Tag: pendingin ruangan

  • Hindari Pasang AC di 5 Tempat Ini biar Tagihan Listrik Aman dan Bebas Bau


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) atau pendingin ruangan merupakan perangkat elektronik andalan di negara tropis. Jika dahulu kipas angin menjadi perangkat pendingin nomor satu, kini posisinya dilangkahi oleh AC sebagai perangkat instan yang banyak dipilih masyarakat.

    Padahal jika dibandingkan antara kipas angin dan AC, jelas AC lebih banyak memakai listrik dan membuat tagihan listrik bulanan membengkak. Namun, fungsinya yang bisa membuat ruangan lebih sejuk dalam waktu singkat membuat banyak orang rela untuk tetap menggunakan AC ketimbang kipas angin.

    Pemakaian listrik yang besar bukan hanya disebabkan oleh lama pemakaian, tetapi juga bisa karena lokasi pemasangannya yang salah. Apabila AC diletakkan di tempat yang benar, mesin AC akan bekerja normal untuk mendinginkan ruangan. Sebaliknya, jika dipasang di lokasi yang salah justru menyita banyak daya.


    Oleh karena itu, agar tetap bisa memakai AC tanpa perlu khawatir listrik boncos, dilansir dari House Digest, berikut lokasi-lokasi yang harus dihindari untuk pemasangan AC.

    1. Dekat Barang dan Area yang Mudah Terbakar

    Sebagai perangkat yang berfungsi mendinginkan ruangan, AC harus jauh-jauh dari sumber panas, seperti cerobong asap, tungku api, kompor atau dekat oven yang terbuka. Oleh karena itu, kebanyakan dapur di rumah jarang ada yang memakai AC. Ketika AC berada dekat dengan sumber panas, sistem pendingin AC bekerja 2x lebih keras karena harus membuat ruangan dingin.

    2. Tempat Terpanas di Rumah

    Sebenarnya salah satu alasan pemilik rumah memasang AC adalah untuk mendinginkan udara di ruangan tersebut. Namun, perlu dipertimbangkan jika ruangan tersebut banyak tersorot sinar matahari dan di dekat sumber panas, sebaiknya ubah interior ruangan agar lebih banyak ventilasi atau pasang kipas angin agar suhu panas bergerak menjauh dari pusat aktivitas penghuninya.

    Sama seperti di atas, AC yang ditempatkan di ruangan yang terlalu panas harus bekerja 2x lebih keras agar ruangan tersebut dingin seperti yang diinginkan penghuninya. Jika AC dibiarkan seperti ini, lama-lama akan timbul masalah pada mesin.

    Solusi lainnya, coba halau sinar matahari masuk ke dalam ruangan dengan memasang tirai. Apabila sedang tahap pembangunan, bisa mengukur arah matahari akan mengarah ke mana. Selain sinar matahari, uap dari dapur atau asap panas yang dihasilkan di dalam rumah juga harus jauh dari lokasi AC dipasang.

    3. Lokasi yang Tersembunyi

    AC harus ditempatkan di area yang tidak ada penghalang tepat di depannya. Hal ini untuk memudahkan udara dingin menyebar ke seluruh ruangan. Namun ada saja yang memasang AC tanpa pengukuran sehingga memilih tempat-tempat yang sempit dan banyak barang besar yang menghalangi.

    Kasus seperti ini banyak ditemukan pada peletakan AC outdoor. Alasannya AC outdoor kerap disimpan di area tersembunyi agar tampilan rumah enak dilihat. Sebab, menampakkan AC outdoor dianggap dapat merusak dekorasi rumah.

    Banyak orang yang menutupi keberadaan AC outdoor dengan memasang penutup atau memasang penghalang seperti tanaman atau lemari. Cara ini justru membuat AC jadi cepat rusak karena udara panas dari unit tidak dapat terbuang dan justru kembali ke dalam sirkulasi AC. Solusinya, penghuni rumah boleh menutupinya tetapi jangan meletakkan barang apa pun di depan baling-balingnya sehingga udara panas dapat dibuang.

    4. Tempat yang Banyak Perangkat Elektronik Berdaya Besar

    Cara untuk menghemat pemakaian listrik adalah tidak menggunakan perangkat elektronik berdaya besar secara bersamaan. Saat hendak menyalakan AC perangkat lain seperti blender, oven, mesin air sebaiknya tidak dalam keadaan menyala. Listrik turun atau jeglek bisa mengakibatkan korsleting listrik dan berbahaya apabila terjadi kebakaran.

    5. Dekat Tempat Sampah

    Tempat sampah bisa menjadi sumber bau di rumah. Terutama untuk tempat pembuangan sampah bekas makanan. Memasang AC di ruangan yang di dalamnya terdapat tempat sampah justru dapat membawa masalah kesehatan.

    Seperti yang diketahui pemasangan AC lebih baik di dalam ruangan yang tertutup, apabila ada bau menguar dari tempat sampah, seluruh penghuninya bisa mencium bau tersebut. Efek jangka pendeknya bisa menyebabkan masalah pernapasan, nyeri dada, hiperreaktivitas saluran napas. Sedangkan dalam jangka panjang seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    Itulah beberapa lokasi yang sebaiknya tidak dipasang AC, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • AC 1/2 PK Berapa Watt? Simak Dulu Sebelum Beli, Biar Hemat Listrik


    Jakarta

    Sering kita lihat produk air conditioner (AC) di Indonesia menggunakan ukuran PK. Misalnya 1/2 PK, 1 PK, 2 PK, dan seterusnya. Hal ini sering menjadi pertanyaan konsumen, misalnya 1/2 PK berapa Watt atau 1 PK berapa Watt.

    Pertanyaan tersebut muncul karena konsumen ingin menyesuaikan AC yang akan dibeli dengan daya listrik di rumahnya yang menggunakan ukuran watt. Simak artikel ini untuk mengetahui 1/2 PK berapa Watt, lengkap dengan tips agar AC hemat listrik.

    Apa Itu PK pada AC?

    Dilansir dari situs Quality Technic, PK adalah singkatan dari Paard Kracht yang merupakan bahasa Belanda. Artinya adalah tenaga kuda. PK ini merujuk pada tenaga yang dimiliki AC untuk bisa mendinginkan ruangan.


    1 PK sama dengan 0,986 HP. HP adalah singkatan dari horse power yang artinya juga tenaga kuda. Jika dihitung secara matematika, 1 PK sama dengan 735,5 Watt.

    Selain PK, ada juga satuan BTU atau British Thermal Unit yang juga digunakan sebagai ukuran daya pendingin AC per jam. Namun di Indonesia biasanya menggunakan PK. 1 PK sama dengan 9.000 BTU.

    Namun penggunaan PK, BTU, dan Watt pada AC ini belum tentu sesuai jika dihitung menggunakan cara matematika. 1 PK belum tentu akan menghabiskan daya listrik 735,5 Watt.

    Misalnya AC merek Polytron Deluxe 2 dengan kekuatan 1 PK. Dilihat dari situs resmi Polytron, AC ini memiliki spesifikasi 9.000 BTU, sedangkan konsumsi listriknya sekitar 880 Watt.

    Contoh kedua pada AC merek Samsung Split Inverter dengan kekuatan 1/2 PK. AC ini memiliki spesifikasi 5.000 BTU, sedangkan konsumsi listriknya 485 Watt.

    1/2 PK Berapa Watt?

    Lantas berapakah 1/2 PK berapa Watt? Berikut ini perkiraan hitungan PK dalam Watt dan BTU yang bisa menjadi patokan:

    • AC ½ PK = 400 Watt = ± 5.000 BTU
    • AC ¾ PK = 600 Watt = ± 7.000 BTU
    • AC 1 PK = 840 Watt = ± 9.000 BTU
    • AC 1 ½ PK = 1.170 Watt = ± 1.200 BTU
    • AC 2 PK = 1.920 Watt = ± 1.800 BTU
    • AC 2 ½ PK = 2.570 Watt = ± 24.000 BTU

    Selanjutnya adalah patokan ukuran kekuatan AC dibandingkan dengan luas ruangan.

    • AC ½ PK = hingga 10 meter persegi
    • AC ¾ PK = 11 hingga 13 meter persegi
    • AC 1 PK = 14 hingga 17 meter persegi
    • AC 1 ½ PK = 18 hingga 23 meter persegi
    • AC 2 PK = 24 hingga 34 meter persegi
    • AC 2 ½ PK = 35 hingga 45 meter persegi

    Tips Memilih dan Menggunakan AC Agar Hemat Energi

    Agar AC bisa hemat energi, ada sejumlah hal yang bisa kamu lakukan sejak memilih sampai menggunakan AC di rumah. Berikut ini sejumlah tips yang dilansir dari situs Choice dan Constellation:

    1. Sesuaikan dengan Kondisi Rumah

    Pilih AC yang tepat sesuai dengan ruangan kamu, baik dari segi ukuran fisik maupun kekuatannya. AC terlalu besar bisa membuat lembap, tapi jika terlalu kecil akan membutuhkan tenaga lebih sehingga tagihan listrik membengkak.

    2. Pilih AC yang Bisa Diprogram

    AC kini banyak yang bisa diprogram agar dapat mengatur suhu dengan tepat, bahkan bisa menjadwalkan AC untuk mati dan menyala otomatis.

    3. Pilih AC Berfitur Hemat Energi

    Fitur yang perlu diperhatikan saat membeli AC adalah pengaturan hemat energi. Mode ini berarti unit akan mematikan kompresor dan kipas angin setelah ruangan sudah dingin.

    4. Pilih AC Bersertifikat Hemat Energi

    Carilah AC yang sudah bersertifikat hemat energi. Biasanya tanda hemat energi bisa terlihat dengan mudah.

    5. Gunakan Selisih 8°C

    Aturlah AC sekitar 8°C lebih dingin dari suhu di luar ruangan. Jika suhu di luar 33°C, maka atur suhu AC dengan suhu 25°C. Begitu pula jika AC digunakan untuk menghangatkan, atur suhu 8°C lebih panas.

    6. Gunakan Mode Fan-Only

    Pertimbangkan untuk menggunakan mode fan-only atau hanya menggunakan kipas tanpa pendingin jika udara di dalam ruangan tidak terlalu panas.

    7. Nyalakan AC Lebih Awal

    Pada kondisi suhu ekstrem (sangat panas atau sangat dingin) di luar ruangan, nyalakan AC lebih awal sehingga AC mencapai suhu nyaman dan bisa bertahan.

    Sekarang sudah tahun kan AC 1/2 PK berapa Watt? Perkiraannya adalah sekitar 400 watt. Pilih dan gunakan AC sesuai tips di atas agar hemat listrik.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Hal yang Bikin AC di Rumah Cepat Rusak


    Jakarta

    AC adalah salah satu alat elektronik yang sangat ampuh untuk mendinginkan sebuah ruangan. Cara kerja dari AC adalah dengan menyerap udara di dalam ruangan tersebut yang kemudian akan diubah menjadi dingin dan kembali disebarkan pada ruangan tersebut.

    Seperti alat elektronik pada umumnya, AC juga memiliki umurnya tersendiri, pada umumnya, AC bisa bertahan hingga 15 tahun. Namun, tentunya umur dari sebuah alat elektronik juga bisa diperpendek oleh faktor lainnya, termasuk dari kesalahan pengguna.

    Nah, bagi kamu yang punya AC di rumah, sebaiknya kamu simak beberapa hal di bawah ini yang bisa membuat AC di rumah kamu jadi lebih mudah rusak.


    Hal-Hal yang Bisa Membuat AC jadi Mudah Rusak

    Dikutip dari rd.com, ada beberapa faktor pengguna yang bisa membuat AC di rumah kamu jadi semakin cepat rusak. Berikut ringkasannya.

    1. Jarang Membersihkan Filter AC

    Seiring berjalannya waktu, tentunya kotoran debu bisa menyumbat filter AC. Hal ini tentunya bisa mempengaruhi efisiensi AC dan membuat mesinnya bekerja jauh lebih berat dari biasanya.

    Chief Operating Officer One Hour Heating & Air Conditioning, Mark Dawson menyarankan bahwa sebaiknya kamu rutin membersihkan filter AC setidaknya setiap satu hingga tiga bulan sekali. Apalagi bila kamu adalah seorang perokok atau memiliki hewan peliharaan di dalam rumah, sebaiknya kamu harus lebih rajin lagi membersihkan filter di rumah AC kamu.

    2. Meletakkan AC Luar di Tempat Sempit/Tersembunyi

    Kebanyakan orang selalu meletakkan AC luar di tempat yang sulit untuk terlihat agar tidak mengganggu pemandangan rumah. Namun nyatanya ini adalah hal yang sangat salah.

    Menurut Dawson, AC luar yang tertutup justru bisa membuat AC semakin cepat rusak. Hal ini dikarenakan udara yang dihembuskan AC luar jadi terhalang, bahkan bisa terjadi penyumbatan pada sistem ventilasinya.

    Menurutnya, AC luar seharusnya memiliki jarak setidaknya 30 cm, dari tembok atau hambatan lainnya.

    3. Pemakaian Berlebihan

    Pemakaian AC yang berlebihan tentu bisa membuat mesin AC kelelahan dan bisa membuat umurnya semakin pendek. Oleh karena itu, pastikan bahwa AC di rumah kamu tidak ditinggalkan dalam keadaan menyala saat kamu bepergian.

    4. Meletakkan Sumber Panas di Sekitar AC

    Tujuan dari AC adalah untuk mendinginkan suhu ruangan. Tentunya ini sangat bertolak belakang dengan alat yang menimbulkan panas seperti lampu, TV, dan sebagainya.

    Maka dari itu, sebaiknya kamu tidak meletakkan alat atau sumber panas terutama di sekitar thermostat dari AC tersebut.

    5. Terlambat Melakukan Servis atau Perawatan

    Akui saja, pasti kamu sering meremehkan servis rutin dari sebuah AC. Sebenarnya jadwal servis rutin AC itu sangat penting dilakukan supaya AC bisa terus bertahan pada kondisi primanya hingga bertahun-tahun.

    Kebanyakan dari AC yang rusak biasanya diakibatkan oleh dibiarkannya sebagian kecil mesin yang rusak. Hal ini bisa mengakibatkan bagian mesin lainnya untuk ikut rusak juga.

    6. Memasang AC yang Terlalu Besar Untuk Ruangan

    Memang benar, memasang AC dengan daya dingin lebih besar daripada ukuran ruangan tersebut pasti bisa membuat ruangan tersebut jauh lebih cepat dingin. Namun, kamu juga perlu ketahui bahwa hal ini juga akan mempengaruhi cara kerja AC tersebut.

    Menurut Dawson, jika AC mendinginkan ruangan terlalu cepat, maka AC akan lebih sering menyala dan mati. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada sistem AC tersebut.

    7. Mengatur Suhu Terlalu Rendah

    Ketika musim panas, tentu kita selalu tergoda untuk terus menurunkan angka suhu pada AC kita. Tapi perlu kamu ketahui bahwa pengaturan suhu yang terlalu rendah bisa membuat AC bekerja terlalu keras, apalagi bila cuaca sedang panas.

    Menurut Dawson, standar suhu untuk ditetapkan pada AC kamu cukup 11°C atau 20°F lebih rendah dari suhu luar ruangan saja. Bila lebih dari itu, justru AC akan bekerja terus menerus karena AC akan kesulitan untuk mencapai angka suhu tersebut.

    8. Ingin Ruangan Cepat Dingin

    Ketika kamu menyalakan AC untuk pertama kalinya, cobalah untuk bersabar dan tidak memaksa AC untuk cepat mendinginkan suhu ruangan dengan mengatur suhu serendah mungkin.

    Itu dia 8 hal yang perlu kamu hindari ketika menggunakan AC, supaya AC di rumah kamu jadi semakin awet. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tips Menjaga Kelembapan di Ruang Kantor



    Jakarta

    Ruang kantor yang nyaman adalah salah satu kunci produktivitas kerja yang optimal. Selain memastikan lingkungan kerja bersih dan tertata, menjaga kelembapan udara di dalam ruang kantor juga penting untuk menciptakan suasana yang sehat dan nyaman.

    Kelembapan udara yang tepat tidak hanya berpengaruh pada kenyamanan karyawan, tetapi juga berdampak pada kesehatan. Ruang kantor yang terlalu kering atau terlalu lembap dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti iritasi kulit, masalah pernapasan, dan gangguan fokus.

    Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami bagaimana menjaga kelembapan udara ruang kantor secara optimal.


    Mengapa Kelembapan di Ruang Kantor Penting?

    Kelembapan udara yang ideal di dalam ruangan berkisar antara 40% hingga 60%. Jika kelembapan terlalu rendah, udara akan menjadi kering dan dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, kulit, serta mata.

    Sebaliknya, kelembapan yang terlalu tinggi dapat menciptakan lingkungan yang lembap, sehingga memicu pertumbuhan jamur, dan menyebabkan ketidaknyamanan. Dalam situasi kerja yang mengharuskan karyawan untuk berada dalam ruangan dalam waktu lama, kelembapan udara yang tidak terkontrol bisa mengganggu produktivitas dan kesehatan.

    Masalah kelembapan udara sering kali diperparah oleh penggunaan pendingin ruangan (AC) yang tidak diatur dengan benar. Selain itu, AC yang tidak diservis secara rutin juga bisa menjadi salah satu penyebab penurunan kualitas udara di dalam ruangan.

    Oleh karena itu, penting untuk melakukan service AC kantor secara teratur demi menjaga kualitas dan kelembapan udara yang baik.

    Tips Menjaga Kelembapan di Ruang Kantor

    Setelah memahami dampak kelembapan udara yang tidak ideal, berikut beberapa tips untuk menjaga kelembapan udara yang baik di ruang kantor:

    1. Gunakan Humidifier atau Dehumidifier

    Humidifier adalah alat yang digunakan untuk menambah kelembapan udara, sedangkan dehumidifier berfungsi untuk mengurangi kelembapan udara yang berlebihan.

    Jika udara di dalam ruang kantor terasa terlalu kering, terutama saat musim kemarau atau akibat penggunaan AC yang terus-menerus, humidifier bisa membantu menyeimbangkan kelembapan udara.

    Sebaliknya, jika ruang kantor cenderung lembap, dehumidifier dapat membantu mengurangi kelembapan udara yang berlebih agar udara menjadi lebih nyaman.

    2. Atur Penggunaan AC Secara Bijak

    Pendingin ruangan (AC) sering kali menjadi penyebab utama kelembapan udara yang rendah di ruang kantor. Menggunakan AC dalam jangka waktu lama tanpa pengaturan yang tepat dapat menghilangkan kelembapan alami udara.

    Sebaiknya atur suhu AC pada tingkat yang tidak terlalu rendah dan pastikan ruangan mendapatkan udara segar secara berkala dengan membuka jendela atau ventilasi udara.

    Selain itu, pastikan AC di kantor selalu dalam kondisi optimal dengan melakukan service AC secara rutin untuk menjaga performa dan keseimbangan kelembapan ruangan.

    3. Tanaman Hijau

    Tanaman hias tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi ruangan, tetapi juga bisa membantu menjaga kelembapan udara. Tanaman dapat mengeluarkan uap air melalui proses transpirasi yang dapat meningkatkan kelembapan udara di sekitarnya.

    Beberapa jenis tanaman yang baik untuk menambah kelembapan udara adalah lidah mertua, pohon dolar, dan pakis. Selain itu, tanaman hijau juga membantu membersihkan udara dari polutan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih segar.

    4. Ventilasi Udara yang Baik

    Ventilasi yang baik sangat penting untuk menjaga kualitas udara dan kelembapan di dalam ruangan. Pastikan ruang kantor memiliki sirkulasi udara yang baik dengan menyediakan ventilasi yang cukup.

    Ventilasi membantu mengalirkan udara segar dari luar dan membuang udara yang pengap dari dalam ruangan. Jika kantor Anda tidak memiliki jendela yang dapat dibuka, pertimbangkan penggunaa. ventilator atau exhaust fan untuk membantu sirkulasi udara.

    5. Perawatan Karpet dan Furnitur

    Karpet dan furnitur berbahan kain bisa menyerap kelembapan dari udara dan menjadi tempat berkembang biaknya jamur serta bakteri jika tidak dirawat dengan baik.

    Pastikan karpet dan furnitur di kantor dibersihkan secara rutin untuk mencegah penumpukan debu dan lembap. Anda dapat menggunakan produk anti-jamur dan pembersih yang tepat untuk membantu menjaga kebersihan dan kelembapan pada area yang tertutup kain.

    6. Perhatikan Kelembapan di Area Tertentu

    Beberapa area di kantor seperti ruang penyimpanan atau ruang server mungkin memerlukan perhatian khusus terkait kelembapan. Misalnya, ruang server yang dipenuhi dengan peralatan elektronik biasanya harus memiliki kelembapan yang lebih rendah untuk mencegah kerusakan pada peralatan.

    Sebaliknya, ruang penyimpanan arsip atau dokumen harus dijaga kelembapannya agar kertas dan dokumen tidak mudah rusak. Penggunaan alat pengukur kelembapan atau hygrometer di area-area ini dapat membantu memonitor kondisi udara dan memastikan kelembapan tetap ideal.

    7. Atur Pemakaian Perangkat Elektronik

    Perangkat elektronik seperti komputer, printer, dan mesin fotokopi dapat memengaruhi suhu dan kelembapan udara di dalam ruangan. Penggunaan perangkat ini secara terus-menerus bisa membuat udara menjadi lebih kering.

    Untuk mengatasi hal ini, pastikan perangkat elektronik dimatikan saat tidak digunakan lalu tempatkan peralatan tersebut di area yang berventilasi baik. Penggunaan perangkat elektronik yang bijak turut membantu mengurangi panas berlebih di ruangan, sehingga kelembapan udara tetap stabil.

    8. Bersihkan AC secara Rutin

    Pendingin udara (AC) memainkan peran penting dalam menjaga kelembapan dan kualitas udara di kantor. Oleh karena itu, membersihkan AC secara rutin adalah langkah yang penting. Filter AC yang kotor dapat mengurangi efisiensi pendinginan dan menyebabkan penumpukan debu serta polutan di udara.

    Lakukan service AC kantor secara berkala agar kinerja AC tetap optimal. Dengan AC yang bersih dan terawat, udara yang dihasilkan akan lebih segar dan kelembapan udara bisa lebih terkontrol.

    Menjaga kelembapan udara yang ideal di ruang kantor pun menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan produktif. Kelembapan yang terjaga tidak hanya meningkatkan kualitas udara, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan karyawan serta menjaga peralatan kantor tetap berfungsi dengan baik.

    Dengan mengikuti tips di atas, perusahaan dapat memastikan kelembapan ruang kantor tetap ideal dan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan.

    (Content Promotion/Chiller.id)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pasang AC di Rumah Dekat Pantai? Perhatikan Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Bagi kamu yang tinggal di daerah pesisir memang memiliki keuntungan tersendiri, seperti adanya angin pantai dan bisa keliling-keliling sepanjang garis pantai. Namun, area di pesisir sering kali panas dan membuat rumah maupun bangunan di sekitarnya memasang AC atau pendingin ruangan.

    Nah, kalau ingin memasang AC di bangunan yang dekat pantai, perhatikan informasi berikut ini dulu ya.

    Kelembapan dan Pertumbuhan Jamur

    Melansir Express Air Now, pada Rabu (30/10/2024), masalah yang paling umum pada daerah pesisir adalah tingkat kelembapan yang tinggi karena letaknya yang berdekatan dengan laut. Walaupun angin laut membuat segar udara sekitar, angin laut bisa menjadi tempat berkembang biak jamur, lumut, dan bakteri serta mikroorganisme berbahaya lainnya yang dapat memasuki sistem pada AC.


    Sistem yang sudah terkontaminasi ini dapat menyebabkan masalah pada kesehatan serta membuat udara di dalam ruangan menjadi kotor.

    Korosi Air Asin

    Masalah yang paling sering bagi pemilik rumah di pesisir pantai adalah korosi air laut. Udara di sekitar laut yang asin, bisa mempercepat kerusakan pada setiap komponen unit AC. Proses ini bisa membuat penurunan efisiensi dan perbaikan yang mahal jika tidak secepatnya diatasi.

    Air asin bisa menyebabkan kerusakan kumparan pada kondensor, pipa tembaga, dan sambungan listrik AC kamu. Seiring berjalannya waktu, kerusakan itu dapat menyebabkan kebocoran pada pendingin.

    Hal ini juga dapat mengurangi kapasitas pendingin, dan menyebabkan pendingin mengalami kegagalan sistem secara keseluruhan. Untuk mengatasi korosi akibat hembusan garam, kamu harus mempertimbangkan untuk pengaplikasian lapisan pelindung pada komponen AC.

    Lapisan ini berguna sebagai penghalang dan mencegah kerusakan akibat air garam, serta memperpanjang usia sistem pada pendingin kamu. Perawatan serta pemeliharaan secara berkala juga penting untuk membasmi penumpukan garam pada unit pendingin kamu.

    Tips Perawatan AC di Rumah Dekat Pantai

    Inspeksi Reguler

    Pengecekan secara berkala yang dilakukan oleh para ahli HVAC adalah langkah yang sangat penting guna mendeteksi serta memperbaiki masalah sebelum semakin parah.

    Penjadwalan janji perawatan setahun sekali merupakan salah satu kunci untuk menjaga sistem pendingin kamu selalu dalam kondisi maksimal. Selama dalam pemeriksaan, teknisi dapat memeriksa seluruh komponen AC kamu dari korosi dan memberikan solusi.

    Pergantian Filter

    Ganti dan bersihkan filter udara AC secara rutin, terutama kamu yang tinggal di daerah pesisir pantai yang memiliki tingkat serbuk sari dan debu sangat tinggi. Filter yang bersih dapat menyalurkan udara yang lebih baik dan mencegah tekanan pada sistem pendingin.

    Jika filter mampet karena garam dan udara dari sekitar laut, filter akan mengalami penurunan efektivitas dalam kinerjanya dan harus menggunakan energi yang lebih banyak lagi.

    Pembersihan dan Pelapisan

    Membersihkan serta menaruh lapisan pada komponen pendingin bisa membantu melindunginya dari kerusakan karena air garam. Membersihkan kumparan, sirip, dan komponen lainnya secara teratur dapat membantu membasmi penumpukan garam.

    Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan saat memasang AC di rumah yang dekat pantai. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Semua Tempat Cocok, Hindari Pasang AC di 5 Tempat Ini!


    Jakarta

    AC (Air Conditioner) atau pendingin ruangan merupakan salah satu perangkat elektronik yang saat ini banyak digunakan di rumah. Perangkat ini dapat mendinginkan suhu ruangan dengan instan dan bisa diatur sesuai dengan kebutuhan pemakainya.

    Perangkat ini biasanya dipakai di dalam kamar, ruang tamu, ruang keluarga, bahkan ada pula yang di dapur. Namun, kamu harus tahu jika tidak setiap area di dalam rumah cocok dipasang AC lho. Ada beberapa lokasi yang dapat mempengaruhi kinerja AC.

    Lantas, area mana saja yang harus dihindari? Melansir dari House Digest, berikut beberapa tempat yang sebaiknya tidak dipasang AC.


    1. Dekat Barang dan Area yang Mudah Terbakar

    AC lebih baik dipasang di tempat yang terisolasi atau tertutup. Udara panas di luar akan sulit masuk sehingga AC bisa bekerja maksimal mendinginkan udara. Maka dari itu, AC tidak cocok berada di ruangan yang mudah terbakar seperti cerobong asap, tungku api, kompor atau dekat oven yang terbuka.

    Dekat dengan sumber panas membuat sistem pendingin AC bekerja 2x lebih keras karena harus membuat ruangan dingin, sementara sumber panas tetap menyala. Maka dari itu, memakai AC di dapur ada posisi khusus penempatannya yakni tidak boleh anginnya mengarah langsung ke kompor.

    2. Tempat Terpanas di Rumah

    Fungsi AC memang untuk mendinginkan ruangan, tetapi ketika ruangan tersebut lebih banyak terkena sinar matahari, lebih sulit untuk didinginkan. AC akan bekerja 2x lebih keras agar ruangan tersebut dingin seperti yang diinginkan penghuninya. Jika AC dibiarkan seperti ini, lama-lama akan timbul masalah pada mesin.

    Sebagai solusi, kamu bisa menghalau sinar matahari masuk ke dalam ruangan dengan memasang tirai. Apabila kamu sedang tahap pembangunan, bisa mengukur arah matahari akan mengarah ke mana.

    Selain sinar matahari, uang dari dapur atau asap panas yang dihasilkan di dalam rumah juga harus jauh dari lokasi AC dipasang.

    3. Lokasi yang Tersembunyi

    Beberapa orang ada yang memasang AC di tempat tersembunyi terutama untuk AC outdoor. Alasannya agar tampilan rumah enak dilihat. Menurut mereka, menampakkan AC outdoor dapat merusak dekorasi rumah.

    Mereka menutupi keberadaan AC outdoor dengan memasang penutup atau memasang penghalang seperti tanaman atau lemari. Cara ini justru membuat AC jadi cepat rusak karena udara panas dari unit tidak dapat terbuang dan justru kembali ke dalam sirkulasi AC.

    Solusinya, kamu boleh menutupinya tetapi jangan meletakkan barang apa pun di depan baling-balingnya sehingga udara panas dapat dibuang.

    4. Tempat yang Banyak Perangkat Elektronik Berdaya Besar

    AC adalah salah satu perangkat elektronik yang membutuhkan daya yang besar. Saat perangkat ini dihidupkan dari aliran listrik yang juga digunakan untuk perangkat berdaya besar lainnya, listrik di rumah kamu bisa tiba-tiba mati.

    Kondisi ini dapat memicu kerusakan pada mesin AC. Selain itu, bisa juga memicu korsleting listrik dan kebakaran.

    5. Dekat Tempat Sampah

    Tempat sampah bisa menjadi sumber bau di rumah. Terutama untuk tempat pembuangan sampah bekas makanan. Memasang AC di ruangan yang di dalamnya terdapat tempat sampah justru dapat membawa masalah kesehatan.

    Seperti yang diketahui pemasangan AC lebih baik di dalam ruangan yang tertutup, apabila ada bau menguar dari tempat sampah, seluruh penghuninya bisa mencium bau tersebut. Efek jangka pandeknya bisa menyebabkan masalah pernapasan, nyeri dada, hiperreaktivitas saluran napas. Sedangkan dalam jangka panjang seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • AC Split, Portable, dan Central, Mending yang Mana?


    Jakarta

    Pendingin ruangan atau air conditioner (AC) merupakan salah satu alat elektronik yang sering digunakan di rumah. Namun, agar penggunaan AC maksimal tentunya harus sesuai dengan luas ruangan.

    Umumnya, AC yang digunakan merupakan jenis AC Split, AC Portable, dan juga AC Central. Ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Nah, berikut ini informasi mengenai ketiga AC tersebut.


    AC Split

    Young brunette woman in her modern apartment. She turns on the air conditioner from the remote control. Climate control at home with split system.Ilustrasi AC split Foto: Getty Images/iStockphoto/LENblR

    Dilansir Times of India, AC Split atau non-inverter merupakan jenis AC indoor dan outdoor. Biasanya, AC Split bekerja dengan pendinginan maksimum, jadi ketika ruangan dirasa sudah dingin maka AC akan berhenti beroperasi sesaat.

    Karena bekerja on-off, AC ini memerlukan listrik sekitar 800 watt. Untuk suara, AC ini tidak menimbulkan suara yang begitu mengganggu, hanya pada awal dinyalakan saja.

    Untuk harga, AC ini bisa dibilang cukup ekonomis. Tak heran jenis AC ini banyak digunakan di Indonesia.

    Melansir Sinar Mas Land, berikut ini kelebihan dan kekurangan AC Split
    Kelebihan:

    – Harga terjangkau
    – Perawatan mudah
    – Pendinginan cepat
    – Tersedia di banyak tempat

    Kekurangan:

    – Boros energi
    – Mengurangi estetika karena dipasang di dinding

    AC Portable

    Close-up View Of Portable Air Conditioner With Blurred Living Room BackgroundAC portable Foto: Getty Images/onurdongel

    Mengutip The Spruce, AC Portable merupakan jenis AC yang bisa dipindah-pindah posisinya karena diletakkan di lantai. Biasanya, AC jenis ini digunakan di ruangan yang tidak terlalu besar, sekitar 46 m2.

    Banyak orang yang memilih AC jenis ini karena praktis bisa dipindahkan kemana-mana. Namun, AC ini juga ada kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasinya.

    Kelebihan:

    – Mudah dipindah-pindah
    – Harga tidak terlalu mahal dan mudah dipasang

    Kekurangan:

    – Tidak cocok untuk ruangan yang luas
    – Agak berisik

    AC Central

    AC central atau AC pusat merupakan AC yang bisa mendinginkan seisi ruangan karena diatur terpusat. AC jenis ini merupakan yang terbesar dan paling mahal dari AC konvensional.

    Melansir Better Homes & Gardens, sistem AC ini dirancang untuk mendinginkan seluruh rumah dengan mengalirkan udara dingin melalui saluran dan keluar melalui ventilasi. AC ini biasanya dikendalikan oleh termostat dan dapat dirancang dengan kemampuan cerdas.

    Meski bisa digunakan di rumah, namun umumnya jenis AC ini digunakan untuk gedung-gedung besar, seperti perkantoran, perhotelan, hingga pusat perbelanjaan.

    Kelebihan:

    – Efisiensi tinggi
    – Tidak bising

    Kekurangan:

    – Harga mahal
    – Biaya perawatan tinggi
    – Jika satu bagian bermasalah, seluruh sistem bisa terganggu
    – Pengaturan suhu terpusat sehingga kurang fleksibel

    Itulah informasi mengenai AC Split, AC Portable, dan AC Central. Sudah tahu bedanya serta kelebihan dan kekurangannya kan detikers?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Kipas Angin dan Kegunaannya yang Bisa Menjadi Pilihan



    Jakarta

    Kipas angin sudah ada sejak lama. Saat ini kipas angin yang banyak dikenal adalah kipas angin listrik yang dicolokkan ke stopkontak dan dinyalakan untuk menghilangkan hawa panas dari ruangan.

    Dengan kecanggihan teknologi saat ini, kipas angin memiliki banyak jenis dengan kegunaannya masing-masing.

    Melansir Homenish, berikut beberapa jenis kipas dengan kegunaannya yang bisa menjadi pilihan.


    Kipas Angin Tiang

    Kipas angin tiang merupakan jenis kipas angin berdiri yang tinggi dan dapat mendinginkan ruangan berukuran sedang. Jenis kipas angin ini biasanya memiliki satu set antara 3 hingga 5 bilah yang ditopang oleh tiang yang kokoh dan panjang.

    Tiang biasanya ditopang oleh cakram yang lebih berat sehingga membantu menyeimbangkannya dan mencegah jatuh. Kipas angin ini dapat dengan mudah dipindahkan.

    Kipas Lantai

    Dalam situasi yang rendah, kipas lantai sangat dibutuhkan. Kipas lantai tampak seperti kipas tiang, namun hanya saja tanpa tiang. Kipas lantai praktis dan ringkas untuk diletakkan di mana saja sesuai keinginan.

    Kipas ini umum digunakan di luar rumah, terutama di area seperti balkon dan teras karena tidak memerlukan instalasi permanen. Kipas angin lantai sangat kuat dan biasanya mampu mencapai kecepatan yang sangat tinggi.

    Kipas Angin Meja

    Jenis kipas meja dapat menjaga ruangan berukuran kecil hingga sedang tetap sejuk. Kipas meja terlihat seperti kipas lantai yang sangat kecil, namun kipas ini jauh lebih ringan dan lebih rapuh.

    Tujuan kipas ini adalah untuk memastikan angin dapat langsung mengenai wajah kamu saat bekerja di meja. Saat ini sudah banyak kipas meja yang menggunakan USB sehingga bisa dinyalakan langsung dari laptop.

    Kipas Angin Dinding

    Kipas yang dipasang di dinding atau kipas dinding didesain untuk ruangan kecil dengan ruang lantai terbatas. Kipas yang dipasang di dinding membuatnya tidak dapat dipindahkan, namun solusi ini sangat menghemat ruang.

    Kipas yang dipasang di dinding tidak seefisien kipas langit-langit. Sebagian besar kipas dinding memiliki motor yang kurang bertenaga dibandingkan kipas langit-langit, sehingga kipas dinding tidak dapat mengalirkan udara sebanyak kipas langit-langit.

    Kipas Angin Langit-langit

    Kipas angin langit-langit sudah ada bahkan sebelum listrik ditemukan di rumah. Kipas jenis ini diperkirakan sudah ada sejak 500 SM di India. Pada masa itu, kipas langit-langit dioperasikan secara manual dengan menggunakan kabel.

    Pada tahun 1800-an, kipas langit-langit putar digerakkan oleh aliran air yang mengalir. Kipas langit-langit elektrik ditemukan pada tahun 1882 oleh Philip Diehl.

    Kipas langit-langit biasanya dipasang tepat di tengah langit-langit ruangan. Kipas ini dirancang untuk mengalirkan udara secara merata ke seluruh ruangan. Sebagian besar model ini memiliki perlengkapan lampu yang dirancang untuk pencahayaan ruangan.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Merawat AC Supaya Dingin dan Tahan Lama


    Jakarta

    Air conditioner atau AC menjadi alat elektronik andalan untuk menyejukkan ruangan di rumah. Apalagi cuaca panas di Indonesia membuat tiap rumah butuh alat pendingin utara, salah satu pilihannya AC.

    Karena sering digunakan, AC tetap harus dirawat agar awet dan selalu dingin. Sebab, lama-lama masalah suka timbul pada AC, seperti udara kurang dingin hingga ada air menetes.

    Kalau kamu mau AC yang lebih awet dan tetap dingin, coba lakukan beberapa tips merawat AC berikut ini.


    7 Tips Merawat AC Supaya Awet dan Tetap Dingin

    Inilah cara merawat AC agar lebih awet dan memaksimalkan kinerja AC.

    1. Periksa dan Bersihkan Filter Udara

    Membersihkan dan memeriksa filter AC adalah langkah penting dalam perawatan. Filter yang bersih memungkinkan udara masuk ke AC tanpa hambatan, sehingga AC dapat beroperasi secara efisien.

    Filter juga membantu menghilangkan debu dan kotoran dari udara, menjaga kebersihan ruangan dan kualitas udara.

    Caranya mudah, matikan listrik, buka panel AC, periksa filter, bersihkan atau ganti jika perlu, pasang kembali, dan hidupkan kembali AC. Lakukan secara teratur untuk menjaga kinerja AC.

    2. Bersihkan Saluran Udara

    Membersihkan dan memeriksa saluran udara AC sangat penting karena saluran yang bersih memastikan aliran udara yang lancar, mencegah penumpukan debu dan kotoran yang dapat mengganggu kinerja AC, serta menjaga kualitas udara dalam ruangan.

    Gunakan penyedot debu atau sikat yang lembut untuk membersihkan saluran udara dari debu dan kotoran. Pastikan untuk membersihkan semua area saluran secara menyeluruh.

    3. Periksa Isolasi Pipa

    Pipa refrigeran adalah saluran yang membawa pendingin dari evaporator di unit air handler ke kondensor di luar. Pipa-pipa ini biasanya dilapisi dengan isolasi berbentuk busa.

    Nah ini perlu memeriksa apakah ada bagian isolasi yang rusak atau hilang. Jika ditemukan, segera gantilah dengan isolasi baru untuk menjaga kinerja optimal sistem AC.

    4. Bersihkan Kompresor Luar

    Bersihkan kumparan kondensor dan kipas AC dari kotoran atau puing-puing. Kumparan kondensor biasanya terletak di luar ruangan dan terlihat seperti kisi-kisi pada kotak logam yang besar. Biasanya komponen ini akan terkotori oleh debu atau tumpukan daun yang akan menghambat kinerja.

    Pastikan udara dapat bergerak lancar melalui kumparan untuk efisiensi maksimal. Bersihkan kotoran yang mungkin menyumbat kumparan dengan tekanan lembut dan pembersih agar unit bekerja dengan baik. Pastikan tidak merusak sirip yang rapuh saat membersihkan.

    5. Periksa Kabel

    Kabel juga perlu diperiksa, karena bagaimanapun juga itu merupakan komponen penting yang memungkinkan menghambat kinerja AC.

    Periksalah kabel di unit kondensor jika ada tanda-tanda panas berlebih atau keausan. Ingatlah untuk mematikan AC sebelum memulai. Jika Anda melihat kabel yang terbakar, rusak, atau aus, sebaiknya panggil profesional untuk memperbaikinya.

    6. Berikan Istirahat pada Sistem

    Meski dengan perawatan yang baik, sistem yang terus menerus bekerja akan mengalami penurunan performa lebih cepat dibandingkan dengan sistem yang digunakan secara berkala dan tidak terus menerus.

    Oleh karena itu penting untuk memberikan istirahat pada sistem supaya AC lebih tahan lama dan kinerjanya optimal.

    7. Jadwalkan Tune Up atau Service Tahunan

    Beberapa perawatan perangkat AC kadang di luar kapasitas kita. Oleh karena itu, penting untuk memanggil professional untuk membantu merawat AC setidaknya setahun sekali.

    Tune-up meliputi pengencangan semua koneksi listrik, pelumasan kipas, dan pembersihan sistem. Teknisi juga akan memeriksa level refrigeran dan dapat mendiagnosis masalah yang lebih serius seperti kebocoran refrigeran, serta memperbaikinya untuk mengembalikan kinerja AC.

    Itu dia tips merawat AC sehingga tetap tahan lama dan bekerja dengan optimal. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Perbedaan AC Dinding dan AC Portable, Pilih yang Mana?


    Jakarta

    Kalau cuaca sedang panas-panasnya, pasti kita ingin punya pendingin ruangan yang paling efektif. Mungkin masih ada yang bingung dalam menentukan jenis air conditioner (AC) yang paling baik.

    Ada dua opsi yang kerap jadi bandingan, adalah AC dinding dan AC portable. Keduanya memiliki fungsi mendinginkan ruangan, tetapi punya perbedaan signifikan dalam hal pemasangan, harga, efektivitas, hingga kenyamanan penggunaannya.

    AC dinding umumnya dipasang permanen di tembok dengan tambahan fan outdoor yang membantu proses pendinginan. Di sisi lain, AC portable lebih fleksibel karena bisa dipindahkan ke berbagai tempat tanpa perlu instalasi khusus.


    Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli. Baiknya, bandingkan dulu plus minus keduanya untuk jadi pertimbangan.

    5 Perbedaan AC Dinding dan AC Portable

    Dari segi bentuk, AC portable berbeda dengan AC konvensional. Bentuk AC portable lebih menyerupai sebuah box yang beroda, dengan lubang ventilasi udara di bagian depan.

    Salah satu akun YouTube yang kerap membahas tentang barang elektronik, Seputar Teknik, mengunggah video penjelasan tentang perbedaan AC dinding dan AC portable. Bagas, sang pemilik akun, menjelaskan bahwa AC dinding atau biasa disebut AC split wall, memiliki perbedaan utama pada cara pemasangan dan mobilitasnya. Berikut selengkapnya:

    1. Cara Pemasangan

    Pemasangan AC dinding memerlukan modifikasi pada dinding, karena unit ini harus ditempel. Selain itu, kabel daya dan jalur selang pembuangan air serta koneksi ke fan outdoor juga perlu dipasang, yang biasanya memerlukan lubang tambahan di dinding.

    Sebaliknya, AC portable tidak memerlukan pemasangan permanen. Dengan selang kecilnya, alat ini bisa diletakkan di mana saja, asalkan selang pembuangan airnya memiliki jalur yang sesuai. Dari segi kemudahan pemasangan, AC portable bisa dibilang lebih unggul.

    “Pemasangan instalasinya cukup rumit dan memerlukan teknisi khusus untuk install. Sementara AC portable memiliki satu unit yang dapat dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lainnya, tidak perlu dipasang secara permanen cukup disambungkan saja ke listrik itu sudah dingin AC-nya,” ucap Bagas dalam video yang telah ditonton 35 ribu orang itu.

    2. Harga

    Harga AC dinding dan AC portable bervariasi tergantung merek, serta apakah unit tersebut baru atau bekas. Namun secara umum, AC portable lebih murah karena tidak memerlukan biaya pemasangan dan ukurannya lebih kecil.

    Harga AC portable mulai dari Rp 300 ribu, sedangkan AC dinding dibanderol mulai dari Rp 1.5 juta per unit, tergantung merek dan spesifikasinya.

    “AC Split wall lebih mahal daripada AC portable karena pemasangannya memerlukan instalasi yang lebih rumit. Kalau AC portable lebih murah dan tidak memerlukan biaya instalasi yang mahal,” tutur Bagas.

    3. Efektivitas Pendinginan

    AC dinding lebih cepat dalam mendinginkan ruangan karena dilengkapi dengan fan outdoor yang membantu mempercepat proses pendinginan. Sementara itu, AC portable membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan.

    Dikutip dari laman CNet, AC portable juga menghasilkan panas saat beroperasi. Sehingga selangnya harus diletakkan di tempat yang memungkinkan pembuangan udara panas dengan baik.

    4. Efisiensi dan Daya

    Dalam videonya, Bagas juga menjelaskan AC split wall lebih efisien dan memiliki daya pendinginan yang lebih baik. Sebab, dapat menjangkau area yang lebih besar dan memiliki kemampuan pendinginan yang lebih cepat.

    “Soal daya listrik, AC portable lebih hemat listrik jika hanya dinyalakan ketika diperlukan. AC portable juga tetap menghasilkan biaya listrik yang tinggi, jika digunakan secara Intens atau terus-menerus,” kata Bagas.

    “Jadi pemilihan AC portable dan split wall tergantung pada kebutuhan preferensi Anda. AC split wall cocok untuk ruangan yang memerlukan pendinginan yang lebih insentif dan digunakan secara kontinyu. Kalau AC portable cocok untuk ruangan yang memerlukan pendinginan sementara atau digunakan secara fleksibel,” sambungnya.

    5. Tingkat Kebisingan

    Tingkat kebisingan AC dinding tergantung pada lokasi pemasangan fan outdoor. Jika fan dipasang dekat dengan area berkumpul, suara yang dihasilkan akan lebih terdengar.

    Sementara itu, AC portable cenderung lebih berisik karena kompresor dan kipasnya berada dalam satu unit yang sama. Kompresor biasanya terletak di bagian bawah, sedangkan lubang udara berada di atasnya.

    Nah, itulah empat perbedaan utama antara AC dinding dan AC portable. Semoga informasi ini bisa membantumu memilih pendingin ruangan yang sesuai dengan kebutuhan, ya!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com