Tag: penempatan

  • 6 Posisi AC yang Perlu Dihindari, Bisa Bikin Ruangan Jadi Nggak Dingin


    Jakarta

    Membeli AC tak hanya memperhatikan harga dan mereknya, tapi juga sudah harus tahu posisi pemasangannya. Sebab, salah menempatkan AC di rumah justru membuat ruangan tidak terasa dingin.

    Agar AC dapat berfungsi optimal, maka kamu harus menempatkannya di posisi yang tepat. Namun, masih banyak pemilik rumah yang tidak memperhatikan hal tersebut.

    Ingin tahu posisi pemasangan AC di rumah yang perlu dihindari? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Letak Pemasangan AC di Rumah yang Wajib Dihindari

    Dilansir situs House Digest, berikut sejumlah posisi pemasangan AC di rumah yang perlu dihindari:

    1. Area Terpanas di Rumah

    Posisi yang pertama berada di area paling panas di rumah. Sejumlah rumah pasti memiliki area yang terasa lebih pengap atau panas daripada ruangan lainnya. Hal ini biasanya karena ruangan tersebut luasnya terlalu kecil, tidak ada ventilasi, atau terlalu banyak barang sehingga sirkulasi udara tidak baik.

    Memasang AC di ruangan tersebut memang dapat mendinginkan udara, tapi AC jadi bekerja lebih keras karena terjadi perbedaan suhu yang signifikan. Jika terus dibiarkan maka AC bisa lebih cepat rusak.

    2. Dekat Barang yang Mudah Terbakar

    AC akan berfungsi optimal jika ruangan tersebut tertutup rapat sehingga tidak ada udara dingin yang keluar. Lalu, ruangan akan lebih cepat dingin jika di dalamnya tidak ada sumber panas. Lalu,

    Apabila di dalam ruangan terdapat cerobong asap, tungku api, kompor, atau di dekat oven yang terbuka, jangan memasang AC dan sebaiknya maksimalkan penggunaan ventilasi udara. Ventilasi yang dimaksud bisa berupa kipas angin atau exhaust fan.

    Sebab, AC yang dipasang di dekat sumber panas membuatnya bekerja lebih keras karena harus mendinginkan ruangan, sedangkan di ruangan itu terdapat sumber panas yang menyala. Oleh sebab itu, ada penempatan khusus jika ingin memasang AC di dapur, yakni arah anginnya tidak boleh mengarah langsung ke kompor.

    3. Dekat Tempat Sampah

    AC sebaiknya tidak dipasang di dekat atau menghadap langsung ke tempat sampah. Hal itu karena aroma tak sedap dari tempat sampah bisa menyebar ke seluruh ruangan. Ruangan memang terasa dingin, tapi penghuni rumah tetap tidak nyaman karena mencium bau busuk.

    Perlu diingat, mencium bau tak sedap serta tidak adanya ventilasi udara di ruangan bisa berdampak pada masalah pernapasan. Dalam jangka panjang bisa memicu asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    4. Terhalang oleh Benda Besar

    Disarankan untuk tidak memasang AC di dekat benda atau perabotan yang berukuran besar, misalnya lemari. Jika AC terhalang oleh lemari besar maka udara dingin tidak bisa menyebar ke seluruh ruangan. Kondisi ini tak hanya bikin ruangan tetap terasa panas, tapi bisa membuat AC jadi cepat rusak.

    5. Dekat Perangkat Elektronik

    Memasang AC di dekat perangkat elektronik juga tidak dianjurkan. Hal itu karena AC terkadang mengeluarkan uap air dan tetesan air dari unitnya. Jika tetesan air tersebut jatuh dan mengenai perangkat elektronik di bawahnya maka bisa menimbulkan kerusakan atau lebih parahnya terjadi korsleting listrik.

    6. Di Atas Pintu

    Posisi AC sebaiknya juga jangan berada di atas pintu, seperti pintu kamar atau pintu depan rumah. Hal itu karena pintu tersebut sering kali dibuka dan ditutup sehingga dikhawatirkan udara dingin justru berhembus keluar.

    Alhasil, ruangan jadi tidak terasa dingin sesuai suhu yang telah diatur. Hal ini juga berdampak pada meningkatkan tagihan listrik karena AC harus bekerja ekstra.

    Itulah beberapa enam posisi AC yang perlu dihindari di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pasang! Begini Cara Menentukan Posisi Stopkontak di Rumah


    Jakarta

    Penghuni rumah menggunakan berbagai perangkat elektronik untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tak heran setiap ruangan biasa dilengkapi dengan stopkontak buat mengalirkan listrik ke perangkat tersebut.

    Bila membangun rumah atau kamar, pemilik perlu mempertimbangkan posisi stopkontak di setiap ruangan. Stopkontak sebaiknya ditempatkan di lokasi yang memudahkan penghuni nantinya.

    Bagaimana cara menentukan posisi stopkontak buat setiap ruangan? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penempatan Stopkontak Sesuai Ruangan

    Inilah beberapa posisi stopkontak yang memudahkan penghuni rumah, dikutip dari Horizon Services.

    1. Kamar Tidur

    Pemilik rumah sebaiknya memasang stopkontak di sisi tempat tidur. Posisi ini memudahkan penghuni untuk mencolokkan charger atau pengisi daya ponsel, lampu, dan perangkat lainnya.

    2. Ruang Keluarga

    Ruang keluarga biasanya memerlukan banyak stopkontak. Sebab, ruangan ini dapat digunakan untuk memasang TV, video game, hingga layanan internet. Sebaiknya pasang stopkontak di bagian tengah setiap dinding dan sudut ruangan.

    3. Kamar Mandi

    Untuk kamar mandi, letakkan stopkontak di dekat meja kamar mandi agar kabel perangkat tidak tersandung kaki. Lalu, pilih lokasi yang jauh dari jangkauan shower atau bak mandi supaya tidak terkena cipratan air.

    4. Ruang Kerja

    Penempatan stopkontak sangat penting buat ruang kerja di rumah. Pertimbangkan untuk memasang stopkontak di setiap dinding agar bisa fleksibel menempatkan furniture.

    5. Dapur

    Kemudian, pemilik sebaiknya menyiapkan sejumlah stopkontak sepanjang meja dapur dengan jarak sekitar 60 cm. Penempatan stopkontak bisa di atas lemari, bawah lemari, atau dinding tempat pasang peralatan elektronik.

    Itulah tips menempatkan stopkontak di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Posisi Kipas Angin yang Harus Dihindari, Bisa Picu Ruangan Tambah Panas


    Jakarta

    Kipas angin merupakan perangkat elektronik yang dapat mengusir hawa panas dan bisa ditempatkan di mana saja. Kipas angin juga tidak ada aturan ruangan harus dipakai di ruangan tertutup atau terbuka.

    Meski begitu, ada beberapa posisi pemakaian kipas angin yang harus dihindari. Hal ini dikarenakan kipas bisa mendorong hawa panas ke dalam ruangan apabila salah meletakkannya. Dilansir Ideal Home, berikut posisi yang harus dihindari ketika memakai kipas.

    1. Permukaan Tinggi

    Biasanya kita meletakkan kipas yang memiliki kaki di lantai dan tingginya tidak lebih dari tinggi manusia dewasa. Ada pula kipas yang diletakkan di atas. Ternyata meletakkan kipas di permukaan tinggi kurang disarankan karena bisa mengeluarkan udara panas. Hal ini tentunya bisa membuat ruangan terasa makin panas.


    Sebaiknya, letakkan kipas angin di posisi yang lebih rendah ke untuk membantunya mengambil udara dingin yang telah turun dan mendorongnya ke penghuni ruangan.

    Namun, menurut arsitek Denny Setiawan, tidak masalah jika ingin memakai kipas angin di plafon. Model kipas angin tersebut seperti baling-baling helikopter. Model kipas angin seperti ini justru dapat menggerakkan udara panas keluar sehingga rumah jadi lebih adem.

    2. Dekat Jendela

    Lokasi selanjutnya yang harus dihindari adalah meletakkan kipas angin di dekat jendela karena bisa membawa udara yang panas dari luar rumah. Penempatan yang tepat apabila ingin lokasi di dekat jendela adalah terdapat dua kipas angin di dekat jendela. salah satunya menghadap luar jendela dan yang satunya menghadap ke dalam ruangan untuk mendapatkan udara sejuk. Selain itu, meletakkan kipas angin di dekat jendela juga bisa membawa masuk serbuk sari sehingga memicu risiko terjadinya alergi.

    3. Tempat Berdebu

    Jangan mencoba meletakkan kipas angin di area yang berdebu, kamar yang jarang dibersihkan, atau area yang sedang dibersihkan dan penuh debu. Angin dari kipas angin hanya akan menerbangkan debu dan bisa terhirup oleh penghuni rumah. Bagi yang alergi debu bisa menyebabkan mereka bersih sepanjang hari dan hidung gatal.

    Aturan ini juga berlaku untuk kipas angin yang sudah mulai berdebu, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar angin yang dikeluarkan lebih banyak dan terasa lebih adem.

    4. Dekat Tanaman

    Terakhir, kipas angin sebaiknya tidak dihidupkan di dekat tanaman karena bisa membuat daun-daun kering dan merusak daun yang rapuh. Tanaman cukup mendapat hembusan dari angin yang alami.

    Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk menyalakan kipas angin. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pasang Jam Dinding pada 6 Titik Ini di Rumah, Kenapa?


    Jakarta

    Jam dinding umumnya akan dipasang di tempat yang terbuka agar bisa melihat waktu dengan mudah dan jelas. Misalnya di dinding ruang tamu, kamar tidur, atau dekat dapur.

    Ternyata, memasang jam dinding di rumah tidak boleh dilakukan sembarangan, lho. Menurut ilmu feng shui, jam adalah simbol berlalunya waktu atau lebih tepatnya seiring waktu berjalan.

    Feng shui menilai jam dinding merupakan hitungan mundur dari waktu yang terbatas untuk banyak hal, mulai dari tugas, pencapaian, hingga rentang hidup. Maka dari itu, feng shui mengajarkan untuk memilih lokasi yang tepat dalam memasang jam dinding agar energi (qi) positif bisa masuk ke rumah.


    Ingin tahu titik mana saja di rumah yang dilarang untuk memasang jam dinding? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Ini Titik di Rumah yang Dilarang Dipasang Jam Dinding

    Dilansir situs Love to Know, berikut sejumlah titik di dalam rumah yang perlu dihindari untuk menggantung jam dinding menurut feng shui:

    1. Samping Jendela atau Pintu

    Titik yang pertama adalah di samping jendela atau pintu. Feng shui menilai penempatan jam dinding di kedua titik tersebut membuat energi positif bergerak terlalu cepat. Hal itu membuat penghuni rumah akan merasa selalu tertinggal dalam berbagai tugas atau mencapai tujuan di dunia.

    2. Di Bawah atau di Atas Ketinggian Mata

    Memasang jam dinding lebih tinggi atau rendah dari ketinggian mata juga tidak dianjurkan. Hal ini membuat energi positif mengalir kurang seimbang sehingga energi tidak dapat menyebar secara merata ke seluruh ruangan.

    3. Di Atas Jendela atau Pintu

    Jam dinding sebaiknya tidak dipasang tepat di atas jendela atau pintu rumah. Menurut ajaran feng shui, titik ini dianggap kurang nyaman sehingga jam dinding akan sulit dilihat dan dijangkau penghuni rumah, terutama saat ingin mengganti baterai atau memperbaiki jarum penunjuk waktu.

    4. Berhadapan dengan Pintu

    Apabila pintu depan rumah berhadapan dengan pintu belakang, sebaiknya jangan memasang jam dinding di antara titik tersebut. Posisi ini dinilai dapat mengundang sial dan malapetaka menurut ilmu feng shui.

    Sebab, jam dinding yang dipasang pada posisi berhadapan dengan pintu bisa memantulkan energi positif yang seharusnya mengalir ke seluruh ruangan.

    5. Kamar Tidur

    Banyak pemilik rumah yang memasang jam dinding di kamar tidur agar bisa melihat waktu secara cepat ketika bangun. Namun, feng shui menilai pemasangan jam dinding di kamar tidur bisa membawa energi buruk.

    Jam dinding yang dipasang di kamar tidur bisa membuat penghuni rumah merasa tergesa-gesa, gugup, gelisah saat tidur, bahkan menyebabkan manusia. Terkadang, suara detak jarum jam bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman.

    6. Ruang Makan

    Ruang makan jadi lokasi terakhir yang dilarang dipasang jam dinding. Menurut ajaran feng shui, jam dinding di ruang makan bisa membuat kamu menghabiskan makanan secara tergesa-gesa. Padahal, setiap makanan atau minuman yang dihidangkan harus disantap secara perlahan sambil dinikmati.

    Itulah enam titik di rumah yang sebaiknya jangan dipasang jam dinding menurut feng shui. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Kesalahan Menata Ruang Tamu yang Bikin Rumah Terlihat Sumpek



    Jakarta

    Banyak orang ingin membuat rumahnya terasa lebih nyaman dan menarik dengan menata ruang tamu sebaik mungkin. Namun, tanpa disadari, ada sejumlah kesalahan dalam penataan interior yang justru membuat ruangan kecil terlihat makin sumpek.

    Elemen seperti wallpaper, sofa, tirai, hingga karpet bisa memberi kesan proporsional bila dipilih dengan tepat. Sebaliknya, jika salah mengaplikasikan, ruang tamu bisa terasa penuh dan sempit.

    Berikut tujuh kesalahan menata ruang tamu yang sebaiknya dihindari agar rumah kecil tetap terlihat lega, dikutip dari Brightside:


    1. Motif Wallpaper Terlalu Besar

    Green table with plant between pink chair and blue sofa in floral living room with wallpaper and posterGreen table with plant between pink chair and blue sofa in floral living room with wallpaper and poster Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz

    Wallpaper dengan motif besar bisa membuat ruangan terasa semakin sempit, apalagi jika rumah berukuran kecil dan banyak sekat. Sebaiknya gunakan wallpaper bermotif kecil dengan warna terang agar ruangan terlihat lebih terbuka.

    2. Rak Buku Terbuka

    Ilustrasi Rak Buku BerkualitasIlustrasi Rak Buku Berkualitas Foto: iStock

    Rak buku terbuka sering membuat ruangan terkesan berantakan dan padat. Pilihlah rak berpintu untuk menyimpan buku atau barang agar ruang tamu terlihat lebih rapi dan lapang.

    3. Sofa Bentuk-L

    Large L-shaped corner sofa in living room furniture show homeLarge L-shaped corner sofa in living room furniture show home Foto: istock

    Sofa berbentuk L memang nyaman, tapi kurang cocok untuk rumah kecil. Bentuknya justru menciptakan batasan yang membuat ruangan semakin sempit. Model sofa ini lebih pas ditempatkan di rumah dengan ruang luas.

    4. Salah Menempatkan Cermin

    Spacious and stylish home interior with old glass door and wooden parquetSpacious and stylish home interior with old glass door and wooden parquet Foto: Getty Images/iStockphoto/in4mal

    Cermin bisa memberi ilusi ruangan lebih besar, tetapi penempatan yang salah justru berdampak sebaliknya. Hindari meletakkan cermin di sudut gelap, lebih baik pasang di dekat atau seberang jendela agar cahaya bisa terpantul ke seluruh ruangan.

    5. Tirai Berbahan Tebal

    on Black Backgroundon Black Background Foto: istock

    Tirai dari bahan berat seperti satin atau beludru bisa membuat ruangan terasa suram dan menekan. Pilih tirai dengan bahan ringan seperti linen atau sifon untuk memberi kesan terang dan lapang.

    6. Karpet Kecil di Tengah Ruangan

    Eclectic furniture of a modern studio apartment balance out the blank white wallsEclectic furniture of a modern studio apartment balance out the blank white walls Foto: istock

    Penggunaan karpet kecil di tengah ruang tamu dapat membuat ruangan terlihat terpecah-pecah. Sebaiknya gunakan karpet berukuran besar atau hindari pemakaian karpet sama sekali jika ruang tamu tergolong sempit.

    7. Kipas Angin di Langit-langit

    Ceiling fan in a roomCeiling fan in a room Foto: istock

    Kipas angin plafon bisa membuat ruangan tampak lebih gelap, terutama di rumah kecil dengan langit-langit rendah. Alternatifnya, gunakan kipas angin berdiri atau meja dengan warna terang agar tidak menambah kesan sumpek.

    Itulah tujuh kesalahan yang sering dilakukan saat menata ruang tamu. Dengan pemilihan dekorasi dan furnitur yang tepat, ruang kecil tetap bisa terasa nyaman, rapi, dan lega.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Terlalu Dekat, Ini Jarak Ideal TV dengan Sofa di Ruang Keluarga



    Jakarta

    Biasanya rumah suka dilengkapi dengan TV sebagai hiburan dan sumber informasi bagi penghuni rumah. Perangkat ini biasanya ditaruh di ruang keluarga atau kamar tidur.

    Tidak asal taruh, penempatan TV perlu mempertimbangkan jarak nonton penghuni. Jarak TV dengan tempat duduk atau sofa penontonnya tidak boleh terlalu dekat. Jika terlalu dekat, dikhawatirkan mata menjadi cepat lelah.

    Perlu diketahui, semakin besar ukuran TV, maka jarak penonton semakin jauh pula. Nah, hal ini bisa menjadi pertimbangan penghuni ketika ingin memilih TV yang cocok buat ruang nonton.


    Memang, berapa seharusnya jarak antara TV dan tempat duduk di rumah? Berikut ini penjelasannya.

    Dikutip dari Herne Bay Domestics, penghuni perlu paham dulu soal ukuran TV. Ukuran tersebut diukur dari sudut ke sudut TV secara diagonal, termasuk rangka luarnya.

    Kemudian, jarak pandang menonton TV bisa diukur dari area tempat duduk sampai TV. Berbeda dari ruang keluarga, cara hitung jarak buat kamar tidur itu dari TV ke posisi bantal di kasur.

    Untuk menentukan jarak aman menonton TV, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Salah satu caranya, penghuni mengalikan ukuran TV dengan angka dua untuk mendapatkan hasil jarak pandang dalam satuan inci.

    Sebaliknya, penghuni dapat menentukan ukuran TV berdasarkan jarak antara tempat duduk dengan tempat TV. Jarak tersebut hanya perlu dibagi dua untuk mendapatkan ukuran TV yang ideal buat suatu ruangan.

    Sebagai contoh, apabila TV berukuran 55 inci, jarak pandang yang ideal adalah 110 inci atau sekitar 2,79 meter.

    Berikut ini daftar jarak pandang yang cocok buat ukuran TV tertentu.

    Ukuran TV (inci) Jarak Pandang (meter)
    32 1,63
    40 2
    43 2,18
    48 2,44
    49 2,49
    50 2,54
    55 2,79
    58 2,96
    65 3,3
    70 3,55
    75 3,81
    77 3,91
    82 4,16

    Itulah jarak yang jarak ideal TV dengan tempat duduk berdasarkan ukuran TV. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air di Tandon Terasa Panas Saat Siang Hari? Ini Penyebab dan Solusinya!



    Jakarta

    Tandon atau toren merupakan alat penyimpanan air yang biasanya digunakan baik di perkotaan maupun pedesaan, terutama jika pasokan air dari PDAM ataupun sumur tidak selalu tersedia sepanjang waktu. Air dalam tandon menjadi cadangan penting yang digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci, hingga kebutuhan memasak.

    Saat digunakan pada siang hari terutama ketika cuaca sangat terik, biasanya air yang keluar terasa panas. Padahal, kita pada umumnya menginginkan air yang bersih, segar, dan sejuk untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

    Suhu air yang meningkat ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman saat digunakan, tetapi juga dapat menurunkan kualitas air jika dibiarkan terus menerus. Kondisi ini kerap terjadi terutama saat tandon ditempatkan di area terbuka atau di atas atap rumah.


    Lantas, mengapa hal tersebut dapat terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan berikut.

    Penyebab Air Tandon Terasa Panas

    1. Paparan Sinar Matahari Langsung

    Menurut Tabarestan Plastic Complex, salah satu penyebab utama adalah tandon yang terpasang di atap, di ruang terbuka atau terpapar sinar matahari langsung sepanjang hari. Saat sinar matahari menyinari tandon air, permukaan tandon akan menyerap panas, kemudian diteruskan ke dalam air di dalamnya.

    2. Material Tangki dan Sifat Termal

    Sifat bahan tandon sangat mempengaruhi kemampuan menyerap panas. Melansir dari Solico Tanks, menyebutkan bahwa tandon berbahan logam atau plastik lebih mudah menyerap panas dari matahari sehingga secara signifikan juga meningkatkan
    suhu air di dalam tandon.

    3. Warna dan Desain Tandon

    Tandon dengan warna gelap atau tanpa lapisan anti-UV akan menyerap lebih banyak panas daripada tangki berwarna terang atau yang dilengkapi lapisan reflektif. Tandon yang didesain dengan tiga sampai empat lapisan (termasuk anti-UV) akan mengurangi pemanasan.

    4. Minimnya Sirkulasi dan Volume Udara di Dalam Tangki

    Bila tangki jarang digunakan atau volume airnya kecil, udara di atasnya akan memenuhi isi tandon sehingga udara panas dapat mengalir di dalam tangki dan memanaskan air.

    Dampak Air Tandon yang Terlalu Panas

    Air yang terlalu panas tidak ideal untuk digunakan, karena suhu tinggi dapat mempengaruhi kualitas air tersebut. Selain itu terdapat juga dampak lainnya yang berbahaya jika dibiarkan terus-menerus, di antaranya sebagai berikut.

    1. Air panas dari tandon dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penggunanya dan kurang cocok dikonsumsi sehari-hari. Pada tandon berbahan plastik, paparan panas berlebih dapat menyebabkan pelapisan dalam tangki melepaskan zat kimia ke dalam air. Zat ini berpotensi mempengaruhi rasa dan keamanan air jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
    2. Suhu yang tinggi dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme atau alga.Melansir dari Solico Tanks, suhu yang tinggi di dalam tandon air dapat mempercepat pertumbuhan alga, lumut, dan bakteri. Mikroorganisme ini bisa mengubah warna, bau, dan rasa air sehingga tidak layak diminum.
    3. Bahan tandon bisa mengalami kerusakan lebih cepat jika sering terpapar panas yang ekstrim. Suhu ekstrem dapat membuat bahan tandon, terutama plastik atau fiberglass, menjadi rapuh dan mudah retak. Kerusakan ini berisiko mencemari air dengan serpihan halus dari material tandon.

    Cara Mengatasi Air Tandon yang Terasa Panas agar Tetap Sejuk

    Berikut beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi air tandon yang terasa panas menurut Tabarestan Plastic Complex.

    1. Gunakan tandon dengan warna terang (misalnya putih) sehingga memantulkan cahaya matahari, tidak malah menyerap cahaya matahari.
    2. Pasang insulasi pada sambungan pipa agar bagian yang mempengaruhi aliran air tidak menambah panas.
    3. Usahakan tandon ditempatkan pada lokasi yang tidak langsung terpapar sinar matahari atau bisa juga dipasang peneduh untuk tandon.
    4. Pastikan tandon terisi penuh agar bagian atas tandon tidak terisi udara (udara panas lebih mudah memanaskan air jika terdapat ruang kosong).
    5. Gunakan tandon multi-lapis (lapisan anti-UV) apabila menggunakan bahan plastik polietilen.
    6. Sirkulasikan air secara rutin sehingga air yang panas tidak menetap di satu bagian.

    Air tandon bisa terasa panas di cuaca terik siang hari karena beberapa faktor. Dengan menerapkan strategi seperti penempatan yang tepat, penggunaan cat terang, dan tandon yang multi lapis, bisa meminimalisir suhu panas di air secara signifikan.

    Itulah penjelasan mengenai penyebab air tandon terasa panas, serta dampak dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sembarangan! 5 Lokasi di Rumah yang Tak Boleh Dipasangi AC


    Jakarta

    Pemasangan air conditioner atau AC kadang diperlukan agar ruangan terasa semakin sejuk. Tapi, pasang AC di rumah tidak bisa sembarangan.

    Ada beberapa area di rumah kurang cocok untuk dipasang AC. Hal itu karena bisa menyebabkan ruangan bau hingga memicu terjadinya korsleting listrik.

    Dilansir dari House Digest, berikut ini beberapa lokasi yang sebaiknya dihindari untuk memasang AC.


    1. Dekat Tempat Sampah

    AC sebaiknya tidak dipasang di dekat atau menghadap langsung ke tempat sampah. Hal itu karena aroma tak sedap dari tempat sampah bisa menyebar ke seluruh ruangan. Ruangan memang terasa dingin, tapi penghuni rumah tetap tidak nyaman karena mencium bau busuk.

    Perlu diingat, mencium bau tak sedap serta tidak adanya ventilasi udara di ruangan bisa berdampak pada masalah pernapasan. Dalam jangka panjang bisa memicu asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    2. Dekat Barang yang Mudah Panas

    Apabila di dalam ruangan terdapat kompor atau di dekat oven, sebaiknya jangan pasang AC di sana dan maksimalkan penggunaan ventilasi udara.

    AC yang dipasang di dekat sumber panas membuatnya bekerja lebih keras karena harus mendinginkan ruangan, sedangkan di ruangan itu terdapat sumber panas yang menyala. Oleh sebab itu, ada penempatan khusus jika ingin memasang AC di dapur, yakni arah anginnya tidak boleh mengarah langsung ke kompor.

    3. Dekat Perangkat Elektronik

    Memasang AC di dekat perangkat elektronik juga tidak dianjurkan. Hal itu karena AC terkadang mengeluarkan uap air dan tetesan air dari unitnya. Jika tetesan air tersebut jatuh dan mengenai perangkat elektronik di bawahnya maka bisa menimbulkan kerusakan atau lebih parahnya terjadi korsleting listrik.

    4. Terhalang Benda Besar

    Saat memasang AC juga tidak disarankan untuk tidak memasang AC di dekat benda atau perabotan yang berukuran besar, misalnya lemari. Hal itu karena udara dingin yang dikeluarkan AC bisa terhalang dan tidak menyebar ke seluruh ruangan. Kondisi ini tak hanya bikin ruangan tetap terasa panas, tapi bisa membuat AC jadi cepat rusak.

    5. Di Atas Pintu

    Posisi AC sebaiknya juga jangan berada di atas pintu, seperti pintu kamar atau pintu depan rumah. Hal itu karena pintu sering kali dibuka dan ditutup sehingga dikhawatirkan udara dingin justru berhembus keluar yang membuat ruangan terasa tidak dingin. Itu bisa berdampak pada meningkatkan tagihan listrik karena AC harus bekerja ekstra.

    Itulah beberapa lokasi AC yang harus dihindari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biaya Haji 2025 Terbaru Kemenag dan Jadwal Pelunasan Jemaah


    Jakarta

    Biaya haji 2025 terbaru turun dibandingkan tahun lalu. Kementerian Agama (Kemenag) dan DPR RI telah menyepakati besarannya.

    Kesepakatan biaya haji 2025 diambil dalam rapat kerja Kemenag dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (6/1/2025). Biaya haji atau Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) terdiri dari biaya yang harus dibayar jemaah yang disebut Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan nilai manfaat yang bersumber dari hasil pengembangan keuangan haji melalui penempatan dan investasi.

    Pengembangan keuangan haji ini dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).


    Biaya Haji 2025 Terbaru Kemenag Rp 55,4 Juta

    Berdasarkan kesepakatan Kemenag dan Komisi VIII DPR, BPIH 1446 H/2025 M untuk jemaah reguler rata-rata Rp 89.410.258,79 dengan asumsi kurs 1 USD sebesar Rp 16.000 dan 1 SAR sebesar Rp 4.266,67. Biaya ini turun sekitar Rp 4 juta dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 93.410.286,00.

    “Komisi VIII, Menteri Agama RI, dan Kepala Badan Penyelenggara Haji RI sepakat bahwa besaran rata-rata BPIH Tahun 1446 H/2025 M per jemaah haji reguler sebesar Rp 89.410.258,79, turun sebesar Rp 4.000.027,21 dari BPIH Tahun 1445 H/2024 M yang sebesar Rp 93.410.286,” ucap Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang membacakan kesimpulan rapat yang turut disiarkan secara daring, Senin (6/1/2025).

    Dari angka tersebut, besaran biaya haji 2025 terbaru yang harus dibayar jemaah adalah Rp 55.431.750,78. Sementara dana nilai manfaat sebesar Rp 33.978.508,01. Perbandingan Bipih dan nilai manfaat 62%:38%.

    Jadwal Pelunasan Biaya Haji 2025

    Mengacu pada biaya haji 2025 terbaru Kemenag sebesar Rp 55,4 juta yang harus dibayar jemaah, setiap jemaah perlu menyiapkan sekitar Rp 30 juta untuk pelunasan. Mengingat, sudah ada setoran awal Rp 25 juta.

    Kemenag belum merilis jadwal pelunasan biaya haji 2025. Adapun dilansir situs BSI, estimasi pelunasan haji 2025 dibagi dalam dua tahap:

    • Tahap 1: Mulai akhir Januari 2025
    • Tahap 2: Fase terakhir pelunasan pada Maret 2025

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com