Tag: pengecatan ulang

  • 5 Benda yang Tak Boleh Dicat, Ada yang Bisa Picu Kebakaran


    Jakarta

    Beberapa orang berpikir, untuk memperbaiki tampilan benda di rumah terutama soal warna, salah satu solusinya adalah dengan mengecatnya. Dengan begitu, mereka tidak perlu membeli barang baru.

    Anggapan seperti ini tidak ada salahnya karena untuk mengubah warna tidak sesulit mengubah bentuk. Namun, tidak semua benda bisa diganti warnanya sesuka hati. Ada beberapa benda di rumah yang seharusnya tetap dengan warna yang ada karena sudah dipertimbangkan dari sisi keselamatan dan kelayakan.

    5 Benda di Rumah yang Tidak Boleh Dicat

    Dilansir dari Real Simple, berikut 5 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat.


    1. Lantai Kayu

    Material untuk lantai tidak hanya dari batuan, melainkan ada material kayu yang memberikan kesan hangat pada rumah. Kayu biasanya berwarna kecoklatan, kemerahan, hingga hitam. Namun, saat ini semakin banyak jenis lantai kayu buatan yang tersedia dengan berbagai macam ketebalan, ukuran, model, hingga warna.

    Jadi jangan sekali-kali mencoba untuk mengecat ulang atau mengubah bentuk lantai kayu baik yang buatan maupun asli. Lebih baik, buat lantai kayu yang sesuai dengan keinginan atau customize.

    2. Alat Elektronik Rumah Tangga

    Benda kedua yang dilarang untuk dicat ulang secara asal adalah perangkat elektronik di rumah. Biasanya orang mengecat perangkat elektronik di rumah karena warna yang kurang sesuai dengan interior atau ingin melakukan pengecatan ulang saja agar tampilannya seperti baru. Cara ini sangat dilarang karena dapat menyebabkan kebakaran.

    “Secara umum, saya tidak akan mengecat peralatan rumah tangga karena cat bisa mengganggu pengoperasian dan listrik, sehingga menimbulkan bahaya kebakaran,” kata seniman dan desainer Elizabeth Sutton, seperti yang dikutip dari Real Simple, Senin (14/7/2025).

    3. Keramik Lantai

    Keramik lantai adalah material yang sebenarnya sudah memiliki warna dan corak sendiri. Cara pewarnaannya pun tidak dengan dicat seperti mengecat dinding karena beberapa keramik permukaannya mengkilap, bukan halus seperti dinding. Menurut Elizabeth Sutton, mengecat lantai keramik tidak membuat tampilannya menjadi lebih bagus.

    Selain itu, cat pada keramik akan mudah mengelupas dan terlihat tidak rapi. Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan ubin backsplash yang bisa dilepas-pasang agar bisa digonta-ganti dengan lebih mudah dan estetis.

    “Jangan pernah mengecat ubin. Tidak akan pernah terlihat bagus,” kata Sutton.

    4. Trim Kayu Alami

    Trim kayu adalah penutup sepanjang garis plafon atau lantai kayu. Bentuknya siku-siku yang tidak tajam. Rumah-rumah zaman dahulu banyak yang menggunakan ini dengan warna aslinya. Namun, saat ini kebanyakan orang lebih memilih warna putih agar senada dengan warna plafonnya.

    Mengecat trim kayu alami justru dapat membuat serat kayu identiknya hilang dan merusak tampilannya. Jika ingin mengubah warnanya, lebih baik gunakan plitur atau pernis. Plitur atau pernis bersifat transparan sehingga memungkinkan keindahan alami kayu tetap terlihat.

    5. Benda dari Logam

    Bahan logam tidak bisa sembarangan dilapisi cat karena justru dapat memicu korosi. Benda tersebut misalnya kenop, keran, dan engsel.

    Sebaiknya pakai cat khusus untuk logam yang memang memiliki kandungan perlindungan terhadap korosi. Selain itu, logam yang dicat mudah tergores dan rusak tampilannya karena terkadang lapisannya tidak menempel dengan erat.

    Menurut Kat Christie, kontraktor berlisensi dan ahli DIY, mengecat kunci atau pegangan pintu juga bisa menyebabkan masalah serius, termasuk masalah keamanan jika cat masuk ke dalam kunci sehingga menutup jalan masuknya kunci.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Dinding Menggelembung? Ini Penyebab, Cara Cegah dan Perbaikinya


    Jakarta

    Pemilik rumah perlu merawat dinding karena kondisi catnya bisa rusak seiring waktu, salah satu masalahnya muncul gelembung. Gelembung ini bisa dipecahkan, tetapi bakal merusak cat dinding.

    Cat menggelembung ini ada yang berukuran kecil dan besar tergantung pada isinya. Setiap gelembung biasanya berisi udara atau air.

    Namun, kenapa bisa muncul gelembung pada cat dinding ya? Simak penyebab, cara mencegah, serta memperbaikinya berikut ini.


    Penyebab Cat Dinding Menggelembung

    Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya menjelaskan cat dinding menggelembung utamanya disebabkan oleh penggumpalan garam alkali. Pengkristalan atau pengumpulan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk kapur ini merupakan kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar.

    Cara Cegah Cat Dinding Menggelembung

    Jika tak ingin cat dinding menggelembung, pemilik perlu mencegah terjadi penggumpalan garam alkali. Caranya dengan menggunakan cat dasar yang mengandung anti garam alkali. Setelah itu, pemilik baru bisa memakai cat dinding bagian atas alias top coat.

    “Makanya pangkal penyakitnya itu mesti kita perbaiki dulu. Dari cat dasarnya dari awal, dari temboknya bisa kalau misalkan tembok lama sih. Itu ada namanya alkali killer ya itu berbahan solvent. Itu bisa benar-benar menahan. Itu cat dasar juga cuma untuk tembok atau pengecatan ulang ya (pemakaiannya),” kata Rahman kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Cara Perbaiki Cat Dinding Menggelembung

    Kalau cat dinding sudah terlanjur menggelembung, pemilik dapat memperbaikinya dengan melakukan pengecatan ulang. Namun pengecatan nggak boleh asal, ikuti tipsnya berikut ini.

    1. Keruk Cat Lama

    Rahman tidak menyarankan cat bergelembung langsung ditimpa cat baru. Sebelum dicat ulang, lapisan cat lama perlu dibersihkan dengan cara dikeruk menggunakan alat kape.

    “Dikeruk aja semuanya, jangan langsung ditimpa ya karena semahal apa pun cat misalkan langsung ditimpa, kita kan nggak tahu daya lekat antara cat lamanya dengan yang sekarang,” ucapnya.

    2. Pastikan Dinding Kering

    Setelah tidak ada cat yang menempel, pastikan dinding tidak lembap. Keringkan dinding sebelum memulai proses pengecatan.

    3. Aplikasikan Cat Dasar

    Kemudian, dinding baru bisa dicat dengan cat dasar. Pastikan cat dasar mempunyai komposisi anti garam alkali.

    4. Aplikasikan Cat Luar

    Setelah cat dasar kering, aplikasikan cat luar atau top coat pada dinding. Aplikasikan dua lapis top coat agar warnanya terlihat dan rata.

    Itulah informasi seputar cat dinding menggelembung. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com