Tag: pencemaran

  • Catat! Segini Jarak Ideal Septic Tank dengan Sumur Air Biar Nggak Tercemar



    Jakarta

    Setiap rumah harus memiliki sistem dan persediaan air bersih. Sumber air bersih di sumur air tidak boleh sampai tercemar, apalagi oleh tinja dari septic tank.

    Jika menggunakan air yang tercemar, dikhawatirkan penghuni rumah dapat terserang penyakit. Melansir dari detikHealth, Jumat (9/8/2024) Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.

    Septic tank tersebut memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat. Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan


    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air dan septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Siasat Pulihkan Rumah Usai Kebakaran



    Jakarta

    Menghadapi kerusakan akibat kebakaran rumah adalah pengalaman yang sangat menantang dan emosional. Selain kehilangan barang-barang berharga, kamu juga harus menghadapi dampak fisik dari api dan asap yang dapat merusak struktur dan kenyamanan rumah kamu.

    Namun, dengan pendekatan yang tepat, kamu dapat memulihkan rumah kamu kembali ke kondisi semula atau bahkan lebih baik. Simak penjelasan ini yang akan membahas langkah-langkah penting yang perlu diambil untuk memperbaiki kerusakan setelah kebakaran, mulai dari penilaian kerusakan hingga proses perbaikan dan pemulihan.

    Langkah yang Harus Segera di Ambil

    Melansir dari This Old House, segera setelah kebakaran rumah terjadi, penting untuk segera mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan kerusakan lebih lanjut dan memulai proses pemulihan.


    Dimulai dengan menghubungi perusahaan asuransi kamu untuk melaporkan kejadian tersebut dan memulai klaim, serta mengamankan properti kamu dengan menutup jendela yang pecah atau lubang di atap setelah dinyatakan aman oleh pemadam kebakaran atau teknisi struktur.

    Periksa Tingkat Kerusakan

    Setelah mengamankan properti kamu, lakukan penilaian terhadap tingkat kerusakan dan mulai tandai perbaikan yang perlu dilakukan. Langkah awal ini akan membantu mengarahkan upaya restorasi dan rencana rekonstruksi kamu di masa depan.

    Panggil Insinyur Struktural

    Untuk kerusakan akibat kebakaran yang parah, disarankan untuk menyewa seorang insinyur struktur. Mereka akan mengevaluasi kondisi fondasi, kerangka, dan selubung bangunan rumah kamu.

    Insinyur struktur dapat mengidentifikasi kerusakan struktural yang tersembunyi dan berpotensi menimbulkan risiko di masa depan.

    Evaluasi Komponen Struktural

    Insinyur struktur akan memeriksa elemen-elemen utama rumah kamu, seperti lantai, dinding, dan atap. Laporan mereka akan menjelaskan tingkat kerusakan dan mengidentifikasi bagian-bagian struktur yang dapat diselamatkan atau perlu diganti.

    Mereka juga akan menilai keamanan dan stabilitas rumah kamu selama proses restorasi, sehingga membantu kamu memprioritaskan perbaikan dan merencanakan upaya rekonstruksi dengan lebih efektif.

    Langkah-langkah Keselamatan yang Perlu Diambil Setelah Kebakaran

    Membersihkan rumah setelah kebakaran sangat berbahaya karena adanya bahan kimia beracun dan struktur yang tidak stabil di rumah kamu. Ambillah tindakan pencegahan keselamatan yang tepat untuk melindungi kesehatan kamu selama proses pembersihan.

    Perlengkapan Pelindung

    Saat memasuki rumah yang mengalami kerusakan akibat kebakaran, selalu gunakan perlindungan yang sesuai. Perlengkapan yang diperlukan meliputi masker debu, pakaian pelindung, dan sarung tangan karet.

    Jika kamu membersihkan sendiri, pastikan untuk mengenakan masker debu, pakaian pelindung, dan sarung tangan karet. Kacamata pengaman akan melindungi mata kamu dari debu, sementara alas kaki yang kokoh dapat mencegah cedera akibat benda tajam.

    Mengelola Residu Kebakaran

    Residu kebakaran mengandung zat berbahaya yang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan. Jika kamu ragu tentang keamanan suatu bahan, sebaiknya konsultasikan dengan profesional atau serahkan pembersihannya kepada perusahaan restorasi yang berpengalaman.

    Pastikan juga untuk membuang bahan berbahaya dengan cara yang benar. Selalu periksa peraturan setempat dan patuhi undang-undang untuk mencegah pencemaran lingkungan.

    Meredakan Kerusakan Akibat Air

    Ironisnya, kerusakan akibat air yang disebabkan oleh upaya pemadaman kebakaran bisa sama parahnya dengan kerusakan akibat kebakaran itu sendiri. Utamakan untuk mengeluarkan barang-barang basah dari area yang terdampak.

    Periksa dinding kering, isolasi, karpet, dan furnitur kamu. Segala sesuatu yang tetap lembap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut.

    Pastikan untuk memisahkan barang-barang yang dapat diselamatkan dari yang perlu dibuang, dan dokumentasikan kerusakan tersebut untuk keperluan klaim asuransi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarak Ideal Sumur Air dengan Septic Tank, Biar Nggak Tercemar



    Jakarta

    Septic tank dan sumber air bersih merupakan dua hal yang wajib ada di sebuah rumah. Meski keduanya dibutuhkan, septic tank dan sumber air bersih tidak boleh ditempatkan secara berdekatan.

    Sumber air bersih bisa tercemar jika titiknya dekat dengan septic tank. Jika menggunakan air yang tercemar, dikhawatirkan penghuni rumah dapat terserang penyakit.

    Melansir dari detikHealth Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.


    Septic tank tersebut memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat. Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan

    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air dan septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    Lihat juga video: Heboh Air Sumur di Sidoarjo Panas dan Berasap

    [Gambas:Video 20detik]

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Lama Umur Cat? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Sisa cat rumah yang telah digunakan memang bisa dipakai lagi nantinya. Namun, harus diperhatikan karena cat memiliki umurnya yang baik digunakan.

    Cat akan bertahan lebih lama apabila tutup cat belum dibuka. Cat yang masih tersegel biasanya bisa bertahan sampai 10 tahun. Hal itu karena cat yang kalengnya masih tersegel belum terpapar debu, kotoran, dan udara.

    Akan tetapi, tiap jenis cat memiliki masa waktu yang berbeda. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Umur Cat Berdasarkan Bahannya

    1. Cat Bahan Dasar Minyak

    Cat yang berbahan dasar minyak dan kalengnya masih tersegel bisa bertahan hingga 15 tahun lamanya. Namun, jika sudah dibuka bisa bertahan hingga 10 tahun apabila cat ditutup dengan benar.

    2. Cat Akrilik

    Cat akrilik yang belum dibuka dan disimpan di tempat yang sejuk, gelap, serta kering bisa bertahan hingga 10 tahun. Jika kaleng cat sudah dibuka maka bisa bertahan hingga 2 tahun saja.

    3. Cat Bahan Dasar Air

    Cat berbahan dasar air atau water-based latex paint bisa bertahan antara 2-10 tahun. Jika kaleng cat belum dibuka, maka bisa bertahan hingga 10 tahun.

    Cara Memperpanjang Umur Cat

    Dilansir dari Better Homes and Garden, berikut ini beberapa cara untuk memperpanjang umur cat agar bisa dipakai kembali.

    1. Penyimpanan yang Tepat

    Pastikan untuk menyimpan cat di lokasi yang sejuk dan kering. Tempatkan kaleng cat di tempat yang tidak terkena fluktuasi suhu ekstrem, seperti gudang yang tidak terisolasi.

    2. Penutup yang Kedap Udara

    Pastikan kaleng cat tertutup dengan baik. Segel kedap udara bisa mengurangi risi pertumbuhan jamur dan lumut. Untuk menciptakan penutup yang kedap udara, tutup kaleng, lalu balikkan sehingga cat cair mendorong penutup ke dalam dengan kuat.

    3. Hindari Pencemaran Cat

    Untuk mencegah penambahan bakteri atau jamur ke dalam cat, selalu tuangkan cat dari kaleng ke dalam wadah yang lebar sebelum diaplikasikan ke permukaan yang akan dicat. Hindari mencelupkan kuas atau rol langsung ke dalam kaleng cat atau meninggalkan penutup kaleng terbuka saat cat tidak digunakan.

    Itulah informasi mengenai umur cat agar bisa digunakan di kemudian hari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahaya Air Sumur Berbau! Ini Penyebab dan Solusinya



    Jakarta

    Sebagian masyarakat Indonesia masih menggunakan air sumur untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, terkadang muncul bau tak sedap dari air sumur di rumah.

    Sementara air yang layak dikonsumsi salah satu kriterianya adalah tidak berbau. Jika berbau, kemungkinan air sumur itu sudah tercemar dan tidak patut dikonsumsi karena dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah kesehatan.

    Lantas, bagaimana cara mengatasi air sumur bau? Simak ulasannya berikut ini.


    Penyebab Air Sumur Bau

    Sebelum mengatasi masalah, kamu perlu mengetahui penyebab air muncul bau. Inilah alasan air sumur bau, dilansir dari MN Department of Health.

    1. Gas Hidrogen Sulfida

    Gas hidrogen sulfida (H2S) mampu membuat air berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat muncul di sumur mana saja karena terjadi secara alamiah dari hasil pembusukan dan reaksi kimia dengan tanah dan bebatuan.

    Polusi yang terjadi juga bisa membuat air sumur tercemar dan mengeluarkan bau. Gas H2S dapat berbahaya jika kadarnya tinggi. Sehingga penting untuk mensterilkan air dari gas.

    2. Bakteri Sulfur

    Bakteri sulfur juga bisa memproduksi gas H2S. Meski tergolong tak berbahaya, bakteri sulfur bantu merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Lendir yang dihasilkan bakteri mampu menyumbat sistem perpipaan sumur.

    Cara Mengatasi Air Sumur yang Bau

    Apabila air sumur berbau tak sedap juga ditemukan lendir berwarna putih, abu-abu, atau kehitaman serta noda hitam dan korosi pada sistem perpipaan dan komponen logam mesin air, bisa jadi air sumur telah terkontaminasi gas hidrogen sulfida dan bakteri sulfur.

    Jika demikian, sejumlah cara berikut dapat dilakukan untuk mengatasi air sumur yang bau.

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit biasa digunakan sebagai zat disinfektan air. Senyawa kimia ini ampuh untuk menjernihkan juga menghilangkan bau pada air.

    Namun air yang diberi kaporit tidak dapat langsung dikonsumsi. Mesti tunggu beberapa hari sampai baunya menghilang dan barulah air bisa digunakan kembali.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bau yang muncul mungkin diakibatkan oleh bakteri yang menempel di dinding sumur. Untuk menghilangkannya, cairan klorin yang dapat dipakai.

    3. Gali Sumur Lebih Dalam

    Air sumur yang bau dan keruh bisa disebabkan oleh sumur yang kurang dalam. Karena ini, sumur dapat digali lebih dalam lagi supaya air kotor tidak masuk ke dalamnya. Dinding sumur juga bisa dilapisi dengan tembok beton agar lebih tinggi dan tak mudah bocor sehingga air kotor tak mengkontaminasi air di dalamnya.

    4. Disinfeksi Sumur

    Jika air sumur masih bau, larutan klorin tingkat kuat bisa digunakan untuk disinfeksi sumur lebih lanjut. Disarankan memanggil jasa profesional apabila tidak mampu melakukan disinfeksi sumur mandiri untuk pengerjaan yang lebih efisien.

    5. Bor Sumur Baru

    Apabila sumber bau berasal dari air tanahnya, mengebor sumur baru di lokasi berbeda menjadi cara terakhir yang dapat dilakukan. Bisa juga pertimbangkan untuk berlangganan air ke perusahaan pengolahan dan penyediaan air bersih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Bikin! Ini Jarak Ideal Antara Sumur Air dan Septic Tank



    Jakarta

    Rumah perlu memiliki sumber air bersih dan pengelolaan limbah yang baik. Nah, kebanyakan rumah dilengkapi septic tank dan sumur air untuk memenuhi kebutuhan itu.

    Namun tak boleh sembarangan, letak sumur air dan septic tank tidak boleh berdekatan. Pasalnya, sumber air bersih bisa tercemar kalau titiknya dekat dengan septic tank, sehingga dapat memicu penyakit.

    Dikutip dari detikHealth Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng mengatakan tingginya cemaran air di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.


    Septic tank tersebut memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat. Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air dan septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tetangga Sering Bakar Sampah? Warga Jakarta Bisa Lapor ke Sini


    Jakarta

    Membakar sampah kerap jadi pilihan sebagian orang untuk mengatasi sampah yang menumpuk di rumah. Namun praktik pembakaran sampah sering kali bikin kesal warga karena asapnya yang menyebar dapat menyebabkan jemuran pakaian berbau, polusi, hingga gangguan pernapasan.

    Jika menemukan tetangga yang terus-menerus bakar sampah sembarangan, warga Jakarta dapat melaporkannya ke pemerintah daerah dan petugas. Sebab praktik ini telah dilarang melalui Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2014 dan pelakunya dapat dikenakan sanksi denda atau tindak pidana.

    Cari tahu cara melakukan pengaduan bakar sampah sembarangan di wilayah Jakarta pada uraian berikut.


    Cara Melaporkan Bakar Sampah via Aplikasi JAKI

    Tetangga yang sering bakar sampah sembarangan dapat diadukan melalui aplikasi JAKI – Jakarta Kini. Mengutip situs Jakarta Smart City, berikut langkah-langkahnya:

    • Unduh dan instal aplikasi JAKI – Jakarta Kini.
    • Buat akun menggunakan email dan password.
    • Login kembali ke aplikasi, lalu pilih fitur Laporan Warga di beranda.
    • Pilih Buat Laporan Foto atau Video > Buat Laporan.
    • Ambil foto atau video langsung melalui aplikasi. Bisa juga pilih foto dan video dari galeri ponsel.
    • Tulis alamat lengkap lokasi laporan > klik Selanjutnya. Sementara lapor video akan dialihkan untuk mengirimkan rekaman melalui email [email protected].
    • Tulis pengaduan secara detail. Bisa memulai dengan kalimat seperti, “Butuh segera ditindaklanjuti karena…”.
    • Pilih kategori laporan yang sesuai. Untuk pembakaran sampah sembarangan bisa pilih kategori: Gangguan Ketenteraman dan Ketertiban, Pencemaran Lingkungan, atau Sampah.
    • Tinjau seluruh laporan dan klik tombol Kirim.
    • Akan diperoleh ID laporan setelah mengirim pengaduan.
    • Cek status pengaduan di fitur Laporan Warga > Pantau Laporan yang Dibuat.

    Pengaduan yang dibuat melalui aplikasi JAKI akan otomatis berstatus privat dan hanya bisa dilihat oleh pengguna serta petugas. Ubah laporan menjadi publik di laman Tinjauan Laporan jika ingin pengguna JAKI lainnya melihat pengaduanmu.

    Cara Melaporkan Bakar Sampah via Kanal CRM

    Selain melalui JAKI, warga dapat melakukan pengaduan melalui sistem CRM (Cepat Respon Masyarakat). CRM menyediakan berbagai kanal resmi yang sudah terintegrasi. Berikut kanal yang bisa digunakan untuk melaporkan permasalahan di lingkungan Jakarta:

    • Instagram: @dkijakarta
    • Twitter: @DKIJakarta
    • Facebook: Pemprov DKI Jakarta
    • E-mail: [email protected]
    • Media sosial pribadi Gubernur atau Wakil Gubernur
    • SMS/WhatsApp: 08111272206
    • Gedung Balai Kota
    • Kantor Inspektorat
    • Kantor Wali Kota
    • Kantor Kecamatan
    • Kantor Kelurahan
    • Aspirasi Publik Melalui Media Massa
    • LAPOR! 1708.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Tercemar! Segini Jarak Ideal Septic Tank dengan Sumur Air



    Jakarta

    Adanya sumber air bersih dan pengelolaan limbah sangat penting untuk memiliki lingkungan rumah yang sehat. Hal itu dapat dicapai dengan menyediakan septic tank dan sumur air untuk memenuhi kebutuhan harian penghuni.

    Namun, letak sumur air dan septic tank di rumah tidak boleh sembarangan. Jika titik keduanya terlalu dekat satu sama lain, sumber air bersih berpotensi tercemar, sehingga menimbulkan penyakit.

    Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menjelaskan tingkat pencemaran air yang tinggi Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.


    Masih ada rumah yang septic tanknya berjarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman padat. Ia menuturkan jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli).

    Bakteri ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk infeksi saluran pencernaan. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah. Untuk itu, sumur air dan septic tank sebaiknya diberi jarak yang aman.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum adalah 10 meter. Sementara itu, upflow filter septic tank minimal berjarak 1,5 meter dari sumur air minum. Demikian juga dengan taman sanita septic tank harus diberi jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Di samping itu, pemilik rumah perlu menjaga jarak sumur resapan air hujan dengan septic tank. Pasalnya, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga di kala kekeringan atau krisis air.

    Adapun jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya 5 meter. Lalu, jarak upflow filter septic tank dengan sumur resapan air hujan minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak paling dekatnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak ideal septic tank dari sumur air agar tidak terjadi pencemaran tinja. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Jarak Aman Sumur Air dengan Septic Tank? Ini Panduannya



    Jakarta

    Setiap rumah biasanya memiliki berbagai sistem untuk menunjang kehidupan penghuninya. Beberapa di antaranya adalah sumur air sebagai sumber air bersih dan septic tank yang mengolah limbah.

    Kedua hal tersebut biasanya berada di halaman rumah. Namun perlu diingat, sumur air dan septic tank tidak boleh ditempatkan secara berdekatan ya.

    Pasalnya, sumber air bersih pada sumur air bisa tercemar kotoran dari septic tank. Kalau sampai air tercemar, penghuni rumah berpotensi terserang penyakit.


    Dilansir dari detikHealth, Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng mengungkap salah satu penyebab tingginya cemaran air tinja di Indonesia adalah lokasi septic tank dekat dengan tempat tinggal warga. Jarak septic tank dengan bangunan rumah hanya 2-3 meter di permukiman padat.

    Sumber air bersih dapat tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) kalau septic tank dan sumur air berdekatan. Hal ini dapat menimbulkan penyakit seperti infeksi saluran pencernaan.

    Lantas, berapa jarak aman sumur air dengan septic tank? Simak penjelasannya berikut ini.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, sumur resapan septic tank dengan sumur air setidaknya harus berjarak 10 meter. Jarak upflow filter septic tank dengan sumur air minimal 1,5 meter. Lalu, taman sanita septic tank minimal berjarak 1,5 meter dari sumur air minum.

    Di sisi lain, sebaiknya sumur resapan air juga tidak berdekatan dengan septic tank. Pasalnya, sumur resapan air hujan bisa menjadi cadangan air buat rumah tangga ketika krisis air.

    Minimal sumur resapan septic tank berada 5 meter dari sumur resapan air hujan. Sementara itu, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak ideal sumur air dengan septic tank agar tidak terjadi pencemaran. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Lihat juga Video ‘Heboh 14 Ekor Ular Sanca Bikin Sarang di Septic Tank Rumah Warga Bekasi’:

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Kamar Tidur yang Selalu Lembap Tanpa AC



    Jakarta

    Kamar tidur yang terasa lembap sering bikin tidak nyaman, apalagi jika disertai bau apek atau bahkan muncul jamur di sudut ruangan. Kondisi ini sering terjadi saat musim hujan atau pada rumah dengan sirkulasi udara yang kurang baik. Tapi tenang, ada berbagai cara untuk mengatasi kamar lembap tanpa perlu mengandalkan AC.

    Menurut buku Penyehatan Udara karya Tri Cahyono, SKM, MSi, kelembapan adalah kondisi di mana kandungan uap air di udara terlalu tinggi. Di dalam rumah, hal ini biasanya disebabkan oleh penguapan air yang meresap dari dinding, lantai, atau bahkan dari aktivitas penghuni sendiri.

    Jika dibiarkan, kelembapan berlebih bisa memicu pertumbuhan jamur yang berdampak buruk pada kesehatan. Seperti dijelaskan dalam buku Pencemaran Udara dalam Ruangan karya HJ Mukono, jamur atau mould di kamar bisa menyebabkan masalah pernapasan hingga alergi.


    Lantas, bagaimana cara mengatasi kamar tidur yang selalu lembap tanpa bantuan AC? Simak tipsnya berikut ini:

    8 Cara Mengatasi Kamar Lembap Tanpa AC

    1. Atur Batas Kelembapan

    Idealnya, kelembapan udara di dalam kamar berkisar antara 40-60%. Jika melebihi itu, ruangan sudah tergolong terlalu lembap. Gunakan alat seperti hygrometer untuk memantau tingkat kelembapan secara berkala.

    2. Pastikan Ventilasi Memadai

    Salah satu penyebab utama kamar lembap adalah ventilasi yang buruk. Idealnya, luas ventilasi minimal 10% dari luas ruangan. Ventilasi yang baik akan membantu sirkulasi udara dan menjaga udara kamar tetap segar.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Tanpa AC, kipas angin bisa jadi penyelamat. Udara yang berputar dari kipas membantu mengurangi kelembapan, terutama jika diarahkan ke sudut-sudut ruangan yang rentan lembap.

    4. Buka Jendela Secara Rutin

    Cara sederhana namun efektif. Dengan membuka jendela, udara lembap bisa keluar dan tergantikan udara segar dari luar. Ini juga membantu mencegah pertumbuhan jamur.

    5. Gunakan Dehumidifier

    Jika ingin solusi lebih praktis, gunakan dehumidifier. Alat ini bisa menyerap uap air berlebih di udara dan menjaga ruangan tetap kering. Cocok untuk kamar tidur di area yang lembap sepanjang tahun.

    6. Periksa dan Perbaiki Tembok Rembes

    Tembok yang rembes jadi sumber utama kelembapan. Gunakan pelapis kedap air pada permukaan dinding dan pastikan tidak ada kebocoran dari saluran air atau atap.

    7. Rutin Bersihkan Karpet

    Karpet yang jarang dibersihkan bisa menyimpan kelembapan dan jadi tempat tumbuhnya jamur. Cucilah karpet secara rutin atau pertimbangkan untuk menggantinya dengan material yang lebih mudah kering.

    8. Hindari Menjemur Pakaian di Dalam Kamar

    Menjemur pakaian di dalam kamar akan meningkatkan kadar uap air di udara. Sebisa mungkin jemur pakaian di luar atau di area dengan sirkulasi udara yang baik.

    Kamu juga bisa meletakkan kapur serap lembap (moisture absorber) di sudut kamar. Produk ini mudah ditemukan di toko swalayan atau online, dan cukup ampuh menyerap kelembapan secara pasif.

    Jadi, tak perlu khawatir lagi jika kamar tidur terasa lembap. Dengan langkah-langkah sederhana di atas, kamu bisa menjaga kamar tetap kering, sehat, dan bebas jamur tanpa harus mengandalkan AC.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com