Tag: pemilihan

  • 8 Warna Sofa yang Perlu Dihindari Menurut Desainer Interior


    Jakarta

    Sofa adalah perabot yang menjadi titik fokus utama di sebuah ruangan. Sofa dengan warna yang cerah, kalem, dan terlihat bersih membantu ruangan terlihat cerah serta tenang.

    Kesan berbeda muncul jika sofa yang dipilih berwarna gelap, terlalu terang, atau pucat. Rumah bisa terasa kurang nyaman bagi orang yang menempatinya atau sekadar bertamu.

    Warna Sofa yang Perlu Dihindari

    Dengan banyaknya pilihan, mungkin akan sulit memilih warna yang tepat untuk sofa di rumah. Namun secara umum sebaiknya hindari warna-warna berikut dikutip dari laman Cozy Plant dan Livingetc.


    1. Hitam

    Sofa hitam bisa menciptakan kesan gelap dan berat di dalam ruangan. Warna hitam juga akan menyerap cahaya dan membuat ruangan terkesan sempit dan lebih tertutup.

    Jika memang mau menggunakan warna ini, pilih bahan yang bisa memantulkan cahaya dengan cara yang menarik. Dengan sedikit cahaya dan bayangan, sofa hitam bisa tampak elegan dan tidak kaku.

    2. Merah

    Warna merah memang sering dikaitkan dengan gairah, berani, dan keinginan menarik perhatian. Namun sebaiknya hindari warna merah untuk sofa karena bisa menjadi fokus utama rumah.

    Akibatnya pesona perlengkapan, ornamen, dan pernak-pernik rumah lainnya cenderung hilang serta tidak terlihat. Apalagi jika warna merah sofa makin pudar seiring waktu, yang bisa bikin rumah terlihat pucat.

    3. Hijau Neon

    Hijau neon juga perlu dihindari dalam pemilihan warna sofa. Warna terang dan bold ini berisiko menyebabkan mata lelah bahkan sakit kepala. Selain itu, hijau neon bisa berbenturan dengan warna lain di rumah, sehingga sulit menciptakan paduan yang harmonis dan kohesif.

    4. Kuning Cerah

    Kuning sebaiknya tidak dipilih untuk warna sofa. Warna yang identik dengan kebahagiaan ini, berisiko bikin mata tegang dan tidak nyaman. Jika masih ingin menggunakan warna kuning, sebaiknya pilih yang lembut dan kalem.

    5. Oren

    Oren sering dikaitkan dengan kehangatan dan energi, tapi tidak cocok untuk warna sofa. Warna ini juga sulit dipadukan dengan yang lain, sehingga bisa membatasi pilihan untuk dekorasi dan aksesori.

    6. Putih

    Jika ingin menggunakan putih sebagai warna sofa, sebaiknya pertimbangkan unsur lain di dalam rumah. Misalnya tidak ada hewan peliharaan yang berisiko mudah mengotori sofa.

    Pertimbangan ini dikarenakan putih adalah warna yang mudah kotor, sehingga pemiliknya harus rajin membersihkan sofa. Tentunya tanpa merusak sofa, sehingga tampilannya tampak selalu bersih dan baru.

    Pemilik rumah yang masih menginginkan sofa warna putih, sebaiknya pilih model yang menggunakan sarung. Model ini mudah dicuci dan diganti dengan berbagai warna lain.

    7. Abu-abu

    Warna abu-abu bisa terlihat kontemporer dan anggun namun juga menimbulkan kesan kaku dan formal. Kesan lain yang berisiko muncul adalah kusam, dingin, dan tidak bersahabat.

    “Jika ada berbicara tentang warna sofa, satu-satunya hal yang akan saya hindari adalah abu-abu yang terlalu formal dengan tenunan ketat. Pada sofa, kain yang tenunannya terlalu halus bisa terlihat dan terasa terlalu kaku,” kata desain interior bernama Anne Hindley.

    Jika memang ingin memilih abu-abu, tambahkan aksesoris lain untuk memberi karakter pada ruang tamu, misalnya dengan paduan merah muda pucat. Hiasi juga sofa dengan bantal agar muncul nuansa rileks.

    8. Warna yang Sedang Tren

    Ketika memilih sofa, jangan terpaku dengan warna yang sedang tren. Hijau sage misalnya, banyak disukai di momen-momen tertentu dan memungkinkan orang memilihnya sebagai warna sofa.

    Namun harus diingat, sofa adalah investasi dan warna tren mungkin akan datang dan pergi. Jika warna yang dipilih tidak lagi trendi, sofa menjadi seperti ketinggalan zaman.

    Pemilik rumah yang ingin mengikuti warna trend, bisa memilih alternatif sarung sofa atau bantal. Sehingga, sofa selalu terlihat trendi dengan warna paling update.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Bikin Kamar Tidur Terasa Lebih Nyaman


    Jakarta

    Kamar tidur merupakan salah satu ruangan yang penting di dalam rumah. Sayangnya, masih ada beberapa orang yang kurang peduli dalam merawat kamar tidurnya.

    Padahal, kamar tidur yang bersih dan nyaman dapat membantumu istirahat lebih nyenyak dan bangun tidur terasa lebih segar. Selain itu, kamar tidur juga dapat memengaruhi mood karena kondisi kamar yang berantakan bisa bikin stres dan kesal.

    Lantas, bagaimana cara membuat kamar tidur terasa nyaman kembali? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Cara Ini Bisa Bikin Kamar Tidur Terasa Nyaman

    Kamar tidur sudah seharusnya menjadi tempat yang nyaman karena digunakan untuk tidur. Namun, kalau kondisi kamar tidak mendukung maka bikin kamu jadi kesulitan untuk beristirahat.

    Dilansir situs Kitchens by Emma Reed, Kamis (15/5/2025), berikut sejumlah cara yang bikin kamar tidur terasa nyaman:

    1. Pilih Warna Cat Putih

    Cara yang pertama adalah dengan memilih warna cat putih untuk kamar tidur. Warna ini dinilai mampu menciptakan kamar tidur yang nyaman untuk ditempati.

    Kamu bisa menambahkan beberapa dekorasi seperti selimut rajut tebal, tirai, atau bantal agar kamar tidur tidak terlihat kaku dan membosankan. Pilih warna-warna yang sedikit kontras untuk dekorasi kamar tidur, seperti abu-abu, hitam, atau cokelat.

    2. Tambah Material yang Hangat dan Alami

    Kamar tidur bisa terasa nyaman jika ditambahkan berbagai tekstur hangat dan material alami, seperti kayu, linen, rotan, anyaman, atau batu-batuan. Misalnya, kamu bisa menempatkan dekorasi anyaman yang ditempel di dinding kamar atau memasang ornamen kayu di dekat pintu kamar.

    3. Memasang Karpet

    Beberapa orang memilih tidak memasang karpet di kamar tidur. Padahal, benda ini dapat memberikan kesan nyaman dan hangat, terutama bagi kamu yang tinggal di udara sejuk atau dingin.

    Namun, pastikan kamu membersihkan karpet secara rutin dengan memakai vacuum cleaner. Sebab, karpet bisa menjadi sarang debu dan kotoran yang dapat menempel di kaki.

    4. Pilih Lampu Kamar yang Hangat

    Pemilihan warna lampu yang tepat juga membantu menambah suasana nyaman pada kamar tidur. Sebaiknya pilih lampu dengan warna hangat agar tidak terlalu silau ketika baru bangun tidur.

    Jika punya dana lebih, kamu bisa memasang lampu pintar (smart lamp) di kamar tidur. Lampu ini memiliki berbagai fitur, salah satunya dapat diatur warna dan tingkat kecerahannya.

    5. Pilih Seprai Berkualitas

    Tak hanya soal penampilan interiornya, kamar tidur juga terasa nyaman jika kamu membeli seprai yang berkualitas. Adapun beberapa jenis bahan seprai yang cocok untuk kasur, mulai dari katun, linen, hingga sutra.

    Meski harganya memang jauh lebih mahal, tapi pemilihan bahan seprai yang tepat dapat memberikan kenyamanan sehingga tidur jadi lebih nyenyak.

    6. Pasang Tanaman Hias Kecil

    Hadirnya tanaman di dalam kamar tidur dapat memberikan nuansa alami dan menenangkan. Namun, detikers tak perlu membeli tanaman yang berukuran besar, cukup tanaman hias kecil seperti lavender atau kaktus agar bisa mempercantik ruangan.

    Demikian enam hal yang bikin kamar tidur jadi terasa lebih nyaman. Semoga bermanfaat!

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Keramik vs PVC, Mana yang Lebih Cocok buat Lantai Kamar Tidur?



    Jakarta

    Pemilihan material lantai di kamar tidur sama pentingnya seperti memilih perabotan. Sebab, material lantai bisa mempengaruhi tampilan dan suasana kamar.
    Jenis material lantai yang digunakan untuk kamar tidur cukup banyak, tetapi saat ini terdapat 2 jenis yang paling banyak dipakai yakni keramik dan PVC.

    Sebagai informasi, berdasarkan catatan detikcom, keramik adalah pelapis lantai yang bagian permukaannya dilapisi glasir yang tahan aus untuk menanggung tekanan dan gesekan. Keramik terbuat dari tanah liat (kaolin) yang dibakar dalam suhu 600℃ hingga lebih dari 1.300℃.

    Sementara, PVC adalah material pelapis lantai yang terbuat dari polyvinyl chloride. PVC juga bisa menjadi bahan untuk membuat pelapis lantai yang sering disebut dengan vinyl. Material ini kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan tekstur dan pola yang diinginkan.


    Material satu ini menyerupai dari segi tekstur dan tampilan. Namun, tentu ketahanannya jauh berbeda dengan kayu sungguhan. PVC banyak dipilih karena tampilannya, harganya yang jauh lebih murah daripada kayu sungguhan, serta pemasangannya yang lebih mudah dari kayu.

    Di antara kedua material ini, mana yang lebih cocok untuk kamar tidur?

    Menurut arsitek Denny Setiawan, cocok atau tidaknya suatu material tergantung pada kebutuhan masing-masing. Sebab, keramik dan PVC memberikan dua kesan yang berbeda.

    Penggunaan PVC pada lantai dapat memberikan kesan hangat pada kamar tidur. Namun, pada kenyataannya PVC tidak benar-benar membuat lantai hangat karena bukan kayu sungguhan.

    “Memang elemen kayu akan memberikan rasa lebih hangat terhadap ruangan, tapi sebenernya paling ideal kalau mau, pake kayu yang beneran, bukan yang tiruan kayu,” katanya saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025).

    Sementara itu, jika memakai keramik, lantai kamar akan terasa dingin dan tidak akan panas karena material ini sebagai isolator termal atau penghalang panas.

    “Tapi keramik atau marmer itu memberikan kesan dingin justru. Nah beda orang, beda kebutuhan. Untuk mereka yang ingin rumahnya rasanya lebih dingin karena Jakarta kan udah panas banget, mereka akan menggunakan marmer atau keramik,” jelasnya.

    Denny juga menyampaikan, apabila ingin menggunakan PVC pada lantai, material satu ini rentan sekali muncul goresan apabila terkena benda tajam. Sementara material seperti keramik dan batu-batuan alam seperti marmer lebih tahan terhadap goresan sehingga permukaannya tidak mudah rusak.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kolam Renang Indoor vs Outdoor, Mending Mana untuk di Rumah?


    Jakarta

    Kolam renang merupakan salah satu fasilitas yang banyak ditemui di rumah sebagai sarana olahraga dan rekreasi di waktu luang. Penempatan kolam renang bisa di luar ruangan (outdoor) dan di dalam bangunan (indoor). Di antara keduanya, lokasi mana yang lebih bagus?

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan, pemilihan lokasi kolam renang di dalam atau luar rumah bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Selain itu, ada pula orang yang menentukan lokasi kolam renang berdasarkan luas lahan atau konsep rumahnya.

    Kolam Renang Outdoor

    Kolam renang.Kolam renang outdoor. Foto: Anthony & Sylvan via Homes and Gardens

    Kolam renang outdoor adalah kolam air yang berada di halaman terbuka, bisa diletakkan di samping, belakang, bahkan di depan rumah. Kebanyakan kolam renang outdoor tidak memiliki kanopi atau penghalang apa pun di bagian atas.


    Kelebihan dari kolam renang outdoor adalah tampilannya yang alami dan menyatu dengan sekitarnya.

    Kelebihan lainnya, kolam renang outdoor lebih aman bagi bangunan. Seperti yang kita tahu, air di dalam kolam renang bisa menguap. Uap ini bisa menyebabkan sekitarnya lembap sehingga apabila uap tersebut terperangkap, bisa membuat cat mengelupas, muncul noda hitam dari aktivitas jamur, dan area sekitarnya jadi lebih licin.

    Kekurangan dari kolam renang outdoor adalah tidak setiap saat kolam outdoor dapat digunakan, terutama ketika matahari sedang terik atau saat hujan disertai dengan petir.

    Kolam Renang Indoor

    Kolam renang indoorKolam renang indoor Foto: Pauline d’Hoop, Christophe Bielsa via The Spruce

    Kolam renang indoor adalah kolam air yang berada di dalam ruangan. Kolam renang satu ini memiliki kanopi atau penutup sehingga bisa dipakai kapan pun.

    Kekurangan dari kolam renang indoor adalah lama kelamaan dapat merusak cat dinding, membuat ruangan tersebut lembap, muncul noda hitam di dinding dan plafon karena lembap.

    Manfaat Kolam Renang

    Di samping kelebihan dan kekurangan kolam renang indoor dan outdoor, keduanya tetap memberikan banyak manfaat terutama bagi kesehatan.

    Kolam renang memberikan kita sarana untuk berolahraga yang baik untuk kesehatan jantung, paru-paru, dan sendi. Selain itu, memiliki kolam renang pribadi di rumah juga tidak perlu khawatir akan kebersihannya karena yang menggunakannya adalah keluarga sendiri.

    Lalu, memiliki kolam renang juga bagus untuk ketenangan. Denny mengatakan riak air, terutama yang tersorot cahaya dapat membuat seseorang lebih rileks.

    Selain itu, keberadaan kolam renang pada sebuah hunian juga bisa menambah nilai pada properti tersebut.

    “Pada praktiknya di beberapa vila, memang seringkali arsitek, desainer, atau pemilik kemudian itu berusaha untuk mendapatkan atau memiliki kolam renang. Kalau kolam renang itu efeknya luar biasa terhadap kualitas estetika ruang,” ujarnya ketika dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025).

    Tidak kalah penting, keberadaan kolam renang pada rumah juga bisa membuat rumah jadi lebih sejuk karena uap air yang dihasilkan dapat terserap oleh udara panas dan membuat sekitarnya lembap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilihan Material yang Cocok dan Tahan Lama buat Kolam Renang di Rumah



    Jakarta

    Pemilihan material untuk kolam renang harus dipikirkan dengan matang, terutama untuk dasar dan permukaan kolam. Sebab, kolam renang merupakan area yang basah dan lembap, salah memilih material, justru dapat menambah biaya untuk perbaikan dan perawatannya.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan banyak sekali pilihan jenis material yang aman untuk kolam renang. Biasanya material ini tidak akan berubah karena air dan tekanan. Pilihan pertama dan cukup banyak dipakai adalah keramik. Material ini merupakan bahan yang sama digunakan pada lantai rumah. Jenis material lainnya adalah batu-batuan alam. Material satu ini banyak digunakan pada kolam renang di Bali dan penginapan.

    “Kalau misalnya kita bicara kolam renang di Bali misalnya, itu ada banyak batuan-batuan Bali yang membuat kolam renangnya jadi alami. Yang paling sering dipakai adalah batu ijo Bali. Itu sejenis andesit gitu ya. Itu biasa digunakan di kolam renang,” ungkap Denny kepada detikProperti, Selasa (3/6/2025).


    Kemudian, untuk area permukaan di sekitar kolam renang, material yang dipakai juga harus tahan air. Saat penggunanya naik dan turun dari kolam renang, area ini rentan sekali basah. Denny merekomendasikan bisa memakai material yang sama dengan area dasar kolam renang. Selain itu, bisa juga menggunakan kayu ulin dan dan jati.

    “Pilihannya banyak, kayu tapi kayunya harus dipastikan kayu yang tahan air ya. Nah kayu tahan air itu cuma dua di Indonesia ini, ada ulin, ada kayu jati. Harganya mahal,” ucap Denny.

    Ia memberikan pilihan alternatif lainnya yang tak kalah bagus tetapi dari segi harga masih terjangkau yakni fiber semen. Material ini merupakan gabungan dari semen dan serat selulosa (fiberglass).

    Pilihan lainnya adalah Wood Plastic Composite (WPC) yang terbuat dari serbuk kayu dan plastik. WPC ini berbeda dari kayu sungguhan, tetapi daya tahannya masih bagus untuk kolam renang, meskipun tidak sebagus kayu ulin dan jati.

    “Nah itu bahan-bahan pengganti. Ya walaupun sebenarnya secara penampilan nggak akan bisa menggantikan kayu. Tapi durability atau daya tahan dari material-material tersebut layak untuk dipertimbangkan sebagai bahan pendamping kolam renang,” terangnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Harga Granit Terbaru 2025? Segini Kisarannya Berdasarkan Ukuran


    Jakarta

    Pemilihan keramik yang tepat bisa membuat hunian jadi terlihat rapi dan estetis. Salah satu material yang banyak dipilih untuk lantai adalah granit.

    Granit disebut memiliki sejumlah keunggulan dari material lainnya. Selain itu, hunian yang memakai granit pada lantainya akan terlihat lebih megah dan indah. Maka dari itu harga granit cenderung lebih mahal.

    Meski begitu, harga granit bisa berbeda-beda tergantung dari merek, kualitas, dan ukurannya. Semakin besar ukuran dan bagus kualitasnya maka harga granit bisa lebih mahal.


    Ingin tahu harga granit terbaru di 2025 beserta kelebihan dan kekurangannya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Kisaran Harga Granit Terbaru 2025

    Sebelum membeli granit untuk lantai, penting mengetahui harganya terlebih dahulu di pasaran. Harga granit juga bisa berbeda-beda tergantung dari lokasi toko, misalnya harga granit di Jakarta dan Semarang mungkin terdapat perbedaan.

    Dari pantauan detikProperti di sejumlah e-commerce, Rabu (25/6/2025), granit umumnya dijual dalam satuan dus yang terdiri dari beberapa keping granit, ada yang berisi 3-4 keping granit.

    Memilih granit juga perlu dilihat dari motifnya. Sesuaikan motif granit dengan konsep hunian kamu agar terlihat cocok dan indah.

    Untuk lebih lengkapnya, berikut kisaran harga granit terbaru 2025 dari pantauan detikProperti di sejumlah toko bangunan online:

    • Granit 60 x 60 cm Silver Carara: Rp 125.000/dus isi 4 pcs
    • Granit 60 x 60 cm Sanctuario: Rp 125.000/dus isi 4 pcs
    • Granit 60 x 60 cm Snow Carara: Rp 125.000/dus isi 4 pcs
    • Granit 60 x 60 cm Silver Calacata: Rp 125.000/dus isi 4 pcs
    • Granit Roman 60 x 60 cm Daytone Bone: Rp 145.000/dus isi 3 pcs
    • Granit Infiniti 60 x 60 cm Cream Polos: Rp 180.000/dus isi 4 pcs
    • Granit Infiniti 60 x 60 cm Costa Gray: Rp 145.000/dus isi 4 pcs
    • Granit Infiniti 60 x 60 cm Rotterdam Grey: Rp 145.000/dus isi 4 pcs
    • Granit Infiniti 60 x 60 cm Reggio White: Rp 145.000/dus isi 4 pcs
    • Granit 60 x 120 cm Trigato Orientale: Rp 350.000/dus isi 3 pcs
    • Granit 90 x 180 cm Luzene Grigio: Rp 610.000/dus isi 1 pcs
    • Granit BDA 60 x 60 cm Arabescato Statuario: Rp 195.000/dus isi 4 pcs
    • Granit BDA 120 x 240 cm Golden Calacata: Rp 1.620.000/dus isi 1 pcs
    • Granit BDA 90 x 180 cm Artic Carrara: Rp 530.000/dus isi 1 pcs.

    Sebagai pengingat, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari ketentuan pihak toko.

    Kelebihan dan Kekurangan Granit

    Penggunaan granit untuk lantai dapat menambah kesan mewah pada hunian kamu. Meski begitu, ada sejumlah kekurangan dari material tersebut yang perlu diketahui. Simak di bawah ini:

    Kelebihan Granit

    • Menambah kesan mewah dan elegan pada hunian
    • Lebih awet
    • Tahan terhadap goresan dan noda.

    Kekurangan Granit

    • Harganya mahal
    • Pemasangannya cukup sulit sehingga harus menggunakan tukang khusus
    • Butuh perawatan secara rutin agar granit tetap terlihat bagus.

    Demikian kisaran harga granit terbaru di 2025 sesuai ukuran serta kelebihan dan kekurangannya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Hanya Biaya, Bangun Rumah Juga Perlu Siapkan 4 Hal Ini



    Jakarta

    Membangun rumah adalah salah satu keputusan yang besar. Tak hanya soal mempersiapkan biayanya, tapi ada dua hal lain yang kerap luput dari banyak orang.

    Seperti kita tahu, membangun rumah membutuhkan dana yang besar, meski tergantung juga dari pemilihan material dan tipe rumahnya. Belum lagi jika detikers menginginkan konsep rumah tertentu, seperti minimalis, modern, atau skandinavia.

    Meski sudah memiliki anggaran yang besar, tapi ternyata hal tersebut masih belum cukup bagi kamu untuk membangun sebuah rumah. Kenapa?


    Menurut Wildan selaku tim konstruktor dari Rebwild Construction, membangun tempat tinggal tidak hanya menghitung biaya yang keluar. Ada empat hal lain yang menurutnya tak kalah penting, yakni soal mentalitas, komunikasi, mengetahui material, dan memiliki konsep yang kuat.

    “Yang paling penting mesti punya konsep. Karena kalau enggak punya konsep, sudah pasti bakal ke mana-mana (konsep rumahnya). Nanti mau minta ini, mau minta itu, tapi akhirnya jadi nggak ketemu,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (30/6/2025).

    Soal mentalitas, banyak orang yang membangun rumah tetapi memutuskan untuk berhenti di tengah jalan. Hal ini karena orang tersebut selalu berpikir dari sisi negatif (negative thinking), sehingga proses pembangunan rumah jadi terhambat dan akhirnya mangkrak.

    Menurut Wildan, komunikasi antara suami dan istri dalam membangun sebuah rumah juga tak kalah penting. Sebab, rumah ini akan dihuni oleh mereka bersama anak-anaknya, sehingga perlu menyatukan dua pemikiran menjadi satu agar tidak mementingkan kepentingan sendiri atau muncul kekhawatiran satu sama lain.

    Apabila salah satu dari mereka tidak ada yang mengalah, maka bisa saja rumah tersebut gagal dibangun. Bahkan, hunian yang seharusnya menjadi tempat tinggal mereka bisa mangkrak bertahun-tahun hanya karena tidak terjalin komunikasi yang baik.

    Satu lagi hal yang wajib dimiliki seseorang saat akan membangun rumah, yakni mengetahui material dan struktur bangunannya. Meski pada akhirnya rumah dibangun oleh tukang, tapi bukan berarti kamu tidak mengetahui jenis material yang digunakan.

    “Yang mesti diketahui adalah knowledge dari sifat struktur itu sendiri. Kalau misalkan benar-benar ingin membangun rumah yang paling gampang mengetahui dari strukturnya, karena itu investasi untuk masa depan,” ujar Wildan.

    Sebagai contoh, Wildan menyebut jika tahap pengecoran membutuhkan waktu tunggu yang tidak sebentar, yakni sekitar satu bulan. Hanya saja, karena tukang borongan harus menyelesaikan pekerjaan dengan cepat ditambah pemilik rumah yang sudah tidak sabar, maka biasanya diakali dengan obat cor agar beton lebih cepat keras.

    Pemahaman soal material yang digunakan untuk membangun rumah juga tak kalah penting sehingga tak asal beli. Misalnya, kamu memilih memasang granit untuk lantai agar terlihat bagus dan mewah daripada keramik biasa.

    “Terus kita juga mesti tahu tentang material, jadi bisa tahu material apa nih yang digunakan untuk rumah yang kita tempati nanti,” pungkasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cegah Tergelincir di Kamar Mandi, Ini Tips Pilih Lantai Anti Selip dari Arsitek



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan ruangan yang selalu basah. Banyak kejadian orang terpeleset saat berada di kamar mandi karena lantainya licin. Kejadian seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena beberapa kasus ada yang sampai merenggut nyawa.

    Cara mencegah hal kejadian seperti ini adalah dengan memilih lapisan lantai yang tepat. Menurut Arsitek Denny Setiawan pilih material lapisan lantai kamar mandi yang tidak licin atau anti selip.

    Ia menjelaskan di kamar mandi biasanya terdapat 3 area, yakni area basah yang biasa digunakan untuk mandi serta dua di antaranya adalah area kering untuk make up atau tempat cermin dan kloset.


    Dari ketiga area tersebut, yang paling disarankan untuk memakai lapisan lantai anti selip adalah area basah. Sementara area cermin dan kloset masih diperbolehkan untuk memakai keramik halus tanpa anti selip.

    “Di area basah, tentunya harus (keramik) bertekstur karena kemungkinan bersentuhan dengan sabun atau sampo. Itu membuatnya jadi licin. Jadi memang sebaiknya di 2 area dalam kamar mandi dipisah berdasarkan tekstur dari penutup lantainya,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Jumat (4/7/2025).

    Beberapa jenis pelapis lantai yang anti selip adalah granite tile, keramik bertekstur, andesit, basalto, granit alam, dan marmer dengan finishing honed.

    “Beberapa produsen granite tile sekarang sudah membuat yang anti selip. Jadi walaupun dia halus dan terlihat polish, tapi kalau kita injak atau terkena air pun dia akan anti selip,” tambahnya.

    Selain pemilihan keramik yang tepat, ia juga menekankan bahwa kebersihan sangat mempengaruhi licin atau tidaknya lantai kamar mandi. Sebab, selain karena bekas sabun, lantai kamar mandi bisa licin karena aktivitas jamur di lantai kamar mandi yang lembap. Material lantai yang semula anti selip tetap berisiko licin karena lumut tersebut.

    Kemudian, cara memilih material lantai kamar mandi lainnya adalah pilih ukuran ubin sesuai dengan luas. Apabila ukuran kamar mandi kecil, pakai ubin berukuran kecil untuk menghindari banyak sisa ubin yang tidak terpakai.

    “Lantainya lebar biasanya akan banyak potongan di keramiknya. Jadi keramik kecil lebih efektif karena nggak perlu ada potongan. Yang kedua, kamar mandi itu biasanya lantainya harus membutuhkan kemiringan supaya air bisa mengalir. Jadi dengan keramik kecil, si tukang atau pembangun bisa mengarahkan dengan mudah,” jelasnya.

    Kemiringan lantai kamar mandi, kata Denny, sekitar 1-2 cm. Kemiringan tersebut mengarah ke lubang pembuangan air atau flood drain.

    “1-2 cm cukup sepertinya. Air pasti akan masuk flood drain. Kemudian air dari kamar mandi itu diresapkan di sumur resapan,” jelasnya.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Warna Karpet yang Sudah Jadul, Jangan Dipilih Lagi!


    Jakarta

    Memasang karpet di ruang tamu dapat memberikan kehangatan dan kenyamanan, tak hanya untuk pemilik rumah tapi juga bagi tamu yang datang. Warna dan pola karpet yang bagus juga membuat ruang tamu jadi terlihat lebih estetis.

    Namun, seiring perkembangan tren ada beberapa warna karpet yang sudah ketinggalan zaman. Warna tersebut dianggap sudah kuno dan tidak cocok dengan hunian yang mengusung konsep modern, minimalis, atau Japandi style.

    Ingin tahu warna karpet apa saja yang sudah ketinggalan zaman? Simak dalam artikel ini.


    Ini Warna Karpet yang Sudah Ketinggalan Zaman

    Saat memilih karpet, hal utama yang harus diperhatikan adalah bahannya. Meski begitu, kamu juga perlu memilih warna atau pola yang tepat agar cocok dengan hunian.

    Dilansir Better Homes & Gardens, Minggu (6/7/2025), berikut warna karpet yang jangan dipilih lagi karena sudah ketinggalan zaman:

    1. Warna Cerah

    Dahulu, warna cerah seperti hijau, jingga, merah muda, dan biru sangat populer untuk karpet ruang tamu. Namun sekarang, warna tersebut sudah ditinggalkan banyak orang karena terlalu cerah dan tidak cocok dengan konsep rumah minimalis.

    “Nuansa hangat seperti kuning keemasan, merah tua, dan cokelat kemerahan kini sedang menjadi tren, tetapi hindari warna merah terang pada karpet Anda,” kata desainer interior Jill Greaves.

    2. Abu-abu Tua

    Karpet yang berwarna abu-abu tua kini sudah mulai ketinggalan zaman. Sebab, tren saat ini adalah mengusung warna yang memasukkan unsur kehangatan dan kenyamanan.

    Meski begitu, bukan berarti warna abu-abu sama sekali tidak bisa dipakai untuk interior rumah. Graves menyarankan untuk memilih warna abu-abu yang lebih muda dan hangat agar cocok dengan konsep rumah modern saat ini.

    “Abu-abu tua sudah tidak relevan, cobalah ganti dengan abu-abu yang lebih hangat dan warna netral. Warna-warna ini sangat cocok dengan tren vintage,” ujarnya.

    3. Putih

    Mirip seperti abu-abu, Greaves mengatakan karpet warna putih sudah mulai ketinggalan zaman. Selain lebih cepat kotor, banyak orang yang menginginkan karpet dengan banyak tekstur, pola, dan warna yang lebih kalem.

    “Saya rasa kita semua sudah bosan dengan ruangan serba putih dan mencari nuansa yang lebih hangat, seperti pola yang menarik atau tekstur yang lebih alam,” ungkap Greaves.

    Pemilihan warna bumi atau earth tone bisa jadi pilihan terbaik untuk saat ini karena sedan menjadi tren di kalangan anak muda, misalnya biru muda yang hangat.

    4. Krem

    Karpet berwarna krem sempat menjadi tren selama beberapa tahun. Sayangnya, warna ini dinilai sudah ketinggalan zaman karena banyak orang yang mulai bosan.

    Emily Vaughan, desainer interior dan pemilik Emily Vaughan Interiors menyarankan untuk memilih warna lembut dan hangat agar penghuni maupun tamu yang datang merasa nyaman.

    “Jika Anda mencari karpet netral yang bukan krem polos biasa, cobalah karpet dengan pola halus seperti garis,” paparnya.

    5. Hitam

    Satu lagi warna karpet yang sudah ketinggalan zaman, yakni hitam. Pada periode 2010-an, warna hitam banyak dipilih karena dinilai berani dan berbeda daripada yang lain. Namun untuk saat ini, warna hitam hanya menunjukkan kesan suram.

    Apabila ingin memilih warna gelap, disarankan untuk memilih warna cokelat tua atau arang karena terlihat lebih modern. Meski begitu, tak masalah jika membeli karpet dengan corak atau pola garis berwarna hitam.

    Itulah lima warna karpet yang dianggap sudah ketinggalan zaman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Masih Banyak yang Salah Gunakan Pipa, PVC Bukan untuk Air Panas!



    Jakarta

    Masalah salah pilih jenis pipa ternyata masih sering terjadi di masyarakat. Banyak yang menggunakan satu jenis pipa untuk semua kebutuhan, padahal setiap jenis pipa punya fungsi yang berbeda.

    Salah satu kesalahan paling umum adalah penggunaan pipa PVC untuk air panas, padahal pipa tersebut tidak dirancang untuk tahan suhu tinggi. Hal ini menjadi perhatian serius dari produsen sistem perpipaan Rucika dalam ajang IndoBuildTech 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang.

    “Masih banyak masyarakat yang belum paham fungsi masing-masing pipa. Misalnya, PVC digunakan untuk air panas, padahal itu berisiko karena tidak tahan suhu tinggi,” ujar Reynard Natamihardja, Corp. Brand Management & Activation Dept. Head Rucika, dalam keterangannya Senin (7/7/2025).


    Rucika menyebut, edukasi soal pemilihan pipa yang tepat masih menjadi PR besar dalam industri konstruksi dan properti. Sebab, kesalahan memilih pipa bisa berdampak pada kebocoran, kerusakan sistem air, hingga biaya perbaikan yang membengkak.

    Untuk menjawab tantangan itu, Rucika tak hanya pamer produk, tapi juga menyelenggarakan sejumlah sesi edukatif di booth mereka selama pameran. Mulai dari talkshow bersama arsitek Atelier Riri, hingga diskusi santai dengan para content creator.

    Di IndoBuildTech 2025, Rucika juga memperkenalkan sejumlah produk terbaru yang dirancang khusus sesuai kebutuhan proyek modern. Salah satunya adalah Rucika Kelox PE-RT Multilayer, sistem pipa untuk air panas dan dingin bertekanan yang dikembangkan bersama Ke Kelit dari Austria.

    “Pipa ini sudah menggunakan teknologi PUSH FIT, sistem sambungan tanpa las atau lem yang lebih cepat dan efisien saat pemasangan,” jelas Reynard.

    Selain itu, ada juga Fosetpol, tiang keran berdesain estetis hasil kerja sama dengan Maezawa dari Jepang. Fosetpol cocok digunakan di area luar rumah seperti taman atau carport, dan diklaim tahan cuaca hingga 30 tahun.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com