Tag: pengelupasan

  • Pertimbangkan Faktor Ini Saat Pilih Material Pagar Biar Awet dan Kuat


    Jakarta

    Banyak rumah menggunakan pagar untuk menjaga keamanan dan privasi penghuni rumah. Kamu pun bisa pertimbangkan untuk pasang pagar untuk melengkapi rumah.

    Namun, jangan asal saat pilih material pagar. Cari tahu dulu material yang kuat dan cocok dengan rumah kamu biar awet.

    Saat memilih material pagar, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Berikut ini beberapa faktor penentunya, dikutip dari Bay Area Lions Gate, Selasa (20/8/2024).


    Tips Pilih Material Pagar

    1. Iklim

    Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan saat memilih material pagar adalah iklim. Material pagar harus bisa menahan kondisi cuaca di area rumah.

    Jika tinggal di area dengan kelembapan tinggi, kamu bisa pertimbangkan material yang tahan korosi seperti aluminium atau baja anti karat. Kalau tempat tinggal kamu sangat panas, bisa pakai material tahan panas seperti aluminium dan vinil.

    2. Keamanan

    Selain itu, pertimbangkan juga keamanan dari material pagar. Material yang kamu pilih harus kuat dan tahan lama untuk mencegah penyusup masuk. Material seperti baja atau besi tempa adalah pilihan yang sangat bagus untuk keamanan.

    3. Perawatan

    Lalu, pertimbangkan cara merawat material pagar. Material yang kamu pilih harus mudah dirawat. Material seperti aluminium atau vinil memerlukan sedikit perawatan, sedangkan material seperti kayu perlu pewarnaan atau pengecatan secara teratur.

    Jenis-jenis Material Pagar

    1. Aluminium

    Aluminium adalah material yang ringan, tahan lama, dan anti karat. Gerbang aluminium juga mudah dirawat dan dapat dilapisi bubuk dalam berbagai warna untuk menghias properti.

    2. Baja

    Baja adalah material yang kuat dan tahan lama, sehingga memberikan keamanan yang sangat baik. Baja tahan benturan dan dapat bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem. Namun, gerbang baja memerlukan perawatan rutin untuk mencegah karat dan korosi.

    3. Kayu

    Kayu mempunyai tampilan tradisional dan dapat dicat untuk melengkapi tampilan rumah. Namun, gerbang kayu memerlukan perawatan rutin untuk mencegah pembusukan dan pelapukan.

    4. Vinil

    Vinil adalah material yang perawatannya rendah yang tahan terhadap pemudaran, keretakan, dan pengelupasan. Material ini pilihan yang bagus untuk daerah yang cuacanya sangat panas. Vinil juga hanya memerlukan sedikit perawatan.

    Itulah beberapa tips seputar pemilihan material pagar. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Bedanya Cat Interior dan Eksterior? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Seperti yang kamu ketahui, bagian rumah terbagi menjadi dua, yakni bagian dalam dan luar. Saat kamu mau mengecat dinding, cat yang akan dipakai tentu berbeda, sehingga harus disesuaikan dengan lokasinya di luar atau dalam.

    Maka dari itu, ada dua jenis cat yang tersedia di pasaran, yaitu cat interior dan cat eksterior. Apa saja perbedaannya?

    Pengertian Cat Interior dan Cat Eksterior

    Cat Interior merupakan jenis cat yang digunakan pada bagian dalam bangunan, seperti area ruangan kamar, lorong, kamar mandi, dapur, dan lain-lain. Cat ini juga bisa tahan terhadap untuk perubahan suhu dan kelembaban yang tidak begitu ekstrem di dalam ruangan.


    Sementara itu, cat interior dan cat eksterior merupakan jenis cat yang digunakan pada bagian luar bangunan. Ketahanan cat eksterior lebih baik dari cat interior. Cat ini dirancang dapat beradaptasi dengan kondisi alam seperti cuaca dan angin yang cepat berubah

    5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

    Untuk dapat memahami perbedaan dan fungsi cat interior dan eksterior, berikut 5 perbedaan kedunya jenis cat mengutip dari Real Milk Paint, Rabu (2/10/2024).

    1. Bahan Dasar

    Untuk kegunaan yang berbeda, tentu bahan dasar yang digunakan tidak sama. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan peliharaan.

    Cat interior mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

    Sementara cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

    2. Pilihan Warna dan Tekstur

    Jika kamu memperhatikan dari pilihan warna dan teksturnya, cat interior biasanya memiliki tampilan mat atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Lalu, dari pilihan warna, cat interior jauh lebih banyak dan menarik karena semua warna bisa dapat terlindungi di dalam rumah.

    Kebalikannya, pilihan warna dan tekstur cat eksterior umumnya lebih terbatas. Sebab, ada beberapa warna yang dapat bereaksi dengan cepat apabila menerima panas berlebih atau terlalu lembap.

    Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

    3. Teknik Pengaplikasian

    Kamu mungkin berpikir saat mengecat bagian interior dan eksterior akan sama saja. Nyatanya, cara mengecatnya pun keduanya berbeda.

    Pengecatan bagian interior lebih sederhana dan bisa dilakukan sendiri. Alat yang dibutuhkan hanya kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

    Sedangkan untuk cat eksterior jauh lebih kompleks. Beberapa tahapan yang harus dilakukan adalah pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Alat yang digunakan juga cukup beragam, mulai dari semprotan, rol khusus, bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

    4. Proses Pengeringan

    Pengecatan di lokasi yang berbeda, tentu pengeringannya tidak akan sama. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering karena tidak ada gangguan seperti hujan atau cuaca dingin. Waktu pengeringan cat interior biasanya sekitar 2 hingga 4 jam saja.

    Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan jauh lebih lama karena harus tahan terutama saat cuaca yang tidak menentu dan lembap. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

    5. Harga

    Untuk harga, cat interior dan cat eksterior tidak begitu jauh. Namun, akan terasa jika kamu sedang melakukan renovasi rumah karena mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Tembok Mengelupas Bikin Rumah Nggak Estetik, Ini Cara Cegah dan Perbaikinya


    Jakarta

    Cat tembok sangat mempengaruhi penampilan rumah. Seiring berjalannya waktu, kondisi cat tembok bisa rusak, seperti memudar dan mengelupas.

    Pastinya hal ini bisa merusak estetika rumah kamu. Kalau cat tembok sudah terkelupas, kamu perlu mengatasinya dengan cara yang tepat.

    Lalu, sebenarnya apa saja yang bikin cat tembok mengelupas dan bagaimana cara perbaikinya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Faktor Penyebab Cat Tembok Mengelupas

    Dikutip dari homesandgardens.com, seorang tukang cat profesional, Andre Kazimierski mengatakan bahwa faktor yang menyebabkan cat tembok terkelupas umumnya terjadi karena cat tidak menempel dengan benar pada tembok sejak awal.

    “Ini terjadi saat kamu mengecat permukaan yang kotor atau basah atau bahkan dengan mengecat permukaan saat suhunya terlalu panas atau dingin,” tuturnya dikutip dari Homes & Gardens, Jumat (4/10/2024).

    Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa kelembapan udara juga bisa menjadi penyebab cat mengelupas. Ruangan yang terlalu lembab bisa membuat cat rusak secara perlahan.

    Kamu dapat menghindarinya dengan menggunakan langkah-langkah persiapan yang tepat dan memilih hasil akhir dan kualitas cat yang tepat untuk area tersebut, misalnya menggunakan cat pencegah jamur di area lembab seperti dapur dan kamar mandi,” ujarnya.

    Cara Perbaiki Cat Tembok

    Pendiri Hometown Painting Oklahoma, Matthew Stone mengatakan bahwa jika cat tembok sudah mengelupas, sebaiknya kamu harus langsung memperbaikinya. Pasalnya, hal ini bisa menyebabkan permukaan tembok menjadi rusak dan lembab. Selain itu, tembok juga akan menjadi sulit untuk di cat ulang.

    Tapi kamu juga tidak boleh terburu-buru. Mengecat ulang tembok rumah memang terlihat mudah, tapi dalam kenyataannya, bila teknik mengecat dilakukan dengan cara yang salah, cat tembok akan jadi mudah mengelupas. Oleh karena itu kamu perlu mempelajari prosesnya terlebih dahulu.

    Berikut cara mengecat ulang cat tembok yang mengelupas dengan benar.

    1. Bersihkan Tembok dari Cat yang Terkelupas

    Langkah pertama adalah bersihkan tembok dari cat yang mengelupas supaya mendapatkan permukaan tembok yang halus. Untuk membersihkan cat mengelupas dari tembok bisa digunakan alat pengikis.

    2. Amplas Bagian Tembok yang Masih Kasar

    Untuk mendapatkan permukaan yang halus, tembok bisa diamplas. Atau, kamu juga bisa membersihkannya dengan air hangat dan sabun lalu biarkan sampai kering sebelum mengecat ulang.

    3. Gunakan Primer Berkualitas

    Setelah tembok dibersihkan, gunakan cat dasar atau primer berkualitas sebelum melakukan pengecatan. Hal ini akan membantu untuk menghalangi pewarnaan pada tembok jika pengelupasan disebabkan oleh jamur atau kelembaban dan akan mendapatkan permukaan tembok yang lebih halus. Setelahnya baru lakukan pengecatan tembok.

    4. Cat Ulang Tembok yang Catnya Terkelupas

    Langkah terakhir adalah mengecat ulang tembok dengan menggunakan warna dan brand yang sudah ada pada tembok. Hal itu dilakukan agar warna yang ada di tembok tetap sama.

    Nah, itu dia ringkasan mengenai faktor penyebab mengelupasnya cat tembok dan cara untuk mengatasinya dengan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Dinding Terkelupas Tak Harus Mengecat Ulang Seluruh Ruangan, Begini Caranya



    Jakarta

    Dinding dengan cat yang terkelupas dapat merusak estetika ruangan kamu. Solusinya tak harus mengecat ulang seluruh area dinding ruangan.

    Dengan menggunakan teknik yang mudah dan bahan yang tepat, kamu bisa memperbaiki bagian yang rusak dan mengembalikan penampilan dinding tanpa perlu melakukan pekerjaan yang rumit.

    Pembahasan berikut akan membagikan langkah-langkah praktis untuk memperbaiki cat dinding yang terkelupas, sehingga kamu dapat menghemat waktu dan biaya.


    Apa Penyebab Cat Terkelupas?

    Permukaan Tidak Bersih

    Melansir The Spruce, pada Senin (4/11/2024), permukaan yang kotor menjadi salah satu penyebab utama. Sebelum mengecat, permukaan harus dibersihkan dengan baik. Debu, kotoran, atau minyak dapat mengganggu daya rekat cat, sehingga lapisan cat cenderung akan mengelupas seiring waktu.

    Kelembapan

    Kelembapan juga berperan besar dalam pengelupasan cat. Ruangan lembap, seperti kamar mandi dan dapur, rentan terhadap pertumbuhan jamur dan dapat merusak lapisan cat, membuatnya mudah terkelupas.

    Cat Berkualitas Rendah

    Sering kali hal ini menjadi masalah. Cat yang tidak berkualitas baik biasanya tidak memiliki daya rekat yang cukup atau ketahanan terhadap elemen eksternal, sehingga lebih rentan terhadap kerusakan, terutama saat terkena cuaca buruk.

    Cuaca Ekstrem

    Cuaca yang ekstrem juga dapat mempengaruhi integritas cat. Perubahan suhu yang drastis, baik terlalu panas atau dingin, bisa menyebabkan cat mengembang dan menyusut, yang akhirnya menyebabkan retakan dan pengelupasan.

    Penerapan Tidak Tepat

    Penerapan yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan masalah. Teknik aplikasi yang salah, seperti mengaplikasikan cat terlalu tebal atau tidak mengaduk cat dengan benar, dapat mengakibatkan lapisan cat yang tidak merata dan meningkatkan risiko pengelupasan di kemudian hari.

    Tips Sebelum Melakukannya

    Persiapan Sebelum Memulai

    Kamu akan memerlukan dempul dinding ringan dan beberapa pisau dempul untuk memperbaiki cat yang terkelupas. Kamu bisa menggunakan dempul atau campuran sambungan drywall, meskipun dempul lebih disarankan.

    Dempul lebih ringan daripada campuran sambungan, sehingga lebih cocok untuk aplikasi tipis seperti perbaikan cat. Gunakan pisau dempul berukuran 2 inci untuk mengambil dan mengoleskan dempul, serta pisau berukuran 4 inci untuk meratakan dempul dengan cat di sekitarnya.

    Jika ingin, kamu bisa menggunakan satu pisau saja, tetapi pastikan ukuran pisau lebih besar dari area yang akan ditambal.

    Penyiapan Area

    Lepaskan gambar, penutup termostat, penutup stopkontak, dan pelat muka sakelar lampu yang ada di dekat area cat yang terkelupas. Tempelkan kain penutup pada lantai di sekitar papan pinggir untuk melindungi lantai dari cipratan cat.

    Bersihkan Cat yang Terkelupas

    Sikat tepi cat yang mengelupas menggunakan sikat kawat. Untuk cat yang sulit dibersihkan, gunakan pisau dempul. Pegang pisau dempul pada sudut 45 derajat dan dorong perlahan agar tidak menyebabkan pengelupasan cat yang berlebihan.

    Haluskan Tepiannya

    Usapkan amplas dengan grit sedang secara perlahan di sepanjang tepi untuk menghaluskan area cat lebih lanjut. Hindari pengamplasan yang berlebihan agar tidak merusak dinding.

    Terapkan Dempul

    Gunakan pisau dempul untuk mengambil dempul atau senyawa sambungan dari wadah. Tekan pengisi dengan kuat ke area yang perlu ditambal. Kikis kelebihan pengisi dari pisau dempul dan kembalikan ke wadah asalnya.

    Ratakan Dempul

    Gunakan pisau dempul yang bersih untuk mengoleskan dempul pada area yang akan ditambal. Sapukan sekali atau dua kali lagi dari arah yang berbeda untuk meratakan dempul agar sejajar dengan cat di sekitarnya. Penambahan sapuan dapat menggores area yang ditambal.

    Diamkan Sampai Mengering

    Biarkan dempul mengering dan mengeras selama 30 hingga 60 menit. Jika area yang ditambal lebih dalam daripada ketebalan cat di sekitarnya (sekitar 1 hingga 2 mm), dempul mungkin membutuhkan waktu empat hingga lima jam untuk benar-benar kering.

    Haluskan Area Tambalan

    Gunakan amplas berpasir halus untuk mengamplas area yang telah ditambal, sehingga dapat menyatu dengan cat di sekitarnya, lakukan pengamplasan dengan hati-hati. Setelah itu, bersihkan debu menggunakan kain mikrofiber bersih atau kain lain yang tidak meninggalkan serat.

    Siapkan Tambalan

    Oleskan cat dasar pada area yang ditambal, lalu sapukan lagi satu atau dua inci ke cat di sekitarnya. Biarkan cat dasar mengering selama 60 menit semakin lama kamu menunggu, semakin baik hasil cat yang akan diperoleh.

    Cat Tambalan

    Oleskan cat tembok pada area yang telah ditambal. Di akhir setiap sapuan, kurangi tekanan pada kuas untuk menggabungkan cat dengan cat di sekitarnya. Biarkan cat mengering selama empat jam sebelum melakukan pelapisan ulang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior buat Dinding Rumah


    Jakarta

    Saat mengecat dinding, kamu perlu membedakan penggunaan cat untuk interior dan eksterior rumah. Walaupun sama-sama cairan pigmen, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda untuk menyesuaikan kondisi dinding.

    Cat interior digunakan pada bagian dalam rumah, seperti kamar, lorong, kamar mandi, dan dapur. Cat ini juga sudah dirancang agar tahan terhadap perubahan suhu dan kelembaban.

    Sementara itu, cat eksterior diaplikasikan pada bagian luar rumah. Cat ini lebih tahan dengan berbagai kondisi alam seperti hujan, angin, dan perubahan cuaca.


    Lantas, apa saja perbedaan cat interior dan eksterior? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Real Milk Paint.

    5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

    Inilah perbedaan antara cat interior dan eksterior yang perlu kamu tahu agar tidak salah pakai.

    1. Bahan Dasar dan Fungsinya

    Cat interior dan eksterior memiliki perbedaan pada bahan dasar dan fungsinya. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan peliharaan.

    Oleh karena itu, cat interior mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah, sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

    Sedangkan untuk cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan yang lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

    2. Pilihan Warna dan Tekstur

    Pilihan warna dan tekstur cat interior dan eksterior rumah berbeda. Cat interior punya tampilan matte atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Selain itu, cat interior juga punya banyak pilihan warna yang menarik, sehingga kamu dapat menyesuaikan dengan konsep rumah kamu.

    Sementara, cat eksterior sering kali memiliki pilihan warna dan tekstur yang jauh lebih terbatas dibandingkan cat interior. Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

    3. Teknik Pengaplikasian

    Cara mengaplikasikan kedua jenis cat tersebut juga berbeda. Mengecat bagian interior bisa dikatakan prosesnya relatif lebih mudah dan bisa dilakukan tanpa keahlian yang benar-benar khusus. Kamu cuma butuh kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

    Sementara itu, teknik cat eksterior jauh lebih kompleks karena cat tersebut harus tahan terhadap kondisi cuaca ke depan. Pemilihan cat dan aplikasi harus sangat tepat, terlebih dalam pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Dalam mengaplikasikan cat eksterior, alat yang digunakan adalah semprotan, rol khusus, atau bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

    4. Proses Pengeringan

    Selanjutnya, jangka waktu untuk proses pengeringan kedua cat tersebut pun berbeda. Cat interior dan eksterior punya perbedaan yang signifikan karena pengaruh kondisi lingkungan dan komposisi kimia yang terkandung dalam cat. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering. Cat interior biasanya memerlukan waktu sekitar 2 hingga 4 jam untuk proses pengeringannya.

    Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan menjadi jauh lebih lama karena harus tahan terhadap cuaca luar yang berubah-ubah. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

    5. Harga

    Harga cat eksterior biasanya lebih mahal dibandingkan cat interior. Sebab, cat eksterior mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik. Sedangkan untuk cat interior cenderung lebih terjangkau karena tidak menawarkan ketahanan dan perlindungan yang sama.

    Itulah perbedaan cat interior dan eksterior buat dinding rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kasur Sering Terasa Berpasir? Bisa Jadi gegara Aktivitas Kutu Busuk!


    Jakarta

    Kasur merupakan benda penting di rumah yang harus selalu bersih. Kasur yang bersih mempengaruhi kenyamanan penggunanya ketika beristirahat.

    Namun, pernahkah kalian merasakan kasur terasa berpasir? Seperti ada butir-butir keras di kasur, padahal naik ke kasur dalam keadaan bersih, tidak datang dari luar rumah, dan rumah tidak berada di pinggiran pantai.

    Berasal dari mana pasir-pasir yang terasa di kasur tersebut?


    Dilansir Home Unstain, berikut beberapa sumber munculnya pasir-pasir di kasur.

    1. Faktor Lingkungan

    Ternyata pasir-pasir yang terasa di kasur tidak sepenuhnya benar-benar butiran pasir. Bisa jadi itu merupakan partikel debu yang mengeras dan kasar. Debu tersebut terbawa dari luar yang menempel pada pakaian atau tubuh penggunanya.

    Solusi untuk membersihkan debu tersebut adalah dengan membersihkan kasur sebelum naik ke atas dengan menyedot debu atau membuang debu dengan sapu lidi.

    2. Kutu Busuk

    Salah satu hewan yang biasa menempati kasur adalah kutu busuk. Hewan kecil ini bisa menghasilkan kotoran keras dan berpasir di tempat tidur selain menyebabkan alergi.

    Kutu busuk biasa bersembunyi di celah-celah kasur seperti rangka tempat tidur, kasur, seprai, dan kertas dinding, di antara tempat-tempat kecil dan gelap lainnya.

    3. Kulit Mati

    Kemudian, pasir-pasir yang terasa di kasur juga bisa berasal dari kulit mati penggunanya. Saat berkeringat, tubuh melepaskan mineral dan garam, yang menyebabkan kulit menjadi kasar. Selain itu, partikel-partikel ini dapat menumpuk di tempat tidur dan membuatnya bertekstur berpasir akibat pengelupasan sel kulit.

    4. Kotoran di Bawah Kaki

    Seperti yang disebut sebelumnya kotoran seperti pasir ini bisa berasal dari kaki atau pakaian penggunanya yang menempel dan jatuh di kasur. Untuk menghindari hal ini disarankan pengguna kasur memakai alas kaki selama di rumah agar tidak ada kotoran yang menempel di kaki.

    5. Debu dari AC atau Kipas Angin

    Partikel debu ada yang berasal dari pendingin ruangan atau kipas angin yang digunakan di rumah. Penyebaran debu ini bisa dihentikan apabila alat elektronik tersebut rajin dibersihkan. Namun, apabila kamu tidak peduli dengan alat tersebut, siap-siap debu-debu seperti pasir menempel di tempat tidur.

    6. Remah Makanan

    Alasan lainnya kasur terasa berpasir adalah remahan makanan yang tertinggal di kasur. Jika kasusnya seperti ini, penghuni rumah biasanya sudah menyadari penyebab kasur terasa seperti berpasir. Untuk menjaga kasur tetap bersih dan nyaman digunakan adalah hindari makan di atas kasur.

    Itulah penyebab kasur terasa seperti berpasir. Jangan lupa untuk membersihkan kasur sebelum digunakan ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah yang Biasa Muncul di Rumah Akibat Hujan



    Jakarta

    Rumah dirancang untuk melindungi penghuni dari panas matahari dan terpaan hujan. Meski didesain kuat, terkadang masalah muncul di rumah akibat cuaca seperti di kala hujan.

    Mungkin masalah yang timbul sepele, tapi lama-lama bisa menjadi parah kalau dibiarkan. Oleh karena itu, sebaiknya penghuni lebih memperhatikan kondisi rumah saat hujan.

    Apa saja masalah yang biasa terjadi karena hujan? Simak penjelasannya berikut ini dikutip dari Civil Engineering Web.


    Masalah yang Sering Muncul Akibat Hujan

    Inilah beberapa masalah rumah yang kerap muncul di kala hujan.

    1. Atap Bocor

    Salah satu masalah yang umum terjadi ketika hujan adalah kebocoran atap yang berawal dari perawatan yang kurang memadai. Hal ini terjadi karena ada celah atau retakan pada atap.

    Sistem drainase yang tersumbat, pecah, atau rusak juga bisa mengakibatkan kebocoran atap. Akibatnya, air masuk ke dalam rumah dan menimbulkan noda pada langit-langit atau dinding.

    2. Dinding Rembes

    Air hujan bisa rembes dari luar dinding rumah kalau perawatan kurang baik. Misalnya plesteran dan pengecatan tidak memadai sehingga terjadi pengelupasan ketika hujan. Lalu, air juga dapat masuk lewat retakan kecil pada dinding.

    3. Genteng Lepas

    Jika hujan deras disertai angin kencang, genteng bisa bergeser. Kondisi tersebut akibat sambungan yang longgar atau genteng tertiup angin. Pastikan untuk memeriksa kondisi dan sambungan genteng butuh perbaikan atau tidak.

    4. Saluran Drainase Tersumbat

    Saluran drainase dapat tersumbat pada talang air, terutama ketika musim hujan. Masalah ini disebabkan oleh atap dan pipa drainase yang tidak dibersihkan.

    5. Lumut Tumbuh

    Lumut dapat tumbuh di sekitar rumah kalau sering hujan. Penting untuk segera membersihkan dan mencegah pertumbuhan lumut agar permukaan rumah tidak licin. Gunakan larutan pembersih khusus dan sikat untuk membersihkan lumut di rumah.

    Itulah beberapa hal yang perlu penghuni rumah waspadai ketika hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com