Tag: penanggulangan kebakaran

  • Jadi Pemicu 3 Rumah Terbakar di Cengkareng, Begini Cara Cegah Korsleting Listrik


    Jakarta

    Tiga rumah di Cengkareng, Jakarta Barat terbakar diduga karena korsleting listrik pada Minggu (28/7/2024). Api bersumber dari salah satu rumah yang sedang kosong karena penghuninya sedang berlibur. Api dengan cepat merambat ke rumah sebelahnya.

    Melansir dari detikNews, petugas pemadam kebakaran (damkar) menerima laporan kebakaran pada pukul 14.07 WIB. Lokasi kejadian berada di sebuah perumahan di Jalan Crisant II B RT 03 RW 12 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakbar.

    “Pelapor posisi rumahnya berdekatan dengan rumah TKP kebakaran, mendengar suara teriakan dari orang rumah terjadi kebakaran yang apinya sudah membesar, kemudian langsung menghubungi pemadam kebakaran,” kata Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakbar, Syarifudin pada Minggu (28/7/2024).


    Api dapat dipadamkan dua jam kemudian yakni pada 16.27 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi 13 jiwa dari 3 KK terdampak dan kehilangan hunian. Kerugian ditaksir mencapai Rp 864 juta untuk 3 rumah terdampak dengan luas area terbakar sekitar 288 meter persegi.

    “Jumlah Kerugian kurang lebih Rp 864 juta,” sebutnya.

    Korsleting listrik kerap menjadi penyebab kebakaran. Arus pendek atau short circuit yang mengalir tidak sesuai dengan nilai hambatan (tahanan) menimbulkan lonjakan arus listrik yang besar. Akibatnya terjadi percikan api hingga ledakan yang apabila mengenai benda mudah terbakar dapat menyebar ke area lain.

    Berkaca dari kejadian 3 rumah terbakar di Cengkareng akibat korsleting listrik, bagaimana cara kita mencegah korsleting listrik?

    Dilansir dari situs Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banda Aceh, kebanyakan korsleting listrik asal mulanya karena kelalaian manusia. Salah satu contohnya adalah pemasangan kabel listrik yang tidak sesuai atau tidak merawat kabel listrik di rumah. Kabel listrik yang sudah terkelupas atau rusak karena tertekuk dapat mengakibatkan aliran listrik terganggu yang biasa memicu korsleting.

    Untuk mencegah hal tersebut, berikut 7 cara mencegah korsleting listrik di rumah agar terhindar dari kebakaran.

    Cara Cegah Korsleting Listrik di Rumah

    1. Selalu Cabut Kabel Listrik Setelah Digunakan

    Kebanyakan orang setelah menggunakan perangkat elektronik, tidak langsung mencabut kabel pada stop kontak. Padahal itu berisiko penghuni rumah tersetrum dan korsleting listrik.

    2. Pilih Kualitas Peralatan Listrik yang Bermutu

    Pastikan peralatan listrik di rumah adalah produk baru dan berkualitas. Lebih baik membeli peralatan listrik dengan harga mahal, daripada rumah yang justru hangus terbakar. Cari peralatan listrik yang berkualitas, berlambang SNI atau LMK.

    3. Hindari Memakai Tusuk Kontak yang Terlalu Longgar

    Tusuk kontak adalah area kepala dan kaki dari kabel. Biasanya tusuk kontak adalah bagian yang dimasukkan ke dalam stop kontak. Tusuk kontak yang terlalu longgar, jika terpegang tangan bisa menyetrum dan tidak sedikit yang menimbulkan percikan.

    Salah satu penyebab korsleting listrik lainnya adalah kebiasaan menumpuk steker atau colokan listrik secara berlebihan. Hal tersebut berpotensi menimbulkan panas yang berlebih dan berakibat pada kebakaran.

    5. Jangan Memencet atau Memainkan MCB

    Mengotak-atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman, baik sekring maupun Mini Circuit Breaker (MCB) dapat menyebabkan korsleting listrik.

    6. Minta Bantuan Ahli Saat Pemasangan Instalasi Listrik di Rumah

    Untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan, serahkan pada ahli.

    7. Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala

    Pemeriksaan dapat dilakukan kurang lebih setelah 10 tahun dan selanjutnya 5 tahun.

    Itulah cara mencegah korsleting listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran. Semoga bermanfaat ya detikers!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Kejadian di Cengkareng, Ini 3 Cara Cegah Kebakaran Rumah


    Jakarta

    Kebakaran terjadi di perumahan padat di Cengkareng, Jakarta Barat. Sebanyak 3 rumah yang letaknya bersebelahan terdampak dari kejadian ini. Menurut Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakbar, Syarifudin penyebab kebakaran tersebut adalah korsleting listrik pada salah satu rumah yang tengah ditinggal penghuninya.

    Melansir dari detikNews, laporan kejadian diterima oleh damkar pada pukul 14.06 WIB. Sebanyak 6 unit mobil dikirimkan ke lokasi, kemudian ada tambahan mobil damkar lagi hingga total 17 unit dengan 85 personel berjibaku memadamkan api hingga pukul 16.27 WIB.

    “Pelapor posisi rumahnya berdekatan dengan rumah TKP kebakaran, mendengar suara teriakan dari orang rumah terjadi kebakaran yang apinya sudah membesar, kemudian langsung menghubungi pemadam kebakaran,” kata Syarifudin seperti yang dikutip pada Selasa (30/7/2024).


    Luas area rumah yang terbakar sekitar 288 meter persegi yang sebelumnya ditempati oleh 3 KK yang terdiri dari 13 jiwa. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 864 juta.

    “Jumlah Kerugian kurang lebih Rp 864 juta,” sebutnya.

    Menilik dari kejadian ini, pemicu kebakaran justru bermula dari kerusakan beberapa barang mudah terbakar di dalam rumah. Sebagai contoh kabel listrik, alat elektronik, kompor, gas, dan lainnya. Lantas, bagaimana cara mencegah kebakaran sehingga kejadian seperti itu tidak terulang kembali?

    Tips Mencegah Kebakaran di Rumah

    Pada 2023 lalu, CEO SobatBangun Taufiq Hidayat, memberikan beberapa tips supaya rumah tidak mudah terbakar, sebagai berikut.

    1. Pilih Material yang Tidak Mudah Terbakar

    Material di sini adalah bahan bangunan di rumah. Jika kamu membeli rumah siap huni, pilih bangunan yang permanen yang materialnya tidak mudah terbakar. Dinding atau fondasi dari batu bata atau batako yang paling di sarankan.

    “Yang tahan api ya bahan-bahan rumahnya kayak temboknya, misalnya dari kayu itu kan gampang terbakar. Tapi kalau dari batu bata atau bata ringan kan bahan itu nggak mudah terbakar,” tuturnya kepada detikcom, Sabtu (12/8/2023) lalu.

    2. Pasang Instalasi Listrik dengan Bantuan Ahli

    Korsleting listrik yang sering menjadi penyebab kebakaran berasal dari kesalahan pada aliran listrik. Maka, saat hendak memasang instalasi listrik sebaiknya dilakukan oleh ahli. Hal ini untuk menghindari adanya korsleting di kemudian hari.

    “(Kalau penyebab kebakaran dari korsleting listrik) ya harus dipastikan instalasi listrik aman dan sesuai kapasitas daya listrik yang akan digunakan di rumah itu,” ujar Taufiq.

    Taufiq juga mengatakan untuk menggunakan kabel sesuai kapasitasnya. Jika daya yang dipakai cukup besar, semakin kompleks jaringan listriknya.

    “(Pastikan) kabel itu tidak melebihi kapasitasnya. Biasanya, kabelnya kecil, tapi dicolokin semua itu daya semua, buat kulkas, tv, rice cooker, itu sampai cabang-cabangnya banyak, sehingga kabel itu panas. Ketika panas itu lapisan penutupnya, karetnya itu bisa kebakar. Kalau kebakar, terus bahan-bahan di sekitarnya gampang kebakar, ya sudah rumah itu rawan kebakaran,” jelasnya.

    3. Siapkan Alat Pemadam Api

    Alat pemadam api ringan atau APAR biasa ditemukan di bangunan umum seperti mal, kantor, stasiun, hingga halte. Ternyata APAR juga dibutuhkan di dalam rumah. Alternatif lainnya kamu bisa stok kain bekas dan karung. Saat melihat api, kamu bisa membasahi keduanya lalu melempar ke sumber api.

    “Satu lagi, kalau bisa harus tersedia alat-alat pemadam api, APAR atau sedia karung, kain (yang mudah menyerap air untuk memadamkan api) yang sewaktu-waktu terjadi timbul api, dari listrik atau kompor (gas) itu bisa langsung diatasi,” pungkasnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Tinggalkan Rumah Saat Mudik, Cabut Peralatan Elektronik


    Jakarta

    Saat hari raya, mudik menjadi momen spesial yang ditunggu. Sebelum meninggalkan rumah dalam waktu yang lama, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan rumah tetap aman serta menghindari risiko pencurian, korsleting listrik, kebakaran, dan hal lain yang tidak diinginkan. Simak beberapa tips meninggalkan rumah saat mudik berikut ini.

    Tips Tinggalkan Rumah Saat Mudik

    Saat meninggalkan rumah untuk mudik sebaiknya cek kembali peralatan elektonik, jaringan listrik dan kabel, sekring, serta keamanan rumah. Begini penjelasannya.


    1. Cabut Peralatan Elektronik

    Dalam laman Instagram PLN Medan Denai, masyarakat disarankan untuk mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan ketika ditinggal mudik. Hindari pemakaian banyak listrik dalam satu stop kontak.

    Senada dengan hal tersebut, mengutip laman Antara, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Syamsul Huda menyarankan untuk mencabut kabel dispenser, kipas angin, mesin air, AC, televisi, charger, hingga kulkas saat mudik. Sebab, perangkat-perangkat tersebut berpotensi menyebabkan korsleting listrik.

    2. Pastikan Tidak Ada Kabel yang Rusak

    Pastikan tidak ada kabel yang rusak atau longgar. Hal ini untuk mencegah risiko kebakaran akibat hubungan arus pendek.

    3. Matikan Lampu

    Dalam kondisi menyala terus menerus, lampu akan menjadi panas termasuk pada bagian komponen elektroniknya. Hal ini juga bisa memicu korsleting listrik.

    Cukup hidupkan lampu penerang seperlunya, seperti lampu teras dan halaman untuk memastikan keamanan rumah. Jika perlu, pasang sensor penerangan agar penggunaan listrik bisa efisien.

    4. Pastikan Listrik tetap Hidup

    Untuk pelanggan prabayar yang mengisi token listrik, pastikan sudah mengisi token agar listrik tetap menyala. Sementara, menurut laman Instagram PLN UP3 Salatiga, untuk pelanggan pascabayar, pastikan sudah melakukan pembayaran listrik sebelum tanggal 20 agar terhindar dari denda dan pemutusan.

    5. Jangan Tinggalkan Barang Berharga di Rumah Sembarangan

    Saat pergi mudik dalam waktu yang cukup lama, jangan meninggalkan barang berharga di rumah sembarangan. Simpan perhiasan, uang atau dokumen penting di tempat yang aman.

    6. Pasang CCTV

    Untuk memastikan keamanan rumah, pasang smart CCTV. Jadi, kamu bisa memantau rumah dari mana saja dengan smartphone. Dengan notifikasi gerak, kamu bisa langsung tahu jika ada aktivitas mencurigakan.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com