Tag Archives: pencegahan

Cara Menghindari Kerusakan Plafon karena Bocor



Jakarta

Hal yang paling dikhawatirkan saat musim hujan adalah rumah bocor. Rumah bocor bisa disebabkan karena genteng pecah atau plafon yang rusak.

Tak semua orang mengecek apa penyebab kebocoran rumah, apakah karena plafon atau genteng. Mereka baru sadar atap dan plafon bocor ketika hujan sudah turun.

Pada akhirya, si pemilik rumah harus merogoh kocek dalam untuk memperbaiki plafon yang rusak demi bocor tak terulang. Oleh karena itu, ada baiknya mencegah hal itu terjadi. Bagaimana caranya? Simak informasi ini selengkapnya


Tips Memperbaiki Atap atau Plafon

Untuk memperbaiki atap atau plafon yang bocor, diperlukan langkah yang tepat agar pekerjaan menjadi efektif. Dilansir dari Detik Properti, berikut adalah tips untuk memperbaiki plafon yang rusak:

1. Identifikasi Kebocoran

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memperbaiki plafon yang rusak adalah mengidentifikasi masalah kebocoran. Cari tahu penyebab kebocoran untuk mengetahui lokasi yang harus diperbaiki. Selain karena air hujan, kebocoran plafon juga bisa diakibatkan oleh pipa atau AC yang mengalami kebocoran, sehingga air merembes ke dinding dan plafon.

2. Segera Perbaiki Kebocoran

Apabila masalahnya sudah diidentifikasi, segeralah memperbaiki kebocoran tersebut. Jika tidak segera diperbaiki, kebocoran akan terus membesar dan berisiko merusak rumah secara keseluruhan.

Tips Mencegah Plafon Bocor

Jika atap rumah sudah rusak, biaya perbaikannya bisa sangat besar. Untuk menghindari pengeluaran besar, diperlukan tindakan pencegahan agar plafon tidak mudah bocor. Dilansir dari Detik Properti, berikut ini adalah tips untuk mencegah plafon rumah agar tidak bocor:

1. Bersihkan Talang Air

Salah satu cara untuk menghindari plafon bocor adalah dengan membersihkan talang air. Air hujan yang tergenang di atap akan membuat atap menjadi mudah bocor. Oleh karena itu, diperlukan talang air yang berfungsi mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah penampungan.

Pastikan talang air tidak tersumbat oleh daun, ranting, atau kotoran lainnya agar air dapat mengalir dengan lancar dan mencegah plafon bocor.

2. Ganti Atap yang Rusak

Jika Anda menemukan atap yang sudah mulai rusak, segera ganti dengan yang baru agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.

3. Lapisi Area yang Rawan

Area yang rawan bocor, seperti atap dan dinding, harus segera dilapisi dengan bahan kedap air. Gunakan semen anti-air dan cat waterproof pada dinding rumah untuk perlindungan ekstra.

4. Pangkas Ranting Pohon yang Mengganggu

Pohon besar dengan ranting yang menyentuh atap rumah dapat berbahaya. Saat hujan lebat atau badai, ranting besar berisiko patah atau tumbang, yang dapat merusak atap rumah. Untuk mencegah hal ini, pangkaslah ranting-ranting pohon yang lebat dan besar secara berkala.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Deretan Tanaman Irit Air, Punya Tempat Penyimpanan Khusus


Jakarta

Tanaman merupakan salah satu benda wajib yang perlu ada di rumah. Manfaatnya sangat banyak, seperti memasok oksigen, membantu penghuni rumah lebih rileks, memperbaiki kualitas udara, hingga mempercantik rumah.

Sayangnya, masih banyak orang berfikir tanaman bukan barang wajib yang ada di rumah. Sebab, mereka merasa tidak bisa serius rajin untuk merawat tanaman. Hal ini yang harus diubah dari pola pikir kita. Tanaman memiliki beberapa jenis dan cara tumbuh yang berbeda-beda. Tidak semua tanaman harus disiram air sehari sekali dan tidak semua tanaman harus terpapar sinar matahari setiap saat.

Ada banyak sekali tanaman yang memiliki mekanisme bertahan hidup yang tangguh dan tidak merepotkan. Tanaman tersebut pun cocok untuk bertahan di iklim tropis di Indonesia. Selain itu, tampilannya juga menarik untuk diletakkan di dalam rumah.


Lantas, apa saja jenis tanaman yang irit air dan tak perlu sering disiram? Dilansir Better Homes and Garden, berikut di antaranya.

1. Lidah Buaya

tanaman lidah buayatanaman lidah buaya Foto: istimewa

Siapa yang tidak mengenal tanaman lidah buaya? Tanaman ini sudah banyak dimanfaatkan sebagai salah satu bahan bermanfaat dalam berbagai produk termasuk kecantikan. Tanamannya sendiri tanpa diolah juga tetap memiliki segudang kegunaan.

Selain kaya manfaat, perawatan lidah buaya juga mudah. Tanaman ini irit air dan bisa diletakkan di luar ruangan. Jadi tanaman lidah buaya bisa mendapatkan air dari dalam tanah atau ketika hujan. Hal yang harus diperhatikan oleh pemilik rumah ketika menanam lidah buaya adalah pastikan lokasinya tidak terlalu panas dan terkena banyak sinar matahari karena tanaman satu ini menyukai tempat yang sejuk.

2. Sirih Gading

Golden pothos background.Devil's ivy.Epipremnum aureum is classified as an ornamental flower. Types of popular ivy plants. Air purification tree that should be planted in the house.Golden pothos background.Devil’s ivy.Epipremnum aureum is classified as an ornamental flower. Types of popular ivy plants. Air purification tree that should be planted in the house. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nalin Prutimongkol

Bagi yang butuh tanaman rambat untuk ditanam di pagar, tembok atau taman, tanaman satu bisa jadi pilihan. Tanaman ini termasuk yang irit air sehingga tidak perlu sering-sering disiram. Mereka dengan mudah tumbuh menjulur dan memiliki akar yang menempel kuat pada permukaan tempatnya menempel.

Selain irit air, tanaman sirih gading juga tidak perlu selalu ditempatkan di area yang banyak terkena sinar matahari karena tanaman ini menyukai tempat sejuk. Hal yang harus diingat oleh pemilik rumah yang menanam sirih gading adalah tanaman satu ini tidak bisa dikonsumsi karena mengandung kristal kalsium oksalat di dalam daunnya yang beracun dan berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan

3. Howarthia

HowarthiaHowarthia Foto: Marty Baldwin via Better Homes & Garden

Howarthia merupakan tanaman yang berasal dari Afrika Selatan yang biasa tumbuh di dataran rendah, lereng bukit, dan cocok tumbuh di iklim tropis. Tanaman ini termasuk tanaman sekulen yakni tahan terhadap kekeringan. Setiap jaringan di tanaman ini berdaging dan dapat menyimpan air dengan baik. Ciri-ciri dari tanaman ini adalah daun-daunnya yang tumbuh merapat dan berbentuk tebal.

Termasuk tanaman yang tahan terhadap kekeringan berarti howarthia irit air dan mudah untuk dirawat tanpa perlu terlalu sering disiram.

4. Lidah Mertua

ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

Jenis tanaman lainnya yang irit air dan memiliki segudang manfaat adalah lidah mertua. Tanaman satu ini memiliki bentuk panjang ke atas seperti lidah. Permukaannya berwarna hijau, dengan pinggiran berwarna hijau. Lidah buaya ternyata termasuk tanaman yang irit air sehingga tidak perlu sering disiram.

Tanaman ini bisa mengelola air dengan baik sehingga tidak mudah menguap mengutip dari detikHealth. Bahkan tanaman ini bisa menghalau polusi dan membuat ruangan jadi lebih dingin.

5. Pohon Dolar

Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

Pohon dolar merupakan tanaman yang wajib ada di rumah menurut feng shui. Selain itu, tanaman ini memiliki kelebihan yakni irit air, mudah dirawat, dan tampilannya yang menarik. Warna daun pohon dolar hampir mirip dengan Aspidistra Elatior, hijau tua mengkilat. Namun, ukurannya kecil-kecil seperti koin logam. Jika dilihat dari jauh terlihat seperti bunga palsu karena mengkilat permukaannya dan kaku. Tanaman ini juga tidak harus diletakkan mengarah ke sinar matahari terlalu sering.

6. Kaktus

KaktusKaktus Foto: (istimewa)

Sudah jadi rahasia umum jika tanaman kaktus merupakan tanaman yang memiliki mekanisme pencegahan penguapan. Kaktus yang berasal dari daerah beriklim ekstrem sudah bias tidak terkena air sehingga perawatannya lebih mudah.

7. Nolina

Nolina.Nolina. Foto: Jacob Fox via Better Homes & Gardens

Apabila menginginkan tanaman yang lebih besar dan terlihat seperti rimbun, tanaman yang mungkin cocok adalah Nolina. Tanaman satu ini banyak tumbuh di Meksiko. Ciri-ciri tanaman ini adalah memiliki batang bawah yang besar seperti kaki gajah. Sementara batang bagian atas ramping. Fungsi batang yang besar di bawah tersebut ternyata untuk menyimpan air. Oleh karena itu, Nolina disebut sebagai tanaman yang tahan terhadap kekeringan.

Nolina cocok ditanam di dalam atau pun di luar ruangan. Ketika ditanam di dalam ruangan, tanaman ini cukup disiram seminggu sekali dan diletakkan di ruangan minim cahaya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Penyebab Pagar Besi Berkarat dan Tips Cara Perbaikinya Tanpa Tukang



Jakarta

Pagar besi terkenal kokoh dan kuat. Namun, kekurangannya adalah mudah berkarat sehingga ada potensi dari waktu ke waktu akan susah digeser dan ditutup.

Selain berpengaruh pada kinerja pagar, karat juga bisa berpengaruh pada tampilan. Sebagai pintu pengaman rumah tentu pagar harus dalam keadaan kokoh dan baik.

Mengapa Pagar Besi Bisa Berkarat?

Dilansir BBC, besi merupakan material yang dapat bereaksi saat terkena air dan oksigen. Reaksi tersebut membentuk besi (III) oksida terhidrasi atau karat. Air dan oksigen tidak dapat langsung menimbulkan karat pada besi, melainkan melalui proses yang berulang. Besi jadi mudah berkarat juga karena lokasinya yang berada di ruang ruangan dan terkadang tidak ditutupi kanopi. Selain itu, ada faktor lain yang dapat menyebabkan pagar besi berkarat, berikut di antaranya.


1. Cat Terkelupas

Cara untuk mencegah pagar besi berkarat bisa dengan mengecat permukaannya dengan cat khusus anti karat. Namun, apabila cat tersebut mengelupas, besi dengan mudah bereaksi dengan air dan oksigen.

2. Cuaca

Hujan merupakan kondisi alam yang paling rentan membuat pagar besi berkarat. Bahkan tempias air pun dapat bereaksi dengan pagar besi yang tidak dilindungi anti karat. Selain itu, suhu udara yang lembab juga bisa memicu munculnya karat.

3. Kotoran dan Vegetasi

Tumpukan kotoran atau tanaman yang tumbuh di atas pagar juga bisa mempercepat korosi. Sebab, tumpukan tanaman yang kering juga bisa menjadi area yang lembap.

Cara Mengatasi Pagar Besi Berkarat

1. Cari Tahu Penyebabnya

Sebelum memperbaikinya, amati apa penyebab pagar besi bisa berkarat. Apakah karena dekat dengan keran air, sering banjir, atau tidak dilapisi dengan cat.

2. Bersihkan Karat dengan Sikat Kawat atau Amplas

Setelah itu, amplas karat hingga tidak ada lagi yang timbul di permukaan besi. Cara ini disarankan untuk karat ringan. Setelah itu cat ulang bagian tersebut dengan cat khusus besi. Sebaiknya saat mengecat ulang, semua bagian juga ikut dicat agar tampilannya tidak timpang atau belang-belang.

Pencegahan dan Pemeliharaan Pagar Besi Setelah Perbaikan

Setelah diperbaiki, pemilik pagar harus lebih perhatian pada pagar, caranya adalah dengan membersihkan karat yang mungkin baru muncul setahun sekali. Alat yang bisa digunakan adalah amplas dan sikat kawat. Lalu, aplikasikan penetralisis karat atau campuran air lemon dan cuka di besi yang berkarat. Cat ulang pagar agar tampilannya seperti baru.

Demikianlah penjelasan mengenai penyebab pagar besi berkarat dan cara mengatasinya. Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab dan langkah-langkah penanganan karat, kamu bisa mempertahankan kecantikan pagar besi di rumahmu dalam waktu yang lama. Semoga informasinya bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Jangan Takut Cacing Masuk Kamar Mandi, Begini Cara Atasinya


Jakarta

Cacing yang biasa ditemukan di tanah ternyata bisa muncul di kamar mandi, lho. Penghuni rumah mungkin akan merasa geli atau jijik kalau melihat makhluk ini di rumahnya.

Jika dibiarkan, cacing dapat berkembang biak dan semakin banyak di kamar mandi. Untuk itu, sebaiknya penghuni segera mengatasinya sampai ke akar permasalahannya.

Namun, kenapa cacing bisa muncul di kamar mandi ya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Penyebab Cacing Masuk Kamar Mandi

Inilah beberapa faktor yang membuat cacing dapat masuk kamar mandi.

1. Lingkungan Lembap

Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi, cacing menyukai lingkungan yang lembap seperti kamar mandi. Mereka memang tinggal di tempat lembap, terutama kalau ada potensi sumber makanan.

“Cacing tanah cenderung menyukai lingkungan yang lembap dan kaya bahan organik. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan kamar mandi dan memastikan area tersebut tetap kering,” ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

2. Celah Lantai

Cacing bisa muncul di kamar mandi yang terdapat celah atau retakan di lantai keramik. Mereka masuk ke kamar mandi melewati akses tersebut.

Cara Cegah Cacing Masuk Kamar Mandi

Bagi penghuni yang geli sama cacing, perlu mengambil langkah pencegahan dengan cara berikut ini.

  • Menjaga tingkat kelembapan kamar mandi
  • Menjaga kebersihan kamar mandi
  • Rutin bersihkan saluran air
  • Hilangkan genangan air
  • Pastikan sumber air tidak terkontaminasi telur atau larva cacing
  • Mengelola limbah rumah tangga dengan baik

Cara Basmi Cacing di Kamar Mandi

Jika menemukan cacing di kamar mandi, penghuni bisa segera membasminya. Salah satu caranya dengan menggunakan insektisida.

“Studi menunjukkan bahwa insektisida seperti abamektin dan diazinon dapat mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi cacing tanah. Namun, penggunaan insektisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia,” katanya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Kebiasaan Buruk yang Bikin Semut Sering Mampir ke Dapur


Jakarta

Kehadiran semut di rumah mungkin tidak mengancam bahaya. Namun jika serangga kecil itu sudah berkumpul dalam jumlah banyak, tentu kamu harus waspada karena makanan atau minuman bisa digerayangi semut.

Ada sejumlah penyebab semut dapat muncul di rumah, terutama di area dapur. Bahkan, ada sejumlah kebiasaan buruk yang sering dilakukan sehingga semut sering muncul di dapur.

Ingin tahu apa saja kebiasaan buruk yang membuat semut sering mampir ke dapur? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Kebiasaan Buruk yang Dapat Mengundang Semut ke Dapur

Ada sejumlah kebiasaan buruk yang dilakukan penghuni rumah sehingga mengundang semut datang ke rumah. Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut penyebabnya:

1. Ada Sisa Makanan

Penyebab utamanya karena ada sisa makanan dan minuman yang jatuh di dapur. Jika tidak segera dibersihkan maka kelompok semut bisa datang ke dapur karena telah menemukan sumber makanan.

“Adanya sisa remah-remah makanan, tumpahan gula, atau makanan yang tidak tertutup, terutama di meja dapur atau lantai dapat dengan cepat menarik semut,” kata ahli entomologi Daniel Perry.

Maka dari itu, penting untuk membersihkan dapur secara optimal agar tidak ada sisa-sisa makanan atau tumpahan minuman di meja atau lantai dapur. Disarankan untuk membersihkan dapur setiap selesai memasak.

Makanan dan minuman yang dibiarkan terbuka di atas meja bisa memicu semut untuk datang ke dapur. Tak hanya itu, serangga lain seperti lalat juga tertarik dengan makanan yang dibiarkan terbuka di meja.

Salah satu solusinya adalah dengan menutup makanan di meja dapur dengan tudung saji. Selain itu, Perry menyarankan untuk memindahkan makanan dari piring ke dalam wadah. Lalu, pastikan wadah ditutup dengan rapat agar tidak digerayangi semut.

3. Tidak Membuang Sampah

Sampah di dapur yang dibiarkan menumpuk juga dapat mengundang semut. Sebab, serangga ini memiliki indra penciuman yang tajam. Bahkan sisa makanan berukuran kecil pun dapat diketahui meski berada di tempat sampah.

Perry mengimbau untuk membuang sampah di dapur secara rutin maksimal dua hari sekali. Jika sudah penuh maka sebaiknya segera buang ke tempat sampah utama. Selain mencegah semut mampir ke dapur, cara ini juga mencegah aroma busuk yang dapat menyebar ke seluruh ruangan.

4. Ada Sisa Air di Dapur

Tidak hanya tertarik pada sisa makanan, semut juga membutuhkan air untuk bertahan hidup. Jika ada kebocoran pipa atau tumpahan air di dapur, maka semut bisa datang karena mereka telah menemukan sumber air.

“Kelembapan berlebih dari kebocoran atau adanya permukaan basah juga merupakan penyebab umum semut datang ke dapur,” ujar Perry.

Sebagai bentuk pencegahan, coba cek pipa di bawah wastafel secara berkala. Jika ada kerusakan maka segera diperbaiki. Selain itu, jaga kondisi wastafel tetap kering setelah mencuci piring.

5. Mengabaikan 1-2 Semut yang Ada di Dapur

Sering melihat ada 1-2 semut di dapur? Sebaiknya jangan dianggap remeh. Soalnya, semut akan kembali ke sarang untuk memanggil kawan-kawannya karena telah menemukan sumber makanan di dapur.

“Jika Anda melihat ada seekor semut di rumah, maka waspadalah. Mereka bisa saja telah menemukan makanan, lalu kembali ke sarangnya dan membawa lebih banyak semut lagi,” ungkap Perry.

Sebaiknya jangan menunggu semut muncul dalam jumlah banyak baru kemudian dibasmi. Perry menyarankan untuk memblokir jalan masuk menuju dapur dengan menggunakan kapur khusus serangga.

Kamu juga bisa menggunakan sejumlah bahan alami lainnya, seperti cuka putih, air sabun, minyak esensial, atau ampas kopi untuk mengusir semut dari dapur.

Demikian lima kebiasaan buruk yang menyebabkan semut datang ke dapur. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Kamar Mandi Diserbu Cacing? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


Jakarta

Cacing yang biasanya tinggal di dalam tanah ternyata bisa muncul di kamar mandi, lho. Hewan melata ini terkadang cukup mengganggu ketenangan penghuni rumah.

Sebagian penghuni rumah merasa jijik dan geli sama cacing. Saat melihat cacing di kamar mandi, insting pertama penghuni mungkin langsung menyiramnya dengan air. Akan tetapi, jurus ini kurang ampuh.

Penghuni yang tak suka cacing perlu tahu penyebab kemunculan beserta cara mengatasinya. Simak penjelasannya di sini.


Penyebab Cacing Masuk Kamar Mandi

Inilah beberapa faktor yang membuat cacing bisa muncul di kamar mandi.

1. Lingkungan Lembap

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi mengatakan cacing tinggal di lingkungan yang lembap. Kamar mandi sendiri merupakan ruangan yang lembap sehingga bisa ditinggali cacing.

“Cacing tanah cenderung menyukai lingkungan yang lembap dan kaya bahan organik. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan kamar mandi dan memastikan area tersebut tetap kering,” katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

2. Celah Lantai Keramik

Cacing dapat muncul melalui celah atau retakan di lantai keramik. Adanya celah itu membuat kamar mandi berpotensi didatangi cacing.

Cara Cegah Cacing di Kamar Mandi

Jika tak ingin ada cacing di kamar mandi, penghuni bisa mengikuti tips pencegahan berikut ini.

  • Hilangkan genangan air
  • Rutin bersihkan saluran air
  • Menjaga kebersihan kamar mandi
  • Menjaga tingkat kelembapan kamar mandi
  • Mengelola limbah rumah tangga dengan baik
  • Pastikan sumber air tidak terkontaminasi telur atau larva cacing

Cara Basmi Cacing di Kamar Mandi

Kalau kamar mandi diserang cacing, penghuni dapat membasminya dengan insektisida. Namun, pastikan untuk berhati-hati ketika menggunakan insektisida.

“Studi menunjukkan bahwa insektisida seperti abamektin dan diazinon dapat mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi cacing tanah. Namun, penggunaan insektisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia,” tuturnya.

Itulah penyebab cacing muncul di kamar mandi dan cara mengatasinya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Kanopi Baja Ringan Bisa Berkarat, Begini Biar Tetap Kokoh Menurut Kontraktor



Jakarta

Baja ringan sering dipilih sebagai material penyangga atau kerangka kanopi rumah. Selain strukturnya yang kokoh, material ini juga ringan, mudah dibentuk, dan tahan lama.

Hanya satu kekurangannya yang harus diwaspadai, yakni baja ringan bisa berkarat. Area paling rentan berkarat biasanya bagian simpul pertemuan antar baja dan bagian bawah dan yang sering terkena air. Hal ini tidak bisa dianggap sepele karena ketika karat kondisinya sudah parah, bisa merusak permukaannya hingga muncul lubang yang membuat strukturnya rapuh.

Kontraktor Albert Lim mengungkapkan salah satu penyebab munculnya karat pada baja ringan adalah cairan semen yang mengenai baja ringan. Hal ini dikarenakan semen tersebut telah dicampur dengan air yang menimbulkan reaksi kimia yang merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ). Lapisan ini sangat penting bagi baja ringan, yakni untuk melindungi korosi. Sementara penggunaan semen juga penting untuk merekatkan baja ringan tersebut dengan bagian yang solid.


“Penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja. Itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (baja ringannya),” kata Albert saat berbincang dengan detikProperti, Minggu (7/4/2024) lalu.

Menurut Albert, baja ringan seharusnya diperlakukan sama dengan besi, yakni dijauhkan dari bahan yang bisa memicu karat karena keduanya memiliki kondisi yang sama.

“Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti penggantinya besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” jelasnya.

Oleh karena itu, temuan karat pada baja ringan pasti terjadi karena dari pemilihan bahan-bahannya yang tidak pas.

Cara Mengatasi Karat pada Baja Ringan

Albert mengatakan baja ringan yang sudah keropos bisa diperbaiki dengan ditambal. Namun, tampilan kanopi akan berbeda. Apabila ingin mempertahankan bentuknya, tiang kanopi yang berkarat harus diganti dengan yang baru.

Untuk pencegahan karat sedari awal, perlu adanya kolom beton yang tinggi sebelum menanam kanopi baja ringan. Kolom beton yang sudah kering tidak akan bereaksi pada permukaan baja ringan.

“Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. Itu baru benar atau ya pakai material lain,” ungkapnya.

Albert mengingatkan jangan sekali-sekali menyepelekan baja ringan yang berkarat. Apabila terus didiamkan, akan sangat berisiko ambruk dan menimpa barang atau membahayakan penghuni rumah yang berada di bawahnya.

“Kalau orangnya lupa ganti (pilar kanopi), kebiasaan kan kita take it for granted, bikin penggunaan sudah, ditinggal-tinggalin terus lupa di-maintain. Nah, baja ringan kayak gini itu kalau sudah berkarat dibiarin terus-terusan ya bahaya buat yang ninggalin,” terang Albert.

Itulah penyebab dan cara mengatasi karat pada kanopi baja ringan. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Waspada! Ketahui 5 Tanda Ular Bersarang di Rumah


Jakarta

Ular merupakan salah satu hewan yang berbahaya karena dapat menggigit dan mengeluarkan bisa. Bahkan, sudah banyak korban yang meninggal dunia akibat diserang reptil tersebut.

Meski hidup di alam liar, tapi terkadang ular juga bisa masuk ke rumah penduduk. Sudah banyak kejadian seekor ular ditemukan bersembunyi di plafon, kamar mandi, hingga atap rumah.

Maka dari itu, bukan tidak mungkin rumah kamu menjadi tempat yang nyaman bagi ular untuk bersarang dan berkembang biak. Jika dibiarkan, hal itu sangat berbahaya karena berisiko menyerang penghuni rumah.


Sebagai pemilik rumah, penting untuk mengetahui tanda-tanda ada sarang ular di rumah. Seperti apa ciri-cirinya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Rumah

Dilansir situs Revoke Snake Repellent dan Accurate Pest Control, berikut tanda-tanda ada sarang ular di rumah:

1. Ada Jejak Ular

Ular merupakan reptil yang bergerak menggunakan kontraksi otot tubuh. Walau tidak memiliki kaki, tapi ular dapat meninggalkan jejak di tanah atau lantai yang berdebu.

Jejak ular umumnya berbentuk pola ‘S’ tapi juga bisa berbeda tergantung dari gerakan ular. Ada juga pola jejak ular yang berbentuk seperti coretan menyamping.

Jika kamu curiga ada aktivitas ular di dalam rumah, coba taburkan tepung ke area yang diyakini bakal dilalui ular. Kalau muncul jejak ular, segera panggil petugas pemadam kebakaran (Damkar) agar hewan tersebut dapat ditangkap.

2. Muncul Suara Desis

Ular dapat mengeluarkan suara desis yang khas. Apabila suara desis terdengar dari dalam ruangan yang gelap atau sempit, maka bisa menandakan ada sarang ular di rumah.

Sebagai informasi, ular adalah hewan yang senang tinggal di tempat kecil, gelap, dan lembap. Kondisi tersebut sangat cocok bagi ular untuk membuat sarang dan berkembang biak.

Dalam banyak kasus, sarang ular bisa berada di ruang bawah tanah, loteng, atau bahkan kamar mandi. Jika terdengar suara desis ular, segera hubungi petugas Damkar untuk menangkap reptil tersebut.

3. Ada Sisa Kulit Ular yang Mengelupas

Ular termasuk hewan yang dapat berganti kulit lewat proses yang disebut ecdysis. Jika kamu melihat ada sisa kulit ular di sekitar rumah atau halaman, maka jadi pertanda nyata kalau ada sarang ular di kediaman kamu.

4. Ada Kotoran Ular

Tanda-tanda berikutnya adalah muncul kotoran ular yang tersebar di beberapa sudut rumah. Kotoran ular umumnya punya wujud seperti kotoran burung, yaitu cairan berwarna kuning dan putih serta mengandung urea.

Sebagai pengingat, jangan menyentuh kotoran ular dengan tangan kosong. Untuk membersihkannya, gunakan sarung tangan tebal sebagai bentuk pencegahan agar tidak tertular penyakit.

5. Muncul Bau yang Menyengat

Jika kamu mencium bau tidak sedap dan menyengat hidung, bisa jadi itu merupakan kotoran ular. Jika kamu mencium bau tersebut dari tempat gelap, lembap, dan sempit, maka sebaiknya segera diperiksa untuk memastikan apakah ada sarang ular atau tidak.

Pastikan kamu hati-hati saat mengecek area yang gelap dan lembap. Gunakan senter yang terang untuk melihat area di sekitar dan pakai masker untuk menghalau bau tidak sedap.

Demikian lima tanda-tanda jika ada sarang ular di dalam rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati! 5 Kebiasaan Ini Dapat Mengundang Ular Datang ke Rumah


Jakarta

Ular merupakan salah satu hewan yang kerap muncul di rumah. Meski habitat aslinya berada di alam liar, tapi terkadang ular bisa masuk ke permukiman penduduk.

Sudah banyak kasus ditemukan ular yang bersembunyi di plafon, atap rumah, atau kamar mandi. Bahkan, sudah beberapa kali muncul korban jiwa akibat serangan ular terhadap manusia.

Ular ternyata bisa masuk ke rumah karena penghuninya masih melakukan sejumlah kebiasaan buruk. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Kebiasaan Ini Bikin Ular Tertarik Datang ke Rumah

Ada beberapa kebiasaan buruk yang dapat mengundang ular datang ke rumah. Sayangnya, hal tersebut sering tidak disadari oleh banyak orang. Dilansir situs Times of India, berikut penjelasannya:

1. Tidak Merawat Kolam Air

Membuat kolam air atau air mancur di rumah memang dapat mempercantik hunian. Namun, adanya kolam air justru dapat mengundang ular untuk datang ke rumah.

Sebab, kolam air menjadi tempat yang cocok bagi hewan seperti kodok, siput, keong, dan serangga untuk berkembang biak. Nah, hewan-hewan itu juga menjadi sumber makanan bagi ular.

Sebenarnya tidak masalah untuk membuat kolam air, asalkan perlu dibersihkan secara berkala agar tidak ada serangga dan hama. Kolam air yang bersih juga semakin mempercantik hunian.

2. Rumput Lebat

Apabila halaman rumah tidak pernah dirawat hingga tumbuh rumput yang lebat dan tinggi, maka bisa menjadi penyebab ular datang. Sebab, tumput yang lebat merupakan tempat yang cocok bagi hewan untuk membuat sarang, terutama tikus.

Kehadiran tikus di halaman rumah dapat memancing ular untuk datang karena mereka telah menemukan sumber makanan. Maka dari itu, sebaiknya rawat halaman rumah dengan cara memotong rumput secara rutin.

Setelah membersihkan halaman rumah, pastikan daun-daun yang berguguran segera dibuang ke tempat sampah. Jangan sampai daun tersebut dibiarkan menumpuk di halaman rumah karena bisa memancing ular untuk datang.

Daun yang terus menumpuk dan tidak dibuang akan membusuk, lalu menghasilkan panas dan kelembapan yang ideal bagi serangga dan tikus untuk berkembang biak. Kondisi ini dapat menarik ular untuk datang karena telah menemukan sumber makanan.

4. Jarang Merawat Tanaman Penutup Tanah

Tanaman penutup tanah atau cover crop merupakan jenis tanaman yang berfungsi untuk melindungi tanah dari erosi, mencegah gulma, dan memperbaiki kualitas tanah.

Beberapa tanaman penutup tanah seperti rumput gajah mini atau daun tapak mampu menciptakan suasana asri di halaman, tetapi juga bisa memancing ular untuk datang ke rumah.

Soalnya, tanaman penutup tanah cenderung lembap dan teduh sehingga menjadi tempat yang aman bagi ular untuk bersembunyi. Sebagai bentuk pencegahan, sebaiknya kamu rutin memangkas tanaman jika sudah lebat guna mencegah ular bersembunyi.

5. Menanam Tanaman yang Harum

Banyak pemilik rumah yang sengaja menanam tanaman yang indah dan wangi agar mempercantik hunian. Namun, hobi ini justru bisa menarik ular untuk datang ke rumah.

Tanaman hias seperti melati dan krisan memiliki aroma wangi yang sangat kuat. Tanaman ini dapat menarik serangga dan hewan kecil untuk datang, yang mana bikin ular ikut terpancing karena menemukan sumber makanan.

Jika ingin menanam tanaman hias tersebut, sebaiknya diimbangi juga dengan menanam tanaman yang dapat mencegah ular seperti marigold, sereh, atau lavender. Tanaman itu juga mengeluarkan aroma yang wangi, tapi tidak disukai oleh ular.

Itulah lima kebiasaan buruk yang dapat mengundang ular datang ke rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Muncul Rayap di Rumah? Ini Cara Ampuh Mengatasinya


Jakarta

Rayap merupakan salah satu jenis serangga yang sering ditemukan di dalam rumah, terutama di tempat-tempat tersembunyi. Meski berukuran kecil, serangga ini dapat mengganggu kenyamanan hingga merusak hunian.

Sebab, rayap merupakan serangga pemakan kayu sehingga furniture atau perabotan kayu di rumah jadi rusak dan berlubang. Bahkan, rayap juga bisa menggerogoti atap rumah yang masih menggunakan kayu.

Agar furniture kesayanganmu di rumah tidak rusak gara-gara dimakan rayap, sebaiknya segera basmi serangga tersebut sebelum kerusakan makin bertambah parah.


Ingin tahu kenapa ada banyak rayap yang muncul di rumah? Lalu bagaimana cara atasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Kenapa Ada Banyak Rayap di Rumah

Sebagai informasi, ada tiga jenis rayap yang umum menyerang rumah, yaitu rayap kayu lembap, rayap kayu kering, dan rayap tanah. Meski sama-sama tertarik pada kayu, tetapi ketiga jenis rayap itu memiliki sejumlah perbedaan.

Dilansir situs Orkin, rayap kayu kering cenderung mencari kayu yang kondisinya kering, sedangkan kayu lembap jadi incaran para rayap kayu basah. Lain halnya dengan rayap tanah yang harus berada di tanah lembap dan mencari apa pun kayu yang terdapat di tanah.

Setelah mengetahui jenis-jenisnya, berikut sejumlah alasan mengapa rayap sering kali muncul di rumah:

1. Kondisi Rumah yang Lembap

Udara lembap menjadi alasan utama mengapa ada banyak rayap di rumah. Pada umumnya, rayap kayu basah akan masuk ke dalam untuk mencari kayu yang bisa dimakan.

Jumlah rayap bisa semakin banyak jika furniture di rumah umumnya menggunakan material kayu. Ditambah lagi udara lembap yang membuat rayap semakin puas menggerogoti perabotan kayu.

2. Muncul Retakan atau Celah di Rumah

Adanya retakan pada dinding menjadi kesempatan bagi rayap untuk masuk ke rumah. Mereka akan mencari kayu yang lembap untuk sumber makanan mereka.

Celah pada jendela atau pintu juga bisa dilalui oleh serangga kecil tersebut. Oleh sebab itu, penting untuk menambal retakan pada dinding serta menutup celah terbuka di jendela.

3. Ada Pipa Air yang Bocor

Pipa air yang bocor di rumah bisa menyebabkan area di sekitar menjadi lembap. Kondisi tersebut sangat ideal bagi rayap untuk masuk dan berkembang biak di rumah.

Populasi rayap di rumah bisa semakin bertambah jika struktur atap masih menggunakan kayu. Seiring waktu, struktur bangunan bisa rusak dan akhirnya roboh karena habis dimakan rayap.

Cara Membasmi Rayap di Rumah

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membasmi rayap di rumah. Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut langkah-langkahnya:

1. Pakai Cat Kayu Anti Rayap

Langkah pertama adalah menggunakan cat kayu anti rayap untuk furniture dengan material kayu. Pastikan seluruh permukaan furniture, terutama bagian belakang telah dilapisi cat kayu agar tidak digerogoti rayap sehingga tahan lama.

2. Hindari Area Lembap di Rumah

Guna mencegah rayap datang ke rumah, pastikan seluruh ruangan di rumah tidak lembap. Dengan begitu, furniture kayu tak akan digerogoti oleh serangga kecil tersebut.

Cek juga bagian langit-langit rumah karena rayap sering bersembunyi di tempat tersebut. Jika ditemukan rayap dalam jumlah banyak, segera panggil pest control atau layanan pengendali hama.

3. Bersihkan Selokan

Penting untuk membersihkan selokan secara berkala. Sebab, selokan yang tersumbat oleh sampah membuat air tidak mengalir dengan lancar. Kondisi ini dapat menciptakan genangan air yang masuk ke rumah dan membasahi furniture kayu, sehingga menarik rayap untuk memakannya.

4. Lakukan Pengecekan Rutin

Sebagai bentuk pencegahan, lakukan pengecekan rutin pada ruangan yang mudah lembap dan terdapat banyak furniture kayu. Cek juga bagian atap rumah guna memastikan tidak ada rayap yang bersarang.

Jika menemukan ada celah atau lubang di beberapa titik, sebaiknya segera ditutup agar rayap tidak bisa masuk ke dalam rumah.

Itulah alasan mengapa banyak rayap di rumah dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com