Tag: penggunaan air

  • Jurus Jitu Cegah Tagihan PDAM Bengkak



    Jakarta – Selain menggunakan sumur, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjadi salah satu solusi untuk mendapatkan air bersih. Seperti yang kita sudah ketahui, air bersih sangat penting untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari.

    Lewat PDAM kamu akan berlangganan untuk mendapatkan air bersih. Sehingga kamu akan dikenakan biaya tagihan setiap bulannya sesuai dengan jumlah air yang digunakan. Jadi semakin boros kamu menggunakan air, maka tagihan PDAM juga akan membengkak.

    Agar terhindari dari biaya tagihan PDAM yang mahal, maka kamu perlu menghemat penggunaan air PDAM. Untuk memudahkan kamu, berikut ada beberapa tips yang dikutip dari PDAM Pintar, Minggu (4/2/2024), untuk mencegah tagihan air PDAM bengkak.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Maksimalkan Sirkulasi Udara Supaya Rumah Terasa Sejuk


    Jakarta

    Rumah yang sehat harus mempunyai sirkulasi udara yang memadai. Dengan memiliki sirkulasi, udara di rumah akan penuh dengan oksigen agar terasa lebih segar dan sejuk.

    Sebaliknya, rumah dengan sirkulasi yang buruk akan terasa pengap, sehingga bisa mengganggu aktivitas di rumah. Mulai dari kualitas tidur yang menurun hingga munculnya gangguan kesehatan mungkin saja terjadi karena udara pengap.

    Lalu, bagaimana cara memaksimalkan sirkulasi udara di rumah? Simak caranya di sini, dikutip dari Real Simple, Selasa (9/7/2024).


    Tips Maksimalkan Sirkulasi Udara

    1. Buka Jendela Rumah

    Tentunya cara paling mudah meningkatkan sirkulasi udara adalah membuka jendela agar udara segar masuk ke dalam rumah. Namun, perlu diperhatikan bahwa udara luar mungkin mengandung polusi. Sebelum membuka jendela, cek kualitas udara di daerahmu masing-masing, ya!

    2. Manfaatkan AC

    Menyalakan AC adalah cara andal untuk meningkatkan aliran udara di seluruh rumah. Pastikan untuk rutin mengganti filter AC setiap bulan guna mencegah masuknya debu dan polutan ke dalam rumah.

    3. Nyalakan Kipas Angin

    Menurut Glory Dolphin, seorang ahli kualitas udara, menyalakan kipas langit-langit atau kipas kotak bisa membantu memperlancar sirkulasi udara di ruangan. Hal ini tidak hanya memberikan efek pendinginan, tetapi juga membantu mengatasi pengap pada ruangan.

    4. Gunakan Kipas Kamar Mandi dan Dapur

    Selain menghilangkan kelembapan, kipas penghisap udara di kamar mandi dan dapur bisa menciptakan tekanan negatif. Ini membantu udara segar masuk dari luar. Jangan lupa tetap menggunakan air purifier atau pemurni udara jika kamu khawatir akan polusi lingkungan.

    5. Teknik Tekanan Negatif dengan Pemanasan Ruangan

    Glory Dolphin merekomendasikan teknik tekanan negatif dengan memanaskan satu ruangan pada suatu hari dengan pintu tertutup, lalu membuka jendela di hari berikutnya. Ini membantu mengeluarkan udara yang sudah ‘basi’ dan membawa udara segar ke dalam rumah.

    6. Gunakan Air Purifier dengan Filter HEPA

    Penggunaan air purifier, terutama yang dilengkapi dengan filter high-efficiency particulate air (HEPA), bisa membantu menyaring polutan dan alergen dari udara. Pastikan untuk memilih pemurni udara yang sesuai dengan kebutuhan rumahmu.

    Itulah cara memaksimalkan sirkulasi udara supaya rumah terasa sejuk. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahaya Cuaca Lembab buat Rumah dan Kesehatan, Catat Cara Mengatasinya!



    Jakarta

    Cuaca lembab dapat memberikan dampak serius bagi rumah kamu. Kelembapan yang tinggi tidak hanya menciptakan suasana yang tidak nyaman, tetapi juga menjadi lahan subur bagi pertumbuhan jamur dan masalah kesehatan yang mengikutinya.

    Pahami lebih dalam tentang efek cuaca lembab dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk melindungi rumah serta kesehatan keluarga kamu.

    Pertumbuhan Jamur

    Melansir The Spruce, pada Senin (4/11/2024), jika rumah kamu cenderung lembap jamur dapat berkembang dengan cepat. Jamur bisa tumbuh dan merusak dinding, serta muncul di permukaan lembut seperti bantal atau karpet atau di area yang kurang ventilasi.


    Jamur dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti asma atau alergi, sehingga penting untuk segera menangani masalah ini.

    Cat dan Wallpaper Terkelupas

    Jika kelembapan tidak dikelola dengan baik, akan muncul area berembun di tempat-tempat yang mengalami kondensasi berlebih. Ini dapat mengakibatkan kertas dinding dan cat mulai melengkung atau terkelupas.

    Jangan pernah mencoba untuk menutupi masalah ini, sebab tidak akan menyelesaikannya. Jadi, menambahkan lapisan cat atau kertas dinding baru tidak akan mengatasi isu kelembapan yang ada.

    Furnitur yang Membusuk

    Tanda lain yang mengindikasikan bahwa rumah kamu memiliki kelembapan tinggi adalah furnitur yang mulai lapuk, terutama yang terbuat dari kayu. Ini juga bisa merusak papan lantai, terutama jika terbuat dari kayu dan rangka jendela.

    Menyebabkan Balok dan Kancing Struktural Mengembang dan Menyusut

    Kelembapan dapat menyebabkan balok struktural rumah kamu membengkak dan menyusut. Ini mengakibatkan dinding retak, yang memungkinkan lebih banyak kelembapan masuk ke dalam rumah.

    Cara Mengurangi Kelembapan Pada Rumah

    Pertama, dehumidifier bekerja sesuai namanya dan sangat efektif untuk menurunkan tingkat kelembapan di rumah kamu. Alat ini sangat berguna di area yang paling lembap, seperti ruang bawah tanah dan kamar mandi.

    Kedua, menggunakan kipas angin pembuangan saat kamu menggunakan banyak air, misalnya saat mandi atau memasak, hal itu dapat membantu mengurangi kelembapan di dalam rumah.

    Meskipun tampak sederhana, kiat-kiat ini cukup efektif dan tidak memerlukan biaya tambahan. Membuka jendela dapat dengan cepat menurunkan kelembapan, karena udara segar membantu menyerap kelembapan berlebih.

    Coba batasi penggunaan air, penggunaan air secara berlebihan bisa memicu kelembapan meningkat. Meskipun merepotkan, cobalah untuk mandi lebih singkat dan dengan air dingin jika memungkinkan.

    Terakhir, kamu bisa memasang monitor kualitas udara dalam ruangan yang akan memberi tahu jika ada hal yang perlu diperhatikan di rumah kamu. Alat ini dilengkapi dengan sensor kelembapan yang dapat memberikan rasa tenang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Cek Tagihan dan Pembayaran Tagihan PDAM Lewat Online


    Jakarta

    Tarif PDAM berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia tergantung dengan kebijakan pemerintah. Sebelum membayarnya, kamu bisa mengecek tagihan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terlebih dahulu secara online.

    Mengecek tagihan PDAM bisa dilakukan dengan mudah. Kamu bisa melakukannya melalui internet di situs resmi PDAM maupun e-commerce.

    Hal yang perlu disiapkan untuk melihat tagihan PDAM adalah nomor pelanggan yang tertera pada lingkaran meteran kaca. Sebaiknya setiap rumah yang menggunakan PDAM menghafal atau mencatatnya karena tulisan di meteran kaca bisa pudar seiring berjalannya waktu.


    Berikut cara cek tagihan dan pembayaran PDAM.

    Cek Tagihan PDAM Melalui Situs Resmi

    Pengecekan melalui situs PDAM kamu tidak perlu memiliki akun resmi, cukup buka alamat situs, sebagai contoh situs resmi PDAM Jakarta, pamjaya.co.id.

    1. Buka situs resmi PDAM sesuai domisili.
    2. Pilih kelompok tarif dan ukuran meter air.
    3. Masukkan penggunaan air per meter kubik.
    4. Pilih hitung.
    5. Setelah itu, rincian pemakaian air per meter kubik dan perkiraan total tagihan akan keluar.

    Cek Tagihan dan Pembayaran PDAM melalui Aplikasi Tokopedia

    1. Pastikan kamu sudah mengunduh dan memiliki akun Tokopedia.
    2. Pilih menu “Tagihan”.
    3. Pilih “Air PDAM”.
    4. Cari kota tempat tinggalmu.
    5. Masukkan Nomor Pelanggan.
    6. Setelah itu tagihan PDAM akan muncul.

    Cek Tagihan dan Pembayaran PDAM melalui Aplikasi Gojek

    1. Pastikan kamu sudah mengunduh dan memiliki akun Gojek.
    2. Pilih menu “GoTagihan”.
    3. Cari logo PDAM atau fitur bernama PDAM.
    4. Pilih Kabupaten atau kota tempat domisili.
    5. Masukkan nomor pelanggan.
    6. Setelah itu tagihan PDAM akan muncul.
    7. Lanjutkan dengan pembayaran.

    Itulah cara cek tagihan dan pembayaran PDAM. Jangan sampai lupa membayar ya detikers!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Toilet untuk di Rumah


    Jakarta

    Toilet merupakan perlengkapan yang umum ditemukan di kamar mandi. Toilet memiliki berbagai ukuran hingga bentuk. Oleh karena itu, kita tak bisa asal memilih toilet.

    Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat kamu memilih toilet untuk kamar mandi di rumah kamu.

    Melansir The Spruce, berikut cara memilih toilet untuk rumah kamu agar tidak salah pilih.


    Konstruksi Toilet

    Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan saat mencari toilet baru adalah gaya atau konstruksi toilet tersebut. Ada beberapa pilihan, seperti toilet one-piece, two-piece, dan wall mount.

    Setiap gaya toilet menawarkan serangkaian manfaat dan kekurangan yang berbeda. Sebelum memilih toilet baru, teliti gaya toilet untuk memastikan bahwa toilet tersebut cocok untuk rumah.

    Umumnya, toilet one-piece dan wall-mount membutuhkan lebih sedikit ruang daripada toilet two-piece, meskipun model ini lebih sulit dipasang daripada toilet two-piece. Selain itu, toilet two-piece cenderung menjadi pilihan yang lebih terjangkau.

    Dudukan Toilet

    Banyak toilet yang dilengkapi dudukan toilet yang dirancang khusus untuk model toilet tertentu. Namun, kamu dapat membeli dudukan toilet yang berbeda untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsionalitas toilet.

    Model yang lebih mendasar tersedia dalam berbagai pilihan ukuran, pastikan untuk mengukur toilet baru sebelum membeli dudukan toilet.

    Penggunaan Air

    Toilet lama menggunakan banyak air. Sedangkan toilet baru yang punya teknologi lebih anyar bisa menghemat air.

    Hal ini tidak hanya mengurangi jumlah air yang terbuang, tetapi juga rumah menggunakan lebih sedikit air secara keseluruhan. Saat mencari toilet baru untuk rumah, teliti toilet dengan sistem dual flush dan aliran rendah.

    Tinggi Toilet

    Ketinggian toilet umumnya mengacu pada ketinggian toilet. Toilet dapat terasa relatif nyaman untuk diduduki jika ketinggiannya tepat, tetapi beberapa toilet mungkin terlalu tinggi atau terlalu pendek.

    Toilet dengan tinggi kursi disebut sebagai toilet dengan tinggi yang nyaman, tergantung pada merek dan pemasoknya. Pilih toilet dengan tinggi kursi jika sebagian besar pengguna tinggi, tetapi pertimbangkan tinggi standar untuk kamar mandi anak-anak.

    Metode Flush

    Kebanyakan toilet akan mengandalkan gravitasi untuk menyiram air dari tangki ke mangkuk untuk memaksa isi mangkuk ke saluran pembuangan. Kamu juga dapat menemukan toilet dengan penyiraman ganda yang menggunakan mekanisme penyiraman yang sama.

    Beberapa toilet dirancang untuk meningkatkan daya siram guna memastikan isi mangkuk toilet terbuang ke saluran pembuangan. Tenaga tambahan ini karena toilet menggunakan tekanan udara untuk meningkatkan daya siram.

    Bentuk Mangkuk

    Pertimbangkan mangkuk yang memanjang atau mangkuk bundar merupakan pilihan yang lebih baik berdasarkan ukuran pengguna dan ruang di kamar mandi.

    Gunakan mangkuk toilet bundar di kamar mandi kecil, pastikan untuk mendapatkan dudukan toilet yang sesuai dengan bentuk mangkuk toilet.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Menghilangkan Lumut di Kolam Beton, Anti Ribet dan Ekonomis


    Jakarta

    Banyaknya lumut di kolam beton seringkali jadi masalah yang mengganggu estetika, karena membuat kolam terlihat kotor.

    Meskipun seperti hal sepele, tapi keberadaanya juga mungkin membahayakan keseimbangan ekosistem air di dalamnya. Namun jangan khawatir, karena ada berbagai cara menghilangkan lumut di kolam beton yang mudah dilakukan.

    Cara Menghilangkan Lumut di Kolam Beton

    Berikut adalah hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan lumut di beton:


    1. Pakai Soda Kue (Baking Soda)

    Dikutip dari situs Concrete Renovations, baking soda adalah bahan yang bisa berfungsi dengan baik untuk membersihkan lumut.

    Caranya pun cukup sederhana, taburkan saja soda kue pada permukaan kolam yang terkena lumut. Jika sudah, kamu bisa membersihkan sisa-sisanya setelah 24 jam.

    2. Pakai Air Panas atau Mendidih

    Penggunaan air panas bisa menghilangkan lumut kolam beton. Ini termasuk metode yang hemat biaya. Berikut langkah-langkahnya:

    • Tuangkan air mendidih ke area yang ada lumutnya.
    • Setelah disiramkan, gosok area tersebut dengan sikat kaku.
    • Jika sudah, gunakan selang untuk membersihkan sisa-sisa lumut.

    3. Pakai Campuran Cuka dan Air

    Noda lumut yang membandel di permukaan beton, bisa diatasi dengan campuran setengah cuka dan air. Cuka putih dan air dicampur dalam botol semprot.

    Dengan begitu, cairan ini hanya perlu disebarkan dengan cepat dan mudah ke seluruh permukaan beton yang berlumut.

    4. Menggunakan Mesin Cuci Bertekanan (Pressure Washer)

    Pressure washer adalah alat semprotan air bertekanan tinggi. Untuk menghilangkan lumut di beton, air dari alat ini hanya perlu disemprotkan ke area yang terkena lumut atau kotoran untuk membuatnya menjadi bersih.

    5. Menggunakan Larutan Bleach (Pemutih)

    Pemutih juga bisa digunakan di kolam renang untuk menghilangkan lumut, membunuh bakteri atau virus. Namun, pemilihannya perlu diperhatikan.

    • Campurkan pemutih dengan hati-hati satu bagian air dan satu bagian larutan pemutih yang diencerkan. Ini dilakukan sambil mengenakan sarung tangan pelindung ya.
    • Setelah itu, semprotkan campuran ini ke area beton yang berlumut.
    • Tunggu hingga beberapa menit
    • Sikat dan siram area tersebut.

    Jika memungkinkan, pakailah pemutih taman yang dirancang untuk melawan lumut tapi tetap aman bagi lingkungan.

    6. Menggunakan Produk Pembasmi Lumut

    Di pasaran, kamu bisa menemukan berbagai produk pembunuh lumut komersial yang diformulasikan khusus untuk permukaan beton. Memakai produk ini merupakan cara pembersihan melalui teknik kimia.

    Mengutip Good Grow, jika kamu memilih menggunakannya, perhatikan hal hal berikut:

    Pilih produk penghilang lumut yang sesuai dengan jenis permukaan beton.
    Gunakan produk sesuai petunjuk produsen (ada yang siap pakai ada juga yang memerlukan pengenceran).
    Pilihlah opsi yang ramah lingkungan.
    Setelah pengaplikasian, berikan waktu beberapa jam agar produk bekerja sebelum menghilangkan lumut.

    Jika menggunakan bahan-bahan kimia, ingatlah untuk selalu melindungi diri dengan sarung tangan, kacamata pelindung, dan mendapat ventilasi yang baik.

    Penyebab Kolam Berlumut

    Lumut memang bisa tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan teduh. Di mana, area beton di sekitar rumah juga termasuk tempat yang sempurna bagi lumut untuk tumbuh subur.

    Lumut di kolam disebut juga dengan alga. Mengutip Splash Supply Company, berikut adalah penyebab kolam berlumut secara umum:

    • Akibat perubahan musim.
    • Terlalu sedikit bakteri menguntungkan dalam kolam.
    • Nutrisi berlebih seperti pemberian pupuk, makanan ikan yang membusuk. Ini berlaku jika kolam
    • ikan.
    • Airnya hangat dan dangkal.
    • Kurangnya ekosistem yang mapan di kolam baru.

    Sebagai informasi, kolam beton memang cukup tahan lama dan menawarkan kemungkinan desain yang tak terbatas. Kalau detikers tertarik membangun atau memiliki kolam beton, kamu perlu memahami cara merawatnya termasuk terkait pertumbuhan lumut.

    (khq/khq)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Ngepel Pakai Air Panas, Ini Anjuran Sesuai Jenis Lantainya



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar kalau mengepel dengan air panas bisa membuat lantai lebih bersih? Suhu dari air memang dapat memberikan hasil yang berbeda saat mengepel, lho.

    Dikutip dari Home Viable, penggunaan air panas ternyata lebih efektif membunuh kuman di lantai. Air panas juga lebih mudah menghilangkan noda, lemak, dan kotoran yang menempel di lantai dibandingkan mengepel dengan air dingin.

    Selain itu, bahan pembersih lantai dapat bekerja lebih efektif kalau dicampurkan dengan air panas. Dengan begitu, aktivitas mengepel pun menjadi lebih mudah.


    Namun, tidak semua jenis lantai bisa terkena air panas karena sifatnya yang tidak begitu kuat untuk menahan suhu tinggi. Beberapa jenis lantai yang tidak bisa dibersihkan dengan air panas adalah lantai kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi. Jenis-jenis lantai seperti ini lebih baik menggunakan air dingin saat mengepel.

    Cara mengepelnya pun tidak sembarangan. Jenis lantai dari kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi cukup rentan terhadap air dan suhu yang lembap. Oleh karena itu, kamu perlu mengeringkan kain pel terlebih dulu agar saat mengepel tidak begitu basah.

    Jika lantai rumah kamu memakai ubin, keramik, dan porselen, lebih disarankan memakai air dingin ketika hendak mengepel. Sebab, mengepel dengan air panas justru dapat merusak permukaan keramik.

    Berbeda halnya dengan jenis lantai yang mahal seperti marmer, penggunaan air panas sama sekali tidak masalah karena bahannya kuat menerima suhu tinggi.

    Itulah anjuran mengepel lantai dengan suhu air yang berbeda. Jangan asal pakai air panas agar lantai nggak rusak ya. Semoga Bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Stop Boros! Islam Anjurkan untuk Menghemat Air, Ini Dalilnya



    Jakarta

    Memiliki air bersih di rumah yang selalu tersedia setiap kita hendak menggunakannya merupakan nikmat tiada tara. Kita tidak perlu khawatir saat menggunakan air tersebut terutama untuk mandi, mencuci sayuran, atau mencuci baju.

    Meskipun jumlah air di rumah melimpah, kita tidak boleh berfikiran untuk menghamburkannya dan bersikap boros ketika menggunakan air. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang mengingatkan umatnya untuk berhemat dalam menggunakan air.

    Rasulullah SAW mengajarkan teladan ini dalam bentuk penggunaan air ketika wudhu. Seperti yang kita tahu, air merupakan sarana utama saat hendak bersuci, tetapi Rasulullah SAW tidak pernah menganjurkan untuk memakai air secara berlebihan.


    Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, ia berkata, Rasulullah SAW bertemu Sa’ad pada waktu berwudhu, lalu Rasulullah bersabda:

    “Alangkah borosnya wudhumu itu hai Sa’ad.” Sa’ad berkata, “Apakah di dalam berwudhu ada pemborosan?” Rasulullah SAW bersabda, “Ya, meskipun kamu berada di sungai yang mengalir.” (HR Ibnu Majah).

    Mengutip dari detikHikmah, melalui Hadits tersebut, Rasulullah SAW mengingatkan agar muslim menggunakan air secukupnya dan tidak boleh berlebihan meskipun air dalam kondisi melimpah.

    Hadits lain juga meriwayatkan mengenai sikap Rasulullah SAW yang memakai air secukupnya. Dalam hadits riwayat Bukhari, dikatakan Nabi Muhammad SAW hanya mandi dengan 2,5 liter air. Dengan hitungan satu mud setara dengan sekitar 625 mililiter.

    “Nabi Muhammad SAW mandi besar dengan air satu sha’ hingga empat mud dan berwudhu dengan air satu mud.” (HR. Bukhari).

    Dalam NU Online, Syekh M Nawawi Banten pernah mengatakan dalam Qûtul Habibil Gharib, Tausyih ‘ala Fathil Qaribil Mujib mengenai hukum mengambil hukum mengambil air wudhu yang berlebihan.

    “Adapun hal-hal yang dimakruhkan dalam mengambil air sembahyang adalah berlebihan dalam menggunakan air, mendahulukan anggota tubuh kiri dibanding yang kanan, menambah lebih dari tiga basuhan secara yakin, mengurangi basuhan kurang dari tiga basuhan meskipun ragu.”

    Lebih lanjut, NU Online juga menambahkan saat menggunakan air, gunakan aliran air yang kecil agar air tidak terbuang banyak, lalu pastikan meninggalkan keran dalam keadaan tertutup rapat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Trik Menjaga Tanaman Tetap Segar Meski Ditinggal Mudik


    Jakarta

    Memasuki waktu untuk pulang ke kampung halaman alias mudik dan meninggalkan rumah beberapa minggu pasti perlu banyak persiapan. Salah satunya adalah memastikan tanaman di rumah tidak ada yang layu selama penghuni rumah pergi.

    Mungkin beberapa di antara kalian akan lebih tenang jika tanaman kesukaannya tidak perlu sering disiram atau bisa mengandalkan air hujan. Hal ini akan berbeda untuk tanaman-tanaman yang memang perlu diperhatikan setiap hari.

    Untuk memastikan agar tanaman tetap segar meskipun berminggu-minggu ditinggal, dilansir Southern Living berikut beberapa triknya.


    1. Siram Tanaman Sebelum Pergi

    Pastikan sebelum meninggalkan rumah, tanaman-tanaman sudah terhidrasi. Siram setiap pot hingga tanahnya kembali basah.

    2. Letakkan Tanaman di Sumber Air

    Agar tanaman tetap bisa segar meskipun ditinggal berminggu-minggu, letakkan pot di sumber air seperti luar ruangan, kamar mandi, atau wastafel. Bisa juga kamu menyiapkan bak besar atau wadah berisi air kemudian letakkan tanaman di atasnya agar akar-akar mereka yang bekerja mengambil air di bawahnya.

    3. Pastikan Tanaman Dapat Cahaya yang Cukup

    Saat pergi mudik, biasanya listrik di rumah dipadamkan sehingga tanaman hanya mengandalkan sinar matahari yang masuk. Cahaya dapat mendukung pertumbuhan dan pertumbuhan mendorong penggunaan air pada tumbuhan.

    Sekarang, cari tempat di sekitar jendela atau teras yang lokasinya cukup menerima sinar matahari. Jika tidak memungkinkan untuk diletakkan di luar, coba pasang lampu tanaman yang cahayanya lebih lembut dan bisa menyala lama.

    4. Kelompokkan Tanaman Berdasarkan Cara Perawatannya

    Untuk mempermudah perawatan tanaman, coba kelompokkan tanaman yang cara perawatannya sama. Sebagai contoh tanaman yang harus menerima banyak air dan matahari, tanaman yang tidak menyukai tempat panas, tanaman yang tidak perlu air terlalu banyak.

    Dengan begitu, lebih mudah untuk memastikan tanaman tersebut bertahan hidup dan mengurangi risiko mati.

    5. Siapkan Hidrogel

    Saat ini ada cara agar tanaman tetap lembap yakni memakai hidrogel. Bentuknya seperti butiran bulat berisi air terbuat dari polimer kimia. Barang ini cukup disebar di tanah, nanti mereka dapat menyusut dengan sendirinya karena tanaman sudah menyerap air.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Panas atau Dingin? Ini Suhu Terbaik untuk Mengepel Lantai



    Jakarta

    Suhu air ternyata cukup berpengaruh terhadap hasil saat mengepel lantai. Suhu air menjadi faktor tambahan selain penggunaan sabun dan pewangi.

    Penentuan suhu air dalam mengepel juga bisa berpengaruh untuk membersihkan lantai dari debu, bakteri dan kuman yang tak kasat mata. Oleh karena itu, suhu pada air berpengaruh pada kebersihan saat mengepel lantai. Ada dua jenis suhu air, yakni dingin dan panas.

    Lantas, mana yang lebih baik untuk mengepel lantai?


    Air Panas vs Air Dingin, Mana yang Lebih Baik?

    Mengutip dari Home Viable, penggunaan air panas ternyata lebih efektif membunuh kuman di lantai. Selain itu, air panas juga lebih mudah menghilangkan noda, lemak, dan kotoran yang menempel di lantai dibandingkan mengepel dengan air dingin.

    Bahan pembersih lantai juga dapat bekerja lebih efektif jika dicampurkan dengan air panas.

    Namun, tidak semua jenis lantai bisa terkena air panas karena sifatnya yang tidak begitu kuat untuk menahan suhu tinggi. Beberapa jenis lantai yang tidak bisa dibersihkan dengan air panas adalah lantai kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi.

    Jenis-jenis lantai seperti ini lebih baik menggunakan air dingin saat mengepel.

    Cara mengepelnya pun tidak sembarangan. Jenis lantai dari kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi cukup rentan terhadap air dan suhu yang lembap. Oleh karena itu, kamu perlu mengeringkan kain pel terlebih dulu agar saat mengepel tidak begitu basah.

    Untuk jenis lantai yang mahal seperti marmer, penggunaan air panas sama sekali tidak masalah karena bahannya kuat menerima suhu tinggi.

    Jika lantai rumah kamu memakai ubin, keramik dan porselen lebih disarankan memakai air dingin ketika hendak mengepel. Sebab, mengepel dengan air panas justru dapat merusak permukaan keramik.

    Tips lain saat mengepel lantai adalah hindari menuangkan cairan pembersih terlalu banyak saat mengepel lantai vinyl. Cairan kimia yang terlalu banyak justru bisa merusak permukaannya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com