Tag: pengerasan

  • Beton Pracetak: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya


    Jakarta

    Beton pracetak semakin populer di industri konstruksi berkat keunggulannya, seperti efisiensi waktu dan biaya, serta kualitas yang lebih terjamin karena proses produksinya di pabrik yang terkontrol.

    Namun, di balik kelebihannya, beton pracetak juga memiliki beberapa kekurangan, seperti biaya transportasi yang tinggi dan keterbatasan dalam desain.

    Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai beton pracetak, berikut pembahasan mengenai keunggulan dan kekurangan beton pracetak, serta pertimbangan penting dalam penggunaannya.


    Apa itu Beton Pracetak?

    Melansir dari Civil Today, pada Selasa (22/10/2024), beton pracetak atau bisa juga disebut beton siap pakai atau beton prafabrikasi merupakan beton yang dituangkan ke dalam cetakan yang dapat digunakan kembali lalu diawetkan dalam lingkungan yang diawasi.

    Kelebihan Beton Pracetak

    1. Penghematan Waktu Konstruksi

    Memakai beton pracetak dapat mengcegah keterlambatan proyek. Mengecor beton pracetak bisa dilakukan berbarengan dengan pekerjaan di proyek lain, seperti pekerjaan tanah dan survei.

    2. Hemat Biaya

    Beton pracetak dirancang untuk mengefisiensikan waktu sehingga bisa meningkatkan produktivitas, kualitas bangunan, dan keselamatan. Dengan begitu, biaya pengeluaran akan lebih minim daripada menggunakan konstruksi lainnya.

    3. Kualitas Terjamin

    Kelebihan utama yang didapat dari penggunaan beton pracetak adalah kualitasnya. Bahan konstruksi ini mencakup pengerasan, suhu, desain campuran, dan sebagainya. Tak hanya itu, kamu juga dapat memantau untuk pembuatan beton pracetak.

    4. Daya Tahan

    Struktur Beton pracetak memiliki masa pakai yang cukup lama serta perawatannya yang murah membuat beton ini memiliki kepadatan yang tinggi terhadap serangan asam, korosi, benturan, mengurangi rongga pada permukaan, dan bisa menahan tumpukan debu.

    5. Estetika

    Karena pembuatan beton pracetak di lingkungan pabrik yang terkendali, terdapat kombinasi warna dan tekstur yang bisa dipakai. Bermacam-macam bentuk dan ukuran juga tersedia dengan sentuhan akhir yang mulus sehingga nilai estetika produk terjamin.

    Kekurangan Beton Pracetak

    1. Investasi Awal yang Tinggi

    Jika kamu hendak memasang pabrik beton pracetak, diperlukan mesin-mesin berat yang canggih, yang memerlukan tingginya investasi di awal.

    2. Lokasi

    Lokasi pabrik produksi beton pracetak jauh dari lokasi proyek sehingga membutuhkan biaya untuk pengiriman. Maka dari itu, baya beton pracetak yang terjangkau tadi akan dibebankan juga dengan biaya transportasinya.

    3. Modifikasi

    Ukuran dan modelnya yang sama karena dibuat mirip membuat memodifikasi bentuk beton pracetak terbatas. Sebagai contoh apabila dinding beton pracetak struktural dibongkar guna keperluan modifikasi, hal ini mempengaruhi keseimbangan struktur secara keseluruhan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah! Ini Perbedaan Antara Semen, Beton, dan Mortar


    Jakarta

    Dalam membangun sebuah rumah atau gedung, dibutuhkan bahan bangunan untuk memperkuat pondasi bangunan tersebut. Setidaknya ada tiga macam bahan bangunan yang umum digunakan, yakni semen, beton, dan mortar. Apa bedanya?

    Meski sama-sama bahan bangunan, tetapi ketiganya memiliki perbedaan. Dilansir situs Toyo Mortar, hal ini dapat diketahui dari segi campuran dan proporsi bentuk untuk menghasilkan massa sebagai pengikat.

    Agar tidak salah dalam membedakan antara semen, beton, dan mortar, simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Semen

    Semen adalah sebuah bahan campuran yang terikat dan berfungsi untuk menahan bahan-bahan lain. Sebab, semen tidak dapat bekerja sendirian untuk memperkuat pondasi bangunan.

    Ada sejumlah bahan lain yang digunakan untuk campuran semen, yaitu batu kapur, kalsium, silikon, besi, dan aluminium. Ini yang akan menentukan hasil akhir dan setidaknya harus dipanaskan dalam klin besar sekitar 2.700 derajat Fahrenheit (1.482 derajat Celcius) untuk menghasilkan produk yang dikenal sebagai klinker.

    Sebagai informasi, klinker memiliki bentuk seperti kelereng dan digiling hingga menjadi bubuk. Lalu, bubuk itu ditambahkan dengan gipsum untuk menghasilkan tepung abu-abu yang disebut dengan semen.

    Ketika semen bercampur dengan air, terjadi reaksi kimia yang dapat mengubahnya menjadi keras. Ada berbagai jenis semen yang diproduksi saat ini, tapi umumnya semen yang paling sering digunakan adalah semen Portland.

    Beton

    Beton merupakan bahan banguan yang terdiri dari campuran semen, air, dan bahan agregat. Perbedaan antara semen dengan beton terletak pada bahan agregat, yakni pasir atau kerikil.

    Semen yang dipakai pada massa beton setidaknya memiliki total bentuk sekitar 10-15 persen, tetapi proporsi ini bervariasi tergantung jenis beton yang dibuat.

    Agregat ini membentuk sekitar 60-80 persen campuran beton, tergantung dalam beberapa kasus. Agregat berperan pada massa beton dan ditahan dengan reaksi aktif dari air dan semen.

    Proporsi dalam campuran agregat, semen, dan air ini akan menentukan hasil pengerasan beton tersebut. Namun tergantung juga pada kekuatan, ketahanan dalam pembukuan dan pencairan, kemampuan kerja, serta waktu.

    Perlu diingat, rasio air dan semen yang rendah akan menghasilkan campuran yang lebih tipis. Hal ini akan menyulitkan untuk dipakai sebagai elemen pengikat.

    Agar beton berperan menjadi struktural yang dapat menahan proyek struktural, maka beton sering diperkuat dengan rebar baja karena tanah di bawahnya mengendap. Rebar baja ini lebih baik digunakan untuk mendukung balok, dinding, dan pondasi bangunan lainnya.

    Mortar

    Sementara itu, mortar biasanya dipakai sebagai penyimpan bahan bangunan batu bata atau batu bersama yang merupakan kombinasi campuran dari semen tebal, air, dan pasir. Air tersebut dipakai untuk menahan campuran serta menghidrasi semen.

    Dibandingkan beton, rasio air pada semen lebih tinggi agar elemen pengikatnya dapat terbentuk. Substansi yang digunakan lebih tebal dan ideal sebagai perekat bahan bangunan, seperti batu bata.

    Selain menjadi perekat antara batu bata, mortar juga berfungsi untuk menutup permukaan yang tidak rata. Hal ini membuat pengerjaan konstruksi dinding terlihat lebih rapi.

    Mortar juga digunakan untuk proses plesteran tembok agar permukaannya menjadi rata. Lalu, mortar juga berfungsi sebagai plesteran pada saat akan memasang keramik, baik itu di lantai maupun di tembok.

    Itu dia perbedaan antara semen, beton, dan mortar. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com