Tag: pemisahan

  • 5 Jenis Tempat Sampah Berdasarkan Warnanya


    Jakarta

    Setiap rumah sebaiknya memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik supaya lingkungan lebih terjaga. Salah satunya bisa dengan menyediakan beberapa tempat sampah yang dibedakan sesuai kategorinya.

    Melansir dari situs resmi Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, Rabu (10/7/2024), tempat sampah di pemukiman, perkantoran, bahkan sekolah harus dibedakan sesuai jenis sampah. Tempat sampah tersebut dapat ditandai berdasarkan warnanya.

    Lalu, apa arti dari setiap warna tempat sampah? Yuk, simak jenis-jenis tempat sampah sesuai warnanya berikut ini.


    Jenis-jenis Tempat Sampah Berdasarkan Warna

    1. Hijau

    Tempat sampah berwarna hijau dikhususkan untuk membuang sampah organik, seperti sisa makanan, daun-daunan, dan bekas sayur. Nantinya, sampah tersebut akan diolah menjadi pupuk kompos. Tempat sampahnya sendiri pun berfungsi untuk mempercepat pembuatan kompos.

    2. Kuning

    Tempat sampah berwarna kuning berisi sampah non organik. Kategori sampah ini terdiri dari plastik bekas, kemasan air mineral berbahan plastik, dan lainnya. Tempat sampah tersebut memudahkan pengepul untuk memanfaatkannya untuk kerajinan atau daur ulang di pabrik.

    3. Merah

    Tempat sampah berwarna merah berfungsi untuk menampung sampah non organik yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Sampah jenis ini harus dipisah agar tidak membahayakan kesehatan dan keselamatan orang lain dan makhluk hidup lainnya.

    4. Biru

    Tempat sampah berwarna biru dikhususkan untuk sampah non organik berbahan kertas. Pemisahan sampah ini berguna untuk mempermudah pengrajin dan industri daur ulang untuk mengolah sampah menjadi kebutuhan lainnya.

    5. Abu-abu

    Tempat sampah berwarna abu-abu berfungsi untuk menyimpan sampah residu. Jadi selain empat jenis sampah yang disebutkan bisa dibuang di sini.

    Itulah 5 jenis tempat sampah dengan warna berbeda yang perlu kamu tahu. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Biaya Pecah Sertifikat Tanah Lengkap dengan Syarat, Cara, dan Simulasinya


    Jakarta

    Biaya pecah sertifikat tanah bergantung pada biaya pengukuran, pendaftaran, serta lokasi bidang tanah. Dikutip dari situs Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), biaya pecah sertifikat di lokasi strategis umumnya lebih mahal.

    Pecah sertifikat tanah dilakukan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Bisa juga dengan bantuan notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Sertifikat yang nantinya terbit menjadi bukti resmi pembagian tanah di mata hukum.

    Lantas, bagaimana cara dan apa persyaratannya? Dan berapa biaya pecah sertifikat tanah yang perlu dikeluarkan?


    Biaya Pecah Sertifikat Tanah dan Simulasi

    Tarif pemecahan sertifikat tanah dihitung berdasarkan jumlah bidang dan luas masing-masing bidang pemecahan. Simulasi biaya pecah sertifikat tanah dapat dihitung di website resmi Kementerian ATR/BPN.

    Contoh: Bapak A memiliki tanah seluas 500 m2 di Jawa Barat dan ingin memecahnya menjadi 4 bidang untuk penggunaan non pertanian. Maka total tarif pemecahan yang mesti dibayarkan sebesar Rp 1 juta. Dengan rincian, Rp 800 ribu untuk biaya pengukuran dan Rp 200 ribu untuk pendaftaran.

    Dikutip dari beberapa situs properti, masih ada biaya lain yang harus dibayar pemilik tanah. Biaya tersebut mencakup pemeriksaan tanah, transportasi, konsumsi dan akomodasi (TKA), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

    Daftar biaya pemecahan sertifikat tanah ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2010. Detikers sebaiknya mengupdate informasi ini lebih dulu, untuk menyiapkan kecukupan biaya pemecahan sertifikat tanah.

    Syarat Pecah Sertifikat Tanah

    Selain biaya, pemilik tanah wajib menyiapkan beberapa syarat yang diperlukan untuk pemecahan sertifikat tanah. Sejumlah syarat yang harus dilengkapi adalah:

    • Formulir permohonan yang diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai
    • Surat kuasa apabila dikuasakan
    • Identitas (KTP) milik pemohon dan kuasa apabila dikuasakan beserta fotokopinya
    • Akta pendirian dan pengesahan badan hukum bagi badan hukum beserta fotokopinya
    • Sertifikat asli
    • Rencana tapak/site plan dari Pemerintah Kabupaten/Kota setempat.

    Adapun formulir permohonan memuat:

    • Identitas diri
    • Luas, letak, dan penggunaan tanah yang dimohon
    • Pernyataan tanah tidak sengketa
    • Pernyataan tanah dikuasai secara fisik
    • Alasan pemecahan sertifikat.

    Cara Pecah Sertifikat Tanah

    Kamu dapat mendatangi langsung kantor BPN sesuai domisili masing-masing untuk pemisahan sertifikat tanah. Pemecahan juga bisa dilakukan dengan bantuan notaris atau PPAT. Berikut alur pemecahan sertifikat tanah:

    • Melengkapi persyaratan administrasi
    • Datang ke kantor pertanahan sesuai domisili
    • Isi formulir permohonan pecah sertifikat tanah
    • Serahkan berkas persyaratan ke petugas loket pendaftaran
    • Melakukan pembayaran untuk pemisahan sertifikat tanah
    • Petugas kantor pertanahan akan melakukan pengukuran tanah ke lokasi pemohon
    • Penerbitan sertifikat akan diproses segera oleh BPN
    • Sertifikat dapat diambil di loket penyerahan kantor pertanahan.

    Pemilik tanah yang mewakilkannya PPAT wajib memberi imbal jasa sesuai kesepakatan dengan notaris.

    Waktu Penyelesaian Pecah Sertifikat Tanah

    Pemecahan sertifikat tanah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 15 hari kerja. Pemisahan tanah lebih dari lima bidang mungkin memerlukan waktu penyelesaian lebih lama.

    Nah, itu tadi persyaratan, alur, dan biaya pecah sertifikat tanah 2024. Informasi ini semoga bisa memudahkan detikers yang ingin melakukan pemecahan sertifikat tanah.

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Pecah Sertifikat Tanah Beserta Syarat dan Biayanya


    Jakarta

    Pecah sertifikat tanah adalah proses mengeluarkan penerbitan bukti kepemilikan baru pada bagian tanah yang ditentukan. Proses ini biasanya dipakai ketika sebidang tanah ingin dijual atau sebagai bagian dari warisan.

    Hal ini supaya tanah yang dijual clear atau ke depannya tidak akan ada sengketa tanah. Dalam pecah sertifikat tanah, kamu bisa melakukannya dengan bantuan notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

    Selain itu, kamu juga bisa langsung datang ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) sesuai dengan domisili masing-masing. Bagi kamu yang mau pecah sertifikat tanah, bisa simak syarat dan caranya berikut ini, dikutip dari situs Kementerian ATR/BPN, Minggu (18/8/2024).


    Syarat Pecah Sertifikat Tanah

    1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup
    2. Surat kuasa apabila dikuasakan
    3. Fotokopi identitas pemohon (KTP) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
    4. Fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, bagi badan hukum
    5. Sertifikat Asli
    6. Rencana Tapak/Site Plan dari Pemerintah Kabupaten/Kota setempat

    Keterangan

    1. Identitas diri
    2. Luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon
    3. Pernyataan tanah tidak sengketa
    4. Pernyataan tanah dikuasai secara fisik
    5. Alasan pemecahan

    Biaya Pecah Sertifikat Tanah

    Biaya yang dikenakan variatif karena dihitung berdasarkan jumlah bidang dan luas masing-masing bidang pemecahan. Kamu bisa melakukan simulasinya di situs resmi Kementerian ATR/BPN. Adapun, penyelesaian pemecahan sertifikat tanah akan memakan waktu hingga 15 hari kerja.

    Cara Pecah Sertifikat Tanah

    Kamu dapat mendatangi langsung kantor BPN sesuai domisili masing-masing untuk pemisahan sertifikat tanah. Pemecahan juga bisa dilakukan dengan bantuan notaris atau PPAT. Berikut alur pemecahan sertifikat tanah:

    1. Melengkapi persyaratan administrasi
    2. Datang ke kantor pertanahan sesuai domisili
    3. Isi formulir permohonan pecah sertifikat tanah
    4. Serahkan berkas persyaratan ke petugas loket pendaftaran
    5. Melakukan pembayaran untuk pemisahan sertifikat tanah
    6. Petugas kantor pertanahan akan melakukan pengukuran tanah ke lokasi pemohon
    7. Penerbitan sertifikat akan diproses segera oleh BPN
    8. Sertifikat dapat diambil di loket penyerahan kantor pertanahan.
    9. Pemilik tanah yang mewakilkannya PPAT wajib memberi imbal jasa sesuai kesepakatan dengan notaris.

    Itulah cara memecah sertifikat tanah. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    Lihat juga Video ‘Sertifikat Dan Beli Tanah Atau Rumah Baru’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Membersihkan Garasi Biar Nggak Jadi Sarang Debu


    Jakarta

    Garasi adalah tempat untuk menyimpan kendaraan di rumah. Namun, ada sebagian orang yang menggunakan garasi sebagai ruang serba guna dan tempat penyimpanan barang-barang yang tidak lagi terpakai.

    Lokasi garasi biasanya di tempat yang tertutup dan jarang didatangi sehingga jarang dibersihkan dan berdebu. Barang-barang di dalamnya pun ada yang diletakkan menumpuk dan berserakan. Maka dari itu, ketika mendengar kata gudang pasti terbayang ruangan kotor berisi banyak barang yang sudah tidak digunakan.

    Jika kamu ingin mengubah tampilan gudang di rumah jadi lebih nyaman dan bersih meskipun jarang dipakai, melansir dari Real Simple, Jumat (8/11/2024), berikut beberapa tips membereskan garasi agar barang-barang tidak terlihat berantakan dan menumpuk.


    1. Tentukan Hari Bersih-bersih Gudang

    Kamu perlu memilih hari untuk membereskan garasi. Pastikan cuaca di hari itu tidak terlalu panas atau dingin agar tidak terasa panas dan lembap. Khawatir gudang kamu ternyata berada di luar ruangan atau terpisah dari bangunan utama.

    2. Bersihkan Secara Menyeluruh

    Membersihkan garasi bukan hanya menghilangkan debu dan menata barang-barang di dalamnya, melainkan mengurangi jumlahnya juga. Caranya dengan memisahkan barang yang benar-benar sudah tidak dibutuhkan dengan yang mungkin masih ingin dipakai.

    3. Sediakan Ruang Kosong

    Setelah isi garasi berkurang, buka pintu garasi lalu siapkan ruang kosong, bisa untuk menaruh barang baru atau memang diberikan ruang agar mudah saat masuk ke sana.

    4. Susun Semua dengan Rapi

    Atur ulang rak dinding dengan rapi. Simpan barang tertinggi di bagian belakang. Atur semua barang di balik sehingga labelnya terlihat, dan berikan sekat untuk memastikan pemisahan barang-barang disana. Disarankan setiap dinding memiliki penyimpanan yang sangat rapat dan ramping.

    5. Manfaatkan Plafon Garasi

    Memaksimalkan penyimpanan pada bagian plafon. Ada banyak pilihan rak yang dapat dipasang di langit-langit garasi sehingga bagian bawah tidak begitu penuh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Bolehkah Anak Tidur Satu Kamar dengan Orang Tua? Begini Ketentuannya dalam Islam


    Jakarta

    Saat masih kecil, kamu pasti pernah tidur bersama orang tua. Kemudian, saat kamu sudah bisa berjalan dan lebih aktif, baru orang tuamu mulai mengajarkan untuk tidur tempat tidur sendiri atau bahkan di kamar sendiri. Meskipun pada awalnya, kamu akan diawasi atau sesekali kembali tidur bersama mereka.

    Hal ini bukan karena kasur tidak lagi muat untuk ditempati banyak orang, melainkan mengajarkan keberanian dan kemandirian pada anak. Selain itu, dalam Islam ternyata hal ini dianjurkan. Melansir dari NU Online, Sabtu (9/11/2024), Islam menganjurkan setidaknya anak-anak memiliki tempat tidur terpisah.

    Adapun untuk ketentuan usia dan tata cara pemisahan tempat tidur yang dianjurkan dalam Islam, sebagai berikut.


    Ketentuan Usia

    Rasulullah SAW bersabda:

    مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

    “Perintahlah anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat mereka berumur tujuh tahun, pukullah mereka (jika tidak melaksanakan salat) saat mereka telah berumur sepuluh tahun, dan pisahlah tempat tidur di antara mereka.” (HR Abu Daud).

    Para ulama berpendapat, berdasarkan hadits tersebut, tempat tidur anak harus dipisah dari orang tua maupun saudaranya saat anak sudah menginjak usia sepuluh tahun.

    Tempat tidur terpisah ini juga untuk menghindari prasangka buruk (mawadhi’ at-tuham) serta mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pasalnya, usia sepuluh tahun merupakan usia mulai munculnya syahwat (madzinnah as-syahwat).

    Sebagian ulama ada yang berpendapat kewajiban memisahkan tempat tidur anak justru dimulai sejak usia tujuh tahun. Imam az-Zarkasyi salah satu yang berpendapat demikian, berdasarkan dalil hadist dari Kitab Asna al-Mathalib oleh Syekh Zakaria al-Anshar yang menyebutkan usia tujuh tahun sebagai usia pemisahan tempat tidur anak.

    “Jika anak kalian telah berumur tujuh tahun, maka pisahlah ranjang tidur mereka.”

    Adapun penetapan usia tujuh tahun dalam pemisahan tempat tidur anak dianggap lemah oleh para ulama. Hadits yang menyebut perintah memisahkan tempat tidur anak saat usia tujuh tahun juga diyakini bersifat anjuran atau sunah, sehingga tidak bersifat wajib.

    Ketentuan Pemisahan Tempat Tidur Anak dan Orang Tua

    Dalam Kitab Hasyiyah ar-Ramli al-Kabir, saat akan mengajak anak untuk tidur sendiri, orang tua bisa menerapkan 2 cara. Pertama, memisahkan tempat tidur dengan memiliki tempat tidur masing-masing bagi anak dan orang tua dalam satu ruangan. Cara ini merupakan yang paling utama untuk diamalkan karena paling berhati-hati (al-ahwath). Kedua, tempat tidur cukup satu tetapi anak dan orang tua berada di tempat yang terpisah dan tidak saling berdekatan.

    Namun, untuk cara yang kedua orang tua harus memastikan anak tetap nyaman dan tidur tidak berdekatan atau menempel dengan orang tua. Cara kedua ini juga lebih cocok untuk rumah yang tidak begitu luas.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Cara Pecah Sertifikat Tanah



    Jakarta

    Pecah sertifikat tanah menjadi proses ketika sebidang tanah ingin dijual sebagian atau pembagian warisan tanah. Proses ini dilakukan dengan pengeluaran bukti kepemilikan baru pada bagian tanah yang ditentukan.

    Pecah sertifikat tanah juga menjadi langkah yang tepat jika suatu saat tanah yang dijual clear dan tidak akan ada sengketa tanah. Dalam pecah sertifikat tanah, kamu bisa melakukannya dengan bantuan notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

    Proses juga bisa langsung datang ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) sesuai dengan domisili masing-masing. Bagi kamu yang mau pecah sertifikat tanah, bisa simak syarat dan caranya berikut ini, dikutip dari situs Kementerian ATR/BPN.


    Syarat Pecah Sertifikat Tanah

    1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup
    2. Surat kuasa apabila dikuasakan
    3. Fotokopi identitas pemohon (KTP) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
    4. Fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, bagi badan hukum
    5. Sertifikat Asli
    6. Rencana Tapak/Site Plan dari Pemerintah Kabupaten/Kota setempat

    Keterangan

    1. Identitas diri
    2. Luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon
    3. Pernyataan tanah tidak sengketa
    4. Pernyataan tanah dikuasai secara fisik
    5. Alasan pemecahan

    Biaya Pecah Sertifikat Tanah

    Biaya yang dikenakan variatif karena dihitung berdasarkan jumlah bidang dan luas masing-masing bidang pemecahan. Kamu bisa melakukan simulasinya di situs resmi Kementerian ATR/BPN. Adapun, penyelesaian pemecahan sertifikat tanah akan memakan waktu hingga 15 hari kerja.

    Cara Pecah Sertifikat Tanah

    Kamu dapat mendatangi langsung kantor BPN sesuai domisili masing-masing untuk pemisahan sertifikat tanah. Pemecahan juga bisa dilakukan dengan bantuan notaris atau PPAT. Berikut alur pemecahan sertifikat tanah:

    1. Melengkapi persyaratan administrasi
    2. Datang ke kantor pertanahan sesuai domisili
    3. Isi formulir permohonan pecah sertifikat tanah
    4. Serahkan berkas persyaratan ke petugas loket pendaftaran
    5. Melakukan pembayaran untuk pemisahan sertifikat tanah
    6. Petugas kantor pertanahan akan melakukan pengukuran tanah ke lokasi pemohon
    7. Penerbitan sertifikat akan diproses segera oleh BPN
    8. Sertifikat dapat diambil di loket penyerahan kantor pertanahan.
    9. Pemilik tanah yang mewakilkannya PPAT wajib memberi imbal jasa sesuai kesepakatan dengan notaris.

    Itulah cara memecah sertifikat tanah. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Abaikan Drainase! Ini Peran Pentingnya untuk Perumahan



    Jakarta

    Sistem drainase merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah wilayah perumahan. Fungsinya sebagai aliran air. Jika sistem drainasenya buruk atau bahkan tidak ada maka wilayah tersebut akan dapat lumpuh ketika hujan lebat dan banjir tiba.

    Nah buat yang belum tahu apa itu sistem drainase dan apa saja kegunaannya, sima penjelasannya di bawah ini.

    Apa Itu Sistem Drainase?

    Melansir dari Klopmart, sistem drainase prasarana untuk membuang air secara massal melalui permukaan maupun bawah tanah. Perencanaan sistem drainase yang matang dapat membuat baik masyarakat dan lingkungan menjadi lebih aman dari serangan banjir saat hujan lebat tiba.


    Sistem drainase memiliki peran yang berbeda untuk daerah perkotaan atau industri yang lebih padat penduduk. Tidak jarang drainase digunakan untuk membuang air limbah rumah tangga atau pabrik langsung menuju tempat pengolahan.

    Pentingnya Sistem Drainase di Perumahan

    Mengutip dari situs yang sama, berikut ini adalah beberapa manfaat dari sistem drainase, yaitu:

    1. Perumahan Lebih Tertata

    Perumahan identik dengan bangunannya yang tertata rapi, jalanan beraspal, namun tidak membuat selokan sebagai salah bagian dari sistem drainase.

    Malah terkadang selokan itu ditutup dengan beton. Padahal sudah jelas hal itu bukanlah langkah yang tepat. Apalagi ketika tidak dibuatnya lubang di sisi pinggir jalan untuk mengalirkan air.

    2. Mencegah Kerusakan Jalan dan Banjir

    Sistem drainase yang baik dapat mencegah berbagai macam masalah yang dapat muncul akibat banjir seperti mengendalikan permukaan air tanah, erosi, hingga kerusakan jalan dan bangunan. Itulah mengapa menutup selokan di depan rumah menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan.

    3. Mengalirkan Air

    Sistem drainase yang baik memang harus berhubungan secara sistematik. Hal ini bertujuan untuk mengalirkan air hingga mencapai kali, sungai, danau, laut, atau daerah resapan lainnya.

    Untuk itulah mengapa penting sekali membuat sistem drainase tepat di perumahan. Jika tidak, maka hanya menunggu saja masalah-masalah yang telah disebutkan muncul dengan sendirinya.

    4. Mencegah Penyakit Menular

    Sistem drainase yang buruk dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyakit menular seperti malaria, demam berdarah, dan sebagainya. Oleh karena itu, untuk dapat mencegah terjadinya penyakit di atas diperlukan sanitasi yang baik, salah satunya dengan menyediakan sistem drainase yang baik pula.

    5. Melestarikan Lingkungan

    Manfaat dari adanya drainase yang terakhir adalah dapat melindungi alam dan lingkungan menjadi lebih baik. Seperti menjaga kualitas tanah dan kualitas air pada suatu wilayah.

    Jenis-jenis sistem Drainase

    Setelah tahu apa itu sistem drainase dan seberapa penting dengan keberadaanya, berikut jenis-jenis sistem drainase yang perlu kamu tahu.

    1. Drainase Alami

    Jenis drainase ini ada karena ada proses alami. Misal, sebuah daerah tergerus oleh air dalam waktu yang lama yang kemudian membuat sebuah sistem atau aliran air yang alami. Contoh paling sederhana adalah sungai.

    2. Drainase Buatan

    Drainase buatan adalah jenis drainase yang dibuat dan direncanakan oleh manusia. Jenis drainase ini digunakan di area perkotaan atau area padat aktivitas lainnya dimana curah hujan yang tinggi dapat kelebihan air dan berujung banjir.

    Saluran air buatan yang paling sering ditemui adalah gorong-gorong dan parit atau selokan yang terbuat dari pipa ataupun beton.

    3. Drainase Permukaan Tanah

    sistem drainase ini memang sengaja dibuat di atas permukaan tanah. Fungsinya adalah untuk mencegah genangan dan agar air permukaan dapat langsung disalurkan dari sebuah kawasan ke kawasan lain.

    4. Drainase Bawah Tanah

    Berbeda dengan drainase permukaan tanah, drainase bawah tanah umumnya letaknya tersembunyi. Karena drainase ini diletakkan di bawah tanah karena beberapa alasan, salah satu yang paling umum adalah ketersediaan lahan untuk membangun sistem drainase. Sistem ini yang sering digunakan sebagai drainase perkotaan.

    5. Drainase Single-Purpose

    Dari segi fungsi, drainase single-purpose alias cuma punya satu tujuan yaitu untuk membuang aliran air hujan atau air limbah rumah tangga.

    Pemisahan saluran air seperti ini dapat membantu proses pengolahan kelebihan air dari suatu kawasan menjadi lebih mudah. Tetapi, dengan pemisahan fungsi, berarti sama dengan harus membangun sistem drainase 2 kali lebih banyak.

    6. Drainase Multi-Purpose

    Berbeda dengan single-purpose, sistem drainase multi-purpose tidak membedakan antara sistem drainase untuk air hujan atau air limbah. Walaupun akan lebih hemat, proses pengolahan kelebihan air akan semakin lebih rumit karena ada dua jenis air yang bercampur menjadi satu.

    7. Drainase Tertutup

    Sistem drainase ini dapat menahan dan menampung air-air buangan yang sifatnya mengandung racun atau berbahaya, seperti air limbah dari industri.

    8. Drainase Terbuka

    Berbeda dengan sistem tertutup, sistem terbuka berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air hujan pada daerah-daerah lain yang membutuhkan. Sistem ini juga dapat membantu kelestarian lingkungan.

    Demikian artikel pengertian dan pentingnya sistem drainase beserta jenis-jenis yang ada di perumahan tentang pentingnya sistem drainase. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Agar Garasi Selalu Bersih dan Rapi


    Jakarta

    Garasi merupakan ruang untuk memarkir kendaraan dan menyimpan berbagai benda di rumah. Ruang yang tidak dihuni ini sering kali terlewatkan untuk dibersihkan.

    Padahal, garasi yang jarang dibersihkan bisa menumpuk banyak kotoran, debu, hingga sarang laba-laba, lho. Nah, sebaiknya kebersihan garasi lebih diperhatikan agar nyaman menyimpan kendaraan.

    Lantas, bagaimana cara menjaga kebersihan garasi? Yuk, simak caranya berikut ini seperti yang dikutip dari Real Simple.


    Tips Menjaga Kebersihan Garasi

    Inilah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga garasi tetap bersih.

    1. Tentukan Hari Bersih-bersih

    Pemilik rumah bisa menentukan hari khusus untuk membereskan garasi. Pastikan cuaca di hari itu tidak terlalu panas atau dingin agar tidak terasa panas dan lembap ketika membersihkan garasi.

    2. Bersihkan Secara Menyeluruh

    Bersihkan kamar mandi secara menyeluruh dari berbagai debu dan kotoran. Selain itu, sebaiknya mengurangi jumlah barang-barang agar tidak memenuhi ataupun menjadi sarang debu. Caranya dengan memisahkan barang yang benar-benar sudah tidak dibutuhkan dengan yang mungkin masih ingin dipakai.

    3. Sediakan Ruang Kosong

    Setelah isi garasi berkurang, buka pintu garasi lalu siapkan ruang kosong, bisa untuk menaruh barang baru atau memang diberikan ruang agar mudah saat masuk ke sana.

    4. Susun Semua dengan Rapi

    Atur ulang rak dinding dengan rapi. Simpan barang tertinggi di bagian belakang. Atur semua barang di balik sehingga labelnya terlihat, dan berikan sekat untuk memastikan pemisahan barang-barang disana. Disarankan setiap dinding memiliki penyimpanan yang sangat rapat dan ramping.

    5. Manfaatkan Plafon Garasi

    Manfaatkan bagian plafon sebagai ruang penyimpanan barang-barang. Ada banyak pilihan rak yang dapat dipasang di langit-langit garasi sehingga bagian bawah tidak begitu penuh.

    Itulah cara menjaga garasi agar tetap bersih. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cak Imin Dorong BP Haji Jadi Kementerian Haji dan Umrah



    Jakarta

    Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, meminta agar Badan Penyelenggara (BP) Haji diubah menjadi kementerian tersendiri. Hal ini disampaikan dalam acara diskusi publik bertajuk “Revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah” di DPP PKB, Jakarta, Rabu (19/2/2025).

    “Kita berharap UU Haji yang akan kita bentuk nanti Badan Penyelenggaraan Haji, kita usulkan diubah menjadi Kementerian Haji dan Umrah,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu dalam sambutannya.

    Pada kesempatan yang sama, ia juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) terpisah dari Kementerian Agama. Meski demikian, Cak Imin menilai hal tersebut masih setengah jalan.


    “Dan setiap pelaksanaan saya menuliskan beberapa perbaikan salah satu usulan kita dari dari awal adalah pemisahan Kementerian Agama dengan Kementerian Haji ini adalah salah satu revolusi penyelenggaraannya,” ujarnya.

    Ia menjelaskan bahwa tuntutan untuk menjadikan BP Haji sebagai kementerian telah ada sejak lama. Tahun ini menjadi tahun terakhir Kemenag menjadi penyelenggara ibadah haji bagi jemaah Indonesia.

    Nantinya, penyelenggaraan haji tahun selanjutnya akan digantikan oleh BP Haji yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Cak Imin berharap ide baru akan muncul dari diskusi tersebut. Dia berharap masukan dari diskusi dapat menjadikan penyelenggaraan haji lebih baik.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cak Imin Usul Beli Hotel di Makkah dan Madinah sebagai Aset Pelaksanaan Haji



    Jakarta

    Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan revolusi penyelenggara haji harus dilakukan. Ia menyebut tiga penyelenggara haji, yaitu kementerian, pengelolaan keuangan haji, serta lembaga pelaksana di daerah dan lokasi haji.

    Menko Pemberdayaan Masyarakat itu mengatakan pentingnya peran Badan Pengelola Keuangan Haji dalam penyelenggaraan haji.

    “Bagaimana duit sebesar itu terkelola menjadi kekuatan yang membaik penuh pelaksanaan haji,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin saat memberi sambutan acara diskusi publik ‘Revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah’ di DPP PKB, Jakarta, Rabu (19/2/2025).


    “Salah satunya, kalau ada duit harus beli hotel di Makkah dan Madinah,” tambahnya.

    Menurutnya, hotel dapat menjadi aset dari pelaksanaan haji setiap tahun.

    “Beli hotel atau bikin kondominium, atau bikin apartemen, atau apa saja. Yang memungkinkan aset itu menjadi lebih produktif,” lanjut Cak Imin.

    Ketum PKB itu juga mengusulkan terkait pembentukan Kementerian Haji dan Umrah. Dengan begitu, Kementerian Haji dan Umrah dipisah dari Kementerian Agama (Kemenag).

    “Dan setiap pelaksanaan saya menuliskan beberapa perbaikan salah satu usulan kita dari awal adalah pemisahan Kementerian Agama dengan Kementerian Haji ini adalah salah satu revolusi penyelenggaraannya,” ungkapnya.

    Usulan itu, lanjut Cak Imin, telah dilaksanakan separuh oleh Presiden Prabowo Subianto dengan pembentukan BP Haji.

    “Alhamdulillah Pak Prabowo telah memulai meskipun baru setengah revolusi. Yaitu ada badan penyelenggara haji tapi belum menjadi kementerian,” jelasnya.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com