Tag: pemilihan warna

  • 10 Ide Warna Cat Rumah yang Bagus, Cerah, dan Nggak Norak


    Jakarta

    Pemilihan warna cat rumah baik interior maupun eksterior perlu dipikirkan dengan matang. Pasalnya, cat yang dipilih mampu mempengaruhi tampilan rumah secara keseluruhan, mulai dari kesan yang tercipta, nuansa, dan estetikanya.

    Tapi, bagaimana dengan orang yang suka warna-warna cerah? Apakah warna tersebut cocok dipilih sebagai cat rumah? Tenang saja, warna cerah seperti kuning dan pink bisa banget diaplikasikan di dinding hunianmu. Warna-warna itu juga tidak memberikan kesan norak kok.

    Kamu bisa temukan inspirasi warna cat rumah cerah yang tetap menciptakan kesan bagus dan tidak mencolok di bawah ini.


    Ide Warna Cat Rumah yang Bagus dan Cerah

    Mengutip dari Good Housekeeping, The Spruce, dan HGTV, berikut sejumlah cat warna cerah yang bisa dijadikan referensi untuk bagian dalam rumah:

    1. Light Blue

    Light Blue.Light Blue. Foto: Michael Kaskel/dok. Good Housekeeping.

    Light blue bisa jadi pilihan warna yang tepat untuk bagian dalam hunian. Kamu dapat mengaplikasikan warna ini untuk ruang tamu, ruang keluarga, maupun kamar tidur.

    Warna birunya cerah tetapi tidak mencolok, justru menciptakan kesan teduh dan suasana tenang. Untuk warna biru cerah lainnya yang adem, bisa coba powder blue dan slate blue.

    2. Peach

    Peach.Peach. Foto: dok. Liz Goldberg/dok. Good Housekeeping.

    Kalau ingin warna yang agak berani namun tetap manis, kamu dapat memilih peach. Kombinasi oranye dan pink mampu menghasilkan peach yang bernuansa lembut dan hangat. Warna ini sering dikaitkan dengan buah persik yang memiliki kulit berwarna oranye mudah dengan sentuhan sedikit merah muda.

    Cat berwarna peach dapat kamu aplikasikan di dinding ruang tamu. Padukan warna ini dengan sofa bernuansa hangat seperti taupe dan aksesoris seperti bantal yang kontras. Trik ini bisa melembutkan warna peach yang agak menyala.

    3. Putih

    Putih.Putih. Foto: dok. Leela Cyd/dok. Good Housekeeping.

    Putih menjadi warna cerah yang umum dipilih banyak orang. Warnanya mampu membuat rumah tampak luas, terang, dan bersih. Apalagi jika dinding maupun plafon seluruhnya dicat warna satu ini.

    Kalau ingin ruangan yang lebih “hidup”, cat putih bisa dipadukan dengan furnitur berwarna-warni seperti biru dan hijau yang mencolok. Ada sejumlah cat warna putih yang menjadi opsi, yaitu warm white, cool white, bright white, chalky white, dan ivory.

    4. Abu-abu Muda

    Abu-abu Muda.Abu-abu Muda. Foto: dok. Riki Snyder/dok. Good Housekeeping.

    Warna cerah lainnya yaitu abu-abu muda. Warnanya yang terang tapi kalem memberikan kesan tenang dan teduh. Dijamin tidak akan menyesal memilih warna ini untuk menghias rumahmu.

    Kamu juga dapat memilih furnitur berwarna kuning atau cokelat kayu untuk menciptakan kontras yang elegan .

    5. Hijau Sage

    Hijau Sage.Hijau Sage. Foto: dok. Brie Williams/dok. Good Housekeeping.

    Kamu yang suka hijau tapi tidak ingin warna yang norak, bisa coba pilih sage. Warna ini mampu menciptakan suasana tentram dan adem. Sage dapat dikombinasikan dengan cat putih yang diaplikasikan pada jendela maupun plafon. Warna dan pola lainnya juga bisa dipadukan pada furnitur atau aksesoris di ruangan.

    6. Taupe

    Taupe.Taupe. Foto: dok. Rachel Whiting/dok. Good Housekeeping.

    Untuk warna netral yang cerah, taupe bisa pula jadi opsi tepat cat dinding ruang tamu dan ruang keluarga. Warnanya yang teduh memberikan kesan hangat dan nyaman. Agar ruangan lebih “hidup”, furnitur berwarna kontras seperti merah dan biru. Sentuhan putih dapat ditambahkan pada beberapa aksesoris.

    7. Dusty Pink

    Dusty Pink.Dusty Pink. Foto: dok. Emily Gilbert/dok. Good Housekeeping.

    Pencinta merah muda boleh pilih cat dusty pink kalau ingin mewarnai rumahmu dengan warna tersebut. Warnanya yang lembut tidak memberi kesan norak. Justru dusty pink tampak netral dan cocok dipadukan dengan furnitur rumah seperti sofa biru dan meja cokelat kayu, maupun aksesoris tanaman hijau dan lukisan berbingkai putih.

    8. Beige

    Beige.Beige. Foto: dok. Brooke Holm/dok. Good Housekeeping.

    Beige bisa menjadi opsi alternatif kalau tidak ingin warna putih di rumah. Untuk menciptakan kesan elegan dan mewah, beige dapat dipadukan dengan warna merah maroon dan cokelat kayu pada furniture dan pajangan di ruangan.

    9. Kuning Emas

    Kuning Emas.Kuning Emas. Foto: dok. Valspar/dok. HGTV.

    Siapa sangka warna kuning bisa menciptakan rumah bernuansa hangat? Bisa kok, dan kamu dapat memilih warna kuning keemasan seperti di foto. Kuning di sini tidak mencolok melainkan tampak kalem dan teduh.

    Dengan dipadukan dengan aksen kayu berwarna cokelat terang, mampu menghasilkan nuansa hunian minimalis. Selain itu, warna kuning cerah lainnya yang dapat jadi opsi yaitu pale yellow dan cheerful yellow.

    10. Biru Periwinkle

    Biru Periwinkle.Biru Periwinkle. Foto: dok. Rob Karosis/dok. The Spruce.

    Ada lagi warna biru terang yang tidak norak yaitu periwinkle. Ini adalah kombinasi biru dan ungu yang menghasilkan warna cantik. Biru periwinkle dapat jadi opsi tepat untuk cat rumah bagian luar kalau ingin warna yang anti mainstream. Bisa dipadukan dengan warna putih pada jendela dan pintunya.

    Nah, itu tadi 10 ide cat warna rumah yang bagus dan cerah. Kalau kamu suka warna yang mana nih?

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Warna yang Bikin Ruangan Kecil Terasa Lebih Sempit


    Jakarta

    Ilusi bisa diciptakan dengan warna cat, misalnya bisa memberikan kesan langit langit yang lebih tinggi atau ruangan lebih luas. Sebaliknya, pemilihan warna cat yang salah juga bisa membuat ruangan yang kecil terasa semakin sempit.

    Jadi, kamu perlu mengetahui beberapa warna cat yang harus dihindari agar ruang kecil di rumah tidak terasa semakin sempit. Lantas, apa saja warna tersebut?

    Warna yang Bikin Ruangan Ruangan Terasa Sempit

    Warna yang bikin ruangan terasa sempit yaitu biru tua, merah, kuning cerah, putih bersih, dan abu-abu. Simak penjelasannya.


    1. Biru Tua

    Warna biru tua sering digunakan untuk dekorasi rumah. Namun, jangan pilih warna ini di ruangan yang kecil karena bisa membuat ruangan terasa sesak.

    Alternatifnya, kamu bisa memilih warna biru muda atau biru langit di ruangan kecil. Menurut brand ambassador Farrow & Ball, Patrick O’Donnell dalam Homes And Gardens, nuansa biru langit bisa menambah keceriaan pada rumah sederhana. Padukan juga dengan warna netral agar warna birunya bisa menonjol.

    2. Merah

    Ruang tamuCat merah tua Foto: (Phototropic/Getty Images)

    Warna merah memiliki sifat yang kuat dan agresif. Secara fisik, warna merah bisa memicu reaksi dalam tubuh yang mirip dengan respon stres, seperti peningkatan detak jantung dan suhu tubuh yang lebih tinggi.

    Menurut laman The Good Painter, cara orang memandang warna merah seringkali bergantung pada intensitasnya. Warna merah terang mungkin bisa menyebabkan sakit kepala dan membuat ruangan tampak lebih kecil.

    Mengutip laman House Digest, warna merah tua juga bisa membuat ruangan terasa lebih tertutup, terutama karena warna gelap menyerap cahaya alami. Sehingga, merah sebaiknya dihindari untuk menjadi warna utama ruangan yang sempit.

    3. Kuning Cerah

    Ruang tamuRuang tamu Foto: (Asbe/Getty Images)

    Warna-warna cerah cenderung mengalihkan perhatian dari furnitur dan aksesoris, serta seringkali terasa membahayakan dan mengkhawatirkan.

    Meski menjadi warna ceria dan menyenangkan, warna cerah seperti kuning cerah dengan cepat menyebabkan kelelahan dan ketegangan mata. Warna kuning cerah juga bisa membuat ruangan terasa lebih sempit.

    Menurut desain interior Shea McGee, meski kuning memiliki kualitas yang bagus, tapi jika warna tersebut cerah maka bisa terasa terlalu agresif di dalam ruangan.

    4. Putih Bersih

    Warna putih sebenarnya adalah pilihan yang populer untuk aneka ruangan. Tapi, ada beberapa jenis warna putih yang tidak cocok di ruangan kecil.

    Ada perbedaan antara jenis warna putih, misalnya sifon dan gading. Warna putih bersih (pure white) akan menonjolkan bayangan di ruangan dan akibatnya membuat ruangan terasa lebih kecil.

    5. Abu-abu

    Abu-abu adalah warna netral yang menenangkan. Tapi, pilihan abu-abu yang salah, seperti abu abu hangat (warm grey) bisa membuat ruangan kecil terasa lebih sempit.

    Untuk menghindari hal tersebut, menurut Patrick O’Donnell, padukan warna abu-abu dengan warna biru atau hijau untuk memperluas ruangan.

    Kamu juga bisa memilih warna abu-abu kehijauan untuk menciptakan kesan tenang di ruangan kecil. Warna ini begitu elegan dan menenangkan.

    Itulah warna yang bikin ruangan kecil terasa lebih sempit. Jadi, kamu perlu menghindari beberapa warna ini ya detikers.

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 12 Warna Cat Rumah Minimalis untuk Kesan Lebih Luas hingga Elegan


    Jakarta

    Pemilihan palet warna cat adalah salah satu hal penting untuk menciptakan kesan dan nuansa pada setiap ruangan rumah. Selain untuk dinding ruangan, pemilihan warna ini juga bisa untuk interior maupun eksterior.

    Selain memperindah tampilan rumah, pemilihan warna cat yang sesuai juga bisa meningkatkan kenyamanan bagi penghuninya. Simak berbagai ide warna cat rumah minimalis terbaru di bawah ini.

    Rekomendasi Warna Cat Rumah Minimalis

    Konsep rumah minimalis umumnya mengutamakan ruang terbuka, garis-garis yang bersih, dan palet warna netral. Hal-hal tersebut akan membantu menciptakan rasa tenang, rapih, dan teratur di rumah.


    Berikut adalah beberapa pilihan warna cat rumah minimalis:

    1. Beige

    Bohemian living room interior 3d render with  beige colored furniture and wooden elementsRuang tamu dengan furniture warna beige berpadu elemen kayu. Foto: Getty Images/CreativaStudio

    Mengutip laman Filo Painting, beige jadi salah satu warna netral yang bisa menciptakan rasa nyaman dan sederhana. Warna ini cenderung cocok dipakai pada rumah minimalis di ruangan mana pun.

    2. Hijau Hutan (Forest Green)

    Warna tanah yang pekat ini menambahkan sentuhan alam ke rumah, menghadirkan rasa ketenangan dan keseimbangan.

    3. Abu-abu Lembut (Soft Gray)

    Ilustrasi ruangan dengan warna cat dinding soft gray.Ilustrasi ruangan dengan warna cat dinding soft gray. Foto: Getty Images/hellonage

    Warna abu-abu lembut menciptakan kanvas netral untuk elemen lain di ruangan. Warna ini bisa dipilih, jika kamu menginginkan sesuatu yang sedikit lebih hangat daripada warna putih.

    Abu-abu lembut menciptakan kesan yang bersih dan netral dan jadi warna ideal untuk latar belakang dekorasi interior yang lebih berani. Palet abu-abu ini juga menciptakan aksen monokromatik.

    4. Biru Muda

    Ilustrasi ruangan kamar anak dengan nuansa warna biru muda dan putih.Ilustrasi ruangan kamar anak dengan nuansa warna biru muda dan putih. Foto: Getty Images/imaginima

    Warna cerah seperti biru muda akan menambahkan kesan terbuka dan tenang pada rumah.

    5. Blush Pink

    Jika ingin menambah sentuhan feminitas, blush pink bisa jadi pilihannya. Warna ini juga akan membantu memberi kehangatan pada ruangan.

    6. Lilac

    Warna lilac membantu menciptakan kesan rasa tenang pada ruangan. Selain itu, warna ini juga cocok dijadikan cat dinding untuk kamar.

    7. Biru Dongker

    Jika ingin memberikan kesan gelap dan pekat untuk rumah minimalis, detikers bisa menambahkan warna biru dongker. Warna ini bisa memberi kesan dramatis, tapi tanpa mendominasi ruangan.

    8. Hitam Klasik

    Mengutip laman Selain mampu menampilkan gaya minimalis, hitam klasik adalah warna cat yang membuat kesan ruangan yang elegan. Warna ini cocok jika dipadukan dengan warna cat putih bersih untuk tampilan dramatis namun ramping.

    9. Warna Putih

    Ilustrasi ruang kamar rumah minimalis dengan nuansa cat putih.Ilustrasi ruang kamar rumah minimalis dengan nuansa cat putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/runna10

    Warna putih adalah warna klasik yang akan mendukung nuansa minimalis, sekaligus membuat elemen ruangan nampak indah. Untuk membuat ruangan tampak terlihat puas, pakailah warna putih. Selain itu, cat warna putih juga cocok dipadukan dengan banyak warna lainnya.

    10. Cokelat Muda

    Untuk menambahkan sentuhan alami pada desain rumah minimalis, pilihlah warna cokelat muda. Warna netral ini menciptakan kesan kehangatan dan kedalaman, sehingga membuat suasana yang nyaman dan ramah.

    11. Hijau Sage

    Untuk menciptakan suasana yang tenang dan harmonis, pilihlah warna hijau sage. Warna ini akan cocok dipadukan dengan warna netral lainnya.

    Selain warna hijau sage dan hijau hutan, hijau muda juga membantu menciptakan kesan segar dan alami pada ruangan. Warna ini cocok digunakan di ruang kerja atau ruang belajar.

    12. Taupe

    Taupe merupakan warna netral yang hangat dan menarik, untuk menambah kesan nyaman pada interior minimalis. Warna ini cocok untuk kamar tidur, ruang keluarga, atau ruangan yang ingin kamu ciptakan nuansa nyaman dan rileks.

    Tips Memilih Cat Rumah Minimalis

    Berikut adalah faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih sat rumah minimalis dilansir dari laman Pexio:

    • Perhatikan ukuran ruangan, pilihlah warna terang untuk menciptakan kesan ruangan terlihat lebih luas.
    • Perhatikan dekorasi dan furniture. Kamu bisa sesuaikan warna cat yang sesuai dengan dekorasi dan furniture.
    • Hindari penggunaan warna aksen yang berlebihan, agar tidak terlihat ramai. Pasalnya, hal ini bisa mengganggu estetika minimalis. Pilihlah 1-2 aksen yang bisa memberikan kesan virtual menarik.
    • Sesuaikan dengan pencahayaan, pakailah warna-warna cerah untuk ruangan dengan akses cahaya alami yang minim. Sementara, pilihlah warna-warna gelap untuk ruangan yang terkena terlalu banyak sinar matahari.

    Untuk dekorasi minimalis, pilihan pasangan cat yang dipilih bisa warna putih bersih dan segar, warna netral yang hangat. Abu-abu lembut dalam jumlah banyak juga akan memberikan gaya minimalis klasik.

    Itu tadi rekomendasi warna cat rumah minimalis, yang mengutamakan warna-warna lembut dan kalem. Warna-warna yang kamu pilih juga bisa dipadukan atau disesuaikan dengan selera kamu lho detikers.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 5 Warna Ini untuk Kamar Tidur, Simak Alasannya!


    Jakarta

    Memilih warna dinding sebaiknya tidak sembarangan. Secara psikologis, setiap warna memiliki jenis energi berbeda yang akan memberikan dampak berbeda pula kepada penghuni rumah.

    Termasuk pada kamar tidur yang digunakan untuk beristirahat dengan nyaman. Warna yang dipilih sebaiknya jangan bernuansa terlalu ceria atau sedih. Sehingga, penghuni kamar bisa cepat tidur dengan nyenyak dan memperoleh energi.

    Warna yang Dihindari untuk Kamar Tidur

    Dikutip dari situs Homes & Gardens dan Real Simple, berikut 5 warna cat yang sebaiknya dihindari untuk kamar tidur.


    1. Merah

    Konsultan Psikolog dan Kesejahteraan, Lee Chambers mengatakan cat warna merah adalah ide buruk untuk dinding kamar tidur. Warna merah akan meningkatkan energi, interaksi sosial, dan bahkan dapat meningkatkan tekanan darah kita.

    Meski warna merah berdampak positif saat bangun pagi, tetapi mungkin berdampak sulit tidur nyenyak di malam hari. Karena warna ini, tubuh dan pikiran bisa berpacu dan terstimulasi.

    2. Oranye

    Selain merah, warna-warna hangat seperti oranye juga membuat dinding kamar tidur menjadi mencolok. Warna seperti ini rasanya kurang menenangkan untuk beristirahat.

    “Saya lebih suka kamar tidur yang saya desain menjadi ruang yang menenangkan, damai, dan tenteram daripada yang berani,” kata Annie Delaporte seorang desainer interior.

    Warna merah dan oranye sebaiknya digunakan di tempat lain, seperti ruang kerja, dapur, dan ruang cuci. Warna hangat ini memicu munculnya energi sehingga cocok digunakan di tempat kerja.

    3. Kuning Cerah

    Desainer interior, Emma Beryl, menyebut kuning cerah juga sebaiknya dihindari untuk kamar tidur. Warna ini dianggap berefek negatif, yaitu bisa mengganggu kualitas tidur, karena kuning cerah membuat otak berpikir seolah hari masih siang.

    “Kuning cerah meniru matahari dan orang-orang telah menemukan bahwa semakin sulit tidur di malam hari di ruangan berwarna kuning cerah,” jelas Beryl.

    Pecinta warna kuning cerah bisa menggunakannya di kamar mandi atau ruang makan. Namun detikers bisa menyesuaikan dengan dekorasi dan gaya ruang tersebut.

    4. Abu-abu

    Abu-abu memang bukan warna cerah, tetapi tetap dianggap kurang cocok untuk kamar tidur. Karen Haller, pakar psikologi warna dan desain perilaku, serta penulis buku The Little Book of Color, menilai abu-abu hanya memiliki efek menenangkan yang bertahan sebentar.

    Warna abu-abu justru lebih banyak menguras energi daripada efek menenangkannya. Energi kamu mungkin akan terkuras saat bangun di pagi hari.

    5. Hitam

    Yang terakhir adalah warna hitam pekat. Bukannya mendatangkan ketenangan, warna hitam di kamar tidur justru bisa memicu stres. Jika memang suka warna hitam, pilih yang lebih ringan dan padukan dengan warna putih untuk menciptakan kontras di kamar tidur.

    Warna yang Cocok untuk Kamar Tidur

    Wooden cabinet with plants and a king size bed in a blue bedroom interiorKamar tidur biru. Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz

    Lantas warna apa yang paling cocok untuk kamar tidur? Jika kamu suka warna netral, putih dan krem bisa menjadi pilihan.

    Desainer interior, Linette Dai, menilai warna putih adalah warna cat yang paling cocok untuk dinding kamar tidur. Menurutnya, yang terpenting adalah intensitas dan tingkat kecerahan warna yang bisa mendatangkan ketenangan dan kenyamanan di kamar tidur.

    Sementara menurut Lee Chambers, konsensus umum di antara para psikolog menyebut biru sebagai salah satu warna kamar tidur terbaik. Warna ini dapat meningkatkan relaksasi dan kualitas tidur. Sebaiknya jangan memilih warna biru yang terlalu dingin atau gelap.

    Terlepas dari pertimbangan-pertimbangan di atas, pemilihan warna pada akhirnya merupakan selera masing-masing. Efeknya pun bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain. Jadi, kalau detikers pilih warna apa untuk kamar tidur?

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Warna Sofa yang Perlu Dihindari Menurut Desainer Interior


    Jakarta

    Sofa adalah perabot yang menjadi titik fokus utama di sebuah ruangan. Sofa dengan warna yang cerah, kalem, dan terlihat bersih membantu ruangan terlihat cerah serta tenang.

    Kesan berbeda muncul jika sofa yang dipilih berwarna gelap, terlalu terang, atau pucat. Rumah bisa terasa kurang nyaman bagi orang yang menempatinya atau sekadar bertamu.

    Warna Sofa yang Perlu Dihindari

    Dengan banyaknya pilihan, mungkin akan sulit memilih warna yang tepat untuk sofa di rumah. Namun secara umum sebaiknya hindari warna-warna berikut dikutip dari laman Cozy Plant dan Livingetc.


    1. Hitam

    Sofa hitam bisa menciptakan kesan gelap dan berat di dalam ruangan. Warna hitam juga akan menyerap cahaya dan membuat ruangan terkesan sempit dan lebih tertutup.

    Jika memang mau menggunakan warna ini, pilih bahan yang bisa memantulkan cahaya dengan cara yang menarik. Dengan sedikit cahaya dan bayangan, sofa hitam bisa tampak elegan dan tidak kaku.

    2. Merah

    Warna merah memang sering dikaitkan dengan gairah, berani, dan keinginan menarik perhatian. Namun sebaiknya hindari warna merah untuk sofa karena bisa menjadi fokus utama rumah.

    Akibatnya pesona perlengkapan, ornamen, dan pernak-pernik rumah lainnya cenderung hilang serta tidak terlihat. Apalagi jika warna merah sofa makin pudar seiring waktu, yang bisa bikin rumah terlihat pucat.

    3. Hijau Neon

    Hijau neon juga perlu dihindari dalam pemilihan warna sofa. Warna terang dan bold ini berisiko menyebabkan mata lelah bahkan sakit kepala. Selain itu, hijau neon bisa berbenturan dengan warna lain di rumah, sehingga sulit menciptakan paduan yang harmonis dan kohesif.

    4. Kuning Cerah

    Kuning sebaiknya tidak dipilih untuk warna sofa. Warna yang identik dengan kebahagiaan ini, berisiko bikin mata tegang dan tidak nyaman. Jika masih ingin menggunakan warna kuning, sebaiknya pilih yang lembut dan kalem.

    5. Oren

    Oren sering dikaitkan dengan kehangatan dan energi, tapi tidak cocok untuk warna sofa. Warna ini juga sulit dipadukan dengan yang lain, sehingga bisa membatasi pilihan untuk dekorasi dan aksesori.

    6. Putih

    Jika ingin menggunakan putih sebagai warna sofa, sebaiknya pertimbangkan unsur lain di dalam rumah. Misalnya tidak ada hewan peliharaan yang berisiko mudah mengotori sofa.

    Pertimbangan ini dikarenakan putih adalah warna yang mudah kotor, sehingga pemiliknya harus rajin membersihkan sofa. Tentunya tanpa merusak sofa, sehingga tampilannya tampak selalu bersih dan baru.

    Pemilik rumah yang masih menginginkan sofa warna putih, sebaiknya pilih model yang menggunakan sarung. Model ini mudah dicuci dan diganti dengan berbagai warna lain.

    7. Abu-abu

    Warna abu-abu bisa terlihat kontemporer dan anggun namun juga menimbulkan kesan kaku dan formal. Kesan lain yang berisiko muncul adalah kusam, dingin, dan tidak bersahabat.

    “Jika ada berbicara tentang warna sofa, satu-satunya hal yang akan saya hindari adalah abu-abu yang terlalu formal dengan tenunan ketat. Pada sofa, kain yang tenunannya terlalu halus bisa terlihat dan terasa terlalu kaku,” kata desain interior bernama Anne Hindley.

    Jika memang ingin memilih abu-abu, tambahkan aksesoris lain untuk memberi karakter pada ruang tamu, misalnya dengan paduan merah muda pucat. Hiasi juga sofa dengan bantal agar muncul nuansa rileks.

    8. Warna yang Sedang Tren

    Ketika memilih sofa, jangan terpaku dengan warna yang sedang tren. Hijau sage misalnya, banyak disukai di momen-momen tertentu dan memungkinkan orang memilihnya sebagai warna sofa.

    Namun harus diingat, sofa adalah investasi dan warna tren mungkin akan datang dan pergi. Jika warna yang dipilih tidak lagi trendi, sofa menjadi seperti ketinggalan zaman.

    Pemilik rumah yang ingin mengikuti warna trend, bisa memilih alternatif sarung sofa atau bantal. Sehingga, sofa selalu terlihat trendi dengan warna paling update.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Warna Karpet yang Sudah Jadul, Jangan Dipilih Lagi!


    Jakarta

    Memasang karpet di ruang tamu dapat memberikan kehangatan dan kenyamanan, tak hanya untuk pemilik rumah tapi juga bagi tamu yang datang. Warna dan pola karpet yang bagus juga membuat ruang tamu jadi terlihat lebih estetis.

    Namun, seiring perkembangan tren ada beberapa warna karpet yang sudah ketinggalan zaman. Warna tersebut dianggap sudah kuno dan tidak cocok dengan hunian yang mengusung konsep modern, minimalis, atau Japandi style.

    Ingin tahu warna karpet apa saja yang sudah ketinggalan zaman? Simak dalam artikel ini.


    Ini Warna Karpet yang Sudah Ketinggalan Zaman

    Saat memilih karpet, hal utama yang harus diperhatikan adalah bahannya. Meski begitu, kamu juga perlu memilih warna atau pola yang tepat agar cocok dengan hunian.

    Dilansir Better Homes & Gardens, Minggu (6/7/2025), berikut warna karpet yang jangan dipilih lagi karena sudah ketinggalan zaman:

    1. Warna Cerah

    Dahulu, warna cerah seperti hijau, jingga, merah muda, dan biru sangat populer untuk karpet ruang tamu. Namun sekarang, warna tersebut sudah ditinggalkan banyak orang karena terlalu cerah dan tidak cocok dengan konsep rumah minimalis.

    “Nuansa hangat seperti kuning keemasan, merah tua, dan cokelat kemerahan kini sedang menjadi tren, tetapi hindari warna merah terang pada karpet Anda,” kata desainer interior Jill Greaves.

    2. Abu-abu Tua

    Karpet yang berwarna abu-abu tua kini sudah mulai ketinggalan zaman. Sebab, tren saat ini adalah mengusung warna yang memasukkan unsur kehangatan dan kenyamanan.

    Meski begitu, bukan berarti warna abu-abu sama sekali tidak bisa dipakai untuk interior rumah. Graves menyarankan untuk memilih warna abu-abu yang lebih muda dan hangat agar cocok dengan konsep rumah modern saat ini.

    “Abu-abu tua sudah tidak relevan, cobalah ganti dengan abu-abu yang lebih hangat dan warna netral. Warna-warna ini sangat cocok dengan tren vintage,” ujarnya.

    3. Putih

    Mirip seperti abu-abu, Greaves mengatakan karpet warna putih sudah mulai ketinggalan zaman. Selain lebih cepat kotor, banyak orang yang menginginkan karpet dengan banyak tekstur, pola, dan warna yang lebih kalem.

    “Saya rasa kita semua sudah bosan dengan ruangan serba putih dan mencari nuansa yang lebih hangat, seperti pola yang menarik atau tekstur yang lebih alam,” ungkap Greaves.

    Pemilihan warna bumi atau earth tone bisa jadi pilihan terbaik untuk saat ini karena sedan menjadi tren di kalangan anak muda, misalnya biru muda yang hangat.

    4. Krem

    Karpet berwarna krem sempat menjadi tren selama beberapa tahun. Sayangnya, warna ini dinilai sudah ketinggalan zaman karena banyak orang yang mulai bosan.

    Emily Vaughan, desainer interior dan pemilik Emily Vaughan Interiors menyarankan untuk memilih warna lembut dan hangat agar penghuni maupun tamu yang datang merasa nyaman.

    “Jika Anda mencari karpet netral yang bukan krem polos biasa, cobalah karpet dengan pola halus seperti garis,” paparnya.

    5. Hitam

    Satu lagi warna karpet yang sudah ketinggalan zaman, yakni hitam. Pada periode 2010-an, warna hitam banyak dipilih karena dinilai berani dan berbeda daripada yang lain. Namun untuk saat ini, warna hitam hanya menunjukkan kesan suram.

    Apabila ingin memilih warna gelap, disarankan untuk memilih warna cokelat tua atau arang karena terlihat lebih modern. Meski begitu, tak masalah jika membeli karpet dengan corak atau pola garis berwarna hitam.

    Itulah lima warna karpet yang dianggap sudah ketinggalan zaman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Warna Lampu yang Paling Cocok untuk Ruangan Rumah, Bikin Nyaman & Estetik!


    Jakarta

    Memilih warna lampu untuk ruangan di rumah tidak bisa sembarangan. Sebab, warna lampu dapat memengaruhi tingkat cahaya dan kenyamanan saat berada di ruangan tersebut.

    Warna lampu yang terlalu cerah bisa membuat seseorang merasa silau ketika bangun tidur. Namun, warna yang terlalu redup bikin tidak nyaman ketika sedang membaca buku.

    Maka dari itu, penting untuk menentukan warna lampu agar sesuai dengan ruangan di rumah. Simak jenis-jenis warna lampu yang umum digunakan dalam artikel ini.


    Warna Lampu yang Cocok untuk Ruangan

    Seiring perkembangan teknologi, kini semakin banyak lampu yang mengusung berbagai macam warna. Jika dahulu lampu bohlam hanya memancarkan warna kuning, kini lampu LED bisa mengeluarkan cahaya putih dan kuning.

    Pemilihan warna lampu dapat disesuaikan dengan ruangan di rumah. Dilansir situs Natale Builders, berikut penjelasannya.

    1. Warm White

    Warm white menghasilkan warna oranye dan kuning keemasan yang terasa lembut dan hangat. Warna lampu ini memiliki nilai correlated color temperature (CCT) antara 2.400-2.700 Kelvin (K).

    Warm white dapat menciptakan suasana nyaman dan rileks. Bahkan, sejumlah penelitian mengungkapkan penggunaan lampu warm white dapat memberikan efek menenangkan pikiran hingga meningkatkan nafsu makan.

    Warna lampu ini umumnya digunakan pada ruang tamu dan kamar tidur. Khusus di ruang tamu dapat memberikan kesan cozy, sehingga baik penghuni rumah maupun tamu yang datang merasa nyaman ketika berbincang, terutama saat malam hari.

    Penggunaan warm white di kamar tidur juga memberikan efek hangat dan menenangkan. Lampu ini juga tidak terlalu terang sehingga tidak bikin silau ketika baru bangun tidur.

    2. Natural White

    Natural white atau cahaya putih netral memancarkan cahaya yang terang. Berbeda dengan warm white yang cenderung kuning, natural white terlihat lebih putih cerah tapi masih ada sedikit warna oranye. Lampu ini memiliki nilai CCT antara 4.000-5.500 K.

    Natural white dapat menciptakan ruangan terlihat cerah, tetapi tidak terlalu silau bagi mata. Lampu dengan warna ini sangat cocok digunakan di dapur, ruang kerja atau belajar, dan kamar mandi.

    Pada area dapur, natural white memberikan visibilitas yang baik untuk memasak. Untuk ruang kerja atau belajar, lampu ini dapat memberikan keseimbangan sehingga membantu menjaga konsentrasi dan mencegah mata cepat lelah karena warna lampu yang redup.

    Sedangkan pada area kamar mandi, natural white bisa memberikan cahaya netral untuk berdandan atau bercermin. Warna yang terlalu redup bisa memengaruhi hasil make up.

    3. Cool White

    Cool white dapat memancarkan cahaya yang lebih terang daripada natural white, bahkan hampir menyerupai kondisi cerah di siang hari. Nilai CCT dari lampu cool white antara 5.000-6.000 K.

    Disebut cool white karena warna putih yang ditampilkan sangat terang dengan efek putih kebiruan. Warna ini memberikan kesan modern, bersih, dan energik sehingga banyak digunakan pada ruangan yang luas dan butuh pencahayaan tajam.

    Untuk penggunaan di rumah, lampu cool white bisa digunakan pada area garasi atau ruang utilitas. Lampu ini dapat memancarkan cahaya ke seluruh ruangan secara jelas sehingga tidak ada sudut yang terlihat redup.

    Itulah tiga pilihan warna lampu yang cocok untuk ruangan di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Warna Bendera Merah Putih, Benarkah Disebutkan dalam Hadits Nabi SAW?


    Jakarta

    Warna bendera Indonesia adalah merah dan putih yang mana melambangkan keberanian dan kesucian. Siapa sangka, ternyata pemilihan warna merah putih pada bendera Indonesia didasarkan dari hadits Nabi Muhammad SAW.

    Hal ini disampaikan oleh KH Abdullah Habib Faqih dalam acara Langitan Bersholawat 2021 lalu. Ia mengatakan bahwa warna merah putih bendera Indonesia diilhami dari hadits Nabi SAW yang bersumber dari kisah Al Habib Husain bin Abu Bakar Al-Idrus Luar Batang.

    Mengutip laman resmi Pondok Pesantren Langitan, KH Abdullah Habib Faqih adalah putra dari Syaikhina KH Abdullah Faqih yang merupakan pemimpin Ponpes Langitan terdahulu. Ponpes ini merupakan salah satu lembaga pendidikan yang basisnya dalam ormas Nahdlatul Ulama (NU).


    Sementara itu, Al Habib Husain bin Abu Bakar Al-Idrus Luar Batang adalah pendatang dari Hadramaut, Jazirah Arab yang merupakan pendiri Masjid Luar Batang pada 1736 silam yang berlokasi di Jakarta Utara. Ia adalah pendakwah sekaligus ulama asal Hadramaut, Yaman.

    Habib Husein terkenal sebagai sosok ulama zuhud yang disegani tentara kolonial Belanda dahulu kala.

    Hadits Rasulullah SAW yang Menyebut Warna Merah dan Putih

    Mengutip dari kitab Sunan At-Tirmidzi oleh Imam At-Tirmidzi yang diterbitkan Tim Gema Insani, berikut bunyi hadits Nabi SAW dari Tsauban,

    “Sesungguhnya Allah mendekatkan jarak bumi untukku, lalu aku dapat melihat bumi dari ujung timur sampai ke ujung barat. Sesungguhnya kekuasaan umatku akan meliputi bagian bumi yang telah diperlihatkan kepadaku. Aku juga dikaruniai dua macam harta simpanan, yaitu yang berwarna merah dan yang berwarna putih ….” (Sunan Ibnu Majah, Muttafaq ‘alaih).

    Meski demikian, dalam beberapa tafsir dikatakan bahwa warna merah dan putih ini tidak diartikan secara gamblang melainkan ada makna tersirat. Imam Nawawi dalam buku Kumpulan Hadits Qudsi Pilihan oleh Syaikh Fathi Ghanim yang diterjemahkan Yasir Maqosid menafsirkan bahwa para ulama mengatakan warna merah dan putih itu merujuk pada emas dan perak.

    “Sedangkan yang dimaksud dalam hadits adalah harta simpanan Raja Kisra dan Raja Qaisar yang merupakan raja Iraq dan Syam,” bunyi keterangan dalam buku tersebut.

    Wisnu Sasongko melalui karyanya yang bertajuk Armageddon 2: Antara Petaka dan Rahmat menjelaskan dalam catatan kakinya bahwa hadits di atas diucapkan Rasulullah SAW di Jazirah Arab pada abad 6-7 Masehi. Kala itu, Jazirah sebagai titik acuan arah, maka yang dimaksud sang rasul dengan ujung timur bumi adalah belahan bumi yang paling timur dari Arab, yaitu kepulauan Indonesia.

    Sementara, yang dimaksud ujung barat bumi adalah belahan bumi paling barat dari Arab yang mana merupakan benua Amerika. Dikatakan pula bahwa kekuasaan umat nabi akan mencapai salah satu ujungnya. Bila ujung timur dan ujung barat dibandingkan dari segi jumlah umat Islamnya, maka ujung timurlah yang terbanyak. Berdasarkan fakta saat ini, salah satu komunitas Islam terbesar berada di ujung timur bumi, yaitu Indonesia.

    Jumlah umat Islam yang banyak ini kemungkinan nantinya akan menjadi salah satu kebanggaan Rasulullah di antara umat nabi-nabi lain pada Hari Pengadilan. Saat ini, Indonesia menjadi penyumbang jumlah terbesar sebagai umatnya.

    Walau begitu, beberapa ulama juga mengartikan bahwa merah dan putih dimaknai sebagai bangsa Persia dan Romawi. Wallahu a’lam.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com