Tag: pengeringan

  • 3 Cara Mudah Perbaiki Pintu Kayu Seret yang Mepet Lantai


    Jakarta

    Banyak masyarakat yang menggunakan pintu berbahan kayu sebagai pintu rumah. Salah satu alasannya karena pintu kaya lebih ringan dan tidak mudah berayun ketika udara masuk.

    Namun, pintu kayu juga memiliki sejumlah kekurangan, salah satunya adalah mengalami seret. Kondisi itu menyebabkan pintu jadi sulit dibuka karena menempel ke lantai.

    Kalaupun pintu dipaksa untuk dibuka, muncul gesekan antara pintu dengan lantai yang menimbulkan suara tidak nyaman di telinga. Selain itu, keramik juga bisa rusak karena adanya gesekan dengan pintu.


    Jika pintu rumah detikers seret hingga sulit dibuka, jangan khawatir dulu. Sebab, ada sejumlah cara mudah untuk memperbaiki pintu kayu yang seret.

    Lantas bagaimana caranya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Pintu Kayu Seret

    Dilansir situs Homes and Gardens, penyebab utama pintu rumah seret karena kelembapan yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan pergerakan yang tidak mulus karena pintu kayu memuai.

    Justin Brown selaku tukang kayu dan pemilik Timber Shelves mengatakan, pintu kayu bisa memuai dan menyusut karena adanya perubahan suhu panas dan dingin.

    “Pintu kayu dapat memuai dan menyusut seiring dengan musim lembap atau setelah terjadi perubahan suhu yang signifikan sehingga menyebabkan kelembapan tinggi. Kayu secara alami menyerap kelembapan di udara sehingga pergerakan dan pembengkakan berpotensi menyebabkan seret,” kata Justin.

    Akan tetapi, ada beberapa jenis kayu yang minim risiko untuk memuai, contohnya adalah kayu jati, kamper, dan meranti. Namun, perlu diingat juga kalau harga ketiga jenis kayu itu cukup mahal.

    Faktor lainnya karena kurang maksimal saat melakukan pengeringan atau oven kayu. Untuk mengatasi masalah ini bisa dilakukan dengan mengoven ulang pintu. Namun cara ini jarang dilakukan karena prosesnya cukup panjang, mulai dari pencopotan pintu hingga pengecatan ulang.

    Jika pintu dalam kondisi baik-baik saja, mungkin penyebabnya datang dari keramik. Soalnya, keramik lantai yang tidak rata atau terangkat juga menyebabkan pintu rumah menjadi seret.

    Cara Mengatasi Pintu Kayu Seret

    Apakah pintu rumah detikers mengalami seret sehingga sulit dibuka? Jangan panik. Sebab, ada sejumlah cara untuk mengatasinya. Berikut solusi mengatasi pintu kayu seret dengan mudah:

    1. Cek Pintu dan Kusen

    Langkah yang pertama adalah dengan mencari penyebab pintu menjadi seret. Faktor yang pertama bisa disebabkan karena bagian kusen pintu sudah kotor.

    Adanya sisa cat, tumpukan debu, atau kotoran yang menempel di sekitar kusen pintu dapat menyebabkan pintu menjadi seret. Jadi, cobalah bersihkan dulu kusen pintu sampai tidak ada kotoran.

    Selain itu, cek juga permukaan pintu yang bergesekkan dengan lantai. Pintu yang sulit dibuka akan menimbulkan tanda-tanda seperti permukaan keramik lantai tergores, cat memudar, atau sekrup pada engsel pintu kendor.

    2. Kencangkan Engsel

    Pintu kayu seret bisa disebabkan karena terdapat sejumlah sekrup yang longgar. Untuk mengatasinya, detikers hanya perlu mengencangkan engsel pintu.

    Jika sekrup berputar namun tidak kencang, cobalah ganti sekrup tersebut dengan ukuran yang lebih besar untuk mengencangkannya. Selain itu, mengatur posisi pelatnya juga dapat membantu mengatasi pintu yang mengalami seret.

    3. Pangkas Sedikit di Bagian Bawah Pintu

    Jika engsel sudah dikencangkan namun pintu masih seret, kemungkinan besar pintu kayu memuai karena kelembapan akibat perubahan suhu. Untuk mengatasinya, detikers perlu memangkas sedikit bagian bawah pintu dengan teknik serut, setelah itu dilanjutkan dengan mengamplasnya agar terlihat rapi.

    Itu tadi penjelasan tentang tiga cara mengatasi pintu kayu seret dengan mudah. Semoga membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya, Begini Tips Pilih Bahan Keset Kaki Berdasarkan Penempatannya


    Jakarta

    Keset kaki adalah salah satu perlengkapan kebersihan yang wajib ada di rumah. Namun, masalahnya kaset memiliki banyak jenisnya yang bisa dibedakan dari jenis bahan yang digunakan. Lantas, bagaimana cara memilih keset yang cocok untuk di rumah?

    Pengertian Keset

    Menurut KBBI, keset adalah pengesat kaki, terbuat dari sabut kelapa dan sebagainya atau tempat mengesat (membersihkan) kaki.

    Fungsi Keset

    Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa fungsi keset.


    1. Mencegah selip jika lantai dalam keadaan basah.

    2. Mengeringkan kaki dan mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

    3. Sebagai elemen dekorasi rumah.

    4. Mengeringkan lantai yang basah dan lembap.

    5. Mencegah kotoran dan debu masuk ke rumah.

    Tips Memilih Keset yang Tepat di Rumah

    Dilansir situs Make an Entrance, Rabu (25/9/2024), saat ingin memilih kaset, kamu perlu tahu ingin diletakkan di mana keset tersebut. Apakah di luar ruangan seperti pintu masuk dan teras atau di dalam ruangan, seperti di depan kamar mandi dan kamar tidur.

    Area Outdoor

    Barang yang akan diletakkan di luar ruangan, sebisa mungkin harus bisa beradaptasi terhadap perubahan cuaca. Maka dari itu, bahan yang disarankan adalah material yang tidak berpori seperti keset karet dan keset dari serabut kelapa.

    Keset yang terbuat dari karet tahan luntur dan memiliki permukaan anti selip yang baik. Bahan ini juga tahan lama dan biasanya modelnya cocok untuk dekorasi apa pun.

    Keset dari anyaman serabut kelapa yang terbuat dari batok kelapa memiliki tekstur kasar yang sangat bagus untuk mencegah kotoran masuk ke dalam rumah dan membersihkan sepatu yang berlumpur.

    Kedua jenis bahan ini dapat mengering dengan cepat sehingga tidak akan menimbulkan efek menggelembung pada permukaannya dan mudah dalam perawatannya.

    Area Indoor

    Bahan keset yang cocok untuk area dalam rumah harus bisa menyerap air, memiliki ketebalan yang cukup, dan desain yang menyesuaikan dengan gaya ruangan.

    Jenis keset yang disarankan di antaranya sebagai berikut.

    1. Keset Anti Slip

    Biasanya jenis keset kaki ini cocok diletakkan di depan pintu kamar mandi atau berdekatan dengan shower atau bathtub untuk mengeringkan kaki yang basah agar ketika berjalan di atas keramik tidak terpeleset. Jenis dari keset ini memiliki bahan yang bukan kain tetapi bentuknya mirip seperti buntalan dimana bagian tengahnya terdapat lubang yang tinggi dan bertekstur serta pada bagian bawahnya memiliki daya cengkram yang kuat.

    2. Keset Katun

    Bahan katun ini mirip dengan bahan pada sprei, bed cover, atau baju pada umumnya. Keset ini biasanya diletakkan di tempat yang mudah lembab sehingga mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri pada kaki. Namun, keset ini memiliki kemampuan pengeringan yang rendah jika terkena daerah yang mudah berair berlebih.

    3. Keset PVC

    Keset PVC adalah keset yang terbuat dari plastik. Meskipun sifat plastik tidak menyerap air, tetapi untuk keset digunakan plastik yang bisa menyerap air.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Waktu yang Dibutuhkan Cat Kayu Kering Sempurna


    Jakarta

    Mewarnai pagar atau kursi kayu merupakan salah satu cara untuk melindungi kayu dari kelembapan, serangga, dan radiasi UV. Sebelum memulai menggunakan kuas, penting bagi kamu mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan agar cat kering sepenuhnya.

    Setelah oleskan ke permukaan kayu, pewarna dapat kering ketika disentuh setelah empat hingga delapan jam. Namun untuk benar-benar kering kamu perlu menunggu sekitar 24 hingga 72 jam.

    Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi lamanya cat kayu untuk mengering. Mulai dari jenis kayu, jenis cat, suhu, kelembapan, dan aliran udara di sekitar area tersebut.


    Melansir The Spruce, Jumat (4/10/2024), berikut estimasi lama cat mengering berdasarkan jenis kayu dan jenis cat yang digunakan.

    Jenis Kayu

    1. Kayu Keras

    Kayu keras cocok dengan pewarna kayu. Setelah diaplikasikan, pewarna kayu cepat kering saat disentuh dalam waktu empat hingga delapan jam, dan akan kering sepenuhnya dalam waktu 24 hingga 48 jam.

    2. Kayu Lunak

    Kayu lunak jauh lebih berpori daripada kayu keras, butuh waktu lebih lama untuk cat mengering. Gunakan kondisioner pra-pewarna pada kayu lunak sebelum pewarnaan untuk menghindari hasil akhir yang tidak merata.

    Setelah aplikasi, pewarna kayu mengering saat disentuh dalam waktu 10 hingga 12 jam, dan mengering sepenuhnya dalam waktu 72 jam.

    3. Kayu yang Diolah dengan Tekanan

    Kayu yang diolah dengan tekanan umumnya digunakan untuk dek dan pagar serta menyerap pewarna kayu seperti halnya kayu keras.

    Setelah diaplikasikan, pewarna kayu mengering saat disentuh dalam waktu empat hingga delapan jam dan mengering sepenuhnya dalam waktu 24 hingga 48 jam.

    Jenis Cat

    1. Cat Kayu Berbasis Air

    Cat ini akan mengering dalam waktu tiga hingga empat jam dan mengeras sepenuhnya dalam waktu 24 hingga 48 jam. Hal ini karena pelarut dalam pewarna kayu berbasis air.

    Perlu diperhatikan bahwa tingkat kelembapan yang tinggi dapat memperpanjang pengeringan hingga beberapa jam.

    2. Cat Kayu Berbahan Minyak

    Biasanya dibuat dengan pewarna berwarna dan minyak biji rami, yang berfungsi sebagai resin atau pengikat. Formula ini membantu meningkatkan daya tahan dan ketahanan pewarna, namun lebih lama dalam pengeringan.

    Pewarna berbahan minyak mengering setelah 12 hingga 48 jam dan akan mengeras sepenuhnya dalam waktu 72 jam.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Cat Biar Hasilnya Sesuai Harapan Saat Kering



    Jakarta

    Pastinya kamu pernah merasa bingung ketika melihat cat yang kering ternyata berbeda dengan warna yang kamu perkirakan. Sering kali ketika cat kering, warna yang timbul cenderung lebih gelap atau lebih terang dari yang diperikan.

    Berikut tips memastikan kamu bisa mendapatkan hasil warna cat yang sesuai dengan pilihan kamu, serta pengaruh yang menyebabkan perbedaan hasil warna cat.

    Faktor Pengaruh Cat Ketika Mengering

    Melansir The Spruce, pada Senin (4/11/2024), umumnya, cat dalam keadaan basah terlihat lebih cerah dibandingkan saat sudah kering. Artinya saat cat mengering, warnanya cenderung menjadi lebih gelap. Beberapa faktor dapat mempengaruhi perubahan warna cat saat proses pengeringan, termasuk jenis cat, suhu, dan tingkat kelembapan.


    Jenis Cat

    Hasil akhir dari cat sangat dipengaruhi oleh jenis cat yang kamu pilih. Ini disebabkan oleh variasi dalam komposisi kimia dari berbagai jenis cat, seperti cat akrilik, lateks, dan cat berbasis minyak.

    Cat Arilik

    Cat akrilik kering dengan cepat dan memiliki perubahan warna yang minimal antara aplikasi dan kondisi keringnya. Jenis cat yang larut dalam air ini sangat cocok untuk lemari, lis interior, dan bahkan permukaan logam.

    Cat Lateks

    Sementara itu, cat lateks juga berbasis air, tetapi cenderung memerlukan waktu lebih lama untuk kering, yang dapat menyebabkan warnanya tampak lebih gelap setelah mengering dibandingkan saat pertama kali diaplikasikan.

    Cat ini umumnya digunakan untuk langit-langit dan dinding interior, tetapi juga dapat diterapkan pada beton, plester, atau dinding luar.

    Cat Minyak

    Cat berbasis minyak memiliki konsentrasi pigmen yang tinggi dan biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering dibandingkan dengan cat akrilik atau lateks.

    Proses pengeringan yang lebih lama dan kepadatan pigmen ini membuat warna cat terlihat lebih gelap dan lebih buram setelah kering. Gunakan jenis cat ini di area seperti kamar mandi, dapur, lorong, dan tempat lain yang sering digunakan.

    Jenis Finishing

    Tipe lapisan cat yang kamu pilih juga mempengaruhi penampilan cat saat kering, karena cara cahaya berinteraksi dengan tekstur dan permukaan cat.

    Contohnya, lapisan akhir yang mengkilap dapat memberikan kesan warna yang lebih kaya dan dalam, tetapi juga dapat membuat cat terlihat lebih gelap.

    Namun sebaliknya, cat dengan lapisan akhir satin sering kali mengering dengan warna yang lebih gelap. Sementara lapisan akhir matte atau datar cenderung menyerap lebih banyak cahaya, sehingga cat tampak lebih cerah.

    Warna Dasar

    Kamu mungkin menggunakan cat dasar putih sebagai langkah awal untuk proyek pengecatan kamu, tetapi warna cat dasar dapat mempengaruhi penampilan cat saat diaplikasikan dan setelah kering.

    Jika kamu memilih cat berwarna terang, cat dasar putih atau yang memiliki rona terang adalah pilihan yang tepat untuk mencapai tampilan yang diinginkan. Namun, jika kamu menggunakan cat dengan warna yang lebih gelap, sebaiknya gunakan cat dasar abu-abu agar cat tidak terlihat lebih cerah setelah diaplikasikan.

    Lapisan Kedua Membuat Cat Lebih Gelap?

    Menggunakan lapisan kedua cat dapat membantu memastikan hasil yang diinginkan. Lapisan tambahan ini meningkatkan cakupan keseluruhan, mengurangi efek dari cat dasar, dan memberikan tampilan yang lebih gelap serta lebih jenuh.

    Lapisan kedua juga menambah kepadatan pigmen, yang mengurangi jumlah cahaya yang bisa menembus lapisan cat.

    Namun, perlu diingat bahwa meskipun lapisan kedua dapat membuat cat tampak lebih gelap, ada beberapa faktor lain yang juga dapat mempengaruhi warna cat saat mengering, seperti jenis cat dan tipe lapisan akhir yang digunakan.

    Faktor Suhu dan Kelembapan

    Pengecatan pada suhu rendah membuat cat membutuhkan waktu lebih lama untuk kering, yang menghasilkan tampilan yang lebih gelap. Sebaliknya, pengecatan pada suhu tinggi dapat memberikan efek yang berbeda.

    Jika suhu terlalu tinggi, lapisan atas cat mungkin mengering lebih cepat daripada lapisan bawah, berpotensi menyebabkan cat melengkung atau retak.

    Di sisi lain, jika kelembapan terlalu tinggi, pelarut dalam cat akan menguap lebih lambat. Waktu pengeringan yang lama ini bisa membuat cat tampak lebih gelap, tetapi juga dapat mengakibatkan pengeringan yang tidak merata, munculnya garis-garis, dan perubahan warna.

    Di lingkungan dengan kelembapan rendah, pengeringan berlangsung lebih cepat, namun jika lapisan atas cat mengering terlalu cepat, itu bisa menimbulkan masalah di kemudian hari, seperti cat melengkung, retak, atau melepuh.

    Tips untuk Memastikan Pemilihan Warna yang Tepat

    Sebelum memulai proyek pengecatan, ada beberapa saran yang perlu diperhatikan untuk membantu kamu memilih warna yang tepat dan mendapatkan tampilan yang diinginkan setelah cat mengering.

    Lakukan uji sampel cat kecil pada sepotong kayu sebagai cara yang sangat efektif untuk melihat seperti apa tampilan cat setelah kering.

    Untuk hasil yang paling akurat, pastikan pengujian dilakukan dengan cara yang sama seperti saat kamu akan mengecat ruangan.

    Perhatikan cat dalam pencahayaan yang tepat sebelum mengecat seluruh ruangan. Seringkali, pencahayaan di suatu ruangan dapat membuat cat terlihat berbeda dibandingkan dengan ruangan lain atau di luar, jadi sebaiknya lakukan pengujian di tempat yang akan dicat.

    Campurkan cat dengan baik sebelum digunakan untuk memastikan pigmen tercampur merata, sehingga mengurangi risiko ketidakkonsistenan warna.

    Tunggu hingga cat benar-benar kering dan mengeras untuk mendapatkan gambaran akhir tentang tampilannya.

    Setelah aplikasi, cat biasanya akan terlihat lebih cerah, tetapi setelah beberapa jam, pelarutnya akan menguap sepenuhnya, sehingga kamu dapat memperoleh pemahaman yang lebih akurat tentang warna cat yang sebenarnya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Cepat Mengeringkan Pakaian saat Musim Hujan


    Jakarta

    Mengeringkan pakaian saat musim hujan bisa menjadi tantangan tersendiri. Sebab, tidak adanya sinar matahari bisa membuat udara lembap ditambah lagi cipratan air hujan membuat cucian semakin lama keringnya.

    Pakaian yang lembap bisa memicu tumbuhnya jamur yang tidak baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengeringkan pakaian.

    Namun jangan khawatir! Kamu juga bisa tetap mengeringkan pakaian dengan cepat lho walaupun lagi musim hujan. Begini caranya.


    1. Maksimalkan Putaran Mesin Pengering

    Dilansir dari Lifestyle Clotheslines, langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk memastikan pakaian kering lebih cepat adalah dengan memaksimalkan putaran mesin pengering pakaian. Proses ini akan membantu menghilangkan sebanyak mungkin air dari pakaian sebelum kamu menjemurnya.

    Dikutip dari Homes & Gardens, untuk memaksimalkan putaran mesin pengering, pastikan beberapa hal berikut ini.

    – Jangan menambahkan pakaian basah ketika mesin pengering sedang bekerja

    – Jangan masukkan pakaian basah ke dalam mesin pengering hingga overload

    – Bersihkan ventilasi mesin pengering

    – Jangan mengeringkan pakaian dengan benda lain atau dengan bahan berbeda

    – Segera keluarkan pakaian yang sudah dikeringkan, jika tidak maka pakaian akan lembab dan bergumal

    2. Jemur Pakaian di Dalam Ruangan

    Selama musim hujan, menjemur pakaian di dalam ruangan menjadi pilihan yang lebih praktis. Beberapa teknik efisien yang bisa kamu terapkan adalah sebagai berikut.

    – Gunakan Jemuran Portabel

    Jemuran portabel adalah investasi yang tepat karena membantu mencegah bau apek pada pakaian dan meningkatkan sirkulasi udara. Jemuran portabel mudah dipindah-pindah, serta bisa dilipat sehingga bisa menghemat tempat saat tidak digunakan.

    Pastikan untuk meletakkan pakaian secara rapi di atas jemuran ini untuk memastikan udara bisa memiliki sirkulasi yang baik sehingga bisa mempercepat proses pengeringan.

    – Gunakan Hanger atau Gantungan Baju

    Menggunakan hanger atau gantungan baju juga bisa membantumu mempercepat proses pengeringan pakaian. Pastikan pakaian tersusun rapi di atas gantungan untuk hasil yang lebih baik.

    “Hindari meninggalkan pakaian di mesin cuci terlalu lama saat masih bahas. Hal ini bisa menyebabkan pakaian menjadi bau dan berkembangnya jamur,” kata Joyce French dari Home How, dikutip dari Homes & Gardens, Kamis (4/1/2024).

    Ia menyarankan untuk segera menggantung pakaian setelah dicuci agar bisa cepat kering.

    3. Gunakan Kipas dan Sirkulasi Udara

    Dalam cuaca yang lembap, penggunaan kipas, air purifier, atau jendela terbuka bisa membantu menghilangkan kelembaban dan mempercepat proses pengeringan. Jika memungkinkan, gunakan perabot-perabot tersebut yang hemat energi agar tidak boros listrik.

    “Pastikan setel kipas dengan kekuatan rendah agar pakaian tidak ‘beterbangan’,” kata professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, dikutip dari Homes & Gardens.

    4. Kelompokkan Pakaian

    Penting untuk mengelompokkan pakaian berdasarkan berat dan ketebalan. Prioritaskan pengeringan pakaian yang lebih ringan dan tipis terlebih dahulu untuk memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik.

    5. Gunakan Metode Pengeringan Alternatif

    Kamu juga bisa mencoba metode pengeringan alternatif, yaitu menggunakan alat-alat elektronik, seperti pengering rambut atau setrika. Pastikan untuk memperhatikan jenis kain dan pengaturan suhu agar pakaian tetap aman dari kerusakan.

    6. Jangan Sampai Pakaian Menyentuh Lantai

    Menurut professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, ketika menjemur pakaian basah jangan sampai menyentuh lantai karena akan menciptakan kelembaban dan membuat pakaian lebih lama keringnya. Ia menyarankan untuk menjemur pakaian di dekat jendela atau pintu agar terkena sirkulasi udara.

    “Jika kamu tidak memiliki tali untuk menjemur pakaian, kamu bisa menggantung pakaian di kursi atau di rak pengering,” tuturnya.

    Itulah beberapa tips ampuh mengeringkan pakaian dengan cepat dan efisien di musim hujan. Mengeringkan pakaian di musim hujan memang bisa menjadi tantangan, tetapi dengan tips-tips di atas, kamu bisa mengatasi masalah ini dengan lebih mudah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! 6 Tips Mendapatkan Hasil Cat yang Tahan Lama


    Jakarta

    Saat mengecat dinding rumah, tentunya kamu menginginkan hasil cat yang sempurna dan juga tahan lama. Dalam memilih cat tidak bisa asal dan saat mengecat juga tidak boleh sembarangan.

    Apabila kamu menginginkan hasil cat yang tahan lama, ada beberapa tips yang bisa digunakan. Dilansir dari Davis Painting, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan hasil cat yang tahan lama.

    Pilih Cat Berkualitas Tinggi

    Kualitas cat yang kamu pilih memegang peranan penting dalam ketahanannya. Cat yang premium biasanya diformulasikan dengan pigmen dan pengikat berkualitas tinggi sehingga menghasilkan daya tutup serta daya tahan yang lebih baik.


    Untuk interior, pilih cat yang dapat tahan gores dan noda. Untuk eksterior, gunakan cat tahan cuaca yang dirancang untuk menahan kondisi buruk seperti sinar UV, hujan, dan suhu.

    Persiapkan Permukaan secara Menyeluruh

    Persiapan permukaan yang tepat sangat penting agar cat dapat melekat dengan baik. Jika permukaan tidak dibersihkan, dihaluskan, atau diberi cat dasar dengan benar, cat tidak akan melekat dengan baik dan akan mulai mengelupas atau terkelupas lebih cepat.

    Bersihkan kotoran, debu, dan minyak menggunakan detergen lembut dan air. Isi setiap retakan, lubang, atau ketidaksempurnaan dengan dempul. Ampelas permukaan untuk menciptakan dasar cat yang halus dan rata.

    Aplikasikan Beberapa Lapisan Cat

    Meskipun terkadang mengaplikasikan satu lapisan cat tebal membuat pekerjaan lebih cepat selesai, penggunaan beberapa lapisan cat tipis akan menghasilkan hasil akhir yang lebih tahan lama.

    Lapisan cat tipis mengering secara merata dan melekat lebih baik sehingga mengurangi risiko terkelupas, retak, atau menggelembung seiring waktu. Biarkan setiap lapisan mengering sepenuhnya sebelum mengaplikasikan lapisan berikutnya.

    Perhatikan Cuaca

    Jika kamu mengecat bagian luar rumah, kondisi cuaca memegang peranan penting dalam menentukan seberapa lama cat akan bertahan. Mengecat dalam suhu yang sangat panas, dingin, atau lembap dapat mencegah cat mengering dengan baik.

    Suhu terbaik untuk pengecatan eksterior berkisar antara 10°C hingga 29°C dengan tingkat kelembapan rendah. Hindari pengecatan tepat sebelum hujan atau pada hari yang berangin.

    Berikan Waktu Pengeringan yang Cukup

    Penting untuk membiarkan cat mengering sepenuhnya yang dapat memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu tergantung pada jenis cat dan kondisi lingkungan. Waktu pengeringan eksterior akan lebih lama dari permukaan interior.

    Kebanyakan cat interior mengering dalam waktu dua minggu, tetapi ada baiknya menunggu sebelum membersihkan atau memperbaikinya. Jika terburu-buru dalam melakukan pengeringan cat, dapat merusak lapisan akhir dan mengurangi keawetan cat.

    Perawatan Rutin

    Setelah pengecatan selesai, perawatan rutin dapat membantu memperpanjang usia cat. Kotoran, debu, dan jamur dapat menumpuk di dinding serta permukaan eksterior yang akan merusak cat.

    Itulah beberapa cara agar cat di dalam maupun luar ruangan bisa tanah lama. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisakah Mengecat Rumah Saat Musim Hujan? Jawabannya Bisa, Asal…



    Jakarta

    Bagi kamu yang ada niat ngecat rumah, mungkin akan ragu-ragu kalau sedang musim hujan. Takutnya hujan tiba-tiba mengguyur rumah padahal catnya belum kering.

    Mengecat rumah memang perlu mempertimbangkan berbagai hal, termasuk cuaca. Namun, sebenarnya apa bisa mengecat rumah saat cuaca hujan atau setengah hujan? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

    Kapan Kita Bisa Mengecat Rumah saat Musim Hujan?

    Ternyata kamu bisa saja melanjutkan proyek mengecat rumah saat musim hujan, baik dalam ruangan maupun eksterior. Hal ini dengan catatan, cat tidak bersentuhan langsung dengan air hujan.


    Ini berlaku sepanjang proses pengecatan, mulai dari permukaan yang belum dicat hingga permukaan yang sudah dicat dan benar-benar kering.

    Proyek mengecat dalam ruangan bahkan bisa dilanjutkan saat hujan turun di luar, selama airnya tidak masuk ke dalam rumah. Namun, kamu harus memastikan bahwa agar air hujan tidak bisa tembus ke dalam rumah melalui jendela terbuka.

    Pertimbangkan Saat Mengecat Rumah di Musim Hujan

    Mengecat rumah saat musim hujan memerlukan perhatian ekstra terhadap faktor-faktor tertentu. Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat mengecat rumah di musim hujan.

    1. Kelembapan

    Pada musim hujan, kelembapan udara biasanya tinggi. Ini akan membuat cat memerlukan waktu lebih lama untuk mengering dibandingkan saat cuaca cerah. Oleh karena itu, kamu harus bersiap untuk menunggu lebih lama sebelum menerapkan lapisan cat kedua.

    2. Kondisi Permukaan

    Pastikan permukaan yang akan kamu cat benar-benar kering. Jika permukaan tersebut basah, kamu perlu memastikannya kering terlebih dahulu. Beberapa area yang terlindung dari sinar matahari, retak-retak kecil pada dinding, atau lubang paku, mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk mengering.

    3. Suhu

    Suhu juga memainkan peran penting dalam proses pengeringan cat. Semakin rendah suhu, semakin lama cat akan mengering. Pastikan untuk memeriksa rekomendasi suhu minimum pada label cat yang kamu gunakan.

    4. Jangka Waktu

    Perhatikan perkiraan cuaca. Jika cuaca diprediksi akan memburuk atau suhu akan turun di bawah suhu minimum yang disarankan dalam 10 jam setelah pengaplikasian cat, sebaiknya tunda pekerjaan mengecatmu.

    5. Memperbaiki Permukaan yang Terkena Hujan

    Jika terkena hujan, permukaan yang belum kering akan membentuk garis-garis akibat cat yang luntur. Solusi terbaik adalah menunggu hingga cat benar-benar kering, lalu mengikis garis-garis cat yang luntur tersebut dengan pisau. Area yang terkena hujan mungkin memerlukan pengamplasan ringan sebelum dicat ulang.

    Demikian faktor-faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat ingin mengecat rumah di musim hujan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kamu bisa memutuskan apakah aman untuk melanjutkan proyek mengecat rumah saat hujan datang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Pintu Kayu Seret? Ini Dia Penyebab dan Cara Atasinya



    Jakarta

    Pintu berbahan dasar kayu masih menjadi andalan sebagian masyarakat Indonesia. Namun, terkadang pintu kayu bisa mengalami masalah mulai dari rayap hingga seret susah dibuka.

    Pintu kayau yang seret tentu sangat menjengkelkan karena mengganggu aktivitas penghuni rumah. Belum lagi, gesekan antara pintu dengan lantai biasanya menimbulkan suara tidak nyaman di telinga. Lama-lama pintu maupun lantai bisa rusak karena gesekan.

    Lantas, apa sih penyebab pintu kayu seret dan susah dibuka? Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.


    Penyebab Pintu Kayu Seret

    Dilansir situs Homes and Gardens, penyebab utama pintu rumah seret karena kelembapan yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan pergerakan yang tidak mulus karena pintu kayu memuai.

    Justin Brown selaku tukang kayu dan pemilik Timber Shelves mengatakan, pintu kayu bisa memuai dan menyusut karena adanya perubahan suhu panas dan dingin.

    “Pintu kayu dapat memuai dan menyusut seiring dengan musim lembap atau setelah terjadi perubahan suhu yang signifikan sehingga menyebabkan kelembapan tinggi. Kayu secara alami menyerap kelembapan di udara sehingga pergerakan dan pembengkakan berpotensi menyebabkan seret,” kata Justin.

    Akan tetapi, ada beberapa jenis kayu yang minim risiko untuk memuai, contohnya adalah kayu jati, kamper, dan meranti. Namun, perlu diingat juga kalau harga ketiga jenis kayu itu cukup mahal.

    Faktor lainnya karena kurang maksimal saat melakukan pengeringan atau oven kayu. Untuk mengatasi masalah ini bisa dilakukan dengan mengoven ulang pintu. Namun cara ini jarang dilakukan karena prosesnya cukup panjang, mulai dari pencopotan pintu hingga pengecatan ulang.

    Jika pintu dalam kondisi baik-baik saja, mungkin penyebabnya datang dari keramik. Soalnya, keramik lantai yang tidak rata atau terangkat juga menyebabkan pintu rumah menjadi seret.

    Cara Mengatasi Pintu Kayu Seret

    Kalau kamu mengalami permasalahan yang sama, tenang saja, ada sejumlah cara untuk mengatasinya. Berikut solusi mudah pintu kayu seret.

    1. Cek Pintu dan Kusen

    Langkah yang pertama adalah dengan mencari penyebab pintu menjadi seret. Faktor yang pertama bisa disebabkan karena bagian kusen pintu sudah kotor.

    Adanya sisa cat, tumpukan debu, atau kotoran yang menempel di sekitar kusen pintu dapat menyebabkan pintu menjadi seret. Jadi, cobalah bersihkan dulu kusen pintu sampai tidak ada kotoran.

    Selain itu, cek juga permukaan pintu yang bergesekkan dengan lantai. Pintu yang sulit dibuka akan menimbulkan tanda-tanda seperti permukaan keramik lantai tergores, cat memudar, atau sekrup pada engsel pintu kendor.

    2. Kencangkan Engsel

    Pintu kayu seret bisa disebabkan karena terdapat sejumlah sekrup yang longgar. Untuk mengatasinya, detikers hanya perlu mengencangkan engsel pintu.

    Jika sekrup berputar namun tidak kencang, cobalah ganti sekrup tersebut dengan ukuran yang lebih besar untuk mengencangkannya. Selain itu, mengatur posisi pelatnya juga dapat membantu mengatasi pintu yang mengalami seret.

    3. Pangkas Sedikit di Bagian Bawah Pintu

    Jika engsel sudah dikencangkan namun pintu masih seret, kemungkinan besar pintu kayu memuai karena kelembapan akibat perubahan suhu. Untuk mengatasinya, detikers perlu memangkas sedikit bagian bawah pintu dengan teknik serut, setelah itu dilanjutkan dengan mengamplasnya agar terlihat rapi.

    Itu tadi penjelasan tentang tiga cara mengatasi pintu kayu seret dengan mudah. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Bersihkan Rumah Setelah Banjir Surut


    Jakarta

    Hujan deras dapat menimbulkan banjir yang menggenang seisi rumah. Bangunan dan barang-barang di dalam rumah menjadi basah dan kotor.

    Kotoran dari luar rumah pun terbawa air masuk ke dalam rumah. Jika mengalami banjir, kamu perlu segera membersihkan dan mengeringkan rumah setelah surut.

    Namun, perlu diingat untuk menjaga higienitas selama membersihkan rumah. Gunakan sepatu bot, sarung tangan, dan kaca mata agar kamu tidak terkena air kotor.


    Lalu, hati-hati juga dengan hewan yang biasa muncul setelah banjir, seperti ular, tikus, dan kecoak. Lantas, bagaimana cara membersihkan rumah setelah banjir? Simak tipsnya berikut ini.

    Tips Bersihkan Rumah Setelah Banjir

    Inilah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan rumah usai banjir seperti yang dikutip dari NSW Health.

    1. Siram Air di Dalam Rumah

    Bersihkan lumpur dan kotoran dengan menyiramkan air bersih. Kamu bisa menyiram air menggunakan selang dari posisi paling tinggi ke paling rendah di dalam rumah.

    2. Keringkan Rumah

    Selanjutnya, kamu perlu mengeringkan bagian rumah yang bekas tergenang air. Sebab, rumah yang masih basah atau lembap bisa ditumbuhi jamur.

    Bukalah semua jendela dan pintu saat cuaca panas. Kamu juga bisa menyalakan kipas untuk mempercepat proses pengeringan. Periksa apa ada air dan lumpur yang terperangkap di rongga dinding atau lantai.

    3. Bersihkan Permukaan Keras

    Lantai, dinding, bangku, dan wastafel yang permukaannya keras harus dibersihkan secara menyeluruh dengan air sabun panas. Lalu, didisinfeksi permukaannya dengan cara mengelap atau menyemprot menggunakan larutan pemutih klorin atau produk yang diberi label sebagai disinfektan. Setelah didisinfeksi, biarkan permukaan kering.

    4. Bersihkan Furnitur

    Matras yang terendam banjir cukup sulit untuk dibersihkan dan mungkin perlu diganti. Namun, kasur yang terbuat dari karet busa dapat dicuci secara menyeluruh dengan menyiram air memakai selang dan larutan detergen. Lalu, peras kasur dan biarkan kering.

    Jenis kasur atau furnitur lain, seperti kursi dapat dikeringkan di bawah sinar matahari lalu disemprot secara menyeluruh dengan larutan disinfektan. Sebaiknya konsultasikan dengan jasa perbaikan furnitur setempat jika tidak yakin dengan kondisinya.

    5. Cuci Bahan Kain

    Untuk seprai, selimut, dan pakaian yang terendam banjir harus dicuci dengan air panas kalau bahannya tahan panas. Selain itu, bahan kain juga bisa di-dry clean.

    6. Disinfektan Benda

    Jangan lupa juga mencuci dan disinfektan benda-benda keras lainnya yang terkena air banjir, misalkan mainan anak-anak.

    7. Atasi Jamur dan Lumut

    Jamur atau lumut dapat tumbuh jika seisi rumah tidak benar-benar kering. Jika menemukan jamur atau lumut, kamu bisa menghilangkannya dengan pemutih.

    Namun, bahan tersebut dapat merusak beberapa barang rumah tangga. Jangan lupa gunakan masker saat bekerja dengan jamur yang membandel.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior buat Dinding Rumah


    Jakarta

    Saat mengecat dinding, kamu perlu membedakan penggunaan cat untuk interior dan eksterior rumah. Walaupun sama-sama cairan pigmen, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda untuk menyesuaikan kondisi dinding.

    Cat interior digunakan pada bagian dalam rumah, seperti kamar, lorong, kamar mandi, dan dapur. Cat ini juga sudah dirancang agar tahan terhadap perubahan suhu dan kelembaban.

    Sementara itu, cat eksterior diaplikasikan pada bagian luar rumah. Cat ini lebih tahan dengan berbagai kondisi alam seperti hujan, angin, dan perubahan cuaca.


    Lantas, apa saja perbedaan cat interior dan eksterior? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Real Milk Paint.

    5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

    Inilah perbedaan antara cat interior dan eksterior yang perlu kamu tahu agar tidak salah pakai.

    1. Bahan Dasar dan Fungsinya

    Cat interior dan eksterior memiliki perbedaan pada bahan dasar dan fungsinya. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan peliharaan.

    Oleh karena itu, cat interior mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah, sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

    Sedangkan untuk cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan yang lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

    2. Pilihan Warna dan Tekstur

    Pilihan warna dan tekstur cat interior dan eksterior rumah berbeda. Cat interior punya tampilan matte atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Selain itu, cat interior juga punya banyak pilihan warna yang menarik, sehingga kamu dapat menyesuaikan dengan konsep rumah kamu.

    Sementara, cat eksterior sering kali memiliki pilihan warna dan tekstur yang jauh lebih terbatas dibandingkan cat interior. Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

    3. Teknik Pengaplikasian

    Cara mengaplikasikan kedua jenis cat tersebut juga berbeda. Mengecat bagian interior bisa dikatakan prosesnya relatif lebih mudah dan bisa dilakukan tanpa keahlian yang benar-benar khusus. Kamu cuma butuh kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

    Sementara itu, teknik cat eksterior jauh lebih kompleks karena cat tersebut harus tahan terhadap kondisi cuaca ke depan. Pemilihan cat dan aplikasi harus sangat tepat, terlebih dalam pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Dalam mengaplikasikan cat eksterior, alat yang digunakan adalah semprotan, rol khusus, atau bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

    4. Proses Pengeringan

    Selanjutnya, jangka waktu untuk proses pengeringan kedua cat tersebut pun berbeda. Cat interior dan eksterior punya perbedaan yang signifikan karena pengaruh kondisi lingkungan dan komposisi kimia yang terkandung dalam cat. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering. Cat interior biasanya memerlukan waktu sekitar 2 hingga 4 jam untuk proses pengeringannya.

    Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan menjadi jauh lebih lama karena harus tahan terhadap cuaca luar yang berubah-ubah. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

    5. Harga

    Harga cat eksterior biasanya lebih mahal dibandingkan cat interior. Sebab, cat eksterior mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik. Sedangkan untuk cat interior cenderung lebih terjangkau karena tidak menawarkan ketahanan dan perlindungan yang sama.

    Itulah perbedaan cat interior dan eksterior buat dinding rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com