Tag: pencuri

  • 5 Tips Simpan Harta Benda di Rumah Biar Nggak Dicuri Saat Ditinggal Liburan


    Jakarta

    Rumah bukan cuman buat ditinggali, tapi juga tempat untuk menyimpan barang penghuninya. Sayangnya, maling suka mengincar harta benda saat rumah kosong ditinggal penghuninya yang sedang berlibur.

    Ada saja kasus orang pulang dari berlibur melihat rumahnya dibobol maling dan barang-barangnya hilang. Sebagai langkah pencegahan, kamu bisa coba menyembunyikan barang berharga agar nggak ketahuan sama maling.

    Lalu, bagaimana cara menyimpan harta benda dengan aman di rumah? Simak caranya berikut ini dikutip dari Cekaja.


    Tips Aman Simpan Harta Benda di Rumah

    Inilah cara menyimpan harta benda di rumah biar aman dari maling.

    1. Jangan Simpan di Dalam Lemari

    Sebaiknya jangan simpan harta benda di dalam lemari. Dari beberapa contoh kasus yang telah terjadi, menyimpan barang berharga, seperti emas atau surat-surat tanah di dalam lemari lebih berisiko diambil oleh pencuri saat terjadi perampokan.

    Ketika hal itu terjadi, biasanya pencuri akan langsung tertuju ke kamar tidur dan mencari benda-benda berharga korbannya di dalam lemari.

    Maka dari itu, menyimpan barang berharga maupun benda berharga lainnya di dalam lemari sangat tidak disarankan. Apalagi di dalam celah-celah kecil atau lainnya. Sebaliknya, cobalah simpan barang berharga yang dimiliki di tempat-tempat yang sekiranya sulit untuk ditemukan oleh pencuri.

    2. Simpan di Tempat yang Sulit Dijangkau

    Simpan barang berharga kamu di tempat yang sulit dijangkau. Tempat yang sulit dijangkau ini maksudnya tempat yang sekiranya tak akan terpikirkan oleh pencuri. Misalnya di celah-celah laci dapur ataupun ruang makan.

    Pokoknya, jangan sampai tempat yang disiapkan untuk menyimpan barang berharga, mudah ditebak oleh pencuri.

    Kamu harus mengakalinya dengan sebaik mungkin. Jika memungkinkan, selalu ganti posisi penyimpanannya tiap tiga hingga enam bulan sekali. Terlebih lagi jika rumah sering didatangi oleh tamu.

    Perpindahan posisi ini dimaksudkan untuk menghindari segala risiko kehilangan, yang terkadang bisa dialami jika kita terlalu percaya dengan orang lain, apalagi yang baru dikenal.

    3. Simpan di Dalam Brankas Unik

    Selain itu, coba simpan barang di dalam brankas. Untuk keamanan yang lebih lagi sebaiknya jangan gunakan brankas biasa, tetapi yang bentuk unik.

    Kamu bisa saja pakai brankas yang menyerupai buku. Bentuk yang tidak mencolok itu tentu saja akan mengecoh pandangan pencuri.

    Selain itu, hal lainnya yang harus diperhatikan adalah tempat penyimpanan brankas tersebut. Hindari menyimpan brankas atau barang berharga secara langsung di dalam lemari maupun lacinya.

    Sebab, seperti yang sebelumnya sudah dibahas, lemari selalu menjadi sasaran utama pencuri saat mencari barang berharga korbannya. Ada baiknya untuk menyimpan brankas tersebut di ruangan yang lebih aman dan tidak terpikirkan oleh pencuri.

    4. Gunakan Perlindungan Ganda

    Selanjutnya, selalu gunakan perlindungan ganda. Meski sudah menggunakan brankas yang terbuat dari material besi, namun ada baiknya lagi bila kamu menambah perlindungannya.

    Caranya? Tentu saja dengan menyimpannya dalam kotak berlapis. Misal, masukkan brankas ke dalam kotak yang lebih besar dan menggunakan gembok maupun kata sandi. Dengan begitu, pencuri tidak akan mudah untuk bisa membuka kotak tersebut.

    5. Gunakan Trik Menipu Pencuri

    Terakhir, kamu bisa menggunakan trik menipu pencuri. Nah, di sini, kamu bisa menggunakan lemari untuk mengecoh pencuri.

    Misalnya kamu bisa menggunakan brankas untuk menyimpan barang berharga. Di dalam brankas itu, kamu dapat menyimpan berbagai benda yang tidak berguna, namun dalam jumlah yang cukup banyak.

    Dengan begitu, pencuri tentu akan mengira bahwa sebagian besar hartamu ada di dalam brankas tersebut, sehingga pencuri tak perlu lagi mencari ke ruangan lainnya untuk menemukan barang berharga lainnya.

    Itulah cara menyimpan barang berharga di rumah agar tidak dicuri maling. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudik Tenang, Rumah Aman! Ini 5 Cara Lindungi Rumah dari Maling



    Jakarta

    Lebaran tinggal menghitung hari. Beberapa orang bahkan sudah mulai mudik untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar di kampung. Nah sebelum mudik ada baiknya mempersiapkan keamanan rumah.

    Rumah yang ditinggalkan dalam keadaan tidak berpenghuni selama beberapa hari bisa memancing maling untuk beraksi. Oleh karena itu penting melakukan sejumlah langkah preventif.

    Melansir dari laman gvlock, berikut ini kiat-kiat mengamankan rumah kosong dari serangan maling ketika pergi mudik.


    1. Kunci Semua Akses Masuk

    Pastikan untuk mengunci semua akses masuk dan memeriksanya kembali. Sebagai manusia yang tengah kerepotan mempersiapkan keberangkatan, kamu dapat saja lupa mengunci pintu.

    Kamu bisa membuat daftar jendela, pintu, dan pagar mana saja yang harus dikunci supaya tidak ada yang terlewatkan. Akan semakin bagus bila kamu menambahkan kunci ganda untuk mempersulit maling yang hendak masuk.

    2. Buat Seakan-akan Ada Orang di Rumah

    Pencuri biasanya akan mengobservasi rumah untuk beberapa waktu sebelum mencoba untuk masuk. Mereka ingin memastikan tidak ada orang di rumah.

    Oleh karena itu, cara menghalau maling bisa dengan membuat rumah seakan-akan ada penghuni. Hal ini bisa dilakukan menggunakan lampu yang menyala dan mati menggunakan timer.

    3. Rapikan Pekarangan

    Maling akan mencari tanda-tanda rumah kosong, salah satunya dengan pekarangan yang tampak tidak terurus. Sebelum pergi mudik, pastikan untuk mengatur agar tidak ada paket atau surat yang akan datang selama rumah kosong.

    Lalu, rapikan pekarangan dengan menggunting rumput dan semak-semak serta cabut rumput liar. Selain menunjukkan ada orang yang merawat pekarangan rumah. Kamu juga bisa memasang lampu keamanan outdoor untuk mencegah maling bersembunyi.

    4. Sembunyikan Barang Berharga

    Jangan biarkan barang berharga tergeletak di tempat terbuka di rumah. Sebagai langkah penjagaan, biasanya untuk menyembunyikan benda berharga di tempat persembunyian ataupun brankas.

    5. Pasang CCTV dan Sistem Alarm

    Pasang kamera pengawas atau sistem pengamanan dengan benar untuk mengumpulkan bukti pencurian ataupun menakuti maling supaya tidak mendekati rumah. Camera ini sangat membantu untuk mengidentifikasi gerakan mencurigakan para maling.

    Demikian kiat-kiat meningkatkan keamanan rumah yang ditinggal untuk pergi mudik. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Mudik Tenang, Lakukan 10 Hal Ini Sebelum Tinggalkan Rumah


    Jakarta

    Mudik ke kampung halaman merupakan salah satu tradisi yang dilakukan umat Muslim Indonesia menjelang Lebaran. Saat mudik, biasanya para penghuni meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong.

    Meninggalkan rumah yang kosong bisa memiliki beberapa risiko, seperti pencurian, makanan busuk, dan lainnya. Maka dari itu, penghuni perlu melakukan persiapan dan pengecekan menyeluruh sebelum mudik.

    Berikut ini ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum pergi mudik meninggalkan rumah. Dikutip dari laman Better Homes & Gardens berikut ini informasinya.


    1. Habiskan Makanan

    Segera habiskan makanan yang cepat basi supaya tidak menimbulkan bau busuk ketika penghuni kembali ke rumah. Apabila punya makanan berlebih, penghuni bisa membagikannya ke tetangga ataupun orang sekitar rumah.

    2. Cuci Peralatan Dapur

    Jangan pernah meninggalkan peralatan makan dan masak kotor belum dicuci saat ingin mudik. Sisa makanan pada piring dapat mengundang hama seperti tikus dan lalat. Maka dari itu, pastikan dapur bersih dengan mencuci semua cucian kotor.

    3. Buang Sampah

    Pastikan untuk membuang sampah sebelum meninggalkan rumah untuk jangka waktu yang lama. Sampah yang ditinggalkan terlalu lama bisa menimbulkan bau busuk dan mengundang hama.

    4. Cabut Peralatan Elektronik

    Untuk mencegah kebakaran akibat korsleting listrik, penting untuk memastikan semua barang elektronik mati dan dicabut dari stopkontak. Selain mengurangi risiko korsleting listrik, langkah ini juga membantu untuk menghemat listrik.

    5. Sediakan Kunci Cadangan

    Sediakan kunci cadangan untuk keadaan darurat di rumah seperti kebocoran gas dan lain sebagainya. Kamu bisa menitipkan kunci ke tetangga yang dapat dipercaya agar mereka dapat membantu sewaktu-waktu dibutuhkan.

    6. Hentikan Pengiriman Paket

    Tunda pengiriman paket atau titiplah kepada tetangga selama pergi mudik. Sebab, barang berisiko untuk hilang selama tidak ada orang di rumah, apalagi kalau ternyata merupakan barang penting.

    7. Titipkan Hewan Peliharaan

    Jika mempunyai hewan peliharaan, jangan sampai meninggalkannya di rumah meski kamu merasa aman dengan meninggalkan makanan. Kamu bisa menitipkan ke tetangga atau orang terdekat untuk merawat hewan peliharaan untuk sementara. Selain itu, akan lebih baik bila menitipkan hewan ke tempat penitipan hewan yang terpercaya.

    8. Siram Tanaman

    Siramlah tanaman sebelum pergi mudik untuk waktu yang lama. Kemudian, penghuni rumah juga bisa menitipkan agar orang terdekat menyiramnya ataupun coba menggunakan air tampungan.

    9. Kunci Pintu dan Jendela

    Pastikan untuk mengunci dan memeriksa pintu dan jendela sebelum meninggalkan rumah. Untuk keamanan ekstra, tambahkan sistem keamanan atau menggunakan gembok pintu untuk menghindari kasus pencurian.

    10. Tutup Gorden

    Jangan lupa untuk menutup gorden supaya isi dalam rumah tidak terlihat dari luar karena bisa menarik perhatian pencuri. Rumah kosong dan jendela terbuka dapat menjadi sasaran empuk bagi maling.

    Itulah beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum pergi mudik meninggalkan rumah untuk jangka waktu yang lama. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Unik Simpan Barang Berharga di Rumah Selama Mudik



    Jakarta

    Salah satu kegiatan tahunan yang rutin dan menjadi budaya masyarakat Indonesia adalah mudik menjelang lebaran. Mudik menjadi hal yang ditunggu-tunggu karena dapat menjumpai orang tua, saudara, dan kerabat di kampung halaman.

    Durasi menjalani mudik tentu tidak sebentar. Ada yang mudik beberapa hari sampai beberapa minggu. Konsekuensinya adalah meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Tentu hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri.

    Lagipula, tidak semua barang dapat dibawa ke kampung halaman. Beberapa barang berharga tertentu seperti perhiasan, sertifikat, dan surat-surat berharga justru berisiko ketika dibawa ke perjalanan.


    Menyimpan barang berharga di rumah juga menjadi hal yang membuat was-was. Tetapi, kamu bisa mengelabui pencuri dengan menyimpan barang berharga di tempat-tempat yang justru unik dan tidak terpikirkan sebelumnya. Mengutip dari situs InterNACHI, Senin (24/03/2025), berikut beberapa tempat unik yang bisa dijadikan penyimpanan barang berharga

    Buku yang Dilubangi

    Pencuri tidak pernah terpikirkan untuk membuka-buka buku. Apalagi jika kamu punya banyak buku di rumah, menyimpan barang berharga di satu dua buku yang dilubangi bisa mengelabui pencuri.

    Dasar Tempat Sampah

    Di dasar tempat sampah yang tentu ada sampahnya. Kecil kemungkinan pencuri mau mengacak-acak tempat sampah dengan harapan menemukan sesuatu yang layak digadaikan.

    Di dalam Freezer

    Simpan barang berharga dalam plastik atau alumunium foil lalu simpan di bagian paling belakang freezer. Tempat ini juga salah satu tempat aman untuk menyimpan dokumen dan uang kertas jika terjadi kebakaran rumah.

    Brankas Lantai

    Brankas lantai berbeda dari brankas biasa. Brankas ini ditanam di lantai tetapi bentuknya tetap terlihat jelas. Walau begitu, pencuri harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mencoba membobolnya karena sulit dibuka.

    Tanaman Hias

    Simpan di bagian dasar pot atau di bawah tanah yang lapisannya kedap air. Pastikan juga barang yang disimpan adalah kedap air.

    Kotak dalam Garasi

    Di dalam garasi terdapat banyak kotak dari kardus yang diberi nama “Proyek sekolah”, “Pakaian Anak-anak”, dll. Semakin banyak kotak yang ada, semakin bingung si pencuri.

    Itulah beberapa tempat unik yang bisa dijadikan penyimpanan barang berharga selama mudik. Tertarik untuk mencoba?

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Posisi Terbaik Pasang CCTV, Rumah Anti Maling saat Ditinggal Mudik


    Jakarta

    Ketika ingin mudik Lebaran, ada beberapa hal yang harus disiapkan termasuk dari sisi keamanan rumah yang akan ditinggalkan. Rumah yang ditinggalkan kosong mengundang para maling untuk melancarkan aksinya.

    Salah satu cara untuk mencegah maling memasuki rumah adalah dengan memasang CCTV. CCTV ini sangat membantu untuk mengawasi rumah dari jauh dan bisa digunakan sebagai barang bukti jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

    Agar bisa mendapatkan hasil maksimal, tentunya CCTV harus ditempatkan di area-area yang rawan dimasuki maling. Area mana saja yang harus dipasang CCTV?


    Melansir dari CNET, berikut 6 tempat terbaik memasang CCTV di rumah.

    Posisi Terbaik Pasang CCTV di Rumah

    1. Pintu Depan

    Rata-rata rumah di Indonesia, terutama yang berada di perumahan, hanya memiliki satu akses masuk. Maka perlu ada satu CCTV yang dipasang mengarah ke pintu masuk. Jika memungkinkan, untuk CCTV di depan gunakan kamera yang bisa bergerak agar rekaman yang didapat jelas.

    Jadi, ketika ada pergerakan dari depan pintu seperti ada tukang paket, petugas keamanan, atau orang lain yang datang ke rumah, kamera dapat merekam wajah mereka.

    Selain itu, bisa juga tambahkan bel rumah yang juga memiliki kamera seperti yang biasa dipakai di apartemen. Letakkan di depan pagar rumah atau tepat di samping pintu rumah.

    2. Pintu Belakang, Samping, dan Lantai atas

    Selain di pintu depan, penghuni juga perlu menambahkan di setiap akses masuk di rumah. Jika ada pintu belakang dan samping, bisa ditambahkan satu sisi karena kita tidak tahu pencuri akan masuk melalui pintu yang mana.

    Pada pintu di lantai atas biasanya menghadap ke balkon rumah. Di sini juga perlu dipasang kamera yang bisa bergerak, sehingga selain merekam kehadiran orang di balkon, juga bisa merekam di jalanan menuju rumah.

    3. Halaman Rumah

    Apabila penghuni memiliki halaman yang cukup luas dan tidak cukup mengandalkan CCTV di depan pintu masuk, tambahkan satu CCTV yang kameranya dapat berputar. Tambahkan juga dinding atas yang menutupi halaman rumah dengan kawat besi agar pencuri tidak berani melompat.

    4. Ruang Tamu, Dapur, dan Kamar Tidur

    CCTV juga bisa dipasang di ruang tamu yang menyatu dengan ruang makan. Biasanya ruang tamu dan ruang makan ada barang elektronik berharga seperti kipas angin, TV, kulkas, dan lainnya yang rawan dicuri. Namun jika ruang tamu dan ruang makan digabung, sebaiknya pasang CCTV lebih dari satu.

    Barang berharga yang mungkin dicari bisa saja di kamar tidur. Pastikan sebelum meninggalkan rumah, surat berharga, perhiasan, dan barang berharga lainnya sudah disimpan di brankas atau tempat paling aman di rumah.

    5. Tangga dan Lorong Masuk ke Dalam Rumah

    Jika rumah terdiri dari beberapa lantai, pasang CCTV di ujung tangga lantai atas atau di setiap bukaan pintu. Pada area ini juga bisa menggunakan kamera yang dapat bergerak agar bisa merekam tujuan mereka.

    6. Garasi

    Jika terdapat garasi sendiri di dalam rumah, penghuni bisa menambahkan satu kamera di dalamnya. Apalagi jika penghuni meninggalkan kendaraan di dalamnya. Jangan lupa tutup kendaraan dan beri kunci ganda pada ban agar tidak dapat dibawa kabur. Tambahkan juga pencahayaan yang cukup karena biasa garasi tertutup dengan ventilasi minim.

    Tips Posisi Pasang CCTV di Rumah

    Saat memasang CCTV di rumah, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Hal ini supaya kamera CCTV bisa menangkap gambar dengan baik. Dilansir dari safewise.com, berikut ini tipsnya.

    1. Pasang Kamera di Tempat Tinggi

    Kamera CCTV sebaiknya dipasang di tempat yang tidak dapat dijangkau. Hal ini supaya CCTV tidak mudah dirusak.

    Pasang kamera CCTV bagian eksterior rumah di lantai dua atau sekitar 2,5 meter dari permukaan tanah. Sementara itu, pasang CCTV di interior rumah dekat langit-langit. Selanjutnya, pasang kamera dengan benar agar tidak mudah lepas.

    2. Pasang CCTV dengan Angle yang Tepat

    Menemukan angle kamera yang tepat sangat penting. Apabila kamu menempatkan CCTV tepat berada di atas jendela atau pintu, CCTV tidak akan bisa menangkap gambar secara keseluruhan. Sebaiknya kamu menempatkan CCTV 1-2 kaki di samping jendela atau pintu dengan angle kamera ke bawah mengarah ke area masuk.

    Jangan takut memasang CCTV di tempat yang terlihat. Hal ini justru bisa saja membuat takut orang yang ingin mencuri.

    3. Pastikan Jaringan Wi-Fi Kuat

    Kalau mau pakai kamera wireless atau nirkabel, pastikan jaringan Wi-Fi di rumah kuat agar bisa mengambil gambar dengan baik. Tanpa koneksi internet yang kuat, sambungan kamera bisa terputus dari jaringan keamanan rumah. Kalau sinyal Wi-Fi lemah, video yang didapat bisa saja kurang jelas.

    Itulah lokasi dan tips memasang kamera CCTV di rumah. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bikin Pintu Anti Maling, Mudik Jadi Nggak Khawatir



    Jakarta

    Ketika berangkat mudik, keamanan rumah menjadi salah satu yang sering dikhawatirkan. Sebab, rumah akan ditinggal selama beberapa hari atau minggu dalam keadaan kosong yang membuat pencuri rentan masuk dan melancarkan aksi kejahatan.

    Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan keamanan rumah, seperti mengunci pintu dan jendela hingga memasang CCTV. Namun, ada kalanya perasaan khawatir dan takut masih menguasai. Akan tetapi, kamu bisa menyiasatinya dengan memberikan keamanan ekstra salah satunya dengan membuat pintu rumah anti maling.

    Pintu rumah anti maling maksudnya adalah kamu memaksimalkan keamanan melalui pintu rumah dengan menambahkan beberapa komponen yang berfungsi untuk mencegah aksi pembobolan. Sebab, pintu merupakan pertahanan pertama pada rumah sehingga tidak ada salahnnya membuat pintu anti maling agar lebih aman.


    Melansir dari situs Metador, Rabu (26/03/2025), berikut merupakan beberapa tips yang dapat kamu coba untuk memaksimalkan keamanan pada pintu rumah.

    Material

    Memilih material atau bahan pada pintu menjadi hal yang sangat penting. Untuk menciptakan pintu dengan keamanan ekstra, lebih kuat, awet, dan tahan lama, gunakan bahan yang terbuat baja kokoh.

    Kunci

    Kunci juga salah satu hal penting karena merupakan penghalang pertama bagi mereka yang ingin coba membobol. Pilihlah kunci dengan keamanan tinggi seperti kombinasi dan silinder yang terbuat dari perangkat keras agar lebih tahan lama dan tidak mudah dibobol.

    Inti Kayu Solid

    Inti kayu solid pada pintu baja dapat memberikan keamanan tambahan dan membuat pintu lebih kokoh.

    Engsel

    Engsel menjadi area yang rentan diserang. Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan engsel pintu adalah dengan menggunakan baut pengunci. Baut pengunci adalah fitur keamanan yang dipasang pada sisi engsel daun pintu. Baut ini dimasukkan ke dalam lubang yang telah dibor di dalam rangka dan akan berfungsi sebagai mekanisme penahan jika terjadi serangan.

    Akses Digital

    Penggunaan teknologi juga bisa menambah keamanan pintu rumah. Sistem penguncian menggunakan akses digital seperti smart lock atau smart door dapat diakses oleh pengguna yang memiliki password.

    Itu dia beberapa cara merancang pintu anti maling yang dapat kamu coba sebelum berangkat mudik. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Maling Auto Gagal! 7 Cara Jitu Amankan Pintu Rumah


    Jakarta

    Rumah semestinya menjadi tempat yang aman bagi penghuninya. Nah, salah satu ciri rumah yang aman adalah pintunya tidak dapat diterobos oleh maling.

    Pintu depan adalah akses utama ke rumah, jadi jangan beri kesempatan buat maling masuk. Sebaiknya kamu meningkatkan keamanan pintu depan rumah biar anti maling.

    Lalu, bagaimana cara meningkatkan keamanan pintu depan rumah? Simak caranya berikut ini.


    Cara Amankan Pintu Agar Anti Maling

    Inilah cara meningkatkan keamanan pintu supaya aman dari maling, dikutip dari Homes and Gardens.

    1. Pasang Bel Pintu Video

    Kamu bisa pasang bel pintu dengan video untuk memantau aktivitas di depan rumah. Lalu, videonya bisa disimpan untuk dilihat nantinya.

    2. Kuatkan Pelat Penahan Pintu

    Maling bisa mendobrak pintu buat masuk rumah. Pastikan pelat penahan pintu kamu kuat dengan memasang sekrup yang lebih panjang.

    3. Pasang Smart Lock

    Smart lock adalah teknologi yang bisa meningkatkan keamanan pintu rumah. Kamu dapat mengendalikan akses rumah dari jarak jauh untuk memberikan perlindungan ekstra. Lalu, ada smart lock yang juga punya sistem alarm, lho.

    4. Pilih Bahan Pintu yang kuat

    Kamu perlu memilih pintu berbahan kuat agar aman dari maling. Pintu solid atau pintu logam punya ketahanan yang cukup kuat buat menahan maling yang mau mendobrak masuk rumah. Sebagai alternatif, kamu dapat mengganti bahan pintu depan dengan bahan yang lebih kokoh.

    5. Pasang Sistem Keamanan

    Pertimbangkan buat memasang sistem keamanan di rumah, seperti sensor jendela dan sensor gerakan untuk mengamankan rumah. Alternatif yang lebih mudah adalah memasang lonceng pada pintu, sehingga suaranya bisa bikin maling panik dan kabur ketika mencoba buka pintu.

    6. Slot Kunci

    Kalau nggak mau ganti pintu, kamu bisa menambah slot pintu yang kuat di bagian atas dan bawah pintu. Pilihan efektif lainnya adalah rantai pintu karena mengharuskan pintu dibuka dari dalam.

    7. Pasang Lampu Sensor Gerak

    Lampu keamanan yang otomatis menyala ketika ada gerakan di dekat pintu depan akan menyulitkan pencuri untuk mendekat tanpa terdeteksi. Saat memasang lampu luar ruangan, pastikan pencahayaannya terang dan mencakup semua akses masuk rumah.

    Itulah beberapa cara untuk mengamankan pintu depan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pasang! Ini Titik Terbaik CCTV untuk Lindungi Rumah Saat Mudik



    Jakarta

    Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum pergi mudik, terutama yang berkaitan dengan keamanan rumah. Sebab, banyak aksi kriminal seperti pencurian atau pembobolan rumah. Hal ini membuat orang sering khawatir meninggalkan rumah saat mudik.

    Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan rumah adalah menggunakan teknologi seperti CCTV. Melansir dari artikel ilmiah yang ditulis oleh Andi Adriansyah, Mirzanu Rizki GM, dan Yuliza dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Mercu Buana, CCTV kepanjangan dari Closed Circuit Television yang merupakan sebuah perangkat kamera video digital untuk mengirim sinyal ke layar monitor di suatu ruang atau tempat tertentu. Hal ini yang membuat penggunanya dapat memantau situasi dan kondisi tempat dari jarak jauh.

    Menurut Mandepa seperti yang dikutip pada Jurnal Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis, tujuan memasang CCTV sebagai barang bukti tindak kejahatan yang telah terjadi sehingga CCTV mampu membantu menumbuhkan rasa aman dan tentram selama rumah ditinggal mudik.


    CCTV bukan lagi hal yang sulit didapatkan pada zaman sekarang. Penggunaan CCTV didukung oleh teknologi internet yang dapat diakses penggunanya kapanpun dan di manapun selama 24 jam. Maka, CCTV menjadi pilihan tepat ketika meninggalkan rumah selama mudik. Namun, penggunaan dan pemasangan CCTV juga harus diperhatikan supaya tepat sasaran dan dapat melihat ruangan secara menyeluruh.

    Mengutip dari situs Cnet, berikut beberapa tempat di rumah yang harus dipasang CCTV

    Pintu Depan

    Asosiasi Internasional Inspektur Rumah Bersertifikat menunjukkan data sebesar 34% pencuri masuk melalui pintu utama atau depan. Memasang CCTV di area pintu masuk dapat mengawasi setiap orang yang masuk atau keluar rumah, mulai dari anggota keluarga, ART, pengantar paket, dan yang lainnya. Kamu bisa letakkan CCTV dekat bel pintu rumah sebagai pilihan yang tepat.

    Pintu Belakang dan Samping

    Selain pintu depan, pintu lainnya seperti belakang dan samping juga merupakan area wajib dipasang CCTV. Menurut data dari NACHI, 22% pembobolan rumah terjadi melalui pintu belakang. Sebab, lokasi pintu belakang dan samping cenderung tidak terlihat dan memungkinkan orang bisa masuk tanpa sepengetahuan.

    Garasi dan Jalan Masuk

    Garasi juga menjadi salah satu sasaran umum bagi pencuri karena merupakan area titik masuk yang lemah. Arahkan CCTV ke garasi yang memperlihatkan mobil, motor, sepeda, dan peralatan lainnya. Selain itu, jika ada gerbang di ujung jalan masuk rumah, tambahkan juga CCTV yang mengarah ke sana agar dapat melihat siapa saja yang mencoba masuk.

    Halaman

    Halaman juga tak kalah penting untuk memantau siapapun yang mengintip rumah kamu. Arahkan CCTV ke halaman bisa menangkap aktivitas anak-anak, hewan, dan siapa saja. Pastikan juga kamera dapat menjangkau gerbang pagar atau pintu gudang di halaman.

    Dapur atau Ruang Tamu

    Menempatkan kamera CCTV di tempat berkumpulnya orang juga pilihan tepat untuk melihat aktivitas dalam ruangan. Area ini akan terlihat bagaimana ART, pengasuh, petugas perbaikan, bahkan hewan peliharaan beraktivitas. Selain itu, ruang tamu juga wajib menjadi area yang dipantau CCTV untuk melihat apakah ada aksi pembobolan atau tidak.

    Tangga dan Lorong

    Jika rumah kamu memiliki 2 lantai dan berlorong, pastikan juga menjangkau area tersebut. Sebab, pencuri bisa membobol ruangan lain seperti kamar tidur atau kamar mandi yang merupakan area tidak terpantau. Maka, untuk tetap bisa mengawasi, pasang di lorong atau tangga untuk memastikan kemana pencuri itu bergerak di dalam rumah.

    Akan tetapi, tidak semua bagian rumah dapat dipasang CCTV. Dua tempat berikut adalah area yang justru sebaiknya dihindari.

    Tempat yang Melanggar Privasi Tetangga

    Kamu perlu pastikan kamera tidak mengarah pada tempat yang menjadi privasi orang lain. Hal ini biasanya jika kamu memasang CCTV di luar rumah, pastikan tidak sampai mencakup area yang memperlihatkan isi rumah tetangga.

    Kamar Tidur dan Kamar Mandi

    Walau memantau rumah sendiri, sebaiknya tidak meletakkan CCTV di kamar tidur apalagi kamar mandi sebagai area privasi.

    Selain itu, berikut beberapa tips menempatkan CCTV yang tepat dan aman

    Di Luar Ruangan

    • Pasang kamera CCTV pada ketinggian 2,5 meter hingga 3 meter dari tanah. Ketinggian ini cukup rendah untuk menangkap detail tetapi cukup tinggi agar tidak mudah dijangkau pencuri.
    • Jangan arahkan kamera langsung ke matahari. Hal ini menyebabkan silau dan kontras tinggi pada rekaman kamera.
    • Pastikan kamera CCTV kedap air karena diletakkan di luar ruangan yang rentan terhadap cuaca panas atau hujan.
    • Hindari meletakkan dekat pohon atau semak sebab dapat tanaman itu dapat tumbuh dan menghalangi kamera.

    Di Dalam Ruangan

    • Letakkan di sudut ruangan karena dapat menjangkau pandangan seluas mungkin.
    • Bisa letakkan di rak jika tidak mau digantung di sudut.
    • Jangan arahkan ke jendela karena cahaya yang datang dari jendela dapat menurunkan kualitas rekaman.
    • Hati-hati terhadap pencahayaan lampu di dalam ruangan agar tidak menghalangi pandangan kamera.

    Itu dia cara menentukan posisi yang tepat dan pemasangan kamera CCTV di rumah selama ditinggal mudik. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! 7 Cara Efektif Cegah Maling Bobol Rumah


    Jakarta

    Rumah merupakan tempat bagi penghuni untuk menyimpan barang, bahkan terkadang ada benda berharga. Salah satu kekhawatiran penghuni adalah rumah dibobol maling sewaktu ditinggalkan.

    Rumah kemalingan tentu merupakan mimpi buruk bagi pemiliknya. Oleh karena itu, penting sekali memastikan rumah tidak bisa diterobos oleh maling.

    Lantas, bagaimana cara efektif menghalau maling masuk ke rumah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Cegah Maling Bobol Rumah

    Inilah beberapa upaya yang bisa penghuni rumah lakukan buat mencegah maling masuk rumah.

    1. Kunci Pintu Ganda

    Dilansir dari Good Housekeeping, penghuni rumah bisa memasang kunci ganda pada pintu supaya maling kesulitan menerobosnya. Nggak cuma dipasang, pastikan untuk selalu mengunci pintu rumah.

    2. Pasang Gorden dengan Benar

    Sebaiknya halangi pandangan ke dalam rumah menggunakan gorden. Pasang gorden dan tutup jendela dengan benar agar maling tidak bisa mengintip keadaan di dalam rumah.

    3. Kunci Jendela

    Selain pintu, maling akan mencoba masuk melalui jendela. Pastikan untuk memasang kunci jendela dan jangan lupa untuk menggunakannya.

    4. Jangan Asal Simpan Kunci

    Terkadang ada penghuni rumah yang menyembunyikan atau menaruh kunci di sekitar pintu depan. Maling punya banyak akal untuk menemukan dan raih kunci tersebut, baik di luar atau dalam rumah. Untuk itu, kunci mesti ditaruh di tempat yang sulit diraih dan ditemukan maling.

    5. Buat Seolah-olah Ada Orang di Rumah

    Dikutip dari situs South Australia Police, penghuni bisa mengelabui maling dengan cara membuat rumah seakan ramai. Nyalakan radio atau TV supaya maling mengira ada banyak orang di rumah, sehingga mengurungkan niatnya.

    6. Pasang Sistem Keamanan

    Gunakan sistem keamanan di rumah untuk menakuti maling. Misalnya memasang lampu otomatis bisa menyorot gerakan pelakunya.

    7. Rapikan Pekarangan

    Pangkas pohon dan semak-semak untuk memastikan pengawasan yang baik dari jalan. Singkirkan tempat yang berpotensi jadi tempat persembunyian maling. Semak-semak yang tumbuh terlalu tinggi dapat memudahkan pencuri masuk ke rumah.

    Itulah beberapa cara efektif menjaga rumah dari maling. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Simpan Kunci Rumah di Bawah Pot Bunga, Bahaya!


    Jakarta

    Menyimpan kunci rumah saat bepergian perlu dilakukan agar hunian tidak dibobol maling. Maka dari itu, sangat penting menemukan tempat yang aman untuk menyimpan kunci rumah.

    Salah satu tempat menyimpan kunci rumah paling umum digunakan adalah di bawah pot bunga. Posisi itu kerap dipilih karena letaknya dekat dengan pintu masuk. Padahal lokasi itu kadang sudah jadi ‘rahasia umum’ yang rentan mengundang pencuri ke rumah.

    “Siapa pun yang familier dengan kebiasaan umum pemilik rumah pasti tahu cara mengangkat pot bunga, patung taman, atau lampu di dekat pintu depan untuk memeriksa kunci tersembunyi,” kata chief product officer di SimpliSafe, Hooman Shahidi, dikutip dari situs Martha Stewart, Sabtu (23/8/2025).


    Selain pot bunga, masih ada beberapa tempat yang sebaiknya tidak dipakai sebagai tempat penyimpanan kunci rumah. Berikut ini informasinya.

    Lokasi yang Sebaiknya Tidak Dipakai untuk Menyimpan Kunci Rumah

    Di Bawah Keset

    Tempat yang umum digunakan untuk menyimpan kunci pintu adalah di bawah keset. Lokasi ini juga rawan memudahkan maling masuk ke dalam rumah dengan mudah.

    Menurut Shahidi, lokasi itu menjadi hal pertama yang dicek oleh pencuri. Maka dari itu, sangat tidak aman untuk menyimpan kunci cadangan maupun kunci rumah di bawah keset saat pemilik pergi.

    Di Atas Kusen Pintu

    Selanjutnya jangan simpan kunci di atas kusen pintu karena cukup mudah dijangkau. Kadang-kadang pemilik rumah juga menaruh kunci dengan cara merekatkannya ke ambang jendela atau di bawah furniture yang ada di luar ruangan. Hal ini juga dianggap tidak aman.

    “Selotipnya akan aus dan titik-titik ini terlalu mudah dikenali,” ujar Denida Grow, spesialis keamanan dan intelijen perlindungan sekaligus pendiri LeMareschal.

    Alternatif Tempat Menyimpan Kunci Rumah

    Ada beberapa cara untuk menyimpan kunci rumah dengan aman ketika pemilik pergi ke luar.

    Di Stopkontak Palsu

    Ada lho stopkontak palsu yang bisa menjadi tempat menyimpan kunci rumah saat pemiliknya pergi ke luar. Menurut Grow, stopkontak palsu ini jauh lebih tersembunyi dibandingkan dengan menyimpan kunci di bawah batu atau keset. Pencuri juga cenderung tidak akan mencari kunci cadangan di dalam stopkontak.

    Kotak Penyimpanan

    Pilih kotak penyimpanan yang aman, tahan cuaca, dan sulit dirusak. Kotak penyimpanan sebaiknya dipasang tidak di depan pintu masuk karena bisa mengundang pencuri.

    Pakar keamanan rumah, Rob Gabriele, menyarankan untuk memilih brankas kunci dengan kombinasi tiga digit, karena brankas seperti ini terlalu mudah dibobol.

    “Brankas kunci terbaik adalah yang dilengkapi keypad. Selain memecahkan kode, siapa pun yang mencoba membobolnya harus menebak berapa digit kode tersebut,” katanya.

    Titipkan ke Tetangga atau Teman Terpercaya

    Cara lainnya adalah menitipkan kunci rumah cadangan ke tetangga terpercaya. Hal ini apabila pemilik rumah harus pergi lama dan terdapat tanaman atau bagian lainnya yang perlu dirawat maupun diawasi.

    Jika memang tidak ada hal-hal yang harus dijaga, kunci rumah bisa dibawa oleh pemilik hunian ketika pergi agar lebih aman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com