Tag: pembuangannya

  • 5 Penyebab Kloset Mengeluarkan Suara Berisik dan Gelembung Usai Disiram


    Jakarta

    Usai digunakan dan disiram, apakah kloset di rumahmu mengeluarkan suara mendesis atau bunyi gemericik? Dan apakah bunyi tersebut disertai keluarnya gelembung?

    Sebagian orang mengeluhkan toilet di kediamannya mengeluarkan suara berisik setelah disiram. Hal ini tak jarang membuat mereka khawatir bakal terjadi sesuatu dengan kloset beserta sistem pembuangannya.

    Kira-kira apa ya penyebab toilet mengeluarkan bunyi? Lantas, adakah cara untuk mengatasinya?


    5 Penyebab Kloset Mengeluarkan Suara dan Cara Mengatasinya

    Dilansir situs Paschal Air, Plumbing, & Electrics dan The Spruce, berikut beberapa kemungkinan penyebab kloset mengeluarkan suara dan cara mengatasinya:

    1. Saluran Pembuangan Mampet

    Saluran pembuangan tersumbat bisa dibilang penyebab paling umum keluarnya suara berisik dari toilet. Saluran yang tersumbat membuat air tidak mengalir lancar sehingga menggenang di dalam pipa. Saat air menggenang, gelembung udara bisa muncul dan suara bluk-bluk juga terdengar.

    Penyumbatan saluran dapat disebabkan banyak hal, di antaranya karena penumpukan sampah di pipa seperti tisu toilet, barang atau mainan yang jatuh, dan kotoran lain. Pada beberapa kasus, saluran pembuangan yang mampet bisa mengakibatkan kloset meluap.

    Masalah saluran toilet yang mampet perlu segera diatasi. Kamu bisa coba menggunakan penyedot toilet untuk menyedot sampah atau kotoran yang menyumbat. Dengan begitu, salurannya dapat lancar kembali.

    2. Pipa Kloset Rusak

    Penyebab lain toilet mengeluarkan suara berisik dan bergelembung yaitu pipa pembuangan yang pecah akibat akar pohon yang tumbuh mengenai saluran atau karena faktor usia. Saluran pembuangan toilet bisa-bisa bocor dan menimbulkan masalah yang lebih serius.

    Kalau kondisinya seperti ini, maka pipa perlu segera diperbaiki. Kamu dapat memanggil tukang ledeng untuk memeriksa dan membereskannya.

    3. Septic Tank Penuh

    Air dan kotoran yang disiram melalui kloset akan mengalir ke septic tank. Seiring penggunaannya, tangki limbah ini bisa kelebihan muatan alias kepenuhan. Kondisi ini yang bisa menimbulkan gelembung dan bunyi gemericik dari kloset. Jika septic tank penuh maka kamu bisa menghubungi jasa sedot WC.

    4. Tekanan Air Terlalu Tinggi

    Pada kloset duduk, pasokan air bisa menyebabkan toilet bergelembung dan mengeluarkan suara. Bila tekanan airnya terlalu tinggi, aliran air mengalir dengan cepat melewati pipa sehingga menimbulkan gelembung udara dan bunyi desisan yang bergetar. Nantinya, gelembung akan naik ke permukaan mangkuk toilet dan kamu bisa melihat kloset bergelembung.

    Di sisi lain, tekanan air yang terlalu rendah bisa pula membuat toilet muncul gelembung. Tekanan ini membuat air mengalir terlalu lambat di pipa sehingga air di mangkuk toilet menjadi stagnan. Dan kondisi ini juga dapat menyebabkan gelembung muncul di kloset.

    Kalau ahli memperbaiki masalah seperti ini, kamu dapat memperbaikinya secara mandiri. Namun jika tidak, tidak apa memanggil tukang ledek untuk membetulkannya.

    5. Katup Pengisian Rusak

    Katup pengisi di kloset umumnya terdapat pelampung yang naik turun tergantung level air di dalamnya. Fungsinya untuk mengatur air yang masuk ke tangki toilet setelah tiap kali menyiram.

    Saat pelampung turun, katup terbuka sehingga memungkinkan tangki mengisi ulang air. Usai air mencapai level tertentu, katup tertutup rapat agar mencegah air meluap dari tangki.

    Sama seperti barang lain, katup pengisi ini bisa rusak seiring berjalannya waktu. Akibatnya, kloset mengeluarkan suara mendesis. Semakin keras suara yang terdengar, umumnya katup akan rusak kian parah. Maka dari itu, segera perbaiki katup pengisian kloset agar tidak menyebabkan banjir gara-gara pasokan air yang meluap.

    Nah, itu tadi sederet penyebab kloset mengeluarkan suara dan cara mengatasinya. Semoga jadi informasi yang membantu!

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa WC Duduk Punya 2 Tombol Flush? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Perkembangan zaman berpengaruh pada bentuk WC masa kini. Sebelumnya, rumah-rumah di Indonesia kebanyakan menggunakan WC datar, di mana kamu harus jongkok di atasnya. Sekarang, rumah-rumah masa kini lebih memilih memakai WC duduk dengan tombol flush di belakangnya.

    Tombol flush ini apabila ditekan dapat mengeluarkan air yang deras untuk membuang kotoran ke saluran septic tank. Apabila kamu menyadarinya, tombol flush ini memiliki 2 jenis tombol dengan ukuran berbeda, besar dan kecil. Kenapa demikian?

    Melansir dari News18, WC duduk yang saat ini banyak dipakai di Indonesia, sebenarnya ditemukan oleh seorang pelopor WC siram bernama Alexander Cummings yang awal perkembangannya mulai tahun 1775. Namun, jauh sebelum Alexander Cummings memperkenalkan ide WC siram, ada Sir John Harrington di tahun 1596 yang memiliki gagasan mengenai cara pergantian air secara otomatis untuk WC.


    Bentuk WC duduk ini ternyata terinspirasi dari leher angsa, tetapi diterapkan pada saluran pembuangannya. Bentuk S pada saluran pembuangan WC duduk membuat air dan kotoran manusia tidak tercampur sehingga tidak tercium bau yang tidak sedap.

    Selain itu, sistem penyiramannya pun lebih efektif karena tidak perlu air satu ember besar, kotoran sudah bisa terbuang ke saluran. Penggunanya pun tidak memakai energi besar untuk mangambil air karena terdapat tombol flush di WC duduk tersebut.

    Alasan Tombol Flush Ada 2 Jenis

    Tombol flush ini mempunyai dua tombol dengan ukuran berbeda dan masing-masing tombol terhubung ke katup keluarnya. Perbedaan kedua tombol tersebut terletak pada jumlah air yang perlu dikeluarkan dari WC. Tuas yang lebih besar mengeluarkan sekitar 6 hingga 9 liter air untuk pembilasan, sedangkan tuas yang lebih kecil mengeluarkan sekitar 3 hingga 4,5 liter.

    Lalu, tuas yang lebih besar ditujukan untuk limbah padat, sedangkan tuas yang lebih kecil untuk limbah cair.

    Times of India menyebutkan dengan penggunaan dua tombol flush pada WC ini dapat menghemat hingga 20.000 liter air per tahunnya jika dibandingkan dengan WC flush tunggal.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Septic Tank bisa Meledak? Ini Tanda-tandanya Jika Penuh


    Jakarta

    Tangki septik atau septic tank adalah komponen penting dalam sistem pembuangan limbah rumah tangga. Jika dibiarkan terlalu lama, septic tank yang penuh bisa mengalami penumpukan gas berbahaya yang berpotensi meledak.

    Makanya, perawatan tangki septik yang tepat penting untuk menghindari masalah serius pada sistem sanitasi.

    Septic Tank Meledak Karena Apa?

    Dikutip dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), septik tank bisa meledak karena adanya penumpukan gas yang dihasilkan dari proses penguraian limbah.


    Gas yang dihasilkan di antaranya ada gas metana, hidrogen sulfida, amoniak, karbondioksida, dan sejumlah senyawa lain. Misal, metana sendiri merupakan senyawa hidrokarbon fraksi ringan yang karakteristiknya mudah terbakar.

    Gas-gas tersebutlah yang menjadi penyebab utama dari kasus meledaknya septic tank di rumah.

    Ciri-ciri Septic Tank Penuh

    Dilansir laman King Service, berikut adalah tanda-tanda jika bila septik tank penuh:

    1. Adanya Genangan Air

    Adanya genangan air menandakan septic tank penuh. Oleh karena itu, periksa saluran drainase secara teratur untuk melihat genangan air.

    Air akan mulai menggenang ketika cairan berat berisi limbah menyumbat sistem, hal ini membuat air naik ke permukaan. Menentukan apakah air berasal dari tangki septik bisa diketahui dari baunya.

    2. Saluran Air yang Lambat

    Setiap saluran pembuangan di rumah akan mengarah ke sistem septik. Jika saluran pembuangan lambat, artinya ada penyumbatan di sistem pipa atau tangki yang penuh.

    3. Tercium Bau Busuk

    Jika di sekitar rumah tercium bau busuk khas limbah, berarti ada penyumbatan serius di sistem septik.

    4. Suara Gemericik Pipa

    Suara gemericik merupakan suara gelembung berfrekuensi rendah yang sering terdengar saat air mengalir dari wastafel, toilet, maupun pancuran. Sumbatan pada pipa bisa menyebabkan suara gemericik, karena udara terperangkap.

    Hal ini membuat cairan tidak bisa mengalir dengan baik. Hal inilah yang jadi tanda peringatan dini bahwa ada yang salah dengan pipa ledeng.

    5. Saluran Pembuangan Toilet Terlalu Lambat

    Apakah toilet kamu tidak lagi bertenaga seperti dulu? Saluran pembuangannya terlalu lambat? Ini bisa menandakan adanya penyumbatan pada sistem septik.

    6. Banyak Serangga di Sekitar Septic Tank

    Nyamuk dan lalat suka bertelur di genangan air dan limbah. Jika tangki septic tank penuh, kamu pasti akan melihat peningkatan jumlah tersebut (terutama di sekitar tangki).

    Kapan Septic Tank Perlu Dikuras?

    Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki, mengungkapkan bahwa penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank yang digunakan.

    Biasanya, ada dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah yakni model konvensional dan biotank.

    Untuk septic tank konvensional tidak perlu sering mengurasnya, karena tidak mudah penuh.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” jelas Basuki kepada detikProperti.

    Sementara, septic tank biotank membutuhkan perawatan lebih intens. supaya tidak lekas penuh, septic tank biotank perlu dikuras minimal 1-2 tahun sekali.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” kata Basuki.

    Ini adalah septic tank yang bentuknya seperti toren air. Di dalamnya ada filtrasi yang berfungsi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 sampai 2 tahun sekali, supaya tidak lekas penuh.

    Kesimpulannya, waktu yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank perlu pengurasan lebih sering, jika dibandingkan yang konvensional.

    Mengosongkan dan merawat septic tank bisa menjadi proses yang rumit dan berpotensi membahayakan. Maka dari itu, sebaiknya mengandalkan tenaga profesional.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! Jangan Taruh 4 Barang Ini di Bawah Wastafel


    Jakarta

    Wastafel adalah tempat untuk mencuci tangan, sikat gigi, atau untuk membersihkan barang. Wastafel bentuknya cukup sederhana yakni keran, wadah seperti mangkuk sebagai tempat air terbuang dan pipa pembuangannya. Biasanya, di bawah wastafel tersedia ruang kosong.

    Ada beberapa orang menggunakan ruang kosong di bawah wastafel ini untuk meletakkan beberapa benda atau tempat penyimpanan. Ternyata, area dibawah wastafel tidak bisa untuk meletakkan sembarang barang. Sebab, beberapa benda ini justru dapat menimbulkan bahaya bagi penghuninya.

    Dilansir Ideal Home, Sabtu (12/10/2024), berikut 6 barang yang tidak boleh disimpan di bawah wastafel..


    1. Cairan Pembersih Kimia

    Biasanya kamu meletakkan sesuatu di tempat yang mudah dijangkau. Sebagai contoh cairan pembersih kimia. Biasanya dipakai untuk membersihkan toilet, membersihkan lantai, atau kerak di dinding. Maka dari itu, tempat penyimpanannya di dekat sumber air. Salah satunya adalah wastafel.

    Ternyata lokasi ini sangat tidak disarankan karena bisa dijangkau anak-anak dan hewan peliharaan. Saat mereka tengah aktif di rumah, bisa saja cairan tersebut tersenggol dan akhirnya tumpah. Selain itu, untuk menghindari cairan tersebut terminum karena warna yang menarik.

    2. Tekstil

    Biasanya ada kain yang diletakkan di bawah wastafel untuk mengeringkan lantai yang basah. Jika fungsinya untuk itu, kamu perlu sering menggantinya agar tidak mudah berjamur karena di bawah wastafel kerap basah dan lebih lembap dari area lain.

    3. Makanan Hewan Peliharaan

    Perlakukan makanan hewan layaknya makanan untuk kita sendiri. Agar hewan aman saat memakannya kamu juga perlu menyimpan makanan mereka di tempat yang aman dan kering. Sementara di bawah wastafel, lebih sering lembap daripada kering.

    4. Barang yang Mudah Berkarat

    Hindari meletakkan barang-barang mudah berkarat di bawah wastafel jika ingin kualitasnya tahan lama. Air dan kelembapan dapat memicu karat lebih cepat muncul.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Cat yang Tepat untuk Kamar Mandi



    Jakarta

    Memilih cat yang tepat untuk kamar mandi adalah langkah penting dalam menciptakan suasana yang nyaman dan menarik. Dengan kelembapan tinggi dan paparan langsung terhadap air, tidak semua jenis cat cocok untuk ruangan ini.

    Simak penjelasan yang akan membahas berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan, termasuk ketahanan terhadap lembap, warna yang sesuai, dan jenis cat yang dapat memberikan hasil terbaik untuk kamar mandi kamu.

    Pahami Syarat untuk Cat Kamar Mandi

    Melansir This Old House, berbeda dengan ruangan lain di rumah kamu, kamar mandi memerlukan perhatian khusus dalam pemilihan cat. Cat yang paling cocok untuk kamar mandi harus memiliki ketahanan terhadap kelembapan, mudah dibersihkan, dan cukup tahan lama untuk menghadapi paparan air serta produk pembersih secara rutin.


    Ketahanan terhadap kelembapan adalah faktor utama yang perlu dipertimbangkan saat memilih cat untuk kamar mandi. Tanpa perlindungan yang memadai, dinding dan langit-langit dapat menjadi tempat tumbuhnya jamur dan lumut, yang dapat membahayakan kesehatan serta mengakibatkan biaya perbaikan yang tinggi.

    Selain itu, cat untuk kamar mandi juga harus bersifat antiair dan tidak mudah mengelupas atau menggelembung ketika terpapar uap dan cipratan air.

    Jenis Cat Finishing

    Lapisan cat memiliki peranan krusial dalam kinerja dan penampilan di kamar mandi. Berbagai jenis lapisan cat memberikan tingkat ketahanan terhadap kelembapan dan pantulan cahaya yang bervariasi.

    Hasil Akhir Cat Mengkilap

    Kamu sangat disarankan untuk menggunakan cat mengilap dan semi-kilap di kamar mandi karena ketahanannya terhadap kelembapan dan daya tahannya yang luar biasa. Cat ini menghasilkan permukaan yang keras dan mengkilap, yang menolak air dan mudah dibersihkan.

    Selain itu, sifat reflektif dari cat mengilap dan semi-kilap juga membantu menerangi ruangan, sehingga kamar mandi yang lebih kecil terlihat lebih luas. Cat semi-kilap sangat populer untuk dinding kamar mandi karena mampu menyeimbangkan kilau dan kelembutan.

    Cat ini tahan terhadap kelembapan dan jamur, serta memiliki tingkat pantulan cahaya yang tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan cat mengilap penuh, yang bisa menonjolkan ketidaksempurnaan pada permukaan dinding.

    Jenis Cat Dasar yang Tepat untuk Kamar Mandi

    Cat Akrilik

    Cat akrilik adalah pilihan yang sangat baik untuk kamar mandi karena ketahanannya terhadap kelembapan dan waktu pengeringan yang cepat. Cat berbasis air ini melekat dengan baik pada permukaan kamar mandi dan menghasilkan lapisan akhir yang tahan lama serta mudah dibersihkan secara berkala.

    Selain itu, cat akrilik tidak mudah pudar atau menguning seiring berjalannya waktu, sehingga warna dan penampilannya tetap terjaga meskipun berada di lingkungan yang lembap.

    Ketika memilih cat akrilik untuk kamar mandi, penting untuk mencari formula yang dirancang khusus untuk area dengan kelembapan tinggi.

    Cat ini biasanya mengandung bahan tambahan yang meningkatkan ketahanannya terhadap jamur dan lumut, menjadikannya ideal untuk digunakan di kamar mandi.

    Selain itu, mengetahui primer yang tepat untuk digunakan juga sangat penting saat menggunakan cat akrilik, karena hal ini memastikan daya rekat yang baik dan keawetan cat tersebut.

    Cat Lateks

    Cat lateks adalah opsi populer lainnya untuk kamar mandi. Seperti cat akrilik, lateks berdasarkan air dan memiliki ketahanan yang baik terhadap kelembapan. Lebih lagi, cat ini mudah diaplikasikan, cepat kering, dan mengeluarkan sedikit aroma selama proses aplikasi.

    Cat lateks juga menyediakan isolasi yang sangat efektif dan tidak mudah mengubah warna seiring waktu dibandingkan dengan cat berbahan dasar minyak.

    Untuk mendapatkan hasil terbaik, pilihlah cat lateks berkualitas tinggi yang spesifik dirancang untuk daerah dengan tingkat kelembapan tinggi. Banyak varietas cat ini dilengkapi dengan antijamur dan bahan tambahan lain yang meningkatkan performanya di lingkungan lembab.

    Cat Minyak

    Meskipun jarang digunakan di kamar mandi, cat berbahan dasar minyak masih dapat dipertimbangkan dalam kondisi tertentu. Cat berbahan dasar minyak menawarkan ketahanan yang sangat baik terhadap kelembapan dan menghasilkan lapisan akhir yang keras dan tahan lama, siap untuk melawan pembersihan yang sering.

    Namun, cat ini memiliki beberapa kelemahan, yaitu waktu pengeringan yang lebih panjang, bau yang lebih kuat selama proses pengecatan, dan kemungkinan menguning seiring waktu.

    Jika kamu memilih untuk menggunakan cat berbasis minyak di kamar mandi, pastikan ada ventilasi yang baik selama dan setelah pengecatan. Penting juga untuk menyadari bahwa cat berbasis minyak mungkin membutuhkan pelarut pembersih dan metode pembuangannya sendiri.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Mudah Hilangkan Bau Tak Sedap di Kamar Mandi, Pernah Coba?


    Jakarta

    Salah satu masalah yang sering ditemukan di kamar mandi adalah bau. Sebenarnya ini hal lumrah terjadi mengingat kamar mandi adalah ruangan untuk bersih-bersih dan buang air. Namun, kamu tetap perlu solusi untuk mengatasi bau tidak sedap yang sering tercium di kamar mandi.

    Mencegah kamar mandi berbau juga bagian dari standar kebersihan kamar mandi. Apabila kamar mandi harus dan bersih baik kamu dan tamu yang akan menggunakan kamar mandi tidak akan terganggu dan mual selama di dalam sana.

    Dikutip dari Apartment Therapy, begini tips membuat kamar mandi wangi.


    1. Rajin Bersihkan Kamar Mandi

    Kunci kebersihan kamar mandi adalah dengan sering membersihkannya. Membersihkan kamar mandi dari kotoran secara rutin akan sangat membantu mencegah timbulnya bau. Mulai dari lantai, dinding, gayung, ember, shower, toilet, hingga saluran pembuangannya harus dibersihkan. Jika terdapat wastafel dan cermin di dalam kamar mandi, bagian ini juga tidak boleh dilewatkan.

    2. Buat Sirkulasi Udara

    Sirkulasi ruangan yang baik dapat menghilangkan bau tidak sedap. Meskipun kebanyakan kamar mandi ukurannya kecil, kamu tetap perlu membuat sirkulasi pada salah satu sisinya agar kamar mandi tidak lembap dan tidak pengap. Kamu juga bisa menambahkan kipas exhaust atau membuka jendela dan pintu sesering mungkin.

    3. Hilangkan Bau di Toilet

    Sebenarnya bau dari toilet bisa hilang setelah beberapa menit. Namun, apabila kamar mandi tersebut akan langsung dipakai setelah kamu keluar, pasti malu rasanya mereka mencium bau yang tidak sedap.

    Kamu bisa menetralisir bau dengan bahan pembersih alami seperti soda kue dan cuka. Cukup tambahkan sekitar satu cangkir soda kue ke saluran pembuangan, dan biarkan selama beberapa jam. Setelah itu, tuangkan secangkir cuka putih, tunggu lima menit, dan bilas dengan air panas.

    4. Beri Pengharum Ruangan

    Pengharum ruangan juga penting diletakkan di kamar mandi. Kamu bisa memakai pengharum semprot atau yang hanya perlu diletakkan saja. Namun, pastikan bau yang kamu pilih tidak begitu mengganggu saat dihirup.

    5. Tidak Meletakkan Handuk di Kamar Mandi

    Terkadang sumber bau apek bisa berasal dari handuk yang lembap. Kalau kamu terbiasa meninggalkan handuk di kamar mandi, pastikan untuk sering menggantinya. Namun, sebaiknya handuk yang basah dijemur dahulu dan dibawa saat hendak digunakan.

    6. Pajang Tanaman Hias

    Tanaman hias bukan hanya untuk pajangan, melainkan bisa sebagai filter udara. Bahkan beberapa tanaman hias juga menguarkan bau yang wangi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Penyebab AC Keluar Air, Bisa Jadi Tanda Kerusakan


    Jakarta

    Pernahkah kamu mendapati lantai basah karena tetesan air dari unit AC di rumah? Kebocoran AC tentu akan menjadi masalah yang mengganggu.

    Hal ini juga bisa menjadi tanda adanya kerusakan dari AC. Ketahui beberapa penyebab AC keluar air berikut ini.

    Penyebab AC Keluar Air

    AC yang mengeluarkan air bisa disebabkan karena berbagai masalah seperti saluran pembuangan tersumbat, filter udara yang kotor, serta kumparan evaporator beku. Berikut penjelasannya mengutip salah satu laman produsen AC, Service Champion, dan ARS Rescue Rooter.


    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Saluran pembuangan yang tersumbat mencegah AC mengosongkan wadah pembuangan dengan benar. Wadah pembuangan bisa tersumbat oleh kotoran atau serpihan yang menumpuk. Hal ini membuat air rentan berbalik dan menimbulkan kebocoran.

    Kamu bisa membersihkannya dengan vacuum cleaner basah atau kering. Tapi hati-hati agar tidak merusak unit HVAC (Heating, Ventilation, dan Air-Conditioning).

    2. Filter Udara Kotor

    Filter udara yang kotor akan membatasi aliran udara di atas kumparan evaporator, sehingga menyebabkan kondensasi dan kebocoran air. Sebagai informasi, menurut detikEdu, kondensasi merupakan proses perubahan uap air di udara menjadi butiran air.

    3. Tingkat Refrigeran Rendah

    Kadar refrigeran yang rendah membuat kumparan evaporator menjadi terlalu dingin. Hal ini menyebabkan kumparan membeku dan basah saat mencair. Adapun tanda-anda lain dari kadar referigeran yang rendah adalah suara gemericik atau mendesis dan pendinginan yang tidak efektif.

    4. Pemasangan AC yang Tidak Tepat

    AC yang dipasang dengan cara yang salah atau saluran pembuangan yang tidak dikonfigurasi dengan benar bisa menyebabkan masalah drainase dan kebocoran air. Jadi, pastikan kamu meminta bantuan tenaga profesional ketika memasang AC.

    5. Wadah Pembuangan Rusak

    Wadah pembuangan sangat penting untuk mengalirkan kondensat berlebih. Jika wadah pembuangannya rusak, aliran air akan terhalang dan bisa menyebabkan kebocoran air.

    6. Kumparan Evaporator Beku

    Seiring berjalannya waktu, kumparan evaporator bisa tersumbat. Bukannya mendinginkan udara panas dan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, kumparan tersebut kotor dan melambat karena zat pendingin ak bisa melewati kumparan ke dalam unit.

    Tanpa panas yang diserap, kumparan menjadi semakin dingin dan membeku. Es yang mencair dengan cepat memenuhi wadah pembuangan dan menyebabkan kebocoran air.

    7. Isolasi Rusak

    Isolasi dalam AC membantu mengurangi jumlah kondensasi yang dihasilkan. Jika ada kerusakan seperti berlubang atau retak. AC tidak bisa berfungsi dengan baik dan dapat menyebabkan kebocoran. Kondisi ini juga bisa menyebabkan beberapa bagian AC membeku.

    8. Saluran Pembuangan Terputus

    Kebocoran AC juga bisa disebabkan karena saluran pembuangan yang terputus. Wadah pembuangan menyalurkan air ke saluran pembuangan, namun sambungan yang terputus membuat air bocor ke mana mana. Perlu diketahui, sistem AC yang mengalami kebocoran air akibat saluran pembuangan air yang bermasalah memerlukan perhatian profesional untuk memperbaikinya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jurus Jitu Bersihkan Wastafel Mampet dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap terjadi pada wastafel adalah aliran pembuangan air yang lambat alias wastafel mampet. Hal ini membuat air menggenang pada wastafel.

    Masalah seperti ini biasanya disebabkan oleh penumpukan kotoran seperti sampah, kotoran, dan rambut. Jika dibiarkan, air akan menggenangi wastafel sampai meluap.

    Lantas bagaimana cara membersihkan wastafel yang tersumbat? Yuk, simak caranya berikut ini dikutip dari The Spruce.


    5 Cara Membersihkan Wastafel Mampet

    Inilah cara membersihkan sumbatan pada saluran pembuangan wastafel agar air tidak menggenang.

    1. Bersihkan Kotoran yang Menyumbat

    Cara paling untuk mengatasi wastafel yang mampet adalah membersihkan kotoran yang menyumbat saluran pembuangannya. Bisa jadi ada kotoran berupa sisa makanan, sampah, ataupun rambut yang menyumbat saluran pembuangan.

    Untuk mengambil kotoran tersebut, kamu bisa gunakan alat zip drainase untuk mengeluarkan rambut dan kotoran dari saluran pembuangan. Selain mudah digunakan, alat ini juga murah dan gampang ditemukan di toko perkakas.

    2. Bersihkan Sumbatan Wastafel

    Sumbatan wastafel adalah alat yang menyaring kotoran agar tidak masuk ke saluran pembuangan. Alat ini juga biasanya menjadi sumber masalah aliran wastafel yang lambat.

    Lepaskan dan bersihkan sumbat wastafel secara rutin, terutama setelah mencuci piring. Mengapa begitu? karena biasanya banyak sisa makanan dan kotoran yang menyangkut di sana, sehingga menyebabkan aliran air ke pembuangan menjadi lambat.

    3. Gunakan Cairan Pembersih Alami

    Kamu bisa pakai cairan pembersih racikan sendiri buat membersihkan wastafel yang tersumbat. Caranya cukup campurkan 1/2 cangkir soda kue dengan 1/2 cangkir cuka, biarkan beberapa menit, lalu bilas dengan air mendidih. Cara ini akan membantu memecah kotoran di dalam pipa, sehingga aliran bisa lancar kembali.

    4. Plunger

    Kalau kamu merasa ada sumbatan besar yang bikin wastafel mampet, gunakan plunger untuk membantu mengeluarkan barang tersebut. Setelah barang yang menyumbat saluran dikeluarkan, maka aliran akan lancar kembali.

    5. Gunakan Pipa U

    Jika wastafel masih mampet setelah coba berbagai usaha, coba bersihkan dengan pipa U adalah cara terakhir yang bisa kamu lakukan. Pipa U adalah pipa berbentuk ‘U’ di bawah wastafel yang merupakan bagian dari saluran pembuangan wastafel.

    Pipa ini sering kali mengumpulkan kotoran yang membuat wastafel tersumbat. Oleh karena itu, kamu bisa mencopot pipa U di bawah wastafel dan kemudian membersihkannya. Setelah selesai, pasang kembali pipa U.

    Cara Cegah Aliran Wastafel Melambat

    • Hindari memasukkan rambut, sisa makanan, atau kotoran ke dalam saluran pembuangan.
    • Gunakan jaring halus untuk menangkap rambut.
    • Bersihkan sumbat wastafel secara teratur.
    • Bilas wastafel dengan air panas secara berkala untuk mencegah penumpukan.

    Itulah cara membersihkan dan mencegah wastafel tersumbat. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Bahaya Buang Tisu ke Kloset Bukan Cuma Bikin Mampet


    Jakarta

    Tulisan berisi peringatan tidak membuat tisu ke dalam kloset pasti sering kita temui terutama ketika menggunakan toilet umum. Peringatan ini bukan hanya mengingatkan penggunanya untuk tidak membuang sampah sembarangan, melainkan ada makna lain.

    Tisu merupakan benda padat yang tidak mudah hancur meskipun wujudnya tipis. Hal ini bisa dibuktikan dengan cara merendam tisu di dalam cairan. Tisu tersebut hanya tenggelam ke dasar dan tidak hancur.

    Apabila kondisi serupa terjadi di dalam pipa pembuangan, tentu akan menimbulkan banyak masalah, salah satunya adalah menutup jalur air dan membuat mampet. Ini hanya satu masalah dari beberapa risiko yang bisa terjadi. Untuk lebih jelasnya, dilansir Scott English Plumbing, berikut hal yang bisa terjadi apabila membuang tisu ke dalam kloset.


    1. Efek Fatberg

    Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak. Penumpukan ini bisa bertambah luas hingga seperti gunung es. Apabila sudah sampai seperti ini akan terjadi sumbatan pada saluran pembuangan. Tanda-tanda saluran pembuangan sudah mampet adalah kotoran sulit turun dan muncul bau tak sedap dari area kamar mandi dan pipa pembuangan yang terhubung dengan septic tank.

    2. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Jika kondisi sumbatan sudah parah dan tidak segera diperbaiki, pipa pembuangan bisa rusak. Hal ini dikarenakan tidak ada ruang lagi untuk air dan kotoran lewat. Penumpukan benda di dalam pipa bisa memberikan tekanan yang berisiko terjadi kebocoran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com