Tag: penderita asma

  • 3 Masalah Dinding yang Sering Jadi Mimpi Buruk Pemilik Rumah


    Jakarta

    Dinding rumah sama halnya seperti tubuh manusia yang butuh perawatan, begitu juga dengan rumah yang kita tempati. Bila tidak dirawat dengan baik, permasalahan-permasalahan kecil yang tidak segera diatasi bisa berubah jadi masalah serius yang bukan cuma menguras kantong tapi juga bisa mengancam keselamatan.

    Maklum saja, yang namanya bangunan rumah yang sudah lama dihuni, tentu akan mengalami penurunan kondisi fisik dari mulai yang sepele seperti keretakan kecil hingga bisa menjadi parah seperti dinding retak parah hingga mempengaruhi kualitas struktur bangunan.

    Dinding Retak

    Dinding retak jika dibiarkan dalam waktu yang lama akan mempengaruhi struktur pada bangunan, hal ini tentu membuat pemilik rumah jengkel dan pusing.


    Dalam ulasan yang pernah tayang di Realtor.com, Kamis (18/08/2022), menyebutkan bahwa retakan pada dinding memiliki beberapa kemungkinan penyebab, yaitu penurunan rumah (yang berasal dari fondasi atau mungkin akibat pergerakan tanah).

    Cat Dinding Mengelupas (Flaking)

    Mengapa cat dinding bisa mengelupas? Hal itu bisa disebabkan karena paparan cuaca yang ekstrem dan pengecatan yang tidak maksimal atau kualitas cat yang dipakai tidak cukup baik. Tooldigest.com, dalam ulasannya pada Selasa (20/04/2021), disebutkan kalau kamu baru saja mengecat dinding dan catnya sudah mulai mengelupas, kemungkinan besar masalahnya ada pada proses pengecatan.

    Dalam kasus yang jarang terjadi, hal ini mungkin disebabkan oleh desain ruangan. Cat dinding yang mengelupas tentu membuat tampilan rumah tidak sedap di pandang dan pasti membuat pusing pemiliknya serta menjengkelkan.

    Dinding Berjamur dan Berlumut

    Dinding yang lembab merupakan penyebab munculnya jamur pada dinding. Jamur yang tumbuh akan membuat dinding terlihat kotor, jelek dan tidak sedap di pkamung.

    Selain itu juga dinding berjamur juga dapat menyebabkan masalah kesehatan terutama bagi penderita asma dan alergi,untuk menghindari rumah berlumut dan berjamur kamu dapat menghilangkannya sendiri atau menyewa tenaga profesional.

    Dalam ulasan yang diunggah pada bobvila.com Rabu (30/8/2023) silam, jamur adalah penyusup yang dapat merusak dan berdampak negatif bagi penghuninya. Beragam masalah kesehatan bisa dialami para penghuni dengan dinding rumah yang berjamur.

    Jadi, mulai sekarang jangan lagi sepelekan masalah pada dinding rumah kamu ya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Riset Sebut Jangan Merapikan Tempat Tidur Setelah Bangun!


    Jakarta

    Banyak yang menyarankan setelah bangun tidur sebaiknya langsung merapikan kasur. Hal ini bertujuan agar kamar terlihat rapih. Namun, ternyata hasil penelitian justru mengatakan sebaliknya. Kasur sebaiknya tidak langsung dirapikan setelah bangun tidur. Lho kenapa?

    Tentu ini suatu fakta yang mengejutkan karena biasanya, sejak kecil kita diajarkan untuk merapikan tempat tidur setelah bangun.

    Melansir dari Real Simple, membiarkan kasur tidak rapikan setelah bangun tidur dapat mematikan sumber penyakit. Sebab, pada saat tidur manusia biasanya mengeluarkan keringat yang membuat kasur lembap. Tempat yang lembap disukai oleh tungau debu yang kerap memakan sel-sel kulit mati manusia.


    Dengan membiarkan kasur sekitar 30 menit dapat membantu mengurangi kelembapannya. Namun, perlu diingat pada saat membiarkan kasur, kamu jangan berada di atas kasur.

    “Mengingat rata-rata orang berkeringat 500 mililiter per malam, tentu saja, tempat tidur adalah tempat berkembang biak yang baik bagi tungau debu di pagi hari. Itulah mengapa penting untuk meninggalkan tempat tidur setidaknya selama 30 menit untuk memberikan ventilasi yang lebih baik untuk mengurangi kelembapan di tempat tidur,” jelas Martin Seeley, CEO di balik MattressNextDay seperti yang dikutip pada Kamis (5/12/2024).

    Anjuran ini juga telah dikaji dalam sebuah penelitian di Inggris pada tahun 2006. Hasilnya pun sama, dengan meninggalkan kasur dan tidak langsung merapikannya dapat mengurangi tungau.

    Bahaya dari Tungau Debu di Kasur

    Tungau debu atau kutu kecil berwarna merah memang tidak membahayakan secara langsung. Namun hewan ini dapat memicu gejala alergi, terutama bagi penderita asma. Menurut American Lung Association, kotoran dari tungau yang terhirup manusia, dapat memicu pilek, mata berair, dan bersin.

    Harus Rajin Ganti Seprai

    Selain memberikan waktu bagi kasur untuk ‘bernapas’, kamu juga perlu rutin mengganti seprai kasur.

    Mengutip dari The Spruce, seprai tidak boleh dipakai lebih dari dua minggu. Bahkan sebelum 2 minggu sudah diganti jauh lebih baik. Waktu penggantian seprai ini bisa disesuaikan dengan kegiatan penggunanya.

    Sebagai contoh pengguna kasur tersebut sering tidur dengan pakaian kotor atau tanpa mengganti pakaian setelah datang dari luar. Jika memiliki kebiasaan seperti ini, kamu perlu mengganti seprai sesering mungkin.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com