Tag: pemilihan

  • Alasan Cat Putih Mudah Kusam dan Berubah Kekuningan dan Cara Merawatnya


    Jakarta

    Warna cat dinding putih banyak dipakai karena memberikan kesan yang bersih dan elegan. Namun, warna cat putih juga mudah sekali terlihat kotor, kusam, dan berubah warna kekuningan.

    Perubahan warna ini paling sering terjadi pada cat dinding outdoor. Dilansir situs Kraudelt Painting, penyebab utama cat putih cepat kotor, kusam, dan berubah kekuningan adalah karena paparan sinar matahari. Cat menjadi lebih cepat mengalami oksidasi saat terkena cahaya matahari.

    Alasan kedua adalah pengaruh kelembapan seperti terjadi perubahan suhu atau sering terkena asap rokok. Hal ini bisa berpengaruh pada cat putih indoor maupun outdoor.


    Kemudian, reaksi bahan kimia di dalam cat juga bisa memicu perubahan pada cat putih dengan cepat. Jenis cat alkyd (cat untuk tampilan mengkilat) dan pelarut biasanya mudah menguning karena pigmen putih di dalamnya mudah bereaksi.

    Lantas, apa yang harus dilakukan agar cat putih bertahan lama dan tak mudah kusam?

    Cara Menjaga Cat Putih agar Tahan Lama

    1. Pilih Cat Lateks

    Menurut Kraudelt Painting, untuk pemakaian cat putih yang tahan lama, sebaiknya memakai jenis cat lateks atau berbasis air daripada cat berbasis minyak. Perlu diketahui, cat lateks tetap bisa terjadi pemudaran. Namun, tidak akan secepat itu apabila pemakaiannya di dalam ruangan (indoor).

    Untuk bagian luar ruangan (outdoor) cocok untuk memakai cat minyak. Jika ingin memakai cat lateks, pilih yang mengandung bahan hard shell agar tahan dari paparan sinar matahari dan perubahan suhu.

    2. Pilih Cat yang Sesuai dengan Lokasi

    Cat lateks lebih cocok di dalam ruangan. Sementara bagian outdoor bisa memakai cat minyak. Namun, ada pengecualian, kamu bisa memakai cat minyak di dapur karena area ini cukup lembap.

    Tips untuk mengecat dapur dengan cat putih adalah hindari area yang bersebelahan langsung dengan meja dapur, ubin, atau lemari yang juga berwarna putih.

    3. Perhatikan Kelembapan pada Ruangan

    Untuk mencegah cat putih cepat menguning, kamu perlu perhatian pada kondisi di ruangan tersebut. Sebagai contoh jika dapur sering terasa lembap, kamu perlu mengatasinya. Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah memasang kipas angin agar sirkulasi udara lebih baik. Bisa pula meletakkan dehumidifier di ruangan tersebut sehingga perawatannya lebih praktis.

    Penting juga memiliki ventilasi yang memadai. Bisa dengan memiliki jendela yang lebar atau pintu di dapur yang langsung mengarah ke luar rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Beda Batako dan Hebel, Mana yang Lebih Kuat?


    Jakarta

    Batako dan hebel adalah jenis material dinding yang populer. Meskipun digunakan sebagai bahan bangunan utama, tapi keduanya punya karakteristik, keunggulan, dan kelemahan tersendiri.

    Memilih material dinding perlu diperhatikan, karena hal ini bisa memengaruhi kualitas bangunan. Oleh sebab itu, simak perbedaan antara batako dan hebel di bawah ini.

    Batako

    Mengutip buku Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta, batako adalah batu cetak yang di-press (tidak dibakar).


    Dilihat dari bahan bakunya, batako dibedakan menjadi dua, yakni batako tras atau batako putih dan batako semen.

    1. Batako Tras

    Batako tras terbuat dari campuran tras, batu kapur, dan air. Tras sendiri adalah jenis tanah yang terbentuk dari pelapukan batu-batuan dari gunung berapi. Batako ini juga sering disebut batu cetak kapur tras.

    Batako tras umumnya memiliki ukuran panjang 25-30 cm, tebal 8-10 cm, dengan tinggi 14-18 cm. Warnanya ada yang putih dan kecokelatan.

    Kelebihan Batako Tras

    • Pemasangan relatif cepat.
    • Harga relatif murah.

    Kelemahan Batako Tras

    • Cenderung rapuh sehingga mudah pecah.
    • Dinding mudah retak.
    • Mudah menyerap air, sehingga membuat tembok lembap.
    • Memerlukan penggunaan rangka beton pengaku yang relatif banyak.

    2. Batako Semen PC

    Batako semen terbuat dari campuran semen PC dan pasir atau abu batu yang kemudian di-press. Biasanya di batako ini ada 1-3 lubang di sisinya, yang digunakan sebagai tempat adukan pengikat.

    Umumnya, di pasaran batako semen ini dijumpai dengan dengan ukuran panjang 36-40 cm, tinggi 18-20 cm, serta tebal 8-10 cm.

    Kelebihan Batako Semen

    • Kemungkinan terjadi rembesan air sangat kecil, karena kedap air.
    • Pemasangannya yang relatif lebih cepat.
    • Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, yakni antara 9-12 m².

    Kekurangan Batako Semen

    • Harganya relatif lebih mahal jika dibanding dengan batako tras.
    • Rentan terjadi retak rambut pada dinding.
    • Karena ada lubang pada bagian sisi dalamnya, hal ini membuat dinding akan mudah dilubangi.

    Hebel

    Bata hebel atau celcon adalah bata ringan yang memiliki karakteristik ringan, halus, dan rata. Hebel disebut juga bata ringan. Bahan hebel terbuat dari pasir silika.

    Karena memiliki tingkat kerataan yang sangat baik, sehingga memungkinkan dinding bisa langsung diaci atau dicat tanpa perlu diplester. Seringnya, hebel digunakan di rumah-rumah mewah.

    Umumnya, hebel berukuran 60 cm x 20 cm dengan ketebalan 8-10 cm.

    Kelebihan Hebel

    • Kemungkinan terjadinya rembesan air sangat kecil, karena dinding kedap air.
    • Proses pemasangannya cepat.
    • Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas.
    • Bahan tahan api.
    • Punya kekedapan suara yang baik.

    Kekurangan Hebel

    • Harganya relatif lebih mahal dibanding jenis bata lain.
    • Tidak semua tukang. Bisa melakukan pemasangan hebel.
    • Biasanya hebel hanya ada di toko material besar, karena penjualannya perlu dalam jumlah per m³.

    Perbedaan Batako vs Hebel

    Beda batako dan hebel bisa dilihat dari segi harga, tampilan, hingga beratnya.

    1. Dari segi harga, harga hebel cenderung lebih mahal dari batako.
    2. Penggunaan batako rentan terjadi retak rambut pada dinding, sedangkan hebel cenderung tidak.
    3. Batako punya tampilan dan tekstur khas, sementara hebel tampilannya lebih halus dan seragam.
    4. Hebel cenderung lebih ringan daripada batako.
    5. Batako ada yang terbuat dari campuran tras, batu kapur, atau semen PC. Sedangkan, hebel terbuat dari pasir silika.

    Pemilihan antara batako dan hebel bisa tergantung pada kebutuhan, anggaran, serta prioritas proyek detiker. Umumnya, batako cocok untuk konstruksi dengan biaya lebih rendah sementara hebel menawarkan keunggulan berupa bobot ringan hingga kemudahan pemasangan.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Perbedaan AC Dinding dan AC Portable, Pilih yang Mana?


    Jakarta

    Kalau cuaca sedang panas-panasnya, pasti kita ingin punya pendingin ruangan yang paling efektif. Mungkin masih ada yang bingung dalam menentukan jenis air conditioner (AC) yang paling baik.

    Ada dua opsi yang kerap jadi bandingan, adalah AC dinding dan AC portable. Keduanya memiliki fungsi mendinginkan ruangan, tetapi punya perbedaan signifikan dalam hal pemasangan, harga, efektivitas, hingga kenyamanan penggunaannya.

    AC dinding umumnya dipasang permanen di tembok dengan tambahan fan outdoor yang membantu proses pendinginan. Di sisi lain, AC portable lebih fleksibel karena bisa dipindahkan ke berbagai tempat tanpa perlu instalasi khusus.


    Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli. Baiknya, bandingkan dulu plus minus keduanya untuk jadi pertimbangan.

    5 Perbedaan AC Dinding dan AC Portable

    Dari segi bentuk, AC portable berbeda dengan AC konvensional. Bentuk AC portable lebih menyerupai sebuah box yang beroda, dengan lubang ventilasi udara di bagian depan.

    Salah satu akun YouTube yang kerap membahas tentang barang elektronik, Seputar Teknik, mengunggah video penjelasan tentang perbedaan AC dinding dan AC portable. Bagas, sang pemilik akun, menjelaskan bahwa AC dinding atau biasa disebut AC split wall, memiliki perbedaan utama pada cara pemasangan dan mobilitasnya. Berikut selengkapnya:

    1. Cara Pemasangan

    Pemasangan AC dinding memerlukan modifikasi pada dinding, karena unit ini harus ditempel. Selain itu, kabel daya dan jalur selang pembuangan air serta koneksi ke fan outdoor juga perlu dipasang, yang biasanya memerlukan lubang tambahan di dinding.

    Sebaliknya, AC portable tidak memerlukan pemasangan permanen. Dengan selang kecilnya, alat ini bisa diletakkan di mana saja, asalkan selang pembuangan airnya memiliki jalur yang sesuai. Dari segi kemudahan pemasangan, AC portable bisa dibilang lebih unggul.

    “Pemasangan instalasinya cukup rumit dan memerlukan teknisi khusus untuk install. Sementara AC portable memiliki satu unit yang dapat dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lainnya, tidak perlu dipasang secara permanen cukup disambungkan saja ke listrik itu sudah dingin AC-nya,” ucap Bagas dalam video yang telah ditonton 35 ribu orang itu.

    2. Harga

    Harga AC dinding dan AC portable bervariasi tergantung merek, serta apakah unit tersebut baru atau bekas. Namun secara umum, AC portable lebih murah karena tidak memerlukan biaya pemasangan dan ukurannya lebih kecil.

    Harga AC portable mulai dari Rp 300 ribu, sedangkan AC dinding dibanderol mulai dari Rp 1.5 juta per unit, tergantung merek dan spesifikasinya.

    “AC Split wall lebih mahal daripada AC portable karena pemasangannya memerlukan instalasi yang lebih rumit. Kalau AC portable lebih murah dan tidak memerlukan biaya instalasi yang mahal,” tutur Bagas.

    3. Efektivitas Pendinginan

    AC dinding lebih cepat dalam mendinginkan ruangan karena dilengkapi dengan fan outdoor yang membantu mempercepat proses pendinginan. Sementara itu, AC portable membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan.

    Dikutip dari laman CNet, AC portable juga menghasilkan panas saat beroperasi. Sehingga selangnya harus diletakkan di tempat yang memungkinkan pembuangan udara panas dengan baik.

    4. Efisiensi dan Daya

    Dalam videonya, Bagas juga menjelaskan AC split wall lebih efisien dan memiliki daya pendinginan yang lebih baik. Sebab, dapat menjangkau area yang lebih besar dan memiliki kemampuan pendinginan yang lebih cepat.

    “Soal daya listrik, AC portable lebih hemat listrik jika hanya dinyalakan ketika diperlukan. AC portable juga tetap menghasilkan biaya listrik yang tinggi, jika digunakan secara Intens atau terus-menerus,” kata Bagas.

    “Jadi pemilihan AC portable dan split wall tergantung pada kebutuhan preferensi Anda. AC split wall cocok untuk ruangan yang memerlukan pendinginan yang lebih insentif dan digunakan secara kontinyu. Kalau AC portable cocok untuk ruangan yang memerlukan pendinginan sementara atau digunakan secara fleksibel,” sambungnya.

    5. Tingkat Kebisingan

    Tingkat kebisingan AC dinding tergantung pada lokasi pemasangan fan outdoor. Jika fan dipasang dekat dengan area berkumpul, suara yang dihasilkan akan lebih terdengar.

    Sementara itu, AC portable cenderung lebih berisik karena kompresor dan kipasnya berada dalam satu unit yang sama. Kompresor biasanya terletak di bagian bawah, sedangkan lubang udara berada di atasnya.

    Nah, itulah empat perbedaan utama antara AC dinding dan AC portable. Semoga informasi ini bisa membantumu memilih pendingin ruangan yang sesuai dengan kebutuhan, ya!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Lokasi Tanah Menurut Adat Jawa, Dipercaya Terhindar Nasib Buruk


    Jakarta

    Sebelum teknologi berkembang pesat, hukum adat menjadi pegangan di masyarakat saat mencari lokasi tanah. Setiap daerah memiliki ketentuannya sendiri yang mereka anggap cara paling tepat dan baik.

    Sebagai contoh bagi masyarakat Jawa mereka berpegangan pada adat Jawa saat hendak menentukan lokasi tanah untuk tempat tinggal. Mereka percaya dengan memperhatikan ketentuan dalam adat, pemilihan tanah mereka jauh dari hal-hal buruk.

    Lantas, bagaimana ketentuan pemilihan lokasi tanah menurut ada Jawa?


    Menurut HJ Wibowo dan Emiliana Sadilah yang dikutip Asti Musman dalam buku Filosofi Rumah Jawa, berikut ini lokasi tanah yang dianggap baik dan membawa keberuntungan:

    Tanah yang Baik dan Menguntungkan untuk Tempat Tinggal

    1. Tanah yang Miring ke Timur

    Ada banyak sekali posisi tanah yang diyakini baik untuk dipilih sebagai tempat tinggal. Pertama adalah lokasi tanah yang letaknya miring ke timur. Posisi tanah seperti disebut pula dengan tanah manikmaya atau baya sangar. Masyarakat Jawa percaya lokasi ini dapat memberikan banyak rezeki bagi penghuninya. Selain itu, lokasi ini menyehatkan jasmani,rohani, dan memberikan ketenteraman.

    2. Tanah yang Membujur ke Utara dan Selatan

    Posisi kedua adalah tanah yang membujur ke utara atau ke selatan. Posisi ini disebut pula dengan tanah darmalangit. Lokasi ini diyakini bisa menguntungkan bila didirikan bangunan rumah karena akan mendatangkan kekayaan.

    3. Tanah Miring ke Timur dan Sisi Utara-Selatannya Terdapat Bukit

    Arah timur menghadap ke matahari terbit. Posisi ini dipercaya dapat memberikan banyak keuntungan dan disegani oleh tetangga. Posisi tanah yang miring ke timur serta sisi utara dan selatannya terdapat bukit atau gunung disebut sebagai tanah arjuna.

    4. Tanah di Atas Jurang

    Kemudian ada tanah yang letaknya berada di atas jurang. Mendirikan rumah di sini disebut baik untuk berolah rohani atau kebatinan. Posisi ini disebut dengan bumi langupulawa.

    5. Tanah di Antara Bukit

    Tanah yang berada di antara bukit atau gunung disebut sebagai tanah sangsang buwono atau kawula katubing kala. Mendirikan rumah di antara bukit niscaya diberikan kemudahan dalam bertetangga, terhindar dari pertengkaran, dan perkataannya akan dipercaya orang lain.

    6. Tanah di Antara Lembah dan Diapit Sumber Air

    Seperti yang kita tahu, saat memilih tanah, kamu harus memastikan kondisi air bersih di sana. Ternyata dalam adat Jawa pun dianjurkan memilih tanah yang dekat dengan sumber air. Tanah tersebut dipercaya dapat mendatangkan rezeki dan membantu penyuburan tanaman di sekitar rumah. Tanah yang berada di antara lembah dan diapit sumber air disebut sri mangempel.

    7. Tanah yang Miring ke Utara

    Rumah yang berdiri di tanah yang miring ke utara dipercaya dapat dipermudah dalam mendapatkan kreativitas dan ide-ide menarik. Posisi yang disarankan jika ingin menghadap agak ke utara jika di kelilingi gunung atau bukit. Tanah yang letaknya miring ke utara disebut tanah indraprastha, telaga ngayuda dan bathara.

    8. Tanah yang Sisi Baratnya Lebih Tinggi daripada Sisi Timur

    Dalam adat jawa rumah yang berdiri di tanah yang sisi baratnya lebih tinggi daripada sisi timur disebut dapat lancar saat kenaikan pangkat. Posisi ini juga disebut tanah sri nugraha.

    9. Tanah yang Bagian Tengahnya Agak Tinggi dari Sekelilingnya

    Tanah yang lokasinya lebih tinggi dari sekelilingnya memang menguntungkan. Dalam adat Jawa lokasi ini dapat memberikan keselamatan bagi penghuninya. Posisi tanah ini disebut sebagai tanah endragana.

    10. Tanah yang Utaranya Tidak Rata

    Tanah yang sisi utaranya tidak rata disebut tanah wisnu manitis. Penghuninya akan mendapatkan kekayaan jika tinggal di lokasi itu.

    Tanah yang Buruk dan Merugikan untuk Tempat Tinggal

    Dalam adat Jawa juga ada ketentuan untuk posisi tanah yang sebaiknya dihindari karena dipercaya berbahaya untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Berikut di antaranya.

    1. Tanah yang Dikelilingi Air

    Tanah yang disarankan yang posisinya berada di dekat air. Namun, jika lokasinya tersebut dikelilingi air ternyata berbeda hukumnya. Lokasi ini disebut tidak tepat untuk digunakan sebagai tempat tinggal karena menimbulkan pertengkaran.

    2. Tanah Tengahnya Ada Sumber Air

    Kemudian tanah yang sumber airnya berada di tengah sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan penyakit bagi penghuni rumah. Posisi tanah ini juga disebut dengan singamita. Cara menolak dampaknya adalah dengan menanam bebatuan di tengah tanah dan dengan membaca Al-Fatihah.

    3. Tanah yang Berwarna Hitam atau Berbau Tidak Sedap/Amis

    Hindari tanah yang berbau tidak sedap dan warnanya hitam.Tanah seperti ini banyak dihuni setan atau jin, dan tidak menguntungkan bagi penghuninya.

    4. Tanah Bekas Kuburan atau Dikelilingi Kuburan

    Dalam adat Jawa ada hukum yang menilai membangun rumah di tanah bekas kuburan atau dikelilingi kuburan dapat mempengaruhi psikologi dan membawa penyakit. Posisi tanah ini disebut dhandhang kukulangan.

    5. Tanah yang Miring ke Barat

    Tanah yang baik disebut mengadap ke timur, condong ke utara atau ke selatan. Ternyata arah yang tidak disarankan adalah barat. Tanah yang letaknya miring ke barat disebut menimbulkan permusuhan. Cara menangkal efek buruknya adalah dengan menanam pohon pisang klutuk di sebelah timur. Posisi tanah di area ini disebut tanah sri sasadana.

    6. Tanah yang Miring ke Selatan

    Meskipun selatan sebenarnya masih diperbolehkan tetapi, jika benar-benar mengadap ke Selatan dipercaya dapat menimbulkan kesulitan ekonomi dan kematian. Untuk menolaknya, tanamlah bara api di bagian tengahnya dan dengan membaca A-Fatihah dan Al-Ikhlas.

    7. Tanah Sisi Timurnya Lebih Tinggi Daripada Barat

    Tanah yang sisi timurnya lebih tinggi daripada sisi baratnya disebut kalawisa. Rumah yang dibangun di sini akan menimbulkan banyak bencana dan penyakit bagi penghuninya.

    8. Tanah yang di Baratnya Ada Bukit

    Tanah yang di sisi baratnya terdapat bukit atau gunung disebut dengan tanah asu ngelak. Tanah ini tidak baik didirikan rumah karena akan menimbulkan cekcok bagi penghuninya.

    Demikian berbagai cara mengetahui tanah yang baik dan buruk untuk dijadikan tempat tinggal menurut adat Jawa.

    Sesuai nilai dan kepercayaan yang dianut tiap orang, cara memilih lokasi tanah menurut adat Jawa ini dapat menjadi bahan pertimbangan. Faktor-faktor lain dapat melengkapi pertimbangan pemilihan lokasi tanah, misal kondisi dan harganya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahaya Pilih Kabel Listrik Rumah Sembarangan, Bisa Picu Kebakaran!


    Jakarta

    Sistem listrik di rumah tidak sesederhana kelihatannya. Semuanya harus dipasang dengan tepat bahkan pemilihan kabelnya pun tidak sembarangan.

    Kabel listrik yang fungsinya sebagai penghantar listrik harus aman saat digunakan. Kualitas yang rendah justru hanya membahayakan penghuni dan rumah itu sendiri. Jangan sampai kamu tergiur dengan harga kabel listrik murah padahal kualitasnya tidak sesuai standar. Apabila sudah terjadi kebakaran, kerugian yang harus ditanggung akan jauh lebih besar.

    Saat membeli kabel listrik lebih baik lakukan riset merek-merek yang berkualitas dan bertanya dengan ahli. Setelah itu, pemasangannya pun harus dengan ahlinya. Apabila hal seperti ini dianggap sepele, akan ada beberapa risiko yang mungkin akan terjadi. Dilansir dari Family Handyman, berikut ini informasinya.


    1. Kebakaran

    Kemungkinan terbesar saat kamu salah menggunakan jenis kabel listrik adalah kebakaran. Pemicunya berasal dari overheating atau arus listrik yang berlebih, kemudian menimbulkan panas. Efeknya apabila arus tersebut bocor adalah dinding isolasi pada kabel akan terbakar dan apinya dapat memantik kebakaran apalagi jika mengenai benda yang mudah terbakar. Overheating ini bisa ditemukan menggunakan alat khusus yang pastinya tidak terjadi kontak langsung.

    2. Korsleting Listrik

    Masih dengan konsep yang sama, saat kabel listrik tidak dapat menahan alur listrik, korsleting listrik mungkin saja terjadi. Aliran listrik yang tidak sesuai atau arus pendek mengalir di dalam rangkaian. Korsleting tidak hanya dapat merusak perangkat elektronik, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran.

    3. Kerusakan Perangkat Elektronik

    Memilih kabel dengan spesifikasi yang salah, terutama yang tidak sesuai dengan kebutuhan arus listrik, bisa menyebabkan kerusakan perangkat elektronik. Ini disebabkan oleh arus listrik yang tidak stabil, yang membuat perangkat cepat rusak atau bahkan terbakar.

    Kamu bisa menggunakan kabel dengan ukuran yang tepat sesuai daya yang dibutuhkan oleh perangkat. Misalnya, untuk perangkat besar seperti AC dan kulkas, gunakan kabel dengan diameter yang lebih besar.

    4. Kejutan Listrik (Sengatan Listrik)

    Kejutan listrik dipicu terjadi karena kabel yang dipilih tidak memiliki isolasi yang baik atau rusak. Kondisi arus listrik yang bocor ini dapat memicu korsleting dan kebakaran.

    Untuk menghindari hal seperti ini sebaiknya pilih kabel dengan isolasi yang tebal dan berkualitas baik. Hindari penggunaan kabel yang murah dengan merek yang tidak jelas. Sebab, biasanya kabel tersebut tidak memiliki kualitas isolasi yang bagus.

    5. Biaya Perbaikan yang Tinggi

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, salah memilih kabel listrik risikonya adalah biaya kerugiannya akan jauh lebih besar. Sistem pemasangan listrik pun tidak sederhana sehingga apabila masalahnya berada di kabel yang ditanam, perbaikannya akan jauh lebih sulit. Lebih baik membeli kabel listrik yang mahal dan berkualitas untuk investasi jangka panjang.

    Itulah beberapa bahaya yang kemungkinan bisa terjadi apabila memilih kabel listrik sembarangan di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Bikin Musala di Rumah Agar Salat Makin Khusyuk


    Jakarta

    Salat merupakan kewajiban bagi muslim dan harus dikerjakan setiap hari. Sebagian muslim bahkan sampai menyediakan ruang salat atau musala di rumahnya agar lebih khusyuk beribadah.

    Sebenarnya kamu dapat salat di mana saja di dalam rumah asalkan bersih. Namun, tak ada salahnya kamu menyiapkan musala supaya lebih tenang, tentram, dan nyaman saat beribadah.

    Bagi kamu yang mau bikin musala yang nyaman dan menenangkan, bisa ikut langkahnya berikut ini.


    5 Langkah Bikin Musala di Rumah

    Inilah cara membuat musala di rumah seperti yang dikutip dari The Halal Times.

    1. Tentukan Lokasi yang Cocok

    Langkah pertama adalah memilih lokasi yang cocok sebagai musala. Kamu bisa menggunakan ruangan yang tak terpakai atau di kamarmu. Jangan lupa mempertimbangkan arah kiblat dan kecukupan ruang buat sajadah.

    2. Pilih Warna Tembok yang Tidak Mencolok

    Tembok merupakan bagian rumah yang paling menyita perhatian. Nah, supaya kamu lebih fokus saat beribadah di musala, kamu bisa membersihkan diri dulu.

    Jika ingin nuansa ruangan yang kalem dan menenangkan, pilih warna yang lebih lembut, terang, dan netral. Kamu bisa mengecat seluruh tembok dengan warna tersebut, atau cukup pada tembok aksen saja.

    3. Lengkapi Furniture

    Selanjutnya, kamu dapat mengisi ruangan dengan furniture secukupnya.

    Selain sajadah, kamu bisa menambahkan kursi, bantalan, dan meja kecil jika ada ruang lebih. Lalu, bisa tambahkan kabinet untuk menyimpan buku,

    4. Cek Kondisi Lantai

    Kamu dapat menaruh karpet di musala. Hal ini membantu masyarakat lebih fokus beribadah yang lalai. Karpet yang lembut bisa menjadi alas sholat dalam Islam, lho.

    5. Dekorasi Musala

    Terakhir, kamu bisa mendekorasi ruangan agar lebih bebas untuk pekerja. Musala dapat dihias menggunakan berbagai benda dekorasi bernuansa Islam, seperti kaligrafi, poster motivasi, ataupun gambar yang dibingkai. Kamu juga bisa memakai lampu LED mini untuk menambah estetika ruangan.

    Lalu, memajang bunga segar untuk memberi warna tambahan dan aroma pada ruangan bisa kamu pertimbangkan.

    Itulah cara membuat musala di rumah, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior buat Dinding Rumah


    Jakarta

    Saat mengecat dinding, kamu perlu membedakan penggunaan cat untuk interior dan eksterior rumah. Walaupun sama-sama cairan pigmen, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda untuk menyesuaikan kondisi dinding.

    Cat interior digunakan pada bagian dalam rumah, seperti kamar, lorong, kamar mandi, dan dapur. Cat ini juga sudah dirancang agar tahan terhadap perubahan suhu dan kelembaban.

    Sementara itu, cat eksterior diaplikasikan pada bagian luar rumah. Cat ini lebih tahan dengan berbagai kondisi alam seperti hujan, angin, dan perubahan cuaca.


    Lantas, apa saja perbedaan cat interior dan eksterior? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Real Milk Paint.

    5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

    Inilah perbedaan antara cat interior dan eksterior yang perlu kamu tahu agar tidak salah pakai.

    1. Bahan Dasar dan Fungsinya

    Cat interior dan eksterior memiliki perbedaan pada bahan dasar dan fungsinya. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan peliharaan.

    Oleh karena itu, cat interior mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah, sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

    Sedangkan untuk cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan yang lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

    2. Pilihan Warna dan Tekstur

    Pilihan warna dan tekstur cat interior dan eksterior rumah berbeda. Cat interior punya tampilan matte atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Selain itu, cat interior juga punya banyak pilihan warna yang menarik, sehingga kamu dapat menyesuaikan dengan konsep rumah kamu.

    Sementara, cat eksterior sering kali memiliki pilihan warna dan tekstur yang jauh lebih terbatas dibandingkan cat interior. Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

    3. Teknik Pengaplikasian

    Cara mengaplikasikan kedua jenis cat tersebut juga berbeda. Mengecat bagian interior bisa dikatakan prosesnya relatif lebih mudah dan bisa dilakukan tanpa keahlian yang benar-benar khusus. Kamu cuma butuh kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

    Sementara itu, teknik cat eksterior jauh lebih kompleks karena cat tersebut harus tahan terhadap kondisi cuaca ke depan. Pemilihan cat dan aplikasi harus sangat tepat, terlebih dalam pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Dalam mengaplikasikan cat eksterior, alat yang digunakan adalah semprotan, rol khusus, atau bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

    4. Proses Pengeringan

    Selanjutnya, jangka waktu untuk proses pengeringan kedua cat tersebut pun berbeda. Cat interior dan eksterior punya perbedaan yang signifikan karena pengaruh kondisi lingkungan dan komposisi kimia yang terkandung dalam cat. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering. Cat interior biasanya memerlukan waktu sekitar 2 hingga 4 jam untuk proses pengeringannya.

    Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan menjadi jauh lebih lama karena harus tahan terhadap cuaca luar yang berubah-ubah. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

    5. Harga

    Harga cat eksterior biasanya lebih mahal dibandingkan cat interior. Sebab, cat eksterior mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik. Sedangkan untuk cat interior cenderung lebih terjangkau karena tidak menawarkan ketahanan dan perlindungan yang sama.

    Itulah perbedaan cat interior dan eksterior buat dinding rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Menghitung Kebutuhan AC Sesuai Besar Ruangannya


    Jakarta

    Memilih AC yang tepat untuk ruangan bukan sekadar soal merek atau fitur tambahan, tetapi juga tentang memastikan kapasitas pendinginannya sesuai dengan ukuran ruangan. Kesalahan dalam menghitung kebutuhan AC bisa menyebabkan ketidaknyamanan, baik karena ruangan tetap terasa panas atau justru terlalu dingin dan boros listrik.

    Salah satu faktor utama dalam menentukan kebutuhan AC adalah kapasitas pendinginan yang diukur dalam satuan BTU/h (British Thermal Unit per Hour). Semakin besar ruangan, semakin tinggi pula BTU yang diperlukan agar suhu tetap sejuk. Selain itu, daya listrik dan posisi ruangan juga berpengaruh dalam menentukan ukuran PK (Paard Kracht) yang tepat untuk AC.

    Pengertian PK AC dan BTU

    Sebagai perangkat elektronik, AC memerlukan daya listrik agar dapat berfungsi dengan optimal. Salah satu aspek penting dalam memilih AC adalah memahami satuan PK, yang digunakan untuk mengukur kapasitas pendinginan perangkat ini.


    Dalam laman Quality Technic dijelaskan bahwa PK merupakan kependekan dari Paard Kracht, yang dalam bahasa Belanda berarti tenaga kuda. Dalam konversi, 1 PK setara dengan 735,5 watt atau sekitar 0,986 HP (Horse Power), yang hampir sama dengan 1 HP dalam sistem Inggris.

    Selain PK, terdapat satuan lain yang sering digunakan dalam pengukuran kapasitas AC, yaitu BTU (British Thermal Unit). Dikutip dari laman berbagai perusahaan merek elektronik AC, BTU adalah ukuran energi yang digunakan AC untuk menurunkan atau menaikkan suhu ruangan dalam satu jam. Semakin tinggi nilai BTU, semakin kuat kapasitas pendinginan AC.

    Meskipun di Indonesia satuan PK lebih umum digunakan, BTU tetap menjadi acuan dalam menentukan daya AC. Berikut adalah perbandingan standar antara PK AC dan nilai BTU/h (British Thermal Unit per Hour), yang merupakan satuan untuk mengukur kapasitas pendinginan AC dalam satu jam:

    • AC ½ PK = ± 5.000 BTU/h
    • AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
    • AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
    • AC 1 ½ PK = ± 12.000 BTU/h
    • AC 2 PK = ± 18.000 BTU/h.

    Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin besar ukuran PK, semakin dingin udara yang dapat dihasilkan oleh AC. Maka, perlu dipastikan bahwa daya listrik mencukupi agar tidak boros energi. Dengan memahami perhitungan BTU, pengguna dapat memilih AC dengan ukuran PK yang sesuai, sehingga mendapatkan pendinginan maksimal tanpa pemborosan daya.

    Menghitung Kebutuhan AC Sesuai Besar Ruangannya

    Mengetahui ukuran PK yang tepat sangat penting agar AC dapat berfungsi secara optimal dan menjaga suhu ruangan tetap nyaman. Selain memastikan pendinginan yang efektif, perhitungan PK AC juga membantu dalam menentukan daya listrik yang dibutuhkan, menghindari risiko kerusakan unit, serta memperpanjang masa pakai AC.

    Sebaliknya, jika ukuran PK tidak sesuai dengan luas ruangan, kinerja AC bisa terganggu, menyebabkan suhu tidak stabil dan konsumsi listrik menjadi tidak efisien. Agar pendinginan optimal, ukuran PK AC harus disesuaikan dengan luas ruangan. Banyak orang mengira bahwa semakin besar PK AC, maka semakin dingin ruangan. Padahal, pemilihan PK yang tidak sesuai bisa berdampak pada efisiensi energi dan daya tahan AC itu sendiri.

    Sebelum masuk ke perhitungannya, mari kita kenali lagi beberapa faktor utama dalam memilih AC:

    • BTU/h (British Thermal Unit per Hour): Satuan yang menunjukkan kapasitas pendinginan AC dalam satu jam untuk mengurangi panas dalam ruangan
    • Daya listrik (Watt): Besaran tenaga listrik yang dibutuhkan saat AC beroperasi
    • PK Kompresor: Singkatan dari “Paard Kracht” (Bahasa Belanda) atau Horse Power dalam Bahasa Inggris, yang menunjukkan daya kompresor AC.

    Berikut adalah panduan umumnya:

    • AC ½ PK → untuk ruangan 0-10 m²
    • AC ¾ PK → untuk ruangan 11-13 m²
    • AC 1 PK → untuk ruangan 14-17 m²
    • AC 1 ½ PK → untuk ruangan 18-23 m²
    • AC 2 PK → untuk ruangan 24-34 m²
    • AC 2 ½ PK → untuk ruangan 35-45 m².

    Selain itu, ada beberapa cara untuk menentukan ukuran PK AC yang sesuai, salah satunya dengan menghitung kebutuhan BTU berdasarkan luas ruangan. Berikut caranya:

    1. Menghitung Luas Ruangan

    Menentukan kebutuhan AC berdasarkan luas ruangan dapat membantu dalam menghitung besar BTU, daya listrik, serta kapasitas PK yang diperlukan. Untuk mengetahui kapasitas AC yang sesuai, dapat digunakan rumus berikut:

    Panjang (P) × Lebar (L) × 537 BTU/h

    Rumus ini mengacu pada standar tinggi ruangan di Indonesia, yaitu sekitar 2,5 – 3 meter. Namun, faktor eksternal seperti jumlah orang dalam ruangan, seberapa sering pintu dibuka, dan ventilasi udara juga dapat mempengaruhi efektivitas pendinginan. Setelah mendapatkan hasil perhitungan dalam satuan BTU/h, angka tersebut kemudian dicocokkan dengan kapasitas pendinginan AC dalam tabel berikut:

    PK AC = Daya Pendingin (BTU/h) = Ukuran Ruangan (m²)
    1/2 PK = ± 5.000 BTU/h = 10 m²
    3/4 PK = ± 7.000 BTU/h = 14 m²
    1 PK = ± 9.000 BTU/h = 18 m²
    1 1/2 PK = ± 12.000 BTU/h = 24 m²
    2 PK = ± 18.000 BTU/h = 36 m²

    2. Menghitung PK AC dengan Rumus

    Selain metode luas ruangan, perhitungan PK AC juga dapat dilakukan dengan rumus berikut:

    Kebutuhan PK AC = (P × T × I × L × E) ÷ 60

    Keterangan:
    P = Panjang ruangan (dalam kaki)
    T = Tinggi ruangan (dalam kaki)
    I = Faktor insulasi (10 untuk ruangan berinsulasi, 18 untuk ruangan tanpa insulasi)
    L = Lebar ruangan (dalam kaki)
    E = Nilai berdasarkan arah hadap dinding terpanjang:
    • 16 (hadap utara)
    • 17 (hadap timur)
    • 18 (hadap selatan)
    • 20 (hadap barat)

    Itulah tadi penjelasan tentang menghitung PK AC yang tepat. Perhitungan ini sangat penting untuk memastikan kenyamanan ruangan, efisiensi energi, serta memperpanjang usia pemakaian AC. Pastikan kamu menggunakan perhitungan BTU yang sesuai dengan luas ruangan agar mendapatkan pendinginan yang optimal tanpa pemborosan listrik.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Membangun Rumah Hemat Listrik, Tagihan Bulanan Bisa Lebih Ringan



    Jakarta

    Semakin banyak penggunaan barang elektronik di rumah maka akan semakin besar penggunaan daya listrik. Hal itu tentu akan berdampak pada pembayaran tarif listrik yang lebih besar.

    Untuk menghemat listrik sebenarnya ada siasat tersendiri yang bisa dilakukan. Termasuk tata letak rumah itu sendiri.

    Melansir 99.co, berikut 5 tips membangun rumah yang hemat listrik.


    Kurangi Penggunaan Sekat di Dalam Rumah

    Mengurangi penggunaan sekat antarruangan di dalam rumah dapat memperlancar sirkulasi udara. Selain itu, cara ini juga dapat menghindari penggunaan AC atau lampu secara berlebihan. Rumah yang sempit pun dapat menjadi ‘luas’ dengan menciptakan ruang terbuka tanpa sekat.

    Atur Ketinggian Langit-Langit Rumah

    Mengatur ketinggian langit-langit dapat menjadi solusi untuk menciptakan rumah yang hemat listrik. Rumah dengan langit-langit yang tinggi cenderung lebih sejuk sehingga dapat mengurangi penggunaan AC.

    Melansir comfortpeople.com, langit-langit tinggi membuat udara panas terakumulasi ke bagian atas dan udara dingin mengendap ke bagian bawah rumah. Hal ini karena udara hangat lebih ringan dibandingkan udara dingin.

    Gunakan Peralatan Rumah yang Hemat Listrik

    Saat ini, peralatan rumah hemat listrik sudah banyak beredar di pasaran. Berbagai peralatan rumah seperti lampu, kulkas, AC, mesin cuci, hingga laptop tersedia dalam varian yang hemat listrik. Meskipun dijual dengan harga yang lebih mahal, peralatan hemat listrik dapat menjadi investasi jangka panjang bagi pemilik rumah.

    Atur Jumlah dan Arah Jendela

    Memanfaatkan cahaya alami dari matahari dapat menjadi cara untuk menghemat penggunaan listrik di rumah. Dengan mengatur jumlah dan ke mana jendela rumah menghadap, pemilik rumah dapat memperoleh pencahayaan yang cukup pada siang hari sehingga tidak perlu menyalakan lampu.

    Pertimbangkan Posisi dan Bentuk Ventilasi

    Agar sirkulasi udara berjalan dengan lancar, penggunaan ventilasi menjadi salah satu solusi yang tepat. Posisi dan bentuk ventilasi perlu disesuaikan dengan kondisi rumah agar dapat berfungsi secara maksimal. Posisi ventilasi tak melulu berada di atas rumah, tetapi juga dapat diletakkan di bawah seperti rumah-rumah di Belanda.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Trik Jitu Bikin Dapur Sempit Terasa Lebih Lega Tanpa Renovasi



    Jakarta

    Dapur menjadi salah satu ruangan di dalam rumah yang sangat penting. Biasanya dapur terletak di bagian belakang rumah. Tak jarang, dapur hanya mendapat lahan yang sempit. Padahal, banyak aktivitas yang dapat dilakukan di dapur dan membutuhkan ruang lega.

    Daripada merenovasi, dapur sempit bisa dirancang agar terkesan luas atau lega. Melansir dari situs Better Homes & Garden, berikut terdapat 6 trik yang bisa kamu lakukan membuat dapur sempit terasa lega tanpa harus renovasi.

    Beri Aksen Vertikal

    Beri aksen vertikal seperti lemari kayu yang panjang, hiasan di dinding yang tampak ke atas. Hal ini dapat memberikan kesan ketinggian langit-langit yang tampak dan menarik pandangan kita ke atas.


    Material Memantulkan Cahaya

    Pemilihan material pada interior dapur juga penting. Pilih permukaan furnitur yang memantulkan cahaya seperti ubin keramik atau meja dapur. Hal ini menambah kesan dapur sempit tampak lebih besar.

    Hindari Penumpukkan Barang

    Jaga dapur kamu tetap rapi dan bersih jika ingin terlihat luas. Jangan biarkan banyak barang diletakkan dan memenuhi meja dapur. Sebaiknya, simpan peralatan dapur di balik penyimpanan yang tertutup.

    Ubin Horizontal

    Untuk memperluas dapur secara visual, kamu juga bisa pasang ubin dengan susunan horizontal. Pola ikatan horizontal ini dapat membuat dapur menjadi lebih lebar dari ukuran sebenarnya.

    Furnitur Kaca

    Jika kamu punya lemari dapur yang berbahan kayu, kamu bisa menggantinya dengan lemari kayu yang pintunya berbahan kaca. Ini bisa menarik perhatian karena dinding akan terkesan lebih jauh. Jangan lupa untuk menata barang-barang di lemari secara rapi dan padukan warna yang serasi.

    Penyimpanan Dinding

    Untuk menambah ruang di lantai, kamu bisa memindahkan barang-barang dapur dengan menyimpannya pada penyimpanan di dinding. Hal ini membuat ruang lantai di dapur jadi lebih kosong dan lega.

    Itu dia beberapa trik yang bisa kamu lakukan untuk membuat dapur terasa lebih lega tanpa merenovasinya. Selamat mencoba!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com