Tag: penerangan

  • Jangan Asal, Ini Cara Tentukan Besaran Watt Lampu yang Tepat untuk Ruangan


    Jakarta

    Setiap rumah harus mempunyai pencahayaan yang memadai, salah satunya dengan memakai lampu. Supaya ruangan mendapat penerangan yang baik, kamu perlu menentukan besaran watt lampu yang tepat.

    Watt adalah jumlah daya atau energi yang digunakan oleh alat listrik, termasuk lampu. Besaran watt lampu akan mempengaruhi seberapa terang cahaya yang dihasilkan. Semakin besar watt, biasanya lampu akan semakin terang.

    Nah, kamu bisa menentukan besaran watt lampu berdasarkan luas ruangan. Simak caranya berikut ini yang dilansir dari s-gala.com, Kamis (20/6/2024).


    Cara Menentukan Besaran Watt Lampu

    1. Tentukan Jumlah Lumen

    Lumen merupakan satuan pengukuran standar untuk jumlah cahaya yang dapat dihasilkan oleh sumber cahaya. Secara sederhana, lumen menunjukkan tingkat kecerahan pada sumber cahaya, misalnya lampu. Semakin tinggi lumen, semakin terang cahaya yang dihasilkan.

    Tabel lumen dan watt lampu via s-gala.comTabel lumen dan watt lampu via s-gala.com Foto: Via s-gala.com

    Berdasarkan tabel di atas, jika kamar tidur memiliki ukuran 3×4 meter, maka besar lumen adalah 3.000. Selanjutnya adalah menentukan jumlah watt lampu yang digunakan.

    2. Tentukan Watt Lampu dan Jenis Lampu

    Kamu bisa melihat lumen dan watt serta jenis lampu yang ada dalam tabel berikut ini. Kalau ingin hemat energi, sebaiknya kamu menggunakan lampu LED.

    Tabel lumen dan watt lampu via s-gala.comTabel lumen dan watt lampu via s-gala.com Foto: Via s-gala.com

    Jika pakai contoh ukuran kamar tidur 3×4 dengan lumen 3.000, kamu bisa menggunakan lampu LED:
    – 2 buah lampu LED @17 watt dan 1 lampu LED @13 watt
    – 3 buah lampu LED @17 watt
    – 2 buah lampu LED @20 watt

    Tentunya, hal tersebut tergantung dari kebutuhan masing-masing. Itulah cara menentukan watt lampu berdasarkan luas ruangan.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Lebih Baik Lampu Nyala atau Mati Saat Ditinggal Mudik?



    Jakarta

    Saat mudik ke kampung halaman pasti tidak menghabiskan waktu sehari dua hari. Apalagi jika jaraknya jauh dan periode libur lebaran masih terasa lama. Sehingga meninggalkan rumah saat mudik membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

    Sayangnya, banyak kekhawatiran muncul karena meninggalkan rumah dengan waktu yang cukup lama. Salah satunya terkait penerangan di rumah. Banyak dari kita bingung apakah sebaiknya lampu di rumah dimatikan atau dibiarkan menyala ketika ditinggal mudik?

    Mengutip pernyataan dari Kepala Polisi Kota Mount Airy, North Carolina, yakni Dale Watson, bahwa lampu di rumah harus tetap dinyalakan saat berpergian. Sebab, hal ini untuk menghindari kejahatan selama mudik.


    “Hal-hal yang tidak menyenangkan cenderung muncul dalam kegelapan,” ujar Watson, dilansir dari situs Southern Living.

    Untuk mencegah tindakan kejahatan, tambahkan lampu luar yang menghadap ke tempat tinggal kamu. Watson juga menyarankan sebaiknya semak-semak dipangkas agar mudah terlihat. Semakin banyak penerangan maka akan semakin baik.

    Namun, tidak ada jumlah yang pasti mengenai lampu rumah yang wajib dinyalakan saat pergi mudik. Menyalakan lampu akan memberi kesan rumah yang aktif dan berpenghuni. “Nyalakan lampu sebanyak yang kamu mampu,” kata Watson.

    Menyalakan lampu saat mudik juga sebetulnya berlawanan dengan ajaran menghemat listrik untuk menjaga efisiensi energi. Maka, Watson menyarankan untuk memprioritaskan ruang tertentu yang wajib diberikan pencahayaan.

    “Pertama, saya ingin lampu beranda rumah menyala, kemudian area dapur dan kamar mandi. Jadi, dapat dilihat setiap titik dari satu sumber cahaya ke sumber cahaya lainnya,” kata Watson.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com