Tag: pencegahan

  • 6 Langkah Efektif Membasmi Serangga di Kamar Mandi



    Jakarta

    Kamar mandi sering menjadi tempat munculnya berbagai serangga seperti kecoa, laba-laba, dan kelabang. Sehingga membuat ketidaknyamanan dan ketakutan saat sedang menggunakan kamar mandi.

    Permasalahan ini menjadi lebih serius apabila hewan yang berbahaya juga ikut masuk ke dalam kamar mandi melalui saluran pembuangan. Banyak faktor yang menyebabkan serangga-serangga ini sampai membuat sarang di kamar mandi kamu, sehingga membuat ketidaknyamanan dan ketakutan saat sedang menggunakan kamar mandi.

    Melansir balconygardenweb, Rabu (11/09/2024), berikut cara mengatasi dan mencegah serangga untuk bersarang di kamar mandi kamu.


    1. Identifikasi Serangga Sebelum Mengambil Tindakan

    Mengidentifikasi serangga merupakan langkah awal untuk mengetahui tindakan apa yang akan dilakukan. Dengan mengetahui jenisnya, dapat membantu hal apa yang harus dilakukan.

    Jenis serangga juga bermacam-macam, apabila menemukan serangga yang cukup berbahaya segera panggil yang sudah profesional dalam hal ini.

    2. Bersihkan Secara Menyeluruh

    Membersihkan kamar mandi dengan menyeluruh hingga detail kecil yang berisiko menjadi sarang untuk serangga. Kamar mandi yang bersih menjauhkan serangga untuk membuat sarang di kamar mandi kamu.

    Dalam hal ini, penting untuk melihat detail kecil seperti sisa sabun, rambut, kotoran yang menumpuk, karena bisa menjadi sumber makanan untuk serangga.

    3. Atasi Kelembapan di Kamar Mandi

    Kelembaban bisa dirasakan apakah kamar mandi kamu pengap dan bau. Periksa bagian ventilasi udara apakah berfungsi dengan normal atau tidak.

    Serangga kecil sangat tertarik dengan area yang memiliki kelembaban, sehingga banyaknya sarang yang menjadi tempat tinggal mereka.

    4. Periksa Titik Masuk

    Titik masuk serangga seringkali menjadi hal yang banyak dilupakan. Faktor serangga bisa masuk ke kamar mandi, karena saluran air yang tidak tertutup rapat sehingga menjadi jalan untuk serangga masuk.

    Lihat juga celah berlubang yang memungkinkan serangga kecil untuk masuk, lalu tutup celah dengan dempul untuk mencegah serangga masuk.

    5. Gunakan Pengharum dan Pembasmi Serangga

    Untuk mencegah serangga masuk ke kamar mandi, gunakan pengharum ruangan agar kamar mandi menjadi lebih wangi.

    Gunakan juga pembasmi serangga untuk yang sudah masuk, sehingga tidak dapat membuat sarang dan menjadikan kamar mandi kamu tempat tinggal mereka.

    6. Lakukan Inspeksi Rutin

    Serangga sering muncul tanpa disadari, dengan upaya yang sudah dilakukan tidak dapat memastikan serangga untuk datang kembali. Lakukan cek rutin pada kamar mandi, agar mencegah serangga untuk bersarang di kamar mandi kamu.

    Membasmi serangga di kamar mandi memerlukan kombinasi antara kebersihan dan penggunaan alat atau bahan pembasmi serangga. Pastikan untuk melakukan pencegahan dengan menjaga kamar mandi tetap bersih dan kering serta bebas di genangan air.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Penyebab Lantai Keramik Meledak dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Lantai keramik yang meledak bisa menjadi masalah yang meresahkan pemilik rumah. Biasanya lantai keramik pada awalnya akan menggelembung dan terangkat.

    Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti air yang merembes masuk hingga pemasangan yang kurang teliti. Ketahui berbagai penyebab lantai keramik meledak berikut ini.

    10 Penyebab Lantai Keramik Meledak

    Penyebab lantai keramik meledak penting untuk diketahui oleh pemilik rumah. Mengutip laman Medium, Ultrarechcement, serta situs jual bahan bangunan, berikut beberapa penyebabnya.


    1. Air Merembes Masuk

    Saat air merembes melalui retakan atau garis nat yang tidak tertutup dengan baik, air bisa mencapai perekat atau mortar di bawah ubin. Seiring waktu, air bisa melemahkan perekatan dan menyebabkan ubin terlepas atau meledak.

    2. Paparan Sinar Matahari

    Keramik atau ubin yang dipasang di luar ruangan, terutama di bawah sinar matahari langsung rentan terhadap perubahan suhu yang signifikan.

    Pemuaian dan penyusutan yang terus menerus akibat paparan sinar matahari bisa melemahkan struktur keramik.

    3. Bahan Perekat Berkualitas Buruk

    Salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih bahan perekat untuk memasang keramik adalah kualitasnya.

    Apabila bahan perekatnya berkualitas buruk, maka keramik tidak bisa membentuk ikatan yang kuat dan rapat.

    Jadi, jika terjadi perubahan kondisi lingkungan, seperti perubahan suhu atau kelembaban, cengkeraman bahan pengikat ubin akan mengendur. Hal tersebut membuat ubin rusak atau melengkung.

    4. Keramik Sudah Tua

    Keramik atau ubin yang sudah lama cenderung menjadi getas, karena kehilangan fleksibilitas dan kemampuannya dalam menahan perubahan suhu. Sehingga, penggunaan keramik lama meningkatkan kemungkinan untuk meledak.

    5. Terdapat Rongga

    Rongga di bawah keramik yang terisi angin akan memuai ketika temperatur meningkat di musim panas.

    Pemuaian dalam rongga sebab angin yang terperangkap di bawah ubin akan mendorong keramik terlepas dari tanah.

    6. Cacat Produksi

    Penyebab keramik meledak selanjutnya adalah kecacatan pada keramik itu sendiri.

    Keramik dengan cacat bawaan seperti gelembung udara atau ketebalan yang tidak rata rentan terhadap kerusakan.

    7. Ada Beban Berlebih di Atas Keramik

    Adanya beban berlebih di atas permukaan keramik juga bisa membuatnya meledak. Mungkin, ada lemari yang berat atau benda lain diletakkan di atas keramik dalam waktu yang lama.

    8. Pemasangan yang Kurang Teliti

    Penyebab selanjutnya yaitu pemasangan keramik yang kurang teliti. Misalnya, kualitas semen yang digunakan buruk, komposisi adukan tidak tepat, hingga proses pengeringan yang terburu-buru.

    9. Pernah Terendam Air

    Lantai keramik yang pernah terendam air seperti kebanjiran ketika musim hujan.

    Saat merembes ke sela-sela keramik, air menyebabkan turunnya permukaan tanah di bawah keramik, sehingga semen perekatnya lepas.

    10. Permukaan Lantai yang Tidak Rata

    Faktor selanjutnya adalah permukaan lantai yang tidak rata. Kondisi ini akan menciptakan titik-titik tekanan yang tidak merata pada lapisan keramik. Hal tersebut membuat keramik tidak stabil dan rentan pecah.

    Cara Mencegah Lantai Keramik Meledak

    Saat lantai keramik menggelembung, kamu harus waspada. Sebab, bisa jadi hal ini menjadi pertanda lantai akan meledak. Untuk mencegahnya meledak, lakukan pencegahan ini.

    1. Periksa Nat Keramik

    Pertama, periksa kondisi nat keramik, khususnya jika area tersebut pernah terendam banjir atau pernah mengalami gempa. Jika sudah habis atau renggang, segera isi dengan semen yang baru.

    2. Periksa Kondisi Permukaan Lantai

    Perhatikan lantai keramik, apakah masih rata atau ada gejala menggelembung. Jika sudah menggelembung, segera bongkar dan ganti dengan yang baru

    3. Periksa Apakah Ada Rongga di Bawah Keramik

    Ketuk perlahan permukaan keramik, apakah ada rongga yang berisi udara di bawahnya. Jika iya, bongkar dan ganti dengan keramik baru.

    4. Pastikan Permukaan Lantai Rata

    Permukaan lantai yang rata bisa mengurangi risiko keramik meledak. Jika perlu, gunakan perataan atau perbaikan pada permukaan lantai demi memastikan kestabilan dan keamanan keramik.

    5. Pilih Keramik Berkualitas Baik

    Jika seluruh lantai keramik harus diganti, pilih keramik yang berkualitas baik, semen perekat yang tepat, serta tukang yang berpengalaman.

    Itulah 10 penyebab keramik meledak dan cara mencegahnya. Semoga artikel ini membantumu ya.

    (inf/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisa Pakai Tanaman, Ini Cara Efektif Usir Nyamuk



    Jakarta

    Nyamuk bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat membawa berbagai penyakit berbahaya. Oleh karena itu, mengatasi masalah nyamuk secara efektif sangat penting, terutama di daerah yang rawan serangan serangga ini.

    Simak panduan ini yang akan membahas berbagai metode profesional untuk mengusir nyamuk, mulai dari teknik pencegahan hingga solusi pengendalian yang lebih canggih. Dengan informasi ini, kamu dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman di rumah atau tempat kerja kamu.

    Musnahkan Sarangnya

    Melansir The Spruce, salah satu cara paling efektif untuk mengusir nyamuk adalah dengan mencegah mereka mendekat sejak awal. Ini bisa dilakukan dengan menghilangkan tempat berkembang biak nyamuk, baik yang alami maupun buatan.


    Habitat yang disukai nyamuk meliputi rumput tinggi, genangan air baik besar maupun kecil, tumpukan daun, dan kayu gelondongan yang membusuk. Meskipun kamu mungkin tidak dapat melakukan banyak hal terhadap kolam di halaman belakang, penting untuk memangkas rumput dan tidak membiarkan tumpukan sampah menumpuk terlalu lama.

    Selain itu, nyamuk juga dapat bersarang di benda-benda yang kamu tinggalkan di luar, terutama jika benda-benda tersebut dapat menampung air. Barang-barang seperti kolam bayi, ember, dan kaleng penyiram bisa terisi air seiring waktu dan menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk.

    Oleh karena itu, tutuplah benda-benda tersebut atau simpan di dalam rumah untuk mencegahnya.

    Tanaman Pengusir Nyamuk

    Jika kamu memiliki bakat berkebun, pertimbangkan untuk menambahkan beberapa tanaman pengusir nyamuk ke halaman belakang rumah kamu. Banyak dari tanaman ini adalah herba yang dapat mengusir nyamuk berkat aromanya yang kuat.

    Beberapa pilihan tanaman yang dapat kamu tanam di kebun antara lain serai, balsem lebah, kemangi, catnip, peppermint, bunga mawar, bunga lavender, bawang putih, sage, dan allium termasuk bawang putih dan bawang bombai.

    Pakailah Obat Nyamuk

    Salah satu cara paling efektif untuk mengusir nyamuk adalah dengan menggunakan obat nyamuk. Obat nyamuk yang paling ampuh biasanya mengandung bahan seperti DEET atau Picaridin, dan dapat memberikan perlindungan hingga delapan jam.

    Jika kamu lebih memilih produk dengan kandungan bahan kimia yang lebih sedikit, carilah pengusir nyamuk berbahan dasar minyak esensial. Namun, perlu diingat bahwa produk ini mungkin tidak seefektif dalam memberikan perlindungan.

    Untuk mengusir nyamuk dari area yang lebih luas, kamu bisa mencoba menggunakan pengusir nyamuk khusus untuk teras atau dek, seperti lilin atau lentera serai, atau perangkat pengusir nyamuk bertenaga baterai seperti yang diproduksi oleh Thermacell.

    Letakkan Perangkap Nyamuk

    Perangkap nyamuk merupakan metode sederhana lainnya untuk mengatasi masalah nyamuk. Meskipun kamu mungkin perlu mengunjungi toko untuk membeli perangkap tersebut, setelah dipasang, alat ini akan segera berfungsi untuk menurunkan jumlah nyamuk di area halaman kamu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 5 Langkah Persiapan Rumah buat Hadapi Hujan Deras



    Jakarta

    Hujan deras belakangan ini terjadi di banyak wilayah di Indonesia. Dibutuhkan persiapan yang matang untuk mengamankan rumah di saat musim hujan datang. Apalagi untuk menghadapi hujan besar disertai angin yang bisa menimbulkan kerusakan.

    Tanpa tindakan pencegahan yang tepat, hujan deras dapat menimbulkan kebocoran melalui atap, meluap ke talang air, membanjiri halaman, dan bisa merembes melalui pondasi atau dinding rumah.

    Melansir Better Homes & Gardens, Kamis (7/11/2024), berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan rumah sebelum hujan lebat.


    Bersihkan Sistem Talang Air

    Sistem talang air mengumpulkan dan mengarahkan air hujan dari atap rumah ke area drainase yang tepat di luar rumah.

    Jika talang air atau pipa pembuangan tersumbat, hujan deras dapat dengan cepat terkumpul dan meluap di bawah atap, ke rongga atap, dan bahkan bisa merembes melalui dinding rumah.

    Sebelum hujan melanda, pastikan untuk memeriksa talang dan pipa pembuangan. Bersihkan ranting, daun, atau sampah lain yang terkumpul. Lalu bersihkan dengan menyiram talang air untuk memastikan bersih dan tidak ada kebocoran.

    Periksa Atap Rumah

    Pemeriksaan atap sebaiknya dilakukan setahun sekali atau setelah hujan deras. Tujuan pemeriksaan adalah untuk mencari kerusakan, melakukan perbaikan, dan mengganti genteng atau sirap yang rusak atau bergeser.

    Simpan Furniture dan Peralatan Luar Ruangan

    Meskipun beberapa furniture luar ruangan dibuat untuk menahan hujan lebat dan hembusan angin kencang. Sebelum hujan menghantam rumah, simpan semua furniture dan peralatan luar ruangan yang dapat dipindahkan ke gudang atau garasi.

    Barang yang tidak bisa dipindah harus diikat dan ditutup untuk mencegah tertiup angin atau rusak. Penting untuk membersihkan ranting yang mungkin terlempar oleh angin dan mengenai barang-barang kamu.

    Tutup Area Jendela dan Pintu

    Jendela atau pintu yang terbuka saat hujan bisa menyebabkan kerusakan di bagian dalam rumah. Sebelum hujan turun, tutup jendela dan pintu di sekitar rumah. Periksa jendela, pintu, rangka untuk mengetahui adanya kebocoran atau celah.

    Bila diperlukan, pasang penutup jendela anti badai atau pasang tripleks di atas area yang rapuh untuk menciptakan penghalang terhadap hujan dan angin kencang.

    Pangkas Pohon atau Cabang yang Mati

    Cabang pohon yang tertiup angin dan patah dapat memecahkan jendela, merobek dinding, dan memecahkan genteng dari atap rumah. Periksa pohon secara teratur untuk mengurangi resiko kerusakan pada rumah saat terjadi hujan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Haruskah Cabut Alat Elektronik Saat Hujan Petir?



    Jakarta

    Pemadaman listrik sering terjadi saat ada hujan lebat dan disertai petir. Itu dilakukan untuk menghindari korsleting listrik akibat adanya sambaran petir. Oleh karena itu, kita sering mendengar nasihat untuk mematikan dan mencabut perangkat elektronik dan kabel-kabel yang ada di rumah saat terjadi hujan petir.

    Lalu, apakah benar tindakan tersebut diperlukan? Atau hanya asumsi ? Berikut penjelasannya.

    Mengutip dari laman How Stuff Works, mencabut perangkat elektronik saat terjadi badai petir ternyata memang bisa melindungi perangkat dari lonjakan listrik yang disebabkan oleh petir. Saat kondisi hujan lebat, petir bisa menyambar ke mana saja termasuk juga ke dekat kabel listrik rumah.


    Saat petir menyambar kabel listrik, alirannya akan merambat melalui kabel tersebut sehingga terjadi lonjakan listrik yang besar. Akibatnya bisa membakar peralatan elektronik di rumah kamu atau bahkan menyebabkan korsleting dan kebakaran.

    Sebenarnya ada cara untuk meminimalisir hal ini, yaitu dengan memasang pelindung lonjakan arus listrik. Pelindung ini bisa membantu untuk membatasi jumlah voltase yang diterima oleh perangkat elektronik sehingga bisa meminimalisir adanya lonjakan listrik pada perangkat elektronik di rumah. akan tetapi, kamu tidak bisa hanya mengandalkan pelindung lonjakan ini.

    Sebab, lonjakan listrik yang dihasilkan dari sambaran petir sangat besar dan sangat mungkin untuk bisa melewati pelindung ini. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk mencabut perangkat elektronik yang berpotensi tinggi terkena lonjakan arus listrik saat tersambar petir. Contohnya seperti televisi, printer, charger, telepon, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan bencana yang mungkin terjadi akibat sambaran petir.

    Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu mencabut perangkat elektronik kamu dari stop kontak saat ada hujan dan petir, ya!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Rumah Bisa Tersambar Petir? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya



    Jakarta

    Hujan yang turun begitu deras terkadang bisa disertai sambaran petir. Selain memiliki suara yang menggelegar, petir bisa mengganggu penghuni rumah kalau sampai tersambar.

    Petir sangat berbahaya, baik bagi manusia maupun bangunan. Sambaran petir memicu terjadinya kerusakan pada struktur bangunan atau peralatan elektronik, bahkan bisa menimbulkan kebakaran.

    Lantas, kenapa petir menyambar rumah? Bagaimana cara mencegahnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Rumah Tersambar Petir

    Melansir situs resmi Institut Teknologi Bandung, petir merupakan fenomena alam yang terjadi karena ada lompatan elektron-elektron dari awan yang bermuatan negatif ke bumi yang bermuatan positif.

    Indonesia termasuk negara dengan jumlah petir yang banyak karena terletak di daerah khatulistiwa. Petir biasanya terjadi pada musim hujan dan sering kali menyambar struktur bangunan yang tinggi, termasuk rumah bertingkat.

    Tips Mencegah Sambaran Petir buat Rumah Bertingkat

    Melansir situs Properti Indonesia, berikut tips mencegah sambaran petir, terutama untuk rumah bertingkat.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Pastinya penangkal petir menjadi salah satu solusi untuk mencegah rumah bertingkat terkena sambaran petir. Penangkal petir tidak hanya bisa dipasang di gedung-gedung tinggi, tetapi juga di rumah-rumah bertingkat.

    Penangkal petir berfungsi sebagai media penghantar listrik untuk disalurkan ke tanah. Untuk rumah bertingkat, jenis penangkal petir yang umumnya digunakan adalah penangkal petir konvensional.

    Pada rumah bertingkat, penangkal petir dipasang di ujung tertinggi bagian rumah. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Periksa Instalasi Listrik secara Rutin

    Kemudian, sebaiknya kamu memeriksa instalasi listrik secara rutin untuk mencegah rumah terkena sambaran petir. Segera ganti kabel listrik yang mulai terbuka.

    Hal ini merupakan upaya pencegahan terjadinya sambaran dan korsleting listrik di rumah akibat sambaran petir. Kamu juga harus memastikan alat-alat elektronik dalam keadaan mati saat hujan turun disertai petir.

    3. Pangkas Pohon Besar

    Jika ada pohon besar dekar rumah, sebaiknya memangkasnya sebelum hujan turun. Pohon yang besar berpotensi terkena sambaran petir, apalagi kalau jarak pohon tersebut dekat dengan rumahmu. Selain karena dahan-dahan pohon bisa tumbang menimpa rumah, pohon besar yang tersambar listrik bisa memicu kebakaran.

    Itulah penyebab rumah tersambar petir dan cara mencegahnya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Lumutan? Begini Cara Membersihkannya



    Jakarta

    Alga atau yang sering disebut lumut, dapat menjadi masalah yang mengganggu bagi atap rumah kamu. Tidak hanya merusak estetika, lumut juga berpotensi menyebabkan kerusakan struktural. Kehadiran lumut dapat mengakibatkan penumpukan air dan mempercepat proses degradasi material atap.

    Pahami artikel ini yang akan menjelaskan metode efektif untuk membersihkan alga dari atap kamu serta memberikan tips pencegahan agar atap tetap bersih dan terlindungi dari pertumbuhan yang tidak diinginkan. Dengan langkah-langkah yang tepat, kamu dapat menjaga keindahan dan daya tahan atap kamu dalam jangka panjang.

    Apa itu Alga?

    Melansir This Old House, Sabtu (30/11/2024), alga merupakan kumpulan organisme kecil yang memproduksi makanan dengan memanfaatkan sinar matahari. Di atap, alga biasanya terlihat sebagai noda dan garis-garis yang mirip dengan jamur.


    Meskipun alga dapat tumbuh di berbagai iklim, mereka paling sering ditemukan di daerah yang memiliki musim panas hangat dan lembap. Walaupun alga mungkin terlihat seperti masalah kosmetik, keberadaannya dapat menyebabkan penumpukan kelembapan di atap, yang dapat merusak sirap dan struktur di bawahnya.

    Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengakibatkan kebocoran dan menurunkan efisiensi energi rumah kamu.

    Cara DIY untuk Menghilangkannya

    Jika kamu merasa percaya diri untuk melakukan proyek do-it-yourself atau DIY, ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghilangkan alga dari atap. Setiap metode ini sebaiknya dilakukan pada hari yang tenang dan mendung.

    Produk Pembersih Atap Komersial

    Terdapat berbagai produk komersial yang dirancang khusus untuk membersihkan atap. Produk-produk ini biasanya mengandung algaesida dan dapat lebih efektif dibandingkan dengan solusi buatan sendiri dalam mengatasi pertumbuhan alga yang sulit dihilangkan.

    Pastikan untuk membaca label dengan teliti dan mengikuti petunjuk dari produsen agar tidak merusak sirap dan lingkungan sekitarnya. Untuk informasi lebih lanjut, lihat panduan kami tentang biaya pembersihan atap.

    Cuka dan Air

    Cuka tidak sekuat pemutih, namun jika kamu menghadapi masalah alga ringan di atap, cuka dapat menjadi pilihan yang baik dan relatif ramah lingkungan. Caranya adalah campur cuka putih dengan air dalam proporsi yang sama, semprotkan pada area yang terinfeksi, diamkan selama 15-20 menit, lalu bilas dengan air.

    Air dan Pemutih

    Campuran air dan pemutih dengan perbandingan 50-50 dapat secara efektif membunuh alga. Semprotkan larutan ini pada area yang terinfeksi, biarkan selama 15-20 menit, kemudian bilas hingga bersih dengan air.

    Meskipun metode ini sangat efektif, perlu dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan lebih lanjut, pastikan untuk menggunakan perlengkapan keselamatan dan melindungi tanaman di sekitarnya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Laci Oblak? Begini Cara Memperbaikinya



    Jakarta

    Jika laci dapur kamu sering macet atau bahkan tidak bisa ditutup dengan baik, jangan khawatir. Dalam panduan ini, akan menjelaskan mengenai langkah-langkah sederhana dan praktis untuk memperbaiki laci dapur yang rusak.

    Dengan sedikit alat dan bahan, kamu dapat mengembalikan fungsi laci kamu tanpa harus memanggil tukang.

    Poin Utama

    Melansir Window Hardware Direct, identifikasi masalah umum seperti ketidakselarasan dan kerusakan, kumpulkan peralatan serta suku cadang pengganti yang diperlukan sebelum memulai, lepaskan laci dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan.


    Perbaiki atau ganti bagian yang rusak agar laci berfungsi kembali, dan lakukan perawatan rutin untuk menjaga laci tetap dalam kondisi baik.

    Pahami Masalah Laci

    Terkait dengan laci dapur, ada beberapa masalah yang dapat muncul dan mengganggu fungsinya. Mengenali masalah ini sejak awal dapat membantu kamu menghemat waktu dan tenaga.

    Identifikasi Ketidaksejajaran Laci

    Masalah umum lain adalah ketidaksejajaran, yang dapat menyebabkan laci macet atau tidak tertutup dengan benar. Gejalanya termasuk laci tidak menutup sepenuhnya, laci terlalu mudah bergeser keluar, dan celah antara laci dan lemari.

    Pahami Rel yang Rusak

    Rel atau rel sangat penting untuk memastikan laci beroperasi dengan lancar. Jika mengalami kerusakan, kamu mungkin akan mendengar suara aneh saat membuka atau menutup laci, laci menjadi macet, atau melihat tanda-tanda keausan atau lengkungan pada rel.

    Temukan Pegangan yang Longgar

    Meskipun sering diabaikan, pegangan dapat berdampak besar pada kegunaan laci, sehingga penting untuk memeriksa pegangan yang goyang atau longgar, retak atau patah, serta kesulitan saat memegang pegangan saat membuka laci, dan melakukan pemeriksaan rutin terhadap masalah ini dapat membantu menjaga laci dapur kamu serta mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari.

    Dengan memahami masalah umum pada laci ini, kamu dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaikinya dan menjaga dapur kamu tetap teratur dan berfungsi.

    Alat yang Diperlukan

    Ketika memperbaiki laci dapur yang rusak, sangat penting untuk memiliki peralatan dan bahan yang tepat, sehingga mengumpulkan semua yang diperlukan sebelumnya akan membuat proses perbaikan menjadi lebih lancar. Peralatan yang diperlukan antara lain obeng, tang, palu, tingkat, dan pita pengukur.

    Peralatan Keselamatan

    Pastikan untuk menggunakan kacamata pengaman untuk melindungi mata kamu, sarung tangan kerja untuk menjaga tangan tetap aman, dan masker debu jika kamu sedang mengamplas atau bekerja dengan material lama.

    Selalu utamakan keselamatan saat mengerjakan perbaikan rumah karena mengambil tindakan pencegahan dapat mencegah kecelakaan dan cedera.

    Melepas Laci dengan Aman

    Ketika akan melepas laci dapur, keselamatan dan kehati-hatian menjadi prioritas utama, ikuti cara berikut untuk memastikan proses pelepasan berjalan dengan lancar.

    Teknik Melepas Laci yang Tepat

    Mulailah dengan mengeluarkan semua barang dari dalam laci untuk memudahkan penanganan, periksa adanya penghenti atau klip yang mungkin menahan laci di tempatnya, dan tarik laci dengan pegangan yang kuat serta lurus ke luar, hindari memutar atau menyentak agar tidak merusak laci.

    Mengelola Komponen Laci yang Detail

    Berhati-hatilah dengan bagian yang mudah pecah, seperti kenop atau gagang dekoratif, dan jika laci memiliki fitur soft-close, tangani dengan hati-hati agar mekanisme tersebut tidak rusak. juga awasi rel dan lintasan untuk memastikan mereka tidak bengkok atau rusak selama pelepasan.

    Perbaiki Laci yang Tidak Sejajar

    Ketidaksejajaran dapat membuat laci macet atau tidak menutup dengan baik, jadi untuk memperbaiki masalah ini, periksa keselarasan laci dengan lemari, sesuaikan sekrup pada slide atau rel untuk menyelaraskan laci kembali, dan uji laci untuk memastikan ia dapat dibuka dan ditutup dengan lancar.

    Mengganti Rel yang Rusak

    Jika rel atau rel rusak, kamu mungkin perlu menggantinya dengan cara lepas laci dari lemari, keluarkan rel atau rel lama dengan hati-hati, pasang trek baru seperti pemandu pemasangan permukaan WRs 1-1/2″ x 3″, dan pastikan semuanya terpasang dengan aman dan selaras.

    Amankan Pegangan dan Kenop yang Longgar

    Pegangan yang longgar dapat menyulitkan pembukaan laci, jadi untuk mengatasinya, kencangkan sekrup pada pegangan atau kenop, ganti sekrup yang terlepas dengan yang baru.

    Pertimbangkan untuk menggunakan sedikit lem untuk keamanan tambahan, dan lakukan perawatan rutin untuk mencegah banyak masalah pada laci dengan selalu memeriksa bagian yang longgar dan segera memperbaikinya agar tidak menimbulkan masalah lebih besar di kemudian hari.

    Pasang Kembali Laci pada Kabinet

    Untuk memasang kembali laci, geser laci dengan hati-hati ke dalam kabinet dan pastikan laci sejajar dengan relnya, karena kesesuaian yang tepat sangat penting untuk pengoperasian yang lancar.

    Langkah-langkah yang harus diikuti adalah sejajarkan laci dengan relnya, dorong laci perlahan hingga terkunci pada tempatnya, dan periksa apakah laci dapat dibuka dan ditutup dengan mudah.

    Pastikan Pengoperasian Lancar

    Setelah memasang kembali laci, uji fungsinya dengan membuka dan menutupnya beberapa kali.

    Jika laci macet atau terasa kasar, kamu mungkin perlu menyesuaikan kesejajaran atau menambahkan sedikit pelumas pada relnya, dengan hal-hal yang perlu diperiksa meliputi mendengarkan suara-suara yang tidak biasa, merasakan adanya hambatan saat membuka atau menutup, serta mencari celah antara laci dan lemari.

    Penyesuaian Akhir

    Setelah semuanya tampak baik, lakukan pemeriksaan akhir dengan memastikan semua sekrup dan pegangan kencang, laci rata dan tidak miring, serta uji pegangan untuk memastikan keamanannya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Semut Suka Tiba-tiba Muncul? Ini Penyebab dan Cara Atasinya



    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat ada banyak semut yang berbaris memasuki rumah? Agak mengherankan mengapa mereka masuk rumah berbondong-bondong.

    Lantas, apa yang membuat semut-semut masuk rumah?

    Dilansir dari Eco Care Pest Control, kedatangan semut dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, bagi sebagian besar rumah, penyebabnya adalah 1 dari 2 faktor, yakni mencari sumber makanan atau tempat bersarang.


    Semut selalu dalam pencarian untuk menemukan sumber makanan. Begitu mereka menemukan persediaan makanan, mereka tak akan pergi sampai persediaan habis. Serangga satu ini biasanya menyerbu makanan hewan peliharaan, makanan manis, hingga remah-remah makanan.

    Selain itu, rumah bisa didatangi semut untuk membangun sarang. Lalu, semut akan sering berlalu-lalang di rumah selama sarang itu masih ada.

    Semut menyukai kayu yang basah dan lapuk. Jika rumah baru saja mengalami kerusakan akibat air atau saat ini mengalami kebocoran, rumah kamu sangat rentan jadi sarang semut.

    Tempat Persembunyian Semut

    1. Dapur

    Mengingat semut selalu mencari makanan, tidak heran jika dapur menjadi tempat berkumpulnya semut di rumah. Hal ini terutama kalau ada makanan tertinggal di luar, piring menumpuk, atau makanan tidak disimpan dengan baik.

    2. Kamar mandi

    Kamar mandi merupakan tempat berkumpulnya semut. Air yang bocor dan kelembapan yang terbentuk dari pancuran menjadi tempat tinggal yang ideal bagi semut.

    3. Bingkai Jendela Lapuk

    Bingkai jendela lapuk adalah tempat andalan semut untuk masuk rumah. Hal ini menjadi tempat berkembang biaknya sarang dan juga cara bagi semut untuk masuk ke dalam rumah.

    Cara Atasi Semut Masuk Rumah

    Memerangi koloni semut di rumah memang membutuhkan banyak ketekunan. Langkah pencegahan terbaik adalah rajin membersihkan. Namun, ada beberapa cara untuk mencegah jejak semut sebagai berikut.

    1. Bersihkan Permukaan di Rumah

    Bersihkan permukaan seperti di dapur dengan cairan pembersih. Kamu bisa menggunakan pemutih atau cuka tergantung pada jenis permukaannya. Kamu juga dapat membunuh semut dengan campuran Boraks dan pengobatan rumahan lainnya.

    2. Tutup Celah di Rumah

    Tutup semua titik masuk yang dapat diakses semut. Jika menemukan semut di rumah, telusuri jalur semut untuk melihat dari mana mereka berasal dan tutup aksesnya.

    3. Bersihkan Sisa Makanan

    Pastikan lantai dan permukaan di rumah bebas dari sisa makanan yang berjatuhan. Cara ini pasti akan mengurangi jumlah semut yang mencari makanan di dapurmu.

    4. Tutup Rapat Sumber Makanan

    Simpan makanan dalam wadah tertutup di dapur. Lalu, sebaiknya wadah tersebut disimpan di tempat lebih tinggi dari lantai.

    Jika kamu memiliki hewan peliharaan, pastikan mangkuk makanan bersih dan tidak menyentuh lantai saat tidak digunakan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Cegah Banjir Masuk Rumah


    Jakarta

    Saat musim hujan tiba, rumah dengan dataran rendah sangat rentan mengalami banjir. Untuk menanggulangi banjir, kamu bisa membuat sebuah penghalang di halaman rumah agar air tidak masuk.

    Selain penahan, tentu akan diperlukan jalur pembuangan yang baik agar air tidak menggenang. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah banjir masuk rumah?

    Berikut beberapa cara memperbaiki halaman agar air tidak masuk rumah ketika hujan.


    Tips Cegah Banjir Masuk Rumah

    Inilah cara menangkal banjir masuk rumah seperti yang dikutip dari Home Hard Ware.

    1. Bangun Tembok Penahan

    Dinding penahan baik dibuat di halaman yang memiliki lanskap tanah rendah dan datar. Tambahkan pula aliran air yang mengarah ke selokan. Ini untuk menghindari genangan air di depan tembok tersebut.

    Dinding penahan ini bisa dibuat dari pasir atau kerikil yang cepat kering. Penggunaan kedua jauh lebih baik dibandingkan tanah liat.

    2. Gunakan Paving Block di Halaman

    Bagian halaman rumah bisa dipasang paving block agar air meresap atau mengalir melalui sela-selanya. Paving block ini memiliki beberapa macam, diantaranya sebagai berikut.

    • Pavers beton: Pemasangan beton bercelah yang bisa dimasukkan kerikil atau pasir yang memungkinkan drainase yang cepat.
    • Beton & aspal berpori: Jenis jalan yang memiliki kisi-kisi udara yang memungkinkan penyerapan air.
    • Plastic Grid: Sebuah plastik yang memiliki bolongan di setiap kotaknya. Plastic Grid kerap digunakan untuk media penanaman rumput di halaman, bisa pula dimasukkan batu kerikil hingga pasir. Garis kotak dari plastic grid itu cukup kuat untuk diinjak sehingga cocok digunakan di taman.

    3. Tambahkan Tanaman

    Selain memperbaiki bagian depan halaman, perlu ada tanaman atau pohon untuk penyerapan air dan mencegah struktur tanah semakin turun.

    Tetapi sebelum itu ketahui tempat yang tepat untuk menanam pohon agar tidak membahayakan rumah saat terjadi angin puting beliung.

    Jarak minimal penanaman pohon besar yang tingginya di bawah 8 meter harus berjarak minimal 3 meter dari bangunan. Untuk pohon 8-15 meter minimal penanaman 4-6 meter. Sementara untuk pohon lebih dari 15 meter jarak minimalnya 10-15 meter.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com