Tag: penahan

  • 5 Tips Pilih Pagar yang Cocok buat Kebutuhan dan Kondisi Rumah Kamu


    Jakarta

    Memasang pagar rumah adalah salah satu cara untuk melindungi hunian beserta isinya dari orang luar. Pagar juga berfungsi untuk menjaga privasi penghuni dengan menghalangi pandangan mata.

    Ada banyak jenis dan bentuk pagar yang tersedia di pasaran. Kalau kamu bingung mau pilih yang mana, kamu bisa tentukan yang paling cocok dengan kondisi rumah dan kebutuhanmu.

    Lalu, bagaimana cara memilih pagar yang cocok ya? Yuk simak caranya berikut ini dikutip dari Jacksons Fencing, Selasa (20/8/2024).


    Tips Pilih Pagar yang Cocok buat Rumahmu

    1. Privasi

    Pagar Tembok dengan Variasi Bambu.Tips Pilih Pagar Foto: lingkarwarna.com/Pinterest

    Salah satu aspek utama dari pagar adalah privasi. Kalau mau mendapatkan privasi maksimal di luar rumah, maka tinggikan panel pagar. Panel yang tinggi dan tertutup akan menghalangi tatapan tetangga.

    2. Keamanan

    Pagar menjadi pertahanan pertama yang kita miliki untuk menghalau serangan dari luar rumah. Sering kali, pagar menjadi keamanan sering kali menjadi prioritas tinggi bagi pemilik rumah.

    Pagar Tembok dari Batu Alam.Tips Pilih Pagar Foto: Ide Desain Rumah/Pinterest

    Sangat penting untuk memilih pagar yang menawarkan batas yang aman. Pilih panel pagar vertikal sehingga tidak ada pegangan kaki atau tangan yang dapat digunakan untuk memanjat.

    3. Lokasi

    Kamu harus menentukan lokasi yang tepat memasang pagar rumah. Pertimbangkan medan pekarangan rumah kamu, mungkin ada penghalang seperti pohon atau batu yang perlu kamu akali.

    4. Lingkungan

    Pagar Tembok dengan Kayu Berwarna Hitam.Tips Pilih Pagar Foto: Rose/Pinterest

    Kalau rumah kamu berada di daerah yang rawan angin, kamu harus pertimbangkan pagar mana yang kuat menahan kondisi berangin. Panel semi-solid selalu paling cocok karena masih memungkinkan angin melewati lubang di sela-sela panel, sehingga tidak membebani tiang penahan pagar.

    5. Kualitas

    Kualitas pagar sangat menentukan berapa lama pagar akan bertahan. Selalu cari pagar dengan material kokoh dan bisa tahan lama.

    Itulah beberapa tips memilih pagar yang cocok buat rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Tinggi Pagar Rumah yang Ideal agar Terlihat Estetik


    Jakarta

    Hampir setiap rumah memiliki pagar yang berfungsi sebagai pembatas antara area hunian dengan jalan raya. Pagar juga berfungsi untuk memberikan rasa aman bagi penghuninya dari lingkungan luar.

    Oleh sebab itu, beberapa hunian seperti rumah mewah dan besar sengaja membangun pagar yang tinggi. Cara ini dilakukan untuk memberikan keamanan ekstra dari orang yang berniat jahat, binatang liar, hingga suara bising dari luar.

    Namun bagi sebagian orang, membangun pagar rumah yang tinggi memberikan kesan seperti ‘penjara’, kaku, dan terlihat tidak estetik. Lantas, berapa tinggi pagar rumah yang ideal? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Segini Tinggi Pagar Rumah yang Ideal

    Fungsi utama pagar adalah untuk memberikan keamanan bagi para penghuni rumah. Namun, haruskah pagar dibangun setinggi mungkin?

    Mengutip laman Bisesa Contractor, rata-rata tinggi pagar rumah yang ideal adalah 1,8 meter. Ukuran tersebut dinilai sudah cukup untuk memberikan perlindungan dari bahaya tindak kejahatan, suara bising, hingga binatang liar.

    Namun, ada beberapa rumah yang memasang pagar hingga setinggi 2,5 meter. Biasanya, rumah tersebut merupakan hunian mewah yang dihuni pejabat, artis ternama, hingga orang penting yang membutuhkan keamanan dan kenyamanan.

    Pada intinya, kamu bisa menyesuaikan tinggi pagar rumah dengan luas bangunan. Apabila rumah kamu mengusung konsep minimalis sederhana, pagar setinggi 1,8 meter dirasa sudah cukup. Namun jika memiliki rumah mewah dan luas, pagar setinggi 2,5 meter dapat memberikan perlindungan ekstra.

    Tips Memilih Pagar yang Cocok dengan Rumah Kamu

    Saat ini, ada banyak jenis dan bentuk pagar yang tersedia di pasaran. Jika kamu bingung ingin pilih yang mana, detikers bisa menentukan yang paling cocok dengan kondisi dan kebutuhan rumahmu.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut tips memilih pagar yang cocok dengan rumah kamu:

    1. Privasi

    Tips yang pertama terkait dengan privasi. Jika ingin menjaga privasi secara maksimal, maka disarankan untuk meninggikan panel pagar. Panel yang tinggi dan tertutup akan menghalangi tatapan tetangga.

    2. Keamanan

    Kamu juga harus memperhatikan soal keamanan sebelum memilih jenis atau bentuk pagar. Jika ingin mencegah maling, pilih panel pagar vertikal sehingga tidak ada pegangan kaki atau tangan yang dapat digunakan untuk memanjat.

    3. Lokasi Pemasangan

    Lokasi pemasangan pagar juga harus diperhatikan, lho. Kamu harus menentukan lokasi yang tepat memasang pagar rumah. Lalu, pertimbangkan medan pekarangan rumah kamu dan cek apakah ada penghalang seperti pohon atau batu yang perlu kamu akali.

    4. Faktor Lingkungan

    Jika detikers tinggal di daerah yang berangin, sebaiknya pertimbangkan pagar apa yang kuat menahan kondisi saat berangin. Panel semi-solid diklaim paling cocok karena masih memungkinkan angin melewati lubang di sela-sela panel, sehingga tidak membebani tiang penahan pagar.

    5. Kualitas Material

    Tips yang terakhir adalah memperhatikan kualitas material. Sebaiknya, selalu mencari pagar yang menggunakan bahan material kokoh sehingga bisa bertahan lama.

    Demikian pembahasan mengenai tinggi pagar rumah yang ideal. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Cegah Banjir Masuk Rumah


    Jakarta

    Saat musim hujan tiba, rumah dengan dataran rendah sangat rentan mengalami banjir. Untuk menanggulangi banjir, kamu bisa membuat sebuah penghalang di halaman rumah agar air tidak masuk.

    Selain penahan, tentu akan diperlukan jalur pembuangan yang baik agar air tidak menggenang. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah banjir masuk rumah?

    Berikut beberapa cara memperbaiki halaman agar air tidak masuk rumah ketika hujan.


    Tips Cegah Banjir Masuk Rumah

    Inilah cara menangkal banjir masuk rumah seperti yang dikutip dari Home Hard Ware.

    1. Bangun Tembok Penahan

    Dinding penahan baik dibuat di halaman yang memiliki lanskap tanah rendah dan datar. Tambahkan pula aliran air yang mengarah ke selokan. Ini untuk menghindari genangan air di depan tembok tersebut.

    Dinding penahan ini bisa dibuat dari pasir atau kerikil yang cepat kering. Penggunaan kedua jauh lebih baik dibandingkan tanah liat.

    2. Gunakan Paving Block di Halaman

    Bagian halaman rumah bisa dipasang paving block agar air meresap atau mengalir melalui sela-selanya. Paving block ini memiliki beberapa macam, diantaranya sebagai berikut.

    • Pavers beton: Pemasangan beton bercelah yang bisa dimasukkan kerikil atau pasir yang memungkinkan drainase yang cepat.
    • Beton & aspal berpori: Jenis jalan yang memiliki kisi-kisi udara yang memungkinkan penyerapan air.
    • Plastic Grid: Sebuah plastik yang memiliki bolongan di setiap kotaknya. Plastic Grid kerap digunakan untuk media penanaman rumput di halaman, bisa pula dimasukkan batu kerikil hingga pasir. Garis kotak dari plastic grid itu cukup kuat untuk diinjak sehingga cocok digunakan di taman.

    3. Tambahkan Tanaman

    Selain memperbaiki bagian depan halaman, perlu ada tanaman atau pohon untuk penyerapan air dan mencegah struktur tanah semakin turun.

    Tetapi sebelum itu ketahui tempat yang tepat untuk menanam pohon agar tidak membahayakan rumah saat terjadi angin puting beliung.

    Jarak minimal penanaman pohon besar yang tingginya di bawah 8 meter harus berjarak minimal 3 meter dari bangunan. Untuk pohon 8-15 meter minimal penanaman 4-6 meter. Sementara untuk pohon lebih dari 15 meter jarak minimalnya 10-15 meter.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Bikin Halaman yang Bisa Cegah Banjir Masuk Rumah


    Jakarta

    Rumah dengan dataran rendah rawan mengalami banjir ketika hujan deras. Air hujan bisa menggenang dan masuk rumah, sehingga membanjiri seisi ruangan.

    Jika rumah kamu rawan banjir, sebaiknya lakukan pencegahan untuk mengurangi dampaknya. Kamu bisa membuat penghalang di halaman rumah agar air tidak masuk.

    Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah banjir masuk rumah? Simak cara memperbaiki halaman agar air tidak masuk rumah saat hujan deras.


    Tips Cegah Banjir Masuk Rumah

    Inilah cara menangkal banjir masuk rumah seperti yang dikutip dari Home Hard Ware.

    1. Bangun Tembok Penahan

    Kamu bisa menghalau air masuk ke rumah dengan membangun dinding penahan di halaman rumah yang memiliki lanskap tanah rendah dan datar. Dinding penahan ini bisa dibuat dari pasir atau kerikil yang cepat kering. Penggunaan kedua jauh lebih baik dibandingkan tanah liat.

    Lalu, tambahkan juga aliran air yang mengarah ke selokan. Dengan begitu, kamu dapat menghindari genangan air di depan tembok tersebut.

    2. Gunakan Paving Block di Halaman

    Kemudian, gunakan paving block di halaman rumah supaya air bisa meresap atau mengalir di sela-selanya. Ada beberapa macam paving block yang bisa kamu pilih sesuai preferensi. Berikut ini jenis-jenis paving blocknya.

    • Pavers beton: Pemasangan beton bercelah yang bisa dimasukkan kerikil atau pasir yang memungkinkan drainase yang cepat.
    • Beton & aspal berpori: Jenis jalan yang memiliki kisi-kisi udara yang memungkinkan penyerapan air.
    • Plastic Grid: Sebuah plastik yang memiliki bolongan di setiap kotaknya. Plastic Grid kerap digunakan untuk media penanaman rumput di halaman, bisa pula dimasukkan batu kerikil hingga pasir. Garis kotak dari plastic grid itu cukup kuat untuk diinjak sehingga cocok digunakan di taman.

    3. Tambahkan Tanaman

    Selain memperbaiki bagian depan halaman, perlu ada tanaman atau pohon untuk menyerap air dan mencegah struktur tanah semakin turun.

    Namun, pastikan memilih tempat yang aman untuk menanam pohon. Jangan sampai pohon tumbang dan membahayakan rumah saat terjadi angin puting beliung.

    Jarak minimal penanaman pohon besar yang tingginya di bawah 8 meter harus berjarak minimal 3 meter dari bangunan. Untuk pohon 8-15 meter minimal penanaman 4-6 meter. Sementara untuk pohon lebih dari 15 meter jarak minimalnya 10-15 meter.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bikin Pintu Anti Maling, Mudik Jadi Nggak Khawatir



    Jakarta

    Ketika berangkat mudik, keamanan rumah menjadi salah satu yang sering dikhawatirkan. Sebab, rumah akan ditinggal selama beberapa hari atau minggu dalam keadaan kosong yang membuat pencuri rentan masuk dan melancarkan aksi kejahatan.

    Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan keamanan rumah, seperti mengunci pintu dan jendela hingga memasang CCTV. Namun, ada kalanya perasaan khawatir dan takut masih menguasai. Akan tetapi, kamu bisa menyiasatinya dengan memberikan keamanan ekstra salah satunya dengan membuat pintu rumah anti maling.

    Pintu rumah anti maling maksudnya adalah kamu memaksimalkan keamanan melalui pintu rumah dengan menambahkan beberapa komponen yang berfungsi untuk mencegah aksi pembobolan. Sebab, pintu merupakan pertahanan pertama pada rumah sehingga tidak ada salahnnya membuat pintu anti maling agar lebih aman.


    Melansir dari situs Metador, Rabu (26/03/2025), berikut merupakan beberapa tips yang dapat kamu coba untuk memaksimalkan keamanan pada pintu rumah.

    Material

    Memilih material atau bahan pada pintu menjadi hal yang sangat penting. Untuk menciptakan pintu dengan keamanan ekstra, lebih kuat, awet, dan tahan lama, gunakan bahan yang terbuat baja kokoh.

    Kunci

    Kunci juga salah satu hal penting karena merupakan penghalang pertama bagi mereka yang ingin coba membobol. Pilihlah kunci dengan keamanan tinggi seperti kombinasi dan silinder yang terbuat dari perangkat keras agar lebih tahan lama dan tidak mudah dibobol.

    Inti Kayu Solid

    Inti kayu solid pada pintu baja dapat memberikan keamanan tambahan dan membuat pintu lebih kokoh.

    Engsel

    Engsel menjadi area yang rentan diserang. Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan engsel pintu adalah dengan menggunakan baut pengunci. Baut pengunci adalah fitur keamanan yang dipasang pada sisi engsel daun pintu. Baut ini dimasukkan ke dalam lubang yang telah dibor di dalam rangka dan akan berfungsi sebagai mekanisme penahan jika terjadi serangan.

    Akses Digital

    Penggunaan teknologi juga bisa menambah keamanan pintu rumah. Sistem penguncian menggunakan akses digital seperti smart lock atau smart door dapat diakses oleh pengguna yang memiliki password.

    Itu dia beberapa cara merancang pintu anti maling yang dapat kamu coba sebelum berangkat mudik. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Maling Auto Gagal! 7 Cara Jitu Amankan Pintu Rumah


    Jakarta

    Rumah semestinya menjadi tempat yang aman bagi penghuninya. Nah, salah satu ciri rumah yang aman adalah pintunya tidak dapat diterobos oleh maling.

    Pintu depan adalah akses utama ke rumah, jadi jangan beri kesempatan buat maling masuk. Sebaiknya kamu meningkatkan keamanan pintu depan rumah biar anti maling.

    Lalu, bagaimana cara meningkatkan keamanan pintu depan rumah? Simak caranya berikut ini.


    Cara Amankan Pintu Agar Anti Maling

    Inilah cara meningkatkan keamanan pintu supaya aman dari maling, dikutip dari Homes and Gardens.

    1. Pasang Bel Pintu Video

    Kamu bisa pasang bel pintu dengan video untuk memantau aktivitas di depan rumah. Lalu, videonya bisa disimpan untuk dilihat nantinya.

    2. Kuatkan Pelat Penahan Pintu

    Maling bisa mendobrak pintu buat masuk rumah. Pastikan pelat penahan pintu kamu kuat dengan memasang sekrup yang lebih panjang.

    3. Pasang Smart Lock

    Smart lock adalah teknologi yang bisa meningkatkan keamanan pintu rumah. Kamu dapat mengendalikan akses rumah dari jarak jauh untuk memberikan perlindungan ekstra. Lalu, ada smart lock yang juga punya sistem alarm, lho.

    4. Pilih Bahan Pintu yang kuat

    Kamu perlu memilih pintu berbahan kuat agar aman dari maling. Pintu solid atau pintu logam punya ketahanan yang cukup kuat buat menahan maling yang mau mendobrak masuk rumah. Sebagai alternatif, kamu dapat mengganti bahan pintu depan dengan bahan yang lebih kokoh.

    5. Pasang Sistem Keamanan

    Pertimbangkan buat memasang sistem keamanan di rumah, seperti sensor jendela dan sensor gerakan untuk mengamankan rumah. Alternatif yang lebih mudah adalah memasang lonceng pada pintu, sehingga suaranya bisa bikin maling panik dan kabur ketika mencoba buka pintu.

    6. Slot Kunci

    Kalau nggak mau ganti pintu, kamu bisa menambah slot pintu yang kuat di bagian atas dan bawah pintu. Pilihan efektif lainnya adalah rantai pintu karena mengharuskan pintu dibuka dari dalam.

    7. Pasang Lampu Sensor Gerak

    Lampu keamanan yang otomatis menyala ketika ada gerakan di dekat pintu depan akan menyulitkan pencuri untuk mendekat tanpa terdeteksi. Saat memasang lampu luar ruangan, pastikan pencahayaannya terang dan mencakup semua akses masuk rumah.

    Itulah beberapa cara untuk mengamankan pintu depan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Dinding dan Plafon Retak Bisa Jadi Tanda Pergerakan Tanah



    Jakarta

    Dinding dan plafon retak kerap ditemukan di rumah. Kondisi ini sering kali membuat penghuni bertanya-tanya dan khawatir karena bisa dipicu oleh masalah serius, salah satunya pergerakan tanah.

    Biasanya, retakan pada area dinding dan plafon rumah terbilang tipis atau disebut juga retak rambut (hairline crack). Banyak orang yang menganggap kalau retakan tersebut muncul karena terjadi pergerakan tanah.

    Sebagai informasi, pergerakan tanah adalah perpindahan massa tanah atau batu yang bergerak ke arah tegak, mendatar, atau miring dari kedudukan semula. Pergerakan tanah ini ada yang terlihat seperti longsor, ada pula yang bergerak perlahan seperti merayap.


    Pemicu dari pergerakan tanah ini adalah gaya pendorong pada lereng lebih besar dari pada gaya penahan sehingga terjadilah longsor. Gaya penahan itu bisa berupa batuan penyangga atau kepadatan tanah itu sendiri.

    Sedangkan besarnya gaya pendorong ditentukan dengan kemiringan permukaan tanah, beban yang diterima tanah dari air, getaran, atau kemampuan batu menyangga tanah tersebut.

    Mengenai adanya retakan pada dinding dan plafon rumah, arsitek Denny Setiawan mengatakan jika tak sepenuhnya dipicu oleh pergerakan tanah. Ia mengatakan salah satu penyebab umum muncul retak rambut karena masalah muai susut.

    “Nggak selalu ya, ada beberapa pergerakan atau retakan gitu yang ahli sipil bisa mendiagnosa apakah ini ada masalah dengan strukturnya atau nggak. Tapi kebanyakan retak rambut yang terjadi itu bukan masalah pergerakan struktur, tapi juga itu masalah muai susut,” kata Denny saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/6/2025).

    Denny menjelaskan, komposisi antara semen, pasir, dan air yang tidak tepat dapat menyebabkan dinding rumah kerap mengalami muai susut. Hal itulah yang menimbulkan adanya retak halus pada dinding hingga plafon rumah.

    Meski begitu, Denny mengatakan jika retakan di dinding dan plafon juga bisa disebabkan oleh pergerakan struktur. Adapun titik-titik retakan yang dipicu pergerakan tanah biasanya terdapat di simpul-simpul kolom dan balok.

    “Kalau orang awam menyebutnya tiang beton dan balok beton,” ungkapnya.

    Apabila terjadi retakan pada area tersebut, pemilik rumah harus waspada karena dapat memengaruhi struktur bangunan. Namun, untuk memastikan apa penyebab dari retak rambut tersebut sebaiknya harus diteliti lebih lanjut oleh tenaga ahli yang kompeten.

    “Walaupun harus diteliti lebih lanjut beneran apa nggak itu bagian (penyebab) dari pergerakan struktur,” papar Denny.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Tinggi Pagar Rumah yang Ideal? Jawabannya Adalah….



    Jakarta

    Batasan rumah biasanya ditandai dengan pagar. Saat membuat pagar, pemilik perlu menentukan ketinggian yang tepat untuk menjaga privasi dan keamanan rumah.

    Jika pagar terlalu rendah, orang luar bisa mudah melihat area hunian dan masuk ke dalam. Sementara pagar yang terlalu tinggi mungkin tampak berlebihan dan bagaikan ‘penjara’.

    Berapa tinggi pagar rumah yang ideal? Simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari laman Bisesa Contractor, rata-rata tinggi pagar rumah yang ideal adalah 1,8 meter. Ketinggian tersebut dinilai sudah cukup untuk melindungi rumah dari ancaman bahaya dari luar rumah.

    Berbeda halnya dengan rumah mewah yang dihuni pejabat, selebrita, serta orang penting yang membutuhkan keamanan dan kenyamanan ekstra. Beberapa rumah bisa memasang pagar hingga setinggi 2,5 meter.

    Penghuni rumah bisa menentukan tinggi pagar rumah berdasarkan luas bangunan dan kebutuhan penghuni. Jika ingin mengusung konsep minimalis sederhana, pagar setinggi 1,8 meter terbilang cukup. Sementara untuk rumah yang mewah dan luas, pagar setinggi 2,5 meter dapat memberikan perlindungan ekstra.

    Selain tinggi pagar, pemilik rumah juga perlu mempertimbangkan aspek lainnya. Berikut ini tips memilih pagar.

    Tips Memilih Pagar

    Inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika membuat pagar.

    1. Keamanan

    Salah satu faktor utama dalam memilih pagar adalah dari segi keamanan. Jika ingin mencegah maling, pilih panel pagar vertikal agar tidak ada pegangan kaki atau tangan yang dapat digunakan untuk memanjat.

    2. Privasi

    Jika ingin menjaga privasi secara maksimal, sebaiknya meninggikan panel pagar. Panel yang tinggi dan tertutup akan menghalangi pandangan orang dari luar rumah.

    3. Lokasi Pemasangan

    Pemilik rumah harus menentukan lokasi yang tepat buat memasang pagar rumah. Pertimbangkan medan pekarangan rumah dan cek apakah ada penghalang seperti pohon atau batu yang perlu diakali.

    4. Kualitas Material

    Selain itu, memperhatikan kualitas material yang bakal digunakan. Sebaiknya memilih bahan material yang kokoh agar pagar tahan lama.

    5. Faktor Lingkungan

    Pertimbangkan juga faktor lingkungan, misalnya rumah berada di lingkungan yang berangin. Sebaiknya membuat pagar yang kuat menahan kondisi tersebut. Panel semi-solid diklaim paling cocok karena masih memungkinkan angin melewati lubang di sela-sela panel, sehingga tidak membebani tiang penahan pagar.

    Itulah tips seputar pembuatan pagar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penjelasan Arsitek soal Kanopi Buka Tutup, Worth It Nggak?



    Jakarta

    Kanopi buka tutup merupakan salah satu jenis penutup area terbuka di rumah yang fleksibel. Pasalnya penutup tersebut bisa dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan.

    Saat ini, banyak rumah memakai kanopi jenis ini, terutama untuk bagian taman belakang rumah. Mereka tetap ingin memiliki ruang terbuka, tetapi tidak ingin terasa terlalu panas atau terlalu becek saat hujan.

    Arsitek Denny Setiawan membenarkan bahwa fungsi kanopi buka tutup adalah untuk mempermudah akses cahaya masuk ke area rumah. Sebab, kanopi permanen seringkali menutup akses cahaya masuk ke area depan rumah. Dengan adanya akses buka dan tutup tersebut, cahaya matahari bisa masuk saat dibutuhkan dan ketika hujan bisa ditutup kembali.


    “Di bagian carport ada inovasi baru, yaitu jendela buka tutup atau biasanya disebut lovera. Lovera ini digunakan untuk penahan hujan ketika dia tertutup. Tapi ada kalanya, pemilik rumah menginginkan cahaya banyak masuk sehingga fleksibilitas dengan membuka seluruh helai yang ada di kanopi buka tutup itu,” kata Denny ketika dihubungi detikProperti, Rabu (2/7/2025).

    Denny mengatakan untuk model lovera saat ini jenisnya belum terlalu beragam daripada jenis kanopi permanen. Hanya tersedia kanopi dengan material dari aluminium.

    “Warnanya nggak bening, warnanya sama kayak aluminium. Ter-powder coating, warnanya bisa pilih. Tapi kayaknya nggak ada yang warna bening,” ujarnya.

    Dari segi harga, Denny mengatakan harga pemasangan kanopi termasuk mahal. Untuk harga pastinya disesuaikan dengan luas dari kanopi yang dipesan. Minimal luas kanopi yang ideal adalah 3 meter.

    “Karena dia kanopi buka tutup mesinnya yang mahal. Nah, jika kanopi buka-tutup ini, dia masih yang manual itu ya dengan tarik, atau bisa pakai motor, biasanya lewat mataharinya (panel surya),” jelasnya.

    Meskipun begitu, Denny mengatakan perawatan kanopi buka tutup cukup mudah karena bisa menggunakan kain basah. Ada pun, lokasi yang cocok untuk memasang kanopi buka dan tutup biasanya berada di carport, ruang jemur, dan dekat gazebo di taman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pasang Kanopi Buka Tutup? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Kanopi merupakan atap yang berfungsi untuk menutup area terbuka agar dapat digunakan pada saat panas dan hujan. Atap tambahan ini memiliki banyak jenis, bahkan ada yang bisa dibuka tutup sesuai kebutuhan pemiliknya.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan kanopi buka tutup biasanya dipasang di carport atau halaman depan rumah tempat parkir kendaraan, area jemur pakaian, hingga gazebo di taman.

    Salah satu jenis kanopi buka tutup yang tersedia di pasaran adalah lovera. Kanopi satu ini terbuat dari aluminium. Bentuknya seperti batang-batang aluminium dipasang berjejer pada atap, layaknya stik-stik ditempel pada kerangka aluminium. Kemudian, ketika pemiliknya ingin membuka kanopi, batang-batang aluminium tersebut akan terangkat dari kerangka ke satu sisi yang sama, seperti mekanisme membuka tutup kotak yang satu sisinya menempel.


    Denny menyebut kanopi buka tutup sangat fleksibel dan banyak manfaatnya. Apabila detikers tertarik untuk memasang kanopi buka tutup di rumah, berikut kelebihan dan kekurangannya.

    Kelebihan Kanopi Buka Tutup

    1. Membuat Rumah Terang dan Tetap Kering

    Kanopi buka tutup sangat fleksibel. Ketika kanopi dibuka, cahaya matahari bisa masuk ke area rumah. Kemudian, saat hujan kanopi bisa langsung ditutup sehingga di bawahnya tetap kering.

    “Lovera ini digunakan untuk penahan hujan ketika dia tertutup. Tapi ada kalanya, pemilik rumah menginginkan cahaya banyak masuk sehingga fleksibilitas dengan membuka seluruh helai yang ada di kanopi buka tutup itu,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Rabu (2/7/2025).

    2. Mudah Digunakan

    Kanopi buka tutup telah dilengkapi dengan mesin yang memanfaatkan energi dari panel surya sehingga mempermudah penggunaannya. Selain itu, ada pula yang manual dengan ditarik dan didorong.

    “Karena dia kanopi buka tutup mesinnya yang mahal. Nah, jika kanopi buka-tutup ini, dia masih yang manual itu ya dengan tarik, atau bisa pakai motor, biasanya lewat mataharinya (panel surya),” jelasnya.

    3. Perawatannya Mudah

    Untuk menjaga kanopi buka tutup tetap bisa digunakan dan tidak mudah rusak adalah dengan rajin membersihkannya. Kanopi yang kotor karena debu atau dedaunan bisa dibersihkan menggunakan kain basah.

    Kekurangan Kanopi Buka Tutup

    1. Biaya Mahal

    Seperti yang disebut sebelumnya, kanopi buka tutup banyak yang memakai mesin sehingga biaya produksinya tentu mahal. Belum lagi jika memilih kanopi yang menggunakan listrik ketimbang panel surya, kemungkinan tagihan listrik bulanan akan naik setelah pemasangan panel buka tutup tersebut.

    Dilihat detikcom dari beberapa toko di e-commerce, harga kanopi buka tutup model lovera mulai dari Rp 1,25-2,25 juta per meter. Biaya ini belum termasuk jasa pemasangan dan kerangka.

    Apabila dibandingkan dengan kanopi permanen seperti kanopi berbahan dasar polycarbonate yang banyak dipakai saat ini, harganya hanya berkisar Rp 895 ribu (panjang sekitar 5 meter) hingga Rp 2,2 juta (panjang sekitar 11,5 meter) untuk yang dijual per gulungan dengan ketebalan 4 mm. Sementara untuk kanopi yang dijual per lembaran dengan ketebalan 4 mm dan luas 5 meter persegi sekitar Rp 260 ribu hingga Rp 950 ribu. Biaya ini juga belum termasuk dengan biaya jasa pasang, kerangka, dan pengaitnya.

    2. Bisa Mengalami Korosi

    Kekurangan kanopi buka tutup adalah bisa mengalami korosi karena reaksi kimia. Biasanya hal ini dikarenakan penggunaannya yang sudah lama.

    “Mekanisme atau mekanik daripada kanopi buka tutup ini rentan terhadap korosi sehingga kecepatannya pada saat buka tutup berkurang atau melambat,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com