Tag: pemilihan

  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Mau Renovasi Rumah Sesuai Budget? Ada Caranya


    Jakarta

    Melakukan renovasi rumah pada dasarnya harus sesuai dengan kebutuhan dan budget yang kita miliki. Dari pemilihan bahan bangunan, desain yang sesuai, dan juga luas bangunan dari pemilik rumah.

    Sebenarnya, dari ketiga hal tersebut sudah tergambar besaran dan juga kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk melakukan renovasi rumah. Namun, ada hal-hal lain juga yang dapat membuat kita melakukan renovasi rumah dengan budget yang minim, termasuk dalam menggunakan jasa profesional seperti kontraktor.

    Apa saja hal-hal tersebut? Berikut informasinya.


    1. Gunakan Jasa Profesional

    Untuk mendapatkan hasil dan hitungan yang lebih presisi, kalian bisa gunakan jasa profesional dalam renovasi rumah, seperti kontraktor, konsultan arsitek, hingga konsultan pengawas. Dimulai dari kontraktor yang melaksanakan progress fisik proyek renovasi rumah, lalu konsultan arsitek yang membuat perencanaan desain untuk renovasi rumah. Terakhir, konsultan pengawas yang bertugas mengawasi hasil pekerjaan dari kontraktor.

    2. Pemilihan Bahan Bangunan

    Bahan bangunan yang digunakan juga dapat mempengaruhi budget untuk renovasi rumah. Misalnya, pemilihan bata merah atau bata hebel, lantai granita atau marmer, maupun pintu kayu atau pintu alumunium. Kalian bisa memilih bahan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang sudah ada untuk melakukan renovasi rumah.

    3. Sesuaikan dengan Anggaran

    Sebelum melakukan renovasi, pemilik rumah akan menyepakati RAB (Rencana Anggaran Biaya). Dengan adanya RAB, maka pengerjaan renovasi rumah akan disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki pemilik rumah.

    Biasanya, di dalam RAB terdapat rincian pekerjaan, spesifikasi material yang digunakan, detail harga pekerjaan, hingga volume pekerjaan. Jadi, renovasi rumah kalian akan sesuai dengan budget dan tidak membuat dompet kosong.

    Demikian informasi terkait renovasi rumah pakai jasa kontraktor sesuai budget. Semoga informasinya bermanfaat ya!

    Panggah Nuzhul Rizki
    Profesional Kontraktor PT.Gaharu Kontruksindo Utama

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Memilih Keramik Berkualitas Biar Lantai Rumah Tahan Lama


    Jakarta

    Pemasangan lantai pada rumah perlu kamu perhatikan. Mulai dari pemilihan ubin keramik tidak boleh sembarangan, lho.

    Jika kamu sembarangan memilih keramik, kemungkinan akan ada banyak hal yang tidak diinginkan terjadi seperti merembes, retak, dan sebagainya. Oleh karena itu, pastikan keramik yang kamu gunakan berkualitas.

    Lantas, bagaimana cara memilik keramik berkualitas untuk lantai rumah? Yuk, simak tipsnya berikut ini, dikutip dari tanndy, Selasa (6/8/2024).


    Cara Pilih Keramik Berkualitas

    1. Tipe Kualitas

    Ada dua nilai kualitas keramik, yaitu kelas AAA dan kelas B. Kelas ini dapat mengetahui tingkat kesempurnaannya. Grade B biasanya berpotensi patah atau kerataannya tidak sepenuhnya sempurna atau ada distorsi pada bentuknya.

    Sedangkan grade AAA sepenuhnya sempurna dan tanpa cacat. Jadi disarankan untuk rumah lebih baik membeli dengan kualitas terbaik.

    2. Kerataan

    Selanjutnya, periksa kerataan keramik dengan cara melihatnya dengan menumpuk dua keramik secara berhadapan. Lalu, periksa apa ada celah di antara kedua ubin tersebut.

    Kemudian, ambil kertas A4 dan lihatlah apakah bisa dimasukkan ke dalam celahnya. Jika tidak bisa maka kerataannya sudah cukup baik.

    3. Penyerapan Air

    Periksa daya serap air pada keramik dengan menyatukan 2 ubin. Lalu, lalu sisi belakangnnya menghadap ke atas dan teteskan air ke ubin.

    Jika cepat menyebar berarti laju absorbsi airnya tinggi, maka ubinnya tidak terlalu bagus untuk ruang duduk atau kamar tidur. Ubin dengan tingkat penyerapan air bisa dapat digunakan untuk toilet, kamar mandi dan lainnya.

    4. Ketukan Suara

    Uji kualitas keramik dengan mendengarkan suaranya ketika diketuk. Jika suaranya jernih dan keras maka kualitasnya bagus.

    Tetapi jika suaranya terdengar redam maka kualitasnya tidak terlalu bagus. Ubin dengan suara yang jernih berarti punya kualitas yang bagus karena punya harga porselennya sangat tinggi.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Beli Keramik Lantai Kamar Mandi


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan ruangan paling sering terkena air, sehingga rawan licin dan lembap. Oleh karena itu, pemilihan lantai keramik yang tepat sangat penting untuk menyesuaikan dengan kondisi kamar mandi yang basah.

    Hal ini berguna untuk menghindari kecelakaan seperti terpeleset atau kaki terluka karena ada pecahan keramik. Bagi kamu yang mau beli keramik buat lantai kamar mandi, sebaiknya cari tahu dulu keramik yang cocok.

    Dalam pameran ke-10 Keramika Indonesia bersama Mega Build Indonesia edisi ke-21, PT Kia Serpih Mas atau KIA Ceramics membagikan beberapa tips membeli keramik.


    Tips Beli Keramik buat Lantai Kamar Mandi

    1. Pilih Permukaan Keramik Anti Slip

    Graphic Designer PT Kia Serpih Mas, Besa Wade Ruwapensa mengatakan untuk kamar mandi terdapat 2 jenis keramik yang disarankan yakni satin atau baby skin dan anti-slip atau anti licin.

    “Kalau kamar mandi disarankan untuk wet areanya memakai anti slip. Terus untuk area kering kalau menurut saya lebih disarankan memakai satin. Jangan pakai yang glossy karena di sana biasanya ada wastafel, takut ada cipratan air berpotensi basah licin,” kata Besa kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Tampilan keramik anti slip keluaran KIA Ceramics.Tampilan keramik anti slip keluaran KIA Ceramics. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Namun, jika ukuran kamar mandi terlalu kecil sehingga hanya terdiri dari area basah saja atau wet area, bisa hanya menggunakan keramik anti-slip. Untuk ukuran dan modelnya bisa dibebaskan keinginan pembeli.

    2. Pilih Keramik Khusus Lantai

    “Disarankan menggunakan keramik sesuai peruntukkannya. Contohnya banyak yang memakai keramik dinding ke lantai. Padahal itu kurang cocok karena breaking strength-nya lebih rendah yang dinding. Kalau dia ditempel otomatis ada kemungkinan kalau perekatnya tidak kuat akan jatoh, nanti menimpa orang. Nah makanya keramik dinding pasti lebih ringan dari keramik lantai,” jelasnya.

    Tampilan keramik baby skin atau satin keluaran KIA Ceramics.Tampilan keramik baby skin atau satin keluaran KIA Ceramics. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Untuk membedakan keramik lantai dan dinding, bisa dilihat melalui kemasan produk. Untuk keramik lantai biasanya ditulis floor tile dan untuk keramik dinding dinamakan wall tile.

    Lebih lanjut, Besa menjelaskan semakin besar ukuran keramik maka ketebalannya akan bertambah. Begitu juga dengan harganya juga akan semakin mahal.

    “Kalau untuk pasar Indonesia biasanya memakai ukuran 30×30 cm (persegi), 25×25 cm untuk kamar mandi. Kalau bentuknya square biasanya untuk keramik lantai,” sebutnya.

    Biasanya ketinggian dinding yang perlu dipasang keramik apabila hanya sebagian yang ditutup keramik sekitar 150-175 cm dari bawah. Penentuannya disesuaikan dengan tinggi penghuni rumah.

    3. Tentukan Ukuran dan Jumlah Keramik

    Kemudian untuk menentukan jumlah keramik yang perlu dibeli baik untuk dinding dan lantai bisa diketahui dari luas ruangan. Besa menyebutkan harga keramik ditentukan per meter persegi. Dalam satu dus keramik itu terdiri dari keramik 1 meter persegi (square meter).

    Selain itu, keramik tidak bisa dibeli satuan sehingga saat membeli keramik kamar mandi harus dilebihkan 1 dus untuk berjaga-jaga.

    “Anggaplah perumahan-perumahan sekarang itu kamar mandinya 1,5 meter x 1,5 meter biasanya. Berarti tinggal dikalikan. Nanti kita dapat luasnya berarti 22,5 meter persegi. Berarti harus beli 3 dus untuk keramik ukuran 50 x 50 cm dengan 12 pcs keramik isinya. Biasanya satu dus itu 1 square meter. Satu dus (ukuran 50 x 50 cm) isinya 4 pcs karena 1 keramik setengah meter,” ujarnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertimbangkan Faktor Ini Saat Pilih Material Pagar Biar Awet dan Kuat


    Jakarta

    Banyak rumah menggunakan pagar untuk menjaga keamanan dan privasi penghuni rumah. Kamu pun bisa pertimbangkan untuk pasang pagar untuk melengkapi rumah.

    Namun, jangan asal saat pilih material pagar. Cari tahu dulu material yang kuat dan cocok dengan rumah kamu biar awet.

    Saat memilih material pagar, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Berikut ini beberapa faktor penentunya, dikutip dari Bay Area Lions Gate, Selasa (20/8/2024).


    Tips Pilih Material Pagar

    1. Iklim

    Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan saat memilih material pagar adalah iklim. Material pagar harus bisa menahan kondisi cuaca di area rumah.

    Jika tinggal di area dengan kelembapan tinggi, kamu bisa pertimbangkan material yang tahan korosi seperti aluminium atau baja anti karat. Kalau tempat tinggal kamu sangat panas, bisa pakai material tahan panas seperti aluminium dan vinil.

    2. Keamanan

    Selain itu, pertimbangkan juga keamanan dari material pagar. Material yang kamu pilih harus kuat dan tahan lama untuk mencegah penyusup masuk. Material seperti baja atau besi tempa adalah pilihan yang sangat bagus untuk keamanan.

    3. Perawatan

    Lalu, pertimbangkan cara merawat material pagar. Material yang kamu pilih harus mudah dirawat. Material seperti aluminium atau vinil memerlukan sedikit perawatan, sedangkan material seperti kayu perlu pewarnaan atau pengecatan secara teratur.

    Jenis-jenis Material Pagar

    1. Aluminium

    Aluminium adalah material yang ringan, tahan lama, dan anti karat. Gerbang aluminium juga mudah dirawat dan dapat dilapisi bubuk dalam berbagai warna untuk menghias properti.

    2. Baja

    Baja adalah material yang kuat dan tahan lama, sehingga memberikan keamanan yang sangat baik. Baja tahan benturan dan dapat bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem. Namun, gerbang baja memerlukan perawatan rutin untuk mencegah karat dan korosi.

    3. Kayu

    Kayu mempunyai tampilan tradisional dan dapat dicat untuk melengkapi tampilan rumah. Namun, gerbang kayu memerlukan perawatan rutin untuk mencegah pembusukan dan pelapukan.

    4. Vinil

    Vinil adalah material yang perawatannya rendah yang tahan terhadap pemudaran, keretakan, dan pengelupasan. Material ini pilihan yang bagus untuk daerah yang cuacanya sangat panas. Vinil juga hanya memerlukan sedikit perawatan.

    Itulah beberapa tips seputar pemilihan material pagar. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Memilih Furniture untuk Rumah Mungil, Jangan Sampai Salah!


    Jakarta

    Rumah mungil saat ini sedang menjadi tren di kalangan masyarakat, popularitas rumah mungil akan terus meningkat. Tetapi, kekurangan memiliki rumah mungil akan sulit dalam menentukan furniture apa yang harus digunakan, mengingat terbatasnya ruang.

    Pemilihan furniture yang tepat, dapat meminimalisir rumah menjadi sesak dan penuh. Apabila hal itu terjadi, akan menyebabkan kurangnya ruang gerak yang kamu miliki di dalam rumah.

    Namun jangan khawatir, melansir homesandgarden, Kamis (12/09/2024), berikut tips dalam memilih furniture rumah mungil kamu.


    Pilih Furniture Multifungsi

    Dalam pemilihan furniture sangat disarankan untuk memilih yang memiliki kegunaan lebih, hal ini membuat kebutuhan tercapai, tetapi tidak menggunakan banyak barang.

    Lauren Saltman, pendiri Living Simplified menyarankan untuk memikirkan apa yang harus ditambahkan untuk memaksimalkan penyimpanan tanpa meminimalkan ruang lantai. Seperti saat menata tempat tidur kecil, rak buku kecil dapat berfungsi ganda sebagai meja samping tempat tidur.

    Carilah Furniture yang Rendah ke Tanah

    Dilansir dari apartmenttherapy, Kamis (12/09/2024), Pemilihan furniture yang rendah menciptakan ruangan lebih terbuka dan megah. Tempat tidur platform dan kursi selop merupakan furniture yang biasanya lebih rendah beberapa inci.

    Furniture dengan Lingkaran

    Meja bundar lebih sedikit menggunakan ruang dari pada meja kotak, tetapi mendapatkan penawaran permukaan yang digunakan sama banyaknya.

    Desain dengan alas daripada yang memiliki banyak kaki, karena banyak kaki meja yang terlihat membuat ruangan menjadi penuh.

    Pilih Furniture Ukuran yang Proporsional

    Memilih furniture yang terlalu besar dalam ruang yang kecil, membuat ruangan menjadi sempit dan tidak memiliki ruang untuk bergerak.

    Pilih furniture dengan dimensi yang sesuai dan hindari penggunaan barang yang menggunakan banyak tempat, seperti sofa besar atau meja makan yang terlalu lebar.

    Gunakan Furniture Berdesain Minimalis

    Furniture dengan desain minimalis dan ramping sangat cocok untuk rumah mungil. Dengan desain yang sederhana tanpa banyak detail atau ornamen membuat ruangan terlihat lebih luas.

    Fokus pada bentuk yang fungsional dan modern, seperti meja dengan kaki ramping atau lemari tanpa pegangan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Kesalahan yang Bisa Bikin Nggak Betah di Rumah


    Jakarta

    Rumah seharusnya bisa menjadi tempat istirahat untuk melepas penat setelah seharian di luar. Walau demikian, terkadang rumah juga bisa menjadi tempat yang kurang nyaman. Kok bisa?

    Hal itu bisa saja terjadi karena kesalahan pilihan desain atau penempatan barang. Maka dari itu, mendesain atau meletakkan barang di rumah tidak bisa sembarangan.

    Dilansir dari Real Simple, Kamis (12/9/2024), berikut ini kesalahan desain yang bisa membuat rumah terasa tidak nyaman.


    Pemilihan Lampu yang Salah

    Salah satu alasan kenapa rumah tidak nyaman adalah kesalahan pemilihan lampu. Umumnya kesalahan yang sering terjadi karena lampu yang dipilih terlalu terang atau terlalu redup serta pilihan warnanya juga harus pas di setiap ruangan untuk menciptakan kesan yang diinginkan. Misalnya, warna lampu yang hangat bisa membuat kamu lebih tenang dan relax.

    Pilihan Warna Cat yang Buruk

    Pilihan warna cat yang buruk bisa menjadi faktor yang membuat rumah tidak nyaman. Maka dari itu, perlu dicoba terlebih dahulu sebelum mengecat seluruh ruangan.

    “Meskipun warna tersebut tampak bagus di unggahan Instagram orang lain, kamu mungkin tidak menyukai warna tersebut di rumah sendiri. Uji beberapa warna di ruangan yang ingin Anda cat dan pikirkan warna tersebut selama beberapa hari sebelum memilih warna yang kamu inginkan,” kata desainer senior di South Park Interiors, Taylor Farrell, dikutip dari Real Simple.

    Farrell juga mencatat bahwa warna terlihat berbeda pada berbagai waktu dalam sehari, jadi penting untuk melihat contoh cat di pagi hari, sekitar tengah hari, dan malam hari sebelum memutuskan.

    Perabotan yang Tidak Nyaman

    Terkadang untuk mendapatkan tampilan rumah yang unik, seseorang bisa saja membeli perabotan yang tidak dibutuhkan atau yang terkesan berlebihan. Pastikan kamu memilih perabotan yang lebih nyaman digunakan dibandingkan hanya sekadar enak dipandang.

    Itulah beberapa kesalahan yang bisa bikin penghuni nggak betah di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Cara gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan lewat dengan di link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pernah Lihat ‘Lalat’ di Urinoir Toilet Pria? Ternyata Bikin Toilet Bersih!


    Jakarta

    Apabila kamu ke mal atau tempat umum, pasti kamu pernah melihat jika toilet laki-laki bentuk WC khusus yakni menempel di dinding. Nama perangkat sanitasi adalah urinoir atau urinal. Ada satu hal unik dari urinoir yang mungkin jarang diketahui perempuan yakni di dinding dekat lubang urinoir terdapat gambar lalat yang ukurannya sama dengan lalat sungguhan.

    Gambar lalat ini jika dilihat terlihat seperti noda hitam di dinding urinoir. Ternyata gambar kecil tersebut memainkan peran besar terhadap kebersihan toilet laki-laki lho. Sebenarnya apa arti keberadaan lalat di sana?

    Dikutip dari NPR, Kamis (12/9/2024), tanda ini awal mulanya muncul di Belanda sebagai sebuah solusi agar urin tidak menyiprat ke luar dinding urinoir. Sebab, urin yang menyiprat ke area lain tentu akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan membersihkannya akan lebih sulit karena harus seluruh kamar mandi dibersihkan.


    Dengan adanya gambar lalat pada dinding dekat lubang urinoir menjadi penanda ke arah mana mereka harus membuang urin. Semulanya ini hanya eksperimen di Belanda, tetapi ternyata cara ini benar-benar efektif.

    Secara kasat mata, gambar lalat itu terlihat sungguhan dan letaknya berada di atas saluran urinoir yang menyimpang ke kiri. Kamu yang biasa tinggal di tempat yang bersih, pasti ingin mengusir lalat yang menempel di dinding urinoir. Pria memiliki naluri jika membidik lalat tersebut ‘serangga’ itu akan hanyut.

    Memang cara ini terdengar konyol karena memainkan suatu gambar yang terlihat nyata untuk mengalihkan fokus seseorang. Namun, ternyata cara ini sukses meminimalisir cipratan urin dan bau di toilet. Menurut NPR, tingkat tumpahan urin ke area lain di luar urinoir berkurang 80%.

    Alasan Pemilihan Lalat Sebagai Objek di urinoir

    Pemilihan lalat adalah salah satu hal yang menarik dan memunculkan gambaran di benak kita pertama kali secara sadar atau tidak bahwa lalat adalah sesuatu yang tidak sehat. Biasanya saat seseorang melihat sesuatu yang tidak disukai, mereka akan mulai berbenah atau menyingkirkannya.

    Sejarah Gambar Lalat di urinoir

    Gambar lalat ini pertama kali diletakkan di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda oleh Aad Keiboom bersama dengan rekannya. Metode ini ternyata dapat menekan biaya untuk pemeliharaan toilet.

    Namun, inspirasi penempelan lalat di urinoir ini sudah digunakan 1960an bermula oleh petugas pemeliharaan Belanda yang pernah bertugas di tentara Belanda bernama Jos Van Bedoff. Dia menyadari terdapat titik-titik merah kecil di urinoir barak dan dia merasa kamar mandi tersebut lebih bersih dan orang-orang membuang urin mengarah ke titik tersebut..

    Dari temuannya itu, dia mengusulkan kepada direksi bandara untuk membuat titik ini diubah menjadi lalat, alasan ini untuk memanipulasi visual yang sebenarnya tidak nyata, bisa dimaknai dalam benak manusia seakan nyata. Lokasinya yang berada di dinding urinoir, tentu tidak mungkin diusir dengan tangan sehingga gambar tersebut bisa menjadi titik fokus.

    Perancang urinoir mengakui bahwa cara ini lebih efektif daripada mencari bentuk toilet yang lebih tinggi di sisi-sisinya atau membuat berbagai bentuk cekungan agar urin tidak terciprat kemana-mana.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Saja yang Perlu Diperhatikan saat Mendesain Kamar Anak? Berikut Ulasannya


    Jakarta

    Mendesain kamar anak bisa menjadi tantangan yang menyenangkan, namun memerlukan perencanaan matang.

    Selain aspek estetika, ada berbagai hal yang harus diperhatikan agar kamar anak menjadi tempat yang nyaman, aman, dan mendukung tumbuh kembang nya.

    Dilansir dari tollbrothers.com, berikut adaah beberapa aspek yang perlu kamu pertimbangkan saat mendesain kamar si kecil.


    Pemilihan Warna yang Tepat untuk Kamar Anak

    Pemilihan warna sangat berpengaruh pada suasana hati anak. Warna cerah seperti biru muda, hijau, atau kuning bisa memberikan kesan ceria, sementara warna pastel cocok untuk menciptakan nuansa tenang.

    Kamu harus menghindari pemilihan warna yang terlalu gelap karena bisa membuat anak merasa tidak nyaman atau sulit tidur.

    Keamanan Furnitur dan Dekorasi

    Keamanan harus menjadi prioritas utama dalam mendesain kamar anak. Patikan seluruh furnitur memiliki sudut yang tumpul untuk mencegah cedera. Selain itu, pastikan lemari, rak, dan perabot lainnya dipasang dengan kuat di dinding agar tidak mudah jatuh. Gunakan juga bahan yang ramah anak, seperti kayu tanpa zat kimia berbahaya.

    Pencahayaan yang baik dan aman

    Pencahayaan Yang tepat sangat penting untuk kenyamanan dan kesehatan mata anak. Lampu yang terlalu terang dapat menstimulasi atau bahkan membahayakan mata bayi Anda yang sensitif dan sedang berkembang.

    Pastikan kamar mendapatkan cukup pencahayaan alami di siang hari. Untuk malam hari, kamu bisa menggunakan lampu tidur yang memberikan cahaya lembut agar anak merasa nyaman saat tidur, sekaligus mencegah silau yang bisa mengganggu istirahat.

    Ruang Penyimpanan yang Praktis dan Terjangkau

    Anak-anak biasanya memiliki banyak mainan dan barang-barang kecil. Oleh karena itu, kamu harus menyediakan ruang penyimpanan yang cukup, seperti rak dinding, kotak mainan, atau lemari kecil yang mudah diakses oleh anak. Ini juga bisa mengajarkan anak untuk lebih rapi dan bertanggung jawab terhadap barang-barangnya.

    Dekorasi Edukatif dan Menyenangkan

    Dekorasi kamar anak tidak hanya harus menarik secara visual, tetapi juga bisa menjadi media edukasi. Kamu bisa menggunakan stiker dinding, poster, atau elemen dekoratif lainnya yang mengandung unsur pembelajaran, seperti angka, huruf-huruf, dan hewan. Ini akan membantu merangsang minat belajar anak sejak dini.

    Area Bermain yang Aman

    Jika memungkinkan, sediakan sudut khusus untuk bermain di kamar anak. Kamu bisa menggunakan karpet lembut atau matras di lantai untuk mencegah anak cedera saat bermain. Selain itu, jauhkan mainan kecil dari jangkauan anak balita untuk menghindari risiko tertelan.

    Ventilasi dan Sirkulasi Udara yang Baik

    Jangan lupakan ventilasi yang baik di kamar anak. Udara yang bersih dan sirkulasi udara yang lancar sangat penting untuk menjaga kesehatan anak. Pastikan jendela bisa dibuka dengan mudah agar kamar tetap mendapatkan udara segar setiap hari.

    Udara segar yang masuk ke dalam kamar membuat suhu ruangan terasa lebih sejuk, sementara itu udara yang terperangkap di dalam ruangan secara terus menerus juga tidak baik, karena mengandung alergen seperti debu, tungau, atau spora jamur.

    Anak-anak lebih rentan terhadap masalah pernapasan seperti flu, batuk, atau pilek. Maka dari itu kamu harus memperhatikan tingkapan atau jendela untuk sirkulasi udara yang maksimal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Memilih Lokasi Tanah yang Baik dan Menguntungkan Menurut Adat Jawa


    Jakarta

    Masyarakat Jawa masih banyak yang memegang adat dalam mencari lokasi tanah untuk dipakai sebagai tempat tinggal. Selain perhitungan hari baik, lokasi tanah juga bisa diyakini menentukan baik-buruknya kehidupannya nanti.

    Lokasi tanah yang baik dianggap memberi keberuntungan. Sebaliknya, lokasi tanah yang buruk akan memberi kesialan. Namun ada juga cara-cara untuk mencegah keburukan itu.

    Di bawah ini akan kita ulas bagaimana mengetahui lokasi tanah yang baik dan buruk menurut adat Jawa.


    Tanah yang Baik dan Menguntungkan untuk Tempat Tinggal

    Menurut HJ Wibowo dan Emiliana Sadilah yang dikutip Asti Musman dalam buku Filosofi Rumah Jawa, berikut ini lokasi tanah yang dianggap baik dan membawa keberuntungan:

    1. Tanah yang Miring ke Timur

    Tanah yang letaknya miring ke timur disebut tanah manikmaya atau baya sangar. Lokasi ini dipercaya bisa memberikan banyak rezeki bagi penghuninya. Selain itu, lokasi ini menyehatkan jasmani,rohani, dan memberikan ketenteraman.

    2. Tanah yang Membujur ke Utara dan Selatan

    Tanah dengan posisi membujur ke utara atau ke selatan disebut sebagai tanah darmalangit. Lokasi ini diyakini bisa menguntungkan bila didirikan bangunan rumah, karena akan mendatangkan kekayaan.

    3. Tanah di Antara Bukit

    Tanah yang berada di antara bukit atau gunung disebut sebagai tanah sangsang buwono atau kawula katubing kala. Jika didirikan rumah di atas tanah ini, maka akan disukai oleh tetangga, terhindar dari berbagai pertengkaran, serta dipercaya perkataannya.

    4. Tanah yang Miring ke Utara

    Tanah yang letaknya miring ke utara disebut tanah indraprastha, telaga ngayuda dan bathara. Rumah di atas tanah ini bisa mendatangkan kreativitas bagi penghuninya, banyak muncul ide yang bisa terlaksana. Akan lebih baik jika di sebelah utara tanah ini terdapat gunung atau bukit.

    5. Tanah Miring ke Timur dan Sisi Utara-Selatannya Terdapat Bukit

    Tanah yang miring ke timur serta sisi utara dan selatannya terdapat bukit atau gunung disebut sebagai tanah arjuna. Penghuninya dipercaya akan mendapat banyak keuntungan dan disegani tetangga.

    6. Tanah di Atas Jurang

    Tanah yang letaknya berada di atas jurang disebut bumi langupulawa. Tanah ini baik jika digunakan untuk tempat tinggal, terutama jika penghuninya senang berolah rohani atau kebatinan.

    7. Tanah di Antara Lembah dan Diapit Sumber Air

    Tanah yang berada di antara lembah dan diapit sumber air disebut sri mangempel. Tanah ini sangat subur jika ditanami banyak tanaman pangan dan akan mendatangkan rezeki bagi penghuninya.

    8. Tanah yang Sisi Baratnya Lebih Tinggi daripada Sisi Timur

    Tanah yang jika sisi baratnya lebih tinggi daripada sisi timur disebut tanah sri nugraha. Tanah ini bagus jika dibangun rumah, penghuninya diyakini akan cepat naik pangkat.

    9. Tanah yang Bagian Tengahnya Agak Tinggi dari Sekelilingnya

    Tanah yang bagian tengahnya agak tinggi dari ranah sekelilingnya disebut sebagai tanah endragana. Jika digunakan sebagai tempat tinggal maka dipercaya akan memberikan keselamatan bagi penghuninya.

    10. Tanah yang Utaranya Tidak Rata

    Tanah yang sisi utaranya tidak rata disebut tanah wisnu manitis. Penghuninya akan mendapatkan kekayaan jika tinggal di lokasi itu.

    Tanah yang Buruk dan Merugikan untuk Tempat Tinggal

    Selain tanah yang baik, ada juga tanah yang buruk untuk ditinggali karena dipercaya membawa kesialan atau keburukan. Namun ada juga cara untuk mencegah keburukan itu. Tanah ini antara lain:

    1. Tanah yang Dikelilingi Air

    Tanah yang dikelilingi air disebut tanah sigar penjalin. Lokasi ini buruk karena penghuninya akan kerap cekcok. Untuk bisa menghilangkan sifat buruk ini, maka bisa dengan menanam air di tengah tanah itu.

    2. Tanah Bekas Kuburan atau Dikelilingi Kuburan

    Tanah bekas kuburan atau dikelilingi kuburan disebut dhandhang kukulangan. Penghuninya dipercaya akan memiliki psikologis buruk, misalnya selalu murung, bahkan berpenyakit.

    3. Tanah yang Miring ke Barat

    Tanah yang letaknya miring ke barat disebut tanah sri sasadana. Tanah di lokasi ini akan membuat penghuninya tidak tenteram menempati rumahnya, kerap cekcok dan menimbulkan permusuhan. Jika ingin menanggulangi efek buruknya, dapat ditanami pohon pisang klutuk di sebelah timurnya.

    4. Tanah yang Miring ke Selatan

    Tanah yang miring ke selatan tidak baik jika didirikan rumah, karena bisa menimbulkan kemelaratan, bahkan menimbulkan kematian. Untuk menolaknya, tanamlah bara api di bagian tengahnya dan dengan membaca A-Fatihah dan Al-Ikhlas.

    5. Tanah Sisi Timurnya Lebih Tinggi Daripada Barat

    Tanah yang sisi timurnya lebih tinggi daripada sisi baratnya disebut kalawisa. Rumah yang dibangun di sini akan menimbulkan banyak bencana dan penyakit bagi penghuninya.

    6. Tanah yang di Baratnya Ada Bukit

    Tanah yang di sisi baratnya terdapat bukit atau gunung disebut dengan tanah asu ngelak. Tanah ini tidak baik didirikan rumah karena akan menimbulkan cekcok bagi penghuninya.

    7. Tanah Tengahnya Ada Sumber Air

    Tanah yang di tengah-tengahnya terdapat sumber air disebut sebagai singamita. Tanah ini dipercaya bisa menimbulkan penyakit bagi penghuni rumah. Cara menolak dampaknya adalah dengan menanam bebatuan di tengah tanah dan dengan membaca Al-Fatihah.

    8. Tanah yang Berwarna Hitam atau Berbau Tidak Sedap/Amis

    Terakhir adalah tanah yang berwarna hitam atau tercium bau tidak sedap atau amis. Tanah seperti ini banyak dihuni setan/jin, dan tidak menguntungkan bagi penghuninya.

    Demikian berbagai cara mengetahui tanah yang baik dan buruk untuk dijadikan tempat tinggal menurut adat Jawa.

    Sesuai nilai dan kepercayaan yang dianut tiap orang, cara memilih lokasi tanah menurut adat Jawa ini dapat menjadi bahan pertimbangan. Faktor-faktor lain dapat melengkapi pertimbangan pemilihan lokasi tanah, misal kondisi dan harganya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com