Tag: pendinginan

  • 8 Tips Menjaga Kelembapan di Ruang Kantor



    Jakarta

    Ruang kantor yang nyaman adalah salah satu kunci produktivitas kerja yang optimal. Selain memastikan lingkungan kerja bersih dan tertata, menjaga kelembapan udara di dalam ruang kantor juga penting untuk menciptakan suasana yang sehat dan nyaman.

    Kelembapan udara yang tepat tidak hanya berpengaruh pada kenyamanan karyawan, tetapi juga berdampak pada kesehatan. Ruang kantor yang terlalu kering atau terlalu lembap dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti iritasi kulit, masalah pernapasan, dan gangguan fokus.

    Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami bagaimana menjaga kelembapan udara ruang kantor secara optimal.


    Mengapa Kelembapan di Ruang Kantor Penting?

    Kelembapan udara yang ideal di dalam ruangan berkisar antara 40% hingga 60%. Jika kelembapan terlalu rendah, udara akan menjadi kering dan dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, kulit, serta mata.

    Sebaliknya, kelembapan yang terlalu tinggi dapat menciptakan lingkungan yang lembap, sehingga memicu pertumbuhan jamur, dan menyebabkan ketidaknyamanan. Dalam situasi kerja yang mengharuskan karyawan untuk berada dalam ruangan dalam waktu lama, kelembapan udara yang tidak terkontrol bisa mengganggu produktivitas dan kesehatan.

    Masalah kelembapan udara sering kali diperparah oleh penggunaan pendingin ruangan (AC) yang tidak diatur dengan benar. Selain itu, AC yang tidak diservis secara rutin juga bisa menjadi salah satu penyebab penurunan kualitas udara di dalam ruangan.

    Oleh karena itu, penting untuk melakukan service AC kantor secara teratur demi menjaga kualitas dan kelembapan udara yang baik.

    Tips Menjaga Kelembapan di Ruang Kantor

    Setelah memahami dampak kelembapan udara yang tidak ideal, berikut beberapa tips untuk menjaga kelembapan udara yang baik di ruang kantor:

    1. Gunakan Humidifier atau Dehumidifier

    Humidifier adalah alat yang digunakan untuk menambah kelembapan udara, sedangkan dehumidifier berfungsi untuk mengurangi kelembapan udara yang berlebihan.

    Jika udara di dalam ruang kantor terasa terlalu kering, terutama saat musim kemarau atau akibat penggunaan AC yang terus-menerus, humidifier bisa membantu menyeimbangkan kelembapan udara.

    Sebaliknya, jika ruang kantor cenderung lembap, dehumidifier dapat membantu mengurangi kelembapan udara yang berlebih agar udara menjadi lebih nyaman.

    2. Atur Penggunaan AC Secara Bijak

    Pendingin ruangan (AC) sering kali menjadi penyebab utama kelembapan udara yang rendah di ruang kantor. Menggunakan AC dalam jangka waktu lama tanpa pengaturan yang tepat dapat menghilangkan kelembapan alami udara.

    Sebaiknya atur suhu AC pada tingkat yang tidak terlalu rendah dan pastikan ruangan mendapatkan udara segar secara berkala dengan membuka jendela atau ventilasi udara.

    Selain itu, pastikan AC di kantor selalu dalam kondisi optimal dengan melakukan service AC secara rutin untuk menjaga performa dan keseimbangan kelembapan ruangan.

    3. Tanaman Hijau

    Tanaman hias tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi ruangan, tetapi juga bisa membantu menjaga kelembapan udara. Tanaman dapat mengeluarkan uap air melalui proses transpirasi yang dapat meningkatkan kelembapan udara di sekitarnya.

    Beberapa jenis tanaman yang baik untuk menambah kelembapan udara adalah lidah mertua, pohon dolar, dan pakis. Selain itu, tanaman hijau juga membantu membersihkan udara dari polutan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih segar.

    4. Ventilasi Udara yang Baik

    Ventilasi yang baik sangat penting untuk menjaga kualitas udara dan kelembapan di dalam ruangan. Pastikan ruang kantor memiliki sirkulasi udara yang baik dengan menyediakan ventilasi yang cukup.

    Ventilasi membantu mengalirkan udara segar dari luar dan membuang udara yang pengap dari dalam ruangan. Jika kantor Anda tidak memiliki jendela yang dapat dibuka, pertimbangkan penggunaa. ventilator atau exhaust fan untuk membantu sirkulasi udara.

    5. Perawatan Karpet dan Furnitur

    Karpet dan furnitur berbahan kain bisa menyerap kelembapan dari udara dan menjadi tempat berkembang biaknya jamur serta bakteri jika tidak dirawat dengan baik.

    Pastikan karpet dan furnitur di kantor dibersihkan secara rutin untuk mencegah penumpukan debu dan lembap. Anda dapat menggunakan produk anti-jamur dan pembersih yang tepat untuk membantu menjaga kebersihan dan kelembapan pada area yang tertutup kain.

    6. Perhatikan Kelembapan di Area Tertentu

    Beberapa area di kantor seperti ruang penyimpanan atau ruang server mungkin memerlukan perhatian khusus terkait kelembapan. Misalnya, ruang server yang dipenuhi dengan peralatan elektronik biasanya harus memiliki kelembapan yang lebih rendah untuk mencegah kerusakan pada peralatan.

    Sebaliknya, ruang penyimpanan arsip atau dokumen harus dijaga kelembapannya agar kertas dan dokumen tidak mudah rusak. Penggunaan alat pengukur kelembapan atau hygrometer di area-area ini dapat membantu memonitor kondisi udara dan memastikan kelembapan tetap ideal.

    7. Atur Pemakaian Perangkat Elektronik

    Perangkat elektronik seperti komputer, printer, dan mesin fotokopi dapat memengaruhi suhu dan kelembapan udara di dalam ruangan. Penggunaan perangkat ini secara terus-menerus bisa membuat udara menjadi lebih kering.

    Untuk mengatasi hal ini, pastikan perangkat elektronik dimatikan saat tidak digunakan lalu tempatkan peralatan tersebut di area yang berventilasi baik. Penggunaan perangkat elektronik yang bijak turut membantu mengurangi panas berlebih di ruangan, sehingga kelembapan udara tetap stabil.

    8. Bersihkan AC secara Rutin

    Pendingin udara (AC) memainkan peran penting dalam menjaga kelembapan dan kualitas udara di kantor. Oleh karena itu, membersihkan AC secara rutin adalah langkah yang penting. Filter AC yang kotor dapat mengurangi efisiensi pendinginan dan menyebabkan penumpukan debu serta polutan di udara.

    Lakukan service AC kantor secara berkala agar kinerja AC tetap optimal. Dengan AC yang bersih dan terawat, udara yang dihasilkan akan lebih segar dan kelembapan udara bisa lebih terkontrol.

    Menjaga kelembapan udara yang ideal di ruang kantor pun menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan produktif. Kelembapan yang terjaga tidak hanya meningkatkan kualitas udara, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan karyawan serta menjaga peralatan kantor tetap berfungsi dengan baik.

    Dengan mengikuti tips di atas, perusahaan dapat memastikan kelembapan ruang kantor tetap ideal dan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan.

    (Content Promotion/Chiller.id)



    Sumber : www.detik.com

  • Kulkas 2 Pintu Lebih Boros Listrik dari 1 Pintu, Mitos atau Fakta?


    Jakarta

    Kulkas adalah alat elektronik yang telah menjadi kebutuhan di rumah. Seperti peralatan elektronik lain, industri kulkas telah mengalami kemajuan dan telah muncul dengan produk-produk terbaru.

    Kulkas kini tidak hanya mendinginkan air dan menjaga makanan tetap segar, tetapi juga dilengkapi dengan layar sentuh, kontrol suhu, konektivitas Wi-Fi, alarm, dan fitur canggih lainnya.

    Dikutip dari NYKDaily, Senin (23/09/2024), banyak perdebatan tentang kulkas satu pintu dan dua pintu yang mengkonsumsi lebih banyak daya.


    Perbedaan Kulkas Pintu Tunggal dan Pintu Ganda

    1. Kapasitas

    Kulkas satu pintu sebagian besar ditunjukkan untuk keluarga kecil, dan biasanya memiliki kapasitas lebih kecil daripada model pintu ganda yang ditunjukkan untuk rumah besar.

    Kapasitas rata-rata kulkas satu pintu adalah 150 hingga 250 liter, sedangkan rata-rata kulkas pintu ganda adalah 235 hingga 495 liter. Tentu saja hal ini membutuhkan lebih banyak daya untuk mendinginkan unit yang lebih besar.

    2. Pendingin Bebas Bunga Es

    Kulkas pintu ganda menawarkan pendinginan bebas bunga es. Dalam proses ini, udara dingin dialirkan ke seluruh badan kulkas menggunakan kipas listrik.

    Akibatnya, kulkas pintu ganda mengonsumsi lebih banyak daya daripada varian pintu tunggal yang tidak menawarkan pendinginan bebas bunga es.

    3. Ruang Terpisah untuk Freezer

    Sebagian besar lemari es pintu tunggal memiliki freezer terpisah di dalam kompartemen utama. Hal ini berguna karena setiap kali pintu dibuka, suhu di dalamnya akan naik, dan lemari es perlu didinginkan lagi.

    Hal ini mengakibatkan peningkatan konsumsi daya pada lemari es pintu ganda yang biasanya tidak memiliki pintu freezer.

    Faktor di atas memperkuat anggapan bahwa kulkas pintu ganda mengkonsumsi daya lebih banyak daripada model pintu tunggal. Faktanya, kulkas pintu ganda mengkonsumsi daya hampir 30% hingga 40% lebih banyak daripada kulkas pintu tunggal.

    Konsumsi daya rata-rata kulkas adalah 800 watt hingga 1200 watt. Namun, angka ini kemungkinan berubah karena beberapa faktor sebagai berikut.

    Faktor Penentu Kosumsi Daya Kulkas

    1. Kapasitas

    Semakin besar kulkas, semakin besar daya yang dibutuhkan untuk mendinginkan. Bahkan jika kulkas menggunakan teknik pendinginan yang lebih sederhana dan hemat biaya.

    2. Usia

    Usia menjadi faktor utama yang mempengaruhi konsumsi daya. Kulkas lama berusia lima tahun akan lebih banyak 10% dalam penggunaan daya daripada model baru.

    3. Suhu Pendinginan

    Semakin tinggi suhu pendingin yang ditetapkan pada lemari es, semakin banyak daya yang dikonsumsi. Disarankan untuk mengatur suhu pada tingkat sedang-dingin.

    Dengan semua parameter, cukup jelas kulkas pintu ganda mengkonsumsi lebih banyak daya daripada model pintu tunggal. Produsen berusaha keras untuk menyediakan peralatan hemat daya yang memungkinkan akan menarik lebih banyak konsumen.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tips Memilih AC yang Tepat, Awet, dan Canggih



    Jakarta

    Cuaca panas yang kerap melanda Indonesia membuat banyak orang memilih memasang AC (air conditioner) untuk kenyamanan di rumah atau kantor. Namun, agar tidak salah pilih, perlu diperhatikan beberapa hal sebelum membeli AC.

    Menurut pakar di bidang refrigerasi ramah lingkungan, Dr. Ardiyansyah, S.T., M.Eng., Ph.D., AC ideal sebaiknya menggunakan refrigeran ramah lingkungan seperti R32 yang lebih aman bagi bumi dibanding R22. Selain itu, pilih AC yang hemat energi dengan melihat label bintang efisiensi energi (1-5 bintang) dan nilai CSPF tinggi. Berikut tips penting saat memilih AC.

    1. Kapasitas Sesuai Ukuran Ruangan


    Pastikan kapasitas AC cocok dengan luas ruangan. Untuk ruangan sedang, gunakan AC berkapasitas ½ PK (minimal 5000 BTU/h).

    AC dengan kapasitas lebih tinggi akan lebih cepat mendinginkan ruangan dan bekerja lebih baik untuk ruangan besar atau yang terpapar sinar matahari langsung. Kebutuhan pendinginan juga dapat dihemat dengan mengurangi beban panas ruangan antara lain dengan menutup pintu dan menggunakan tirai pada jendela.

    2. Kualitas Material Tahan Lama

    Pilih AC dengan material anti karat dan korosi seperti blue fin atau gold fin di evaporator dan kondensor. Material berkualitas membuat AC lebih awet.

    Selain itu terdapat cover pelindung samping dan lapisan logam untuk menghindari kerusakan fisik unit outdoor akibat cuaca ekstrem.

    3. Fitur Keamanan

    Pilih AC bersertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia), memiliki proteksi arus lebih, box listrik tahan api, dan sistem drainase terpisah dari kabel listrik untuk mencegah korsleting.

    FLifeFoto: dok. FLife

    4. Garansi Kompresor dan Servis

    Sebagai jantung dari AC, kompresor merupakan unit penting dalam proses pendinginan. Jika rusak, perbaikannya bisa menghabiskan hingga 60-70% dari harga unit baru.

    Untuk itu, pastikan kompresor bergaransi minimal 10 tahun. Lebih baik lagi jika disertai garansi sparepart dan servis indoor minimal 3 tahun.

    5. Fitur Modern

    Beberapa AC sudah dilengkapi dengan fitur modern. Beberapa fitur teknologi canggih tersebut seperti Self-Diagnosis yang sangat membantu memudahkan deteksi kerusakan dini, mempercepat perbaikan, dan mengurangi downtime.

    Selain itu ada juga fitur Self-Cleaning yang berfungsi untuk mengurangi frekuensi pencucian AC yang pada umumnya 2 bulan cuci sekali, menjadi 3-4 bulan sekali.

    6. Nyaman Digunakan

    Untuk faktor kenyamanan, pilih AC yang minim suara. Suara yang dikeluarkan AC maksimal berada di rentang 27 dBA.

    Desain ‘easy removal’ dan ‘user friendly’ juga membantu dalam perawatan AC karena desainnya memungkinkan pengguna atau teknisi untuk melepas dan membersihkan filter serta bagian lainnya dengan mudah saat servis.

    FLifeFoto: dok. FLife

    7. Tampilan LED Informasi

    Panel LED pada unit indoor berguna menampilkan suhu dan kode error yang mempermudah perbaikan.

    Ini akan membantu teknisi untuk melakukan perbaikan dengan tepat dan efektif dalam sekali kunjungan. Selain fungsi, desain LED panel yang modern dapat mempercantik tampilan interior ruangan.

    8. Diproduksi oleh Pabrik Terpercaya

    Pastikan AC berasal dari pabrik yang khusus memproduksi AC. Cek informasi pabrikan lewat website resmi.

    Hal ini untuk menjamin Quality Control (QC), pengujian performa produk dan sistem Commissioning (COMM). Cek informasi di box kemasan atau name tag produk, lalu telusuri informasi pabriknya melalui situs resmi merek tersebut. Pabrikan yang fokus pada produk AC biasanya memiliki riset dan pengembangan (R&D) yang lebih kuat.

    9. Utamakan Merek Terpercaya

    Merek ternama umumnya memiliki sistem distribusi, purna jual, dan kualitas produk yang lebih konsisten. Hindari merek yang tidak jelas asal-usulnya meski harganya menggiurkan.

    Lihat juga apakah merek tersebut bagian dari grup perusahaan yang telah terpercaya. Anda juga bisa membaca ulasan pengguna di forum atau e-commerce.

    10. Layanan After Sales Andal

    Pertimbangkan lamanya garansi, cakupan perbaikan, dan kemudahan akses layanan pelanggan, terutama di akhir pekan dan hari libur.

    Semakin lama garansi yang diberikan semakin membawa keuntungan bagi konsumen pastinya. Selain itu beberapa brand hanya menyediakan suku cadang dan menanggung biaya jasa perbaikan secara gratis di tahun pertama.

    Selanjutnya, pilihlah merek yang memberikan layanan komprehensif dan mudah diakses, agar Anda tidak kesulitan jika AC mengalami masalah di kemudian hari.

    Memilih AC bukan sekadar mencari harga termurah, tetapi juga memastikan kenyamanan jangka panjang, efisiensi energi, dan perawatan. Bandingkan spesifikasi dan fitur dari beberapa merek sebelum membeli. Pastikan Anda memilih AC yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan penggunaan.

    Informasi selengkapnya silahkan cek di YouTube.

    (prf/ega)



    Sumber : www.detik.com