihkan noda lumut. Sisa campuran boraks bisa digunakan untuk mengepel lantai kamar mandi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Barang Dapur Ini Cepat Kotor, Sudah Kamu Bersihkan Belum?


    Jakarta

    Ruang dapur memang bagian rumah yang paling cepat kotor karena berbagai aktivitas memasak. Oleh karena itu, kamu harus sering membersihkan dapur biar nggak jadi sarang bakteri atau bikin noda makin sulit dihilangkan.

    Setelah memasak, pasti ada saja bekas minyak, lemak, bumbu masakan yang berceceran. Kalau nggak segera dibersihkan, bisa-bisa kotoran akan semakin susah dibersihkan.

    Nah, ternyata ada bagian-bagian di dapur yang paling sering kotor dan jarang dibersihkan, lho. Apa saja ya?


    Yuk, simak apa saja barang dapur yang sering kotor dan terlupakan, dikutip dari The Spruce, Senin (23/9/2024).

    1. Setiap Pegangan di Dapur

    Banyak peralatan di dapur memiliki tombol, pegangan, atau touchpad yang disentuh setiap kali digunakan. Ini termasuk pegangan kabinet, pegangan peralatan, dan panel kontrol.

    Sayangnya, seringkali kita lupa untuk membersihkan area ini saat kita membersihkan dapur. Khususnya, jika kita menyentuhnya saat memasak atau menangani makanan mentah.

    Oleh karena itu, penting untuk membersihkan pegangan, handle, dan touchpad ini setidaknya seminggu sekali dengan tisu disinfektan atau pembersih disinfektan.

    2. Wastafel

    Wastafel memang tempat untuk mencuci, tapi jangan salah, wastafel bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak. Apalagi di permukaannya seperti celah-celah tempat wastafel bertemu dengan meja, di sekitar saluran pembuangan, dan tutup pembuang sampah.

    Oleh karena itu, wastafel dapur sebaiknya didisinfeksi setelah setiap persiapan makanan, pencucian piring, atau setidaknya sekali sehari. Jangan lupa untuk membersihkan pegangan, keran, dan area di sekitar wastafel.

    Semua percikan saat mencuci makanan yang terkontaminasi akan menempel di sana. Gunakan pembersih wastafel yang mengandung disinfektan dan lap bersih atau tisu disinfektan sekali pakai.

    3. Spons, Sikat, dan Kain Lap Piring

    Dalam upaya untuk mengurangi penggunaan tisu dan dampaknya pada lingkungan, banyak rumah menggunakan spons selulosa, sikat gosok wastafel, dan kain lap dapur.

    Sayangnya, spon dapur dan sikat pembersih bisa menyimpan tingkat bakteri yang tinggi jika tidak dibersihkan dengan benar. Jika kamu menggunakan produk-produk ini, mereka harus dicuci dengan air panas setelah setiap persiapan makanan atau sesi pembersihan.

    Sikat gosok wastafel dan sayuran bisa dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring untuk membersihkan dengan benar setiap kali digunakan.

    4. Kulkas

    Kulkas yang berfungsi mendinginkan makanan tetap bisa ditumbuhi bakteri berbahaya, lho! Makanan seperti buah dan sayuran harus disimpan tanpa dicuci terlebih dahulu untuk menghindari kerusakan cepat.

    Namun, laci kulkas perlu dicuci secara berkala untuk menghindari kontaminasi di masa depan. Kelebihan makanan atau cairan makanan bisa tertinggal di laci dan di sekitar rak-rak kulkas.

    Untuk menghilangkan bakteri, ragi, dan jamur yang mungkin tumbuh, keluarkan laci atau rak kulkas secara berkala dan bersihkan dengan detergen ringan dan air panas atau hangat. Keringkan dengan lap bersih atau tisu kertas.

    5. Talenan

    Talenan, terutama yang terbuat dari kayu, sering memiliki celah-celah kecil yang bisa menyimpan bakteri. Penting untuk memiliki setidaknya dua talenan terpisah: satu untuk buah dan sayuran, dan satu untuk daging.

    Cuci talenan setiap kali digunakan dengan air panas dan sabun, dan bilas dengan air panas. Keringkan dengan tisu kertas atau kain dapur bersih.

    Jangan biarkan talenan menetes hingga mengering karena bakteri menyukai lingkungan yang hangat dan lembap. Kamu juga bisa memilih talenan yang bisa dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring untuk membersihkan dengan cermat.

    6. Mesin Pembuat Kopi, Blender, & Alat-Alat Kecil

    Alat-alat, seperti mesin pembuat kopi dan blender, bisa menjadi tempat yang ideal bagi bakteri, ragi, dan jamur untuk tumbuh. Beberapa alat kecil harus dibersihkan setelah setiap penggunaan.

    Setidaknya sekali seminggu, bongkar dan bersihkan alat-alat kecil secara menyeluruh. Beberapa komponen aman untuk dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring, dan yang lain harus dicuci dengan air panas dan sabun, lalu dibilas dengan air panas dan dikeringkan dengan benar.

    Rutinitas pembersihan yang sama juga harus diterapkan pada alat, seperti pembuka kaleng, sendok takar, dan cangkir.

    7. Kotak Makan, Tas Belanja, & Botol Air

    Setiap kali kamu menggunakan kotak makan, tas belanja, atau botol air yang bisa digunakan kembali, ada potensi kontaminasi silang oleh bakteri, kecuali jika telah dibersihkan dengan benar.

    Kotak makan harus sepenuhnya dibongkar dan dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring atau dicuci dengan air panas, dibilas dengan air panas, dan dikeringkan sepenuhnya.

    Sebagian besar kotak makan dan tas belanja yang dapat digunakan kembali bisa dimasukkan ke dalam mesin cuci pakaian untuk membersihkan dengan cermat.

    8. Meja Dapur

    Meja dapur seringkali digunakan untuk meletakkan dompet, tas belanja, dan barang lainnya, selain menjadi tempat untuk menyiapkan makanan. Pastikan untuk membersihkannya sebelum menyiapkan makanan atau setidaknya sekali sehari.

    Hindari menggunakan spons atau kain lap piring yang sudah digunakan karena benda-benda tersebut mungkin menyimpan bakteri dan kuman.

    Luangkan waktu untuk membersihkan sudut-sudut, di bawah alat-alat kecil, dan sepanjang pinggiran antara kompor atau kulkas dan meja dapur setidaknya seminggu sekali.

    9. Wadah Bumbu Dapur

    Wadah bumbu dapur, seperti garam dan merica, sering digunakan dan sering disentuh selama persiapan makanan. Bersihkan wadah tersebut dengan hati-hati dengan tisu disinfektan setelah setiap persiapan makanan dan bersihkan secara menyeluruh setiap minggu.

    Itulah beberapa barang dapur yang mesti rajin kamu cuci ya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Septic Tank bisa Meledak? Ini Tanda-tandanya Jika Penuh


    Jakarta

    Tangki septik atau septic tank adalah komponen penting dalam sistem pembuangan limbah rumah tangga. Jika dibiarkan terlalu lama, septic tank yang penuh bisa mengalami penumpukan gas berbahaya yang berpotensi meledak.

    Makanya, perawatan tangki septik yang tepat penting untuk menghindari masalah serius pada sistem sanitasi.

    Septic Tank Meledak Karena Apa?

    Dikutip dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), septik tank bisa meledak karena adanya penumpukan gas yang dihasilkan dari proses penguraian limbah.


    Gas yang dihasilkan di antaranya ada gas metana, hidrogen sulfida, amoniak, karbondioksida, dan sejumlah senyawa lain. Misal, metana sendiri merupakan senyawa hidrokarbon fraksi ringan yang karakteristiknya mudah terbakar.

    Gas-gas tersebutlah yang menjadi penyebab utama dari kasus meledaknya septic tank di rumah.

    Ciri-ciri Septic Tank Penuh

    Dilansir laman King Service, berikut adalah tanda-tanda jika bila septik tank penuh:

    1. Adanya Genangan Air

    Adanya genangan air menandakan septic tank penuh. Oleh karena itu, periksa saluran drainase secara teratur untuk melihat genangan air.

    Air akan mulai menggenang ketika cairan berat berisi limbah menyumbat sistem, hal ini membuat air naik ke permukaan. Menentukan apakah air berasal dari tangki septik bisa diketahui dari baunya.

    2. Saluran Air yang Lambat

    Setiap saluran pembuangan di rumah akan mengarah ke sistem septik. Jika saluran pembuangan lambat, artinya ada penyumbatan di sistem pipa atau tangki yang penuh.

    3. Tercium Bau Busuk

    Jika di sekitar rumah tercium bau busuk khas limbah, berarti ada penyumbatan serius di sistem septik.

    4. Suara Gemericik Pipa

    Suara gemericik merupakan suara gelembung berfrekuensi rendah yang sering terdengar saat air mengalir dari wastafel, toilet, maupun pancuran. Sumbatan pada pipa bisa menyebabkan suara gemericik, karena udara terperangkap.

    Hal ini membuat cairan tidak bisa mengalir dengan baik. Hal inilah yang jadi tanda peringatan dini bahwa ada yang salah dengan pipa ledeng.

    5. Saluran Pembuangan Toilet Terlalu Lambat

    Apakah toilet kamu tidak lagi bertenaga seperti dulu? Saluran pembuangannya terlalu lambat? Ini bisa menandakan adanya penyumbatan pada sistem septik.

    6. Banyak Serangga di Sekitar Septic Tank

    Nyamuk dan lalat suka bertelur di genangan air dan limbah. Jika tangki septic tank penuh, kamu pasti akan melihat peningkatan jumlah tersebut (terutama di sekitar tangki).

    Kapan Septic Tank Perlu Dikuras?

    Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki, mengungkapkan bahwa penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank yang digunakan.

    Biasanya, ada dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah yakni model konvensional dan biotank.

    Untuk septic tank konvensional tidak perlu sering mengurasnya, karena tidak mudah penuh.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” jelas Basuki kepada detikProperti.

    Sementara, septic tank biotank membutuhkan perawatan lebih intens. supaya tidak lekas penuh, septic tank biotank perlu dikuras minimal 1-2 tahun sekali.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” kata Basuki.

    Ini adalah septic tank yang bentuknya seperti toren air. Di dalamnya ada filtrasi yang berfungsi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 sampai 2 tahun sekali, supaya tidak lekas penuh.

    Kesimpulannya, waktu yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank perlu pengurasan lebih sering, jika dibandingkan yang konvensional.

    Mengosongkan dan merawat septic tank bisa menjadi proses yang rumit dan berpotensi membahayakan. Maka dari itu, sebaiknya mengandalkan tenaga profesional.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Suka Ada Tikus di Atap Rumah, Masuknya dari Mana? Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Salah satu hama yang kerap dijumpai di rumah adalah tikus. Hewan berbulu yang satu ini suka mengendap-endap dan bersembunyi di sekitar rumah.

    Jika menemukan tikus di rumah, jangan dibiarkan ya. Sebab, tikus suka mencuri makanan, merusak barang-barang, bahkan menjadi sumber penyakit.

    Oleh karena itu, kamu perlu membasmi tikus dari tempat persembunyiannya, salah satunya di atap rumah. Lantas, kenapa tikus bisa sampai masuk ke atap rumah?


    Yuk, simak penjelasan cara tikus masuk ke atap rumah, dikutip dari Merlin Environmental, Kamis (26/9/2024).

    Cara Tikus Masuk Atap Rumah

    1. Pipa dan Saluran Pembuangan

    Tikus bisa memanjat pipa pembuangan untuk mengakses talang air yang rendah. Dari sana, tikus mencari cara untuk masuk ke loteng melalui atap.

    Selain itu, tikus juga dapat masuk melalui saluran pembuangan yang menuju ke rumah kamu. Lalu, tikus dapat masuk melalui ventilasi udara.

    2. Perkabelan

    Lubang di sekitar kabel sering kali menjadi celah buat tikus masuk ke dalam rumah. Tikus dapat memanjat kabel yang menuju rumah, kemudian melewati lubang tersebut jika ada ruang di sekitar kabel.

    3. Batang Pohon dan Struktur Eksternal Bangunan

    Jika ada pohon atau bangunan luar yang menempel pada bangunan, tikus dapat menjadikannya sebagai jalur masuk ke rumah kalau ada celah kecil pada dinding. Celah tersebut bisa saja ventilasi udara atau lubang lain di dekat tempat cabang atau bangunan yang bersentuhan dengan dinding luar.

    4. Memanjat Tembok

    Tikus mampu memanjat dinding vertikal setinggi 2 meter. Hal itu pun tergantung pada seberapa kasar atau halus permukaan tembok tersebut.

    Namun, kalau atap kamu lebih tinggi dari dua meter di atas tanah, tikus masih bisa memanjat kalau terdapat benda besar di dekat dinding. Misalkan tempat sampah atau pot tanaman, benda-benda tersebut dapat berfungsi sebagai landasan yang memungkinkan tikus mencapai atap.

    5. Melalui Tembok Dalam Rumah

    Tikus yang tinggal di loteng terkadang masuk melalui akses lebih rendah, seperti melalui pintu depan jika dibiarkan terbuka. Mereka kemudian dapat naik ke loteng melalui dinding dalam rumah.

    Cara Cegah Tikus Masuk Atap Rumah

    Supaya tikus nggak masuk ke atap rumah kamu, coba lakukan langkah-langkah berikut ini.

    1. Pangkas Pohon dan Semak-semak di Dekat Rumah

    Pastikan untuk rajin memangkas batang pohon dan semak-semak yang dekat dan menempel ke rumah. Langkah ini membuat tikus tidak punya akses mendekat ke loteng rumah.

    Selain itu, kamu dapat memastikan tempat sampah di sekitar rumah jauh dari dinding, sehingga tidak menjadi tempat bagi tikus untuk melompat.

    2. Pasang Perangkap dan Racun Tikus

    Gunakan perangkap dan racun tikus untuk mengusir tikus di loteng. Namun, pastikan anak-anak dan hewan peliharaan tidak dapat menjangkau perangkap ini.

    Jika kamu lebih suka metode yang manusiawi, cobalah perangkap hidup, yang biasa disebut perangkapyang dapat menangkap tikus tanpa melukainya sehingga kamu dapat memindahkannya ke lokasi lain.

    3. Tutup Lubang dan Celah Kecil

    Perbaiki celah atau lubang kecil di dekat ventilasi, rangka pintu atau jendela, di sekitar titik masuk kabel, atau atap. Kamu dapat mengisi celah pada blok bangunan dengan mortar.

    Sementara celah lainnya dapat ditutup dengan empul atau diisi sabut baja. Untuk lubang ventilasi, kamu bisa memasang lembaran kawat kasa halus.

    4. Singkirkan Sumber Makanan

    Singkirkan semua akses ke makanan yang dapat menarik perhatian tikus. Simpan semua makanan dalam wadah kedap udara atau simpan makanan di lemari es agar tidak tercium baunya. Hindari membiarkan makanan seperti roti di dapur yang mudah dijangkau.

    5. Hubungi Pengendalian Hama

    Serangan hama harus ditangani sesegera mungkin agar tidak terus berkembang biak. Sebaiknya hubungi ahli pengendali hama untuk meminta bantuan. Pengendali hama juga mampu menemukan semua titik masuk tikus dan membantu memblokirnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Biopori? Pengertian dan Manfaatnya


    Jakarta

    Istilah biopori kerap disebutkan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya banjir. Namun, apa sih biopori itu?

    Biopori merupakan resapan air yang biasanya dipakai di wilayah yang daya serapnya kurang maksimal. Biopori ini memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk mencegah banjir.

    Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai biopori, yuk simak informasi berikut ini.


    Pengertian Biopori

    Menurut KBBI daring, biopori adalah lubang buatan pada tanah yang diisi sampah organik untuk resapan air. Sampah organik ini berfungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan.

    Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, biasanya lubang biopori dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Lubang ini memiliki diameter antara 10-30 cm dan tidak memiliki muka air tanah dangkal.

    Manfaat Biopori

    1. Mengurangi Sampah Organik

    Biopori mampu mengurangi sampah organik dari rumah kita ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena kamu dapat membuang sampah organik ke dalam biopori.

    Selain mengurangi sampah organik yang akan dibuang ke TPA, pembuatan biopori juga akan membuat kamu terbiasa memilah antara sampah organik dan anorganik.

    2. Menyuburkan Tanah

    Ketika kita memasukkan sampah organik ke dalam lubang, akan menjadi pupuk kompos. Dengan terbentuknya pupuk kompos di dalam lubang, tentu akan membuat tanah menjadi lebih subur.

    3. Membantu Mencegah Terjadinya Banjir

    Salah satu penyebab banjir adalah sistem drainase yang kurang baik. Biasanya di daerah padat penduduk drainasenya buruk karena kurangnya daya serap air oleh tanah.

    Dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah.

    4. Mempengaruhi Jumlah Air Tanah

    Terowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah di dalam biopori juga akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat lho!

    Itulah pengertian dan manfaat biopori.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Biopori? Pengertian dan Manfaatnya


    Jakarta

    Istilah biopori kerap disebutkan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya banjir. Namun, apa sih biopori itu?

    Biopori merupakan resapan air yang biasanya dipakai di wilayah yang daya serapnya kurang maksimal. Biopori ini memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk mencegah banjir.

    Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai biopori, yuk simak informasi berikut ini.


    Pengertian Biopori

    Menurut KBBI daring, biopori adalah lubang buatan pada tanah yang diisi sampah organik untuk resapan air. Sampah organik ini berfungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan.

    Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, biasanya lubang biopori dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Lubang ini memiliki diameter antara 10-30 cm dan tidak memiliki muka air tanah dangkal.

    Manfaat Biopori

    1. Mengurangi Sampah Organik

    Biopori mampu mengurangi sampah organik dari rumah kita ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena kamu dapat membuang sampah organik ke dalam biopori.

    Selain mengurangi sampah organik yang akan dibuang ke TPA, pembuatan biopori juga akan membuat kamu terbiasa memilah antara sampah organik dan anorganik.

    2. Menyuburkan Tanah

    Ketika kita memasukkan sampah organik ke dalam lubang, akan menjadi pupuk kompos. Dengan terbentuknya pupuk kompos di dalam lubang, tentu akan membuat tanah menjadi lebih subur.

    3. Membantu Mencegah Terjadinya Banjir

    Salah satu penyebab banjir adalah sistem drainase yang kurang baik. Biasanya di daerah padat penduduk drainasenya buruk karena kurangnya daya serap air oleh tanah.

    Dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah.

    4. Mempengaruhi Jumlah Air Tanah

    Terowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah di dalam biopori juga akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat lho!

    Itulah pengertian dan manfaat biopori.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Duduk Vs Toilet Jongkok, Mending yang Mana Ya?


    Jakarta

    Ada dua jenis pilihan toilet berdasarkan cara penggunaannya, yakni toilet duduk dan toilet jongkok. Setiap orang pasti punya preferensinya masing-masing saat memilih bentuk toilet.

    Namun, ternyata posisi saat buang air besar (BAB) berpengaruh terhadap kesehatan dan kelancaran BAB, lho. Tentunya, kedua toilet ini punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Dari segi model hingga pengaruh terhadap kelancaran dan kesehatan bisa jadi pertimbangan kamu. Dikutip dari Alodokter, Jumat (4/10/2024), yuk, simak penjelasannya berikut ini,


    Toilet Duduk

    Ilustrasi toilet Toilet Jongkok Lebih Sehat Dibanding Toilet Duduk? Ini Fakta-faktanya/Foto: Thinkstock

    Kelebihan Toilet Duduk

    – Desain Modern dan Mewah

    Di pasaran, toilet duduk juga kerap jadi pilihan rumah-rumah yang baru dibangun karena merepresentasikan tingkat modernitas rumah tersebut.

    Dibanding toilet jongkok yang terkesan lebih kuno, toilet duduk punya perkembangan yang lebih masif. Buktinya, kini hadir toilet duduk smart toilet yang serba otomatis.

    – Nyaman Digunakan

    Bagi sebagian orang, toilet duduk lebih nyaman dipakai. Khususnya bagi lansia, wanita yang hamil besar, atau penderita cedera lutut.

    – Mudah Dipakai

    Dibanding toilet jongkok, toilet duduk lebih mudah digunakan karena kita tidak perlu repot menyiram kotoran bekas BAB dengan air gayung. Cukup satu sentuhan, kotoran akan bersih.

    Kekurangan Toilet Duduk

    – Lebih Mahal

    Harga toilet duduk lebih mahal ketimbang toilet jongkok. Apalagi untuk jenis toilet pintar alias smart toilet.

    – Kurang Sehat

    Berdasarkan penelitian, BAB menggunakan toilet duduk membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih besar daripada toilet jongkok. Padahal, terlalu keras mengejan saat BAB dan duduk terlalu lama di toilet duduk dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti wasir dan sembelit.

    Selain itu, penggunaan toilet duduk bisa meningkatkan risiko seseorang terjangkit penyakit diare, flu, hingga infeksi kulit. Soalnya, kulit akan bersentuhan langsung dengan permukaan dudukan kloset yang rentan menjadi sarang bakteri E.coli dan Shigella atau virus hepatitis A dan norovirus.

    Toilet Jongkok

    PT KAI membenahi toilet Stasiun GambirToilet Jongkok Lebih Sehat Dibanding Toilet Duduk? Ini Fakta-faktanya Foto: Dina Rayanti-detikFinance

    Kelebihan Toilet Jongkok

    – Lebih Murah

    Harga toilet jongkok lebih murah dibanding dengan toilet duduk.

    – Lebih Sehat

    Menggunakan toilet jongkok memiliki banyak kelebihan dari segi kesehatan. Sejumlah penelitian menyebut, posisi jongkok saat BAB lebih efektif melancarkan proses BAB. Ini berkaitan erat dengan kinerja otot dan postur tubuh yang mendukung proses BAB.

    Posisi jongkok berfungsi mengoptimalkan ruang pembuangan tinja di anus sekaligus membuat otot di anus dan usus besar lebih relaks. Dengan begitu, BAB pun menjadi lebih mudah dan tinja bisa keluar lebih maksimal.

    Sedangkan, pada posisi duduk, otot saluran cerna akan menekan rektum serta menyempitkan saluran dubur. Hal ini bisa mengganggu kelancaran BAB.

    Penelitian lain menyebutkan, BAB menggunakan toilet jongkok atau dengan posisi jongkok dapat membantu menjaga pergerakan usus, sehingga mencegah kembung, sembelit, dan wasir. Selain itu, toilet jongkok juga baik digunakan untuk ibu hamil karena dapat menjaga kekuatan otot panggul.

    Kekurangan Toilet Jongkok

    – Modelnya Kuno

    Karena sudah ada sejak zaman dahulu, toilet jongkok dianggap kuno dan perkembangan modelnya pun tak semasif toilet duduk.

    – Kurang Nyaman

    Dianggap kurang nyaman digunakan karena dapat menyebabkan keluhan nyeri pada tumit dan paha.

    Tidak cocok digunakan oleh orang yang mengalami gangguan pada pergelangan kaki, misalnya penderita radang sendi, keseleo, patah tulang, hingga tendinitis

    Jadi, kamu pilih toilet duduk atau toilet jongkok?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com