Tag Archives: penempatan

7 Langkah Tata Letak Ruangan Agar Terasa Nyaman



Jakarta

Saat pindah ke rumah baru, tata letak ruangan menjadi hal penting yang harus dipikirkan. Tata letak yang efisien dapat menghemat uang dan waktu kamu, serta ruangan terlihat rapi dan tidak berantakan.

Banyak yang harus dipertimbangkan saat menata ruangan, seperti pengaturan pada tempat duduk dan menentukan fungsi ruangan yang akan ditata. Pertimbangkan juga ukuran furniture yang akan digunakan, agar ruangan tidak sempit.

Melansir dengarden, berikut beberapa cara untuk merencanakan tata letak ruangan kamu agar lebih efisien.


1. Mulai dengan Gambar di Kertas

Ambil selembar kertas kosong untuk menggambar tata letak furniture sebelum memindahkannya secara fisik. Hal ini akan meminimalisir kesalahan yang akan dilakukan menata furniture, sehingga akan lebih menghemat waktu.

2. Tetapkan Titik Fokus

Hampir setiap ruangan kemungkinan besar memiliki titik fokus. Ruangan yang besar bahkan mungkin memiliki lebih dari satu titik fokus. Sebelum menempatkan furniture, carilah titik fokus utama ruangan, seperti pintu, jendela yang akan mempengaruhi penempatan.

Misalnya di ruang keluarga, tempat duduk biasanya menghadap televisi yang bisa menjadi titik fokus tambahan. Karya seni, lampu hias, atau dinding aksen bisa dimanfaatkan untuk merencanakan tata letak yang efisien.

3. Gunakan Karpet

Pertimbangkan untuk menggunakan karpet sebagai panduan untuk penempatan furniture. Setelah menempatkan karpet di ruangan, mulailah menata furniture di atas karpet. Seperti di ruang tamu, dua kaki depan sofa dan kursi setidaknya harus berada di tepi karpet.

4. Pilih Tempat Duduk yang Sesuai

Di ruang tamu atau ruang keluarga, coba untuk memulai dengan sofa dan beberapa kursi yang nyaman. Pilih kursi tergantung dengan apa yang akan kamu lakukan di ruangan itu, dan sesuaikan dengan ukuran ruangan agar tidak sempit dan penuh.

5. Keseimbangan dan Harmoni

Simetri menjadi konsep kunci dalam hal penempatan furniture. Keseimbangan berarti keteraturan, stabilitas, dan harmoni sekaligus menciptakan ruangan yang menyenangkan secara visual.

Dalam ruangan yang bentuknya tidak teratur, menemukan keseimbangan tidak akan mudah. Seperti gunakan seni dinding dan pencahayaan untuk membantu menciptakan ruangan yang merata.

6. Pertimbangkan Lalu Lintas Ruangan

Tidak ada yang lebih buruk daripada ruangan yang penuh dengan perabotan. Setiap ruangan membutuhkan ruang yang cukup untuk bergerak di dalam ruangan. Sebagai aturan praktis, sediakan jarak untuk memperlancar arus lalu lintas ruangan.

7. Ciptakan Zona Fungsional

Setiap ruangan memiliki fungsi, penempatan furniture harus disesuaikan dengan ruangan. Sebaiknya pertimbangkan penggunaan ruangan saat kamu mulai merencanakan, fungsi ruangan pada akhirnya akan membantu menentukan tata letak.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Barang Rumah Tangga yang Tak Sadar Ada di Tempat yang Salah



Jakarta

Tanpa kita sadari banyak barang-barang rumah tangga yang salah penempatan. Minimnya pengetahuan tentang produk tersebut membuat banyak orang asal menempatkan barang-barang tersebut.

Berikut barang-barang rumah tangga yang sering kali salah tempat penyimpanannya:

Cat

Melansir The Spruce, pada Rabu (13/11/2024), ini merupakan barang rumah tangga yang paling umum lainnya yang sangat rentan terhadap perubahan suhu. Ketika suhu berfluktuasi, cat di dalamnya akan rusak yang disebabkan bahan kimia serta senyawa yang digunakan untuk membuat warna menggumpal atau terpisah menjadi gumpalan yang tidak teratur.


Tempat yang tepat untuk menyimpan kaleng cat adalah di dalam ruangan dengan suhu yang dapat di kontrol. Pikirkan ruang penyimpanan pada ruang penyimpanan ataupun ruang cuci, sebab garasi serta loteng juga dapat menjadi sangat dingin atau hangat pada musim hujan ataupun panas.

Perlu kamu ketahui juga bahwa kaleng cat mempunyai masa simpan yang singkat sehabis dibuka, maka sebaiknya kamu rutin mencatat berapa lama kaleng cat dapat bertahan.

Bohlam Lampu

Walaupun jelas rapuh karena dibuat dari kaca, bahan pembuat bola lampu membuatnya begitu rentan terhadap fluktuasi suhu.

Suhu panas sering kali bisa memperpendek masa pakainya serta membuatnya kurang efisien. Maka dari itu, bohlam lampu dilarang disimpan di loteng atau garasi karena dapat membuatnya rentan terhadap kerusakan akibat panas, air, serta dingin.

Sebaliknya, simpanlah di dalam ruangan yang suhu nya bisa dikontrol seperti ruang cuci, lemari linen, atau bahkan ruang bawah tanah.

Album Foto

Sering kali barang ini disimpan secara tidak sengaja di loteng ataupun garasi, yang merupakan tempat yang buruk untuk mengambil foto karena panas, kelembapan, serta perubahan suhu yang menyebabkan kerusakan lebih parah.

Terdapat alternatif lainnya, simpanlah album foto kamu pada tempat yang gelap, sejuk, dan kering seperti di rak buku atau laci pada kamar tidur kamu. Untuk pengawetan yang lebih jauh, pertimbangkan untuk mendigitalkan foto serta membuat cadangannya pada file di perangkat elektronik guna melindunginya dari kerusakan.

Kotak Obat

Menyimpan obat pada kamar mandi adalah kesalahan yang lumrah, karena obat akan kehilangan efektivitasnya akibat lembap dan panas. Namun nama tempat penyimpanan ini menyesatkan.

Terdapat ide yang lebih baik untuk menyimpan obat-obatan. Obat-obatan sebaiknya disimpan pada tempat yang sejuk serta tidak lembap seperti halnya lemari linen atau laci nakas, akan lebih baik lagi jika kedua tempat itu dilengkapi kunci untuk menjauhkan obat dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan.

Dokumen

Baik itu catatan keuangan atau surat-surat penting lainnya, dokumen hampir selalu diletakkan pada tempat yang salah. Meskipun menumpuk kertas mungkin terlihat seperti cara yang cukup mudah untuk menyimpan dokumen, hal itu membuat pengaturan menjadi tambah kacau pada rumah secara keseluruhan.

Menyimpan kertas pada lingkungan yang lembap juga merupakan ide yang buruk karena kertas menyerap kelembapan, dan akan menyebabkan serat kertas menjadi lemah serta tinta akan memudar. Sebaliknya, arsipkan dokumen dan kertas secara vertikal dengan mengkombinasikan folder arsip serta lemari arsip ataupun pengisi desktop.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Segini Jarak Nonton yang Pas Berdasarkan Ukuran TV



Jakarta

Menonton TV merupakan salah satu aktivitas yang sering dilakukan di rumah. Akan tetapi, penempatan TV di dalam rumah harus diperhatikan karena jika terlalu dekat bisa membuat mata cepat lelah sehingga kurang nyaman.

Agar bisa menonton TV dengan nyaman, kamu harus meletakkan TV di tempat yang pas. Biasanya semakin jauh tempat kamu duduk dari TV, maka semakin besar TV-nya. Selain nonton jadi lebih nyaman, kamu bisa memilih ukuran TV yang pas dengan ruang yang kamu punya.

Lalu, berapa jarak pandang untuk menonton TV berdasarkan ukurannya? Yuk, simak caranya penjelasannya berikut ini dikutip dari Herne Bay Domestics.


Sebelumnya, kamu harus tahu dulu arti ukuran TV yang tertera pada produk. Ukuran yang disebutkan oleh produsen diukur dari sudut ke sudut secara diagonal, termasuk rangka luar TV.

Jarak pandang menonton TV bisa diukur dari area tempat duduk sampai area TV. Sementara untuk kamar tidur, kamu bisa mengukur jarak antara tempat TV dan bantal.

Nah, untuk menentukan jarak pandang yang nyaman sesuai ukuran TV, kamu bisa mengalikan ukuran TV dengan angka dua untuk mendapatkan hasil jarak pandang dalam satuan inci.

Sebaliknya, kamu juga bisa menghitung jarak antara tempat duduk dan TV, lalu dibagi dua. Hasil perhitungan itu adalah ukuran TV yang ideal buat suatu ruangan.

Misalnya, kamu punya TV berukuran 55 inci, maka jarak pandang yang pas adalah 110 inci atau sekitar 2,79 meter.

Berikut ini daftar jarak pandang yang cocok buat ukuran TV tertentu.

Ukuran TV (inci) Jarak Pandang (meter)
32 1,63
40 2
43 2,18
48 2,44
49 2,49
50 2,54
55 2,79
58 2,96
65 3,3
70 3,55
75 3,81
77 3,91
82 4,16

Itulah ukuran TV dan jarak yang pas agar lebih nyaman saat menonton TV. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Sering Lihat Toren Air Posisinya di Atas Rumah? Ternyata Ini Alasannya



Jakarta

Setiap rumah pasti memiliki toren air yang fungsinya untuk menampung air bersih. Jika kamu perhatikan, rata-rata toren air diletakkan di luar ruangan dan posisinya tidak menempel dengan tanah.

Penempatan toren seperti ini tidak hanya berlaku di Indonesia, melainkan di Amerika juga berlaku hal yang sama. Kira-kira apa ya alasannya?

Dilansir detikEdu, posisi toren memang lebih baik diletakkan di atas karena air bergerak ke tempat yang lebih rendah. Hal tersebut dipengaruhi adanya gaya gravitasi di mana semua benda akan kembali ke bawah. Begitu pula dengan air yang massanya tidak lebih berat dari gravitasi.


Toren air berisi sekian liter air sesuai dengan kemampuan tampungnya. Semakin tinggi posisi toren air maka akan semakin besar jumlah air yang mengalir. Hal ini sesuai dengan hukum debut air yakni ukuran jumlah air yang mengalir dalam satuan waktu. Posisi toren air yang tinggi dapat membantu air yang keluar dari keras lebih deras.

Hal yang sama dikatakan oleh pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman bahwa toren yang dipasang di tempat yang tinggi dapat mendorong aliran air keluar lebih kencang.

“Kalau menurut ilmu Fisika ya Pak, makin tinggi (torennya), tekanan (air) makin kencang,” jelas Suratman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Ketinggian untuk meletakkan toren harus disesuaikan dengan ketinggian rumah. Jangan lupakan untuk memasang pipa saluran air yang berdiameter besar agar jalur air luas sehingga waktu turunnya air juga singkat.

Suratman menyebutkan terdapat beberapa jenis pipa yang digunakan untuk menyambungkan toren ke keran di rumah berdasarkan ukuran diameter, yaitu ½, ¾, dan 1 inch. Ia menyarankan untuk menggunakan pipa berdiameter 1 inch jika kamu ingin air yang mengalir ke keran rumah lebih deras.

“Diameter pipa yang turun sama ketinggian, semakin gede makin tinggi makin gede yang turun. Tapi dengan syarat pipanya yang gede, kalau pipa yang 0,5 ya gede tapi lama-lama kecil,” sebut Suratman.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

8 Tips Gunakan AC dengan Efektif Agar Tak Cepat Rusak


Jakarta

Banyak rumah memiliki air conditioner atau AC untuk mendinginkan ruangan. Namun, cara penggunaan yang kurang tepat bisa membuat AC tidak bekerja optimal, bahkan cepat rusak.

Sebagian orang suka menyalakan AC untuk jangka waktu yang lama dengan suhu sangat rendah. Hal ini membuat AC bekerja terlalu keras, sehingga bisa cepat rusak.

Lantas, bagaimana cara agar AC awet dan bekerja dengan efektif? Yuk, simak tipsnya berikut ini, dilansir dari Better Homes & Gardens.


Tips Gunakan AC Agar Awet dan Efektif

Inilah beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat menggunakan AC agar tidak cepat rusak.

1. Naikkan Suhu Ruangan

Mengatur suhu ruangan beberapa derajat lebih tinggi dari suhu yang diinginkan berarti AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk menjaga suhu yang diinginkan. Misalnya, kamu ingin suhu ruangan 20 derajat Celcius, maka naikkan suhunya menjadi 23 derajat Celcius.

“Sebagai aturan umum, perbedaan yang lebih kecil antara suhu di dalam dan di luar ruangan akan memberikan cara yang paling hemat biaya untuk mendinginkan rumah,” kata Manajer Umum Thermostat dan Sensor di Johnson Controls Rob Munin dikutip dari Better Homes & Gardens.

2. Pasang Termostat Pintar

Untuk memaksimalkan efisiensi AC, kamu bisa pertimbangkan memasang termostat pintar. Perangkat yang dapat diprogram ini terhubung ke jaringan Wi-Fi rumah dan kamu dapat mengontrolnya melalui aplikasi atau perangkat asisten suara, seperti Google Home dan Alexa.

Sebagai informasi, menurut KBBI, termostat adalah alat untuk mengatur suhu secara otomatis yang bekerja karena perubahan suhu.

Termostat pintar memungkinkan kamu menjadwalkan perubahan suhu berdasarkan waktu dan menyesuaikan termostat bahkan saat kamu jauh dari rumah. Beberapa perangkat juga menyertakan teknologi geofencing, yang dapat mendeteksi saat kamu tidak di rumah dan menyesuaikan termostat yang sesuai.

3. Letakkan Termostat di Tempat yang Pas

Penempatan termostat dapat berdampak signifikan pada fungsi AC sepanjang hari. Misalnya, termostat di dinding yang menerima banyak panas dari jendela akan terpicu untuk menyala lebih sering. Menempatkan termostat kamu di tempat yang lebih dingin, sebaliknya, akan memastikan AC tidak beroperasi lebih dari yang diperlukan.

4. Batasi Penggunaan Alat yang Menghasilkan Panas

Berbagai alat dapur dan cuci menghasilkan hawa panas saat digunakan. Hal ini bisa memicu AC untuk bekerja lebih keras. Rencanakan jadwal untuk menggunakan mesin pengering hingga oven pada pagi atau sore hari dibandingkan pada siang hari.

5. Sesuaikan Suhu pada Malam Hari

Mungkin kamu sulit tidur di malam hari karena udara panas, makanya suhu AC diturunkan. Untuk memastikan AC tidak menyala sepanjang malam, ada baiknya memprogram termostat untuk menyesuaikan kembali suhu setelah anggota keluarga tidur.

“Untuk suhu malam hari, dinginkan dulu kamar tidur kamu sebelum tidur, lalu program termostat Anda pada 2-4 derajat lebih tinggi sementara kamu tidur,” saran Munin.

6. Rapatkan Jendela

Merapatkan jendela dapat mencegah hawa panas masuk ke dalam rumah. Selain itu juga mencegah udara sejuk yang keluar dari AC keluar dari ruangan atau rumah.

7. Pasang Penghalang cahaya

Memasang penghalang cahaya, seperti tirai, bisa meminimalisir panas yang masuk ke dalam rumah. Kamu juga bisa memasang kaca film untuk meminimalkan paparan sinar matahari dan melindungi dari sinar UV.

Selain itu, menanam pohon di sekitar rumah juga bisa membuat hawa sejuk dan mengurangi beban AC di dalam rumah.

8. Rutin Bersihkan AC

AC memerlukan perawatan teratur agar bisa berfungsi dengan baik. Salah satu perawatan yang paling bagus adalah mengganti filter AC secara teratur. Selain itu, AC juga perlu dibersihkan bagian dalam dan luarnya secara rutin.

“Secara umum, filter udara harus diganti setiap dua hingga tiga bulan, tetapi mungkin memerlukan perhatian lebih sering jika AC digunakan secara konsisten, di lingkungan berdebu, atau jika kamu memiliki hewan peliharaan di rumah,” kata Munin.

Itulah beberapa tips menggunakan AC supaya bisa bekerja secara efisien. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal, Ini Posisi Dapur yang Paling Dianjurkan dalam Islam



Jakarta

Setiap rumah pasti memiliki dapur di dalamnya. Ruangan ini mempermudah penghuninya untuk memasak dan menyimpan persediaan makanan.

Saat mendesain dapur, hal pertama yang harus ditentukan adalah menentukan letaknya. Dapur tidak bisa diletakkan di sembarangan tempat karena area ini mudah sekali lembap, menimbulkan bau, sering berserakan sampah, dan lantainya licin dari percikan air.

Bahaya jika dapur berada dekat dengan kamar tidur atau ruang bermain anak. Saat kamu lengah, khawatirnya anak pergi ke dapur tanpa pengawasan.


Umumnya dapur berada di belakang rumah, jauh dari pintu masuk. Ukuran rumah besar atau kecil, pasti berada di belakang. Namun, ada juga yang berada di tengah dan samping rumah. Lantas, posisi dapur mana yang lebih baik?

Jika menilik ajaran Islam, dilansir dari islamicity.org, posisi dapur yang dianjurkan adalah berada di belakang rumah. Dapur yang berada di belakang lebih tertutup dan tidak terlihat oleh orang di luar atau tamu. Seperti yang kita tahu, dapur merupakan ruang di mana perempuan paling banyak menghabiskan waktu. Dengan penempatan dapur di bagian belakang rumah dapat menjaga pandangan dari luar ke dalam rumah.

Kemudian, dalam Islam juga dianjurkan dibuat sekat atau penutup antara dapur dengan ruangan lain. Tujuannya untuk mempermudah penghuni rumah leluasa melakukan kegiatannya tanpa harus merasa terganggu karena kehadiran tamu.

Paling penting adalah dapur harus memiliki ventilasi. Bentuknya boleh jendela atau hanya lubang bukaan. Fungsinya untuk sirkulasi udara dan penerangan tambahan. Apabila kamu tinggal di apartemen biasanya sudah ada cerobong khusus di atas dapur untuk menghisap asap. Model penyedot asap ini juga banyak digunakan di dapur-dapur restoran.

Jika dapur berada di dekat kamar mandi, pastikan pintu kamar mandi selalu dalam keadaan tertutup. Dalam sebuah Hadits riwayat Ibnu Majah, dijelaskan Rasulullah SAW pernah buang hajat di tempat yang jauh dan tidak terlihat oleh orang lain. Sikap Rasulullah SAW melandasi letak kamar mandi harus tertutup dan tidak di dekat area yang banyak dilalui orang.

خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَأْتِىالْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلاَ يُرَى

Artinya: “Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di daerah terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan tidak terlihat.” (HR Ibnu Majah).

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Islam Menganjurkan Posisi Dapur di Belakang Rumah, Ini Alasannya



Jakarta

Dapur merupakan salah satu ruangan di rumah yang cukup sering digunakan untuk beraktivitas. Oleh karena itu posisi dapur cukup penting saat membangun rumah.

Tidak ada pakem khusus untuk lokasi dapur di rumah. Ada yang posisinya di bagian belakang rumah, ada juga yang posisinya di sisi samping rumah.

Namun menurut ajaran Islam, dapur dianjurkan agar posisinya di belakang rumah atau paling dalam rumah. Tujuannya agar tidak terlihat oleh tamu atau orang yang datang berkunjung.


Tak hanya itu, sebaiknya dapur juga memiliki batas yang jelas dengan ruangan lainnya. Lalu, dapur juga sebaiknya dirancang sangat efisien dan sederhana untuk memudahkan penghuni rumah mengolah makanan.

Dilansir dari islamicity.org, posisi dapur di dalam rumah berada di bagian paling dalam atau belakang rumah agar tidak terlihat langsung oleh para tamu. Biasanya, perempuan paling banyak menghabiskan waktu di dapur, dengan penempatan dapur di bagian belakang rumah dapat menjaganya dari pandangan mata publik.

Lalu, antara dapur dan ruang lainnya harus ada sekat atau jarak yang cukup untuk tingkat privasi dalam rumah. Hal ini dapat menjamin penghuni rumah dapat leluasa melakukan kegiatannya tanpa harus merasa terganggu karena kehadiran tamu.

Bagian dapur juga harus ada jendela dan bukaan agar mendapat sirkulasi udara dan penerangan yang baik.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

5 Trik Menjaga Tanaman Tetap Segar Meski Ditinggal Mudik


Jakarta

Memasuki waktu untuk pulang ke kampung halaman alias mudik dan meninggalkan rumah beberapa minggu pasti perlu banyak persiapan. Salah satunya adalah memastikan tanaman di rumah tidak ada yang layu selama penghuni rumah pergi.

Mungkin beberapa di antara kalian akan lebih tenang jika tanaman kesukaannya tidak perlu sering disiram atau bisa mengandalkan air hujan. Hal ini akan berbeda untuk tanaman-tanaman yang memang perlu diperhatikan setiap hari.

Untuk memastikan agar tanaman tetap segar meskipun berminggu-minggu ditinggal, dilansir Southern Living berikut beberapa triknya.


1. Siram Tanaman Sebelum Pergi

Pastikan sebelum meninggalkan rumah, tanaman-tanaman sudah terhidrasi. Siram setiap pot hingga tanahnya kembali basah.

2. Letakkan Tanaman di Sumber Air

Agar tanaman tetap bisa segar meskipun ditinggal berminggu-minggu, letakkan pot di sumber air seperti luar ruangan, kamar mandi, atau wastafel. Bisa juga kamu menyiapkan bak besar atau wadah berisi air kemudian letakkan tanaman di atasnya agar akar-akar mereka yang bekerja mengambil air di bawahnya.

3. Pastikan Tanaman Dapat Cahaya yang Cukup

Saat pergi mudik, biasanya listrik di rumah dipadamkan sehingga tanaman hanya mengandalkan sinar matahari yang masuk. Cahaya dapat mendukung pertumbuhan dan pertumbuhan mendorong penggunaan air pada tumbuhan.

Sekarang, cari tempat di sekitar jendela atau teras yang lokasinya cukup menerima sinar matahari. Jika tidak memungkinkan untuk diletakkan di luar, coba pasang lampu tanaman yang cahayanya lebih lembut dan bisa menyala lama.

4. Kelompokkan Tanaman Berdasarkan Cara Perawatannya

Untuk mempermudah perawatan tanaman, coba kelompokkan tanaman yang cara perawatannya sama. Sebagai contoh tanaman yang harus menerima banyak air dan matahari, tanaman yang tidak menyukai tempat panas, tanaman yang tidak perlu air terlalu banyak.

Dengan begitu, lebih mudah untuk memastikan tanaman tersebut bertahan hidup dan mengurangi risiko mati.

5. Siapkan Hidrogel

Saat ini ada cara agar tanaman tetap lembap yakni memakai hidrogel. Bentuknya seperti butiran bulat berisi air terbuat dari polimer kimia. Barang ini cukup disebar di tanah, nanti mereka dapat menyusut dengan sendirinya karena tanaman sudah menyerap air.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Cara Menata Isi Kulkas agar Muat Banyak dan Nggak Berantakan


Jakarta

Selama perayaan lebaran, pasti kamu kebanjiran hampers yang isinya berbagai macam makanan. Beberapa makanan tersebut ada yang harus disimpan di kulkas agar tahan lama. Namun, kulkas juga memiliki kapasitas, tidak bisa terlalu banyak menampung barang.

Lantas, bagaimana menyusun isi kulkas agar muat lebih banyak?

Cara menyusun isi kulkas tentu ada triknya. Selain untuk membantu menyediakan ruang kosong lebih banyak, trik ini juga dapat mencegah makanan cepat basi lebih cepat karena kamu bisa menyimpan lebih lama di dalam kulkas.


Dilansir Insider, berikut cara menyusun isi kulkas agar bisa lebih banyak ruang penyimpanannya.

1. First In, First Out

Saat menyusun makanan atau barang di dalam kulkas, kamu perlu menerapkan prinsip makanan yang tanggal kedaluwarsanya cepat atau mudah basi sebaiknya diletakkan di area depan yang mudah dijangkau. Hal ini untuk mengingatkan kamu untuk segera mengonsumsi makanan tersebut atau memasaknya.

Sementara itu, makanan atau minuman yang kedaluwarsanya masih lama bisa diletakkan di belakang karena masih lama akan dikonsumsi.

2. Kelompokkan Barang

Setiap seni untuk merapikan atau menata selalu diajarkan untuk selalu mengelompokkan barang agar mudah untuk digunakan. Pengelompokkan ini bisa berdasarkan tanggal kadaluarsa, jenis makanan atau minuman, paling sering dipakai atau tidak.

3. Pakai Kotak Penyimpanan

Agar tampilannya lebih rapi dan mudah diambil, lebih baik siapkan kotak penyimpanan tambahan yang sesuai dengan isi makanan dan minuman yang akan diisi di dalamnya. Kamu juga bisa menuliskan jenis makanan dan minuman yang ingin diisi di dalamnya. Selain kotak, coba tambahkan alas yang biasa disebut dengan fridge liner agar keadaan kulkas bisa tetap bersih.

4. Atur Isi Rak Atas dan Tengah

Selanjutnya adalah makanan dan minuman apa saja yang cocok diletakkan per bagian kulkas. Untuk rak atas dan tengah, sebaiknya dipakai untuk menyimpan makanan siap saji, makanan ringan, seluruh produk yang mengandung susu seperti keju, yogurt dan krim asam, makanan penutup, dan sisa makanan. Telur dan buah-buahan beri juga bisa disimpan di rak atas dan tengah. Hal ini dikarenakan area ini cukup dingin.

5. Atur Isi Rak Bawah

Untuk bagian rak bawah bisa digunakan untuk menaruh barang-barang yang bermuatan besar dan berat seperti bir atau kaleng soda. Daging dan ikan juga bisa diletakkan di sini untuk mencegah kontaminasi jika terjadi kebocoran pada kemasannya.

Bagian ini bisa ditambahkan kotak penyimpanan tambahan agar penyusunannya lebih rapi dan tak tercampur.

6. Laci

Laci ini dirancang untuk mengurangi kelembapan dan mengontrol masuknya suhu sehingga penyimpanan ini cocok untuk buah dan sayuran secara terpisah. Makanan yang mudah busuk atau berubah bentuk dan rasa bisa juga diletakkan di sini. Sebaiknya beri pemisah antara sayur dan buah karena keduanya tidak bisa disimpan bersamaan.

7. Pintu

Di bagian pintu terdapat rak penyimpanan yang ukurannya lebih kecil, tetapi bisa menahan beban yang berat. Biasanya bagian ini digunakan untuk menyimpan telur, air, susu, dan lainnya.

Selain itu, bagian pintu juga bisa digunakan sebagai penyimpanan bumbu, selai, dan makanan lain memiliki ketahanan paling lama terhadap pembusukan. Herba seperti peterseli, daun ketumbar, dan adas juga lebih baik taruh di bagian pintu dengan cara menyiapkan toples berisi air dan memasukkan setiap bungkusan herba ke dalamnya untuk memperpanjang kesegarannya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Mengenal Jenis-Jenis Colokan Listrik, Jangan Salah Pilih untuk Rumahmu!



Jakarta

Colokan listrik atau stop kontak memiliki banyak jenis. Pemasangan juga tidak bisa sembarangan, ada jenis dan posisi yang pas untuk memasangnya. Jadi sebelum kita memasang colokan listrik lebih baik memikirkannya dengan matang.

Colokan listrik juga memiliki jenis yang berbeda di beberapa negara, kapasitas listriknya juga bisa berbeda. Saat memilih stop kontak untuk rumah, kamu perlu mempertimbangkan kebutuhan daya perangkat dan sesuaikan dengan jenis sirkuit yang ada.

Jadi, seperti apa jenis-jenis colokan listrik? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


Jenis-jenis Colokan Listrik Berdasarkan Kapasitas

Jenis stop kontak dibedakan berdasarkan tingkat keamanannya. Melansir situs Just Energy, Rabu (28/8/2024), berikut jenis-jenis stop kontak yang perlu kamu ketahui.

1. Stop Kontak 15 Ampere

White Electrical Outlet and Wall Plate at the white wallWhite Electrical Outlet and Wall Plate at the white wall Foto: Getty Images/iStockphoto/JaysonPhotography

Stop kontak jenis ini merupakan standar umum dengan dua slot paralel. Stop kontak jenis ini seringkali digunakan untuk perangkat sehari-hari, seperti lampu baca dan peralatan ringan lainnya.

2. Stop Kontak 20 Ampere

Memiliki arus listrik sebesar 20 Ampere, stop kontak ini sangat ideal digunakan untuk peralatan dapur berat. Perlu diingat, pemasangan stop kontak ini harus pada sirkuit 20 Ampere pula untuk mencegah terjadinya risiko kebakaran.

3. Stop Kontak AFCI

Stop kontak AFCI (arc fault circuit interrupter) berbentuk mirip dengan GFCI. Colokan ini dilengkapi dengan fitur keselamatan untuk mengidentifikasi bahaya listrik dan mematikan aliran listrik saat terdeteksi masalah, seperti overheating.

4. Stop Kontak GFCI

A new GFCI electrical outlet.A new GFCI electrical outlet. Foto: Getty Images/skhoward

Stop kontak GFCI (ground fault circuit interrupter) menawarkan perlindungan terhadap bahaya air dengan memutus aliran listrik saat mendeteksi lonjakan arus sehingga sangat cocok digunakan untuk ruangan yang rentan terhadap kelembaban.

Jenis-jenis Colokan Listrik Berdasarkan Negara

Selain itu, sudah menjadi informasi umum bahwa setiap negara memiliki jenis stop kontak yang berbeda-beda. Ada berbagai jenis stop kontak, mulai dari tipe A hingga tipe O.

Electric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectorsElectric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectors Foto: Getty Images/Sensvector

Mengutip dari Lightning Bug Electric, berikut adalah stop kontak dan gaya steker standar umum di dunia.

Tipe A – Kanada, Amerika Serikat, Jepang, dan Meksiko

Tipe B – Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko

Tipe C – banyak digunakan di seluruh Asia, Eropa, dan Amerika Selatan

Tipe D – India

Tipe E – Belgia, Ceko, Prancis, Polandia, dan Slowakia

Tipe F – Umumnya digunakan di Eropa dan Rusia

Tipe G – Banyak digunakan di Jazirah Arab dan Inggris, serta di Irlandia, Malaysia, Malta, dan Singapura

Tipe H – Israel, Jalur Gaza, dan Tepi Barat

Tipe I – Australia, Argentina, Cina, dan Selandia Baru

Tipe J – Hanya digunakan di Liechtenstein dan Swiss

Tipe K – Hanya digunakan di Denmark dan Greenland

Tipe L – Hanya digunakan di Chili dan Italia

Tipe M – Hanya digunakan di Afrika Selatan

Tipe N – Pilihan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) untuk steker universal standar. Terutama digunakan di Brasil dan Afrika Selatan.

Tipe O – Hanya digunakan di Thailand

Tempat yang Cocok untuk Pasang Colokan Listrik

Dilansir Horizon Services, berikut ini adalah tempat yang pas untuk memasang stop kontak di rumah.

1. Ruang Keluarga

Ruang keluarga adalah biasanya membutuhkan banyak colokan listrik. Misalnya untuk TV, video game, hingga layanan internet. Pertimbangkan posisi stop kontak di tengah setiap dinding, dan sudut ruangan.

2. Kamar Tidur

Sebaiknya pasang colokan listrik di sisi tempat tidur. Kemungkinan kamu akan membutuhkan colokan yang mudah dijangkau dari tempat tidur untuk mengisi daya HP, lampu, dan perangkat lainnya.

3. Ruang Kerja

Penempatan stop kontak sangat penting saat merencanakan kantor atau ruang kerja di rumah. Pertimbangkan untuk menempatkan stop kontak di sepanjang setiap dinding agar kamu bisa fleksibel dalam menempatkan furniture.

4. Kamar Mandi

Letakkan stop kontak di dekat meja kamar mandi untuk mencegah tersandung kabel. Pastikan juga stopkontak jauh dari jangkauan shower atau bak mandi untuk mencegah terkena cipratan air.

5. Dapur

Dapur sebaiknya memiliki stop kontak yang ditempatkan dengan jarak sekitar 500 meter sepanjang setiap meja dapur. Kamu bisa menempatkan stop kontak listrik di atas lemari, bawah lemari, atau di dinding tempat memasang peralatan elektronik.

Itulah informasi mengenai macam-macam colokan listrik serta tempat yang pas untuk memasangnya di rumah. Semoga bermanfaat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com