Tag: pencegah

  • Muncul Noda Putih Saat Menyentuh Cat Dinding? Begini Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Cat dinding yang berkapur dapat mengotori benda apa pun yang menempel di atasnya. Mulai dari pakaian, tangan, rambut, hingga barang lainnya.

    Pada awalnya tidak ada yang menyadari jika cat dinding tersebut bermasalah. Ketika ada yang menyandarkan badan ke dinding atau hendak meletakkan tangan di dinding, muncul noda berwarna putih pada pakaian dan tangan.

    Sebenarnya dari mana asal kapur tersebut dan bagaimana cara mengatasi cat dinding yang seperti itu?


    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kondisi cat dinding seperti itu disebabkan oleh kesalahan pada saat pengacian hingga pengecatan. Semua yang menempel pada bata tidak sepenuhnya menempel.

    “Yang membuat hal itu terjadi adalah bata itu tidak mengering sempurna pada saat proses plesteran sehingga acian tidak menempel sempurna dengan plesteran. Hal itu berakibat jika acian itu dicat, catnya itu tidak akan menempel sempurna juga pada acian,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025).

    Pengerjaan yang buru-buru dan tidak menunggu hingga semua proses mengering secara sempurna menimbulkan transfer warna dari cat dinding.

    “Jadi setiap proses acian di atas plesteran, cat di atas acian itu, harus ada jeda minimal 2 minggu. Untuk mengering. Jadi proses itu harus terjadi,” jelasnya.

    Lalu, untuk mencegah munculnya kapur atau garam-garam pada permukaannya, dinding juga harus dilapisi dengan cat pencegah munculnya alkali. Pengkristalan garam alkali (efflorescence) adalah bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Penyebabnya biasanya dikarenakan indikasi masuknya kelembapan dan buruknya kualitas udara dalam ruangan tersebut. Hal ini dapat membuat cat mudah rusak.

    Untuk mencegah muncul lapisan alkali adalah dengan memakai cat dasar atau cat primer sebelum mengecat lapisan lainnya. Cat dasar ini biasanya berwarna putih, tetapi saat ini sudah banyak produsen yang menyediakan warna lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

    Cara Mengatasi Dinding yang Berkapur atau Muncul Kristal Alkali

    Denny mengatakan untuk mengatasi muncul kapur atau kristal alkali pada dinding adalah dengan mengupas seluruh lapisan dinding. Kemudian, dilakukan pelapisan ulang. Setiap lapisan harus ditunggu selama 2 minggu sampai dipastikan benar-benar mengering.

    “Cara memperbaikinya adalah harus dikupas, dikasih alkali. Alkali itu harus dikupas. Kalau nggak, percuma. Waktu tunggunya 2 minggu, supaya kelembapannya hilang,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Ngengat Bisa Gerogoti Pakaian di Lemari, Ini Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Pernah menemukan lubang-lubang kecil di pakaian favorit yang disimpan di lemari? Jangan anggap sepele, bisa jadi pakaian itu telah digerogoti oleh ngengat kain. Ngengat kai itu hama kecil yang gemar merusak serat tekstil, terutama jenis bahan dari hewan seperti wol, bulu, dan kasmir.

    Apa Itu Ngengat Kain dan Mengapa Bisa Merusak Pakaian?

    Meski tidak semua ngengat merusak pakaian (sebagian besar justru memakan tanaman), jenis ngengat tekstil adalah pengecualian. Menurut laporan dari The New York Times, ngengat kain dewasa berukuran sekitar 1 cm dengan warna kuning keabu-abuan. Mereka bertelur di tempat gelap, lembap, dan hangat-seperti tumpukan pakaian kotor, terutama yang mengandung noda makanan dan keringat.

    Yang merusak pakaian sebenarnya adalah larva ngengat. Larva ini sangat kecil, dilindungi lapisan perekat, dan kerap meninggalkan jaring halus seperti ingus kering di sekitar area yang mereka tempati. Mereka sangat menyukai serat alami Seperti wol, kasmir dan bulu halus (angora, alpaka, dsb.).


    Tanda-Tanda Lemari Diserang Ngengat

    • Terdapat lubang kecil acak di pakaian
    • Jaring halus seperti sarang laba-laba
    • Bau apek di lemari atau pakaian
    • Pakaian terasa rapuh saat disentuh

    Tips Efektif Mengusir dan Mencegah Ngengat Kain

    Untuk menghindari adanya hewan pengganggu pakaian ini, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuang pakaian yang sudah rusak parah yang tidak bisa diperbaiki lagi. Tidak peduli jika itu adalah pakaian kesayangan karena bisa jadi dihinggapi ngengat.

    Kemudian, bersihkan lemari secara menyeluruh. Ngengat kain dan larvanya sangat menyukai sudut dan celah yang gelap. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan lemari untuk mencegah timbulnya sarang ngengat.

    Cara lain yang juga unik adalah panaskan atau dinginkan pakaian wol. Namun, pastikan pakaian wol tidak memiliki manik-manik atau plastik. Panaskan pakaian wol di dalam oven atau dinginkan pakaian wol di dalam freezer.

    Selain itu, bisa juga lindungi pakaian dengan kantong pakaian plastik yang tertutup rapat. Namun, penyimpanan kedap udara ini harus dibarengi dengan lemari yang harus sering dibuka juga. Membuka tutup lemari dapat mencegah ngengat berkeliaran karena mereka tidak menyukai cahaya dan gerakan.

    Produk pengharum lemari juga bisa mengusir ngengat asal terbuat dari bahan kayu cedar atau minyak cedar. Mengutip dari situs Good House Keeping, minyak cedar merupakan bahan pencegah yang paling umum digunakan dan tahan lama. Jika tidak suka aroma minyak cedar, bisa diganti dengan aroma lavender, cendana, atau eukaliptus.

    Dari semua yang telah disebutkan, hal terpenting adalah mencuci pakaian dengan bersih dan mengeringkannya hingga optimal. Jangan biarkan ada pakaian yang belum kering sepenuhnya karena dapat membuat lemari menjadi lembap. Pastikan lemari memiliki ventilasi agar sirkulasi udara berjalan dengan baik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ular Suka Masuk Rumah Habis Hujan-Banjir, Bagaimana Cara Cegahnya?


    Jakarta

    Kejadian ular masuk rumah kerap terdengar, terutama setelah hujan atau banjir. Ular memang kerap berpindah habitat saat musim hujan, setelah banjir, ataupun badai.

    Mereka sebenarnya mencari tempat berlindung yang hangat dan terdapat sumber makanan. Nah, rumah pun menjadi tempat alternatif bagi ular tersebut.

    Pemilik rumah patut waspada dengan kedatangan ular. Reptil ini bisa menggigit, mencekik, bahkan memakan penghuni rumah.


    Bagaimana cara mencegah ular masuk rumah usai hujan atau banjir? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Cegah Ular Masuk Rumah Usai Hujan & Banjir

    Inilah beberapa tips untuk menghalau ular masuk rumah setelah hujan atau banjir, dikutip dari Critter Guard, Senin (7/7/2025).

    1. Tutup Retakan dan Lubang di Rumah

    Pastikan bangunan rumah tidak ada retakan atau lubang. Ular bisa masuk rumah melalui celah-celah pintu, teras kayu, lubang saluran air, hingga atap. Jika menemukan celah tersebut, segera tutup agar tidak menjadi akses buat ular masuk rumah.

    2. Tutup Pintu dan Jendela Rumah

    Ular dapat merayap masuk rumah melalui pintu dan jendela yang terbuka. Perhatikan bukaan tersebut agar tidak dimasuki ular. Kalau pintu atau jendela terbuka supaya udara masuk, sebaiknya membeli kasa sebagai penghalang ular.

    3. Rapikan Halaman Luar

    Ular suka bersembunyi di tumpukan kayu, puing-puing, dan dedaunan. Pemilik rumah perlu merapikan halaman luar dan memotong rumput agar ular tidak dapat bersembunyi dekat rumah.

    4. Pastikan Rumah Bebas Pengerat dan Serangga

    Kemudian, pastikan rumah bebas dari hama seperti tikus dan serangga, terutama setelah badai besar menerjang rumah. Pasalnya, tikus merupakan makanan ular.

    5. Pakai Produk Pengusir Ular

    Usir ular dari rumah menggunakan berbagai produk pencegah dan penghalang ular masuk rumah. Salah satunya ada yang berupa obat kimia yang bisa ditemukan di toko perkakas.

    Itulah beberapa tips mencegah ular masuk rumah usai hujan dan banjir melanda. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Trik Ajaib Aluminium Foil di Rumah, Bisa Bikin Gunting Tajam Lagi!



    Jakarta

    Aluminium foil adalah kertas khusus yang dibuat sebagai pembungkus makanan. Selain itu, aluminium foil juga bisa sebagai alas penyimpan makanan agar awet. Namun, tidak hanya untuk makanan, aluminium foil juga bisa dimanfaatkan dengan cara yang berbeda, loh.

    Dikutip dari situs The Spruce, ada cara mudah memanfaatkan aluminium foil untuk berkebun, mengecat, atau bahkan membersihkan perabotan.

    Mencuci Panci

    Panci dan wajan kotor memang perlu penggosokan secara ekstra agar dapat menghilangkan noda mengendap yang membandel. Namun, hal itu bisa diatasi dengan aluminium foil.


    Pakar Pembersihan Rumah Tangga Petya Holevich, merekomendasikan menggunakan selembar aluminium foil. Caranya ambil selembar aluminium foil lalu diremas menjadi berbentuk bola. Tambahkan sabun cuci piring dan air ke panci atau wajan lalu gosok seperti memakai spons.

    Mengasah Gunting

    Jika di rumah ada gunting yang sudah tumpul, jangan langsung dibuang. Holevich menyarankan asah gunting menggunakan aluminium foil. Caranya lipat selembar aluminium foil lalu potong-potong menggunakan gunting. Hal ini dapat membantu menajamkan bilah gunting.

    Membersihkan Sendok dan Garpu

    Sendok dan garpu berbahan stainless steel atau perak bisa dibersihkan dengan aluminium foil. Holevich memberikan langkah-langkahnya, yaitu lapisi sebuah wadah dengan aluminium foil, lalu letakkan sendok dan garpu atau peralatan makan lainnya. Masukkan air mendidih beserta garam atau soda kue. Maka, noda-noda dari sendok atau garpu akan berpindah ke aluminium foil. Selain itu, dapat membuat peralatan tersebut menjadi lebih berkilau.

    Pencegah Karat

    Beberapa benda di rumah ada yang terbuat dari besi atau bahan berkarat, misalnya peralatan berkebun. Agar tidak cepat berkarat, bungkus dan lapisi gagang pada peralatan tersebut dengan aluminium foil. Hal ini akan menjaga perlatan dari kelembapan.

    Pembatas Cat

    Aluminium foil dapat membantu agar proses mengecat rumah bisa jadi lebih rapi. Misalnya, membungkus gagang pintu atau benda-benda lain agar tidak terciprat noda cat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Berjamur dan Lembap Jangan Asal Dicat Ulang, Begini Solusinya



    Jakarta

    Memasuki musim hujan masalah yang kerap ditemui di rumah adalah dinding lembap. Tandanya adalah muncul noda-noda putih hingga hitam di beberapa area. Selain itu, jika dipegang, dinding akan terasa seperti berkapur.

    Apabila sudah seperti ini, apa solusinya dengan pengecatan ulang?

    Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya menjelaskan dinding yang sudah berjamur karena lembap atau bocor memang harus dicat ulang. Namun, pengecatan ulang bukan cara untuk mengatasi jamur tersebut.


    Pemilik rumah harus mengatasi kebocoran atau celah-celah di mana udara dan air masuk ke dinding. Mengutip BBC, salah satu penyebab dinding berjamur adalah terjadinya kondensasi atau pengembunan. Hal ini merupakan fenomena alami terjadi. Biasanya disebabkan adanya perbedaan suhu pada dinding dengan lingkungan sekitarnya. Namun, risikonya memang tidak baik untuk tampilan ruangan dan kesehatan penghuninya.

    “Kita perbaikin dulu, kenapa dia berjamur temboknya ya kalau dia berjamur, ya mau nggak mau, kalau mau hasilnya maksimal, harus dikerok dulu,” kata Rahman saat ditemui detikcom di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).

    Setelah cat lama dihapus atau dibersihkan hingga hanya tersisa dinding acian, ambil cairan khusus untuk mencegah jamur tumbuh di dinding. Lalu, pakai cat dasar yang mengandung alkali killer atau pencegah pertumbuhan garam alkali. Tunggu selama 1-2 jam hingga mengering.

    Apabila sudah kering, bisa pasang top coat sebanyak 2 lapis. Setiap lapisan harus ditunggu selama 1-2 jam hingga mengering.

    Rahman mengatakan dinding yang rentan muncul jamur berada di tempat yang lembap seperti kamar mandi. Bisa juga di rumah tua, dapur, dan sekitar jendela rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ruangan Lembap Bikin Cat Dinding Terkelupas, Begini Cara Mudah Perbaikinya



    Jakarta

    Cat dinding dapat mempengaruhi keindahan sebuah rumah. Kondisi cat yang mulus beserta warna yang tepat bisa membuat rumah terlihat estetik.

    Berbeda halnya kalau cat dinding terkelupas, rumah dapat terkesan kotor dan usang. Kalau seperti ini, penghuni perlu mengecat ulang dinding.

    Namun, apa yang menyebabkan cat dinding mengelupas dan bagaimana cara perbaikinya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Cat Dinding Terkelupas

    Inilah beberapa faktor yang dapat membuat cat dinding mengelupas.

    1. Ruangan Lembap

    Dilansir dari Homes and Gardens, tukang cat profesional, Andre Kazimierski menjelaskan, salah satu penyebab cat mengelupas adalah ruangan yang terlalu lembap. Kelembapan dapat merusak cat secara perlahan.

    “Kamu dapat menghindarinya dengan menggunakan langkah-langkah persiapan yang tepat dan memilih hasil akhir dan kualitas cat yang tepat untuk area tersebut, misalnya menggunakan cat pencegah jamur di area lembap seperti dapur dan kamar mandi,” ujar Kazimierski dikutip dari Homes and Gardens, Minggu (13/7/2025).

    2. Cat Tidak Menempel pada Dinding

    Kemudian, biasanya cat terkelupas karena tidak menempel pada dinding dengan benar. Kondisi tersebut bisa terjadi sejak awal pengecatan tembok.

    “Ini terjadi saat kamu mengecat permukaan yang kotor atau basah atau bahkan dengan mengecat permukaan saat suhunya terlalu panas atau dingin,” katanya.

    Cara Perbaiki Cat Tembok Terkelupas

    Pendiri Hometown Painting Oklahoma, Matthew Stone mengatakan, mengecat ulang tembok rumah mungkin terkesan mudah. Namun, sebenarnya teknik mengecat yang kurang tepat membuat cat cepat mengelupas. Berikut ini cara mengecat ulang cat yang terkelupas.

    1. Bersihkan Cat yang Terkelupas

    Pertama, bersihkan dinding dari sisa cat yang mengelupas agar permukaan halus. Penghuni rumah bisa membersihkan cat menggunakan alat pengikis.

    2. Amplas Bagian Dinding yang Kasar

    Penghuni rumah bisa mengamplas dinding untuk mendapat permukaan yang halus. Bersihkan dinding menggunakan air hangat dan sabun, lalu biarkan mengering.

    3. Oleskan Primer Berkualitas

    Selanjutnya, oleskan cat dasar atau primer berkualitas sebelum mengecat tembok. Langkah ini membuat permukaan dinding lebih halus dan menghalangi jamur dan kelembapan.

    4. Cat Ulang Dinding yang Terkelupas

    Terakhir, cat ulang dinding menggunakan warna dan merek cat yang sudah ada pada tembok. Hal ini bermaksud agar warna cat baru tetap sama dengan yang sudah ada.

    Itulah langkah-langkah untuk memperbaiki cat dinding yang mengelupas. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Usir Ngengat Kain Biar Baju di Lemari Nggak Digerogotin!



    Jakarta

    Sering menemukan lubang-lubang kecil pada pakaian? Bisa jadi itu tanda pakaian digigit oleh ngengat. Walau ada serangga lain yang bisa jadi pelakunya, yakni kumbang karpet, tetapi ia lebih mudah dibasmi daripada ngengat.

    Namun, tidak semua ngengat dapat menggerogoti pakaian karena sebetulnya mereka makan tanaman. Jadi, yang menggerogoti pakaian hanyalah ngengat kain atau clothes moth.

    Dilansir dari situs NY Times, ngengat kain berukuran sekitar 1 cm dan memiliki warna kuning atau keabu-abuan. Ngengat kain akan mencari tempat yang gelap, hangat, dan lembap untuk bertelur, seperti pakaian kotor apalagi jika ada noda keringat dan noda makanan.


    Larva ngengat berukuran sangat kecil dan tertutup oleh lapisan perekat. Larva-larva ini yang akan memakan kain. Mereka juga sangat menyukai serat yang berasal dari hewan, seperti wol, bulu halus, dan kasmir. Salah satu mengetahui adanya larva ngengat kain yaitu terdapat jaring seperti ingus kering.

    Hal yang Harus Dilakukan Jika Ada Ngengat Kain di Lemari

    Untuk menghindari adanya hewan pengganggu pakaian ini, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuang pakaian yang sudah rusak parah yang tidak bisa diperbaiki lagi. Tidak peduli jika itu adalah pakaian kesayangan karena bisa jadi dihinggapi ngengat.

    Kemudian, bersihkan lemari secara menyeluruh. Ngengat kain dan larvanya sangat menyukai sudut dan celah yang gelap. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan lemari untuk mencegah timbulnya sarang ngengat.

    Cara lain yang juga unik adalah panaskan atau dinginkan pakaian wol. Namun, pastikan pakaian wol tidak memiliki manik-manik atau plastik. Panaskan pakaian wol di dalam oven atau dinginkan pakaian wol di dalam freezer.

    Selain itu, bisa juga lindungi pakaian dengan kantong pakaian plastik yang tertutup rapat. Namun, penyimpanan kedap udara ini harus dibarengi dengan lemari yang harus sering dibuka juga. Membuka tutup lemari dapat mencegah ngengat berkeliaran karena mereka tidak menyukai cahaya dan gerakan.

    Produk pengharum lemari juga bisa mengusir ngengat asal terbuat dari bahan kayu cedar atau minyak cedar. Dikutip dari situs Good House Keeping, minyak cedar merupakan bahan pencegah yang paling umum digunakan dan tahan lama. Jika tidak suka aroma minyak cedar, bisa diganti dengan aroma lavender, cendana, atau eukaliptus.

    Dari semua yang telah disebutkan, hal terpenting adalah mencuci pakaian dengan bersih dan mengeringkannya. Jangan biarkan ada pakaian yang belum kering sepenuhnya karena dapat membuat lemari menjadi lembap. Pastikan lemari memiliki ventilasi agar sirkulasi udara berjalan dengan baik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini 5 Cara Ampuh Bikin Ular Ogah Masuk Rumah


    Jakarta

    Berbagai hewan bisa masuk ke dalam rumah, termasuk ular. Kehadiran ular bikin penghuni rumah ngeri karena bentuknya menyeramkan serta berpotensi membahayakan manusia.

    Nah, sebaiknya penghuni rumah melindungi rumah agar tidak dimasuki ular. Caranya dengan menutup akses masuk dan menyingkirkan hal-hal yang menarik ular masuk rumah.

    Bagaimana cara bikin ular ogah masuk rumah? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Cegah Ular Masuk Rumah

    Inilah beberapa langkah untuk melindungi rumah dari ular, dikutip dari Critter Guard.

    1. Tutup Pintu dan Jendela

    Ular bisa masuk rumah melalui bukaan seperti pintu dan jendela yang terbuka. Untuk itu, perhatikan bukaan tersebut supaya nggak dimasuki ular. Jika suka membuka jendela dan pintu untuk sirkulasi udara, penghuni bisa memasang kasa sebagai penghalang ular.

    2. Tutup Retakan dan Lubang

    Selain itu, terkadang ada retakan, celah, atau lubang pada bangunan rumah. Ular dapat menyelinap masuk melalui celah pintu, lubang saluran air, hingga atap. Sebaiknya segera tutup celah-celah tersebut agar tidak ada akses masuk bagi ular.

    3. Basmi Tikus dan Serangga

    Ular biasanya mencari sumber makanan di dalam rumah. Oleh karena itu, pastikan rumah bebas dari hama dan serangga yang merupakan mangsa ular. Salah satu makanan favorit ular adalah tikus.

    4. Rapikan Halaman Rumah

    Kemudian, ular kerap bersembunyi di tumpukan kayu, puing-puing, dan dedaunan di pekarangan rumah. Penghuni perlu merapikan dan memotong rumput halaman agar tidak ada tempat persembunyian ular di sekitar rumah.

    5. Pakai Produk Pengusir Ular

    Manfaatkan produk pencegah dan penghalang ular dengan mengaplikasikannya di sekitar rumah. Penghuni dapat mencari pengusir ular berupa obat yang tersedia di toko perkakas.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah ular dekati rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Musim Hujan Bikin Banyak Nyamuk, Begini Cara Alami Mengusirnya


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, tantangannya bukan hanya banjir, melainkan bakal banyak muncul nyamuk di rumah. Apabila tidak ada pencegahan, setiap malam dipastikan kita susah tidur karena hewan kecil ini sering aktif di malam hari.

    Nyamuk dikenal lebih senang muncul saat musim hujan. Alasannya sederhana, menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam laman resminya hal ini dikarenakan musim hujan menghasilkan banyak genangan air yang cocok untuk mereka berkembangbiak.

    Kemudian, nyamuk akan mencari manusia untuk mendapatkan makanan dengan cara menghisap darah. Siklus ini sebenarnya tidak berbahaya paling kita hanya gatal-gatal, tetapi ada jenis nyamuk yang bisa mengancam nyawa apabila sudah menggigit, yakni nyamuk Aedes aegypti karena dapat menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).


    Cara Mengusir Nyamuk

    Dilansir The Kitchen berikut beberapa bahan yang bisa mengusir nyamuk.

    1. Jangan Ada Genangan di Halaman

    Cara paling efektif untuk menghentikan perkembangbiakan nyamuk adalah membersihkan segala genangan air di halaman. Tidak hanya itu, bersihkan juga area yang lembap seperti rumput yang terlalu panjang dan sampah daun kering basah dari halaman. Tempat seperti itu disukai oleh nyamuk.

    2. Tanam Tanaman Pengusir Nyamuk

    Cara selanjutnya adalah memasang ‘pagar’ pencegah nyamuk mendekat dengan tanaman. Kita bisa mengecohkan nyamuk dengan menanam tanaman yang memiliki aroma yang tidak disukai oleh hewan tersebut, seperti marigold, lavender, peppermint, serai, rosemary, dan bawang putih.

    3. Pakai Lemon dan Cengkeh

    Perangkap selanjutnya adalah memakai bahan alami seperti potongan lemon yang tipis dan cengkeh. Kedua bahan alami ini memiliki aroma yang kuat dan cukup bertahan lama. Saat ingin meletakkan keduanya letakkan di tempat terbuka, terutama di area yang banyak nyamuk.

    4. Gunakan Cuka Apel

    Coba juga menggunakan cuka apel karena cairan ini memiliki yang menyengat. Caranya campurkan cuka apel dengan beberapa tetes minyak serai. Lalu semprotkan ke sekeliling rumah.

    5. Air Bawang Putih

    Bawang putih memiliki beragam khasiat, salah satunya adalah bisa mengusir nyamuk. Caranya cincang bawang putih. Kemudian siram dengan satu sendok minyak mineral. Diamkan seharian hingga meresap sempurna.

    Saring bawang putih, lalu tambahkan ke botol semprot yang telah diisi air, setelah itu semprotkan cairan ke luar ruangan guna membuat penghalang agar nyamuk tidak masuk ke dalam.

    6. Minyak Atsiri

    Jika memiliki minyak esensial, pakai cairan tersebut untuk mengusir nyamuk. Tambahkan beberapa tetes minyak yang berbau tajam seperti lavender atau peppermint.

    Masukkan ke dalam botol semprot yang telah diisi air, kemudian semprotkan secara menyeluruh di dapur dan area luar yang terdapat banyak nyamuk.

    7. Kamper

    Tambahan, dilansir Architectural Digest India, kamper atau camphor mampu menghilangkan bau yang menyengat. Bahkan ini juga ampuh mengusir nyamuk secara efektif. Taruh kamper di mangkok yang berisi air dan ganti airnya setiap 2-3 hari.

    Itulah beberapa cara mengusir nyamuk dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Aman Nggak Sih Menyalakan Lampu Teras 24 Jam Saat Rumah Kosong?



    Jakarta

    Sering kita lihat rumah-rumah kosong yang ditinggal penghuninya liburan hanya diterangi lampu pada bagian depan. Lampu tersebut bisa menyala lebih dari 24 jam.

    Pada malam hari, rumah tersebut terlihat sama seperti rumah berpenghuni karena lampu halamannya menyala. Namun, pada siang hari tetangga atau orang yang lewat di depan rumahnya akan sadar bahwa rumah tersebut kosong karena lampu depan terus menyala tanpa ada aktivitas.

    Pada awalnya orang berpikir ini adalah cara efektif untuk mengamankan rumah saat ditinggal pergi. Sebab, secara tak langsung tetangga mengetahui rumah tersebut kosong. Namun, bagi orang yang berniat mencuri, mereka mendapat sinyal bahwa ada kesempatan untuk menjarah rumah tersebut.


    Lantas, apakah masih relevan untuk terus menghidupkan lampu depan 24 jam saat pergi liburan?

    Dilansir dari Better Homes and Gardens, pakar keamanan Brinks Home Sara Harshbarger mengatakan menghidupkan lampu bagian luar tanpa dimatikan bukan keputusan yang tepat. Sebab, hal tersebut tidak memberikan keamanan pada rumah, melainkan dapat menarik perhatian pencuri untuk datang.

    “Jika pencahayaan luar ruangan adalah satu-satunya langkah keamanan yang ada, hal itu justru dapat tidak memberikan rasa aman bagi pemilik rumah,” jelasnya.

    Selain itu, menghidupkan lampu lebih dari 24 jam tanpa dimatikan adalah tindakan pemborosan listrik dan menyebabkan polusi cahaya.

    Sara menegaskan menyalakan lampu bagian depan ketika sedang tidak berada di rumah seharusnya berfungsi sebagai penerangan terutama bagian halaman dan jalanan di depan dan keamanan. Namun, apabila lampu tersebut menyala 24 jam bahkan saat matahari terang, fungsinya tak lagi tepat.

    Tips Menyalakan Lampu Depan Rumah yang Tepat

    Cara yang tepat untuk menyalakan lampu depan ketika sedang tidak ada di rumah adalah memakai lampu yang bisa hidup dan mati secara otomatis. Penghuni rumah bisa memilih lampu yang dilengkapi dengan sensor gerak, cahaya, atau yang memiliki penjadwalan waktu mati dan menyala.

    Lampu sensor gerak dapat mengejutkan calon penyusup sekaligus mengatasi potensi polusi cahaya atau masalah konsumsi energi. Lampu yang menyala sesuai jadwal juga akan menghindari rumah dari penyusupan.

    “Sistem pencahayaan pintar yang menggunakan pengatur waktu menawarkan solusi hebat lainnya. Sistem ini menghemat energi sekaligus menciptakan kesan seolah-olah ada orang di rumah, yang dapat menjadi pencegah yang kuat,” terangnya.

    Jika tidak bisa memasang lampu pintar yang bisa menyala dan hidup melalui sensor, pakai bohlam LED yang hemat energi.

    Itulah cara memasang lampu bagian depan yang tepat agar tidak mengundang pencuri. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com