Tag: pengendalian

  • Cara Merawat Tanaman Indoor dan Outdoor saat Musim Hujan


    Jakarta

    Musim hujan membawa tantangan tersendiri bagi para pecinta tanaman. Curah hujan yang tinggi dan kelembapan yang meningkat dapat memengaruhi kesehatan tanaman kamu.

    Namun, dengan perawatan yang tepat, kamu dapat memastikan tanaman tetap tumbuh subur meskipun dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Berikut adalah beberapa tips praktis untuk merawat tanaman kamu selama musim hujan agar tetap sehat dan bersemi.

    Utamakan Drainase yang Baik

    Melansir dari Kangaroo Kids, pastikan pot tanaman kamu dilengkapi dengan lubang drainase yang memadai untuk menghindari genangan air. Genangan ini dapat menyebabkan akar membusuk jika air tidak dapat mengalir dengan baik.


    Kamu bisa meninggikan pot dengan menggunakan batu bata atau penyangga untuk meningkatkan aliran air. Pertimbangkan juga penggunaan campuran pot yang memiliki kemampuan drainase baik, sehingga kelebihan air dapat keluar dengan mudah.

    Lindungi Tanaman yang Rentan

    Meskipun air hujan bermanfaat bagi tanaman, hujan deras berpotensi untuk merusaknya. Untuk merawat tanaman indoor dan outdoor, kamu bisa memindahkan tanaman yang lebih sensitif ke tempat yang terlindung. Bawa mereka ke balkon atau di bawah kanopi untuk melindungi tanaman di luar dari hujan lebat.

    Lakukan Pemangkasan dan Pembersihan Secara Rutin

    Musim hujan adalah waktu ketika pertumbuhan tanaman melambat. Lakukan pemangkasan cabang yang tumbuh terlalu besar secara teratur dan hilangkan dedaunan berlebih untuk meningkatkan sirkulasi udara.

    Ini juga membantu mengurangi risiko penyakit jamur. Pastikan untuk membersihkan daun-daun yang mati serta kotoran, dan sterilkan alat pemangkas kamu setelah digunakan untuk mencegah penyebaran infeksi.

    Atasi Penyakit Jamur

    Selama musim hujan, jamur dapat muncul di berbagai tempat, menjadikannya waktu yang ideal bagi penyakit jamur untuk berkembang.

    Untuk mencegah hal ini, semprotkan fungisida organik pada tanaman yang rentan. Selain itu, hindari penyiraman berlebihan agar pertumbuhan jamur dapat diminimalisir.

    Periksa Tanah Secara Berkala

    Hujan lebat dapat mengikis lapisan atas tanah. Oleh karena itu, periksa tanah secara rutin dan pastikan bahwa tanah tersebut berpori dan memiliki drainase yang baik, jika kamu menemukan lumut atau alga, segera bersihkan.

    Gunakan Metode Pengendalian Hama Organik

    Pengendalian hama secara organik adalah metode terbaik untuk melindungi tanaman kamu. Gunakan minyak imbas atau neem oil, semprotan bawang putih, atau sabun insektisida sebagai perlindungan.

    Ingatlah bahwa beberapa serangga seperti kepik dan lacewings sangat bermanfaat, jadi biarkan mereka berkembang biak di kebun kamu sebagai predator alami hama.

    Sesuaikan Intensitas Penyiraman

    Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan penyiraman yang berbeda-beda. Misalnya, kaktus memerlukan lebih sedikit air dibandingkan dengan tanaman buah.

    Selama musim hujan, kelembapan udara sudah tinggi, jadi hindari penyiraman berlebihan agar akar tidak membusuk.

    Gemburkan Tanah di Pot

    Meskipun terlihat sepele, menggemburkan tanah di pot sangat penting untuk membantu akar tanaman bernapas dan meningkatkan sirkulasi udara. Tanah yang terlalu padat dapat menahan kelembapan berlebih, sehingga akar berisiko membusuk.

    Ciptakan Akses Sinar Matahari

    Setelah beberapa hari hujan terus-menerus, sinar matahari menjadi sangat diinginkan bagi kamu maupun tanaman. Oleh karena itu, sesekali pindahkan tanaman ke lokasi yang lebih terang untuk mendapatkan sinar matahari langsung dan hindari erosi tanah akibat hujan.

    Pastikan Pot Terisi Penuh dengan Tanah

    Untuk mencegah genangan air, pastikan pot kamu terisi penuh dengan tanah. Campuran tanah dan pupuk kandang akan lebih efektif dalam mencegah genangan air di permukaan serta memastikan nutrisi sampai ke akar tanaman. Namun, jangan sampai tanah terlalu padat karena bisa memerangkap kelembapan yang dapat membuat akar membusuk

    Itulah beberapa cara merawat tanaman indoor dan outdoor saat musim hujan.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ciri-ciri Tempat Persembunyian Nyamuk di Rumah, Buruan Basmi


    Jakarta

    Nyamuk merupakan salah satu hewan yang kerap ditemukan di rumah. Keberadaannya cukup meresahkan karena mereka kerap menghisap darah manusia dan menimbulkan gatal.

    Serangga satu ini tidak aktif 24 jam, biasanya mereka mencari mangsa selama 2 jam. Beberapa jenis nyamuk bahkan ada yang lebih aktif pada saat senja atau malam hari. Sebab, mereka menghindari waktu-waktu yang panas seperti siang hari dan daerah yang kering. Suhu yang panas membuat mereka lebih cepat dehidrasi. Maka dari itu, mereka lebih aktif saat suhu tidak terlalu panas sehingga mereka lebih mudah menemukan tempat-tempat yang lembap.

    Ketika mereka tidak aktif terutama siang hari yang panas, kira-kira mereka pergi ke mana ya?


    Dilansir Varsity Termite and Pest Control, nyamuk sama seperti hewan lainnya, mereka tidak akan pergi jauh dari sumber makanannya. Mereka akan mencari tempat yang aman, sampai waktu mencari makan mereka tiba. Pada siang hari yang terik dan panas, nyamuk akan mencari tempat yang lembap dan gelap, contohnya seperti semak-semak atau rumput yang tinggi.

    Semak-semak ini biasanya banyak tumbuh di taman maupun kebun di rumah. Meskipun pagi atau siang hari yang terik, sekitar taman atau kebun pasti terdapat lokasi yang sejuk dan lembap, terutama di bawah pohon.

    Lalu, tempat persembunyian yang paling pas untuk nyamuk di dalam rumah adalah di dekat sumber air. Area seperti bak mandi, kamar mandi, wastafel, hingga keran pasti tetap lembap pagi, siang, dan malam apabila digunakan. Selain sumber air, ternyata sistem perpipaan juga menjadi incaran nyamuk.

    Cara Mencegah Nyamuk Bersarang di Rumah

    Dilansir CDC, kunci untuk mencegah nyamuk bersembunyi di rumah adalah menghilangkan tempat-tempat yang lembap dan gelap. Kedua ciri-ciri tersebut sangat disukai oleh nyamuk. Selain itu, ada pula cara lain untuk mencegah nyamuk berkembang biak dan bersarang di rumah. Untuk jelasnya sebagai berikut.

    Cara Agar Nyamuk Tidak Masuk Rumah

    – Gunakan AC jika memungkinkan

    – Tutup pintu, jangan biarkan pintu terbuka terutama pada malam hari

    – Pasang jendela dan pintu dengan jaring-jaring (door screen) agar nyamuk tidak bisa masuk ke dalam rumah

    Agar Nyamuk Tidak Bertelur di Rumah

    – Rajin membersihkan area-area yang tergenang air minimal seminggu sekali. Mulai dari mengosongkan dan menggosok bak mandi, membalikkan tutup bak atau wadah, hingga membuang semua barang yang menampung air, seperti vas atau tatakan pot bunga untuk membuang telur dan larva nyamuk

    – Apabila door screen serta mengosongkan dan menggosok wadah tidak ampuh mengusir nyamuk, kamu bisa menggunakan insektisida dalam ruangan.

    – Sewa jasa profesional pengendalian hama untuk menangani area di dalam rumah

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Pasang Saklar Ganda dengan Benar, Ini Langkah-langkahnya


    Jakarta

    Saklar adalah komponen listrik yang memutus dan menyambung arus listrik dari sumber arus ke beban listrik pada rangkaian listrik tertutup. Salah satu jenis dari saklar adalah saklar ganda.

    Saklar ganda merupakan komponen listrik yang banyak digunakan untuk pengendalian dua perangkat atau lampu. Meski terlihat sederhana, pemasangan saklar ganda perlu diketahui dengan benar.

    Apa Itu Saklar Ganda?

    Saklar ganda adalah jenis saklar yang bisa menghubungkan dan memutuskan dua lampu atau dua golongan lampu, baik secara bersama-sama atau bergantian. Umumnya, saklar ganda terdiri dari 2 tombol yang bersebelahan.


    Jenis saklar ini sering disebut juga sebagai saklar seri. Mengutip laman Universitas Medan Area, saklar ganda biasanya menjadi pemutus dan penghubung sirkulasi listrik di ruangan yang berbeda. Misalnya, satu tombol untuk menyalakan lampu ruang tamu, satu lagi untuk teras.

    Cara Pasang Saklar Ganda

    Menurut laman distributor resmi alat-alat listrik dan mekanikal, berikut cara memasang saklar ganda:

    1. Pastikan aliran listrik benar-benar mati. Periksa menggunakan alat tespen
    2. Gunakan kabel fase, kabel netral, dan kabel tambahan untuk menghubungkan dua lampu. Kupas ujung kabel
    3. Sambungkan dua kabel ke terminal keluar (biasanya diberi tanda 1 dan 2). Kabel ini akan terhubung ke masing-masing lampu. Hubungkan kabel dari terminal 1 ke lampu utama dan kabel dari terminal 2 ke lampu kedua. Sambungkan kabel netral ke masing-masing lampu.
    4. Pasang saklar yang telah diberi pengkabelan ke dinding dengan menggunakan obeng.
    5. Pastikan saklar terpasang dengan kencang. Nyalakan kembali aliran listrik dengan menaikan saklar MCB di panel listrik
    6. Cek apakah lampu berhasil menyala dan mati sesuai tekanan.

    Jenis Saklar Lainnya

    Selain saklar ganda, ada beberapa jenis saklar lainnya yang digunakan sebagai instalasi penerangan:

    1. Saklar Tunggal

    Mengutip laman Elektro Universitas Negeri Malang, saklar tunggal adalah saklar yang berfungsi mengontrol atau mengendalikan satu buah lampu atau sekelompok lampu dari satu tempat. Jenis saklar ini hanya terdiri dari satu tuas. Sehingga, penggunanya bisa menghidupkan atau mematikan banyak lampu hanya dengan sekali tekan.

    2. Saklar Tukar

    Saklar tukar adalah rangkaian instalasi listrik yang bisa mengontrol satu atau beberapa lampu oleh dua saklar. Sehingga, pengguna bisa menghidupkan dan mematikan lampu dengan dua saklar yang berbeda.

    Misalnya, sebuah lampu dipasang di daerah tangga. Dua buah saklar untuk lampu tersebut diletakkan dengan dia posisi, satu di bawah tangga dan satu lagi di atas tangga. Sehingga orang yang berada di bawah dan di atas tangga bisa mematikan dan menyalakan saklar tersebut.

    3. Saklar Silang

    Menurut laman penyedia jasa kalibrasi, saklar silang merupakan rangkaian yang bisa mengontrol lampu dari tiga tempat. Pemasangannya harus benar-benar diperhatikan agar saklar bisa berfungsi dengan baik.

    4. Saklar Tarik

    Saklar tarik biasanya digunakan di kamar tidur. Cara penggunaannya adalah menarik tangkai dengan perangkat tali sebagai penariknya.

    (elk/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Jemur Kasur Bisa Bunuh Kutu Busuk? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Kutu busuk (bed bugs) merupakan serangga kecil yang hidup dengan cara mengisap darah manusia. Serangga yang masuk dalam kelompok parasit ini bisa muncul di celah kasur dan rangka tempat tidur.

    Untuk membasmi kutu busuk yang ada di kasur, salah satu caranya adalah dengan menjemur kasur di bawah matahari. Namun, apakah cara tersebut efektif untuk membunuhnya?

    Apakah Jemur Kasur Bisa Membunuh Kutu Busuk?

    Mengutip laman Siloam Hospital, seseorang bisa mengalami gejala gatal-gatal, perih, sensasi terbakar, hingga ruam kemerahan pada kulit ketika digigit oleh kutu busuk.


    Sebagai bentuk pencegahan, sebaiknya segera membasmi kutu busuk yang ada di kasur. Nah, banyak orang yang menggunakan metode menjemur kasur di bawah matahari untuk membunuh kutu busuk.

    Memang, suhu panas diklaim bisa membunuh kutu busuk di kasur. Pemanfaatan suhu panas ini merupakan cara ampuh untuk membasmi kutu busuk tanpa harus menggunakan bahan kimia.

    Akan tetapi, ada dua faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan langkah ini, yakni suhu panas dan lama pemaparannya.

    Dilansir situs Pure Environmental, kutu busuk akan mati pada suhu minimal 45 derajat Celcius. Namun, suhu panas ini harus konsisten selama setidaknya 30 menit. Cara ini berlaku untuk semua tahap kehidupan kutu busuk.

    Secara detail, kutu busuk dewasa akan mati apabila terpapar suhu panas secara konsisten selama 15 menit. Kemudian untuk telur kutu busuk baru akan mati jika terkena suhu panas selama 60 menit secara konsisten.

    Namun, apakah suhu panas matahari sudah cukup untuk membunuh kutu busuk di kasur? Sayangnya tidak efektif. Secara teori, suhu panas dari sinar matahari tidak cukup tinggi untuk bisa membunuh kutu busuk.

    Meski begitu, sinar UV dari matahari memiliki kemampuan untuk membunuh kutu busuk. Selain itu, suhu panas dari sinar matahari bisa menyerap cairan permukaan pada lapisan lilin cangkang kutu busuk, sehingga akan membuatnya dehidrasi.

    Apabila kasur dijemur di luar ruangan dalam waktu yang cukup lama, kemungkinan besar kutu busuk yang bersembunyi di dalamnya bisa saja mati.

    Cara Lain untuk Membunuh Kutu Busuk di Kasur

    Sebenarnya, saat ini sudah banyak layanan pengendali hama untuk membasmi serangga di rumah, salah satunya kutu busuk di kasur. Para penyedia jasa pengendalian hama ini umumnya juga menggunakan suhu panas dari uap untuk membunuh kutu busuk.

    Mengutip laman Sleep Foundation, pembasmian kutu busuk dengan suhu panas tinggi dari uap disebut juga sebagai steam cleaning. Metode ini biasanya menggunakan alat yang disebut steamer.

    Jika ingin membasmi kutu busuk sendiri di rumah, kamu bisa menggunakan alat pemanas portabel yang dirancang khusus untuk membasmi kutu busuk dengan memberikan panas pada barang-barang, termasuk kasur. Alat ini harus mencapai suhu setidaknya 45 derajat Celcius selama 90 menit untuk membunuh kutu busuk.

    Itu dia penjelasan mengenai metode jemur kasur di bawah matahari yang disebut bisa membunuh kutu busuk. Semoga artikel ini bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Rayap Diam-Diam Mengancam! Kenali Tanda, Bahaya, dan Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Jangan menganggap keberadaan rayap hanya ancaman kecil. Sebab kenyataannya rayap bisa menimbulkan dampak yang besar. Bahkan jika dihitung total kerugian akibat serangan rayap di Indonesia mencapai triliunan rupiah.

    Serangga ini tidak hanya merusak perabotan, tetapi juga dapat melemahkan struktur bangunan secara perlahan tanpa disadari. Banyak pemilik rumah baru menyadari keberadaan rayap ketika kerusakan sudah cukup parah, yang tentunya membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

    Menurut laporan Asosiasi Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI), lebih dari 30% bangunan di Indonesia mengalami infestasi rayap dalam lima tahun pertama setelah dibangun. Data ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman rayap terhadap properti di Indonesia.


    Ketua Umum ASPPHAMI, Boyke Arie Pahlevi menjelaskan bahwa kondisi iklim tropis Indonesia dengan kelembapan tinggi (70%-90%) serta tanah yang kaya bahan organik sangat mendukung pertumbuhan populasi rayap.

    “Kondisi lingkungan di Indonesia sangat ideal bagi rayap untuk berkembang biak. Hampir 70% wilayah di Indonesia memiliki potensi serangan rayap,” ungkap Boyke dikutip Minggu (16/3/2025).

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa infestasi rayap tidak hanya terjadi pada perumahan, tetapi juga pada bangunan komersial, perkebunan, dan sektor kehutanan. “Kerugian ekonomi akibat serangan rayap di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 2,8 triliun per tahun,” tambahnya.

    Kenapa Rayap Begitu Merusak?

    Rayap hidup dalam koloni besar dan bekerja tanpa henti. Jenis yang paling sering menyerang bangunan adalah rayap tanah (subterranean termites) dan rayap kayu kering (drywood termites).

    Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Economic Entomology (2021), rayap tanah memiliki kemampuan menggali terowongan hingga 100 meter untuk mencari sumber makanan. Hal ini membuat mereka sangat sulit dikendalikan tanpa metode pengendalian yang tepat (Lewis et al., 2021).

    Kerugian akibat infestasi rayap meliputi:

    1. Kerusakan struktur bangunan – Rayap dapat melemahkan fondasi rumah, lantai, dan dinding kayu secara bertahap.
    2. Merusak furnitur dan dokumen penting – Perabotan berbahan kayu hingga buku dan kertas bisa menjadi sasaran utama.
    3. Biaya perbaikan yang tinggi – Jika infestasi rayap tidak segera diatasi, perbaikan dapat memakan biaya yang sangat besar. Data dari National Pest Management Association (NPMA) menunjukkan bahwa kerusakan akibat rayap di seluruh dunia mencapai lebih dari USD 5 miliar per tahun.

    Bagaimana Mengetahui Keberadaan Rayap?

    Mendeteksi rayap lebih awal bisa mencegah kerusakan lebih parah. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

    1. Kayu terdengar kosong atau rapuh saat diketuk – Menandakan bagian dalamnya telah dimakan rayap.
    2. Muncul serbuk kayu di sekitar perabotan – Bisa jadi rayap telah aktif di dalamnya.
    3. Terowongan tanah di dinding atau lantai – Biasanya dibuat oleh rayap tanah untuk menghubungkan sarang dengan sumber makanan.
    4. Sayap rayap yang berjatuhan – Sering ditemukan di dekat pintu atau jendela, menandakan adanya koloni baru yang sedang berkembang.

    Pencegahan Rayap yang Tepat

    Langkah pencegahan sederhana dapat membantu melindungi rumah dari serangan rayap. Dirangkum dari berbagai sumber berikut Beberapa metode yang direkomendasikan oleh para ahli meliputi:

    1. Menjaga kelembapan rumah – Menurut penelitian dalam International Journal of Pest Management (2020), rayap lebih aktif di lingkungan dengan kelembapan tinggi (Evans & Forschler, 2020). Ventilasi yang baik membantu mengurangi risiko infestasi.
    2. Menggunakan kayu yang diawetkan – Kayu yang telah diberi perlakuan khusus lebih tahan terhadap serangan rayap.
    3. Rutin memeriksa area rumah – Deteksi dini sangat penting agar rayap tidak berkembang biak. Laporan dari Building and Environment (2019) menyebutkan bahwa inspeksi tahunan dapat mengurangi risiko infestasi hingga 60% (Buczkowski & Bertelsmeier, 2019).

    Namun, dalam beberapa kasus, rayap bisa tetap muncul meskipun langkah pencegahan sudah dilakukan. Jika tanda-tanda infestasi mulai terlihat, tindakan yang lebih efektif perlu diambil.

    Metode Efektif untuk Mengatasi Rayap

    Beberapa teknik yang umum digunakan dalam penanganan rayap antara lain:

    1. Metode umpan (baiting system) – Cara ini melibatkan penggunaan umpan khusus yang menarik rayap dan secara bertahap mengendalikan populasi mereka.
    2. Penyemprotan termitisida – Larutan ini membantu membentuk penghalang perlindungan untuk mencegah rayap masuk kembali.
    3. Perlakuan fumigasi – Digunakan untuk menangani infestasi rayap dalam skala besar.

    Karena sifatnya yang sulit dideteksi, rayap sering kali baru terlihat setelah menyebabkan kerusakan serius. Oleh karena itu, banyak ahli menyarankan agar pemeriksaan dan perlindungan dilakukan secara berkala untuk menghindari risiko yang lebih besar di kemudian hari.

    “Pencegahan dini selalu lebih baik daripada perbaikan. Rayap bisa bekerja tanpa terdeteksi selama bertahun-tahun, sehingga pemeriksaan rutin sangat dianjurkan untuk memastikan bangunan tetap aman,” ujar Reza Gusta, Marketing Manager di AAG Pest Control.

    “Selain inspeksi rutin, pemilik rumah bisa bekerja sama dengan jasa pengendalian hama profesional untuk memastikan perlindungan yang lebih optimal. Dengan metode yang tepat, risiko kerusakan akibat rayap bisa ditekan secara signifikan.” imbuh Reza.

    Untuk memastikan rumah tetap bebas rayap dalam jangka panjang, banyak pemilik rumah kini memilih jasa anti rayap seperti AAG Pest Control yang dapat memberikan perlindungan menyeluruh. Dengan metode yang tepat, pengendalian rayap tidak hanya mengatasi masalah yang ada, tetapi juga mencegah infestasi baru di masa mendatang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Tawon Sering Bersarang di Lampu dan Cara Mengusirnya


    Jakarta

    Tawon sering kali ditemukan bersarang di sekitar lampu, baik di dalam maupun luar rumah. Keberadaan mereka tentu dapat mengganggu, apalagi jika jumlahnya semakin banyak.

    Tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tawon juga bisa menjadi ancaman karena sengatannya yang menyakitkan. Lalu, kenapa tawon sering bersarang di lampu? Bagaimana cara mengusirnya?

    Penyebab Tawon Sering Bersarang di Lampu

    Tawon merupakan serangga yang cenderung agresif dan dapat menyengat jika merasa terancam. Kehadirannya di sekitar rumah bisa menjadi ancaman bagi manusia, terutama karena tawon tidak hanya menyengat sekali, tetapi berulang kali.


    “Tawon menimbulkan bahaya yang signifikan, karena satu tawon atau sekelompok besar tawon dapat membahayakan atau bahkan berakibat fatal bagi individu dan hewan peliharaan yang sensitif,” ujar Ray Hess, seorang ahli pengendalian hama, dikutip dari laman Real Simple.

    “Tidak seperti lebah madu, alat penyengatnya tidak berduri, sehingga memungkinkan mereka (tawon) menyengat berulang kali,” lanjutnya.

    Dalam laman Martha Stewart, dijelaskan bahwa tawon memiliki kecenderungan tertarik pada cahaya dan panas yang dihasilkan oleh lampu. Inilah yang membuat mereka sering terbang di sekitar lampu pada malam hari atau bahkan membangun sarang di tempat-tempat yang memiliki pencahayaan terang.

    Selain itu, beberapa jenis tawon juga mencari tempat yang aman dan hangat untuk berlindung, terutama menjelang musim dingin. Tak cuma ‘numpang’ tinggal dan membuat sarang, serangga penyengat ini juga bakal berkumpul di halaman saat bunga mulai bermekaran.

    Tapi selain di lubang lampu, tawon juga dapat membangun sarang di berbagai tempat, termasuk di bawah tanah, pohon, semak, atap, tiang listrik, ban bekas, rumah, gudang, serta bangunan lainnya.

    Kalau kamu sering melihat banyak tawon berkumpul, kemungkinan besar ada sarang tawon di sekitar rumahmu. “Mendengar suara dengungan atau menemukan tawon mati menunjukkan adanya sarang tawon potensial di suatu tempat di dalam ruangan, biasanya di rongga dinding atau loteng,” kata Timothy Wong, direktur teknis di M&M Pest Control (MMPC) dalam laman Martha Stewart.

    Berikut sederet penyebab tawon tertarik untuk membangun sarang di dekat rumahmu.

    1. Ketersediaan Makanan dan Minuman

    Tawon kerap tertarik pada makanan dan minuman yang tertinggal. Tawon bisa mendapatkan karbohidrat yang mereka butuhkan dari buah-buahan, minuman manis, dan makanan manis lainnya.

    Jadi, mereka juga bisa mencari makanan di sekitar meja makan, tong sampah, dan apapun makanan yang terbuka di area rumahmu terutama yang sifatnya manis. Untuk menghindarinya, pastikan untuk membersihkan sisa makanan, remah-remah, atau tumpahan minuman, serta menutup tempat sampah dengan rapat.

    2. Ada Bunga

    Nektar dari bunga juga merupakan bagian penting dari pola makan mereka. Apalagi kalau kamu menanam bunga dengan warna-warna cerah dan beraroma manis, pasti mereka bakal senang untuk bersarang di sana.

    3. Mencari Cahaya dan Kehangatan

    Tawon juga menyukai cahaya dan kehangatan. Mereka sering masuk ke dalam rumah melalui celah atau jendela yang terbuka untuk mencari tempat berlindung.

    “Banyak spesies memiliki siklus hidup di mana mereka mencari tempat bersarang yang terlindungi untuk melewati musim dingin, lalu muncul kembali pada musim semi untuk membangun sarang baru,” ujar Wong.

    Cara Mengusir Tawon yang Bersarang di Rumah

    Parahnya lagi, Wong menyebut tawon lambat laun dapat mengunyah kayu dan menggunakannya sebagai bahan dasar sarang mereka. Jika ada potongan kayu yang hilang pada pagar, furnitur, atau struktur kayu lain di sekitar rumah, itu bisa menjadi tanda adanya aktivitas tawon.

    Tentunya, hal ini bakal bikin perabotan rumahmu jadi tak cantik lagi. Tawon paling aktif selama paruh kedua musim panas. Dilansir dari laman Martha Stewart dan Good Housekeeping, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut guna mencegah mereka bersarang di dekat rumah:

    1. Matikan Lampu di Malam Hari

    Tawon cenderung tertarik pada cahaya, sehingga memadamkan lampu pada malam hari dapat mengurangi kemungkinan tawon mendekati rumah. Gunakan lampu LED atau lampu berwarna kuning kalau ingin menyalakannya.

    Sebab, lampu LED memancarkan lebih sedikit panas dibandingkan lampu pijar, sehingga tidak terlalu menarik perhatian tawon. Lampu berwarna kuning dirancang khusus untuk menghalau serangga terbang, karena spektrum cahayanya membuat mereka kesulitan melihat sumber cahaya.

    2. Hindari Menanam Bunga Beraroma Kuat

    Menanam bunga memang mempercantik taman, tetapi juga berisiko menarik tawon. Jika kamu ingin mengurangi jumlah tawon di sekitar rumah, batasi tanaman berbunga yang harum dan berwarna cerah. Selain itu, hindari tanaman dengan dedaunan lebat seperti keladi, pakis, dan sukulen.

    3. Jaga Kebersihan Halaman

    Menjaga halaman tetap bersih sangat penting dalam pencegahan datangnya tawon. Tawon tertarik mampir ke area yang memiliki banyak sampah makanan dan wadah daur ulang yang tidak dicuci dengan baik. Pastikan untuk menutup makanan sebelum dan sesudah memasak dan menyimpan minuman manis dalam wadah tertutup.

    4. Gunakan Minyak Peppermint

    Minyak peppermint merupakan pengusir tawon alami yang efektif. Campurkan beberapa tetes ekstrak peppermint dengan air dalam botol, semprot dan gunakan di area yang mungkin didatangi tawon.

    5. Cegah Tawon Masuk ke Rumah

    Tawon bisa masuk ke rumah melalui celah kecil di fondasi atau retakan. Menyegel celah ini dengan kasa pada pintu atau jendela, akan membuat tawon susah masuk.

    6. Semprot dengan Sabun dan Air

    Campurkan dua sendok makan sabun cuci piring dengan air dalam botol semprot, lalu semprotkan ke sarang tawon. Larutan ini dapat menyumbat pori-pori pernapasan tawon dan membunuhnya hampir seketika.

    7. Gunakan Campuran Cuka dan Air

    Cuka merupakan bahan yang umum ditemukan di rumah karena memiliki banyak kegunaan, mulai dari memasak hingga membersihkan perabotan. Selain itu, cuka juga bisa dimanfaatkan sebagai pengusir tawon yang ampuh.

    Kandungan asam asetat dalam cuka memiliki aroma khas yang tidak disukai tawon. Dengan mencampurkan cuka (baik cuka masak maupun cuka apel) dengan air dan gula, dapat dibuat larutan perangkap yang efektif.

    Caranya, campurkan bahan-bahan tersebut dalam mangkuk dan letakkan di dekat sarang tawon. Aroma manis dari larutan akan menarik tawon untuk mendekat, lalu mereka akan terperangkap dan tenggelam di dalamnya.

    8. Semprotkan Minyak Cengkeh

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kombinasi minyak esensial cengkeh, geranium, dan serai efektif dalam mengusir tawon. Untuk membuat larutan pengusir tawon, campurkan beberapa tetes minyak cengkeh, geranium, dan serai dengan sabun cuci piring, lalu masukkan ke dalam botol semprot.

    Jika hanya memiliki minyak cengkeh, larutan ini tetap bisa digunakan. Campurkan minyak cengkeh dengan sedikit sabun cuci piring dan air, lalu aduk rata sebelum disemprotkan ke sarang tawon.

    Aroma kuat dari minyak cengkeh bertindak sebagai pengusir alami yang membuat tawon enggan untuk tetap bersarang.

    9. Gunakan Cengkeh Utuh

    Selain minyaknya, cengkeh dalam bentuk utuh juga bisa digunakan untuk mengusir tawon. Cukup letakkan atau gantungkan beberapa biji cengkeh di sekitar area yang sering didatangi tawon atau di dekat sarangnya.

    Salah satu cara efektif adalah dengan menempelkan cengkeh pada potongan lemon, lalu meletakkannya di lokasi yang strategis. Aroma dari kombinasi ini akan membuat tawon menjauh.

    10. Taburkan Bedak Bayi

    Bedak bayi juga bisa menjadi solusi alami untuk mengusir tawon. Serangga ini tidak menyukai aroma dari bedak bayi, sehingga ketika bedak ditaburkan di sekitar sarangnya atau area yang sering dilalui tawon, mereka akan segera pergi.

    Nah, itulah tadi penyebab dan cara mengusir tawon yang bersarang di rumah. Dengan menggunakan cara-cara ini, rumah dapat terbebas dari gangguan tawon tanpa perlu menghadapi risiko tersengat.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan Rawat Taman Ini Bisa Mengundang Hama ke Rumah, Hindari!


    Jakarta

    Memiliki taman rumah bisa membuat suasana sejuk, asri, dan segar. Banyaknya tanaman di kebun rumah memang memanjakan mata, namun terkadang bisa mengundang hama.

    Keberadaan hama ini bisa merusak tanaman dengan cepat. Hama maupun hewan pengganggu tanaman bisa saja datang karena kelalaian dari pemilik rumah. Tentunya pemilik rumah nggak mau dong hal itu terjadi? Nah, ada beberapa kesalahan umum yang harus diperhatikan karena bisa mengundang hama ke taman rumah.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasi mengenai kesalahan yang dapat mengundang hama tanaman.


    1. Penyiraman Berlebihan

    Penyiraman tanaman secara berlebihan menjadi salah satu penyebab utama datangnya hama ke taman rumah. Hal itu menyebabkan kelembapan berlebihan yang menjadi tempat perkembangbiakan beberapa serangga, seperti nyamuk dan agas.

    Untuk mencegahnya, penghuni rumah bisa memasang jadwal penyiraman tanaman serta memasang timer pada selang.

    Selain itu, penghuni rumah juga sebaiknya menghilangkan genangan air karena bisa menjadi tempat perkembangbiakan serangga. Genangan air ini biasanya ada di tanah maupun bawah pot.

    2. Tidak Membuang Bahan yang Membusuk

    Hama tertarik pada bahan tanaman yang membusuk. Kebun menghasilkan sejumlah besar bahan yang membusuk, seperti daun yang mati, buah yang terlalu matang, maupun sampah organik lainnya. Hal tersebut memungkinkan hama untuk mencari tempat persembunyian serta berkembang biak.

    Langkah yang bisa dilakukan adalah bersihkan kebun dari apa pun yang jatuh. Buah yang membusuk dengan cepat menarik hama yang tidak diinginkan, jadi segera ambil. Masukkan bahan yang membusuk ke dalam tempat sampah kompos atau tempat sampah.

    3. Membunuh Predator Alami

    Menurut pakar pengendalian hama dan pengelolaan vegetasi di Teminix, Terry Keyzer, membunuh predator alami adalah kesalahan berkebun umum yang menarik hama,

    “Penting untuk tidak membunuh semua serangga. Dari semua spesies serangga yang biasa ditemukan di kebun, 99 persen bermanfaat,” katanya.

    Untuk melindungi predator alami spesies hama, sangat penting untuk tidak menyemprotkan insektisida di mana-mana, sebaliknya menggunakan pendekatan yang terarah untuk menghilangkan masalah hama.

    4. Mengabaikan Keanekaragaman Tanaman

    Mengabaikan keanekaragaman tanaman adalah kesalahan berkebun lain yang mengundang hama yang tidak diinginkan. Kebun tidak hanya menyediakan sumber makanan bagi hama, tetapi juga menyebabkan penipisan nutrisi tanah, yang dapat membuat tanaman lebih rentan terhadap serangan hama.

    Sebaiknya pahami tanaman pendamping dari tiap tanaman yang ada di kebun agar lebih beranekaragam.

    5. Tidak Menanam Tanaman Pengusir Serangga

    Menanam tanaman yang dapat mengusir serangga bisa menghindari kebun rusak karena hama serangga. Contohnya, penghuni rumah bisa menanam basil atau kemangi, serai, lavender, maupun daun mint untuk mengusir lalat maupun nyamuk.

    Itulah beberapa kesalahan yang bisa mengundang hama ke taman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Lilin Ampuh Usir Lalat di Sekitar Makanan? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu hewan yang kerap ditemukan di rumah. Serangga satu ini kehadirannya tidak diinginkan karena tubuhnya kotor sehingga harus dijauhkan jangkauan makanan.

    Kita tidak pernah tahu lalat sudah hinggap di mana saja. Namun, beberapa penelitian mendapati pada kaki lalat terdapat banyak sekali bakteri dan kuman yang berbahaya apabila menempel di makanan. Kotoran yang disebar oleh lalat ke makanan, apabila tak sengaja dikonsumsi dapat menyebabkan diare, kolera, salmonella, hingga tuberkulosis.

    Jika kamu pernah lihat, di pasar banyak pedagang yang memasang lilin di jualan mereka, terutama yang menjual makanan dengan bau yang menyengat. Lilin tersebut bukan untuk menerangi dagangan atau sebagai ‘penglaris’, fungsi lilin di sini adalah untuk mengusir lalat. Lho emang ampuh?


    Dilansir Express, menurut Jordan Foster, seorang ahli pengendalian hama dari Fantastic Pest Control, mengatakan meletakkan lilin di tengah piring berisi air dapat mengusir lalat. Trik jebakan ini kerjanya mirip dengan cara menangkap laron.

    Kedua serangga tersebut mudah tertarik pada cahaya. Saat mereka mengira air adalah sumber cahaya, lalat akan terperangkap di air dan sulit keluar.

    Namun, pada saat meletakkan lilin dan air, usahakan ruangan tersebut gelap dan tidak ada sumber cahaya lain yang dapat mengalihkan perhatian lalat. Apabila memakai lilin di luar ruangan, kurang efektif.

    Ahli juga menyarankan untuk mengganti air dengan cuka. Seperti yang kita ketahui, lalat memiliki indra penciuman yang tajam. Cuka memiliki bau yang kuat sehingga mengganggu lalat untuk menemukan sumber bau makanannya.

    Ada pun cara untuk membuat jebakan ini adalah dengan menyiapkan dua sendok makan cuka sari apel, satu sendok makan gula, setengah cangkir air hangat, dan beberapa tetes sabun cuci piring.

    “Aduk hingga merata. Setelah cairan siap, tuang campuran ke dalam mangkuk. Letakkan di dekat area yang sering dihinggapi lalat,” ujarnya seperti yang dikutip detikcom, Selasa (15/4/2025).

    Meskipun cuka baunya tidak disukai lalat, tetapi karena sudah dilarutkan bersama gula, efeknya akan berbeda, yakni menarik mereka datang. Setelah lalat masuk ke dalam larutan mereka dapat mati seketika.

    Jordan juga mengingatkan selain memasang perangkap, pemilik rumah juga harus menjaga kebersihan rumah agar lalat tidak lagi tertarik masuk ke rumah. Selain itu, hindari menyimpan makanan dan minuman busuk atau kadaluarsa di dalam rumah. Lebih baik langsung buang ke luar untuk menghindari lalat buah atau lalat besar datang.

    Lalu, saluran pembuangan juga harus sering dicek dan dibersihkan agar tidak menarik lalat datang.

    “Sebaiknya Anda membeli saringan halus untuk menyaring remah-remah dan sisa makanan agar tidak masuk ke dalam pipa yang jauh lebih sulit dibersihkan,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada Malaria! Ini 4 Cara Ampuh Cegah Nyamuk Masuk ke Rumah



    Jakarta

    Nyamuk merupakan salah satu hewan pengganggu yang sering ada di rumah. Bahkan ada salah satu jenis nyamuk yaitu anopheles menjadi penyebab penyakit malaria yang berbahaya dan bisa muncul di rumah. Oleh karena itu, diperlukan pencegahan agar nyamuk tidak lagi masuk ke rumah.

    Mengutip dari situs NSW Health Pathology, upaya pencegahan nyamuk bisa dilakukan dari luar rumah. Sebelum masuk ke rumah, halaman atau area luar rumah menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Untuk itu, terdapat 4 tips berikut membasmi nyamuk di area luar rumah.

    Buang Genangan Air

    Nyamuk membutuhkan air untuk melengkapi siklus hidupnya. Air yang ada di sekitar halaman rumah bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Misalnya air di talang atap yang tersumbat atau saluran air menjadi tempat paling mungkin bagi nyamuk untuk berkembangbiak.


    Selain itu, hal yang jarang disadari juga bisa menjadi tempat bersemayam nyamuk. Seperti botol plastik bekas minuman yang masih ada airnya, tempat minum di kandang burung peliharaan, dan kolam taman yang jarang dibersihkan. Untuk itu, buang semua genangan air yang ada agar tidak dihinggapi nyamuk.

    Pasang Jaring

    Untuk menghindari nyamuk masuk ke rumah, bisa juga memasang jaring pada bagian rumah yang memiliki celah atau lubang, misalnya jendela, pintu, dan tangki air hujan.

    Pilih Tanaman

    Hati-hati jika kamu suka menanam tanaman di halaman rumah. Hal ini dikarenakan nyamuk dapat tertarik dengan tanaman tertentu yang justru mengundang mereka untuk masuk ke rumah. Tanaman yang harus dihindari di sekitar rumah adalah tanaman yang membantu nyamuk berkembang biak karena sifatnya memerangkap air, seperti bromelia.

    Pelihara Hewan Pemakan Nyamuk

    Tanpa disadari, hewan pemakan nyamuk menjadi pengendalian biologis yang baik. Kamu bisa memelihara burung, kadal, hingga capung karena mereka pemakan serangga. Jika kamu punya kolam, maka bisa pelihara katak. Namun, kamu juga jangan terlalu berharap karena mereka tidak akan makan nyamuk sebanyak yang dipikirkan hingga berhasil mengusir seluruh nyamuk.

    Nah itu lah 4 al yang bisa dilakukan untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah. Hal yang paling penting adalah menjaga lingkungan sekitar rumah agar bebas nyamuk dan terhindar dari penyakit malaria. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumput Vs Batu Kerikil, Mana yang Lebih Pas untuk Halaman Rumah?


    Jakarta

    Memiliki halaman rumah berarti detikers harus merawatnya secara rutin. Pada umumnya, orang-orang menggunakan rumput jenis gajah mini yang ditanam di halaman rumah. Hal ini dipilih agar hunian terlihat lebih asri dan adem.

    Meski begitu, ada juga pemilik rumah yang memilih menggunakan batu-batu kerikil di halaman rumah. Meski tidak terlihat hijau, tapi penggunaan batu punya kelebihan tersendiri daripada rumput.

    Alasan utama kerikil dipilih untuk halaman rumah karena dianggap mudah dirawat. Sebab, beberapa orang kerap malas merawat halaman rumah dan dibiarkan berantakan.


    Lantas, mana yang lebih pas untuk halaman rumah, apakah rumput hijau atau batu kerikil? Simak tipsnya dalam artikel ini.

    Halaman Rumah Lebih Cocok Pakai Rumput atau Kerikil?

    Penggunaan rumput memang jadi pilihan menarik untuk mempercantik halaman rumah. Namun, batu kerikil juga banyak digunakan orang-orang karena lebih gampang perawatannya.

    Pada dasarnya, penggunaan rumput atau batu kerikil untuk halaman rumah bisa tergantung dari keinginan si pemilik rumah itu sendiri. Namun, ada juga yang memperhatikan dari segi kelebihan dan kekurangannya.

    Dilansir situs True Level dan Ryno Lawn Care, berikut sejumlah kelebihan dan kekurangan antara rumput dengan batu kerikil untuk halaman rumah.

    Rumput

    Jika tertarik menggunakan rumput, pastikan detikers rutin menyiramnya secara rutin. Namun, khusus rumput gajah mini jika terlalu disiram banyak air dapat menyebabkan akar membusuk. Alhasil, rumput jadi cepat mati dan halaman rumah terlihat gundul.

    Karena rumput merupakan tanaman hidup, maka perlu diberikan pupuk secara teratur untuk menjaga kekayaan nutrisi tanah. Pilih pupuk yang kaya nitrogen karena membantu dalam pertumbuhan rumput yang subur dan memberikan warna hijau intens.

    Rumput yang tidak dirawat secara rutin akan menjadi tinggi dan terlihat tidak estetis. Pastikan kamu memotong rumput secara rutin, baik menggunakan mesin pemotong rumput atau secara manual menggunakan gunting.

    Salah satu risiko menggunakan rumput untuk halaman rumah adalah munculnya hama. Jika ditemukan tanda-tanda infestasi, segera ambil tindakan pengendalian yang sesuai. Pembersihan taman secara berkala juga membantu meminimalisir risiko serangan hama.

    Batu Kerikil

    Memasang batu kerikil sebagai pengganti rumput untuk halaman rumah dapat menjadi pilihan terbaik. Sebab, kerikil mudah dirawat dan tidak perlu dipotong atau disiram seperti rumput. Selain itu, kerikil juga dapat membantu mengurangi gulma dan hama, erosi, serta masalah lumpur.

    Penggunaan batu kerikil untuk halaman rumah juga tidak mengurangi estetika hunian. Kamu bisa memilih kerikil yang sesuai dengan keinginan dari segi jenis dan pilihan warnanya.

    Kerikil punya sejumlah kelebihan dari rumput, salah satunya memungkinkan air mengalir dengan mudah dan mencegah terjadinya genangan air di halaman rumah. Sebab, kerikil dinilai punya sifat drainase yang sangat baik.

    Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasang kerikil di rumah. Pertimbangkan kondisi cuaca dan seberapa banyak area tersebut akan dilalui manusia.

    Selain itu, pertimbangkan ukuran kerikil dan warna yang digunakan. Jangan sampai membeli batuan kerikil yang ukurannya terlalu besar atau tidak sesuai dengan cat rumah, sehingga mengurangi nilai estetika.

    Jika tidak ingin meletakkan seluruh batu kerikil di halaman rumah, kamu bisa menggunakan pembatas yang kokoh di sekeliling taman. Misalnya, kamu bisa menambahkan batu-batu yang ukurannya besar atau bebatuan karang ukuran sedang sebagai pembatas alami pada halaman.

    Itulah perebedaan antara rumput dengan batu kerikil untuk halaman rumah. Jadi, tertarik untuk menggunakan yang mana?

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com