Tag: pembusukan

  • 3 Barang Ini Sebaiknya Dibuang dari Rumah, Bisa Bawa Petaka!


    Jakarta

    Ada berbagai macam barang yang bermanfaat untuk membantu kegiatan sehari-hari. Namun, ada juga sejumlah barang yang sudah tidak terpakai dan tanpa disadari hanya disimpan selama bertahun-tahun.

    Ternyata, menyimpan barang yang tidak terpakai sangat tidak dianjurkan. Menurut feng shui, menyimpan barang yang tak terpakai dianggap membawa sial dan petaka bagi penghuni rumah.

    Feng shui sendiri adalah praktik dari China dalam menata benda untuk mendorong keselarasan dengan alam. Energi positif yang muncul dari keseimbangan ini dapat membangun keharmonisan antara individu dengan lingkungannya.


    Apa saja barang yang sebaiknya dibuang menurut feng shui? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Barang yang Lebih Baik Dibuang Karena Bisa Bawa Petaka

    Dikutip dari Better Homes & Gardens, Minggu (6/7/2025), berikut sejumlah barang yang sebaiknya dibuang dari rumah karena bisa membawa energi negatif menurut feng shui:

    1. Barang yang Sudah Rusak

    Masih suka menyimpang barang yang sudah rusak? Bisa jadi hal itu membuat aliran energi negatif masuk ke dalam rumah. Beberapa orang menganggap barang tersebut masih bisa diperbaiki, meski pada akhirnya tak tersentuh sama sekali.

    Dalam feng shui, barang yang sudah rusak dan tidak dibuang selama berbulan-bulan melambangkan energi yang cenderung tidak bergerak. Kebiasaan menyimpan barang rusak dapat menghalangi pertukaran energi positif ke dalam rumah.

    Jika memang punya barang rusak dan ingin diperbaiki maka segera lakukan. Kalau tak ada waktu untuk memperbaikinya, lebih baik dibuang dan membeli yang baru.

    2. Tanaman dan Bunga Layu

    Menanam bunga dan tanaman hijau di halaman bisa membuat hunian terlihat hijau dan asri. Namun jika jarang dirawat dan disiram air, maka tanaman bisa layu dan mati.

    Terkadang, banyak orang yang tak sadar tanaman hiasnya sudah layu dan dibiarkan selama berhari-hari. Jika tidak segera dicabut dari tanah, tanaman layu dapat melambangkan kematian atau pembusukan bagi penghuni rumah.

    Feng shui menilai tanaman layu dapat membawa energi negatif dan berpotensi membawa petaka bagi seisi rumah. Hal ini dapat memengaruhi hubungan rumah tangga hingga karier.

    3. Hadiah yang Tidak Diinginkan

    Ketika menerima sebuah hadiah, kamu tentu tak akan tahu apa isi di dalamnya. Setelah hadiah dibuka dan ternyata kamu tidak menyukainya, lebih baik diberikan kepada orang lain.

    Sebab, feng shui menilai jika menyimpan barang dari hadiah yang tidak diinginkan dapat membawa energi negatif ke dalam rumah. Hal tersebut bisa membawa suasana buruk dan akhirnya mengganggu keharmonisan rumah tangga.

    Demikian tiga barang yang sebaiknya dibuang karena dapat membawa petaka menurut feng shui. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencegah Air Sumur Berwarna Kuning dan Berbau



    Jakarta

    Air sumur masih menjadi sumber utama kebutuhan air bersih bagi sebagian besar masyarakat, mulai dari untuk mandi, mencuci, hingga memasak. Namun, tak sedikit penghuni rumah yang mengeluhkan air sumur berwarna kuning dan mengeluarkan bau tak sedap. Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup sehari-hari.

    Air bersih yang layak konsumsi seharusnya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Jika air sumur di rumahmu tidak memenuhi kriteria ini, bisa jadi sumber air sudah terkontaminasi oleh bakteri atau zat kimia dari dalam tanah.

    Lantas, bagaimana cara mencegah dan mengatasi air sumur yang berbau dan berwarna?


    Penyebab Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Menurut Minnesota Department of Health, ada dua penyebab umum air sumur menjadi bau dan berubah warna:

    Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)

    Gas ini membuat air beraroma seperti telur busuk. H₂S bisa muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Jika kadar gas ini tinggi, air bisa berbahaya untuk digunakan.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri ini membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain, seperti bakteri besi. Akibatnya, sistem perpipaan bisa tersumbat lendir, dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Air Sumur yang Bau dan Kuning

    Jika air sumur di rumah sudah menunjukkan tanda-tanda bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit bisa berfungsi sebagai disinfektan untuk menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Namun, setelah ditambahkan kaporit, air tidak bisa langsung digunakan. Tunggu beberapa hari sampai baunya benar-benar hilang.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bakteri penyebab bau kerap menempel di dinding sumur. Kamu bisa menggunakan cairan klorin untuk membersihkannya secara menyeluruh agar air kembali jernih dan bebas aroma tak sedap.

    3. Perdalam Galian Sumur

    Air kuning dan keruh bisa terjadi karena sumur terlalu dangkal. Pertimbangkan menggali lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar tidak mudah tercemar air permukaan.

    4. Disinfeksi Secara Menyeluruh

    Jika bau masih membandel, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Untuk hasil maksimal dan aman, sebaiknya gunakan jasa profesional yang ahli dalam sterilisasi air sumur.

    5. Buat Sumur Baru

    Jika semua cara sudah dicoba dan sumber air masih tercemar, membuat sumur baru bisa jadi solusi terakhir. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau pertimbangkan untuk berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Dengan perawatan dan tindakan yang tepat, air sumur yang kuning dan berbau bisa dihindari. Pastikan untuk selalu rutin mengecek kondisi air di rumah agar tetap aman dan sehat untuk digunakan sehari-hari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Cegah Air Sumur dan PAM Menguning Serta Berbau



    Jakarta

    Salah satu kebutuhan rumah tangga yang utama adalah ketersediaan air bersih. Air bersih bisa dipakai untuk mencuci, memasak, minum juga mandi.

    Oleh sebab itu, air yang digunakan harus bersih dan tidak mengandung senyawa-senyawa berbahaya. Saat ini, sumber air yang paling umum adalah berasal dari sumur atau perusahaan air minum (PAM).

    Apa jadinya bila air menguning atau berbau? Bolehkah tetap dipakai? Apa yang harus dilakukan?


    Penyebab Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Menurut Minnesota Department of Health, ada dua penyebab umum air sumur menjadi bau dan berubah warna:

    Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)

    Gas ini membuat air beraroma seperti telur busuk. H₂S bisa muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Jika kadar gas ini tinggi, air bisa berbahaya untuk digunakan.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri ini membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain, seperti bakteri besi. Akibatnya, sistem perpipaan bisa tersumbat lendir, dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Air Sumur yang Bau dan Kuning

    Jika air sumur di rumah sudah menunjukkan tanda-tanda bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit bisa berfungsi sebagai disinfektan untuk menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Namun, setelah ditambahkan kaporit, air tidak bisa langsung digunakan. Tunggu beberapa hari sampai baunya benar-benar hilang.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bakteri penyebab bau kerap menempel di dinding sumur. Kamu bisa menggunakan cairan klorin untuk membersihkannya secara menyeluruh agar air kembali jernih dan bebas aroma tak sedap.

    3. Perdalam Galian Sumur

    Air kuning dan keruh bisa terjadi karena sumur terlalu dangkal. Pertimbangkan menggali lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar tidak mudah tercemar air permukaan.

    4. Disinfeksi Secara Menyeluruh

    Jika bau masih membandel, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Untuk hasil maksimal dan aman, sebaiknya gunakan jasa profesional yang ahli dalam sterilisasi air sumur.

    5. Buat Sumur Baru

    Jika semua cara sudah dicoba dan sumber air masih tercemar, membuat sumur baru bisa jadi solusi terakhir. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau pertimbangkan untuk berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Dengan perawatan dan tindakan yang tepat, air sumur yang kuning dan berbau bisa dihindari. Pastikan untuk selalu rutin mengecek kondisi air di rumah agar tetap aman dan sehat untuk digunakan sehari-hari.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Air Sumur Bau dan Cara Atasinya Tanpa Pakai Filter


    Jakarta

    Air sumur merupakan sumber air bersih yang masih banyak digunakan di Indonesia. Untuk memakai air sumur biasanya orang akan menurunkan ember yang sudah diikat tali yang kuat kemudian ditarik ke atas setelah ember terisi penuh.

    Kualitas air sumur dengan air yang didapat dengan pompa modern tidak ada bedanya, karena sama-sama dari dalam tanah. Meskipun begitu, sebelum menggunakan air sumur sebaiknya periksa dahulu kondisinya. Sebab, tak jarang air sumur di rumah berbau tak sedap dan berwarna kekuningan.

    Air yang layak untuk digunakan adalah yang tidak berbau, tidak berwarna, dan bersih. Apabila berbau tak sedap sebaiknya jangan langsung digunakan karena dapat menyebabkan masalah kesehatan.


    Penyebab Air Sumur Bau

    Menurut MN Department of Health, penyebab air sumur berbau dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut.

    1. Gas Hidrogen Sulfida

    Gas hidrogen sulfida (H2S) merupakan senyawa gas yang memang biasa muncul di sumur. Penyebab munculnya gas hidrogen sulfida adalah terjadi pembusukan dan reaksi kimia antara tanah dan bebatuan. Bau yang muncul dari gas ini mirip dengan bau telur busuk. Air yang tercemar gas H2S dengan kadar tinggi sudah masuk kategori racun sehingga tidak disarankan untuk terlalu lama dicium aromanya.

    2. Bakteri Sulfur

    Bakteri sulfur juga bisa memproduksi gas H2S. Makhluk satu ini memang tidak berbahaya, tetapi bisa bantu merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Lendir yang dihasilkan bakteri mampu menyumbat sistem perpipaan sumur.

    Cara Mengatasi Air Sumur yang Bau

    Apabila air sumur yang sudah tercemar tentu akan lebih sulit untuk dibersihkan. Namun, tetap ada cara untuk mengatasi air sumur yang berbau, bahkan tanpa perlu memasang alat filter, berikut caranya.

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit biasa digunakan pada air di kolam renang. Senyawa kimia ini sebenarnya zat disinfektan air yang ampuh untuk menjernihkan juga menghilangkan bau pada air. Namun air yang diberi kaporit tidak dapat langsung dikonsumsi. Penggunanya harus menunggu beberapa hari sampai baunya menghilang dan barulah air bisa digunakan kembali.

    2. Gali Sumur Lebih Dalam

    Sumur yang masih dangkal bisa menjadi salah satu faktor airnya berbau tak sedap. Salah satu cara untuk menghindari air sumur tidak berbau adalah dengan digali lebih dalam supaya air kotor tidak masuk ke dalamnya. Dinding sumur juga sebaiknya dilapisi dengan beton agar lebih tinggi dan tak mudah bocor sehingga air kotor tak mengontaminasi air di dalamnya.

    3. Disinfeksi Sumur

    Jamur bisa tumbuh di mana saja terutama di area sumur. Tanda adanya jamur bukan hanya dari noda, melainkan bau. Untuk mengatasinya, coba gunakan larutan klorin tingkat kuat untuk membunuh jamur. Cara membersihkannya sebaiknya memanggil jasa profesional agar takarannya pas dan tepat.

    4. Bor Sumur Baru

    Apabila sumber bau berasal dari air tanahnya, mengebor sumur baru di lokasi berbeda menjadi cara terakhir yang dapat dilakukan.

    Itu penyebab dan cara mengatasi air sumur yang berbau, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanaman Hias yang Ampuh Usir Lalat dari Rumah, Salah Satunya Lavender


    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu serangga yang kerap mengganggu manusia. Sebab, lalat sering kali menebarkan kuman dan bakteri saat hinggap di makanan dan minuman.

    Akibatnya, bakteri dan kuman yang dibawa oleh lalat bisa masuk ke dalam tubuh manusia. Hal itu bisa menyebabkan sejumlah penyakit seperti diare, infeksi kulit, dan mual.

    Untuk mencegah lalat masuk ke rumah, kami bisa menggunakan semprotan pembasmi serangga yang dijual bebas. Namun, kandungan zat dalam cairan tersebut bisa berbahaya jika dihirup terlalu lama.


    Sebagai solusinya, kamu bisa menanam sejumlah tanaman hias anti serangga, termasuk lalat. Apa saja tanaman tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tanaman Hias yang Ampuh Usir Lalat di Rumah

    Dilansir situs Times of India, berikut daftar tanaman hias yang disebut ampuh mengusir lalat di dalam rumah:

    1. Rosemary

    Rosemary terkenal sebagai salah satu tanaman yang memiliki aroma wangi dan menenangkan. Meski disukai oleh manusia, tapi ternyata wangi dari rosemary begitu dibenci lalat karena sangat menyengat dan dapat mengganggu indra penciuman.

    Menanam rosemary terbilang mudah karena cukup ditanam di bawah sinar matahari. Oh ya, jangan menyiram rosemary terlalu sering karena bisa cepat layu dan terjadi pembusukan. Sebaiknya siram rosemary jika benar-benar sudah kering.

    2. Lavender

    Tanaman yang satu ini memang sudah dikenal sejak lama sebagai pengusir serangga alami. Tak hanya efektif mengusir lalat, tapi juga ampuh membasmi nyamuk dan kecoak.

    Lavender termasuk tanaman hias yang mampu bertahan hidup di kondisi kering dan hanya membutuhkan sedikit sinar matahari. Namun, lavender hanya dapat tumbuh subur di daerah yang lebih hangat.

    3. Mint

    Aroma kuat dari daun mint ternyata dinilai ampuh untuk mengusir serangga. Tidak hanya lalat, tapi juga dapat membasmi nyamuk dan semut yang sering muncul di dalam rumah.

    Menanam mint juga terbilang mudah, lho. Kamu bisa menanam mint di pot dan ditaruh di teras rumah. Selain itu, kamu juga dapat memetik daun mint sebagai pengusir serangga di sudut-sudut tertentu.

    4. Basil

    Basil atau kemangi juga bisa digunakan untuk mengusir lalat di rumah. Sama seperti mint, tanaman basil memiliki aroma kuat yang membuat lalat tidak tahan dan memilih menghindarinya.

    Agar bisa tumbuh subur di rumah, pastikan basil ditanam di area yang lembap. Cek juga media tanam dan taruh basil di lokasi yang banyak terpapar sinar matahari langsung.

    5. Marigold

    Selain mempercantik hunian, menanam marigold juga dapat mencegah serangga seperti lalat, nyamuk, dan kecoak masuk ke rumah. Marigold termasuk tanaman yang mudah dirawat karena tahan terhadap kondisi cuaca panas dan kering.

    Pastikan kamu menanam marigold di bawah sinar matahari dan selalu menjaga kelembapan media tanam agar bisa tumbuh dengan subur.

    6. Serai

    Satu lagi tanaman hias yang disebut ampuh mengusir lalat di rumah, yakni serai. Sama seperti lavender, aroma serai yang menyengat membuat lalat memilih untuk ‘putar balik’ karena merasa terganggu.

    Serai juga termasuk tanaman yang mudah dirawat karena bisa tumbuh subur. Cukup menanam serai di dalam pot besar dan letakkan di area yang terpapar cukup sinar matahari.

    Demikian enam tanaman hias yang dapat mengusir lalat di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanaman Hias Bisa Layu gegara Sering Disiram Air, Ini 4 Cirinya


    Jakarta

    Tanaman hias perlu disiram air agar bisa tumbuh subur. Air juga dapat membantu tanaman agar bisa fotosintesis, menjaga struktur sel tanaman, dan menjaga kelembapan tanah.

    Namun, tidak semua tanaman hias perlu disiram air secara rutin. Ada sejumlah tanaman yang justru bisa cepat layu dan membusuk akibat terlalu sering disiram.

    Kalau tanaman hias milikmu sudah layu tentu tidak akan terlihat cantik lagi untuk dipajang di rumah sehingga perlu diganti dengan tanaman yang baru dan segar.


    Ingin tahu ciri-ciri tanaman layu akibat terlalu sering disiram air? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tanda-tanda Tanaman Hias Layu karena Sering Disiram

    Ada sejumlah tanda-tanda pada tanaman ketika sudah mulai layu dan membusuk akibat terlalu sering disiram air. Dilansir dari situs Southern Living, berikut ciri-cirinya:

    1. Tumbuh Jamur

    Ciri-ciri yang pertama adalah tumbuh jamur di tanaman dan permukaan tanah. Selain jamur, biasanya muncul juga lumut pada tanaman yang terlalu sering disiram air.

    2. Daun Berguguran

    Tanaman yang terlalu sering disiram air bisa menyebabkan daun cepat gugur sebelum waktunya. Jika pemilik tanaman menemukan banyak daun berguguran di halaman rumah, maka bisa menandakan kalau tanaman terlalu sering disiram.

    3. Daun Berwarna Kuning

    Selain gugur, ciri-ciri lainnya adalah daun tanaman mulai menguning, terutama pada daun yang terletak di bagian bawah tanaman. Kondisi ini disebabkan karena tanaman terlalu banyak menyerap air.

    “Hal ini terjadi karena akar tidak dapat menyerap cukup oksigen akibat kelebihan air, sehingga menimbulkan kekurangan nutrisi,” kata ahli hortikultura di Jackson & Perkins, Laura Root.

    4. Batang Membusuk

    Tanda-tanda lain yang bisa dilihat yakni pada batang tanaman. Jika batang terasa lunak, lembek, dan berwarna lebih gelap dari biasanya, maka bisa jadi terserang infeksi jamur atau mengalami pembusukan akar. Batang tanaman yang membusuk juga dapat mengeluarkan bau tidak sedap.

    Dampak Menyiram Tanaman Secara Berlebihan

    Terlalu sering menyiram tanaman tak hanya bikin cepat layu dan membusuk. Laura mengatakan ada beberapa dampak lain yang ditimbulkan jika terlalu sering menyiram tanaman, salah satunya memengaruhi nutrisi tanah.

    “Menyiram tanaman secara berlebihan dapat menghilangkan nutrisi penting dari tanah, sehingga tanaman kekurangan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh subur,” ujarnya.

    Selain itu, kondisi tanah yang selalu basah dapat menjadi padat sehingga mengurangi kemampuannya untuk mengalirkan air dengan baik. Kondisi ini bisa membuat akar tanaman jadi terhambat untuk tumbuh subur.

    Laura menyebut tanaman yang terlalu sering disiram juga dapat diserang oleh jamur, lumut, dan hama. Alhasil, tanaman jadi cepat layu dan tidak terlihat indah lagi.

    “Kondisi tanaman yang basah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan hama seperti jamur dan agas, mereka dapat tumbuh subur dalam kondisi lembap dan basah,” pungkas Laura.

    Itulah ciri-ciri tanaman hias layu akibat terlalu sering disiram air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Tanaman Hias Cepat Layu dan Mati? Ini 5 Penyebabnya


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat mempercantik penampilan rumah sekaligus menjadi hobi yang menyenangkan. Apalagi jika bunganya sudah bermekaran, tentu rasanya sangat bahagia melihat tanaman hias tumbuh subur.

    Sebagai pemilik tanaman hias di rumah, maka kamu harus bertanggung jawab untuk merawatnya secara rutin. Jangan sampai keindahan bunganya hanya mekar sementara karena tanaman jarang dirawat, sehingga jadi layu dan mati.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan tanaman hias jadi cepat layu dan mati. Apa saja? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Tanaman Cepat Layu dan Mati

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan tanaman jadi cepat layu dan mati. Dikutip dari Rural Sprout, berikut penyebabnya:

    1. Kekurangan Air

    Penyebab yang paling umum adalah tanaman kekurangan air karena jarang atau bahkan tidak pernah disiram. Hal itu membuat tanaman hias yang awalnya cantik dan tumbuh subur malah menjadi layu dan mati.

    Perlu diingat, tanaman membutuhkan air agar bisa memproses nutrisi dari dalam tanah untuk tumbuh. Ciri-ciri paling umum ketika tanaman sudah layu karena kekurangan air dapat dilihat dari daunnya yang kering berwarna kuning atau kecokelatan.

    2. Terlalu Banyak Air

    Di sisi lain, tanaman yang terlalu sering disiram air juga bisa cepat layu dan mati. Terkadang, banyak pemilik rumah yang langsung menyiram tanaman ketika melihat daun sudah menguning.

    Padahal, daun yang menguning dan layu belum tentu disebabkan karena kekurangan air, tapi bisa juga terjadi pembusukan akar akibat terlalu banyak air.

    Maka dari itu, penting untuk mengetahui jenis tanaman yang ditanam di rumah. Apakah termasuk tanaman yang perlu disiram secara rutin atau tidak.

    3. Kurang Mendapatkan Cahaya Matahari

    Tanaman membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Namun, tingkat cahaya yang dibutuhkan setiap tanaman bisa berbeda-beda.

    Ada tanaman yang bisa tumbuh di tempat yang minim cahaya, tapi ada juga yang membutuhkan banyak sinar matahari. Jika kamu membeli tanaman yang cenderung membutuhkan cahaya untuk tumbuh, maka jangan diletakkan di tempat yang gelap.

    4. Terpapar Suhu Ekstrem

    Selain karena cahaya matahari, tanaman bisa tumbuh subur karena faktor cuaca. Banyak tanaman hias yang tidak bisa hidup pada kondisi suhu yang ekstrem, sehingga jadi cepat layu dan mati.

    Untuk itu, pilih tanaman yang sesuai dengan suhu di wilayah tempat tinggal. Jika suhu udara cenderung panas, ada beberapa tanaman hias yang dapat tumbuh tanpa perlu disiram secara berkala.

    5. Serangan Hama

    Tanaman hias bisa cepat layu karena dirusak oleh hama, seperti agas dan kutu daun. Kedua hama ini biasanya sering berkumpul di bawah daun dan menyerang tanah. Hama ini dapat menyedot cairan dan menyebabkan daun cepat menguning.

    Demikian lima penyebab tanaman hias di rumah cepat layu dan mati. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Hias yang Berumur Panjang, Bisa Hidup Hingga Puluhan Tahun


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat menciptakan suasana asri dan sejuk pada hunian. Apalagi jika tanaman tersebut bisa tumbuh subur dalam waktu yang sangat lama.

    Ternyata, ada sejumlah tanaman hias yang memiliki umur panjang, lho. Bahkan, tanaman tersebut bisa hidup hingga mencapai puluhan tahun. Namun, dengan catatan tanaman harus dirawat sebaik mungkin.

    Penasaran, apa saja tanaman hias yang memiliki umur panjang sehingga bisa hidup sampai puluhan tahun? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanaman Hias yang Hidup Hingga Puluhan Tahun

    Ada beberapa tanaman hias yang memiliki umur panjang sehingga dapat hidup sampai bertahun-tahun. Dilansir situs Real Simple dan The Spruce, berikut daftarnya:

    1. Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuaFoto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Tanaman yang satu ini sangat populer dan jadi favorit banyak orang. Selain dapat mempercantik hunian, lidah mertua termasuk tanaman yang dapat tumbuh hingga puluhan tahun.

    Beberapa jenis lidah mertua memiliki masa hidup yang dapat mencapai lebih dari 20 tahun. Namun, awet atau tidaknya lidah mertua juga tergantung dari cara merawatnya.

    Ketika memindahkan lidah mertua ke pot atau repotting, pastikan terdapat lubang drainase untuk meminimalisir pembusukan akar. Disarankan untuk melakukan repotting setiap 2-3 tahun sekali.

    Pakar tanaman dan pendiri Gardenuity Donna Letier mengatakan lidah mertua merupakan tanaman yang mudah dirawat. Tanaman ini sebaiknya disiram sesekali saja saat tanahnya sudah kering.

    “Kesalahan terbesar adalah menyiram tanaman secara berlebihan. Masukkan jari Anda ke dalam tanah, dan jika dua inci bagian atas tanah kering, saatnya menyiram,” kata Donna.

    2. Hosta

    Hosta atau disebut juga keladi tapak kuda merupakan salah satu tanaman yang mudah dirawat. Selain itu, tanaman ini juga bisa berumur panjang asalkan tahu bagaimana cara merawatnya dengan benar.

    Disarankan untuk menempatkan hosta di tempat yang teduh dan sedikit terpapar sinar matahari. Siram tanaman ini secara teratur saat tanah lembap, tapi tidak tergenang oleh air. Kamu dapat menyiram hosta seminggu sekali atau dua kali dalam seminggu agar bisa tumbuh subur.

    Salah satu tantangan saat menanam hosta adalah serangan hama, seperti siput dan bekicot. Jika kamu bisa mengendalikan hama tersebut di halaman, maka hosta bisa tumbuh subur sampai bertahun-tahun.

    3. Parlor Palm

    Parlor palm atau palem merupakan tanaman hias di dalam ruangan yang memiliki masa hidup panjang. Pada umumnya, tanaman ini bisa tumbuh hingga lebih dari 50 tahun.

    Tanaman palem termasuk yang mudah dirawat dan aman untuk hewan peliharaan karena tidak mengandung zat berbahaya. Palem menyukai udara lembap dan daunnya cukup sensitif terhadap sinar matahari, sehingga bisa diletakkan di tempat yang minim cahaya.

    Agar dapat tumbuh subur, kamu bisa menggunakan pot dengan lubang drainase untuk mencegah penumpukan air. Disarankan menyiram palem seminggu sekali karena jika terlalu sering dapat membuat akarnya cepat busuk.

    4. Pakis Boston

    Studio photo shoot of a Nephrolepis exaltata Foto: iStock

    Jika detikers menyukai tanaman hias yang asri dan awet, pakis boston bisa menjadi salah satu pilihan menarik. Selain mudah dirawat, tanaman ini dapat hidup hingga mencapai 50 tahun.

    Cara merawat pakis boston juga mudah, cukup menjaga tanahnya agar tetap lembap dan menyiramnya secara teratur. Selain itu, letakkan tanaman ini di tempat yang cukup sinar matahari agar bisa tumbuh subur.

    5. Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldFoto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Satu lagi tanaman yang dapat bertahan hidup sampai bertahun-tahun, yakni tanaman giok. Disebut juga jade plant, tanaman ini menyukai area dengan banyak sinar matahari.

    Tanaman giok juga tidak perlu disiram secara rutin karena daunnya dapat menyimpan air. Dengan begitu, tanaman ini dapat bertahan hidup meski kamu lupa menyiramnya selama berhari-hari.

    Itulah lima tanaman hias yang memiliki umur panjang. Namun perlu diingat, tanaman tersebut akan bisa hidup selama bertahun-tahun jika dirawat dengan benar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Daun Tanaman Tiba-tiba Menguning? Bisa Jadi Ini 5 Penyebabnya


    Jakarta

    Tanaman yang tumbuh subur dapat dilihat dari daunnya yang berwarna hijau. Artinya, tanaman tersebut dirawat sebaik mungkin dan mendapatkan nutrisi dari tanah secara optimal.

    Sebagai pemilik tanaman hias harus waspada dengan perubahan warna pada daun. Apabila warna daunnya berubah dari hijau tua menjadi kuning, maka menandakan ada masalah pada tanaman.

    Selain karena jarang dirawat, daun juga bisa menguning karena melakukan perawatan secara tidak benar. Ingin tahu penyebab daun berubah warna jadi kuning? Simak dalam artikel ini.


    Penyebab Daun Tanaman Jadi Menguning

    Dilansir situs Gardeners World, berikut sejumlah penyebab daun tanaman yang hijau jadi menguning:

    1. Kekurangan Air

    Faktor yang paling umum disebabkan oleh kekurangan air. Tanaman yang jarang disiram akan kesulitan untuk tumbuh dan mendapatkan nutrisi dari tanah.

    Biasanya, pemilik rumah suka lupa atau malas untuk menyiram tanaman, padahal kondisi tanah sudah sangat kering. Maka tak heran kalau tanaman hias jadi layu dan daunnya berubah jadi menguning.

    2. Terlalu Sering Disiram

    Tanaman yang terlalu sering disiram bukan berarti dapat tumbuh subur, tapi justru bisa merusak akarnya sehingga terjadi pembusukan. Kondisi ini membuat tanaman cepat layu serta perubahan warna pada daun menjadi kuning.

    Perlu diketahui, tidak semua tanaman hias perlu disiram secara rutin. Ada beberapa tanaman yang justru disiram sesekali saja, seperti lidah mertua dan kaktus.

    Pemilik tanaman juga perlu mengecek kondisi tanah untuk mengetahui apakah tanaman perlu disiram atau tidak. Jika masih lembap, sebaiknya tunggu 1-2 hari untuk disiram lagi.

    3. Kurang Mendapat Cahaya

    Selain disiram air, tanaman juga membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Dengan menempatkan tanaman di area yang minim cahaya maka dapat menghambat proses fotosintesis.

    Agar bisa menghasilkan klorofil dan energi, tumbuhan membutuhkan cahaya matahari. Maka dari itu, penting untuk menempatkan tanaman di area yang terpapar sinar matahari.

    Meski demikian, ada juga beberapa tanaman hias yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari, seperti lidah mertua dan sirih gading. Jadi, pemilik dapat menempatkan tanaman ini di dalam rumah yang minim cahaya.

    4. Kekurangan Nutrisi

    Daun tanaman muda yang menguning bisa disebabkan karena kekurangan nitrogen, sedangkan daun yang menguning pada bagian tepinya kemungkinan besar dipicu oleh kekurangan kalium. Sementara itu, daun yang menguning di antara urat daun mengalami kekurangan zat besi.

    Sebagai informasi, nitrogen dan kalium merupakan nutrisi utama yang terdapat dalam pupuk. Jika tanaman kekurangan nutrisi, sebenarnya masih bisa diatasi dengan menambahkan sumber nutrisi atau memindahkan tanaman ke pupuk yang menyediakan sumber nutrisi tersebut.

    5. Akar Tanaman Tersumbat

    Satu lagi penyebab daun tanaman jadi menguning, yakni karena terjadi penyumbatan pada akar tanaman. Hal ini dapat terjadi pada tanaman yang diletakkan di dalam pot karena ukurannya terlalu kecil, sedangkan tanaman sudah tumbuh subur.

    Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memindahkan tanaman ke pot yang lebih luas. Bisa juga memindahkan tumbuhan ke tanah yang lebih lapang.

    Demikian lima penyebab daun tanaman jadi berwarna kuning. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air Sumur Berbau dan Berwarna? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Rumah harus punya aliran air bersih buat menunjang aktivitas penghuninya. Namun, terkadang ada sejumlah rumah yang air sumurnya berbau dan berwarna.

    Kondisi seperti itu bisa bikin penghuni rumah ragu-ragu untuk menggunakan airnya. Sebab, dikhawatirkan air tidak bersih dan mengandung senyawa berbahaya buat dikonsumsi.

    Lantas, kenapa air bisa berbau dan berwarna ya? Lalu, bagaimana cara mengatasi air seperti itu?


    Penyebab Air Berbau dan Berwarna

    Inilah dua penyebab air berbau dan berwarna menurut Minnesota Department of Health.

    Gas Hidrogen Sulfida (H2S)

    Jika mencium aroma seperti telur busuk pada air, kemungkinan itu disebabkan oleh gas hidrogen sulfida (H2S). Gas tersebut muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Air akan berbahan untuk digunakan kalau mengandung gas ini dalam kadar yang tinggi.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri sulfur membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Alhasil, sistem perpipaan dapat tersumbat lendir dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Jika air di rumah bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit berfungsi sebagai disinfektan yang dapat menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Setelah menambahkan kaporit ke sumur, penghuni perlu menunggu beberapa hari sampai baunya hilang untuk menggunakan airnya.

    2. Disinfeksi secara Menyeluruh

    Kalau air masih berbau, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Sebaiknya gunakan jasa ahli sterilisasi air sumur untuk mendapat hasil maksimal dan aman.

    3. Bersihkan Dinding Sumur

    Selain itu, pemilik dapat menggunakan cairan klorin untuk membersihkan dinding sumur secara menyeluruh. Sebab, bakteri penyebab bau kerap menempel pada dinding sumur.

    4. Perdalam Galian Sumur

    Sumur yang terlalu dangkal bisa jadi penyebab air keruh dan kuning. Pemilik dapat menggali sumur lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar air tidak mudah tercemar air permukaan.

    5. Buat Sumur Baru

    Terakhir, pemilik bisa mempertimbangkan untuk membuat sumur baru kalau segala upaya tidak berhasil. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi air sumur yang berbau dan berwarna. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com